My Wife?
Disclaimer: Masashi Kishimoto
RATE : T – M (Just Lime Or More)
Genre: Romances
Fic ini terinspirasi dari komik yang lumayan lama sih tahun 2005-2006 akan saya beritahu judulnya jika fic ini sudah tamat. Oke?
Sumarry : Sasuke seorang bocah laki-laki berumur 12 tapi sudah mempunyai calon istri yang tidak lain adalah sepupu yang tidak pernah ia temui./ "Aku Hyuuga Hinata calon istrimu"/ "Kau tahu sendirikan kalau Sasuke masih anak-anak"/ "Sasuke masih belum bisa bikin anak ya?"/
DON'T LIKE, DON'T READ!
REMEMBER! DON'T LIKE, DON'T READ!
"Selamat pagi, Sasuke." Sapa Hinata ramah pada Sasuke pagi itu. Rona merah tipis menghiasi kedua pipi Sasuke, karena Hinata hanya memakai celana dalam dan tanpa atasan.
"Masuk kedalam bak gak boleh pakai celana dalam lo," Ujar Sasuke yang mencoba memperingatkan Hinata sambil sesekali dia mengalihkan pandangan matanya menghindari Hinata yang semakin membuat muka Sasuke semakin merah merona.
"Hm? Jadi, harus lepas celana?" Hinata memiringkan kepalanya kesamping memandang Sasuke dengan wajah polosnya, lalu Hinata berdiri dan bersiap untuk melepas celana dalamnya, " EITTSSS, KAMU NGAPAIN?!" Teriakan heboh dari Sasuke membuat Hinata menghentikan tangannya saat akan melepaskan celana dalamnya.
"Katanya gak boleh pakai celana dalam?" Tanya Hinata, Sasuke hanya terdiam memandang Hinata lalu menghela hafas,"Tapi jangan lepas didepanku dong."
"Oh…" Hinata hanya menganggukan kepalanya lalu kembali pada aktivitasnya, merasa penasaran dengan apa yang sedang dilakukan oleh calon istrinya yang masih belum diakuinya, Sasuke menjulurkan kepalanya mengintip apa yang tengah dikerjakan oleh Hinata.
"Kamu sedang apa sih," Sasuke merasa penasaran dengan yang dikerjakan oleh Hinata pagi ini dikamar mandi.
"Ini nih, semalam dia kekeringan, sih." Jawab Hinata tersenyum pada Sasuke, " Lalu harus dibasahi begini," Terang Hinata, sambil sesekali tangannya menyirami objek yang berada di bak mandi rumah Sasuke.
"Apa itu," Sasuke semakin penasaran dengan objek yang di sirami Hinata.
"Ini benda berharga milik Hinata," Hinata tersenyum manis menatap objek yang berada di hadapannya. Terlihat sebuah telur bercorak indah, berwarna putih dan kecoklatan.
TRRRKKKK
Telur yang berada di depan Hinata bergerak pelan, "WAAAAA, Ta-tadi dia bergerak," Sasuke langsung mundur selangkah, dia terkejut karena telurnya bergerak.
"Ternyata lebih cepat dari dugaanku," Hinata mendekatkan telur di dekat telinganya.
"Cepat apanya?!"
"Sasuke beruntung deh, di Savalov sendiri jarang bisa lihat kelahirannya, lho,"
TRAAKKKK…..
"Lahir? Memangnya apa yang bakal lahir?" Sasuke terus memperhatikan telur yang sepertinya akan menetas di depannya.
PREEEKK…. KREEEKKK… PREEEKKK….
"INI APAAANNN, SIH!?" Seekor makhluk mungil telah menetas dari telur yang saat ini tengah di tunjuk dengan heboh oleh Sasuke. Makhluk mungil itu adalah seekor penyu berwarna putih atau bisa kita sebut penyu albino.
"I, I, I, I….. INI APA!?" Teriak Sasuke heboh, dia menoleh kearah Hinata meminta penjelasan yang hanya di balas tepukan kegembiraan oleh Hinata dan senyuman.
"Itu… yah itu…. Penyu… di Savalov namanya Linganae!" Hinata masih tersenyum riang menatap Sasuke.
"Penyu yang akan membuat orang bahagia yang melihatnya, sih." Terang Hinata, Sasuke hanya bengong menatap Hinata, dia pun berlari keluar," TUNGGU BENTAR! TUNGGU BENTAR! TUNGGU BENTAR!"
Sasuke berlari menuju kamarnya dan mencari buku di rak sebelah meja belajarnya, setelah menemukan buku yang dicarinya, ia mengambil dari rak dan membukanya.
SRAAKK…
JRENG….
