EROTIC NIGHTMARE

Chapter delapan

...

Write by BeibiEXOl

Plagiat? Go to the hell!

.

.

.

Sehun sudah selesai dengan rapatnya, ia benar-benar puas dengan hasil pekerjaan yang dilakukan oleh para pekerja eksekutif-nya.

"Baiklah, kita selesai sampai disini. Sampai jumpa hari minggu, oke"

"Siap bos! Selamat, kini Victory grup sudah berada di genggaman kita"

Sehun tersenyum kecil "Permainan baru saja dimulai, Jason. Akan kita tunjukan pada mereka, akibatnya menjadikan ku musuh"

"Kau memang hebat! Aku bangga bisa bekerja dengan mu, bos"

"Semua ini juga berkat adanya kalian"

Seulgi, Jason, Mark dan Seungho. Selain mereka pegawai setianya, mereka juga sudah saling mengenal sejak masa kuliah. Sehun mengakui bakat dari masing-masing temannya itu dan mempekerjakan mereka.

Sehun melangkah memasuki ruang kerjanya yang terbuka otomatis, kini masalah Victory Company sudah diatasi dan malam ini ia akan menghadapi masalah Ayahnya.

Sehun menatap sekeliling ruang kerjanya dan tidak mendapati Luhan dimanapun, ia melihat beberapa cup bubble tea kosong dan kotak bento. Kaki panjangnya melangkah memasuki kamar pribadinya yang berada dibalik meja kerja dengan pintu masuk yang berkamuflase dengan dinding. Bibirnya tertarik keatas melihat Luhan yang tertidur diranjangnya nyenyak.

Dia seperti boneka hidup, bibirnya yang merah ranum yang kadang merengut sebal karenanya, mata rusanya yang begitu indah dan kadang melotot lucu saat Sehun mulai jahil.

Sehun tersenyum kecil, masih ada beberapa jam lagi untuk makan malam bersama keluarga besar. Ibunya sudah memberi kabar kalau ia berhasil mengundang semua keluarga besar untuk makan malam di mansion.

Ia percaya diri, Sehun tau sejauh mana kedudukan dirinya di pohon keluarga Oh.

Dia sudah ditetapkan sebagai pewaris Daehan Grup perusahaan keluarganya, dan selain itu ia adalah salah satu anak laki-laki Oh yang paling cerdas dan berbakat di banding anak laki-laki Oh yang lain.

Sehun sudah bisa membangun perusahaannya sendiri, dibanding Oh Hyunho anak pamannya yang diumur 30 masih saja menjadi benalu di perusahaan, dan sepupu-sepupunya yang lain. Keluarga Oh memang berbakat dan cerdas tapi sejauh ini belum ada yang berhasil melampaui prestasi yang pernah ia raih.

Tanpa sadar ia terdiam oleh pemikirannya sendiri, Luhan sudah terbangun dan menatapnya intents.

Sehun menangkap tatapan yang membuat otak kotornya bangun. Astaga ...

"Apa yang kau pikirkan?"

Suara serak bangun tidur itu ...

Tidak pernah gagal membuatnya terbangun. Oh tuhan ...

"Kau sudah bangun?" Sehun mengalihkan perhatiannya dengan mengelus lembut surai Luhan, walaupun Luhan kadang protes tapi ia tau pemuda itu menyukai sentuhannya.

Ia juga tau kalau Luhan akan mudah tertidur kalau seseorang memainkan rambutnya.

"Hm" Kening pemuda itu mengerut dan mendesah lelah sambil memijat kepalanya.

"Kau baik-baik saja?" Sehun menarik tubuh Luhan kedalam pelukannya "Mimpi buruk?"

"Hm, mm"

Sehun menjangkau gelas air dan memberikannya pada Luhan, dan pemuda itu bersender didada Sehun.

"Haah ... Terimakasih" Luhan mengecup pipi Sehun dan mendapat pelukan erat dari Lelaki yang lebih besar itu "Kau nampak pucat, apa kita tunda saja malam ini?"

