Halo, sesuai hari Kamis update, happy reading.
Warning: Fang x Boboiboy.
Seorang wanita cantik yang tersesat mendadak menemukan sebuah gubuk tua dimana seorang nenek berbaju gelap tinggal dirumah yang amat gelap. Sang wanita semakin takut dengan kegelapan itu, tapi tidak ada pilihan lain selain masuk kedalam rumah itu untuk menghangatkan diri dari hujan.Seorang nenek itu melakukan sihir dimana ada tiga permintaan yang bisa dikabulkan dari sihir yang diciptakan oleh wanita itu.Sang nenek memberikan wanita itu satu permintaan. Sang wanita ingin ia mendapatkan sang lelaki idaman yang dapat menyelamatkannya dari hutan yang dihuni oleh nenek itu.Sebuah permintaan terkabulkan, beberapa menit kemudian seorang lelaki datang menemui wanita itu dan mereka keluar dari hutan mengerikan itu.
Awalnya wanita berpikir jika ia hidup dengan lelaki itu, hidupnya akan indah, tapi sebaliknya.Sang wanita sering ditinggal oleh sang lelaki. Wanita cantik itu menyesal dan ia kembali ke hutan dimana nenek itu berada.
"Nek, kumohon, hilangkan hubunganku dengan lelaki itu" wanita meminta pertolong. Dengan mudah sang nenek memberikan mantra penghancur hubungan--"What? Jangan dibaca?" Sebuah kertas tebal menghalangi halaman yang seharusnya dibaca oleh Boboiboy.
"Kenapa? Apanya yang gak boleh dibaca?" Tanya Fang yang sedang belajar.
"Entah, ada sebuah mantra yang tidak boleh dibaca, aku penasaran!!" Boboiboy ingin membuka halaman itu, tapi tangan Boboiboy ditahan oleh tangan Fang.
"Woi jangan!! Gimana kalau mantra itu beneran ngaruh?"
"...gak mungkin lah" Boboiboy meneruskan bacaannya dan melangkaui halaman tersebut.
Sebuah mantra penghancur hubungan sudah terbaca. Keesokan harinya, wanita itu ditinggal oleh sang lelaki dan mereka akan berpisah.Setelah lebih 2 bulan, sang wanita tinggal dengan nenek. Sang wanita membuat rumah nenek menjadi lebih terang.
Setelah beberapa lama tinggal dengan sang nenek, wanita itu merasa hampah karena tidak merasakan jatuh cinta, ia juga penasaran bagaimana dengan kabar sang lelaki penyelamatnya itu.
Ia pergi mengarungi hutan untuk kembali ketempat lelakinya untuk sementara. Saat ia berjalan ditengah hutan gelap, terlihat sebuah darah dilangkah kakinya. Ia menemukan suaminya yang terluka parah. Dengan cepat sang wanita mendekati lelaki itu dan mengangkat kepalanya.
"Oh tidak! Kenapa kau luka separah ini?" Tanya sang wanita.
"Aku ingin kau kembali kepadaku, hanya itu, dan aku diserang oleh hewan buas"
"Kenapa kau masih mencintaiku? Padahal aku sudah membaca mantra penghancur hubungan"
"Apa maksudmu? Kau...hahaha, mungkin kekuatan cintaku tidak akan berpengaruh padaku...aku mencintaimu"
setelah itu lelaki itu tidak sadarkan diri. Sang wanita menyesali perbuatannya, seharusnya ia tidak menggunakan mantra buruk dari sang nenek. Wanita itu mencium bibir sang lelaki sambil memeluknya.
"...maaf" kalimat it terucap di bibir sang wanita, tiba-tiba cahaya menyinari diri mereka berdua. Senyuman terpapar di mayat sang lelaki.
The end
"What??? BAD END AGAIN???" Boboiboy adalah korban dari cerita bad end.
"I dont think so, menurutku itu good end, soalnya mereka kan tetap bersama hingga akhir hayat"
"Ya sih, tapi kan hero nya mati, trus heroinnya jadi janda muda gitu?"
"Ya, kan pembuatnya mau buat cerita kayak gitu"
"...coba kita baca mantranya"
"Hah? Kau gila? Sudah kubilang jangan"
"Sudahlah, kan cuman novel"
" 'I have bad feeling about this' ya sudah" Boboiboy membuka halaman yang terkunci itu.
"Matikan hubungan, hancurkan keikatan, hilangkan perasaan, bunuhlah kasih sayang...apa maksudnya?"
"dah, tidurlah Boboiboy, aku nanti nyusul"
Boboiboy masih belum puas dengan ending cerita, tapi bagaimana lagi, cerita horor kan rata-rata bad end. Boboiboy langsung menarik selimutnya dan tertidur.
