Angelus Ruinosus

by willis.8894

Casts: Oh Sehun, Kim Jongin/Kai, Oh Shixun

Addictional Casts: Jung Krystal, EXO, Lee Taemin, Victoria Wu.

Pairing: KaiHun vs XunHun. TaeStal. SeStal!Friendship. SuDo.

Warning: Kemungkinan Incest Shixun-Sehun.

•••

PROLOGUE

Sehun dan Shixun adalah dua kembar identik, tapi memiliki perbedaan yang sangat jelas. Sehun, si sulung, lemah lembut, baik hati, dan jenius. Tubuhnya begitu ramping dan mulus, ia benar-benar mengambil gen ibunya jauh lebih banyak dari gen ayah mereka. Berbanding terbalik dengan Shixun, si bungsu, playboy, urakan, dan keras kepala. Ia suka bermain-main dengan wanita memanfaatkan wajah tampannya. Shixun jelas mencerminkan ayah mereka jauh lebih baik dari Sehun.

Meski prilaku keduanya begitu bertolak belakang, keduanya begitu akur. Tidak ada saling iri atau kebencian sama sekali. Keduanya memiliki ketertarikan yang berbeda sehingga mereka tak pernah berebut sama sekali. Sehun menyukai buku, susu cokelat panas, dan kue. Ah, tentu juga Bubble Tea. Shixun menyukai mainan anak laki-laki seperti robot dan motor, minuman dingin atau bahkan alkohol, dan tidak terlalu menyukai sesuatu yang manis.

Sehun selalu bertanggung jawab atas kecerobohan Shixun, Shixun selalu protektif pada Hyungnya dan tak segan menyakiti siapapun yang membuat Sehun menangis. Sehun selalu ada untuk Shixun dan begitu juga sebaliknya. Keduanya tak terpisahkan bahkan ketika mereka tumbuh dewasa dan lingkungan mereka jauh berbeda. Sehun berada di lingkungan anak baik-baik, beberapa gay dengan posisi uke, dan hidup sebagai remaja idaman para orang tua. Shixun bersama geng brandalnya yang dikenal dan dihindari juga mendapat decakan remeh dari para orang tua. Tapi tetap, mereka tak terpisahkan.

Ya. Seharusnya mereka tak terpisahkan.

Seharusnya Sehun tetaplah Sehun yang begitu lemah lembut, baik, dan memiliki senyum yang begitu indah bagai malaikat.

Seharusnya Shixun, Kai, Kris, Luhan, Chanyeol, dan Tao tetap bersama Sehun.

Seharusnya... Sehun takkan pernah berubah.

•••

Flashback 10 years Ago - Sehun Shixun 15 years old.

Sehun dan Shixun menghabiskan malam mereka di kamar Sehun. Meski sudah remaja dan memiliki kamar masing-masing, si kembar Oh itu selalu tidur satu kamar, di kamar Sehun. Memang belakangan ini Shixun telah memasuki dunia dewasa dimana ia meniduri gadis-gadis di sekolah mereka, ia beberapa kali membawa teman perempuannya ke rumah dan olahraga ranjang di kamar Shixun, tapi tetap setelah itu Shixun akan mandi dan tidur di kamar Sehun. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka yang sulit diubah.

Malam itu, Shixun tak memiliki teman untuk olahraga ranjang dan juga tak memiliki jadwal untuk kumpul bersama gang-nya, membuatnya menghabiskan waktu bermain game sambil berbaring di tempat tidur menunggu kantuk menjemputnya. Sehun masih duduk di meja belajarnya, berkutat dengan buku-bukunya. Namun tampaknya si sulung sedang sulit berkonsentrasi saat ini.

"Xun-ah," panggil Sehun pelan, namun terdengar jelas oleh adik kembarnya itu.

"Hm?" tanya Shixun masih terfokus dengan game di ponselnya.

Sehun memutar bangkunya menghadap tempat tidur dan memperhatikan adik kembarnya. Ia menjilat bibirnya tanda ia sedang gugup. Ia ingin membuat sebuah pengakuan dan ia tak tahu apakah adiknya itu akan menerima kabar itu dengan baik.

Shixun yang sejak tadi terfokus pada gamenya, mengalihkan perhatiannya pada si sulung yang tak langsung bicara. Sesuatu dalam dirinya bisa menebak bahwa Hyungnya itu ragu-ragu untuk memberitahunya sesuatu, anggap saja itu ikatan batin yang bicara. "Apa sesuatu terjadi?" tanya Shixun cemas, langsung duduk di kasur mereka itu.