"Eh, tidak. Aku sudah baikan. Hanya mimpi buruk"

"Mimpi buruk?"

"Ya, mimpi perang dengan tokoh antagonis star war. Kurasa aku terlalu banyak main game akhir-akhir ini"

"Kau stress?"

"Sedikit. Eh- bukannya aku lemah, tapi kupikir aku hanya yaah ... masih sedikit itu- syok dengan beberapa kejadian"

Sehun menghela nafas "Baiklah"

Luhan menatap Sehun bingung, lelaki itu nampak telah mengambil keputusan berat. Apa ia akan menuntut media? Atau melakukan hal luar biasa lainnya?

"Aku akan membantu mu melupakan kejadian tidak menyenangkan itu" Lelaki itu mulai melepasi kancing kemejanya.

WHAT!

"Yack! Sialan! Brengsek, aku tidak perlu bantuan mu, aish"

Sehun tertawa kecil melihat wajah Luhan yang memerah sebal, ia meraih lengan pemuda itu saat Luhan sudah menuruni ranjang dan menggendong pemuda itu ala bridal "Mau kemana?"

"Keluar dari ruangan terkutuk ini" Luhan mendengus, ia tidak mungin menemui keluarga Oh yang luar biasa itu dengan jalan mengangkan kan?

.

.

.

Luhan tidak terlalu mengerti dunia bisnis atau politik, yang ia tau hanya bersenang-senang dan memasak. Selama ini ia melakukan apapun yang ia sukai, ia selalu didukung oleh Lee Sooman, ayah angkatnya.

Hidupnya terasa bahagia, walaupun kedua orang tuanya sudah meninggal, tapi Luhan memiliki banyak orang yang peduli dan tulus padanya.

Berbeda dengan seseorang. Seseorang yang saat ini sangat berarti dalam hidupnya.

Oh Sehun.

Sehun itu ...

Ia tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tuanya. Ia hidup untuk memenuhi ambisi ayahnya.

Kehidupan mereka terasa sangat berbeda. Luhan masih ingat malam dimana ia makan malam bersama keluarga Sehun.

Tidak ada canda tawa atau obrolan menyenangkan tentang kabar masing-masing.

Yang Luhan dapat resapi dari pertemuan malam itu adalah Ayah Sehun yang marah besar seperti monster dan menentang hubungannya dengan Sehun diiringi ayat-ayat penentang hubungan sesama jenis.

Lalu Ibu Sehun yang berhasil mengumpulkan anggota inti keluarga Oh seperti para paman dan bibi Sehun yang sebelumnya mulai ramah dengan Luhan dan malam itu tidak mampu berbuat apa-apa karena ketakutan dengan Ayah Sehun yang seperti monster.

Ada adik Sehun yang bernama Oh Jihun yang menurut Luhan agak misterius, remaja itu begitu pendiam dan menatapnya penuh selidik.

Ada Dasom yang berusaha terlihat seperti anak baik-baik didepan ayahnya dan tetap tidak luput dari kebencian sang ayah dengan kelakuan Dasom yang menurutnya tidak berguna.

Dan terakhir.

Luhan tersenyum kecil.

Oh Sehun pangerannya yang seperti raja absolut mempertahankannya dengan sangat keren.

Luhan ingat saat Sehun beranjak dari kursi dan menggenggam tangannya dihadapan para keluarga, mengatakan kalau Luhan adalah pilihannya, pria yang akan mendampingi hidupnya sampai mati.

Lalu bagaimana Sehun dengan wajah angkuhnya mengatakan hal yang masih ambigu bagi Luhan.

"Ayah tidak perlu khawatir akan Daehan Grup atau perusahaan ku atau Victory Company. Ayolah, kekhawatiran ayah itu melukai harga diriku. Kalau masalah perusahaan ayah, ayah hanya perlu duduk manis dan biarkan laporan keuntungan itu mengalir di meja kerja ayah" Sehun tersenyum kecil.

