EROTIC NIGHTMARE

Chapter lima

...

Write by BeibiEXOl

Plagiat? Go to the hell!

.

.

.

Siang ini Luhan dengan terpaksa harus ikut Sehun ke-perusahaan lelaki itu, ia hanya diam dibelakang Sehun saat lelaki itu berbicara serius dengan beberapa bawahannya, Seulgi yang tadi dimobil asik bercanda dengannya pun ikut serius. Sebenarnya Luhan tidak terlalu menyukai suasana seperti ini, saat didalam lift pun mereka membicarakan pekerjaan. Sedikit ia mendengar kalau waktu rapat 30 menit lagi, masih ada banyak waktu dan ia bersama Sehun diiringi dengan tiga orang bawahan Sehun menuju ruangan tertinggi OSH Company yaitu ruangan presdir –Oh Sehun, kekasihnya.

"Maafkan aku, mengajak mu kesini malah hanya mengabaikan mu" Sehun mengusap surai Luhan lembut "Kau duduklah dulu disini dan pesan beberapa makanan padanya, oke?"

"Hm" Luhan mengangguk dan duduk disalah satu kursi dengan satu meja bundar kecil yang berada didekat rak buku tepat bersebelahan dengan jendela raksasa ruangan ini. Mungkin ini meja khusus Sehun jika ingin bersantai sambil menikmati pemandangan kota. Sehun sudah beralih kesofa besar ditengah ruangan bersama tim-nya dan Luhan memilih untuk memesan makanan pada orang suruhan Sehun, mengabaikan si pria sibuknya.

"Kau tidak memberi ku menu?" Luhan menatap wanita yang berumur sekitar 30an itu bingung.

"Anda bisa memesan makanan apapun yang anda inginkan, tuan. Saya akan mencari dan membawakannya kesini"

Luhan mengangguk paham, wow hebat juga! Pikirnya "Kalau begitu aku ingin ice cream rasa green tea dengan campuran caramel yang ada di Boston Robbin, aku juga mau bubble tea rasa taro dengan gelas ukuran jumbo, karena aku lapar aku sedang ingin makan Sushi"

"Baik tuan" Si wanita itu mencatat pesanan Luhan di-note.

"Terima kasih eum-"

"Luna"

"Ya, terimakasih Luna. Kau tidak perlu terburu-buru"

"Selama menunggu apa anda ingin beberapa kue kering dan teh?"

"Ya, aku suka"

Dan beberapa saat Luna memberikan Luhan kue kering dan teh. Luhan memakannya santai sambil kembali bermain game perang kesukaannya.

"Lu, aku akan pergi rapat. Kalau kau bosan, kau bisa mengirim pesan text pada ku. Dan diluar ada Luna yang akan melayani mu"

"Hm, pergilah. Aku bukan anak kecil tidak perlu bertingkah seperti orangtua yang meninggal anaknya di taman bermain" Ucap Luhan datar.

"Heheh, aku akan segera kembali"

Luhan hanya membalasnya dengan gumaman singkat dan Sehun akhirnya benar-benar pergi diiringi oleh para bawahannya.

"chk! Membosankan"

...

Luhan sudah menghabiskan satu cup ice creamnya dan menyisakan setengah bubble tea, sushinya sudah habis sejak tadi dan Sehun masih belum kembali. Ini sudah sore dan Luhan memilih keluar ruangan Sehun untuk sekedar melepas bosan.

Luhan terdiam menatap dua orang wanita yang berdiri didepannya, salah satunya adalah Victoria- mantan tunangan Sehun.

"Apa yang kau lakukan disini? Sudah berani menggoda Sehun sampai di kantor huh?" Victoria mendelik marah.

"M-mwo? Jadi dia pria selingkuhan Sehun oppa?" Gadis mungil disebelah Victoria menatap Luhan kaget dan jijik.

"Ya, dia menggoda Sehun waktu diclub bahkan memintainya uang" Jawab Victoria masih menatap Luhan tidak suka.

Luhan mendengus "Sangat tidak penting" Ujarnya memilih melewati dua wanita aneh yang menghalangi jalannya.

Mereka tengah berada didepan ruangan Sehun.

"Berhenti!" Gadis berambut pirang yang bersama Victoria menahan lengan Luhan kasar dan menatap pemuda itu sengit "Ku dengar kau hanya seorang koki rendahan? Kau ingin uang Oppa-ku huh?"

Oppa? Gadis menyebalkan ini adik si brengsek?