Penjelasan yang dibuku: Penyu Albino atau bisa disebut dengan Tukik albino sangat langka. Mungkin terjadi pada tingkat satu dari ratusan ribu telur yang diletakkan. Tapi peluang bertahan hidup bagi si penyu di perairan bebas tak bisa dipastikan.
Sasuke berlari kembali ke kamar mandi dengan membawa buku ditangannya. Dia melihat penyu yang berada di tangan Hinata sambil beberapa kali melihat gambar yang berada di bukunya berusaha mencocokan bahwa penyu yang berada di tangan Hinata adalah makhluk langka yang sama dengan yang berada di bukunya.
Sasuke terlalu serius membaca bukunya hingga tidak menyadari bahwa Hinata berada di sebelahnya, ikut membaca apa yang ada dibuku, "HOOOOOOOO," Ucap Hinata yang tanpa sengaja menghembuskan nafas tipis di telinga kanan Sasuke.
"JANGAN DEKAT-DEKAT, AH!" reflex Sasuke menjauhi Hinata, dia panik dan gugup saat merasakan telinganya di tiup oleh Hinata meskipun Hinata tidak bermaksud meniupnya.
"Bacanya bareng-bareng dong." Hinata menumpukan kedua tangannya di atas pahanya menghadap Sasuke yang masih hanya mengenakan celana dalam tanpa atasan yang hanya ditutupi oleh rambut panjangnya untuk menutupi bagian atas depannya.
"Sasuke, sudah cuci mukanya?" teriak Mikoto dari bawah, yang merasa bahwa Sasuke terlalu lama untuk cuci muka, Mikoto naik kelantai dua.
"Waduh! Ada Ibu! Cepat sembunyi! Sembunyikan sana!" Sasuke semakin panik saat mendengar langkah kaki ibunya yang semakin dekat. Ia menyuruh Hinata untuk cepat-cepat menyembunyikan penyu yang berada di tangan Hinata.
"Kamu sedang apa? Ayo cepat selesaikan sarapan paginya." Kata Mikoto di depan Sasuke yang saat itu menutup pintu kamar mandi yang di dalamnya terdapat Hinata dan Penyu.
"I….IYA, aku turun sekarang kok bu," Jawab Sasuke gugup. Dia mendorong ibunya untuk kembali kebawah dan Sasuke berjalan dibelakangnya.
"Nggak usah dipanggil sampai ke atas dong."
"Kalau kamu lihat Hinata, tolong sekalian diajak yah." Mikoto turun dan kembali ke dapur. Melihat ibunya sudah turun, Sasuke kembali ke kamar mandi," FUUHH, dasar ibu deh."
"Kita kasih lihat ke mama juga ya?" Hinata mengangkat penyu yang berada di tangannya ke hadapan Sasuke.
"Gak usah deh, jangan macem-macem," cegah Sasuke.
"Kalau tiba-tiba dikasih lihat makhluk begitu, dia bakalan pingsan. Ibu benci banget sama ular, kadal dan sebangsanya." Jelas Sasuke panjang lebar.
"Oh, ya…"
"Padahal kalau lihat bakalan bahagia," Hinata masih menatap penyu yang berada ditangannya dengan mata berbinar-binar.
"Sudah, pakai pakaian mu sana, jadi malu nih." Ujar Sasuke menyerahkan pakaian atas Hinata dengan wajah merah, namun tidak digubris oleh Hinata.
.
.
.
"Lho?" Fugaku menghentikan langkahnya, laki-laki paruh baya itu merasa ada sesuatu yang terlewatkan, " Kenapa?" Tanya Mikoto pada suaminya.
"Ah nggak," Fugaku menggelengkan kepalanya dan mengambil tas kerjanya dari Mikoto," yah, sudahlah nanti kubicarakan saat pulang."
"Hati-hati dijalan."
SET…SET…
Sasuke menyisihkan daging dari ikan bakar yang dimakannya, sambil sesekali melihat ibunya yang sedang membersihkan rumah," Kamu sedang apa?" Tanya Hinata, yang melihat Sasuke tengah memasukan daging ikan bakar yang tadi ia sisihkan kedalam plastik putih kecil.
"Harus bawa makanan untuk dia, dia bisa makan ikan bakar gak yah?"
"Kalau makanan, paling bagus ikan kecil yang hidup."
"Ikan kecil yang hidup? Yah gak ada lah," Sasuke melotot menatap Hinata. Hinata menolehkan kepalanya kebelakang,"ada, di sana ada, ada."
Hinata menatap akuarium milik keluarga Uchiha, dan berjalan menuju akuarium, Sasuke menempelkan mukanya ke kaca akuarium.
