Angelus Ruinosus

by willis.8894

Casts: Oh Sehun, Kim Jongin/Kai, Oh Shixun

Addictional Casts: Jung Krystal, EXO, Lee Taemin, Victoria Wu.

Pairing: KaiHun vs XunHun. TaeStal. SeStal!Friendship. SuDo.

Warning: Light Incest Shixun-Sehun.

CHAPTER FIVE: A REALLY STUPID GUY

Shixun berjalan dikota Moskow yang gelap pada bulan Desember tanpa menggunakan mantel ataupun jaket. Langit gelap dan pekat karena waktu telah menunjukkan lewat tengah malam dan udara dingin bisa membekukan tulang. Tapi Shixun hanya berjalan dengan kemeja lusuh dan celana jinsnya.

Jika ada satu kata yang bisa menggambarkan Shixun, maka kata itu adalah Bodoh . Ya, Shixun adalah orang yang bodoh. Ia orang yang bodoh, tempramental, dan hanya menang jika berkaitan dengan fisiknya. Semua orang setuju dengan itu kecuali Ibunya, Neneknya, dan Oh Sehun. Kakak kembarnya.

Dari dulu Sehun selalu sempurna. Prilakunya sempurna, wajahnya cantik, terlebih otaknya cerdas. Sehun adalah manusia yang sempurna apalagi dibandingkan Shixun. Tapi tak pernah sekalipun Sehun memandangnya rendah. Sehun tak pernah mengatainya bodoh. Sehun tak pernah mengatakan sesuatu yang menyakiti hatinya. Sebaliknya, Sehun selalu disampingnya dan mendukungnya.

Dari dulu Sehun selalu menjadi malaikatnya. Dan Shixun telah bersumpah akan melindungi kakaknya itu seumur hidup. Memberikan kebahagiaan agar senyum manis dan indah yang menjadi favorit Shixun itu tak pernah menghilang.

Semakin dewasa, sifatnya semakin protektif pada Sehun. Tapi ia terlambat menyadari bahwa ada perasaan lain yang tumbuh disamping sifat protektifnya pada Sehun. Perasaan yang seharusnya tak pernah ada. Perasaan yang tak wajar.

A•R

FLASHBACK 20 YEARS AGO Sehun and Shixun 5 year old.

Sehun dan Shixun sudah menarik perhatian orang-orang bahkan ketika mereka kecil. Tapi begitu mudah membedakan mereka meski wajah mereka sangat mirip. Sehun bergerak lebih lambat, sedikit ceroboh, namun anggun. Shixun gesit, memiliki reflek yang bagus, dan lebih maskulin dari kakaknya. Cara Sehun bicara selalu lembut dan malu-malu, cara Shixun bicara sedikit lebih kasar dan spontan. Sehun kalem dan cenderung pendiam, Shixun terlalu aktif dan sering sekali membuat guru TK mereka kewalahan.

Satu yang pasti, keduanya begitu akur dan tak pernah bertengkar. Tak ada yang berani mengganggu Sehun karena Shixun selalu tak segan-segan langsung main hantam orang yang mengganggu kakaknya. Sikap Shixun yang protektif pada Sehun benar-benar membuat gemas para orang tua namun juga membuat mereka kewalahan.

Siang itu adalah waktunya tidur siang di TK mereka. Biasanya Sehun dan Shixun selalu terpisah dari anak-anak lainnya. Mereka memiliki tempat tersendiri di pojokan dimana Shixun bersandar pada bahu Sehun dan memeluk pinggang kakak kembarnya itu sementara Sehun membacakannya dongeng hingga Shixun tertidur. Selalu seperti itu.

Sayangnya hari itu Sehun sedang sakit sehingga membuatnya banyak tidur di kelas. Bahkan Sehun sudah tertidur sekarang tanpa membacakan Shixun dongeng. Shixun saat itu baru saja kembali dari kamar mandi bersama guru mereka dan melihat Sehun yang tidur dengan manis di tempat mereka. Tapi yang membuatnya marah adalah ada seorang anak perempuan yang mendekati Sehun dan mengecup pipi Sehun.

Tanpa memikirkan apapun, Shixun langsung berlari dan menerjang anak perempuan itu. Hal itu sangat mengejutkan guru mereka dan bahkan guru kelas sebelah harus turun tangan karena Shixun luar biasa brutal siang itu.

