Angelus Ruinosus

by willis.8894

Casts: Oh Sehun, Kim Jongin/Kai, Oh Shixun

Addictional Casts: Jung Krystal, EXO, Lee Taemin, Victoria Wu.

Pairing: KaiHun vs XunHun. TaeStal. SeStal!Friendship. SuDo.

Warning: Kemungkinan Incest Shixun-Sehun.

•••

CHAPTER ONE: REALITY.

Present Day - Sehun 25 years old.

"Ssh, ssh, Sehunnie, tenanglah, itu hanya mimpi," bisikan lembut itu terdengar begitu dekat dengan telinga Sehun. Ia bisa merasakan kehangatan orang yang memeluknya, mengecup pelipisnya dengan sayang, dan jari-jari ramping mengusap punggungnya dengan lembut.

Sehun membuka matanya dan bernafas berat. Wajah cantik Oh Krystal, istrinya itu, menyambutnya. Rautnya terlihat cemas dan matanya mencari-cari jawaban apa yang Sehun mimpikan barusan di mata Sehun.

"Shixun," bisik Sehun menjawab dengan serak sebelum air matanya kembali mengalir.

Krystal tampaknya bisa menebak itu dan wanita cantik itu memeluk Sehun, membawa wajah pria itu tenggelam di dadanya namun tetap berhati-hati dengan perut buncitnya yang berisi kehidupan itu. Sehun pernah bilang bahwa wangi tubuh Krystal dan detak jantungnya selalu menenangkannya, jadi setiap Sehun bermimpi buruk, Krystal akan selalu memeluknya.

Tampaknya Krystal terlalu lelah dan ia tertidur sambil memeluk Sehun di dadanya, namun Sehun tak bisa kembali tidur. Ia dengan perlahan melepaskan pelukan Krystal, tak ingin membangunkan istrinya itu, dan mengecup pelipis Krystal dengan penuh sayang sebelum beranjak pergi dari tempat tidur. Ia mencuci mukanya dan turun untuk membuat kopi, dan mendekam di ruang kerjanya.

Ia adalah Oh Sehun, CEO Huntak Grup. Suami dari Oh Krystal. Pria muda berdarah dingin yang disegani dalam dunia bisnis meski umurnya masih begitu muda. Ia kejam dan tak kenal ampun pada orang-orang yang mencoba mencuranginya. Ia adalah Oh Sehun, seorang pecandu kerja yang tak bisa dipandang sebelah mata. Ia bukan lagi Oh Sehun yang baik hati, lemah lembut, dan memiliki senyum bagai malaikat yang selalu dilindungi oleh adik kembarnya. Karena Shixun tak lagi disisinya, karena Shixun telah meninggalkannya.

Sehun menatap foto pernikahannya dengan Krystal yang terpajang di meja kerjanya. Ia dan Krystal saling mencintai. Tidak, tidak sebagai suami istri, tapi lebih seperti saudara. Seperti belahan jiwa. Cinta diantara mereka bukanlah cinta romantis, dan itu takkan pernah terjadi. Tapi semua itu sudah cukup, karena Krystal selalu disampingnya. Karena Krystal ada untuknya dimana Shixun pergi meninggalkannya.

Krystal adalah sepupu Kai. Mereka sudah saling mengenal satu sama lain sejak umur mereka 13 tahun. Krystal ada teman yang baik bagi Sehun, sahabat yang sangat baik bahkan 12 tahunpun berlalu itu tak pernah berubah. Umur mereka 16 tahun ketika mereka di jodohkan. Perusahaan keluarga Jung sedang diujung tanduk dan satu-satunya cara menyelamatkannya adalah dengan menikahkan Sehun dan Krystal. Sehun tak menolak karena ia tahu bahwa ini satu-satunya cara menolong keluarga Krystal, ia tak tertarik pada orang lain dan tak memiliki kekasih karena hatinya masih terpaut pada Kai yang bahkan tak pernah sekalipun menengok padanya. Sehun menenangkan Krystal ketika ia menangis karena Sehun menyetujui perjodohan itu. Sehun menjelaskan bahwa ini semua hanya status, ia bahkan mau menjelaskan ini kepada Taemin yang adalah kekasih Krystal dan Sehun sama sekali tak keberatan jika Krystal dan Taemin menjalin hubungan. Ketiganya setuju dengan kondisi ini.

Ditahun yang sama, Sehun pergi ke Inggris untuk kuliah. Krystal ikut menemaninya bersama Taemin. Keduanya melanjutkan SMA mereka disana sedangkan Sehun kuliah di Cambridge. Ditahun yang sama pula Sehun mengakui orientasi seksualnya pada Krystal dan Taemin, ia juga mengakui bahwa ia mencintai Kai yang hanya mencintai Shixun namun Shixun tidak membalas perasaan pria itu. Krystal ada disana ketika hati Sehun kembali hancur mengingat cinta pertamanya. Krystal memeluk Sehun ketika hati Sehun hancur. Krystal ada untuk Sehun dimana Shixun tak ada untuknya.

