maaf banget up-nya lama...

sebelum nya ada yang mau aku sampaikan, jadi begini..., ya gitu deh!. :P

oke, serius. Pertama terima kasih pada A BANK yang mengingatkan, tentang karakter salah satu tokoh utama.

sebenarnya penerapan karakter sasori yang 'bertanggung jawab' itu di khususkan buat sikap gentle sasori ke cewek, misalkan pas nanti sasori sama hinata..,ups hampir spoiler, tapi jangan mikir yang gak2 lho..,

kalo perihal sasori yang kerjanya nyolong mah, gak bakal ada kata 'tanggung jawab', nyolong ya nyolong, dibalikin? yaiyalah gak.

soal karakter sasori yang 'suka menolong' , itu sifat dasar semua anggota akatsuki. 'kan udah dibilang barang hasil nyolong gak semua buat mereka, meskipun ada kata 'gak semua' sih..

udah itu aja.., happy reading.

.

a naruto fanfiction

Disclaimer

Masashi kishimoto

Warning

OOC, typo mungkin banyak, bahasa yang mungkin gak sesuai EYD, gaje,

sudah berusaha menyajikan humornya (maaf jika seadanya)dll.

DLDR.

pair

sasohina

Stealer get love

By boa tezuka

.

.

.

let's begin

Siang yang sangat sangat sangaaaat terik, sepertinya sang matahari sedang khilaf sampai-sampai jika kita ceplokin telor ke aspal mungkin bakalan langsung matang tuh telor. Para makhluk hidup yang sedang beraktivitas di bawah sinar matahari yang kelewat panas tentunya mengeluarkan cairan asin yang bernama keringat. beberapa juga mengutuk-ngutuk matahari. kasihan matahari, padahal jika ia tersinggung lalu marah, bisa saja ia menjatuhkan diri dan musnahlah bumi kita. yaiyalah kitanya juga ikut koid.

Di meja makan di rumah keluarga hyuuga, empat orang manusia hidup bernyawa tengah duduk untuk makan siang. dentingan antara piring dan sendok terdengar memenuhi ruangan, selain itu sumber bunyi dari hanabi yang makan sambil main ML juga mengisi keheningan.

"PENTA KILL!"

" hah? abang pentol l? " jauh amat sih bang melesetnya.

"Hanabi, udah dong main game-nya. makanannya keburu dingin loh." hinata mengipas-ngipas piring makan hanabi dengan tangannya yang justru membuat makanan itu semakin dingin.

"hmm..,"

seseorang di seberang tempat duduk hanabi menatap, orang itu adalah kakak sepupu hinata dan hanabi, hyuuga neji yang baru datang pagi tadi dan berniat menginap di rumah pamannya. Alasannya karena rumah pamannya dekat dengan kampus dan tidak ingin keluar ongkos buat sewa ngekos.

"mhang dhia mhaen apha shi?" neji bertanya sambil mengunyah nasi, lalu menelannya. " serius amat.., ceoce ya?"

"tau tuh, cooking mama kali."Hinata menjawab sekadarnya, adiknya yang mendengar cuman mencibir kedua kakaknya 'dasar kudet' dengan tidak sopannya.

"dasar kid kid jaman now" Neji berkata seolah-olah ia manusia purba alay tapi rada kuper plus oneng (?).

kemudian hening. Dengan isengnya Neji mengambil paha ayam hanabi, mumpung hanabinya asik ngegame. Hanabi sadar mungkin ia punya mata ketiga, di tendangnya kaki makan dengan khusyuk disini cuman hiashi.

"eh, betewe hin, dah punya pacar belom?"

Hinata tersedak garpu eh nasi mendengar pertanyaan tersebut, neji menyodorkan segelas air, hinata meminumnya. " apaain sih, kak? bahas yang lain aja napa." Hinata tak suka jika membahas ini. jika disuruh memilih, ia akan memilih membicarakan teori konspirasi dunia atau klasifikasi tiga puluh ribu jenis kuman.

Hiashi menatap ke neji, menyeringai. " emang kamu juga dah punya calon neji?",

jleb right to the kokoro ~ , yang tabah ya neji.

"k-kan selesain kuliah dulu..." sedikit pembelaan dari neji.

" halah! bilang aja gak ada yang mau!" hanabi menyahut, nice shoot hanabi.

hening lagi, Neji memulai kembali . "serius nih, Hin. udah punya pacar belom kamu?"

Hinata yang asik mengaduk-aduk nasi di piring menatap neji dengan satu alis terangkat. " mang situ udah?" terjadilah adu mulut antar jomblo. sesama jomblo jangan saling ngeledek dong!

"kamu?"

"kakak juga belum punya pacar`kan?"

