Angelus Ruinosus
•
by willis.8894
•
•
•
Casts: Oh Sehun, Kim Jongin/Kai, Oh Shixun
Addictional Casts: Jung Krystal, EXO, Lee Taemin, Victoria Wu.
•
•
•
Pairing: KaiHun vs XunHun. TaeStal. SeStal!Friendship. SuDo.
•
•
•
Warning: Kemungkinan Incest Shixun-Sehun.
•••
CHAPTER TWO: THE HIDDEN TRUTH
FLASHBACK 7 YEARS AGO Sehun, Shixun, and Kai 18 years old.
Sehun sedang liburan semester dan pulang ke Korea sekaligus menghadiri kelulusan adik kembarnya. Ia tak menyukai pesta anak-anak muda, berbeda dengan Shixun dan teman-temannya. Tapi untuk saat ini, ia melakukan pengecualian karena ini adalah pesta kelulusan Shixun dan gang-nya. Ia akan membiarkan Shixun bersenang-senang karena hari esok adalah perjuangan untuk masa depan adik kembarnya itu.
Shixun sudah menunjukkan ketertarikannya sebagai Agen Intelejen sejak Sehun pergi ke Inggris. Sehun akan setia mendengarkan selama berjam-jam semua cerita dan informasi yang ia dapatkan untuk bisa menjadi Agen Intelejen meski itu artinya ia harus begadang untuk mengerjakan tugas-tugasnya. Karena Sehun sangat menyayangi Shixun dan ia akan rela mengorbankan jam tidurnya hanya untuk bicara dengan Shixun.
Mereka selalu melakukan panggilan video setiap hari, biasanya baru berhenti karena Shixun ketiduran dan Sehun akan memutuskan panggilan itu. Meski terpisah jarak yang begitu jauh, hubungan diantara kedua saudara kembar itu tak pernah merenggang.
Malam itu, malam yang cukup menegangkan bagi Shixun dan gangnya. Mereka semua berkumpul di kamar Shixun dan Sehun ada disana. Sehun selalu ada bersama mereka dan bertanggungjawab atas semua kecerobohan mereka. Karena itu adalah tugasnya dan ia tak pernah menyesali itu.
"Apa kalian sudah sangat yakin atas keputusan kalian?" tanya Sehun pelan kepada Shixun, Kris, dan Tao.
Mereka bertiga memutuskan untuk mendaftar menjadi Agen Intelejen dan siap ditempatkan di negara manapun. Ini akan jelas-jelas ditentang oleh keluarga mereka dan mereka harus memperjuangkan masa depan mereka ini, terlebih jika mereka sudah memilih jalan ini maka takkan ada jalan kembali pulang ke keluarga mereka. Orang tua mereka kemungkinan besar takkan pernah mau menerima mereka kembali.
"Aku yakin, Hyung," jawab Shixun mengangguk pasti, takkan mundur.
Sehun mengangguk, tak meragukan itu. "Kris? Tao?" tanya Sehun lagi.
Kris mengambil nafas dalam dan mengangguk. "Ya, aku yakin."
Tao mengangguk-angguk namun tak bersuara.
Sehun menatap Luhan, Chanyeol, dan Kai yang hanya menunduk atau sibuk dengan ponsel mereka. "Apakah kalian benar-benar ingin kuliah di Cambridge?" tanya Sehun pelan kepada ketiga temannya itu.
Ketiganya menatap Sehun terkejut, tampaknya tak terpikirkan bahwa Sehun akan bertanya seperti itu. Bagaimana mungkin Sehun tak bertanya seperti itu jika ia telah mengenal keenam orang ini sejak lama dan jelas tahu yang mereka inginkan hanya kebebasan. Hanya bebas dari semua aturan dan tetek bengek keluarga mereka. Ia tak mengerti kenapa keenam orang ini berpisah jalan padahal Sehun tahu mereka pasti ingin bebas bersama-sama, jadi kenapa Kai, Luhan, dan Chanyeol memutuskan kuliah di Cambridge?
"Mereka sudah memutuskan, Hyung. Ini demi masa depan mereka," kata Shixun datar menatap ketiga sahabatnya itu. "Takkan ada yang berubah. Ini semua sudah kami rencanakan."
