helo gaes, chapter 2 season 2 again and again my readers!! Happy reading!!
Warning: Fang x Boboiboy
"eh? Fang? Selamat datang" wanita berumur 38 yang terlihat berumur 17 tahun itu memberikan salam formal kepada Fang.
"selamat sore tante, apa kabar?"
"aku baik, pas sekali Fang datang, Fang makan malam disini saja ya, tunggulah di kamar Boboiboy" ibu berwajah muda itu pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.
"eh? Tidak usah repot-repot tante, saya bisa makan di caffe saja" Fang merasa tidak enak hati, tapi Boboiboy malah mendorong Fang ke kamarnya.
"sudahlah, mama kan bisa mengatasi semuanya, ayo masuk Fang"
"wo, woi!!"
...
...
"sudah kubilang tidak usah, jadi merepotkan keluargamu loh"
"tidak sama sekali, lagian keluarga kami sudah lama tidak kedatangan tamu spesial" Boboiboy memberikan teh kesukaannya kepada Fang.
"...dasar, kau memang memaksaku ya?" Fang menidurkan tubuh Boboiboy diatas tubuhnya.
"*blush* Fa, Fang--" mulut Boboiboy mendapat serangan yang kedua kalinya oleh bibir Fang setelah pertemuan di stasiun tadi. Hawa panas mulai menyelimuti tubuh dan mulut Boboiboy.
"*blush* Fa, Fang, maaf, aku menyerah"
"baru sebentar? Dasar lemah"
"KAN KAU YANG MULAI!!"
"tapi kau yang maksa"
"APA MAKSUDMU??"
Beberapa saat setelah mereka berbising satu sama lain. Ibu Boboiboy memanggil dari lantai bawah untuk memakan makan malam mereka.
"capek ya Fang harus keluar masuk bumi, pakai paspor gak kalau keluar bumi?" tanya Viola alias ibu Boboiboy.
"ma, mana ada nte, hahaha"
"nanti pas kuliah tinggal dimana?"
"emm, mungkin di apartement dekat kampus" mendadak ibu Boboiboy berdiri dari kursi dan mendekatkan wajahnya kearah Fang.
"DEKAT KAMPUS??"
"i..ya...nte" jawab Fang dengan rasa cangguh.
"tante sarankan kamu jangan tinggal disana" perintah ibu Boboiboy dengan nada suara yang mendadak turun dan terdengar seram.
"memang kenapa tante?"
Ibu Boboiboy mengambil senter dan mematikan lampu ruang makan. Boboiboy langsung ketakutan dan segera memeluk Fang yang berada disebelahnya.
"Mama!! Kenapa mama matiin lampunya?" Tanya Boboiboy sambil ketakutan.
"shut, shut!! Dengar baik-baik, kalian tau rumor kamar 211?" Fang dan Boboiboy hanya menggelengkan kepalanya. "kalian tidak tahu? Dulu, sekitar 4 tahun yang lalu, terjadi sebuah insiden mengerikan di apartement itu, seorang ibu dan ayah meninggal disitu dan anak mereka ditinggal hidup disana. Selama orang tuanya tidak ada, mereka depresi dan mengurung diri di apartement itu dan rumornya mereka masih tinggal disana...SELESAI!!" Nada bicara ibu Boboiboy kembali ceria dan lampu ruangan kembali dihidupkan.
"ish mama, itu mah cuman gosip ibu-ibuk" bantah Boboiboy yang sudah kembali normal.
"hei, jangan remehkan kekuatan gosip emak-emak ya, gosip kami terjamin lo" Boboiboy hanya menghelah napasnya karena ia percaya gosip ibunya hanya bencana. Saat Boboiboy berumur 5 tahun, ia mendengar gosip dari ibunya tentang wanita berambut panjang yang sering muncul di rumah pak RT dan ternyata itu cuman kain lap hitam, semenjak itu Boboiboy tidak bisa mempercayai gosip ibunya. (poor Boboiboy)
"jadi saya harus tinggal dimana?" tanya Fang dengan wajah polos.
"gimana kalau Fang tinggal disini saja?"
BRRUUUUUUUUSSSSSSHHH!!!!!!!
"*WHAT???" setentak Boboiboy dan Fang menyemburkan minumnya.
"apa salahnya? Rumah ini terlalu besar untuk kita bertiga" Ibu Boboiboy memberikan senyuman tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"ta, tapi saya bakal merepot--"
"Kamu tidak perlu bayar kok, kalo bisa panggil saja aku 'mama', kalau masalah kamar Fang tidur saja dengan Boboiboy, mohon kerja samanya, Fang"
"aku..."
...
...