Umur mereka 20 tahun ketika Sehun dan Krystal menikah. Sehun dengan program khusunya telah mendapatkan gelar Masternya dalam kurung waktu 4 tahun. Tapi hanya teman terdekat mereka seperti Baekhyun, Suho, Kyungsoo, Lay, Chen, Xiumin, Jonghyun, Key, Jinki, Minho, dan beberapa teman dekat Krystal yang tahu bahwa seminggu sebelumnya, Krystal dan Taemin sudah menikah secara tertutup di Maldives. Tentu saja semua biaya pernikahan adalah tanggungan Sehun. Sehun terlalu berbahagia karena Krystalnya akan menikah dengan Taemin, sedikit mengobati hatinya yang hancur karena Kai, Luhan, dan Chanyeol pergi meninggalkannya dan mengikuti jejak Shixun.

Krystalnya yang cantik selalu ada bersamanya ketika Shixun telah meninggalkannya. Krystalnya yang cantik selalu berada disampingnya sejak umur mereka 16 tahun. Krystal ada satu-satunya orang yang bisa menerobos dinding tebal dan dingin milik CEO Oh Sehun. Hati Sehun semakin hari semakin dingin, namun hanya Krystal yang mengingatkan bahwa ia masih hidup sebagai manusia. Ia tak sedingin lemari es jika berhadapan dengan Baekhyun, Chen, Suho, Kyungsoo, Xiumin, Lay, dan Taemin, tapi tetap ada batasan diantara mereka. Sehun menutup dirinya dari seluruh dunia, ia hanya mengizinkan Krystal untuk masuk. Sehun tak lagi dapat tersenyum begitu manis bagaikan malaikat, tapi ia bisa melakukannya jika ditunjukan kepada Krystal dan bayi yang dikandung wanita itu. Sehun mencintai Krystal, tidak secara romantis, tapi ia siap memberikan apapun untuk Krystal yang bertahan disampingnya selama ini, termasuk nyawanya. Karena Krystal ada bersamanya dan Shixun tak ada lagi disampingnya.

Tentu Sehun tahu bayi yang dikandung oleh Krystal bukanlah miliknya. Bayi itu milik Taemin. Sehun dan Krystal tak pernah melakukan aktifitas seksual bahkan berciuman bibirpun tidak. Afeksi diantara keduanya begitu murni tanpa hasrat antara pria dan wanita. Semua kecupan di kening, pipi, pelipis, sekujur wajah, seluruh pelukan dan genggaman tangan, berbagi ranjang, semua tanpa ada perasaan romantis. Seperti kakak dan adik, tapi Sehun lebih suka menyebutnya belahan jiwa.

Taemin tak pernah sekalipun cemburu pada Sehun. Ia tahu hati Krystal hanya untuknya dan diantara keduanya tak memiliki perasaan cinta romantis. Ia merelakan ketika harus tidur sendirian karena Krystal tidur dengan Sehun, ia merelakannya karena ia tahu Sehun membutuhkan Krystal lebih dari siapapun. Kondisi mental Sehun dan semua yang telah Sehun alami membuat Taemin mengerti bahwa Krystal satu-satunya pegangan hidup Sehun. Bahwa Krystal satu-satunya kesempatan agar Sehun mereka bisa kembali seperti dulu, menjadi malaikat mereka semua. Mereka semua tahu apa yang menyebabkan Sehun berubah menjadi semakin dingin setiap harinya, dan sedikit banyak Taemin membenci Shixun dan Kai karena itu. Ia sangat membenci keduanya karena merekalah penyebab utama Sehun mereka kini bagaikan mayat hidup yang hanya tahu mencetak uang.

Karena Shixun, Kai, Luhan, Chanyeol, Kris, dan Tao telah pergi dari kehidupan Sehun. Tapi Krystal tetap disana, menemani Sehun bahkan dalam waktu tergelapnya. Itulah kenyataannya.

-A•R-

FLASHBACK 9 YEARS AGO Sehun and Kai 16 years old.

Sehun dan Kai sedang duduk di taman Mansion Keluarga Oh setelah makan malam keluarga antara Kim, Jung, dan Oh yang juga membahas sedikit tentang pertunangan Sehun dan Krystal. Shixun sudah berhasil menyelinap keluar tapi ia memerintahkan Kai untuk tidak kabur dan menemani Sehun sementara Krystal sedang mengadakan sesi bicara dari hati ke hati dengan Ibu Si Kembar Oh.

Kau tahu, kau boleh pergi mengikuti Shixun. Kau tak harus terperangkap disini menemaniku," kata Sehun tersenyum kecil pada Kai.