Sehun merasa ada sesuatu yang mereka tutupi darinya, namun tak ingin mendorong lebih jauh. Ia hanya mengangguk dan menghela nafas. "Baiklah, katanya pelan. Ketika bicara dengan mereka nanti, aku tahu kalian akan tertekan, tapi tolong kontrol emosi kalian, okay?" kata Sehun mengingatkan.
Shixun tersenyum dan mencubit pipi Hyungnya itu. "Kau terlalu mencemaskan kami, Hyung," kata Shixun tertawa pelan.
Sehun mengerucutkan bibirnya mendengar itu. "Kau yang paling harus menjaga tempramenmu, Dongsaeng," kata Sehun memukul tangan Shixun membuat yang lain tertawa karena mereka jelas-jelas setuju dengan yang satu itu.
Ketujuh pria itu turun ke ruang makan dan suasana disana begitu tegang dan tak nyaman. Orang tua Luhan dan Tao diwakili oleh orang tua Kris, ada orang tua Chanyeol, orang tua Kai, dan tentunya orang tua si kembar Oh yang siap menyidang keenam pria muda yang baru lulus itu.
"Kami sudah mendengar rencana kalian ke depannya. Kami bangga dengan Chanyeol, Kai, dan Luhan yang memutuskan ke Cambridge, tapi kami tak bisa menyetujui rencana Shixun, Kris, dan Tao," kata Ayah si Kembar Oh itu tenang namun dingin.
Shixun mengepalkan tangannya. "Kami sudah 18 tahun dan kami bisa menentukan itu sendiri," jawabnya dingin jelas tak ingin mundur.
Sehun tahu, adiknya itu begitu mudah untuk terpancing emosinya bahkan hanya diawal. Ia melepaskan kepalan tangan Shixun dan menjalinkan jari-jari mereka, mengusap lembut punggung tangan Shixun dengan ibu jarinya. Shixun terlihat sedikit lebih tenang karena itu. Satu tangannya lagi diambil oleh seseorang dan digenggam erat, ia menengok mendapati Tao yang menunduk. Sehun langsung mengerti Tao juga tak menyukai keadaan yang seperti ini, membuatnya langsung meremas pelan tangan Tao.
"Lagipula kami merasa tidak cocok untuk menjalankan perusahaan keluarga kami, Ayah. Aku ataupun Tao bukanlah orang yang tepat," kata Kris membuka mulutnya.
"Berarti satu-satunya harapan untuk meneruskan perusahaan keluarga kita hanya Luhan," kata Ayah Kris menatap keponakannya itu dengan datar.
Sehun melirik Luhan yang menunduk. Sehun tahu Luhan tak menginginkan ini, itulah yang membuatnya bingung kenapa Luhan tak ikut pergi bersama Shixun, Tao, dan Kris. Dan ia juga tahu Kai dan Chanyeol berada diposisi yang sama dengan Luhan, jadi kenapa mereka memilih untuk terjebak disini?
"Itu belum pasti," celetuk Shixun sembarangan. "Kami boleh memilih tujuan hidup kami masing-masing dan kami sudah cukup umur untuk memutuskan itu. Kalian tak boleh memaksa kami," kata Shixun tegas.
"Shixun, jaga mulutmu. Apa kau tak tahu seberapa malunya ayah karena sikapmu? Kau bahkan tak berusaha untuk memperbaikinya! Seharusnya kau lihat Sehun—"
"Ayah," potong Sehun pelan namun langsung membuat suasana hening. "Paman," katanya lagi pada orang tua Kris. "Biarkan mereka pergi, itu adalah keputusan mereka."
"Keputusan mereka sangat ceroboh, Sehun-ah. Tak ada yang bisa menjamin masa depan mereka," kata Ayah Kai angkat bicara.
"Menurutku ini justru jalan yang tepat bagi mereka. Kekuatan fisik adalah kelebihan mereka, untuk teori mereka akan mempelajarinya perlahan-lahan, tapi apakah Ayah dan Paman benar-benar bisa membayangkan mereka duduk di kantor menjadi CEO?" tanya Sehun tak bisa menutupi kilat geli di matanya membayangkan Shixun menjadi CEO, tampaknya bahkan para orang tua itu setuju dengan bayangan Sehun membuat ujung mulut mereka tertarik keatas sedikit.
