Cahaya Ku
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Author : Ryota-kun
Warning : OOC, Miss Typo, Please Enjoy.
Pairing : SasuHina / Slight NaruHina
Chapter 2 : Kiss
Lima Belas Tahun Kemudian.
"Ahh.. Akhirnya selesai juga" kata gadis cantik yang sedang membenarkan tatanan rambutnya yang sudah memanjang.
"Hina-chan, sudah selesai? Mari makan malam dulu" ajak Kushina
"Baik Ka-san, nanti aku menyusul" jawab Hinata
"Segera ya, Tou-san juga menunggu" kata Kushina lalu pergi meninggalkan Hinata
"Baik Ka-sanku yang cantik" sambung Hinata
"Hahaha.. memang Ka-san cantik" kata Kushina dengan sedikit teriak karena sudah belalu dari kamar Hinata
"Hihihiii" tawa Hinata.
Sedangkan Hinata kembali menyimpuni sisa-sisa barangnya yang tak terpakai. Tetapi saat mengangkat kardus ke atas lemari
"Buukk".. bunyi benda jatuh dari kardus membuat Hinata sedikit terkaget lalu melihat benda yang jatuh tersebut.
Sebuah buku sketsa dengan posisi terbuka dengan pensil yang terlepas di dalam lipatan buku tersebut. Menampilkan beberapa garis-garis sketsa yang sangat indah. Dia ingat ini adalah buku sketsa hadiah ulang tahunnya yang ke-3. Setelah kejadian itu Hinata memang pernah kembali ke rumahnya di tsukigakure untuk mengambil beberapa barang-barangnya sebelum tinggal bersama keluarga Namikaze. Meskipun tinggal tanpa hak adopsi dari keluarga Namikaze. Ia tetap diperlakukan seperti keluarga mereka sendiri.
Ketika Hinata hendak membuka buku sketsa tersebut, tiba-tiba saja Ia merasakan ada sepasang tangan yang memeluk Hinata dari belakang. Mengagetkan saja
"Kena kau" ujar seorang pria dengan suara baritonenya menggelitik pinggang Hinata
"Dorr" sambung Hinata sambil tersenyum
"Lekaslah turun adikku yang lamban, aku sudah tak sanggup menahan lapar ini" ujar Naruto
"Tidak akan, karena melihatmu menderita sekarang menjadi hal yang menyenangkan bagiku" kata Hinata sambil melepaskan ringkihan tangan Naruto
"Hahah.. Dasar kau ini.. Kemana adikku yang manis,? kenapa yang di depanku seorang gadis jahat" kata Naruto
"Baiklah kalau begitu.. rasakan pelukan erat dariku" ucap Naruto yang semakin pelukannya
"Kyaaa Naru-Ni" ucap Hinata sambil memberontak.
Dan ketika dia terlepas dari pelukan Naruto dan hendak lari. Sebuah tangan menarik tangan Hinata sehingga terjatuh dengan posisi Hinata yang berada di bawah Naruto.
Naruto's POV
Sangat cantik.
Dia adalah wanita dengan hati yang tegar.
Meskipun terkadang Dia yang membuat hatinya jadi terbiasa dengan rasa sakit,
Itulah yang selalu aku pikirkan ketika bersama Hyuuga Hinata.
Hyuuga? Ya memang marganya masih menjadi Hyuuga , karena keluargaku Namikaze tidak mengadopsi Dia. Lebih tepatnya aku yang tidak pernah setuju akan hal itu. Sampai kapanpun. Alasannya? Jangan dipertanyakan karena aku sendiri masih bingung.
Berawal dari 15 tahun yang lalu, saat pertama kali ia datang ke rumah ini. Aku sudah bisa merasakan Hinata adalah anak yang tidak seperti anak lainnya. Dia anak dengan sebuah factor X yang sangat melekat. Dan semakin hari semakin terlihat perubahan yang di alaminya. Di bandingkan menanggap ia sebagai adikku, aku lebih suka mengangga dia sebegai gadis pada umumnya. Jangan tanyakan alasannya, karena lagi-lagi aku sendiri masih belum memahaminya. Ya mungkin kagum akan sosok dan kepribadiannya. Meskipun dia tidak sekolah, Hinata itu gadis yang cerdas buktinya ketika tugas-tugas musiman membanjiriku dia bisa dengan mudah menolongku untuk menyelesaikannya.