Sehun menunduk dan memainkan jari-jarinya yang berada pangkuannya. Ia benar-benar ragu untuk memberitahu Shixun, apakah Shixun akan menyetujuinya?

"Sehun, beritahu aku," desak Shixun tanpa ada penolakan, membuat Hyungnya itu merinding. Jika Shixun tak memanggil Sehun dengan Hyung, itu artinya ia benar-benar dalam mode serius.

Sehun menatap Shixun dari balik bulu matanya dan menjilat bibirnya tanda lagi sebelum membuka mulutnya. "Um, apa kau kau benar-benar tak masalah dengan orientasiseksualku?" tanya Sehun mempercepat dua kata terakhir itu.

Shixun mengangkat satu alisnya. "Apa kau bicara dalam bahasa latin atau planet lain? Karena aku tak mengerti yang terakhir itu," kata Shixun.

Sehun menghela nafas panjang dan mencoba menekan kegugupannya. "Orientasi seksualku. Apa kau benar-benar tak masalah dengan itu?" tanya Sehun menatap Shixun tepat di matanya.

Shixun terdiam mendengar itu. Ia jelas ingat dua tahun lalu ketika Sehun menangis kepadanya ketika mengakui bahwa ia seorang gay. Ia menyukai seseorang yang tak ingin ia sebutkan. Itu jelas mengejutkan Shixun. Shixun tahu Sehun memang cantik dan berbadan ramping dengan bokong bulat yang menggoda, tapi jelas ia tak menyangka Hyungnya itu gay dan ia jelas bisa menebak Sehun pasti berada di posisi uke jika ia gay. Sulit bagi Shixun menerima informasi itu, tapi ia terlalu menyayangi Sehun dan ia tak mungkin jijik dengan Sehun karena orientasi seksualnya itu. Hal itu topik yang tabu bagi mereka, Sehun tak pernah membahas soal itu lagi, ia bahkan tak pernah sekalipun menyebutkan siapa yang ia sukai dan Shixun berterima kasih untuk itu. Ia tak tahu apakah ia sanggup untuk mendengar bahwa Hyungnya itu menyukai pria lain.

Shixun berdehem, topik ini hampir saja terlupakan olehnya dan ia tak menyangka Sehun akan kembali membahas ini. "Secara jujur? Aku hampir lupa soal kau gay, tapi aku takkan mempermasalahkan itu, Hyung."

"Aku ingin memberitahu siapa pria yang kusukai," kata Sehun pelan kembali memainkan jari-jarinya. "Aku aku menyukainya diam-diam selama dua tahun ini. Dia entahlah, dia sepertinya biseksual. Aku aku tak memberitahumu ka-karena kupikir perasaanku hanya sesaat, ta-tapi aku benar-benar sadar aku aku mencintainya dan rasanya sakit melihatnya bermain-main dengan orang lain," kata Sehun semakin lama semakin terdengar lirih.

Tenggorokan Shixun terasa tercekat mendengar itu. Jantungnya berdetak cepat dan juga terasa remasan menyakitkan mendengar pengakuan Sehun. Mungkin itu juga ikatan batin diantara mereka membuat Shixun mudah mengerti betapa sakitnya Sehun saat ini. "Siapa?" tanya Shixun serak.

"Jongin. Aku menyukai Jongin."

Dunia Shixun terasa berhenti mendengar nama itu. Nama sahabatnya. "Jongin Kai?!" tanyanya jelas tampak tak percaya.Sehun mengangguk dan menundukan kepalanya. Hanya terfokus pada jari-jarinya.

"Tidak boleh. Lupakan dia. Dia bukan pria baik-baik, Hun-ah. Cari pria lain untuk kau cintai," kata Shixun cepat terselip amarah di nadanya.

"Seandainya bisa, aku akan melakukan itu, Xun-ah. Tapi aku terlanjur mencintainya. Ia cinta pertamaku dan aku aku tak bisa melihat pria lain selain dirinya," kata Sehun lirih dan air matanya tak tertahankan.

"LUPAKAN DIA, SEHUN! DIA HANYA AKAN MENYAKITIMU!' seru Shixun bangkit berdiri. Ini salah satu kelemahan Shixun, sangat temperamental.

"AKU BISA MENGUBAHNYA, XUN! Aku bisa mengubah Kai menjadi lebih baik, kumohon izinkan aku menyatakan perasaanku dan dan jika ia menerimaku kami akan mencoba," kata Sehun memohon sambil terisak.

"JANGAN! JANGAN PERNAH BERANI! JANGAN MENYATAKAN PERASAAN PADANYA!" seru Shixun.

