CHAPTER FOURTEEN: CHAOS.

Kai menatap rombongan Sehun yang mengucapkan perpisahan digerbang keberangkatan luar negri itu. Telah 10 hari berlalu sejak Sehun tiba di Rusia dan kini Sehun harus kembali ke Korea.

Kai benar-benar tak memiliki kesempatan untuk mendekati Sehun lagi sejak Shixun berubah menjadi begitu ganas dan terus menempel pada Sehun bagai anjing penjaga yang menyeramkan. Tampak jelas kebencian yang Shixun tunjukan pada Kai, Chanyeol, dan Luhan. Jelas Luhan bingung kenapa ia baru tiba bersama rombongan Krystal dan suasana jadi begitu berbeda.

Sejujurnya Kai bertanya-tanya apa yang membuat Shixun seperti ini, ia benar-benar terlihat takkan segan membunuh Kai, Chanyeol, dan Luhan. Apakah ini berhubungan dengan mimpi buruk Sehun? Apa… mimpi buruk Sehun disebabkan olehnya, Chanyeol, dan Luhan?

Tapi apa?

Kelebatan malam terakhirnya di London kembali dalam benaknya dan Kai merasa darahnya membeku mengingat malam biadab itu. Ya, ia ingat jelas, ia tidak terlalu mabuk hingga tak ingat apapun malam itu seperti Chanyeol dan Luhan, ia masih mengingat semua detil malam itu.

Ia mengingat betapa brengseknya ia melakukan itu pada Sehun, membiarkan Chanyeol dan Luhan melecehkannya sedangkan ia sendiri hanya menatap bagaimana Sehun menangis sambil memohon hingga mereka berhenti.

"Sejak 5 tahun lalu, aku menjadi aseksual. Aku tak menyadari kapan aku mulai berubah karena aku terlalu disibukan dengan Huntak Grup dan studi S3-ku, tapi suatu hari aku baru menyadari aku telah berubah menjadi aseksual. Aku tak menyukai pria seme atau pria uke. Dan aku juga tak menyukai wanita secara romantis. Aku tak memiliki nafsu seksual sama sekali. Kami pernah mencoba merangsang dengan film porno hingga Krystal bersedia membayar gigolo seme untuk memuaskanku, tapi aku sama sekali tak tertarik. Tak ada nafsu sama sekali. Aku aseksual dan sejujurnya seks menjadi hal yang menjijikan bagiku saat ini."

Perkataan Sehun kembali terngiang dalam benaknya. Jangan-jangan itulah yang membuat Sehun menjadi aseksual? Membuatnya jijik pada hal yang menyangkut seks?

Kau sudah menghancurkan Sehun lebih dari yang kau kira, Kim Jongin.

Jantungnya teremas, dadanya terasa sesak karena rasa bersalah yang mulai memenuhinya. Ia sudah terlalu menyakiti Sehun. Apakah ia pantas bersama Sehun setelah semua yang ia lakukan?

Tidak. Kau tidak pantas. Sehun lebih pantas mendapatkan pria yang jauh lebih baik daripadamu.

Gambaran Sehun dengan pria lain membuat Kai tersadar sesuatu, ia tak bisa membiarkan itu terjadi. Ia tak bisa merelakan Sehun untuk pria lain meski Sehun layak mendapatkannya. Ia takkan melepaskan Sehun apapun alasannya.

Kai mengambil nafas dalam dan menekan rasa bersalah yang menghimpitnya, mengabaikan rasa bersalah itu. Ia tak ingat malam itu, ia terlalu mabuk untuk mengingatnya, malam itu tak pernah ada dalam memorinya.

Ya, aku malam itu tak pernah ada. Itu hanya sebuah kesalahan dimasa lalu, pikirnya meyakinkan dirinya sendiri.

Pengecut. Kai tahu ia bertingkah menjadi pengecut brengsek yang tak berani mengakui kesalahannya dan bersembunyi dengan alibi mabuk. Tapi ia tak masalah tetap menjadi seorang pengecut brengsek jika itu artinya ia bisa mendapatkan Sehun.