"Terserah apa tanggapan mu"

"Kau benar-benar tidak tau diri. Segera menjauh dari Sehun Oppa, kau hanya membuat dirinya kacau. Karena kelakuan menyimpang mu Oppa jadi ikut-ikutan menyimpang! Kau pria tidak normal, tau dirilah dan berhenti menggoda Sehun Oppa!"

"Maaf nona, sepertinya kau salah paham. Dan aku juga tidak ingin meluruskan kesalah pahaman kita, jadi aku ingin pergi. Bisa kau lepaskan tangan mu?" Luhan menatap tajam gadis itu.

"Asal kau tau hubungan kami bukan hanya bertunangan semata. Tapi juga pertunangan politik, keluarga ku tidak akan tinggal diam jika Sehun berani membatalkan pertunangan kami. Perusahaannya yang menjadi taruhan disini" Ujar Victoria dingin "Orang tua Sehun bahkan masih menginginkan aku untuk menjadi tuanangannya. Jadi, daripada kau menjadi perusak hubungan orang lebih baik kau segera mundur"

Luhan tertawa sinis "Aku tidak peduli, kalau pertunangan kalian begitu penting kenapa Sehun dengan santai memutuskannya hanya karena bertemu dengan ku yang bahkan tidak sampai seminggu"

Victoria menggeram ingin menampar Luhan.

PLAK!

Gadis lain sudah melayangkan tangannya dipipi Luhan tanpa mereka sadari, Luhan menatap gadis kecil itu tajam.

"Kau penjilat ya! berani sekali meremehkan pertunangan ini!"

"Kau benar-benar! Huh-" Luhan mendesah malas dan menatap gadis yang mungkin sebaya dengannya itu tajam "Untuk ukuran wanita kau sangat kasar huh. Dan bersyukur kau adalah wanita jadi aku tidak akan membalas mu" Luhan tersenyum sinis.

"Dia sangat kurang ajar Unni"

"Tentu saja, anak yang tidak punya orang tua mana mungkin memiliki etika. Ku dengar dia hanya anak pungut"

"Pe-permisi, maaf tapi saya mohon yang berbuat keributan" Luna yang baru saja melihat langsung gugup. Ia tidak berani menegur dua wanita hebat ini tapi juga tidak berani dua wanita ini menyakiti Luhan karena ia sudah disuruh untuk menjaga Luhan oleh Sehun saat dikantor.

"Ku dengar Sehun sedang rapat, kami akan menunggu diruangannya" Lalu Victoria menatap Luhan "Dan aku masih ingin bicara dengan mu. Ku harap kau tidak kabur seperti pecundang"

Luhan menggeram marah "Tidak ada yang perlu dibicarakan" Dan ia memilih untuk segera pergi.

...

Luhan mendengus kesal, ia benar-benar membenci dua orang wanita aneh itu. Ia memilih untuk pulang kerestoran dan mengabaikan godaan rekan kerja serta teman-temannya. Pemuda itu memilih kelantai dua dan langsung mengunci diri didalam kamarnya.

Benar-benar brengsek menyebalkan!

Luhan menggeram sambil meninju guling hello kitty pemberian ayahnya –Sooman. Ia mendesah memilih untuk mandi dan turun kebawah, ia kedapur untuk membantu yang lain.

"Kau kesini, bukankah hari ini masih libur?" Kyungsoo menatap Luhan yang nampak murung.

"Hm, ada yang bisa kubantu?"

"Kebetulan sekali, tolong aduk saos ini" Kyungsoo menyerahkan centongnya pada Luhan dan kembali mengiris sayuran "Apa yang terjadi? Sepertinya liburan mu tidak sepenuhnya lancar?"

"Hahh ... begitulah. Dia Ahjussi menyebalkan"

"Hey, berhenti menyebutnya paman-paman seperti itu. dia masih awal 30an kan"

"Tetap saja, ah! Menyebalkan sekali! Dia benar-benar menyebal- akh!"

"Ya! hati-hati!" Kyungsoo meraih tangah Luhan dan mencucinya kewashtafel karena kecipratan saos panas "Lebih baik kau naik keatas dan tidur Lu, hari ini kau berantakan" Ujar pemuda bermata bulat itu khawatir "Cepat naik keatas sebelum kakek tua itu meledak" Kyungsoo berbisik dan mengarahkan wajah Luhan pada Sooman yang tengah menatap mereka tajam sambil memotong kepala ikan "Uuh, baiklah. Aku keatas dulu. Sampai jumpa besok"

...