"Jika Shixun pergi, seluruh masa depan Huntak Grup ada dibahumu, Sehun. Termasuk kerjasama yang selama ini terbina oleh keluarga Wu, Keluarga Kim, dan Keluarga Park. Apa kau yakin siap untuk itu?" tanya Ibu Sehun lembut.
"Tentu saja," jawab Sehun tersenyum pada Ibunya, wanita yang paling ia sayangi di dunia itu. "Bukankah itu tujuanku dipersiapkan sejak kecil?" tanyanya retorik.
Pembicaraan malam itu ditutup setelah perkataan Sehun. Tidak sepenuhnya ditutup sebenarnya, Shixun dan yang lainnya disuruh kembali ke kamar meninggalkan Sehun dengan para orang tua. Sehun harus tinggal satu jam lagi disana untuk meyakinkan bahwa ini bukanlah sebuah kesalahan untuk melepaskan Shixun, Kris, dan Tao sebelum ia diperbolehkan untuk kembali ke kamar.
Ketika Sehun naik ke atas, Shixun dan yang lainnya sedang berpesta di kamar Shixun. Mereka sudah melupakan keberadaan Sehun.
Malam itu Sehun kembali ke kamarnya sendirian dan menangis.
Malam itu, Ibu si kembar Oh datang ke kamar Sehun dan memeluk anak sulungnya.
Malam itu, hati Sehun kembali hancur karena ia tahu ia akan berpisah dengan Shixun, tapi Shixun tak merasakan hal yang sama. Shixun sedang bersenang-senang karena mereka akan berpisah dan ia merayakan kebebasannya yang akan datang. Shixun tak ada disisinya malam itu. Shixun tak bersamanya.
Sehun melalui dua tahun tanpa Shixun, tanpa satu kabarpun tentang adik kembarnya itu. Dan setelah dua tahun itu juga ia baru tahu bahwa alasan Kai, Chanyeol, dan Luhan kuliah di Cambridge adalah semua karena terpaksa. Karena Shixun meminta mereka untuk menjaga Sehun.
Sehun sama sekali tak menyukai fakta itu, karena pada akhirnya ketiga orang yang berada di dekatnya selama 2 tahun terakhir itu langsung pergi begitu saja tanpa memikirkan dirinya begitu Shixun kembali datang untuk mengajak mereka pergi. Pergi selamanya dari hidup Sehun.
Sehun telah ditinggalkan dan dilupakan. Dirinya tak berarti bagi Kris, Tao, Luhan, dan Chanyeol. Tapi yang lebih menyakitkan adalah ketika Sehun menyadari bahwa dirinya tak memiliki arti bagi Kai dan Shixun yang begitu mudah meninggalkannya bagaikan sampah.
Tanpa bisa ditolong, hati Sehun menjadi semakin dingin dari hari ke hari.
Ia bukan lagi malaikat yang orang-orang kenal. Ia adalah malaikat yang mengalami kejatuhan.
—A•R—
Sehun membuka matanya dan disuguhkan pemandangan kota malam kota Seoul yang begitu indah dari kaca ruang CEO-nya itu. Lagi-lagi, benaknya tanpa bisa dihentikan, memutar kembali kenangan tentang Shixun, Kai, dan yang lainnya.
Jika beberapa tahun lalu, setiap ia mengingat mereka, Sehun akan merasakan jantungnya teremas dan dadanya terasa sesak. Kadang ia akan sulit bernafas dan bahkan sampai pingsan. Kepergian Shixun dan Kai dari hidupnya sangat berdampak bagi dirinya lebih dari yang ingin ia akui, tapi disatu sisi perasaannya menjadi semakin menumpul dan dingin dari hari ke hari.
Dan hingga saat ini, ia tak bisa merasakan apa-apa meskipun ia mengingat adik kembarnya dan cinta pertamanya itu.