"Xunnie?" panggilan lembut dan merdu itu menghentikan kebrutalan Shixun yang berusaha melepaskan diri dari kedua gurunya itu.

Sehun baru bangun tidur, mengerjapkan matanya dan tampak bingung. Shixun segera melepaskan diri dari gurunya itu dan berlari memeluk Sehun. Hari itu, tak ada yang boleh menyentuh Sehun karena Shixun langsung mengamuk.

Malam harinya, Shixun memberikan sebuah masker kelinci pada Sehun, membuat kakaknya bingung. "Ini untuk apa, Xunnie?" tanya Sehun bingung.

"Mulai besok Hyung harus pakai ini, ok?" kata Shixun serius dengan suara dipelankan seperti memberitahu rahasia negara.

"Eh? Kenapa, Xunnie?" tanya Sehun dengan polosnya.

"Karena nanti Hyung akan tertular virus!" bisik Shixun serius. Sejujurnya, Shixun bahkan tak tahu apa itu virus, ia hanya tak sengaja mendengar dari televisi ketika lewat tadi.

"Virus itu apa, Xunnie?" tanya Sehun semakin bingung, membuat keningnya semakin berkerut dalam.

Sehun semakin terlihat begitu lucu dan menggemaskan saat itu, membuat Shixun tak bisa menahan diri dan mengecup bibir mungil Hyungnya itu.

Mata Sehun membola dan menyentuh bibirnya, menatap Shixun terkejut. "Eh? Kenapa Xunnie mencium Hunnie?" tanya Sehun semakin bingung.

"Supaya Hyung tak tertular virus," jawab Shixun asal dengan wajah merona malu. "Hyu-Hyung suka?" tanyanya malu-malu.

Sehun tersenyum manis dan matanya membentuk bulan sabit. Ia mengangguk-angguk. "Hunnie suka dicium Xunnie," jawab Sehun.

Kali ini mata Shixun yang membola mendengarnya. "Benarkah?! "

Sehun mengangguk-angguk sambil tersenyum malu-malu, sebelum raut wajahnya berubah sedih. "Apa Xunnie tak suka mencium Hunnie?" tanya Sehun sedih.

Shixun menggeleng kuat sebelum kembali memeluk Sehun dan menciumnya lagi, kali ini lebih lama. Wajahnya keduanya merona ketika bibir mereka berpisah, tapi Shixun tersenyum lebar sambil menatap Hyungnya. "Xunnie sangat suka mencium Hyung. Xunnie akan mencium Hyung setiap hari!" kata Shixun.

Sehun merona malu tapi tersenyum manis.

Shixun kembali mencium Sehun sebelum mereka tidur malam itu.

Sehun selalu memakai masker yang menutupi bibir dan pipinya bahkan sampai lulus TK.

Shixun selalu mencium Sehun setiap hari setidaknya dua kali sehari ketika bangun dan ketika tidur malam.

Ketika Ibu mereka melihat Shixun mengecup bibir Sehun, Ibu mereka memberitahu bahwa itu tak boleh dan mereka harus menghentikannya. Ibu mereka mengatakan hanya boleh mencium pipi dan kening, tidak boleh dibibir.

Sehun langsung menuruti perintah Ibu mereka.

Shixun merindukan bibir Sehun.

Shixun sering diam-diam mencium bibir Sehun bahkan ketika mereka sudah dewasa.

Sehun sama sekali tak tahu ada pencuri ciuman yang mencuri ciumannya hampir setiap malam.

Dan Sehun baru tahu bahwa apa itu virus dan sebenarnya tak ada virus yang mengancamnya ketika mereka lulus TK. Ia berhenti memakai masker pemberian Shixun ketika mereka masuk SD.

Sehun dan Shixun tak pernah menyadari bahwa apa yang mereka lakukan ketika kecil adalah tak wajar.

A•R

FLASHBACK 19 YEARS AGO Sehun and Shixun 6 years old.

Sehun dan Shixun sedang bermain di taman belakang Mansion Oh. Shixun mengangkat tinggi mahkota bunga buatanya itu. Pengasuh mereka membuatkan Sehun mahkota bunga beberapa hari yang lalu, tapi sayangnya mahkota itu terjatuh dan tak sengaja terinjak oleh Shixun yang sedang berlari-lari.

Coret itu, yang terjadi sebenarnya adalah Shixun hanya cemburu karena Sehun terlihat begitu bahagia menerima mahkota bunga itu dari Pengasuh mereka dan menghadiahi pengasuh mereka itu kecupan di pipi. Shixun tak suka itu.