Lagi-lagi Luhan harus berada disini, sebenarnya ia bosan dan malas juga. Ini masih jam 8 malam. Dari pada ia dimarahi oleh ayahnya lebih baik ia malam ini tidur diapartement.

Pemuda itu memilih berjalan kaki untuk pulang sekalian berolah raga.

Sebenarnya Luhan tidak ambil pusing dengan kejadian tadi, saat dua wanita itu menghina dirinya atau saat mereka menyuruh Luhan menjauhi Sehun. Luhan sama sekali tidak peduli, ia hanya merasa tidak nyaman.

Perasaan kalau saja Sehun benar-benar membuangnya.

Perasaan kalau saja ia adalah pengganggu dihidup lelaki itu.

Sejauh ini Luhan percaya pada dirinya sendiri, ia yakin ia memiliki kharisma yang menarik yang mampu mengundang manusia lain untuk menyukainya.

Ia memiliki banyak teman karena ia adalah pria menyenangkan.

Ia juga punya sahabat yang selalu berada disisinya.

Hidupnya sempurna sejauh ini, tapi saat Oh Sehun memasuki dunianya. Ia merasa kehidupannya begitu kecil jika dibandingkan lelaki itu, tapi Luhan masih bangga pada dirinya.

Dan hari ini, ia jadi ragu. Apakah orang seperti dirinya pantas untuk dipertahankan oleh seorang Oh Sehun? Dimana beberapa orang yang setingkat dengan Sehun memandang rendah dirinya?

Apakah ... ini masih bisa dibilang kalau ia tidak peduli?

Luhan menggeleng, ia melepas sepatunya asal dan memasuki apartementnya. Memilih untuk berendam sebentar lalu tidur. Ia terlalu banyak pikiran hari ini, dan peduli pada Oh Sehun terlalu banyak.

Ia peduli.

Dan ia tidak bisa membohongi perasaannya.

Sebenarnya ia gelisah karena ia telah jatuh cinta pada Oh Sehun.

Tapi, lagi. Ia membohongi perasaannya.

Ia tidak ingin pusing dan memilih untuk tidur.

Semoga saja ia mimpi indah dan mampu melupakan sejenak Oh Sehun.

Dan sialnya hal erotislah yang hinggap kedalam mimpinya, ia merasakan tubuhnya dijilati oleh Oh Sehun sialan.

Benar-benar mimpi buruk dan ia berharap untuk segera bangun.

"Hngh..." Luhan membuka matanya, ia menghela nafas karena sudah berhasil bangun namun sepertinya tadi bukan hanya sekedar mimpi buruk. Ia merasakan tubuhnya ditindih oleh sesuatu yang besar dan memiliki aroma yang sudah ia hapal.

"Oh Sehun"

"Hm"

Luhan menggeram kesal mendorong dada Sehun dan menyalakan lampu kamarnya dengan remot "Apa yang kau lakukan disini?"

"Aku merindukan mu, apa kau baik-baik saja? Luna sudah menceritakan semuanya" Sehun menatap Luhan bersalah dan menarik pemuda itu kedalam pelukannya "Gadis itu menampar mu? Apa sakit?"

Mendengus kesal, Luhan menyingkirkan tangan Sehun di pipinya "Pukulan gadis itu tidak berasa"

"Maafkan aku" Dan Sehun mengecup bibirnya bertubi-tubi, Luhan yang tadi kesal jadi luluh dan membiarkan lelaki itu seenaknya menciumi wajahnya "Ya, kau ingin membasahi seluruh wajah ku dengan air liur mu huh?"

Sehun tertawa menatap Luhan yang cemberut "Kau tidak marah padaku?"

"Cih, kau pikir aku perempuan yang sebenar-sebentar merajuk? Aku pria, ssang namja!"

Sehun menatap Luhan geli dan kembali mencium bibir pemuda itu dan melingkarkan tangannya di perut datar Luhan "Besok kau sibuk?"

"Ya, aku harus bekerja seharian"

"Hari apa kau libur?"

"Mungkin selasa, sekitar seminggu lagi"

Sehun mengangguk dan mengecupi leher Luhan yang bebas dari kaos pemuda itu "Lu, aku ingin bercinta dengan mu"

Luhan tertawa dan bersender didada Sehun lebih dalam sehingga ia dapat melihat rahang tegas lelaki itu "Jadi kau kesini ujung-ujungnya hanya untuk mendapatkan sex dari ku, hm?"