"Dan sekali lagi ku tegaskan. Aku akan menikahi pemuda ini, jadi ... berlaku baiklah padanya dan jangan berani menyentuhnya. Dia milik ku"

.

.

.

"Oh tuhan, dia benar-benar keren"

"Ya, kau terlihat sangat memujanya saat ini" Kyungsoo mendengus.

Luhan menatap pemuda didepannya kesal "Ya. Aku sangat sangat sangat memujanya"

"Jadi, apa kalian benar-benar akan menikah? Dia bilang akan menikahi mu kan?" Kini Kyungsoo menatap Luhan tertarik sambil mengambil cemilan. Mereka kini tengah berada di kamar Luhan di lantai tiga restoran.

"Aku tidak yakin ... ia tidak membahas apa-apa lagi. Kau tau setelah makan malam menegangkan itu aku minta antar kesini. Aku merasa canggung bermalam dengannya"

"Oh, kasian sekali"

"Apa?"

"Kau tau ia sangat terobsesi dengan tubuh mu kan? Ku pikir ia akan minta jatah dulu sebelum mengantar mu kesini"

Mata rusa itu membola, bibir mungilnya menyeringai "Kau pikir kami tidak sempat?"

"Hm?"

...

Flashback

Mobil yang ditumpangi Sehun dan Luhan baru saja keluar dari mansion Oh. Luhan menatap Sehun canggung mengingat bagaimana pria ini begitu mempertahankannya didepan keluarga besarnya. Oh Tuhan ... bagaimana aku bisa berpaling darinya kalau seperti ini, yah ... walaupun aku tidak ada niatan berpaling, tapi tetap saja kan ... Argh! Membuatku ingin berteriak saja!

"Kau lapar?"

"O-oh ... tidak. Eum? Ti-tidak"

Sehun menatap Luhan bingung, lalu tersenyum kecil sambil mengacak surainya gemas "Maaf tadi membuatmu tidak nyaman"

"Ti-tidak! Bi-biasa saja"

"Syukurlah kau tidak terganggu"

Luhan menunduk ragu, ia ingin berterimakasih, ia ingin mengatakan kalau ia mencintai Sehun dan sangat tersentuh dengan pembelaan lelaki itu padanya.

Sehun menatap Luhan yang tengah menatapnya diam-diam.

"Ada apa?" Ujarnya bingung.

Luhan membersihkan tenggorokannya sejenak, lalu menatap mobil didepan mereka melaju dengan kecepatan stabil.

"Terimakasih"

"Ya?"

"Ma-maksudku, terimakasih sudah memperjuangkan ku didepan keluarga mu dan a-aku mencintai mu Sehun-ah"

Luhan menghela nafas lega dan menatap Sehun karena ia belum mendapat jawaban dari lelaki itu. dan- WHAT!

Seringai sialan itu!

Ish! Dasar ahjusssi mesum sialaaan!

Ini memalukan!

Tidak- ini tidak memalukan Luhan. Kau tau bagaimana harga dirinya saat mempertahankan mu didepan keluarganya kan! Ini tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan Ahjussi mesum sialan yang sialnya ku cintai ini kan? Iya! Jangan egois rusa bodoh!

Aku boleh menciumnya sekarang kan?

Bibirnya nampak menggoda- Whutt! Dia baru saja menjilat bibir bawahnya sialan! Itu sangat seksi dan-

Luhan melirik mata Sehun yang tengah menatap jalanan didepannya santai sambil tersenyum kecil.

Luhan tidak tau apa yang ia lakukan saat ini, tapi sabuk pengamannya sudah ia lepas tanpa sadar dan kini ia tengah melumat bibir Oh Sehun.

Sehun mengejang kaget saat mendapat lumatan tiba-tiba dari Luhan, ia memeluk pinggang Luhan dengan satu tangan dan satu tangan lagi memegang stir mobil. Matanya membola antara kaget menatap mata rusa yang kini terpejam erotis atau menatap jalanan didepannya.