"Ikan ini, sih bukan untuk dimakan, tapi ikan hias," Sasuke melotot saat melihat Hinata yang sudah naik kursi bersiap untuk menangkap ikan kecil.
TEP…
"Wah, sehat banget," Hinata menatap ikan kecil yang terada di tangannya yang masih hidup.
"DENGAR OMONGAN ORANG DONG!" Teriak Sasuke.
"Kenapa Sasuke, kok teriak-teriak?" Mikoto menghentikan sejenak kegiatannya menatap anak bungsunya.
"Nggak ada apa-apa kok, bu."
KAMAR SASUKE.
"…!" Sasuke melotot saat melihat penyu yang berada di baskom tidak ada. Sasuke panik dan mencari penyu yang hilang.
"Si albino nggak ada!" Sasuke menghadap Hinata yang baru saja datang ke kamarnya.
"HOOOOO…."
"HOOOOO, Apanya! Bantu cari dong!" Sasuke semakin panik melihat Hinata yang masih santai saat si albino tidak berada di tempat yang seharusnya, baca : baskom.
"Iya…iya."
Mendengar keributan di kamar adiknya, sebagai kakak yang baik, Itachi berjalan ke kamar Sasuke dan melihat Sasuke dan Hinata tengah sibuk tentang sesuatu," Sedang cari apa?"
"AARRGGHH! Nggak ada apa-apa kok, kak."
DUK
Tanpa sengaja pantat Hinata menyenggol pantat Sasuke dan Sasuke jatuh ke samping tempat tidur dan menemukan si penyu albino. Raut wajah penuh kelegaan tampil di wajah Sasuke," Ketemu."
"Padahal sudah di masukkan ke dalam baskom, pakai keluar segala, sih." Sasuke meletakkan penyu di kedua tangannya.
"Itu apa sih?" Tanya Itachi melihat benda di kedua tangan adiknya.
"BONEKA!"
"Aku dapat di game center."
"HUMMM" Itachi menatap curiga benda yang berada di tangan Sasuke, ia pun mengangkat kedua bahunya dan keluar pergi dari kamar Sasuke.
Sasuke meletakkan albino kembali ke baskom, Hinata memberikan makan ikan hias yang di tangkapnya dari akuarium kepada penyu, yang di makan habis.
"HOWAHHH, ditelan semua," Sasuke takjub menatap penyu albino milik Hinata tampak lahap memakan ikan hias miliknya.
.
.
.
TAMAN.
"Ada apa Sasuke, kenapa meneleponku untuk datang ke taman?" Naruto menatap bingung Sasuke yang tidak biasanya meneleponnya dan meminta dirinya datang ke taman, biasanya dirinya yang menelepon Sasuke kalau mau main.
"Ini karena aku tidak mau ada yang tau, ini rahasia kita." Sasuke menatap Naruto penuh rahasia. Naruto menekuk kedua alisnya, bingung dengan perkataan dari Sasuke. Tanpa banyak menunggu Sasuke mengambil baskom yang dibawanya dari rumah dan membukanya, menunjukkan pada Naruto.
"JRENG..JRENGG… Tau ini apa?" Naruto melihat ke dalam isi baskom yang dibuka oleh Sasuke," Ini apa?" Tanya Naruto, gagal paham.
"Dobe! Ini namanya penyu, penyu albino, makhluk ini jarang ada di dunia."
"Mana ada Sasuke?"
"Ada kok, ini di sini."
"Iya juga yah, hehehe maaf, maaf" Naruto tertawa dan menggaruk belakang kepalanya.
"Kamu dapat ini dari mana Teme?"
"Hinata bawa dari pulau asalnya," dengan bangga Sasuke menunjuk Hinata, dan dibalas senyuman manis dari Hinata.
"Memangnya mau kamu apakan?" Tanya Naruto.
"Niatnya mau aku rawat sih, kamu tau cara rawatnya gak Dobe?"
"Heh? Mana aku tau."
"Tapi kalau hewan unik ini pasti banyak yang cari yah."
"Iya yah… pasti terkenal aku…"
Hinata hanya memandang Sasuke dan Naruto yang tengah berdiskusi dan melihat seseorang dibelakang mereka berdua, "Halo." Sapa Hinata pada seseorang yang berada dibelakang Sasuke dan Naruto.
"Kalian bicara apa?"Sakura kini berada di antara Sasuke dan Naruto, " WADUUUHHHH, apa ini? Lucunya?" Teriak Sakura heboh melihat penyu yang berada di baskom Sasuke.
"Kenapa kamu ada di sini Sakura?" Sasuke kaget melihat Sakura berada ditaman, Naruto terjatuh karena kaget mendengar suara Sakura tiba-tiba muncul.