Ia tak merasa sakit. Ia tak merasa bahagia. Ia tak merasakan apa-apa. Seakan hatinya kebas. Mungkin hatinya sudah membeku dan Sehun tak menginginkan itu. Sehun tak ingin hatinya menjadi dingin, ia tak ingin berakhir seperti Kakeknya ataupun Ayahnya. Ia ingin selalu menjadi seperti ibunya yang lemah lembut dan baik hati bagaikan malaikat. Ia tak menginginkan kondisi seperti ini.
Dering ponsel mengalihkan perhatiannya. Ia menatap nama yang tertera disana. Itu dari Victoria Wu, kakak Kris. Keluarga Kris memutuskan untuk mengambil menantu tanpa mengubah nama keluarga mereka karena Luhan yang seharusnya menjadi penerus QiYing Grup memilih untuk lari dari tanggungjawabnya.
"Selamat malam, Ny. Wu," jawab Sehun datar bagaikan robot.
"Mungkin lebih tepatnya ini dini hari, Sehunnie," kata Victoria mengoreksi dengan bercanda.
Sehun bisa membayangkan wanita 28 tahun itu sedang bercacak pinggang dengan wajah cemberut karena Sehun kembali lupa waktu ketika bekerja, Sehun tak bisa menahan senyum kecilnya membayangkan itu. "Malam ataupun dini hari langitnya sama-sama hitam, Jiejie*," balas Sehun masih dengan datarnya meski terdapat senyum kecil dibibirnya.
"Apa kau akan terus keras kepala seperti itu, Tn. Oh?" dengus Victoria sebal.
"Kau tahu aku akan habis dibantai jika tidak keras kepala seperti ini," balas Sehun ringan, menyeringai kecil.
Victoria kembali mendengus seperti itu. "Aku dengar akan ada pertemuan di Rusia untuk sebuah kerjasama, Huntak Grup yang akan mewakili Korea apa itu benar?"
Ah, Sehun ingat itu. Ini adalah langkah besar karena jarang sekali Rusia membuka tangan dan mau bekerjasama seperti ini. Ada beberapa perusahaan besar di Asia dan Eropa yang dipilih mewakili negara mereka masing-masing. Menjadi perusahaan yang maju dengan pesat dan berkembang dengan berbagai cabang Internasional, jelas Huntak Grup adalah pilihan tunggal perwakilan negara Korea.
"Hm-mm," gumam Sehun menyutujui. "Apa QiYing Grup menjadi perwakilan dari China?"
"Ya. Dan justru itulah yang menjadi bebanku," kata Victoria menghela nafas berat.
Sehun duduk lebih tegap merasakan ada sesuatu yang tak beres. "Apa terjadi sesuatu?" tanya Sehun datar meski sebenarnya ia cemas. Ia sudah bersumpah QiYing Grup sedikit banyak adalah tanggungjawabnya juga, demi kebebasan Luhan, Kris, dan Tao.
"Aku rasa Changmin belum siap untuk hal sebesar ini, Sehun-ah," aku Victoria pelan.
Sehun memejamkan matanya mendengarkan itu. Changmin adalah suami Victoria sejak 2 tahun lalu. Mereka saling mencintai dan mereka telah memperjuangkan hubungan mereka cukup lama berhubung Changmin berasal dari kalangan biasa. Changmin rela membuang nama keluarganya dan menjadi Wu ketika menikahi Victoria, ia juga rela belajar kilat untuk menjadi CEO QiYing Grup. Tapi tetap, berbeda dengan Sehun yang sudah dipersiapkan menjadi CEO sejak kecil, Changmin masih membiasakan diri hidup sebagai CEO selama 2 tahun ini.
"Jangan meremehkan Changmin-hyung, Jiejie. Percayalah padanya dan tetap mendukungnya. Lagipula, aku juga akan berada disana. Aku bisa membantu Changmin-hyung," kata Sehun menenangkan rekan bisnis sekaligus teman lamanya itu.
Victoria menghela nafas panjang. "Kau benar, katanya pelan. Tapi ada sesuatu yang kuhindari, Sehun-ah."
Sehun mengerutkan kening mendengar itu. "Apa itu, Jiejie?"