Shixun pasti takkan segan mematahkan tulang kakiku jika aku pergi meninggalkanmu sendirian, Sehunnie," jawab Kai menghela nafas.

Sehun mencoba tersenyum meski hatinya sakit mengetahui bahwa Kai terpaksa menemaninya disini. Terlebih karena Sehun tahu Kai melakukan itu karena ia terlalu mencintai Shixun dan takkan bisa membantah perkataan adik kembarnya itu.

Apa kau yakin dengan semua ini, Hunnie? Menikah dengan Krystal, maksudnya," tanya Kai ragu, merasa topik itu sedikit tabu untuk dibahas.

Sehun hanya tersenyum dan menatap langit malam yang cerah dan bertabur bintang itu. "Ini satu-satunya cara untuk menolong keluarga Krystal, Jonginnie. Aku takkan pernah menyesal melakukan ini, lagipula takkan ada yang bisa mengganggu Krystal lagi karena statusnya sebagai tunanganku. Ia bisa menjalani hubungannya dengan tenang bersama Taemin."

Kai tampak terkejut mendengar itu. "Kau tahu soal Krystal dan Taemin?"

Sehun tertawa melihat ekspressi Kai. "Aku memang pendiam dan kutubuku, tapi aku tahu setiap kabar teman-teman kita," jawab Sehun mengetuk kening Kai pelan.

Kai menatapnya dengan seksama, tampak ragu untuk bicara lagi. Sehun hanya tersenyum manis kepadanya, seakan menyuruhnya untuk bicara saja. "Bagaimana denganmu sendiri, Sehun-ah? Apa kau tak memiliki orang yang kau cintai? Orang yang ingin kau nikahi?" tanya Kai ragu. "Kau berkorban untuk menyelamatkan keluarga Krystal, tapi bagaimana denganmu sendiri?

Senyum Sehun sedikit luntur mendengar pertanyaan itu. Ia kembali menatap langit dan bernafas dalam. "Orang yang kucintai sibuk menatap orang lain," kata Sehun pelan. "Aku sedang memperbaiki hatiku, mencari orang yang tepat untuk bisa kucintai dan bisa mencintaiku juga. Mungkin suatu saat aku akan menemukannya," lanjutnya menatap Kai dan tersenyum manis.

"Siapa?! Kenapa aku tak tahu ini sama sekali!" protes Kai merengek membuat Sehun tertawa melihatnya. "Aku serius, Hun-ah! Kenapa kau tak memberitahuku! Sejak kapan?"

Sehun menunduk dan merona malu, memainkan jari-jarinya. "Ia adalah anak yang tidak peduli dengan sekitarnya tapi untuk beberapa pengecualian, ia bisa sangat peduli. Ia menarik meski tanpa mencoba untuk terlihat menarik. Ia memiliki hati yang sangat baik meski tak semua orang lain tahu. Senyumnya begitu indah apalagi jika ia sedang tertawa. Banyak sekali yang menyukainya dan aku tak yakin bisa menarik perhatiannya, terlebih ia sudah mencintai orang lain. Melihatnya mencintai orang itu membuat hatiku sakit namun juga bahagia, aku senang melihatnya tersenyum dan tertawa bersama orang itu, disatu sisi aku tersakiti karena tahu bahwa aku tak pernah menjadi alasannya dibalik senyum dan tawanya. Aku justru semakin mencintainya melihat bagaimana caranya mencintai orang itu meski disatu sisi sakitnya kadang sering tak tertahankan."

Kai menatap Sehun dalam diam, mencerna semua omongan itu. Tampak sangat terkejut, mungkin karena Sehun begitu pintar menutupi ketertarikannya hingga ia bahkan tak menyadari bahwa Sehun sudah jatuh cinta pada orang lain. "Kenapa kau tak mencoba untuk menyatakan perasaanmu? Mencoba menarik hatinya? Kau tahu, aku menyukai Shixun dari umur 13 tahun dan sampai sekarang aku tak pernah lelah mencoba mengambil hatinya. Kau tak boleh menyerah begitu saja!"

Sehun tersenyum menatap Kai meski hatinya begitu pedih mendengar perkataan Kai. "Aku juga sudah mencintainya sejak umur 13 tahun, tapi tak sekalipun ia menatapku. Lagipula aku yakin ia akan bahagia jika ia bersama dengan orang yang ia cintai, jadi kuputuskan untuk mencari orang lain. Meski tak mudah, sudah satu tahun berlalu tapi perasaanku masih tetap sama, mungkin aku masih butuh waktu untuk menemukan orang yang tepat."

Kai tertegun menatapnya sebelum merangkulnya erat. "Tenang saja, Hun-ah. Kau pasti menemukan gadis yang pantas untukmu, gadis itu buta jika tak bisa melihat perasaanmu yang begitu tulus dan besar!" kata Kai memberi semangat.