"maaf ya merepotkan, aku tidak bisa membantah ibumu, sepertinya dia terlihat bersemangat sekali" Fang menundukkan sedikit kepalanya kepada Boboiboy.
"Tidak apa kok, lagian perkataan ibuku benar, rumah ini tidak patut ditinggali oleh 3 orang, jadi Fang tetaplah disini" Boboiboy memeluk Fang yang duduk dikasurnya.
"Intinya kau pingin supaya kita bisa ketemuan terus kan?"
"*blush* BU, BUKAN BEGITU BODO!!"
...
...
Pagi, always, Fang dan Boboiboy sudah berjalan ke stasiun ditemani oleh tad mereka yang lumayan berat.
"Aku capek banget malam tadi, belum lagi hari ini udah mulai belajar"
"Mending, kemarin aku gak masuk padahal hari pertama"
"Dasar, suruh siapa malam tadi--HAAAAAAHHH!!!!!!"
"Wo, woi, ke, kenapa cug?"
"BUKU CATATAN AKU KETINGGALAN"
"Dasar, ya sudah, aku tunggu disini"
"Tidak usah, nanti Fang terlambat, aku bakal pergi nanti, deluan aja"
"...ya sudah, aku deluan ya, dah" Fang mencium kening Boboiboy sebagai tanda lucky dan pergi. Boboiboy berusaha kembali ke rumah yang lumayan jauh jaraknya dari keberadaan mereka tadi.
Segenap keletihan, akhirnya buku itu ketemu diatas meja Boboiboy. Boboiboy menepuk kepalanya karena ia berpikir ia adalah manusia paling ceroboh di dunia.
...
...
Boboiboy kembali ke stasiun dan masuk kedalam kereta yang lumayan padat.
'Duh, rame amat' pintu kereta terbuka, Boboiboy berusaha untuk melewati orang-orang yang juga turun di tujuan yang sama.
'Sial, aku tidak bisa menggapai pintu kereta, masa aku harus terlambat?' Mendadak seseorang mendorong kuat pundak Boboiboy sehigga Boboiboy keluar dari dalam kereta.
"Auch-- HAH!! Kamu!" Boboiboy melihat teman sebelah bangkunya terkunci didalam kereta yang sudah melaju, Boboiboy berusaha mengejar teman sebelah bangkunya hingga ke batas pagar kereta. Sebuah pergerakan mulut terlihat dari lelaki beriris hijau itu.
"Pergilah, aku akan menyusul nanti"
Boboiboy sedikit mendengar suaranya sebelum kereta benar-benar menjauh.
"...kamu... 'aku merasa sangat bersalah, maafkan aku'" dengar berat hati, Boboiboy pergi ke kampusnya.
Saat ia masuk ke kelas, suara masuk kelas berbunyi. Boboiboy masih belum melihat teman sebangkunya itu, pelajaran yang Boboiboy dapatkan hanya masuk telinga kiri keluar telinga kanan, Boboiboy tidak bisa fokus dalam pembelajaran hingga di tengah berlangsungnya pelajaran...
"Maaf saya terlambat" orang yang Boboiboy tunggu akhirnya datang. Keringat bercucuran ditubuh lelaki itu dengar suara napas yang kelelahan.
"Siapa kamu? Beraninya terlambar di mata kuliah saya" ibu dosen malah membentak lelaki itu. Boboiboy tidak bisa diam ditempat, Boboiboy langsung berdiri dan berdiri diantara sang dosen dan temannya itu.
"Ibu tidak patut memarahinya, dia sudah berjuang sekuat tenaganya agar tidak terlambat. Dia juga terlambat karena menolong saya untuk keluar dari kereta, berarti ibu tidak patut menghukumnya, biar saya yang mendapatkan hukuman itu" satu kelas hanya terdiam karena melihat keberanian Boboiboy dihadapan dosen killer itu.
"...baiklah, kalian berdua belajar diluar sekarang"
"Eh?"
...
...
"Jadi kena hukum juga *huh hu*" Boboiboy memberikan tangisan lucunya sambil membuang muka dari temannya itu.
"...ne, kenapa kau membantuku? Seharusnya kalau kau tidak bersikap seperti itu pada dosen, kau tidak akan dihukum"
"Sudah sepatutnya aku dihukum, kan ini semua karena aku, kalau kau tidak mendorongku tadi pasti kau tidak akan terlambat, karena itu...maaf"
"*blush*!!!" Senyuman Boboiboy membuat lelaki itu tersipu. "Pft--hahaha, kau orang yang menarik ya, oh ya, namaku Sai, salam kenal" ia memberikan tangannya untuk saling berjabat tangan.
"Em, aku Boboiboy, salam kenal" sepertinya Boboiboy akan memulai hubungan pertemanan dengan lelaki yang telah menolongnya di kereta tadi.