Sehun menangis melihat mahkota bunganya hancur, membuat Shixun merasa bersalah. Tapi Shixun mengecup bibirnya membuat Hyungnya berhenti menangis dan mulai merona malu.

"Mama bilang Xunnie tidak boleh cium-cium Hunnie lagi di bibir," gumam Sehun malu-malu sambil menunduk, membuatnya terlihat semakin menggemaskan di mata Shixun.

Shixun mencuri satu kecupan lagi di bibir Hyungnya itu lalu kembali berlari-lari keliling halaman. Sehun hanya menunduk dan tersenyum malu-malu sambil memegang bibirnya yang baru dikecup Sehun, ia tak menyadari Shixun mengamatinya dari jauh dengan senyum lebar.

Setelah itu, Shixun memerintahkan pengasuhnya itu untuk mengajarinya membuat mahkota bunga. Itu tugas yang sulit bagi Shixun karena sangat membutuhkan kesabaran, sesuatu yang tak pernah Shixun miliki sejak ia lahir. Tapi demi Hyungnya, ia mau sabar belajar meski Pengasuh mereka yang menjadi korban amukan Shixun tiap kali ia gagal membuat mahkota bunga itu.

Berbeda dengan pengasuhnya yang membuat mahkota bunga dari bunga yang ia beli sendiri, Shixun membuat mahkota bunga dengan memotong bunga-bunga kesayangan ibunya. Sehun menyukai bunga-bunga itu karena ibu mereka menyukainya. Intinya, Sehun sejak kecil selalu menyukai apa saja yang disukai oleh ibu mereka. Jadi, Shixun membuat mahkota itu dari bunga-bunga kesukaan Sehun.

Mahkota bunga buatan Shixun tidaklah serapih dan seindah buatan Pengasuh mereka, tapi Shixun percaya diri bahwa Hyungnya akan menyukai itu. Sehun selalu menyukai semua pemberian Shixun, karena Hyungnya itu menyayanginya. Itu sudah jelas. Dengan langkah mantap, Shixun menghampiri Sehun yang sedang membacakan dongeng untuk salah satu bunga kesayangannya itu.

"Hyung!" panggil Shixun tak bisa menutupi antusiasmenya itu, mengejutkan Sehun.

Sehun menatap adiknya itu dengan penasaran karena Shixun tersenyum lebar dan kedua tangannya disembunyikan dibelakang punggungnya. "Apa yang Xunnie sembunyikan?" tanya Sehun polos dan penasaran.

"Xunnie punya hadiah untuk Hyung," kata Shixun masih tersenyum lebar.

Mata Sehun langsung berbinar mendengar itu. "Hunnie mau hadiah!" seru Sehun riang dengan senyum manis nan indahnya, kedua tangan mungilnya mengadah ke depan, meminta hadiahnya.

Shixun menatap langit cerah diatas, pura-pura berpikir. "Umm, kalau Hyung mau hadiah dari Xunnie, Hyung harus cium Xunnie dulu! " kata Shixun menyeringai menatap Sehun yang merona malu mendengar itu.

Shixun merasa jantungnya berdebar keras ketika Sehun dengan langkah kecil dan ragu-ragu berjalan mendekat padanya. Dalam jarak sedekat ini, Shixun semakin menyadari bahwa ia sudah lebih tinggi beberapa centi dari Hyungnya. Mata Shixun tak lepas dari sosok Hyungnya yang manis itu. Sehun tampak gugup terlihat dari jari-jarinya yang saling menjalin dan tak bisa diam, lidahnya yang menjilat bibirnya, dan bagaimana Sehun menatapnya dari balik bulu mata lentiknya.

Sehun sedikit berjinjit dan mengecup pipi Shixun kilat lalu langsung menunduk karena wajahnya merona malu. Shixun merasa jantungnya makin berdebar keras melihat Hyungnya merona hanya karena menciumnya di pipi, dimana itu tak pernah terjadi sebelumnya. Sehun sering menciumnya di pipi ataupun di kening, Hyungnya hanya tak pernah menciumnya di bibir.

"Su-sudah," bisik Sehun gugup dan malu-malu, menatap Shixun dari balik bulu matanya.

Shixun menggeleng. "Xunnie mau Hyung cium Xunnie dibibir," kata Shixun menuntut meski jantungnya berdebar begitu keras.