Sehun hanya tersenyum miris, tentu saja Kai mengira orang yang ia sukai adalah seorang gadis. Hanya Shixun yang tahu bahwa ia adalah seorang gay dan hanya Shixun yang tahu bahwa orang yang ia cintai adalah Kai, pria dihadapannya. Tapi keduanya sudah bersumpah untuk tak membahas itu lagi, bahwa pembicaraan itu tak pernah ada.

-A•R-

Sehun membuka matanya ketika kenangan akan malam itu kembali terputar dalam benaknya. Bahkan sampai Kai pergi meninggalkan hidupnya dan mengikuti jejak Shixun 5 tahun lalu, Sehun tak pernah sekalipun mengutarakan perasaannya. Karena ia telah berjanji pada Shixun untuk tak melakukan itu tanpa restu Shixun.

Ia tak pernah mencintai orang lain seperti cintanya pada Kai, tertarik pada orang lainpun tidak. Dulu studi dan persiapannya menjadi CEO yang menyita pikirannya dan pengalihan pikirannya dari patah hatinya. Tapi setelah Kai pergi dari hidupnya, hati Sehun semakin dingin dengan sendirinya, ditambah studi S3nya dan menjadi CEO cabang Inggris yang ditugaskan oleh kakek dan ayahnya membuatnya menjadi pribadi yang semakin tertutup. Perlahan, perasaannya semakin tumpul dan bahkan ia tak tahu apakah ia masih mencintai Kai atau tidak, atau bahkan ia tak bisa lagi mencintai siapapun.

Kai dan Shixun, juga Kris, Tao, Luhan, dan Chanyeol telah terlupakan olehnya karena semua tanggungjawab dan beban yang Sehun tanggung selama 5 tahun ini. Mereka terlupakan beriringan dengan semakin dinginnya hati Sehun.

Sehun menghela nafas dan menyesap kopinya. Beberapa minggu belakangan ini memori tentang Shixun dan Kai begitu sering terputar dalam benaknya dan itu mengganggunya. Apa yang akan terjadi? Sehun sendiri tak tahu. Dirinya sudah mempercayai bahwa kedua orang itu takkan pernah kembali lagi dalam kehidupannya, itu sebabnya ia tak pernah menunggu dan telah melupakan mereka. Tapi kenapa sekarang?

Pria putih berwajah dingin itu menggeleng, mencoba menjernihkan pikirannya. Ia membuka menyalakan laptopnya dan langsung terlarut dalam pekerjaannya, kembali melupakan Shixun dan Kai. Dan juga melupakan waktu yang berlalu. Karena ini adalah realitanya, Kai dan Shixun tak lagi ada dalam hidupnya. Krystal yang berada disampingnya.

"Kau begadang lagi, Hunnie?"

Panggilan lembut Krystal membuat perhatian Sehun teralih ke asal suara itu. Krystal berdiri dengan cantiknya meski baru bangun tidur dengan kedua tangan dipinggang rampingnya dan raut wajah tak suka. Sehun tersenyum lembut dan bangkit berdiri, meninggalkan perkerjaannya, dan berjalan menghampiri istrinya itu.

"Selamat pagi, sayang," sapa Sehun memeluk tubuh Krystal lembut dan mengecup pelipisnya. Pria itu berlutut dihadapan Krystal dan mengecup perut buncit istrinya itu. "Selamat pagi juga, aegi-yah."

Krystal mengusap surai Sehun dengan lembut, membiarkan Sehun menyapa bayinya itu. "Selamat pagi, Hunnie," balas Krystal mengecup puncak kepala Sehun. "Apa semalam kau tak bisa kembali tidur?" tanya Krystal cemas.

Sehun yang masih berlutut itu mendongakan kepalanya menatap Krystal sebelum kembali menciumi perut Krystal. 'Lihat, aegi-yah, mamamu begitu khawatiran," bisik Sehun pada bayi yang dikandung Krystal itu sambil menggeleng.

"Yah! Itu semua karena kau selalu lupa waktu ketika bekerja, terlebih kau masuk rumah sakit sebulan yang lalu karena kelelahan!" omel Krystal memukul bahu Sehun gemas.

Sehun tak bisa menahan tawanya mendengar itu. "Baik, baik, aku yang salah," kata Sehun mengalah dan bangkit berdiri. "Ayo, Nyonya Oh, kita harus sarapan sebelum aku berangkat ke kantor," katanya merangkul pinggang Krystal dan membantunya berjalan menuju ruang makan.

Mereka sarapan dan Krystal tak berhenti berceloteh tentang reuni dengan teman-teman dekatnya kemarin. Sehun hanya tersenyum dan mendengarkan dengan baik dan sesekali menyuapi istrinya yang lupa untuk makan itu. Ini adalah pagi yang indah, Sehun bahagia hanya dengan kesederhanaan ini. Ia tak butuh cinta romantis, cintanya yang platonis pada Krystal sudah cukup untuk membuatnya bertahan hidup. Krystal dan bayi dalam kandungannya adalah alasan Sehun untuk bertahan hidup.