...
...
"Sebentar lagi hubunganmu akan berakhir, sebentar lagi...Boboiboy~"
"HAAAH!!!!" Boboiboy terbangun dari tidurnya, dengan cepat ia duduk sambil memegang jantungnya. Napas Boboiboy memburu. Fang yang tertidur disebelahnya langsung ikut terbangun.
"Em? Boboiboy, kau kenapa?" Tanya Fang dengan nada lesu.
"Mimpi buruk" Boboiboy langsung memeluk Fang dengan erat. Tangan Boboiboy yang gemetaran sangat terasa di tubuh Fang. Fang langsung mengusuk belakang kepala Boboiboy.
"Memang kau mimpi apa?"
"...tidak ingat, pastinya... wanita... menyeramkan...mata ungu...mantra?"
"...sudah, tidak usah khawatir, ok?"
"...iya, aku harap begitu"
Mendadak Fang mencium belakang leher lelaki bersurai coklat itu sehingga membuat sebuah tanda.
"Fang?" Boboiboy membalikkan wajahnya dan ia langsung didorong oleh Fang dan Fang langsung menyerang bibir Boboiboy secara lembut. Permainan lembut Fang perlahan berubah menjadi sedikit lebih kuat.
Kera baju Boboiboy sudah berada di pundaknya. Sebuah wajah merah terlihat jelas di mata Fang. Sebuah muka lucu yang menahan rona malunya. Fang mencium wajah merah Boboiboy sambil memberikan ciuman di tangan kecil kekasihnya.
"*blush* Be, besok kita harus kuliah" Boboiboy mengusuk wajah Fang.
"Kali ini aja, boleh?"
"Baiklah, sepertinya kau bersemangat sekali, hehehehe"
...
...
Pagi ini Boboiboy nampak bersemangat dan tumben-tumben Boboiboy memakai topinya lagi.
"Boboiboy, tumben pakai topi itu lagi, kenapa?"
"Entah kenapa aku mau memakainya lagi, btw mama rupanya pergi selama seminggu, gimana kalau malam ini aku yang masak?"
"Boleh saja, tapi jangan sampai masakanmu hancur ya, takutnya kayak hari itu"
Setahun yang lalu...
"TOLONG 911, PACAR SAYA!! TOLONG!! MULUTNYA BERBUSAH KARENA KERACUNAN!! TOLONG CEPAT!! FANG BERTAHANLAH!!!"
Flask back off...
"Untung koma dirumah sakit cuman 3 hari 2 malam"
"Ma, maaf yang waktu itu aku gak sengaja masukin borax, tapi kali ini aku bakal buat yang enak kok, lagian kan baru pertama kali aku gagal, sebelumnya gak pernah ya-- apa itu?" Fang memberikan sebuah gantungan kunci kepada Boboiboy.
"Anggap saja jimat, dah, aku ke kampus kedokteran" Fang mencubit kecil wajah Boboiboy dan pergi.
'He so sweet' Boboiboy langsung memakaikan gantungan kunci berbentuk bintang biru tua itu ke tasnya.
Beberapa saat kemudian, Sai datang dari belakang Boboiboy.
"Boboiboy!"
"Oh, hai Sai, kau hari ini cepat ya"
"Iya, kau mau ini? Aku sengaja membelikannya untukmu" Sai memberikan sebuah gantungan kunci beberbentuk bitang berwarna hijau. Seketika Boboiboy merasa heran karena kejadian itu terjadi persis seperti kejadian yang ia alami dengan Fang tadi.
"O, o...ok...terima kasih Sai 'kok kebetulan sekali ya? Sai selalu mengingatkanku kepada Fang, bedanya Sai terlihat lebih bersemangat'"
"Kenapa Boboiboy? Kau tidak suka ya?"
"Tidak kok, aku suka sekali, terima kasih Fan-- maksudku Sai"
Fang membalikkan kepalanya untuk melihat kembali keadaan Boboiboy. Fang sekilas melihat Boboiboy bersama Sai yang sudah pergi. Fang melihat gantungan kunci yang diberikan Sai berada ditangan Boboiboy.
'Hm? Perasaan aku kasih bintang biru? Kenapa itu hijau?Perasaan Fang tidak enak, mendadak Yaya datang mendekati Fang.
"Halo Fang, hari ini aku bawa biskuit yang banyak, khusus untukmu"
"O, oh...makasih 'TERNYATA AKU MERASA TIDAK ENAK KARENA KEDATANGAN BISKUIT YAYA!!!!!! HELP!!!' ( R. I. P Fang wkwkwk)
...
...
Boboiboy masih merasa tidak tenang, mimpi samar-samar yang sekilas membuat dirinya mabuk gelisah lagi. Sai yang melihat wajah Boboiboy yang terlihat tidak senang, membuat dirinya prihatin.