"Mereka ada di Rusia. Seseorang memberitahuku bahwa mereka sedang menjalankan misi di Rusia. Aku tak ingin bertemu dengan mereka, Sehun-ah. Aku benci orang-orang egois seperti mereka! Aku tak sudi jika harus bertemu mereka!" suara Victoria semakin lama terdengar semakin lirih dan diakhiri dengan isakan.
Sehun hanya menatap kosong pemandangan indah di depannya mendengar itu. Mereka yang dimaksud jelas adalah Shixun dan yang lainnya. Ia tahu Victoria sudah kecewa dengan Kris dan Tao, terlebih ketika mereka kembali hanya untuk mengambil Luhan dan meninggalkannya sendiri. Victoria mengalami nasib sepertinya, ditinggalkan begitu saja dan dianggap tak memiliki arti. Dibuang bagaikan sampah. Sayangnya berbeda dengan Sehun yang tak bisa lagi merasakan, luka yang ditinggalkan oleh Kris, Tao, dan Luhan begitu membekas bagi Victoria dan menyebabkan lubang yang menganga dihatinya.
"Tenang saja, Jiejie. Rusia adalah negara yang luas. Kita takkan bertemu dengan mereka. Sekalipun nasib buruk mempertemukan kita kembali dengan mereka, aku akan melindungimu. Aku akan berada disampingmu, Jiejie," kata Sehun pelan namun penuh kesungguhan.
e)(o
FLASHBACK 6 YEARS AGO Sehun and Kai 19 years old.
Kai keluar dari kamarnya dan melihat Sehun berada di dapur, membuat sarapan. Ia menengok pada Kai dan tersenyum manis.
"Selamat pagi," sapanya memberikan secangkir kopi.
"Pagi," jawab Kai bergumam, menerima kopi yang telah dibuatkan Sehun.
"Apa temanmu sudah pergi?" tanya Sehun pelan.
Kai bergumam 'ya' dan menyeruput kopinya. Ia tahu Sehun mendengar jelas olahraga ranjangnya semalam dengan salah satu jalang di kampus mereka. Kamar mereka bersebelahan dan Kai selalu melakukan seks kasar yang sukses membuat partnernya menjerit kenikmatan. Tapi Sehun tetaplah Sehun, ia tak pernah bicara kasar dan selalu menyebut para jalang itu dengan sebutan teman .
"Kai, kenapa kau seperti ini? Kupikir kau mencintai Shixun?" tanya Sehun sendu.
Kai bisa melihat semuanya dengan jelas sekarang setelah Shixun memberitahu tahu perasaan Sehun padanya setahun yang lalu. Ia bisa melihat rasa terluka yang begitu dalam di mata indah Sehun. Ia tahu Sehun tersakiti setiap kali mendengar bagaimana Kai memuaskan para jalang itu dan Kai justru sengaja melakukan itu. Ia sengaja membawa para jalangnya ke apartemen mereka agar Sehun mendengar. Ia ingin menyakiti Sehun hingga pria itu membencinya. Ia ingin Sehun jijik padanya. Ia ingin Sehun berhenti mencintainya.
Karena ia tak ingin mencintai Sehun. Ia hanya ingin mencintai Shixun dan terus seperti itu.
"Well, Shixun tak disini jadi ini semua tak masuk hitungan," balas Kai santai mengangkat bahu. "Lagipula ini waktunya bersenang-senang sebelum nanti aku terikat dengan Shixun seumur hidupku," katanya lagi menyeringai.
Sehun terluka dan itu terlihat jelas. Tapi Kai memang bajingan yang tanpa ampun terus menyiksa hati Sehun terus menerus. Ia akan terus menyakiti Sehun hingga pria itu tak lagi mencintainya.
—A•R—
Kai menatap langit-langit kamarnya dalam keheningan. 2 minggu. 2 minggu telah berlalu sejak Irene kembali dari Korea dan membawa sedikit kabar tentang Sehun. Hatinya masih sesakit 2 minggu lalu mengingat cinta Sehun bukan lagi miliknya. Hatinya masih hancur berkeping-keping mengetahui Sehun adalah milik Krystal, saudara sepupunya sendiri.