-A•R-

"Siap berangkat, CEO Oh?" tanya Baekhyun yang telah berdiri di pintu rumahnya dengan cengiran lebarnya dan Sehun membalas dengan senyum kecil dan anggukan. Baekhyun adalah Asisten Personal Sehun, ia adalah orang yang mendampingi Sehun pergi kemana-mana terlebih urusan pekerjaan. "Pagi Krys," sapanya pada Krystal yang tersenyum lebar padanya.

"Pagi, Baekhyunnie," sapa Krystal. "Tolong awasi CEO Oh ini, ia baru saja begadang. Pastikan dia tidak tumbang lagi," kata Krystal memperingatkan.

"Siap, Nyonya Oh!" kata Baekhyun memberi hormat sedangkan Sehun hanya menggeleng melihat itu.

"Aku pergi dulu. Jangan pergi kemana-mana tanpa Taemin, ok?" kata Sehun mengingatkan dan mengecup pelipis Krystal dengan penuh sayang. Taemin bekerja sebagai bodyguard Krystal, ia bahkan tinggal di rumah mereka.

"Dan kau jangan lupa makan siang," kata Krystal mengecup pipi Sehun.

Sehun tersenyum lebar dan lembut, senyum malaikat yang hanya bisa ia tunjukkan pada Krystal dan bayi dikandungnya. "Siap, Nyonya Oh," kata Sehun dan pergi masuk ke dalam mobil diikuti Baekhyun.

Sehun melambai pada Krystal yang berdiri di teras rumah mereka hingga tak lagi terlihat. Ia menutup kaca jendelanya dan senyum lebar yang terpampang pada wajahnya sekejap lenyap tergantikan dengan wajah yang dingin.

Baekhyun yang melihat itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya. "Apa kau yakin tak mencintai Krystal sebagai seorang wanita? Semakin hari aku semakin meragukan itu melihat kalian berdua," komentar Baekhyun.

Sehun hanya menggeleng mendengar itu namun tak berkomentar. Baekhyun takkan mengerti. Hatinya tak lagi bisa mencintai orang secara romantis, mungkin ia telah menjadi aseksual sejak kepergian Kai. Perasaan cintanya pada Krystal hanya bersifat platonis dan hanya Krystal juga Taemin yang mengerti itu sepenuhnya. Tak ada kecemburuan sama sekali diantara mereka. Sehun sangat bahagia melihat Krystal dan Taemin bersama, hanya perasaan bahagia tanpa rasa sakit. Berbeda dengan perasaannya ketika melihat Kai dan Shixun bersama, bahagia namun juga menyakitkan disaat yang bersamaan.

"Apa jadwal kita hari ini, Hyung?" tanya Sehun yang sudah dalam mode kerjanya.

Baekhyun hanya menghela nafas melihat Sehun dalam mode CEO-nya itu dan mulai memberitahu semua jadwal Sehun seharian nanti.

e)(o

Seorang pria muda nan tampan berkulit tan itu hanya menatap bosan sahabat-sahabatnya di sekitarnya itu. Ia adalah Agen Kai yang meski umurnya baru 25 tahun telah menempati Ranking S dalam Markas Intelejen mereka. Unitnya dipimpin oleh Agen Kris, sahabatnya sejak kecil. Selain itu dalam Unit mereka juga ada Luhan, Chanyeol, Tao, dan Shixun. Kai dan Kris sudah mendapat rangking S mereka setahun yang lalu, sedangkan keempat sahabatnya itu masih menempati rangking A karena keidiotan dan kecerobohan mereka.

Sekarang ini mereka sedang dalam misi penyamaran di Rusia. Telah satu tahun ia dan 11 rekannya menetap di negara itu. Selain mereka berenam, ada juga Agen Irene satu-satunya wanita di tim mereka, Agen Jimin, Agen V, Agen Woozi, Agen Ren, dan Agen Joshua. Kelima Agen pria yang disebutkannya tadi sedang menjalankan tugas mereka, Irene sedang kembali ke Korea sejak seminggu yang lalu, menyisakan ia dan kelima sahabat idiotnya di basecamp mereka.

Chanyeol dan Luhan sibuk bermain game, menguasai TV, Kris satu-satunya yang masih bekerja dan membuat laporan tentang kinerja mereka, Tao dan Shixun sedang sibuk mencumbu para gadis Rusia yang mereka dapatkan dari jalanan. Mata Kai terpaku pada Shixun yang duduk di sebrangnya dengan seorang gadis itu pangkuannya, saling mencumbu. Hatinya tak terasa sakit, ia tak lagi terbakar cemburu, seakan perasaannya perlahan sudah mati pada cinta pertamanya itu. Ia tak tahu sejak kapan itu terjadi, tapi setiap ia melihat wajah Shixun, Kai menemukan dirinya justru merindukan Sehun.