Jantungnya berdebar kencang, antara kaget dan gairah atau perasaan membuncah saat ia begitu jatuh cinta pada Luhan.

Hngh! Mmh

"Lu-luhan mmh sshh shayang- tha-tapi ini maahh masih dijalan dan aku se- emhh! Mmm chhpp chhhp"

Persetan, pikir Sehun dan semakin mendekap Luhan dengan satu tangannya dan membiarkan Luhan menguasai bibirnya.

Sehun sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat jalanan dan Gotcha! Ia menemukan taman dan persetan dengan peraturan, ia berbelok dan memasukan mobilnya kejalanan taman kota itu.

Dan Luhan sudah berada dipangkuannya.

Ia merutuki tingkah Luhan yang tidak tau tempat dan dirinya yang terangsang sejak satu sentuhan kecil itu tadi.

Sadarkah kau kalau dirimu pernah melakukan hal yang sama bahkan membuat Luhan menabrak truk makanan.

Ia menggerang saat Luhan mengecup lehernya, dan ia harus berkonsentrasi menyembunyikan lokasi mobilnya agar tidak dilihat orang, mobil itu akhirnya berhenti ditempat yang lebih gelap, lebih tepatnya Sehun memberhentikan mobilnya dibawa pohon sakura yang daunnya masih kecoklatan. Plus gelap.

"Hngh-"

Cup

Cup

Cup

Sehun menggeram menerima rangsangan bertubi-tubi dari kekasih mungilnya.

Nakal.

Tapi Sehun merasa bahagia, ia mendekap Luhan dengan kedua tangannya.

Luhan semakin melumat bibir Sehun, kedua tangannya kini bahkan telah menangkup pipi lelaki itu.

"Aaah"

Luhan melepaskan bibir mereka, ia menatap Sehun masih dalam jarak yang sangat dekat dengan benang saliva yang masih menggantung diantara keduanya.

"Kau yang memulai sayang"

Sehun mengusap kening Luhan dan mengecupnya.

Luhan masih diam terengah dan menatap Sehun.

Dengan tatapan polosnya yang hanya bisa dilihat Sehun.

Sehun mendorong tubuh Luhan yang menempel padanya.

Syut!

Ia melepas sabuk pengaman dan Luhan tersenyum kecil.

Ia tau, ia telah membangunkan singa lapar didalam sana.

Luhan kembali tersenyum melepas kancing kemeja Sehun dan mengecup pemuda itu. Ia tidak akan berbicara, ia hanya akan mendesah. Ini terlalu memalukan, dan ia terlalu panas oleh gairah.

Saat masih asik mengecupi tubuh bagian depan Sehun, Luhan sudah merasakan desakan dibawahnya yang menendang bokongnya dari tadi.

Oh, dear ... manisnya ...

"Sudah tidak sabar, hm?"

"Hmm" Sehun menggeram.

Dan Sebelum lelaki itu bertindak, Luhan berdiri sambil bertumpu pada lututnya diantara satu paha Sehun. Luhan melepas resleting celana dan ikat pinggang lalu menurunkannya.

Sehun mengangkat pahanya untuk memudahkan Luhan melepas celananya, satu tangannya berpegangan pada pegangan mobil.

"Hhh! Engh"

Ayolah, sejak kapan Sehun jadi ribut mendesah begini?

Bokong telanjang Luhan duduk di pahanya dan pemuda itu mengocok kejantanannya dengan dua tangan. DENGAN CARA SANGAT MENGGEMASKAN!

Aaaah!

Seperti pose berdoa atau memohon.

Ayolah Luhan! kau hanya akan membuat pikiranku semakin kotor bahkan saat kita nanti berdoa bersama digereja!

Sehun membantu melepas kemeja Luhan dan mulai menggoda tubuh bagian atas pemuda itu.