"Boboiboy, kau tidak apa? Sepertinya kau sakit"
"Ah, tidak apa, akhir-akhir ini aku sering merasa deja vu, mungkin karena aku terlalu banyak membaca"
"Em, bagaimana kalau nanti pulang kuliah kita kerjain tugas di caffe? Adik perempuanku juga bakal ikut juga"
"Bo, boleh 'adik perempuan?'"
...
...
Waktu pulang, Boboiboy mengetik tugas yang sejubel ludas bersama Sai.
"Susah amat tugasnya" keluh Sai yang membaringkan wajah diatas meja.
" 'Fang...apa dia sudah pulang ya?' Sai, boleh aku pulang deluan?"
"Kenapa? Soalnya aku--"
"Jangan dulu! Diluar hujan, tunggu reda dulu!" Seorang wanita cantik dengan bertudung hijau casual mendadak duduk disamping Boboiboy.Wanita itu berparas cantik nan cool seperti wajah Sai.
"Kamu..." Boboiboy sepertinya akan mengirah.
"Iya, aku Sielda, saudara Sai, salam kenal, ternyata kamu imut ya, sesuai yang dikatakan Sai" Sai langsung menarik Sielda ke sebelah bangkunya.
"Mending kau duduk disini, dasar cabe" hina Sai sambil menarik telinga Sielda.
"Sakit!! Siapa yang kau bilang cabe hah?? Dasar jones" Sielda memulai perang mulut.
"Siapa yang kau bilang jones? Gak ngaca? Maaf ya, adik aku memang sedikit miring" Sai merangkul adiknya sambil memukul kecil kepala Sielda.
"HAH? Adik? Amit dah, aku lebih tua dibandingmu ya!"
"Aku lebih cepat 5, 3 detik dibanding kau, sudah ditentui pake stopwacth ya"
"Walau begitu sifatmu tidak pernah dewasa, dasar jambul ayam"
"Daripada lo, ketiak sapi!"
"Pankreas siput!"
"Lambung bekicot!!"
"Rahim kecoak!"
"Bh jerapah!!" Boboiboy hanya tertawa hambar dan berharap perkelahian mereka dan hujan cepat berakhir.
...
...
Sementara itu Fang yang telah tiba dirumah, tidak menemukan tanda-tanda Boboiboy dari jendela kamar. Untung Fang menyimpan kunci duplikat, kalau tidak dia bisa mati kesepian dan kedinginan diluar rumah.
'Boboiboy...sedang apa dia? Apa dia pulang?'
Druu...druuu...
"Hm? 'Gopal?' Halo?"
"Halo Fang, sombong ya sekarang, mentang-mentang anak kedokteran, jadi dilupain temen lama"
"Aku bukan type kayak gitu, memang kenapa mendadak nelpon?"
"Gak ada, hari ini aku ada konsul game baru sekalian bawa samyang untukmu"
"Beneran? Tapi aku dirumah Boboiboy, kemungkinan aku harus jaga rumahnya, gimana nih cuy?"
"Tanya aja sama Boboiboy, aku OTW, dah!"
"Wo, woi! 'Nyuruh nanya tapi dah tancap gas aje, memang nih anak'" Fang segera menelpon Boboiboy yang tengah sibuk mengerjakan tugas.
"Ha, halo Boboiboy?"
"Oh Fang, ada apa? Maaf aku lagi diluar, nanti aku pulang malam, disini masih hujan trus tugasku masih numpuk, kenapa mendadak nanya?"
"... 'padahal tadi pagi...' oh, tidak apa kok, aku tau kau pasti sibuk, boleh aku ajak Gopal kesini?"
"Boleh, nanti aku bakal pulang, bye Fang"
"...dah" entah kenapa Fang merasa kecewa karena Boboiboy melupakan janjinya pagi tadi.
Diwaktu yang tidak tepat, Gopal sudah memencet tombol rumah Boboiboy.
"Fang! Ini aku! Apa kabat bro?" Fang membuka pintu depan.
"Aku gak butuh maling"
"An*er, nginah amat nih anak, kenapa? Lagi ada masalah?"
"Em, Boboiboy melupakan janji"
"santai aja bro, kan ada gua, nih gua bawa samyang, selagi main game baru kan enak makan yang pedes-pedes"
"Thanks Gopal"
...
...
"PEDES!! AIR!!" Gopal berasa di gurun sarada-- maksudnya sahara, ia sudah minum hingga 5 gelas sekaligus.
"Pedes? Perasaan rasanya manis, kau terlalu cupu" hina Fang yang bibirnya aman dari rasa pedas.