"Aku merindukan mu, dan sex juga termaksud karena aku merindukan semua tentang mu" Sehun menunduk dan mengecup bibir Luhan, tangannya memasuki celana longgar pemuda itu dan mengelus Little bamby kekasihnya "Kau juga sudah tegang, sayang"

Sehun mengocok kejantanan Luhan membuat pemuda yang bersender didadanya itu menggerang nikmat "Kau tau-hh" Luhan menatap Sehun sayu "Kau selalu datang disaat mimpi buruk ku.. hhnggh"

Sehun tersenyum mengigit hidung Luhan gemas.

"Kau hhh ah membangunkan ku dari mimpi buruk Sehun- hhh yahh ah "

Sehun mempercepat temponya dan sebelah tangannya membelai bola kembar Luhan dan memainkannya gemas, lalu kembali meremas dada rata pemuda itu dan memilin putingnya.

"Kau mimpi buruk ku dan kau juga membangunkan ku dan bertingkah seperti dirimu didalam mimpi ku"

"Aku senang karena aku selalu ada disisimu, disini mau pun mimpi buruk mu" Sehun mencumbu bibirnya.

"Hhhhaaah!" Luhan menggerang nikmat setelah berhasil mendapatkan klimaksnya, dan kini ia merasakan jari Sehun mulai mendorong memasuki lubangnya. Ia mencoba rilexs dan membiarkan jemari itu memasukinya.

Sehun kembali mencolet gel dari tempat mini dan hal itu tidak luput dari pandangan Luhan "Benda aneh apa lagi yang kau masukan kedalam tubuh ku" Ujarnya menatap kekasihnya tajam.

"Ini seperti gel yang semalam, cuman dalam kemasan lebih kecil" Sehun menyengir memindahkan Luhan kedepannya dan ia melepas baju.

Luhan memegang kedua tangan Sehun dan mencium lelaki itu dalam , dengan tangannya yang lihai melepaskan kancing kemeja Sehun dan celana lelaki itu. Sehun tersenyum turun dari tempat tidur dan melepaskan celananya sepenuhnya hingga telanjang bulat, mumbuat Luhan tersenyum miring menikmati pemandangan tubuh berotot kekasihnya.

"Ready... fight!"

Luhan tertawa saat Sehun mengucapkan kalimat yang sering ia ucapkan saat main game, ah! Ahjussi ini benar-benar manis dan seksi.

Luhan tersenyum menyambut bibir Sehun yang sudah bergulat dibibirnya ia membuka mulutnya memberi akses bagi Sehun agar lebih menikmati ciuman panas ini. Luhan mengacak surai Sehun dan mengelus punggung lebar itu.

Plop!

Sehun melepaskan ciuman mereka dan mulai mencumbu leher dan dada Luhan, sedangkan jari-jarinya bermain dilubang pemuda itu memberi pemanasan sebelum penisnya memasuki lubang Luhan.

"Kau masih sempit Lu"

"Hmm .. hh yah" Luhan hanya mampu mendesah saat Sehun memainkan tubuhnya dengan ahli, benar-benar spektakuler!

"Ku rasa aku tidak akan pernah bosan dengan perasaan ini" Bisiknya saat Sehun mengemut penisnya dan menjilati testinya.

"Aaaaaah!" Ia memekik saat Sehun memasukan penisnya tiba-tiba, pemuda itu melotot ingin mengumpat tapi malah mendesah semakin keras "Hhaaaaahhhh! Yaaaah! Yaaah! Disana Oh! Sehuuun"

Luhan menggelinjang nikmat, Sehun dengan mudah menemukan prostatnya. Memang, lelaki ini benar-benar mesum yang sangat ahli.

"Yaahh! Hhh! Luh! Luhannhh! Kauu hhh! Sangat nikmat sayang! Hhh!"

Sehun menghentakan penisnya lebih dalam sampai terdengar bunya daging yang bersentuhan.

Tangan sehun membelai kening Luhan yang berkeringat dan mencium bibir pemuda itu tanpa memperlambat tempo sodokannya, benang saliva membentang panjang saat mereka melepaskan ciuman mereka. Beberapa detik sebelum terputus dan menetes didada Luhan dan Sehun mencium dada pemuda itu lebih dalam dan menghisapnya.

Sehun mengangkat kaki Luhan bertumpu dipundaknya dan kembali menyodok kejantanannya lebih dalam. Mereka saling mendesah-menggeram bergantian dan bertukar ciuman.

Luhan menggigit tangan Sehun yang bertumpu disebelah kepalanya dan menyerngai menatap pemuda itu.

Sehun gila hanya karena tatapan Luhan.