Aku takkan melepaskanmu. Setelah misi ini selesai, aku akan kembali mendapatkanmu kembali, Oh Sehun, batin Kai menatap sosok Sehun yang mengucapkan salam perpisahan pada Shixun.

e)(o

"Xun-ah," panggil Sehun pelan ketika melepaskan pelukan mereka dan menangkup wajah Shixun. "Aku ingin kau tahu, kau selalu memiliki tempat untuk kembali pulang. Aku adalah tempatmu untuk pulang, kau mengerti?" kata Sehun menatap tepat ke mata adiknya itu.

Shixun menatap Sehun, menyadari kesungguhan dimata Hyungnya itu. Sehun selalu menjadi tempatnya untuk pulang. Perasaan hangat menjalar didalam dadanya menyadari fakta itu. Ia mengambil tangan Hyungnya dan megecupnya penuh sayang lalu mengangguk.

"Aku akan pulang, Hyung. Setelah misi ini selesai, aku akan pulang," kata Shixun berjanji.

Sehun tersenyum tampak begitu senang mendengar hal itu dan air mata sedikit menggenang di pelupuk matanya. Matanya melengkung dengan indahnya dan bersinar terang. Sangat cantik, Hyungnya sangat cantik.

"Aku pulang dulu," bisik Sehun pelan dan mengecup pipi Shixun.

Shixun hanya bisa mengangguk meskipun ia tak ingin berpisah lagi dengan Hyungnya itu. Setelah Sehun bertukar salam dengan Kris, Irene, dan Tao, Sehun dan rombongannya mulai berbalik untuk pergi memasuki gerbang keberangkatan.

Shixun hanya menatap kepergian Hyungnya, rumahnya, tempatnya kembali pulang.

Ya, ia akan segera pulang. Ia akan segera pulang setelah misi di Rusia ini selesai, setelah misi pribadinya selesai.

6 bulan. Aku memiliki 6 bulan untuk menyingkirkan Chanyeol, Luhan, dan Kai. Aku akan membuat mereka terbunuh dalam misi dan membayar apa yang telah mereka lakukan pada Sehun.

Aku akan membunuh mereka bagaimanapun caranya.

e)(o

3 Bulan setelah perpisahan di Sheremetyevo – Moscow.

Kris menghela nafas lelah dan menatap langit malam. Hidup dalam 3 bulan ini benar-benar bagai neraka baginya. Bukan hanya memastikan perintah atasannya terlaksana, tapi juga ia harus menjaga agar Chanyeol, Luhan, dan Kai bisa tetap bertahan hidup.

Shixun benar-benar tak terkendali. Tekadnya sudah bulat untuk melakukan segala cara agar ketiga sahabat mereka itu lenyap. Kris sudah bicara berkali-kali, tapi kupingnya bagai tersumbat dan tak mengubah apapun.

Kris mencoba mencaritahu apa yang sebenarnya membuat Shixun seperti ini, sayangnya sahabatnya yang satu itu benar-benar menutup mulutnya rapat-rapat.

"Kai, Luhan, dan Chanyeol pernah melakukan kesalahan padaku 5 tahun lalu, sebelum kembali ke Korea. Tapi mereka tak mengingatnya, aku juga— bagiku itu tak lagi penting."

Perkataan Sehun kembali terngiang dalam benak Kris. 5 tahun lalu, sebelum kembali ke Korea. Itu berarti ketika mereka ada di Inggris? Apa ketiga orang itu akan mengingatnya jika Kris memancing ingatan mereka?

"Oh, kau belum tertidur," kata Luhan yang duduk disampingnya.

"Kau juga," komentar Kris.

"Aku sulit tertidur jika belum memastikan Shixun benar-benar tidur. Dia seperti takkan melewatkan kesempatan untuk membunuhku dalam tidurku," kata Luhan menghela nafas. "Apa yang sebenarnya terjadi ketika aku pergi dengan rombongan Krystal? Tak ada satupun yang memberitahu kejelasannya padaku!"

"Ini menyangkut Sehun," jawab Kris tetap tenang.

"Sehun? Dan apa hubungannya denganku, Chanyeol, dan Kai?" tanyanya heran.