Oh Sehun.

Nama yang sudah menghantuinya selama 5 tahun ini. Tak pernah satu haripun ia melupakan pria manis bagaikan malaikat itu. Pria yang selalu berkorban tanpa menuntut apapun. Ia bahkan rela mereka tinggalkan demi kebebasan mereka. Pria yang selalu memberi, memberi, memberi tanpa pernah menuntut balas. Pria yang telah ia tinggalkan.

Kai menutup matanya dan wajah Sehun tergambar jelas dalam benaknya. Senyum manisnya, matanya yang melengkung bak bulan sakit, kulit putih mulus nan cantik, rona di wajahnya tak satu haripun Kai bisa melupakan itu. Terkadang ia menyesali kenapa ia meninggalkan Sehun dan mengikuti Shixun menjadi Agen Intelejen tanpa pikir panjang. Ia menyukai kehidupannya yang sekarang, ia tak menyangkal, tapi ia sangat merindukan Sehun.

Apa kabar Sehun sekarang? Apakah ia baik-baik saja? Apakah ia tetap cantik dan manis seperti dulu? Apakah ia sekarang mengambil alih perusahaan keluarganya? Apakah ia sudah menikah? Pikiran terakhir itu membuat jantung Kai teremas dan itu menyakitkan. Ia ingin tahu kabar Sehun, tapi tak ada satupun dari mereka yang kontak dengan kerabat atau teman-teman mereka di Korea sejak 5 tahun yang lalu.

Kai mengetahui perasaan Sehun padanya ketika umurnya 18 tahun. Shixun, Kris, dan Tao memutuskan untuk mengejar kebebasan mereka namun Shixun memerintahkan Kai, Chanyeol, dan Luhan untuk kuliah di Cambridge untuk menjaga Sehun-nya. Saat itulah Shixun mengatakan padanya bahwa Sehun mencintainya bahkan sejak mereka masih kecil dan meskipun Sehun tak pernah mengatakannya, Shixun tahu Sehun masih mencintai Kai saat itu. Hal itu sangat mengejutkan Kai karena ia selalu berpikir Sehun menyukai wanita. Sehun memang cantik dan manis, tapi sikapnya begitu lembut dan sopan bak pangeran kuda putih. Ia tahu bagaimana memperlakukan wanita dengan benar, dengan sopan, tak seperti gang mereka yang bar-bar. Dan itu membuat Kai sulit mempercayai Shixun.

Tinggal bersama Sehun 2 tahun di Inggris membuat mata Kai terbuka jelas. Ia kini menyadari betapa bodohnya ia sama sekali tak menyadari bagaimana cara Sehun menatapnya. Ia terlalu sibuk selalu melihat pada Shixun untuk menyadari keberadaan Sehun. Sehun selalu ada disana untuknya, saat ia merindukan Shixun dan tak bisa menahan air matanya, Sehun ada untuknya. Ia tahu ia begitu menyakiti Sehun tapi ia tak bisa melepaskan cintanya pada Shixun. Disatu sisi, ia menyadari hatinya mulai tergoyahkan karena keberadaan Sehun dan Kai begitu ketakutan bahwa cintanya pada Shixun akan lenyap tergantikan dengan cintanya pada Sehun. Kai tak menginginkan itu saat itu. Ia tak ingin mencintai Sehun. Itu sebabnya ia begitu egois, terus menyakiti Sehun dengan bercerita tentang Shixun dan cintanya pada adik kembarnya itu. Tapi Sehun tetap disana, ia tetap disana mendengarkan dan menerima rasa sakit itu tanpa protes.

Namun kini ia telah pergi dari hidup Sehun, ia baru menyadari bahwa semua itu telah terlambat. Hatinya sudah terpaut pada Sehun dan cintanya pada Shixun telah lenyap tanpa bekas. Meskipun Shixun dihadapannya, ia menemukan dirinya tak bisa mencintai Shixun seperti dulu. Ia hanya menganggap Shixun sahabatnya dan tak lebih. Semakin hari, ia hanya semakin mencintai Sehun yang ada di dalam memorinya.

Mata Kai terbuka mendengar pintu terbuka. Ia melihat Irene sudah pulang dan melepaskan mantelnya sambil memandang jijik pada Shixun dan Tao itu.

"Selamat datang," sambut Kai tersenyum pada rekannya itu. "Bagaimana Korea?" tanyanya basa-basi.

"Oh, kalian takkan percaya!" seru Irene dengan mata yang berbinar-binar dan duduk disamping Kai. "Aku bertemu sepupumu! Dan kakak kembar Shixun! Oh Sehun!"