...
...
Waktu pulang, sepertinya Boboiboy dan Sai sudah menjadi teman akrab dalam waktu singkat.
"Hahahaha, bener kan? Ibu dosen itu memang ngeselin" kekeh Sai yang merangkul Boboiboy sambil meminum minuman kesukaan mereka.
"Hahaha, iya, untung ada kau. Kau juga suka kopi bad day ya?"
"Of course, sesuai dengan hari kita bro, chers!!" mereka saling menabrak kopi mereka, sepanjang jalan, topik pembicaraan tidak mati karena mereka memiliki sifat dan kpribadian yang 11/12.
"Hari ini menyenangkan, aku mau ke stasiun, duluan ya, bye Sai" Boboiboy melambaikan tangannya dan pergi ke arah utaran-- utara.
"...BOBOIBOY!!" Sai memanggil kembali Boboiboy.
"Kenapa?"
"*blush* untuk hari ini terima kasih" Sai mengusuk-ngusuk lehernya agar tidak terlihat nervous.
"Hehehe, iya, dah Sai" Entah kenapa Boboiboy merasa sedikit deja vu karena ia merasa perpisahan ia dengan Sai sama seperti perpisahan Boboiboy dengan Fang saat pertama kali berkenalan. (Kalo mau tau baca di 'takut gelap ova' yoo)
Sementara itu Fang...
"Huf, akhirnya selesai" entah kenapa Fang merasa ada sesuatu yang menganjal dihatinya. Dengan cepat Fang mengambil tas dan segera menemui Boboiboy.
"Eh? Fang, kau langsung pulang?" Tanya Yaya sambil membereskan tasnya.
"Iya, entah kenapa perasaanku tidak enak"
"Oh, mungkin karna kau belum cicip biskuit aku ya? Kau tau, kau kan orang yang paling sering membeli biskuit aku, pasti kau rindu dengan rasanya" muka Fang setiba-tiba memucat layaknya kekurangan darah.
"Ti, tidak usah repot-repot kok, terima kasih Yaya, dah, aku harus buru-buru" Fang sebenarnya terburu-buru agar bisa menjauh dari biskuit Yaya.
...
...
Fang mempercepat langkah menuju ke stasiun dan segera pulang.
Fang mengetuk pintu rumah Boboiboy dan tidak ada respon dari pintu rumah. Fang mendadak khawatir dengan keadaan Boboiboy.
"Fang?" Suara itu berasal dari belakang tubuh Fang.
"Boboiboy, kau dari mana? Aku kira kau sudah dirumah"
"Hah? Hahaha, tidak lah, tadi aku pergi ke toko buku trus mama lagi keluar sampai malam, yang terpenting masu--k...dulu...Fang?" Fang memeluk erat Boboiboy layaknya anak yang baru menemui ibunya.
"Entah kenapa tadi aku khawatir denganmu, perasaanku gak enak"
"Hahaha, kamu kenapa manja banget Fang? Aku kan selalu bersamamu, jadi jangan khawatir. Oh ya, Aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu"
...
...
"JREEENG!!! BUKU 'IN DARKNESS' EDISI KEDUA!!!!!" Boboiboy dengan semangat mengeluarkan buku mulus wangi yang masih berbungkuskan plastik bening.
"What? Aku kira cerita itu tidak ada edisi keduanya"
"Aku juga berpikir begitu, cerita ini juga dibuat oleh pembuat cerita edisi pertama dan yang terpenting cerita ini sekarang menjadi novel, bukan cerita anak kecil lagi, katanya ceritany tidak ada hubungannya dengan edisi 1"
"Kenapa pembuat cerita itu baru buat edisi kedua sekarang?"
"I dont know, dan juga tadi..."
Saat Boboiboy di toko buku...
"100 orang pembeli pertama akan mendapatkan dua tiket ke museum gambar yang akan dibuka 23 November nanti, disana ada lukisan untuk novel itu" kakek penjaga kasir itu memberikan tiket tersebut kepada Boboiboy.
Flask back off...
"Aku mendapatkan dua tiket, pas sekali untuk Fang"
"Heh? Aku tidak suka ke museum, lagian tanggal tiketnya lama banget"
"Ayolah, kali ini saja, boleh kan?"
"He...baiklah, aku ikut"
"Janji?"
"Iya iya, janji"
Tbc
Halo semua, aku cuman mau kasih tau hal penting. Aku bakal buat cerita baru, judulnya Love Doctor yang bakal keluar bentar lagi, ceritanya Kaizo x Boboiboy and mungkin ini bakal jadi cerita Kaiboy ship pertama di fanfic Boboiboy, mungkin, hehehe.
OK, see you later gaes!!