Kris mengangkat bahu. "Shixun tak mau buka mulut untuk bicara, tapi Sehun sempat memberitahuku sesuatu."

"Memberitahumu sesuatu?"

"Dia mengatakan kalian bertiga pernah melakukan kesalahan padanya 5 tahun lalu ketika kalian masih di Inggris, sebelum kembali ke Korea. Katanya kalian tak ingat dan ia juga tak mempermasalahkan itu lagi. Tapi ketika ia memberitahu Shixun, Shixun langsung mengamuk," kata Kris menjelaskan.

"Kami tak ingat? Kesalahan apa?" tanya Luhan benar-benar bingung.

"Entahlah. Mungkin kalian terlalu mabuk untuk mengingat—" Kris membeku dan tak melanjutkan omongannya begitu menyadari apa yang ia bicarakan.

Mabuk. Mungkinkah itu sebabnya mereka tak ingat? Lalu apa yang mereka lakukan ketika mabuk?

"Mabuk," ulang Luhan menerawang.

Kris menatap sahabatnya itu. "Apa kau ingat pesta terakhirmu sebelum kembali ke Korea?"

Luhan hanya menatap menerawang tak menjawab pertanyaan Kris, seakan mencoba mencari dalam ingatannya. Tiba-tiba matanya membelalak lebar dan tubuhnya menegang kaku, seakan darah membeku diseluruh tubuhnya.

"Shit!" maki Luhan dengan tubuh gemetar, menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Luhan?"

"SHIT!" makinya lagi, kini terdengar begitu lirih.

"Kau ingat sesuatu?" tanya Kris perlahan.

"A-aku tak ingat se-semuanya. Ta-tapi kami mengadakan pes-pesta kecil-kecilan sebelum kembali ke Korea. Di apartemen Kai dan Sehun, itu ide Kai. Aku awalnya menolak, me-mengatakan a-aku takut ka-kalau aku menyakiti Se-Sehun karena terlalu mabuk. Tapi Kai bi-bilang ia yang a-akan menjadi pen-penjaga, ia takkan minum terlalu banyak dan ia juga bilang Sehun per-pergi ke rumah dosennya. A-aku tak ingat apa-apa lagi, ter-terakhir kuingat, Sehun belum pulang," kata Luhan lirih, menceritakan dengan gemetaran.

"Kau tak ingat apa-apa tentang yang kau lakukan pada Sehun," kata Kris menyimpulkan.

Luhan mengusap air matanya kasar, Kris baru menyadari bahwa sahabatnya ini menangis. "A-aku memang tak ingat, ta-tapi aku tahu itu se-sesuatu yang sangat bu-buruk, Kris,"bisik Luhan dalam bahasa mandarin.

"Apa maksudmu?" tanyanya juga menggunakan bahasa mandarin.

"Ke-ketika ka-kami kembali ke Korea. Se-sebelum ka-kalian mengajak kami berga-gabung, i-ingat kita mengunjungi Sehun di rumah sakit?"

Kris terdiam sebentar. Ah, perpisahan terakhirnya dengan Sehun 5 tahun yang lalu. "A-ada apa dengan itu?"

Luhan meneguk ludahnya kasar. "Se-Sehun memakai ba-baju pasien le-lengan panjang, kan?"

Kris kembali mengangguk, menyimak baik-baik.

"A-aku me-melihat se-sedikit. Per-pergelangan ta-tangan kiri Sehun terbalut de-dengan perban. Ke-ketika ia tertidur dan ka-kalian terlalu sibuk u-untuk menyadari, aku me-meriksa ber-berkas medis Sehun. Me-mereka menuliskan percobaan bunuh diri," kata Luhan terisak. "Shit! Shit! Apa yang sudah kulakukan pada Sehun sebenarnya?!" seru Luhan frustasi, menyesal, merasa begitu bersalah. Seluruh tubuhnya bergetar hebat, mencoba menahan amarahnya, amarah yang ia tunjukan pada dirinya sendiri.