Semua aktifitas di ruangan itu langsung terhenti begitu nama Sehun terucap dari bibir Irene. Mereka menatap Irene tampak begitu terkejut. Shixun dan Tao segera melempar kedua jalang dipangkuan mereka keluar rumah, Chanyeol dan Luhan langsung meninggalkan game mereka, dan Kris meninggalkan pekerjaannya.

"Oh Sehun katamu? Kakakku?" tanya Shixun serak.

"Yep! Hei, kalian tak pernah bilang ia menikah dengan Krystal!" kata Irene masih berbinar-binar, begitu tak menyadari situasi disekitarnya itu.

"Sehun menikah dengan Krystal," ulang Kai merasa dirinya kosong.

"Dan tebak? Krystal sedang hamil! Ugh, kalian harus lihat keduanya bersama! Mereka tampak saling mencintai! Oh Sehun begitu dingin pada semua orang, ia bahkan tak mau melirikku, matanya hanya untuk Krystal, ia hanya tersenyum untuk Krystal, dan oh! Oh! Kalian harus lihat bagaimana Sehun selalu menciumi perut Krystal ketika berpisah! Mereka sangat serasi!" kata Irene menceritakan dengan menggebu-gebu. "Dan ia sangat berbeda dengamu, ewh," katanya mengernyit jijik pada Shixun.

Keadaan hening mendengar itu. Butuh waktu untuk mereka mencerna apapun yang dikatakan oleh Irene. Kai merasakan tubuhnya mati rasa mendengar itu. Sehun telah menikah dengan Krystal. Mereka saling mencintai dan menantikan kedatangan anak mereka. Sehun tak lagi mencintai Kai dan itu menyakitkan bagi Kai.

"Kau yakin itu Oh Sehun?" tanya Kris ragu. "Sehun kami adalah anak yang manis, ramah, dan murah senyum. Ia buka pria dingin seperti katamu, Irene-ah."

Chanyeol mengangguk setuju. "Mungkin kau salah orang," katanya.

"Duh, mana mungkin aku salah orang jika wajahnya mirip dengan Shixun," protes Irene mendengus. "Meski wajahnya lebih putih dan mulus dan lebih tampan juga badannya lebih ramping dari Shixun, aku jelas mengenali kesamaan diantaranya dan Shixun," katanya menjabarkan sambil memutar bola matanya. "Soal sikapnya yang dingin, kurasa itu wajar. Dia telah menjadi CEO Huntak Grup sejak umurnya 20 tahun, itu yang kudengar dari teman-temanku."

"Aku benar-benar ingin mempercayaimu, Irene-ah. Huntak memang perusahaan keluarga Shixun tapi, entahlah, sikap Sehun yang dingin dan hanya mencair pada Krystal benar-benar membuatku ragu," kata Luhan.

"Soal ia menikahi dan mencintai Krystal tidak mengejutkan, maksudnya mereka sudah ditunangkan sejak umur 16 tahun. Dan meskipun awalnya mereka tak memiliki perasaan apapun sangat wajar jika mereka saling mencintai sekarang," kata Tao berkomentar.

Irene mengerutkan kening mendengar itu. "Aku heran kenapa sulit bagi kalian mempercayai sikap dingin CEO Oh Sehun. Wajahnya selalu datar dan auranya mengintimidasi. Ia benar-benar sangat dingin dan bahkan tak menyapa kami setelah mengantar Krystal. Seperti apa Oh Sehun sebelumnya?" tanyanya heran dan penasaran.

Kai tak heran dengan reaksi Irene. Irene tak mengenal Sehun sebelumnya, entah darimana rekannya itu juga bisa mengenal Krystal yang kebetulan sekarang telah menjadi istri Sehun. Mungkin akan sulit bagi Irene mempercayai jika mereka memberitahu seperti apa Sehun mereka yang dulu.

"Ia baik, ramah, dan tak pernah egois. Senyumnya manis bagaikan malaikat. Tak pernah bisa melindungi dirinya sendiri karena ia selalu terlalu baik pada orang-orang. Selalu berkorban demi kebahagiaan orang sekitarnya. Ia adalah malaikat kami yang telah kami tinggalkan demi kebebasan," kata Shixun bicara sambil menatap hampa ke depan.

Kening Irene semakin berkerut dalam mendengar itu. "Whoa, itu benar-benar orang yang berbeda. Mungkin benar aku salah orang," jawab Irene kini ragu dengan dirinya sendiri. "Ah, mungkin orang yang sama tapi Kakak kembarmu sedang dalam suasana hati yang buruk. Lagipula aku hanya melihatnya kurang dari 10 menit," kata Irene menyimpulkan.

Logika Irene itu lebih bisa diterima oleh mereka. Mereka langsung mengangguk setuju dengan itu. "Bagaimana kabar Sehun disana?" tanya Shixun tampak gugup.