Alasan Hinata tak bersekolah sebenarnya karena Tou-san yang masih sangat protektif dengan Hinata. Kasus yang telah menghilangkan Hinata yang menjadikan ruang lingkup sosial Hinata jadi terbatas. Karena sampai sekarang pembunuh kasus tersebut masih belum tertangkap, dengan kata lain kemungkinan nyawa Hinata masih terancam. Lupakan itu, karena ada aku sebagai penjaganya.
"Naru-nii" ucap Hinata dengan suaranya yang indah
"Humm?" jawabku sambil melihat dia yang berada di bawahku
"Menyingkirlah dariku" pinta Hinata dengan mata yang dibuat-buat memohon. Imut sekali
"Tidak akan, karena melihatmu dari sini adalah hal yang menyenangkan saat ini.. Naze te Imouto-chan? kamu malu?" godaku sambil berusaha mendekatkan wajahku ke arahnya.
"Ba.. bagaimana bisa! Tidak kok" jawab Hinata dengan wajah yang sudah memerah. Sesuai yang aku harapkan
"Benarkah? Apa iya harus aku test dulu.. Humm terakhir aku cium kamu waktu kelulusan SMAku dan itu sudah lama sekali yaa" kataku sambil mengelus rambut depannya sampai ke sudut bibirnya. Entah perasaan apa ini tetapi jantungku seperti mau lepas
Hinata sendiri memejamkan matanya dan menerima sentuhan dariku. Lalu membuka matanya menatap lurus ke aku. Setelah itu adalah hal yang mengejutkan. Hinata sedikit bangkit dan mengalungkan tangannya kebelakang leherku lalu mengecup kedua pipin dan keningku.
Cup.. di pipi kananku
Cup.. di pipi kiriku
Cup.. di keningku
Setelah itu mengambil jarak pandang yang sangat dekat dengan matanya yang menatap ke mataku lalu ke bibirku.
"Sudah, ayo kita turun nanti Ka-san mengomelimu lagi" ucap Hinata dan hanya ku jawab dengan diam. Otakku terasa kosong tak bisa berpikir
"Aaa.. Apa masih kurang? Nii-san" tanya Hinata dengan nada yang dia buat seperti mengejek. Aku tidak terima itu.
"Ya.. masih ada satu tempat yang belum kamu cium dari dulu.. dan aku tak yakin kamu bisa melakukannya" ucapku sambil menantangnya. Dan hanya di respon dengan raut bingungnya. Baiklah Hinata ingatlah terus hal ini
Setelah detik selanjutnya aku memberanikan diri untuk mendekatkan wajahku lalu mencium bibirnya. Sangat lembut dan manis. Membuatku menjadi ingin menjelajahi lebih jauh lagi dan lagi. Dan aku berani pastikan ini adalah ciuman pertamanya, karena begitupula dengan ku.
"Mmmhm.. Nii" kata Hinata yang berusaha melepaskan tetapi aku masih menolak untuk melepaskannya
"Mhhmm.. Mmmm.." Hinata terus memintaku menyudahinya dengan memukul-mukul dadaku
Lalu dengan sangat terpaksa aku melepaskannya sambil melihat wajahnya. Sangat merah dan terlihat semakin cantik.
"Hinata" panggilku dengan sedikit takut.
"Naru-Nii.. tadi itu apa?" tanya Hinata yang masih belum mengerti
"Bukan apa-apa .. aku terbawa suasana. Itu tidak serius.." ucapku berbohong. Aku tidak paham dengan otakku saat ini
"Baiklahh.. lupakan saja yang tadi. Ayo kita turun, kamu tidak mau mendengar omelan Ka-san kan? Heheh.. " ajakku lalu meninggalkankan Hinata dan pergi ke dapur duluan
Aku pasti sudah tidak waras. Terbawa suasana? Lalu berbohong dan meninggalkannya sendirian setelah menciumnya. Aku sendiri masih tidak tau kenapa aku malah bersikap demikian. Seketika hatiku merasakan debaran yang kencang, seperti habis melakukan marathon 10 km.