Luhan mendongak saat Sehun menjilati lehernya.

Ia mengecup bibir Sehun lalu menunduk menatap kejantanan Sehun yang mulai berkedut.

Ia mengarahkan kejantanannya dengan kejantanan Sehun dan membuat dua batangan itu saling berciuman.

Luhan menggeram nyaman dan ketagihan.

Ia mulai memainkan dua kejantanan itu dan saling menggesekan ujungnya.

Mereka berdua menggeram saat merasakan sengatan listrik yang begitu menyengat, membuat mereka terbangun dan menggeram nyaman.

"Hhhn, ini gila"

Dengan keadaan sempit dan Sehun duduk dan Luhan dipangkuannya, memudahkan kedua penis mereka saling bertemu.

Sehun mulai meremas bokong Luhan dan memasukan jari-jarinya pada lubang sempit itu saat Luhan memainkan penis mereka.

Ini sangat nikmat!

Luhan menempelkan ujung penis mereka, mendorong penis Sehun dengan penisnya, menggesek bola kembar Sehun dengan batangannya dan menggenggam kejantangan mereka berdua berdempetan dan mengocoknya.

(Entah aku harus menulis CROT atau BYUR!)

Cairan putih pekat menyembur membasahi perut mereka dari milik keduanya.

Sehun mendesah dan menggeram dan mendesah dan menggeram menikmati klimaksnya.

Begitu pula Luhan.

"Hhhnn! Uugh! Sehun-hh"

Sehun membuka matanya dan tersenyum saat Luhan mendesah.

Ia telah menyentuk titik kenikmatan pemuda itu.

Sehun mengocok lubang Luhan dengan jarinya membuat pemuda diatasnya menggelinjang keenakan penuh dengan gairah.

Sehun junior kembali terbangun saat telinganya tadi berfokus pada desahan Luhan.

"M-mmh-masuki aku Sehun"

"Yes, My Lord" Lelaki itu mengangkat pinggang Luhan membuat Luhan bergetar saat jari Sehun keluar dari dalam Lubangnya. Sehun mengarahkan Lubang pemuda itu kearah penis tegannya dan- JLEB!

Sehun dan Luhan terdiam sebentar menikmati penyatuan mereka "Aku akan bergerak"

"Lakukan"

Sehun menggenjot lubang Luhan dengan tangannya memegangi tubuh pemuda itu takut mungkin saja Luhan cidera karena tempat mereka yang lumayan rumit.

Sedangkan Luhan mengalungkan tangannya dileher Sehun dan menyandarkan dadanya didada Sehun, membiarkan Lelaki dibawahnya ini yang menguasai permainan.

Bunyi daging bertubrukan dan becek terdengar bersahutan dengan desahan dua orang yang berada didalam mobil, menemani malam erotis di taman kota Seoul kala itu.

Ayolah, mereka tidak akan berhenti hanya dengan dua kali klimaks kan?

Tentu saja.

Oh Tuhan ... seseorang tolong hentikan ini!

Ini ...

Ini sudah ketiga kalinya dua orang itu klimaks!

Jangan jadikan akhir permainan ini dengan angka genap.

Sehun besok kau harus bekerja!

Luhan!

Sadarlah bayi rusa kecil ku! Besok mungkin- ah tidak- kau mungkin saja tidak bisa jalan satu minggu bodoh!

Ah-

Terserah kalian!

Sehun terengah saat klimaks ke-lima mereka, ia mengusap keringat dikeningnya dengan lengan dan menatap Luhan yang pingsan di bawahnya.

Eh- pingsan?

Sejak kapan dia pingsan?

"Uuuh ... " Luhan membuka sedikit matanya yang redup karena lelah.

Sehun mendesah lega dan mengecup kening Luhan sayang "Tidurlah sayang"

Sehun merutuki dirinya yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri, lagi-lagi ia telah menyakiti orang ia cintai "Sial, seharusnya tadi kudengarkan saja malaikat setan yang dari tadi mengoceh"

End Flashback

...