"Entahlah, dia banyak dikagumi oleh kaum wanita. Tak heran. Aku juga langsung menyukai kakak kembarmu itu hanya dalam sekejap. Tapi yah, seperti yang kubilang, ia hanya terfokus pada Krystal. Kudengar ia sangat sibuk dan sulit ditemui, tapi ia selalu meluangkan waktunya untuk istrinya. Bukankah itu begitu romantis?' kata Irene tampak cemburu sekaligus kagum dengan hubungan Sehun dan Krystal itu. "Aku bahkan siap menjual nyawaku pada Lucifer demi berada di posisi Krystal!"

"Ya, itu tak mengherankan. Dari dulu Sehun selalu lembut pada semua wanita. Mungkin karena sekarang ia sudah menikah dan akan punya anak semua perhatiannya tercurah pada Krystal," kata Kris setuju. "Ah, tak kusangka Uri Sehunnie sudah tumbuh menjadi dewasa. Dulu aku ingat bahkan Shixun tak membolehkannya pergi kemanapun tanpa ditemani seseorang," katanya menyikut Shixun pelan.

Shixun mendongkol mendengar itu. "Bukan salahku, Sehun terlalu baik dan polos. Ia bahkan akan rela diculik jika diberikan Bubble Tea," protes Shixun yang tak terima sikap protektifnya pada Sehun dikritik.

Kelima pria lainnya itu tak bisa menahan tawa mereka mendengar itu. Jelas menyetujui perkataan Shixun. Malam itu mereka banyak bernostalgia tentang Sehun. Irene tampak begitu berminat dengan topik ini, memperlihatkan bahwa ia sudah jatuh pada pesona Oh Sehun meski hanya bertemu kurang dari 10 menit.

Kai merasakan hatinya sakit karena merindukan Sehun, namun disatu sisi ia begitu bahagia karena menyadari kelima sahabatnya yang lain masih mengingat AngelHun mereka sejelas dalam benaknya. Selama 5 tahun ini tak pernah sekalipun mereka membahas Sehun, seakan itu topik yang tabu untuk diucapkan. Tapi kini Kai menyadari, mereka semua menghindari topik Sehun karena mereka, sedikit banyak, juga merindukan Sehun.

Ia bermimpi tentang Sehun malam itu.

Sehun yang tersenyum manis padanya.

Sehun yang menyambutnya dan memeluknya erat dengan penuh sayang.

Sehun yang membisikkan padanya betapa ia merindukan Kai dan ia masih mencintainya seperti sejak pertama mereka bertemu.

Sehun yang menciumnya dengan lembut dan menerima lamarannya.

Sehun yang berjalan ke altar dalam pernikahan mereka, tampak begitu cantik dan manis dalam balutan tuxedo putihnya.

Sehun yang merona malu, tampak begitu cantik, seksi, dan manis ketika malam pertama mereka.

Dan yang terakhir, Sehun yang sedang memasak di dapur mereka dengan perutnya yang membuncit, tersenyum manis padanya dan mengucapkan selamat pagi.

Kai terbangun namun mimpi itu masih terpatri dengan jelas dibenaknya. Hatinya begitu sakit namun ada ribuan kupu-kupu diperutnya setiap mengingat kelebatan mimpinya. Semua terasa begitu nyata bagi Kai tapi yang sangat menyakitkan bahwa itu semua hanya mimpi. Karena Sehun bukanlah miliknya. Karena Sehun tak lagi mencintai Kai. Karena Sehun telah mencintai Krystal dan memiliki anak dari sepupunya itu. Karena kenyataannya, Kai meninggalkan Sehun tapi Krystal yang tinggal disisi Sehun.

Kenyataannya, Kai tak berada di sisi Sehun sementara Krystal ada.

Jika kita bertemu lagi, masih adakah kesempatan terakhir untukku, Oh Sehun? Hanya satu kesempatan terakhir dan aku takkan pernah melepaskanmu.

•••e)(o•••

makasih semua yg udah ngereview :D

aku cukup kaget banyak yg tertarik Xun vs Kai. kupikir justru XunHun yg bikin cerita ini gak banyak diminati hehehe

cerita ini alurnya maju mundur, makanya di summary-nya jg kubikin 'DULU' dan 'SEKARANG' tapi aku usahakan selalu bikin sejelas mungkin pas waktu flashbacknya.

untuk tanda pemisahan tiap scene:

"-A•R-" dipake buat scene beda tapi masih dalam POV yg sama. Maksudnya meski dalam narasi, scene itu fokus pada pengamatanperasaan satu orang yg sedang dinarasikan.

"e)(o" dipake untuk perubahan POV misal dari fokus from Sehun POV berubah jd Kai POV atau Shixun POV.

semoga bisa membantu supaya mengerti jalan cerita ini ya :D

Dan jangan lupa reviewnya (y)