"Kau sangat hh ahh .. menggairahkan Luhann hh"

Sehun mengocok kejantanan Luhan dengan tangannya dan Luhan mencium bibir Sehun panas "Kau panas Sehun" Bisiknya menjilat leher lelaki itu lalu kembali menghempaskan punggungnya ditempat tidur dan Sehun masih mengocok kejantanannya sambil menggenjot lubangnya.

"NGAAAAH! AAAH!" Luhan tidak tahan untuk mendesah dan mencengkram spresi kuat saat dirinya akan klimaks dan Sehun juga tidak main-main karena genjotan lelaki itu sangat cepat dan mampu membuat lubangnya panas dan meleleh.

Yah... meleleh karena lelaki itu baru saja menyemburkan spermanya kedalam lubang anusnya.

Luhan menggeram nikmat.

Dan Sehun menikmati klimaksnya, dan menatap cairan spermanya yang tumpah keluar dari hole Luhan dan dengan perlahan melepaskan penisnya yang masih menumpahkan cairan sperma.

Ia mengecup bibir Luhan dan mencium keningnya lama dan merebahkan diri disebelah pemuda itu dan memeluknya erat.

"Nghh Sehun" Luhan bergerak tidak nyaman "Cairan mu uuh ... Sehun! Ini- ini!" Luhan panik menatap Sehun horror. Lelaki itu menatap Luhan bingung.

"Kau menyemburkan sperma mu kedalam anus ku dan kini cairan itu keluar brengsek!"

Sehun tertawa kecil mengecup bibir Luhan menenangkan pemuda itu "Rilex sayang, dan biarkan mereka keluar. Nanti aku yang akan tanggung jawab"

Tanggung jawab apannya! Luhan mendengus tapi saat Sehun memeluk tubuhnya ... ia tidak kuasa dan membiarkan lelaki itu menguasai dirinya lagi .. dan lagi.

Luhan menatap Sehun yang memejamkan matanya sambil mengecupi kepalanya.

"H-hey"

Sehun membuka matanya dan kini Luhan dapat melihat betapa indahnya sang kekasih.

"Hm, ada apa sayang?"

"Eum, a-apa kau lapar?"

Sehun menatap Luhan bingung.

"Maksudku, kau kesini masih dengan pakaian mu yang tadi. Kalau kau belum makan aku akan memasak untuk mu" Luhan membuang muka dari arah Sehun dan memerah malu.

Dan senyum lelaki yang lebih tua itu mengembang lebar dan mengecup telinga Luhan yang memerah "Heum, aku belum makan" Ujar Sehun manja dan Luhan tidak mampu menyembunyikan senyumnya.

"Ka- ah!"

Sehun beranjak lebih dulu dan mengangkat tubuh Luhan "Bagaimana kalau kita mandi dulu?"

Luhan benar-benar memerah saat mereka melewati cermin besar dikamar mandinya. Bagaimana tidak! ia dapat melihat tubuh telanjang mereka yang dipenuhi kissmark dan cairan asing yang menempel kemana-mana. Uh! Ini mengerikan dan seksi.

Sehun mendudukan Luhan dikloset yang tertutup sedangkan ia menyiapkan air hangat untuk mereka berendam. Dan Luhan memperhatikan gerak-gerik pemuda telanjang itu yang tengah mengukur suhu di bathub dan menyiapkan sabum dan juga shampoo, bahkan Sehun sudah menyiapkan salep mint sial itu. tunggu? Kenapa salep itu ada didalam kamar mandinya? Agh sial! Pasti Sehun sudah menyiapkan semuanya.

Luhan berjalan sepelan mungkin dan menubruk tubuh Sehun yang membelakanginya.

Lelaki itu kaget saat tangan mungil rusanya melingkar dilehernya "Hhh" Desah Luhan menggodanya.

"Jangan menggodaku Lu"

"Aku tidak" Balas Luhan berbisik ditelinga Sehun dan pemuda mungil itu mendapat pemandangan penis Sehun yang otomatis berdiri.

"Wow" Gumamya, menaiki tubuh Sehun lebih tinggi dan menengok kebawah lelaki itu "Reaksi adik mu benar-benar cepat Hun-ah"

"Hm, dan bersiap untuk tidak bisa jalan besok"

"Uh, takut" Dan Luhan menggigit telinga Sehun menggoda.

Lelaki dewasa itu menggeram dan dengan gerakan cepat ia memutar tubuh Luhan menjadi dihadapannya, kembali kegendongan ala koala. Sehun tidak sia-sia berlatih bela diri jika gunanya seperti ini.