Kris hanya bisa terdiam mendengar itu, lalu ia meremas bahu Luhan pelan dan mengusak rambut cokelat-kemerah pria itu dengan lembut. "Jangan katakan ini pada Shixun, minta maaflah pada Sehun langsung begitu misi ini selesai," kata Kris tetap tenang meski tangannya juga bergetar karena amarah.

Sejujurnya ia ingin mengamuk. Ia ingin menghajar Luhan saat ini atas kesalahannya pada Sehun apapun itu, tapi bagaimana ia bisa menghajar sahabatnya itu jika Luhan saja tampak begitu hancur begitu menyadari kesalahannya?

Luhan hanya mengangguk dan tak lagi menahan tangisnya. Tangis penyesalan. Tangis penuh amarah. Tangis penuh kebencian pada dirinya sendiri. Tangis penuh kekecewaan, pada dirinya sendiri.

Kris hanya membawa Luhan ke pelukannya dan menutup matanya, menghela nafas dalam. Tuhan, kami sudah terlalu menyakiti Sehun sejak dulu, beri kami satu kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Hanya satu kesempatan, untuk mengembalikan kebahagiaan Sehun yang kami renggut secara egois, batin Kris. Hanya satu kesempatan.

e)(o

6 Bulan setelah perpisahan di Sheremetyevo – Seoul.

Sehun menghela nafas lelah dan menyandarkan kepalanya di sandaran kursi kerjanya. 72 jam ia mendekam di ruang kantornya ini. Ia tidur di sofa 2 jam perhari sebelum kembali bekerja. Beberapa bulan ini sangat berat baginya. Butuh hampir 4 bulan untuk membuat Xiumin percaya padanya bahwa tujuan Zurugawt Corp. masuk ke Jenguk Grup untuk merebutkan kembali Jenguk Grup atas perintah Kim Youngmin. Untungnya Jongdae lebih mudah untuk diajak duduk bersama dan bicara sehingga sangat membantu dalam meyakinkan Xiumin meski mereka harus sempat mengalami cukup banyak kerugian dalam 4 bulan ini.

Tidak hanya itu, bahkan setelah meyakinkan Xiumin, rencana mereka masih bisa bocor kepada CEO Heigh membuat kerugian mereka semakin bertambah. Xiumin kembali mencurigai Sehun, hingga akhirnya keduanya mencoba menguji orang-orang mereka masing-masing. Xiumin memberi info proyek palsu pada Jongdae, hanya pada Jongdae untuk melihat apakah info bocor atau tidak, kenyataannya tidak, itu artinya Jongdae bukanlah pengkhianatnya.

Sehun menguji Baekhyun dan Suho, sebagai orang kepercayaannya yang mendampinginya melawan CEO Heigh. Baekhyun juga lolos, bukan dia pengkhianat diantara mereka, tapi Suho… Suho tak lolos. Ia membocorkan proyek palsu itu pada CEO Heigh dan berikutnya proyek palsu yang Sehun berikan pada Baekhyun juga lolos. Ketika Sehun bertanya apakah Baekhyun ada memberitahu seseorang tentang proyek itu, Baekhyun menjawab bahwa ia meminta maaf pada Sehun dan sejujurnya ia memberitahu Suho tentang proyek palsu itu.

Jadi bisa disimpulkan bahwa Suho-lah yang mengkhianati mereka. Suho yang membocorkan semua rencana mereka pada CEO Heigh.

A•R

FLASHBACK 2 Weeks Ago

"Aku tak heran. Mungkin Suho-hyung masih tak terima ia tak mendapatkan Jenguk Grup," kata Jongdae dalam rapat tertutup mereka, hanya Sehun, Xiumin, dan Jongdae. "Berhubung Samchon berusaha untuk merebut kembali Jenguk Grup, mungkin Samchon juga menawarkan posisi tinggi untuk Suho-hyung di Jenguk Grup sehingga Suho-hyung berpindah pihak."

"Tapi aku bingung kenapa Baekhyun memberitahu Suho?" tanya Xiumin heran.

"Aku punya tebakan, tapi aku tak ingin mengatakannya tanpa bukti. Keduanya cukup berbeda sejak kami kembali ke Rusia," komentar Sehun datar, matanya menerawang.