"Memangnya kau gak ada lidah?" (Pelesetan episode 10 Boboiboy Galaxy)
"Hei, aku sudah ikut Tapops, makan pedes ditengah hutan jahanam mah dah biasa, ini mah gak ada apa-apanya sama gua" Fang hanya fokus pada game di layar laptop.
"Ye lah, aku lemah soalnya rada demam"
"Btw kau minum cola ya? Bagi" Fang sepertinya sok berani.
"Memangnya kau gak mabuk nanti? Ngapa? Pelampiasan karena Boboiboy ya?"
"Udah lah, gak usah banyak coment, lagian aku gak mabuk darat karena cola itu ya, aku udah berubah" (i hope so)
...
...
"Akhirnya hujan reda 'tapi pertengkaran mereka belum reda juga!'" Boboiboy melihat pertandingan mulut round 12 antara kakak beradik gaje itu.
"Dasar tahi lalat kebanyakan" hina Seilda sambil menarik bawa mata Sai.
"Daripada kau hijau semua kayak Roro Kidul" (PADAHAL MEREKA KAN SAMA AJA!!!) Balas dari Sai ke adiknya.
"Eto... Sai, Sielda, sepertinya hujan sudah redah, aku pulang ya" Boboiboy mengemas barangnya.
"Oh, ok, bye Boboiboy, Sai katakan sesuatu juga dong" Sielda menggoda abangnya itu.
"*blush* e, eto...bye Boboiboy" Sai melambai tangan malu.
"Em, bye Sielda, Sai" Boboiboy berlari dari caffe. Sielda tersenyum manis kearah punggung Boboiboy yang sudah pergi.
"Anak yang manis ya, aku tau alasanmu kenapa kau bisa menyukainya, dia memang anak yang baik" Sielda menidurkan kepalanya diatas meja.
"...dia sangat mirip dengan seseorang, yang sudah lama meninggalkan kita"
"...hahaha, masih kepikiran tentang itu? Sudahlah, jangan diingat lagi, intinya kau harus berjuang untuk mendapatkannya, ya kan?" Sielda memberikan semangat kepada abangnya.
"Sielda...walau bodoh, kau terkadang bijak ya"
"APA MAKSUDMU? DASAR SOK GANTENG!"
"DARIPADA KAU SOK CANTIK!"
...
...
"ha, ha, hah, hah, aku, aku harus ke rumah, janjiku!!" Boboiboy berhasil melintasi jalanan yang becek dan gelap, untunglah Boboiboy mulai belajar untuk tidak takut terhadap gelap.
"Aku pulang!!!" Boboiboy masuk kedalam rumah. "Fang, aku sudah dirumah...mah...?" Boboiboy melihat cekrekan dan dasi dikepala rambut landak Fang ditambah kaki kanan yang sengaja naik keatas kursi ala roker sejati.
"LAGU KE 20, ASAL KAU BAHAGIA!!"
"Fa, Fang??" Boboiboy terpaku, sementara itu Gopal ikut mabuk karena dia rada sakit. Boboiboy segera melihat atas meja yang bertumpuk plastik samyang dan coca cola. "Pantesan, ternyata dia mabuk" Boboiboy langsung menarik Fang.
"Fang, sadarlah!!"
"Katakanlah sekarang bahwa kau tak bahagia, aku punya ragamu tapi tidak ususmu!!"
"Mustahil, sepertinya dia mabuk berat"
"Em? Boboiboy? Ayo kita minum bareng, aku mau curhat bentar"
"Fang, sadarlah, kau kebanyakan minum cola, kenapa insiden ini terjadi lagi sih?" Boboiboy menyuruh Fang untuk duduk.
"Jadi kan, Gopal datang trus kasih aku konsul game baru, keren kan?"
"Ya keren, hebat, yang terpenting cuci muka dulu ya, aku mau buat makan malam untukmu"
"...untuk apa? Kan kau sudah terlambat" Boboiboy langsung merasakan tombak yang tertancap dihatinya. Rasa sakit yang amat mendalam bagi Boboiboy. "Padahal kau kan sudah berjanji" Fang melanjutkan kalimatnya.
"Fang..."
"Dasar pembohong" Fang langsung tertidur dipelukan Boboiboy. Boboiboy yang mendengar kalimat Fang langsung kaget dan menyesal.
"Fang...ma, maaf"
Musim semi berseling, apa manrta yang Boboiboy ucapkan memang akan menghancurkan hubungan mereka?
Tbc
Owh, poor Boboiboy. Btw mau sampe kapan Sai sama Sielda berantem? Udah bubar bubar!! Wkwkwk! Kalo kalian mau tau kelanjutannya, jangan lupa klik favorit di stories ini and reviews ya! Always update hari Kamis, see you!