Sehun mengarahkan penisnya langsung kearah hole Luhan dan memasukannya perlahan, tidak sesulit tadi karena gelnya masih bersisa didalam ditambah cairan spermanya yang juga membasahi hole Luhan.

Ia menghentakan pinggulnya membuat tubuh Luhan yang ada digendongannya terguncang hebat naik-turun.

Desahan kembali meramaikan kamar mandi dan cairan sperma kembali mewarnai lantai dingin itu.

Luhan mencengkram pundak Sehun dan memberi ciuman panas pada lelaki itu. Ia bahkan berhasil klimaks pada penisnya hanya karena sodokan Sehun dilubangnya. Pria ini memang benar-benar hebat.

Luhan tidak pernah merasakan sex sehebat dan senikmat seperti saat ia melakukannya dengan Sehun.

Lelaki itu seperti membawanya kedunia lain dan menghiptotisnya.

Membuatnya mabuk kepayang dan tenggelam pada rasa yang diberikan lelaki itu.

Sehun mendesah nyaring saat ia berhasil klimaks dan lagi-lagi memuntahkan cairannya kedalam anus Luhan.

"Kau benar-benar ... melupakan kondomnya" Komentar Luhan tersenyum miring. Ia turun dari gendongan Sehun dan mengecup bibir pemuda itu singkat.

"Persetan dengan kondom" Balas Sehun menyeringai jenaka dan menampar pantat luhan dengan benda tidur yang ada ditengah selangkangannya gemas, membuat Luhan hampir terjatuh dan memberi tatapan tajam pada Sehun namun disambut tawa menggoda lelaki itu.

"Menggemaskan" Ujar Sehun yang masih dibelakang Luhan meremas bokong pemuda itu.

"Berhenti menggoda ku! biarkan aku membilas tubuhku sebentar" Luhan mendelik.

"Yaaa yaa ... kekasih ku yang menggemaskan" Sehun mendorong Luhan memasuki tabung kotak kaca dan menyalakan shower sambil menjilati leher pemuda itu gemas.

"AAAAGH! AHJUSSI INI BENAR-BENAR BRENGSEK MESUM!" Keluh Luhan saat Sehun mulai menciumi tubuhnya semakin kebawah dan menghisap penisnya. Lagi.

"Bersiaplah my little deer" Sehun menggigit kulit selangkangan Luhan gemas dan kembali menjilati testis dan penis Luhan bergantian.

Dan erangan kesal Luhan berganti dengan erangan nikmat tak tertahankan.

Dan mandi malam ini menjadi sangat lama dan erotis ...

...

Luhan yang tengah merebus spagethi tersenyum kecil menatap Sehun yang tengah merebahkan kepalanya dimeja dapur sambil memandanginya "Katakan Sehun, kau berbohong soal aku yang pertama"

"Aku serius, kau yang pertama"

"Di usia mu yang ke 32 dan kau pikir aku percaya?"

"Yah, aku sempat melakukan beberapa oral sex, dan juga bersetubuh tapi aku selalu memiliki kontrol akan diri ku, aku tidak pernah menyemburkan benih ku pada siapapun. Tidak lebih dariitu, aku tidak tertarik dan sibuk akan pekerjaan di perusahaan. Sebenarnya aku sedikit khawatir dengan gairah seksual ku"

"Menggelikan"

"Tidak ada waktu untuk bersenang-senang. Semenjak remaja ayah sudah memberiku pekerjaan di perusahaan"

Luhan mengangguk menyaring mie spageti lalu berpindah ke bumbu yang sudah ia siapkan, menyalakan kompor dan mulai menuang bumbu yang disediakan satu per satu dan beberapa potongan kecil daging.

"Bagaimana dengan mu, Lu. Berapa kali kau melakukan sex dengan wanita?"

"Hmm, aku lupa"

Sehun cemberut "Lebih baik jangan katakan karena mungkin aku akan mencari wanita itu dan membuatnya menyesal karena pernah dilahirkan"

Luhan tertawa kecil "Sebenarnya yang menggodaku kebanyakan pria, tapi kau tau. Mereka memuakan sama saja seperti Jongin"

Sehun duduk menatap Luhan dengan mata tajam "Kau tidak benar-benar mau dengan anak hitam itu kan?"

"Tentu saja tidak, dia sahabat ku"

"Baguslah, katakan padaku jika ia berani menggoda mu"

Luhan selesai memasak dan menuangkan pasta itu kepiringnya dan Sehun.