"Mereka tidur bersama, kan? Baekhyun dan Suho. Mereka bermain dibelakang Kyungsoo," kata Jongdae mendengus.

Dahi Sehun sedikit berkerut. "Itu tuduhan yang serius, Hyung," protes Sehun.

"Tapi itu juga tebakanmu, kan?" tanya Xiumin menatap si paling muda diantara mereka. "Kau juga bisa menebak Suho dan Baekhyun tidur bersama, dibelakang Kyungsoo. Kau masih mencari bukti."

"Aku hanya tak ingin mengada-ada," jawab Sehun menghela nafas.

"Aku melihat mereka keluar-masuk hotel berjarak 45 menit dari kantor kalian. Tempat yang jarang dikunjungi oleh Kyungsoo. Aku sudah terlalu sering menangkap basah mereka 5 bulan ini," kata Jongdae. "Aku memiliki terlalu banyak bukti, orangku sudah mengikuti mereka."

"Kau memberitahu Kyungsoo-hyung?" tanya Sehun datar, namun matanya menunjukan kewaspadaan, kepanikan, kecemasan.

"Tentu saja tidak," jawab Jongdae menghela nafas. "Aku tak berani untuk melihatnya menangis karena ini. Bukti itu hanya kusimpan rapat-rapat."

"Kyungsoo bukan pria bodoh, ia pasti tahu sesuatu telah terjadi antara Suho dan Baekhyun. Apa dia tak ada menanyakan sesuatu padamu, Hun?" tanya Xiumin pelan.

Sehun menggeleng pelan. "Kurasa Kyungsoo-hyung berusaha bersikap bahwa semua baik-baik saja," jawab Sehun menghela nafas.

"Aku tak tahu apa yang ada dipikiran Baekhyun, apakah ia tak menyadari Suho hanya memanfaatkannya untuk mengorek info darimu? Suho menyadari Baekhyun orang kepercayaanmu, ada sesuatu yang hanya kau katakan pada Baekhyun dan tidak padanya. Ia meniduri Baekhyun untuk mengorek info darinya. Apakah Baekhyun benar-benar tak menyadari itu?" tanya Xiumin heran.

"Aku juga tak tahu, Hyung," kata Sehun menutup matanya dan menghela nafas. "Dilihat 5 bulan telah berlalu dan mereka masih melakukannya, kurasa ia tak tahu sama sekali. Aku hanya tak habis pikir bagaimana mungkin Baekhyun-hyung bisa mengkhianati Kyungsoo-hyung."

"Jadi kita akan biarkan saja seperti ini?" tanya Jongdae. "Sejujurnya aku sudah lelah menutup mata dengan perselingkuhan mereka, tapi aku terlalu pengecut untuk membukanya pada Kyungsoo."

"Kita sudah dewasa, ada hal-hal yang tidak boleh kita lewati batasannya. Lebih baik kita tunggu hingga Kyungsoo yang bicara, jika Kyungsoo bertanya kita akan beritahu tanpa menutupi apapun," kata Xiumin menyarankan.

Sehun kembali menghela nafas, tahu bahwa kemungkinan besar ialah yang didatangi Kyungsoo pertama menyangkut perselingkuhan ini. "Aku mengerti, Hyung," kata Sehun pelan, menyetujui saran Xiumin.

e)(o

Kyungsoo masih tak mengajaknya bicara, tapi Sehun tahu Hyungnya tersayang yang satu itu jelas mengetahui sesuatu. Sehun hanya tak tahu sejauh mana Kyungsoo tahu tentang Suho dan Baekhyun. Sehun bahkan tak tahu apa yang ia harapkan, Kyungsoo mendatanginya untuk bicara masalah ini agar bisa selesai atau membiarkan keadaan tetap seperti ini, dimana semua orang menutup mata terhadap Suho dan Baekhyun.

Jika bisa, Sehun hanya ingin semua ini selesai tanpa setetes air matapun terjatuh dari pria sebaik Kyungsoo-hyungnya itu. Tapi jelas itu adalah hal yang mustahil.