Tapi tahukah yang paling menyakitkan? Yang paling menyakitkan adalah karena Kai menyadari Krystal sangat pantas untuk Sehun. Krystal adalah wanita baik-baik, sepupu yang Kai sayangi. Ia peduli pada Sehun bahkan jauh lebih dari Kai. Krystal selalu ada untuk Sehun bahkan ketika Kai hanya ada untuk menyakiti Sehun. Krystal jauh lebih pantas untuk kebahagiaan Sehun dariapa Kai yang hanya membuat luka. Kai hanyalah orang brengsek, bar-bar, dan pengecut yang lari dari tanggungjawab. Ia bukanlah orang yang pantas untuk Sehun dan ia juga takkan pernah tega untuk mengkhianati sepupunya sendiri.
2 minggu ini bayangan tentang Sehun semakin jelas dan semakin jelas setiap harinya, namun juga membuat Kai sadar bahwa takkan pernah ada kesempatan baginya untuk menempati hati Sehun kembali. Semua bayangan tentang prilaku brengseknya yang sengaja menyakiti hati Sehun selama 2 tahun di Inggris kembali terekam dalam benaknya membuatnya tersiksa. Semakin hari ia semakin membenci dirinya sendiri, tapi semakin hari ia semakin mencintai Sehun.
Kai menghela nafas sebelum bangkit dari tempat tidurnya dan keluar kamar. Lengkingan riang Irene menyambutnya membuatnya sakit kepala dengan kebisingan pagi hari seperti ini.
"Aku dengan senang hati menerima tugas itu!" seru Irene yang sedang melakukan panggilan video dengan atasannya itu.
Kai mendengus dan pergi ke dapur dan membuat sarapan serta kopi untuknya. Shixun ada disana menikmati susunya. "Ada apa dengan Irene?" tanyanya.
Shixun hanya mengangkat bahu.
"Bos menambahkan sebuah misi menjadi pengawal CEO dari Korea. Akan ada pertemuan penting kerjasama antar negara yang mengirimkan CEO terbaik mereka. Kita disuruh untuk mengawal CEO perwakilan Korea," kata Kris menjawab dan membuat kopinya.
"Itu misi kelas D, kenapa kita harus melakukannya?!" rengek Tao tak terima.
"Aku akan terima! Utus aku!" kata Irene yang masih memohon pada Bosnya itu.
"Kenapa kau begitu ingin melakukan hal tak penting seperti ini?" tanya Kai heran pada rekan wanitanya.
"Duh, aku takkan seminat ini jika bukan CEO Oh Sehun yang kukawal," kata Irene memutar bola matanya.
Semua pergerakan di ruangan itu terhenti begitu mendengar nama Oh Sehun terucap. Otomatis, semua langsung menengok pada Irene dan bosnya yang berada di layar laptop itu.
"OH SEHUN?!" seru Luhan tak percaya.
"Ya. CEO Oh Sehun dari Huntak Grup. Dia masih terlampau muda tapi begitu cerdas dan berkembang dalam dunia bisnis. Jangan heran jika banyak yang mengincarnya, Presiden Korea sendiri yang meminta agar keselamatannya dijamin dengan baik selama ia berada di Rusia," kata Bos mereka mengulang kembali penjelasannya yang tak didengarkan oleh yang lain selain Irene. "Hey, aku baru menyadari Shixun mirip dengan CEO Oh Sehun," komentar Bos mereka.
"Bos, bukankah itu jelas? Oh Sehun adalah kakak kembar Shixun, kata Irene menginfokan. Kembali ke topik, aku bersedia, Bos! Dan berhubung mereka semua menolak, aku tak masalah menjalankan misi ini sendirian," kata Irene mencoba meyakinkan Bosnya.
Bos mereka menghela nafas dan mengangguk. "Berhubung kau hanya sendirian aku akan kirimkan 5 agen lagi dari Korea untuk mengawal CEO Oh. Irene, kau jemput CEO Oh dan rombongannya di bandara besok pukul 6 sore."
"Rombongan?" tanya Chanyeol heran.