Sehun menunduk dan kakinya mulai tak bisa diam, berpindah dari satu tumpuan ke tumpuan lain. Kebiasaannya jika tingkat kegugupannya begitu tinggi. "Tapi Mama bilang tidak boleh cium-cium bibir," gumam Sehun pelan.

Shixun sedih dan marah karena Sehun tak ingin menciumnya. "Baiklah, kalau Hyung tak mau cium Xunnie dibibir, Xunnie akan buang hadiah Hyung!" kata Shixun mengancam.

"JANGAN!" seru Sehun.

Shixun terkejut mendengar itu karena jarang sekali Sehun berteriak. Apakah Hyungnya ini sangat menginginkan hadiah darinya? Shixun tak bisa menahan seringainya karena pikiran itu.

"Hunnie malu," bisik Sehun menundukkan kepalanya lagi.

"Xunnie tak pernah malu mencium Hyung," kata Shixun cemberut. "Apa Hyung tak mau cium Xunnie karena Hyung tak sayang Xunnie?" tanya Shixun sedih.

Sehun menatap Shixun terkejut dan menggeleng kuat. "HUNNIE SAYANG XUNNIE!" seru Sehun lagi-lagi membuat Shixun terkejut. "Kenapa Xunnie bilang Hunnie tidak sayang Xunnie," bisik Sehun dengan bibir bergetar dan matanya berlinang air mata.

Shixun merasa bersalah membuat Hyungnya hampir menangis. Sebenarnya ia jelas tahu Sehun menyayanginya, tapi Shixun tak memiliki cara lain supaya Hyungnya itu dengan sukarela menciumnya. Ia ingin hanya untuk sekali saja, Sehun yang duluan menciumnya di bibir.

"Kalau begitu Hyung harus cium Xunnie dibibir. Yang lama!" perintah Shixun.

Sehun langsung merona malu mendengar itu, tapi ia maju selangkah lagi lebih dekat dengan Shixun hingga dada mereka hampir bersentuhan. Sehun mengangkat wajahnya menatap wajah adik kembarnya dan kedua tangan mungilnya terangkat memegang pipi Shixun. Sehun berjinjit sedikit dan menempelkan bibirnya pada bibir Shixun.

Jantung Shixun berdetak lebih cepat dari yang pernah ia rasakan. Perutnya bergejolak bagaikan ribuan kupu-kupu terbang di dalamnya. Wajahnya memanas tapi ia merasa begitu bahagia. Bibir Sehun terasa lebih lembut dan hangat saat ini. Wajah Sehun terlihat jauh lebih cantik dari jarak sedekat ini. Bulu matanya begitu lentik, Sehun memejamkan matanya dengan erat, dan pipi putih saljunya berhiaskan rona marah yang tampak begitu cantik.

Shixun hanya ingin waktu berhenti. Dengan bibir Sehun yang menempel pada bibirnya.

Sehun melepaskan bibir mereka dan terengah-engah karena kehabisan nafas. Wajahnya masih merona malu namun tangan Sehun masih memegang wajahnya. Shixun baru menyadari bahwa keadaannya tak jauh berbeda dari Sehun. Kehabisan nafas dan wajah yang merona merah.

"Su-sudah," bisik Sehun malu-malu menundukan wajahnya, tapi tetap tak melepaskan wajah Sehun.

Shixun tak bisa menahan senyum bahagianya karena untuk pertama kalinya, Sehun menciumnya. Ia mengangguk dan memperlihatkan kedua tangannya dan sebuah mahkota bunga yang telah dibuatnya itu.

Sehun memekik terkejut dan matanya berbinar-binar menatap mahkota bung itu. Tangannya perlahan dari wajah Shixun dan menyentuh mahkota bunga itu. "Ini cantik sekali, Xunnie," bisik Sehun tak melepas pandangannya dari hadiah Shixun, menatapnya dengan binar memuja.

Shixun mengangkat mahkota bunga itu dan dengan hati-hati memakaikannya dikepala Sehun. "Hyung jauh lebih cantik dari itu," bisik Shixun mengangkat dagu Sehun dan menatap Hyungnya dengan penuh cinta, tersenyum lebar melihat rona merah mulai kembali menghiasi pipi Sehun.

"Benarkah?" bisik Sehun malu-malu.