"Hey"

"...han"

"...adarlah b...oh"

PUK!

"AH!" Luhan memekik kaget menatap Kyungsoo bingung.

"Kenapa kau melamun! Kau tidak mendengarkan aku dari tadi cerita huh?"

"Ah maaf, apa tadi- Jongin kalah taruhan dan berakhir menari telanjang?"

PLAK!

"AW!"

"Tidak hanya ..."

.

.

.

"Oh- sudah tengah malam dan Jongin sudah menunggu dibawah"

Luhan mendesah kesal "Aku ingin lihat, seandainya saja aku bisa berjalan dengan normal"

"Jangan lupa vidio untuk ku Soo-ya"

"Huh, kalau bisa ya"

"Eum, bye. Selamat bersenang-senang. Aaaah! Kuharap bokong ku tidak sakit! Aku ingin melihat DJ Butterfly! Sialaaan!"

"Cih! Bilang saja kau khawatir kalau Sehun mu itu ternyata ke club malam ini kan?"

"MWO? Tentu saja tidak, ia sedang ada urusan pekerjaan di luar negeri. Ia tidak akan berbohong pada ku"

"Terserah, aku akan mengabari kalau-kalau aku melihat Sehun di club nanti"

"Chk, tidak mungkin" Luhan mendengus Sebal. Tapi tetap tersenyum saat Kyungsoo melambai untuk menutup pintu.

Luhan melirik jam yang sudah menunjukan pukul 11 malam, ia mengambil remote mematikan lampu dan memasukan dirinya kedalam selimut.

Sebelum tidur Luhan berdoa "Ya tuhan, aku merindukan Sehun yang jauh dibelahan negeri lain. Walaupun malam ini aku tidak dapat melihat wajahnya, paling tidak datangkanlah dirinya kedalam mimpi ku. Dengan cara yang Erotis, kumohon"

...

Didalam mimpi, Luhan melihat Sehun dan Jongin dipanggung, memakai kemeja putih dengan kancing terbuka dan menari erotis basah-basahan.

Sialan.

Dia sangat seksi.

Aku ingin menyentuhnya.

Tapi sungguh sulit dijangkau.

Ia berada dipanggung megah dan aku berada dibangku penonton dengan penonton lainnya.

Ah sial.

Mimpi sialan.

.

.

.

TBC

.

...

EXTRA

Luhan terbangun dari tidurnya kaget, astaga ... mimpi apa itu tadi. Sehun dan Jongin menari stripthease? Cih! Sialan, kenapa banyak sekali penontonnya.

Flashback

"Ah maaf, apa tadi- Jongin kalah taruhan dan berakhir menari telanjang?"

PLAK!

"AW!"

"Tidak hanya ... " Kyungsoo mendekat dan berbisik "Ia menari stripthease, dengan celana ketat dan kemeja putih basah yang kancingnya terbuka"

"Wow, lalu?"

"Yap, dia akan menari saat acara puncang pesta perayaan ulang tahun Sera"

"Aku ingin menontonnya, kupikir bocah hitam itu tidak bisa menari"

"Kupikir ia penari yang handal"

"Hah?"

"Apa?"

"Bagaimana kau tau kalau ia penari handal"

Kyungsoo memerah, dan menatap kearah lain.

"Jangan bilang- kalian pacaran? Dia sekarang sudah jadi belok? What?"

"Waktu itu kecelakaan, dan yaaah ... berlanjut sampai sekarang"

"wow! Ini baru WOW!"

Ponsel Kyungsoo bergetar, pemuda bermata bulat itu tersenyum kecil "Ia sudah dibawah, aku harus pergi"

End Flashback

Luhan mengacak surainya "Kenapa aku jadi memikirkan hubungan Kyungsoo dan hitam jong itu! hah! Dan sialnya kenapa ia harus menari stripthease dengan Sehun?"

Agh! Mimpi sialan!