"Tidak mungkin CEO Oh pergi sendirian, huh? Ia membawa Asisten Pribadi, sekretarisnya, COO dan sekretarisnya, dan tentu istrinya."
"Istrinya ikut?" tanya Irene kecewa.
"Kau benar-benar berpikir istrinya tak ikut?" dengus Bos mereka. "Baiklah, itu saja. Irene, jangan lupa tugasmu besok."
"Bos," panggil Kris berdiri di belakang Irene. "Aku bersedia dengan misi ini."
"Aku bersedia!" seru Tao mendorong Kris dan memonopoli panggilan video itu.
Irene mengernyit sebal sebelum mendorong Tao menjauh. "3 orang disini, kurasa Bos perlu mengirimkan 3 Agen lagi dari Korea," kata Irene.
"Aku bersedia ikut," kata Shixun.
"Ada apa ini? Kau ingin reuni dengan Kakak kembarmu?" tanya Bosnya geli. "Baiklah, aku akan kirimkan 2 Agen untuk mengawal CEO Oh dari Korea."
"Aku ikut! Aku ikut dalam misi ini," kata Chanyeol segera.
Luhan memandang Chanyeol tajam sebelum bicara. "Aku juga ikut. Kai, kau ikut atau tidak?"
Kai hanya mengangguk dan tapi tak bisa membuka mulutnya.
"Kai juga ikut, Bos. Kurasa tak perlu ada tambahan Agen dari Korea," kata Kris kini berhasil menyingkirkan Tao yang dari tadi mendorong-dorongnya.
Kai tak lagi memperhatikan sekelilingnya dan menatap kopinya. Jantungnya berpacu dengan begitu cepat seakan membuatnya tak bisa mendengar apapun selain detak jantungnya sendiri. Semua kenyataan ini begitu mengejutkannya namun juga membuatnya berekspektasi tinggi.
Ia akan bertemu kembali dengan Oh Sehun.
Pria tan itu merasakan tatapan tajam yang ditunjukan padanya dan mengangkat wajahnya. Ia terkejut ketika Shixun menatapnya dengan tajam dan wajah yang gelap. "Apa?" tanyanya heran.
"Kenapa kau menyutujui mengawal Sehun?" tanya Shixun dingin dan rendah sehingga tak ada yang mendengar selain Kai.
Kai mengangkat satu alisnya. "Apa aku tidak diperbolehkan untuk menemui Sehun sementara yang lain boleh?" tanyanya sinis melipat tangannya di dada.
"Setidaknya yang lain tidak memainkan hati Hyungku sepertimu," desis Shixun tajam dan pergi dari hadapan Kai.
Kai tak bisa bergerak mendengar hal itu. Ia bisa mendengar bunyi pintu dibanting dan rekan-rekannya bertanya ada apa dengan Shixun. Tapi Kai sendiri hanya terduduk kaku di meja makan. Tangannya terkepal erat menahan emosi. Memang benar apa yang Shixun katakan, ia brengsek dan memainkan hati Sehun yang tulus mencintainya, tapi Shixun bukanlah oleh orang suci tanpa dosa. Shixun yang membawanya pergi dari Sehun. Shixun yang membuatnya meninggalkan Sehun. Pada dasarnya semua ini adalah salah Shixun.
Aku hanya butuh satu kesempatan terakhir dan aku takkan pernah melepaskanmu lagi, Oh Sehun.
•••e)(o•••
*Jiejie: kakak perempuan/Noona dlm mandarin.
untuk pertanyaan:
-ini bakal mpreg atau enggak?
aku belum mutusin, hehe. aku sih pengennya iya.
-sehun bakal dingin terus atau nanti jd manis lagi?
jawabannya iya, tapi masih bakal lama banget karena ini nyangkut perubahan karakter.
-momen sestalnya jangan banyak2 dong, thor.
um, kurasa itu diperlukan aku gak bisa janji apa-apa sih, tapi yg pastu sehun gak ada rasa cinta romantis ke krystal.
intinya makasih yg udah review
dimohon jangan siders ya
P.S: next chap sehun ketemu kai shixun. SIAPSIAPYA
-willis.8894