Shixun mengangguk-angguk. Berbeda dengan Shixun yang lebih suka dibilang tampan dan keren, Sehun sangat senang jika dibilang cantik. Dan kenyataanya memang Sehun adalah mahluk paling cantik dan indah dimata Shixun.

"Kalau sudah besar nanti, Xunnie akan menikahi Hyung. Karena tak ada yang lebih cantik dari Hyung!" kata Shixun berjanji.

Sehun tersenyum manis mendengar itu. "Hunnie juga mau menikahi Xunnie," kata Sehun.

Shixun terkejut mendengar itu sebelum tersenyum lebar. Tanpa bisa dikendalikan, Shixun kembali mempertemukan bibir mereka.

Keduanya tak tahu bahwa janji mereka itu adalah hal yang tabu.

Keduanya tak tahu bahwa itu hanya sekedar janji tanpa realisasi.

A•R

FLASHBACK 12 YEARS AGO Sehun and Shixun 13 years old.

Perbedaan Sehun dan Shixun semakin terlihat diawal keremajaan mereka. Sehun tumbuh menjadi remaja pria yang cantik, anggun, dan cerdas. Ia bagaikan pangeran kuda putih yang digilai anak-anak perempuan di sekolah mereka dan dikagumi serta dihormati oleh anak laki-laki. Kesayangan para guru dan selalu bersikap baik sebagaimana pewaris Huntak Grup.

Shixun beda cerita. Ia tumbuh menjadi remaja tampan, keren, dan otot-otot yang mulai terbentuk di lengannya. Ia bagaikan ksatria baju zirah yang digilai oleh anak-anak perempuan dan disegani oleh anak-anak laki-laki. Shixun yang tak bisa diam dengan mudahnya membuat kelompok brandalnya yang terdiri dari Kai, Kris, Tao, Luhan, dan Chanyeol. Mereka selalu membuat ulah tapi Sehun selalu ada disana membereskan kecerobohan mereka.

Dunia mereka mulai berbeda, kehidupan sosial mereka juga jauh berbeda. Dunia mereka tak lagi terbagi dengan Sehun-Shixun dan orang lain. Dunia mereka telah terbagi-bagi sebagaimana orang normal, tapi tetap bagian Sehun-Shixun tak pernah menghilang. Mereka masih saling bersama, mereka masih saling mempercayai satu sama lain.

Malam itu, Shixun baru pulang bermain bersama teman-temannya dan menemukan Sehun menangis di kamar mereka. Dan hal yang pertama Shixun lakukan adalah berlari dan memeluk erat Hyungnya.

"Kenapa, Hyung? Siapa yang membuat Hyung menangis?" tanya Shixun mencoba menahan amarahnya. Ia benar-benar akan menghajar siapapun yang membuat Sehun menangis.

Sehun menggeleng dan masih terisak. Menggenggam erat kaos yang Shixun pakai. "Kau akan membenciku jika kuberitahu," kata Sehun terisak.

Shixun melepaskan tubuh kurus Sehun dan menatap Hyungnya yang menunduk itu. "Kau tahu jelas aku takkan seperti itu, Hyung," kata Shixun kecewa denga perkataan Sehun. Shixun menyayangi Sehun bahkan melewati batas normal, hatinya takkan bisa membenci Sehun begitu saja.

"Aku gay, Xun-ah," bisik Sehun bergetar. "Aku menyukai seorang pria di sekolah kita," kata Sehun lagi dan kembali terisak, tampak begitu malu dengan orientasi seksualnya.

Shixun terdiam mendengar itu. Mengetahui Hyungnya gay merupakan kejutan baginya, ia terkejut tapi juga tak terkejut. Seakan ia sudah bisa menebak Hyungnya adalah gay tapi dalam pikirannya Sehun takkan menyadari itu secepat ini. Ia berpikir mungkin Hyungnya baru akan menyadarinya beberapa tahun berikutnya. Namun hal yang membuat jantungnya teremas menyakitkan adalah mengetahui Hyungnya telah menyukai seseorang.

Darahnya mengalir deras dalam tubuhnya, jantungnya berpacu cepat, tangannya mulai bergetar menahan amarah. Badannya terasa panas, bagaikan ada api yang membakarnya dari dalam. Ia ingin menghancurkan sesuatu, seseorang, apapun untuk melampiaskan amarahnya. Shixun benar-benar sulit menerima bahwa Hyungnya itu telah menyukai seseorang.