"Kamu juga belum!"

Orang yang di dekat mereka mulai menutup telinga.

"ngaca!"

"aku dah punya calonnya lho." ucap Neji sombong

"dih, baru juga calon!" sambil nunjuk Neji pakai garpu, hinata menyahut tak mau kalah.

"Aku dah mulai pedekate, bwee!" Neji mewek kayak anak kecil.

perempatan muncul di jidat hinata, garpu di tangannya hampir ia lempar ke muka neji. EMOSI. "aku juga udah punya calon pacar!"

Semua yang ada disana menatap hinata, terkhusus Hiashi. Emosi membuat hinata mengucapkan kalimat itu, padahal sama sekali gak ada cowok yang ia taksir sekarang. Bagaimana ini, hinata terjebak, hinata terperangkap, musliha-gak.

"oh ya?" Neji tersenyum miring. " Ntar beritahu orangnya yang mana ya~"

o0o

Beralih ke tempat sasori berada. Sedang menyapu jalanan komplek konoha sendirian di siang yang sangat panas, keringat sasori udah seember sekarang.

setelah lamanya sasori menjadi babu di komplek konoha ini, akhirnya hari ini hari terakhir. hari-hari menjadi babu disini mempunyai kenangan yang sebagian berarti sebagian lagi gak penting sama sekali. setiap malam ia cuman tidur di pos ronda dengan puluhan nyamuk yang menemani, setiap malam juga ia mendapat kecupan gratis dari para nyamuk-nyamuk lajang yang kegenitan ma sasori.

tiga puluh ribu helai daun sudah tertumpuk rapi. sasori mengangkat tangan ke atas, merileks-kan tangannya yang pegel habis nyapu. lalu pergi duduk ke pos ronda.

"Gila, panas banget!" tangan sasori spontan menyeka keringat. dari ekor matanya ia melihat Jiraiya yang mendekat, si pak RT sok iye.

"Pagi, babu~" Jiraiya duduk di samping sasori. "pagi pala lu. siang menyengat gini dikatain pagi"

"eh udah siang ya?, emang sekarang jam berapa?" tangan Jiraiya mengeluarkan benda persegi panjang dari kantong celana, sasori meperhatikan dengan muka datar. benda tersebut menyala, memperlihatkan empat digit angka.

"oh, udah jam setengah tiga toh!" ternyata Jiraiya ngeluarin ponsel cuman buat ngecek jam, padahal terlihat jelas oleh mata jam tangan kulit di tangan kiri Jiraiya.

"eh tau gak? ini hape baru beli lo!, dijual limitet edisyen~" ah elah sengaja banget pamernya pak, kena maling akatsuki tau rasa ntar.

sasori cuman ngeiyain Jiraiya, padahal hatinya ngebatin 'salah banget deh pak, pamer ma maling!'

"Gimana? jera kagak lu?" Tanya Jiraiya

memang kerjaan sasori itu ngemaling, dan sasori itu setia ke akatsuki. Jadi jawabannya pastilah gak. "sebenernya gak sih, pak"

"hm? jadi mau diperpanjang hukumannya? atau mau disabit langsung biar jera?"

"gak, pak. makasih."

Jiraiya menghela nafas "gimana sih anak muda zaman sekarang, kerja kok ngemaling. ngambil hak orang gak baik loh, sama kek korupsi. eaa" entah kenapa Jiraiya merasa bangga sendiri dengan kalimatnya barusan, gak keren-keren amat juga loh padahal. sedangkan sasori gak ngedengerin, Cuma dengan kurang kerjaannya memperhatikan dua lalat yang terbang sambil saling menempel.

"trus-trus, lu kegaet gak sama cecan konoha?" Sasori menoleh ke Jiraiya dengan salah satu alis terangkat. "konoha banyak kembang desanya loh. kayak si ino, anaknya pemilik perusahaan x. Atau sakura ponakan gua, cecan setrong."

Dua nama cewek yang disebut Jiraiya dikenal sasori, mereka cantik sih. selama sasori nugas di konoha memang banyak cecan ditemui. mulai dari cabe sampe janda ada di konoha.

ngomong soal cewek, sasori jadi ingat cewek yang minta temenin tidur. rada mirip sadako, tapi orangnya manis (niat muji apa gak neh?). "ada satu kayak bidadari, siapa tuh namanya? rambutnya gelap panjang."

"ooh, Hinata. cakep tuh, cepetan sebelum diambil gua-eh orang." lu udah punya bini jiraiya, tsunade bisa ngamuk.

hmm, bisa juga. sasori pikir mungkin sudah waktunya ia punya kekasih?

TBC

tinggalkan jejak dengan review ya! *lambain tangan

see ya! -Boa