"Ceritakan pada ku tentang pekerjaan mu" Ujar Sehun sambil meraih tangan Luhan dan menjilat jari telunjuk pemuda itu. Luhan mendengus, padahal ia baru saja ingin mencicipi saos olahannya. Tapi ia membiarkan Sehun menghisap jari telunjuknya.

"Hmm, menyenangkan. Hari rabu aku juga mengisi acara memasak di televisi bersama Irene"

Sehun menghentikan acara menjilatnya dan menatap Luhan tajam "Siapa gadis itu?"

"Ahaha, dia hanya rekan kerja ku. Dan dia cantik, kami pernah berkencan dulu- AKH! YAAACK!"

Luhan menarik telunjuknya yang digigit oleh Sehun dan memukul mulut lelaki itu kesal "Sakit sialan!"

Sehun beranjak dan masuk ke dapur karena tadi mereka terhalang oleh meja, ia mendekati Luhan dan memeluk tubuh pemuda itu erat "Aku benci Irene, kau tidak boleh bertemu dengannya lagi"

Luhan menatap Sehun yang tengah menatapnya tajam dan dalam. Ia mengingat perasaan ini, dulu saat ia megatakan kalau ia takut pada Sehun dan membenci pria itu.

"Ekspresi cemburu mu menyebalkan"

"Aku serius, kalau kau lupa, aku ini pria egois dan kejam. Aku bisa saja membuat gadis itu menderita disisa hidupnya"

Luhan merasakan aura yang begitu mengancam, ia mencoba tenang dan tersenyum "Sehun, kenapa kau berpikir kalau mereka akan merebutku dari mu?"

Sehun merenyit saat Luhan menatapnya begitu intents "Karena kau indah Lu"

"Kau harus koreksi pemikiran mu Tuan, karena bukan mereka yang akan merebutku. Akulah yang akan pergi meninggalkan mu, kau tau? Berpacaran dengan ku tidak akan bertahan selama lebih tiga bulan"

"Satu hal Lu, aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi sekalipun aku harus mengurungmu"

Luhan tertawa kecil dan mendorong tubuh Sehun lembut, ia merapikan piring pasta dan mengambil gelas wine.

"Terkadang, kau menakutkan. Tapi ... sejauh ini aku masih menyukai mu" Luhan menarik tubuh Sehun dan mendudukan lelaki itu untuk duduk dikursi dan ia disampingnya "Aku tidak bertahan lama karena bosan, hubungan percintaan itu membosankan" Ujarnya santai dan Sehun menuangkan anggur merah kegelas mereka.

"Luhan" Sehun meletakan botol wine dan menatap Luhan intents "Kenapa kau tidak juga mengerti?" Sehun tersenyum miring "Setelah menghabiskan waktu mu bersama ku sejauh ini, aku bukanlah pria yang akan kau tinggalkan hanya karena rasa bosan mu? Yakinlah kalau kau akan tergila-gila hingga tidak ingin sedetik pun berada ditempat yang tidak ada diriku" Sehun tersenyum.

Luhan tertawa kecil mengangkat gelasnya "Untuk hubungan kita yang tidak ada kata bosan"

Ting!

Mereka makan malam dengan nikmat kadang saling bercanda satu sama lain. Sehun juga terus-terusan memuji masakannya dan kini Luhan tengah mencuci piring dengan Sehun yang memeluk erat tubuhnya dari belakang "Lepas, aku sedang mencuci"

"Kau sudah mengancamku dengan pisau saat aku memelukmu seperti ini saat kau memasak, jadi biarkan aku memeluk mu saat kau mencuci piring itu, oke?"

"Chk! Tapi bagaimana aku bisa bergerak jika seperti ini" Luhan menggoyangkan tubuhnya kesal dan jangan salahkan dirinya karena sudah menyenggol penis Sehun dengan bokongnya.

"Kau menggodaku lagi Lu"

"Aku tidak! Pergi kau! Kita sudah bercinta berkali-kali tadi jadi jangan lagi! Tidak untuk malam ini" Luhan berbalik menatap Sehun horror.

"Sekali lagi, kumohoon"

Luhan membalik tubuh Sehun dan mendorong pundak lelaki itu untuk duduk disofa ruang tengah, ia menyalakan tv kesal "Duduk dan buang pikiran mesum mu itu, aku harus melanjutkan mencuci piring" Luhan berjalan, namun berhenti sambil menatap Sehun tajam "Dan jangan mencoba berbuat macam-macam"

...