"Siapa?" tanya Shixun serak.

Sehun menunduk dan memainkan jarinya lalu menggeleng. "Hunnie tidak mau bilang karena Hunnie belum jatuh cinta padanya," bisik Sehun tanpa sadar kembali pada kebiasaannya memanggil dirinya Hunnie.

Ayah mereka melarang Sehun bicara seperti itu lagi karena itu terdengar kekanak-kanakan dan seorang pewaris Huntak Grup tak seharusnya bicara seperti itu. Sehun waktu itu belum terbiasa dan ayahnya yang kesal hendak memukul Sehun, tapi Shixun tiba-tiba berubah menjadi brutal dan mulai menyerang ayah mereka. Butuh setidaknya 10 pelayan dan tangisan keras Sehun untuk membuat Shixun berhenti. Tidak ada yang boleh menyentuh Sehun untuk seminggu setelah itu dan ayahnya tak pernah lagi mencoba untuk memukul Sehun.

Amarah Shixun langsung lenyap melihat Hyungnya yang begitu manis, membuat pikirannya sedikit lebih dingin untuk memproses omongan Sehun. "Hyung tidak mencintainya?" tanya Shixun ragu, ingin memastikan sekali lagi.

Sehun mengangguk-angguk yakin, tampak begitu lucu. "Hunnie hanya suka tapi Hunnie tak yakin. Hunnie akan katakan pada Xunnie kalau Hunnie benar-benar sudah jatuh cinta pada orang itu," kata Sehun menatap Shixun dari balik bulu matanya.

Jantung Shixun kembali berdetak keras, kali ini bukan karena amarah. Wajah Hyungnya terlihat semakin cantik dan semakin cantik setiap harinya. Melihat Sehun seperti ini membuat Shixun ingin mencium Hyungnya hingga mereka kehabisan nafas, menunjukkan ada gairah yang nikmat dan surga dunia kepada Hyungnya yang polos itu.

Ia tak bisa menghenti tubuhnya untuk terus mencondong ke depan, mendekatkan wajahnya pada wajah Sehun. Ia hendak mengecup bibir manis itu, namun Sehun menoleh ke samping sehingga ciuman Shixun mendarat di pipinya.

"Xunnie tak boleh mencium Hunnie di bibir lagi," bisik Sehun memberitahu, namun matanya tak berani menatap mata Shixun.

Shixun hanya bisa mengangguk mendengar itu dan beranjak turun dari tempat tidur mereka. Shixun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia menyentuh tubuhnya, memanjaka kebanggan miliknya sambil memikirkan tubuh kakaknya. Ia mencapai puncak kenikmatannya sambil membayangkan wajah cantik Sehun.

Ketika selesai mandi, Shixun menemukan Sehun sudah tertidur pulas. Ia mencium bibir Hyungnya, melumatnya, menghisapnya hingga ia puas. Dan untuk pertama kalinya, Shixun menandai leher Hyungnya dengan tandanya.

Sehun bahkan tak mengetahui itu sama sekali.

Keesokan harinya, Shixun mengajak teman-teman brandalnya itu untuk menghajar hampir seluruh laki-laki di sekolah mereka. Shixun tak pernah memberitahu sebabnya pada siapapun kenapa tiba-tiba ia seperti itu. Shixun tak memberitahu bahwa ia seperti itu karena ingin menghajar orang yang telah membuat Hyungnya berpaling darinya.

Lagi, Sehun bahkan tak mengetahui itu sama sekali.

Shixun baru menyadari orang yang Hyungnya sukai adalah sahabatnya sendiri setelah dua tahun berlalu.

Shixun tidak menyadari bahwa amarah yang menguasainya itu dinamakan kecemburuan.

Dan bahkan sampai detik ini Sehun tak mengetahui apapun tentang semua itu.

A•R

FLASHBACK 10 YEARS AGO Sehun, Shixun, and Kai 15 Years Old.

Shixun pergi ke atap sekolah seperti yang Kai minta. Sahabatnya itu katanya ingin bicara. Mungkin Kai sedang ada masalah di keluarganya atau mungkin ada musuh yang mengganggu Kai yang perlu mereka bereskan.

Tapi semua prediksi Shixun salah. Karena Kai justru menyatakan perasaanya pada Shixun.

"Aku menyukaimu, Shixun-ah. Jadilah pacarku," kata Kai berusaha terlihat biasa saja namun terdapat rona merah di pipinya yang tak bisa disembunyikan.