"Kenapa? Beritahu aku satu alasan. Dan aku bersumpah takkan menyatakan perasaanku padanya hingga kau sendiri yang mengizinkan," kata Sehun menatap adik kembarnya memohon. Inilah ikatan mereka, Sehun takkan melakukannya jika Shixun tak merestui dan begitu juga sebaliknya. Sehun pasti akan memilih Shixun karena ia sangat menyayangi adiknya itu.

Shixun memejamkan matanya melihat wajah cantik dan manis Hyungnya yang berurai air mata itu. Air matanya sendiri tak tertahankan. Tubuhnya bergetar dengan kesedihan dan amarah yang ia tahan. Jantungnya berpacu keras dan dadanya terasa sesak, ia bahkan tak tahu kenapa ia merasakan ini. "Kai mencintai orang lain, Hun-ah," bisik Shixun lirih dan pergi keluar dari kamar mereka.

Sehun merasa jantungnya berhenti berdetak sesaat sebelum merasakan remasan yang amat sangat menyakitkan di jantungnya. Perkataan Shixun terngiang dikepalanya, membuatnya dadanya begitu sesak. Hatinya hancur berkeping-keping dan tangisnya pecah. Namun Shixun tak ada disana untuk memeluknya. Bahkan Shixun tak tidur bersamanya malam itu.

Shixun tak menemaninya ketika Sehun melalui patah hati pertamanya.

Dan keesokan harinya, ketika ia bertemu dengan Kai, Kai tanpa malu mengatakan bahwa ia mencintai Shixun dan adik kembarnya itu menolaknya. Ia meminta saran pada Sehun bagaimana caranya agar ia bisa mendapatkan hati Shixun. Dan Sehun hanya memberitahu, "tetaplah berada disampingnya."

Itu adalah pertama kalinya dalam hidup Sehun, ia membolos sekolah. Itu pertama kalinya ia berkeliling kota, ke tempat yang tak pernah ia kunjungi tanpa seorangpun yang menemaninya. Sehun hanya sendirian dan ia menemukan tempat rahasianya. Tempat dimana ia menangis sekencang-kencangnya, selama yang ia mau, mengeluarkan semua tangisan dari hatinya yang hancur berkeping-keping.

Sehun kembali ke rumah ketika larut. Gang Shixun dan teman-teman dekat Sehun, bahkan Krystal sepupu Kai dan juga teman Sehun telah berkumpul disana, tampak mencemaskannya. Shixun langsung memeluknya erat begitu melihat Sehun kembali, mengucapkan beribu maaf atas sikapnya sejak kemarin malam dan betapa cemasnya ia ketika Sehun menghilang seharian.

Sehun memang tak pernah keluar sendirian, Shixun terlalu protektif padanya sehingga selalu ada setidaknya satu orang yang menemani Sehun ketika pergi keluar. Terlebih banyak musuh Shixun berkeliaran diluar sana, mereka bisa menghajar Sehun dengan mudah.

Hati Sehun memang hancur karena cintanya pada Kai tak berbalas, tapi rasa hangat menyelimuti dirinya, menyembuhkannya sedikit demi sedikit melihat masih banyak orang yang mempedulikannya. Mereka makan pizza malam itu, mereka semua mencemaskan Sehun karena Sehun sama sekali tak mau buka mulut tentang apa yang terjadi padanya seharian ini, tapi Sehun bisa memastikan bahwa ia baik-baik saja tanpa satu luka sedikitpun.

Kecuali hatinya yang berdarah-darah. Tentu ia tak mengucapkan itu.

Malam itu Sehun dan Shixun kembali tidur di ranjang mereka. Shixun memeluk erat Sehun seakan takut Hyungnya itu menghilang seperti sebelumnya.

"Xun-ah," panggil Sehun serak.

"Hm?" tanya Shixun mengangkat wajahnya dari bahu Sehun.

"Aku akan melakukan yang kau minta. Aku takkan menyatakan perasaanku pada Kai, aku takkan mengejarnya. Aku akan mencari pria baik-baik untukku," kata Sehun lirih menengok pada adik kembarnya. "Tapi kumohon jangan pernah beritahukan perasaanku padanya," bisiknya memohon dan air matanya tak lagi tertahankan.

Shixun tertegun sejenak menatap wajah cantik Hyungnya yang bahkan tampak bersinar meski dengan bersimbah air mata. Ia menyeka air mata Sehun dengan lembut dan mengecup kening Hyungnya dengan penuh sayang. "Aku berjanji, Hyung," bisiknya.

•••e)(o•••

First time nulis cerita gay, tapi emang udah lama banget aku pengen bikin cerita dengan konsep ini.

semoga suka ya

Next Chap minggu depan kuupdate

Jangan lupa Reviewnya ya

-willis.8894