Luhan kembali selesai mencuci piring dan menghampiri Sehun, ia tersenyum kecil saat melihat lelaki itu tertidur lelap. Mungkin dia kelelahan setelah bekerja seharian, Luhan mengusap surai Sehun lembut dan mengecup kening lelaki itu.

Grep!

"Catcha"

Dan Sehun menariknya kesofa menindih tubuhnya lagi.

"Siaaaaaaal!"

Sehun tertawa melihat wajah Luhan yang memerah kesal "I got you baby"

"Lepas, kau lelah kan. Jadi tidurlah"

Sehun tertawa menggeleng "Aku masih punya tenaga sampai tengah malam"

Pemuda itu mengecupi leher Luhan gemas, ia tidak akan pernah bosan pada tubuh pemuda ini.

"Tapi kita sudah mandi Sehun, dan aku tidak mau mandi lima kali hari ini"

Sehun tetap mengecupi tubuhnya gemas "Kalau begitu tidak usah mandi, hmm! Hmm! Bagaimana? Atau aku mandikan? Eoh?"

"Uuuuuuh! Nanti lubangku tidak rapat lagiii!"

"Aku jamin lubang mu akan kembali rapat sayang, aku punya segala yang kau butuhkan uuum! Adik ku sudah tidak tahaaan"

Luhan terpana menatap Sehun yang tampak menggemaskan. Sejak kapan lelaki ini jadi manja dan mesum begini?

Sehun berdiri dengan bertumpu pada Lutut didepan Luhan dan melihatkan penisnya yang sudah berdiri tegang "Kau tega melihatnya begini menderita?"

"Tapi pinggang ku sudah sakiit" Luhan entah kenapa ikut merengek.

"Aku janji setelah ini aku akan memberikan apapun yang kau mau, kau ingin perawatan atau shopping apapun itu. ayolaaaah"

Luhan tertawa kecil melingkarkan kakinya dipinggang Sehun "Baiklah, cukup sekali oke?"

Sehun tersenyum segera menjangkau rak dibawa meja didekat mereka dan mengambil kotak salep kecil.

Luhan menatapnya tidak percaya "Katakan" Ujarnya horror.

"Yaah, aku sudah meletakan benda ini ditempat-tempat strategis untuk bercinta. Hahaha"

"Fuck you Oh Sehun! Kau benar-benar Ahjussi mesuuuum!"

.

.

.

TBC

Curcol

Buat yang review uuuuuh! Makasih banget udah ngasih komentar hihiiii! Banyak yang nanya, "ini konfliknya berat gak?" "konfilknya jangan yang berat-berat kasihan Luhan"

Huahahahaa!

Aih, seneng banget kalian bisa perhatian kayak giniii ... uuuuuh!

Tenang aja, konfliknya emang ada. Tapi, gak terlalu berat kok tenang sajuuuuu ... dan always happy ending. Yaaah ... walaupun diriku yang labil ini belum pernah nulis ff sampe ending kecuali yang one shoot T-T Tapi semoga aja ff ini bakal ending, aku juga sebenarnya gaada niat buat discontinue ff aku yang lain kayak tbf, find me, emperor, fag aku masih pengen banget ngelanjutkaaan suer deh! Cuman masih gaada ilham buat nulis ff GS! Karena sekali lagi ... diriku yang labil ini lagi jatuh cinta sama YAOI alias BOYXBOY uuuuuuuh!

Dan buat para reader-nim setia akuuu! Walaupun gak berani janji, tapi kalo gaada halangan yang serius bulan april ini aku mau ngelanjutin semua ff-ff aku yang terabaikaan! Dan saat ini pun ff yang lain dalam masa penulisaaaan! YEAAAY! I LOVE APRIL! THATS HUNHAN MONTH! YUHUUU!

Semoga kalian masih mau baca ff yang abal-abal itu, terlebih from another galaxy, aku tuh bad mood banget sama ff itu,, soalnya itu ff debut aku dan penulisannya ancur banget malah banyak kata yang aku singkat kayak bahasa sms T-T aku malu bangeeet huhuhuu ... tapi biar gitu aku bakal tetap lanjutkan, The Baddest female jugaa ... itu ff bahasanya juga ancur dan berantakan, alurnya juga nista banget T-T tapi dan selalu pake tapi ... aku bakal berusaha melanjutkannya ... tau deh mau diejek apaan gapedulii ah! Hihi!

Oke deh, kok malah curhat gajelas kek gini ahaha.

...

See u next chapter my reader-nim :* XOXO

DONT FORGET TO SUPPORT (Klik follow and favorite ... )

I'll be happy for ur review ^-^

-BeibiEXOl