"Kau gila?" hanya itu tanggapan Shixun. "Leluconmu sangat tak lucu, Kim," komentar Shixun menggeleng.

Ketika Shixun melihat pandangan sedih dan terluka dimata Kai, Shixun menyadari bahwa Kai sedang serius. Ia sedikit merasa bersalah dengan sahabatnya itu.

"Kau serius?" tanya Shixun lagi, masih ragu.

"Aku takkan bermain-main karena kau sahabatku, Shixun-ah," kata Kai menghela nafas.

"Kau tahu aku ini masih menyukai wanita, kan? Dan sekalipun aku biseksual, aku akan jadi seme-nya, bung!" kata Shixun tak habis pikir dengan pikiran Kai.

"Kita tak perlu membicarakan posisi sekarang, Shixun. Jika kau mau menjadi pacarku, cukup katakan ya," kata Kai serius.

"Tidak," jawab Shixun menolak langsung. "Aku tak menyukaimu seperti itu, Kai. Lupakan saja perasaanmu dan carilah wanita atau pria baik-baik."

Setelah itu, Shixun langsung pergi dari sana. Ia tak merasa bersalah telah mematahkan hati sahabatnya. Ia tak menyukai Kai seperti itu, sejujurnya ia tak pernah terlintas memiliki hubungan serius seperti pacaran selain dengan Sehun.

Shixun mulai menyadari pikirannya tentang Sehun tak wajar, tapi ia tak bisa menghentikan itu.

Dan ketika malam tiba, Shixun mendengar satu hal yang menghancurkan hatinya. Ia mendengarkan pengakuan Sehun yang mencintai Kai. Sahabatnya yang sore tadi di tolak olehnya. Shixun tak bisa menahan amarahnya meski ia tak tahu ia harus marah kepada siapa. Hatinya benar-benar sakit mengetahui Hyungnya telah mencintai orang lain, mencintai pria yang tak pantas dicintai seperti Kai.

Ya, bagi Shixun tak ada yang pantas dicintai oleh Sehun selain dirinya. Tidak ada seorangpun selain dirinya.

Shixun tahu Sehun menangis malam itu, ia tahu hati Hyungnya juga sama hancurnya dengannya mengetahui orang yang mereka cintai telah mencintai orang lain. Tapi Shixun memilih untuk egois. Ia pergi mencari salah satu jalangnya, minum-minum, olahraga ranjang dan memuaskan hasratnya sebagai pelarian dari hatinya yang hancur.

Shixun begitu bodoh tak memilih untuk berada disamping Hyungnya malam itu.

Keesokan harinya setelah pulang sekolah, Shixun berpikir untuk minta maaf pada Sehun karena ia meninggalkan Sehun sendirian semalam. Tapi yang sangat mengejutkan, Sehun tak ada di kelasnya. Sehun dan Shixun telah beda kelas sekarang ini. Sehun akselerasi sehingga sekarang ia sudah ditahun terakhir SMA-nya sedangkan Shixun baru tahun pertama SMA.

"Sehun sudah tak ikut kelas sejak pelajaran ketiga, Shixun-ah. Seharian ini aku mencarimu karena ingin menanyakan keberadaan Sehun," kata Suho memberitahu.

"Apa Sunbae sudah coba menghubungi ponselnya?" tanya Shixun mulai panik.

"Sehun tak menjawab sama sekali," jawab Suho cemas. "Sehunnie terlihat tidak terlalu pagi ini, apa terjadi sesuatu?" tanya Suho cemas.

"Masalah keluarga," jawab Shixun sekedarnya tak ingin ditanya-tanya. "Sunbae, jika Sehun menghubungi segera hubungi aku, ok?" kata Shixun memerintahkan dan segera pergi mencari Sehun.

Seharian itu Shixun, Kai, Kris, Tao, Luhan, dan Chanyeol mencari Sehun ke sekeliling kota. Tidak, bukan hanya mereka, bahkan teman-teman Sehun dan Sehun s Fan Club juga mencari Sehun ke seluruh kota. #PrinceSehunMissing menjadi trending topic hari itu.

Jika Shixun tak panik karena Sehun menghilang, ia akan mempermasalahkan hashtag itu. Hashtag yang benar seharusnya #PrincessSehunMissing. Hyungnya lebih cocok menjadi Tuan Putri daripada pangeran!