Sehun berharap ia bisa mendiskusikan ini dengan Krystal dan Taemin, tapi ia tak ingin mengganggu keluarga kecil yang baru memiliki tambahan keluarga baru itu. Ya, Krystal sudah melahirkan 4 bulan yang lalu, seorang bayi laki-laki yang sangat sehat bernama Lee Taejoon. Sehun tak bisa menahan tangis harunya ketika melihat sahabat yang sangat ia sayangi itu melahirkan tanpa masalah suatu apapun.

Kondisi semakin buruk dan buruk setelah Krystal melahirkan, Sehun dan Taemin setuju untuk mengamankan Krystal dan Taejoon ke China sebulan setelah Taejoon lahir dengan persiapan yang matang dan menggunakan Jet Pribadi Sehun. Tentu Taemin harus ikut dengan Krystal meski Krystal dan Taemin sudah setuju bahwa Taemin tinggal di Korea bersama Sehun, untuk menjaga Sehun. Tapi Sehun tetaplah Sehun, ia seorang CEO yang bisa menjadi keras kepala pada waktunya, jadi ia berhasil menyuruh Taemin pergi bersama Krystal dan Taejoon ke China, dibawah naungan Keluarga Wu.

Sang CEO muda memutar kursinya hingga menatap pemandangan malam kota Seoul, begitu indah terlihat dengan lampu-lampu yang hidup. Ia merindukan Shixun, ia merindukan Kai, ia merindukan teman-temannya di Rusia. Bagaimana kabar mereka? Apakah misi mereka sudah selesai?

Apakah Shixun akan pulang sesuai janjinya?

Apakah… Kai akan pulang juga?

Mungkin bagi Kai semua sudah selesai. Semua hanya sebatas waktuku di Rusia. Tak ada kelanjutan lagi setelah itu. Karena jalan kita sudah berbeda, batin Sehun tersenyum miris.

Pintu ruang kerjanya terbuka membuat Sehun memutar bangkunya sedikit untuk melihat siapa yang datang. Baekhyun dan Seulgi sudah pulang sejak sore, mungkin Sehun satu-satunya yang berada di lantai ini. Ia terkejut menemukan Kyungsoo berjalan dengan 2 mug di tangannya.

"Hei," sapa Kyungsoo tersenyum lemah pada adiknya. "Aku membuatkanmu kopi, semoga saja bisa seenak yang Seulgi biasa buat," katanya meletakan kopi Sehun di mejanya.

"Kau belum pulang, Hyung," kata Sehun menyeruput kopinya. Rasanya pas, sama persis dengan biasa yang Seulgi buatkan untuknya.

Kyungsoo hanya terdiam dan menatap ke mugnya, tak menjawab Sehun. "Apa kau sibuk? Aku mengganggumu?" tanya Kyungsoo.

"Tidak, aku sedang istirahat," jawab Sehun bangkit berdiri. "Duduklah disini, Hyung," kata Sehun menarik tangan Kyungsoo pelan dan mendudukan Hyungnya itu di kursinya. Ia mengambil kursi lainnya dan duduk disamping Kyungsoo, menghadap ke pemandangan malam kota itu.

Hening. Hanya keheningan yang begitu nyaman diantara kedua pria itu. Hanya hening dan menikmati pemandangan di hadapan mereka sambil sesekali menyeruput minuman mereka.

"Kau sudah tahu, kan? Tentang apa yang ingin kubicarakan," kata Kyungsoo memecah keheningan.

Sehun tak menjawab dan hanya menatap kopinya. Dadanya terasa berat untuk mengatakan kebenarannya pada Kyungsoo. Mungkin aku juga sama seperti Jongdae-hyung. Kami terlalu pengecut untuk melihat Kyungsoo-hyung menangis, pikir Sehun.

"Aku berharap seseorang memberitahuku, bahwa apa yang kurasakan, kulihat adalah hal yang salah. Bahwa semua itu hanya karena aku terlalu mencintai Joonmyeon dan hanya sekedar kecemburuan buta yang bodoh," kata Kyungsoo memulai, tak menatap Sehun sedikitpun. "Aku berusaha menutup mataku, tapi hatiku tak mengizinkannya."