Tanpa menatap Sasuke, Sakura menjawab pertanyaan Sasuke," Suka-suka aku dong berada di mana aja."
"Sepertinya begitu, suamiku." Hinata tersenyum menatap Sasuke.
"Siapa yang suamimu?" Jawab Sasuke sebal karena Hinata seenaknya memanggilnya suami, memangnya dia sudah setuju mereka jadi suami istri.
Sakura menatap Sasuke dengan seringainya," Apa tadi? Suami katanya? Jadi sudah dianggap suami istri nih?"
"Aku juga merasa gak enak tau." Kata Sasuke gugup.
"AAAAHHH, Masa sih." Sakura meletakkan tangannya di dagunya ala detektif," padahal kupikir cowok anak mama sepertimu bakalan senang banget dapat calon istri."
"Gak mungkinlah, tiba-tiba saja didekati cewek yang nggak dikenal sama sekali mana mungkin senang." Hinata hanya tersenyum mendengar perkataan Sasuke.
"UPS," Sadar apa yang dikatakannya dapat menyinggung Hinata, Sasuke menatap Hinata meminta maaf.
"Nggak apa-apa kok," Hinata tertawa maklum. Sedangkan Sakura tertawa senang melihat Sasuke yang merasa bersalah.
Sakura melihat Naruto yang masih betah memandang penyu dalam baskom dan mendekati Naruto," memangnya mau diapakan ini?"
"Mau dipelihara," jawab Naruto.
"Kalau begitu harus dikasih nama dulu."
Sasuke melihat Sakura curiga," gimana kalau Tamagocchu."
"NGGAK."
"Ryukichi."
"Norak ah."
"Ah… kalau gitu, Pisuke."
"Nggak banget!"
"Yah udah deh, terserah kamu," Sakura pasrah, karena semua nama yang disarankannya ditolak oleh Sasuke.
.
.
.
MALAM HARI
KEDIAMAN UCHIHA
KAMAR SASUKE
"Sasuke, mau mandi bareng?" Ajak Hinata santai.
"Mandi aja sendiri sana!"
.
RUANG KELUARGA
Sambil menonton berita di TV Fugaku dan Mikoto tengah berdiskusi tentang Hinata," ayah tiba di pulau itu 30 tahun yang lalu, kan? Dia sampai punya cucu yang seusia dengan Sasuke, kok sepertinya mustahil yah?"
"Iya juga yah, jangan-jangan nggak sedarah?" Mikoto meletakkan tangannya di dagunya memikirkan pertanyaan suaminya.
"Yah… sepertinya bukan anak nakal, nggak apa-apa, deh, tinggal di sini. Paling tidak selama 1-2 minggu ini, kalau ada pesawat yang terbang ke Savalov, kita pesankan tiket untuknya. Dia sepertinya nggak punya tiket untuk pulang." Fugaku menghela nafas memikirkan ulah ayahnya yang seenaknya.
.
.
KAMAR SASUKE
"Ayo Sasuke, kita mandi bersama." Hinata berusaha membuka celana yang dipakai Sasuke, hingga terlihatlah celana dalam warna biru dongker Sasuke.
"Gak mau, sana mandi sendiri."
"Hinata sudah dong, aku malu…"
"Sasuke udah malam nih, yang tenang dong, kita mandi bersama."
"Tidaaakkkkk…."
.
.
DI LUAR KEDIAMAN UCHIHA
Terlihat seorang manusia berjenis kelamin laki-laki memakai topeng dan hanya mengenakan celana pendek tanpa atasan tengah memandang kediaman keluarga Uchiha dalam kegelapan.
"Ketemu juga, Hinata."
WUUUSSSSHHHH
"HUACHIIIMMM!"
To Be Continue.
A/N : Hola minnaa….. I'm back… #ditimpuk_kapak. Hehehehe, gomenne untuk para penggemar cerita Moku-Chan #geer. Sorry karena baru nongol setelah sekian lama gak muncul…. Karena…. Yah real world yang membuatku sibuk… #alasan_lama. Ok, disini aku mau bilang karena ada PM di akunku yang nanya apa aku Hiatus? Jawabannya adalah tidak, yah meskipun update ku lelet lebih dari siput tapi aku tetep bakalan updated sebisaku. Dan maaf kalau fic ini mengalami penurunan kualitas karena lama sekali aku gak nulis jadi mungkin kaku. Gomenne. Terima kasih atas dukungannya yang masih mendukungku untuk terus berkarya di sini, arigatou. Aku masih semangat untuk melanjutkan semua ceritaku di sini, hanya harap maklum kalau updated ngaret sekali hehehe. Ok, sekian dariku, see ya di ceritaku yang lain. Jaa ne….