Waktu hampir menunjukkan pukul 10 malam ketika teman-teman Sehun dan Gang Shixun berkumpul di Mansion Oh untuk melaporkan hasil pencarian mereka hari ini, tapi hasilnya nihil. Shixun dan yang lainnya hendak keluar rumah lagi untuk mencari Sehun, tapi tanpa disangka-sangka Sehunnie mereka telah kembali pulang.

Shixun langsung memeluk Hyungnya dengan erat dan meminta maaf atas sikapnya. Ia mengatakan ia berjanji takkan mengulanginya lagi. Dan Sehun mengatakan semua itu bukan salahnya.

Sehun dan Shixun tidur dengan berpelukan erat malam itu, seakan takut Sehun kembali menghilang darinya.

Shixun tak menepati janjinya pada Sehun, karena 3 tahun berikutnya ia memberitahu perasaan Sehun pada Kai. Lalu 2 tahun setelahnya ia kembali meninggalkan Sehun sendirian dan berdampak fatal pada Hyungnya itu.

Sehun baru tahu mengenai #PrinceSehunMissing satu tahun berikutnya di London, ketika Krystal memberitahunya setelah Sehun mengakui ia memiliki cinta terpendam pada Kai.

Kai tak pernah mengetahui bahwa ia adalah faktor yang menjadi penghancur hubungan Sehun dan Shixun hingga 3 tahun berikutnya.

A•R

Shixun berlari dan berlari. Seluruh memori tentangnya dan Sehun terus berkeliaran di dalam benaknya tanpa bisa dikontrol. Paru-parunya terasa terbakar, otot-otot kakinya terasa sakit, kulitya terasa kebas karena dinginnya malam. Tapi tak satupun dari itu bisa mengalihkan pikirannya dari Sehun.

Shixun adalah pria yang bodoh. Ia memaksa Kai untuk menjaga dan membahagiakan Sehun di Inggris. Ia memaksa Kai, Luhan, dan Chanyeol untuk kuliah disana dan menjaga Sehun. Ia tak pernah tahu bahwa Kai hanya akan menyiksa dan menyakiti Sehun. Ia tak pernah menyangka bahwa itu salah satu kesalahan fatal dalam hidupnya.

Tak ada yang tahu alasan sebenarnya kenapa Shixun memutuskan kontak dengan Sehun, Hyungnya yang tersayang. Tak satupun yang tahu. Hanya Shixun yang tahu. Semua itu Shixun lakukan karena perasaan cintanya pada Sehun terus bertumbuh dan terus bertumbuh. Ia semakin posesif dan fantasinya semakin liar terhadap Hyungnya itu. Tak jarang ia mendesahkan nama Sehun ketika ia sedang melakukan seks dengan orang lain. Sejujurnya, Shixun selalu membayangkan Sehun-lah yang ia setubuhi, bukan pada jalang itu.

Perasaannya pada Sehun tumbuh menjadi sesuatu yang berbahaya, sesuatu yang tak seharusnya. Karena itu Shixun meninggalkan Sehun. Ia tak ingin melakukan kesalahan fatal dan lepas kendali memperkosa kakaknya sendiri. Ia tak bisa membayangkan apa jadinya jika itu terjadi.

Shixun adalah pria yang bodoh. Dan ia juga sakit jiwa karena mencintai Hyungnya sendiri.

e)(o

YAP! Ini dia perasaan Shixun ke Sehun :DDD

aku rada ragu nulisnya tapi jg seneng pas nulis chap xunhun ini. Hehehe. Semoga feelingnya dapet ya :DD

Ada yg bilang:

Kai nyuri start nih. Di chap ini ketauan si xun udah nyuri start duluan wkwkwk. Terus juga maaf kalo aku nulis feels kaihun-nya kurang, aku lg berusaha buat perbaikin /bow/. Makasih juga untuk kalian yg dukung XunHun karna sampai sekarang aku masih merasa banyak yg gak suka XunHun hehehe.

OKAY! Jadi abis baca chap ini kalian udah nentuin tim mana? #teamKaiHun vs #teamXunHun ? Komen juseyooo :DDD

DAN MAKASIIIIIIIH BNYAAAAAK yang udah ngereview. Maaf kalau ada kelewatan yg belom dijawab pertanyaannya di review.

SPOILER: teamKaiHun siap berkibar-kibar di chap 8 EAAAK

-willis.8894