Sehun terdiam sejenak, sebelum memberanikan diri mengangkat wajahnya. Ia melihat pemandangan yang membuat hatinya teremas dan menyakitkan, Kyungsoo menangis. Kyungsoo menangis dalam diam.

"Berapa lama kau tahu ini, Hyung?" tanya Sehun lirih.

"Sejak awal."

Sehun terkejut namun juga tak terlalu terkejut. Kyungsoo adalah pria yang cerdas dan peka terhadap situasi. Tak heran jika Hyungnya ini bisa menebak dari awal. Jika Kyungsoo baru menunjukkan ia menutup mata tentang ini 2-3 bulan terakhir, itu artinya Kyungsoo terlalu pintar berakting untuk menutupi perasaannya.

Mungkin karena Kyungsoo-hyung sudah terlalu lelah dengan semua ini makanya ia menunjukan bahwa ia sudah tahu tapi tak mengambil tindakan. Baekhyun-hyung dan Suho-hyung terlalu sibuk dengan hubungan mereka sampai tak menyadari ini, batin Sehun.

"Berapa lama kau tahu ini, Sehunnie?" tanya Kyungsoo menengok pada Sehun dengan air matanya dipipinya.

Sehun mengusap air mata Kyungsoo dengan lembut meski air mata itu tak berhenti mengalir. "Aku menebak-nebak cukup lama, tapi baru mendapatkan buktinya 2 minggu yang lalu dari Jongdae-hyung."

Kyungsoo bergumam mengerti dan menurunkan tangan Sehun dari wajahnya. "Aku ingin kau memelukku," bisik Kyungsoo tersenyum lemah diantara air mata yang terjatuh.

Sehun tak mengatakan apa-apa. Pria itu meletakan mugnya di meja dan pergi ke area sofa. Sehun menarik salah satu sofa panjang disana ke samping meja kerjanya dan memutarnya menghadap ke arah kaca transparan itu. Ia menghempaskan tubuhnya di sofa itu dan bergeser, memberikan tempat bagi Kyungsoo.

"Bukankah Hyung ingin kupeluk?" tanya Sehun menepuk-nepuk sofa itu.

Kyungsoo tertawa. Ya, ia tertawa meski air matanya mengalir. Pria itu meletakan mugnya di meja kerja Sehun dan pindah ke sofa. "Kau benar-benar tak berubah, Sehunnie. Selalu memperlakukan orang dengan manis," kata Kyungsoo menghempaskan dirinya ke pelukan Sehun.

"Hanya untuk Hyungku yang kusayang," kata Sehun tersenyum kecil dan mengecup pipi Kyungsoo yang bersimbah air mata lalu memeluk Kyungsoo erat dengan kedua lengan kurusnya, menyandarkan kepalanya dibahu kecil Kyungsoo dan menatap pemandangan malam Seoul itu.

"Jadi Jongdae sudah tahu juga tentang ini," kata Kyungsoo menghela nafas pelan.

Sehun mengangguk tanpa mengangkat kepalanya atau melepaskan pelukannya. "Minseok-hyung juga tahu," tambah Sehun.

Kyungsoo hanya bergumam mengerti.

"Apa kau tahu kenapa mereka melakukan ini, Hyung?" tanya Sehun pelan.

Kyungsoo menghela nafas panjang ketika mendengar pertanyaan itu. "Aku sudah menjadi pacar Suho hampir 10 tahun lamanya, Sehunnie. Aku mengenal dia jauh lebih baik dari yang kalian kira."

Sehun terdiam mendengar itu dan memeluk Kyungsoo semakin erat.