Atau sepertinya
Aku sudah mencintainya. Hyuuga Hinata.
Naruto's POV End
.
.
.
.
.
.
Di kamar Hinata.
Hinata masih terduduk di lantai kamarnya. Kejadian ini sangat mengejutkan, entah ia harus senang atau sebaliknya. Tetapi yang jelas hal yang ia impikan dari dulu telah terjadi. Tunggu? Hinata menyukainya? Ya, Hinata telah lama jatuh cinta kepada Namikaze Naruto sejak lama. Sosok Naruto memberikan kekuatan tersendiri bagi Hinata untuk bertahan. Seperti sosok penyelamat yang dikirim Tuhan untuknya.
"Sadarlah Hinata.. itu hanya salah satu keusilan dari Naru-Nii" sugesti Hinata sambil menyentuh dadanya yang terasa sesak
"Memalukan sekali aku sangat bersemangat akan hal tadi" ucap Hinata entah kepada siapa.
Setelah itu dia mengambil buku sketsa yang tadi lalu menaruhnya dimeja. Setelah itu segera menuju ke dapur
"Kenapa lama sekali Hina-chan?" tanya Tou-san
"Tadi ada barang ya jatuh Tou-san dan berantakan, jadi ku simpun ulang" jawab Hinata sambil melihat Tou-san yang duduk di meja makan bersama Ka-san. Tapi kenapa ia tidak melihat Naruto.
"Sudah.. sudah mari makan" ajak Kushina
"Ka-san, Naru-Nii kemana?" tanya Hinata
"Anak itu katanya ada janji dengan Sai-kun" ucap Kushina
"Oh jadi dia makan di luar" kata Hinata memastikan
"Sepertinya begitu.. Anak itu padahal Ka-san udah memasak makanan kesukaannya" ucap Kushina
Setelah itu tidak ada percakapan lain. Mereka makan dengan sangat nikmat, walaupun tidak dengan Hinata. Dia masih berpikir tentang Naruto.
"Terima kasih atas makanannya.. Oh iya, Ka-san dan Tou-san istirahat saja duluan, biar aku yang cuci dan simpunin" ucap Hinata
"Ahh.. Yokatta dengan senang hati kalau begitu, jangan tidur terlalu lama sayang" ucap Kushina
"Iya Ka-san" kata Hinata
Setelah itu Hinata mencuci piring, menyimpan sisa makanan ke dalam kulkas. Lalu meniriskan piring dan menaruh piring-piring yang sebelumnya sudah tidak basah. Sebenarnya dia bermaksud untuk menunggu Naruto pulang. Lelah sekali. Hinata pun duduk sambil menyesap teh yang tadi dia buat untuknya dan orang yang sedang ia tunggu.
Satu jam kemudian
Dua jam kemudian
Tiga jam kemudian
Tak terasa Hinata jadi tertidur di atas Meja karena kelamaan menunggu sosok yang ia cari tadi saat makan malam. Selang 20 menit. Naruto datang dan melihat Hinata tertidur di atas meja makan, dengan hati-hati Naruto mengangkat tubuh Hinata dengan posisi depan lalu mengantarnya ke kamar Hinata. Dengan perlahan ia menurunkan tubuh Hinata di atas ranjangnya. Setelah itu Naruto melihat sosok gadis yang telah terlelap, lalu tangan Naruto mengusap pipi Hinata dengan lembut.
"Gomen ne Hinata.. Oyasuminasai" ucap Naruto lalu pergi dari kamar Hinata dengan raut yang susah dijelaskan.
.
.
.
.
To be continue
Konbanwa Minna-cwann, Terima kasih masih setia menunggu update-an chap. Untuk sasuke kemungkinan masih 2 Episode lagii. Sepertinyaa #ketawajahat #PlaK!. Oia sekalian nanya deh, Obat Insomnia itu apa ya.. soalnya udah 2 bulan jdi Insomnia terus dan kadang tidur tidak nenyakk.. Helpp meee.. Oke, sekian dulu yaa.. tetap di tunggu untuk selanjutnyaa. Maaf chap ini kalau kurang panjang heheheh.. Lopeuu… See you next!