"Kau tahu, kami berencana untuk menikah setelah ia diangkat menjadi CEO Jenguk Grup atau setidaknya COO. Sayangnya takdir berkata lain dan semuanya kacau. Ia memintaku untuk menunggu. Entah menunggu sampai kapan karena telah 5 tahun berlalu ia masih belum melamarku. Aku tak meragukannya, karena aku tahu ia tak pernah bermain dibelakangku," kata Kyungsoo dengan suara bergetar. "Joonmyeon sangat menginginkan Jenguk Grup, Sehunnie. Itu sudah menjadi ambisinya bahkan ketika ia masih remaja. Aku tahu suatu saat ini akan terjadi, ia meniduri Baekhyun atau Seulgi sebagai pelumas untuk mendapatkan apa yang ia inginkan berhubung ia tak bisa menidurimu karena bahkan kau tak suka disentuh orang lain."

Kyungsoo kini terisak sekarang dan Sehun tak bisa melakukan apapun selain memeluk Hyungnya dengan erat. Hatinya terasa sakit mendengarnya. Tapi yang lebih menyakitkan adalah mengetahui bahwa ia tak bisa melakukan apa-apa.

"Kenapa kau masih bersamanya, Hyung? Suho-hyung tak pantas mendapatkanmu," kata Sehun lirih dan perlahan air matanya tak lagi tertahankan.

"Karena aku mencintainya, sesimpel itu. Bukankah itu juga yang kau rasakan pada Jongin? Bukankah itu alasannya kau memberinya kesempatan untuk memulai semuanya kembali meski waktu kalian hanya 10 hari?" kata Kyungsoo lembut mengusap rambut Sehun.

Sehun terdiam mendengar itu. Ia hanya bisa menutup matanya dan membiarkan air matanya terus mengalir. Karena apa yang Kyungsoo katakan memang benar, 6 bulan ini ia mulai bisa merasakan. Ia mulai merindukan Shixun dan Kai. Ia bisa merasakan sakit karena terlalu merindukan mereka. Ia tak tahu apakah ia sudah kembali jatuh cinta pada Kai atau belum, tapi yang pasti ia merindukan pria itu. Sangat merindukannya.

"Aku sudah memutuskan untuk tak berdiam diri lagi," kata Kyungsoo pelan tapi pasti. "Jika memang Joonmyeon akan terus terobsesi dan menghalalkan segala cara untuk mencapai ambisinya, maka aku yang akan mundur dari hidupnya. 10 tahun sudah terlalu lama, bukan begitu?"

Sehun hanya mengangguk. Mendukung keputusan Kyungsoo dengan sepenuh hati. Hyungnya itu sangat tegar dan bijaksana, Sehun hanya bisa berharap jika memang hubungannya dengan Suho harus berakhir, Kyungsoo bisa menemukan pria yang berkali-kali lipat jauh lebih baik. Pria yang menghargainya, menjaganya, dan memperlakukannya layaknya seorang ratu. Pria yang pantas mendapatkannya.

Aku menyayangimu, Kyungsoo-hyung. Aku akan menemanimu menghadapi semua ini, aku berjanji, batin Sehun bersumpah.

TBC•

NO EDIT, MAAPKEUN TYPO TT

TERIMA KASIH BANYAAAAAAK REVIEWNYAAAAAA~~~

Hikseu hikseu udah lama banget yaaa cerita ini gak di update TT

Maapkeun ya, baru nemu feelnya. Dan aku rada stuck untuk nyambunginnya. Jadi maapkeun yaaa kalau feelsnya kurang atau terlalu aneh mungkin juga karena alurnya kecepetan di chap ini(?)

Di chap ini fokusnya malah SuBaek ama SuSoo ya, gak papalah ya kan mereka juga karakter penting di cerita ini hehehe. BTW, AKU SEDIH SENDIRI IH NULIS KYUNGSOO DIGINIIN TT /apasih thor -_-/

Pokoknya mohon kritik sarannya yaaa :D

Dan ini udah mulai masuk ke klimaks ceritanya. Mungkin cuman perlu 4-5 chap dan akhirnya cerita ini tamat HEUHEUHEUHEU.

SPOILER NEXT CHAP: XunHun – KaiHun kembali bertemuuuuuu xD

SEMOGA MASIH MINAT YAAAA :D

-willis.8894

P.S: Seharian ini update 3 FF (1 FF di watty) jangan bosan padaku yak HEUHEUHEU. Aku lagi punya waktu kosong seharian kupake buat nulis doang xD