Halo gaes semua, maaf atas hiatus kemarin. Sesuai hari kamis, update!! YEEEY!!
Warning: Fang x Bobo
"Dasar pembohong"
...
...
"...maaf" Boboiboy menidurkan Fang di karpet ruang keluarganya dan Boboiboy ikut tertidur disamping Fang.
...
...
Dipagi yang tidak cerah dan dipenuhi awan hitam, Fang merasa tangan kanannya berat sehingga ia berusaha membuka matanya.
"Em? 'HAH? Bo, Boboiboy? Kenapa dia disini? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada dasi dikelapaku?'" Fang juga melihat Gopal yang tertidur diatas kursi.
"OH MY @$*%" Fang akhirnya tersadar saat melihat beberapa botol cola yang berada disamping mic karaoke, dengan kecepatan kilat Fang membersihkan rumah yang keliatan seperti kapal pecah.
...
...
'Fuih, syukurlah, aku harus segera membalas kesalahanku karena sudah memberantakkan rumah' Fang pergi ke dapur dan memasakkan sop untuk Boboiboy. Fang membiarkan Boboiboy untuk tidur dan mengangkatnya ke atas kursi panjang ruang tengah.
30 menit kemudian...
Sementara itu Boboiboy...
"Kenapa? Kenapa kau masih menyukainya? Banyak orang yang lebih baik dibanding dirinya, hancurkan hubunganmu, Boboiboy! Jika kau terus bersama dia, kau akan kembali ke kegelapan dan kesepian!"
"AAAHHH!!!!!!!!!" Boboiboy kembali terbangun dari mimpi buruknya. Fang yang mendengar suara itu langsung datang mendekati Boboiboy.
"BOBOIBOY! KAU TIDAK APA?" Fang melihat Boboiboy yang sudah berada disudut ruang sambil meremas rambut layaknya orang gila.
"Takut, aku takut, kenapa? Fang..."
"Aku disini!" (Dihatimu—*author dicebur ke danau toba*)
"Fang?"
"Oh ya, gara-gara aku rumahmu jadi berantakan, jadi maa—" Boboiboy langsung memeluk Fang. Rabahan Boboiboy terasa lebih kuat dibanding biasanya, terasa aura takut dalam diri Boboiboy. "*blush* wo, wo, woi, Boboiboy tenang 'tenang Fang, kalo kau mimisan gak ada ganti darahnya, abang gak ada disini untuk donor darah, tenang, tenang'" Fang berusaha mengatur napasnya. Boboiboy mengangkat wajahnya dan terlihat dua bola mata berkaca dan terlihat puppy eyes, gagal sudah Fang menahan mimisannya (Mision 1, fail), tapi Fang masih bisa menutup mimisannya dan segera membersihkan darahnya.
"Akhir-akhir ini aku mimpi buruk, aku tidak tau kenapa...siapa wanita itu? Kenapa dia bilang hubungan kita akan berakhir? Aku tidak mengerti" Boboiboy masih belum sepenuhnya jinak, ia menjambak rambutnya kuat-kuat.
Fang perlahan mengusuk punggung Boboiboy kemudian memberikan ciuman kecil dibibir lelaki frustasi itu. Taktik Fang berhasil, Boboiboy akhirnya berhenti menyiksa dirinya.
"Itu tidak mungkin, aku tidak akan pernah mengakhiri hubungan kita"
"...terima kasih Fang" Boboiboy akhirnya bisa tenang kembali dan kembali ceria. "Btw Gopal kita bawa kemana?" Tanya Boboiboy.
"Kalo dimasukin ke tong sampah gak muat, biarin dia disini saja lah"
...
...
Fang sedang berjalan bersama Yaya untuk masuk kelas.
"Jadi Boboiboy sudah baikan?" Tanya Yaya dengan rawut khawatir.
"Tenang aja, dia dah baikan"
"Mungkin karena dia belum makan biskuit aku ya? Kasian Boboiboy"
"Akh!! Ga, gak apa, gak usah repot-repot, dia bakal sehat walau gak ada biskuitmu" Fang pasti bepikir jika Boboiboy memakan biskuit Yaya, itu sama saja seperti mempercepat perjalanan Boboiboy menuju alam lain. Disaat Yaya dan Fang fokus berbicara empat mata, mendadak Fang tidak sengaja ketabrak oleh lelaki berjaket hijau, siapa lagi kalau bukan Sai.
"Maaf aku buru-buru! MAAF!!" Sai langsung berlari ke kelasnya. Paras Sai tidak terlalu kelihatan dimata Fang, tapi Fang merasa sedikit bingung.
'Dia siapa? Sepertinya aku pernah melihatnya' Fang yang seperti biasa dingin hanya menatap lusut dan pergi. Belum sampai disana, Fang melihat sebuah buku biru yang terjatuh didekat kakinya, sudah jelas...
"WOI, BUKUMU!!!" Percuma, teriakan Fang tak terdengar. Tidak ada pilihan lain selain menyimpan buku lelaki itu dengan harapan ia bisa bertemu dengan dia lagi.
...
...
Dilain sisi, Sai masuk kelas dan langsung kempes dikursi. Sai dengan semangat membuka tas dan mengeluarkan buku—
'Eh? Kemana buku tugasku? Eh? Eh? EHHH???????' Sai membuka seisi tas dan buku biru yang ia cari tidak kunjung ditemukan, sudah jelas kalau...
"BUKUKU MANA??" Satu kelas melihat kearah Sai, tapi Sai tidak peduli, ia langsung berlari kearah dimana ia tertabrak dengan Fang tadi.
5 menit kemudian...
Sai sudah sampai di TKP, tapi Sai tidak menemukan buku biru nan penting itu, sudah jelas Sai akan kena hukum oleh dosen. 'Sudahlah, biasanya di SMA aku sering kena hukum guru' batin Sai pasrah.
"Em, kau yang punya buku ini ya?" Fang ternyata berada disana.
"Ka, kau yang mengambilnya? Makas—... i... 'rambut landak biru gelap? Pakai kacamata, mata violet, ah tidak mungkin... TAPI DARI TAMPANGNYA!!!' Fang?" Sai mengucek-ucek matanya hingga sakit.
"...eh?'wait the second, jambul coklat muda, mata hijau, tiga tahilalat dimata, jangan-jangan...ah tidak mungkin, tidak mungkin, tapi dah jelas wajahnya!!!' Dia juga tau manaku, HAAH?? 'Sai?"
1...
2...
3...
HAAAAAAAAAAAAAAHHHHH???????????
Saat pulang kuliah...
"Ternyata kau beneran Fang? Aku merindukanmu Pang!!" Fang langsung tersedak mendengar panggilan khusus itu.
"Uhuk, uhuk! *blush* ja, jangan panggil aku seperti itu ditempat umum, kau kan bukan abang aku"
"Hehehe maaf, tapi aku baru tau kalau kau tinggal dibumi, kenapa kau tidak ikut kapten?" Tanya Sai sambil terus melihat paras Fang.
"Aku sudah ikut dua bulan trus mungkin aku akan menetap disini, btw aku kira kau sudah pergi ke planet diluar sana, sudah 5 tahun aku tidak menemuimu"
"Gak, gak, aku memang tidak aktif lagi di angkatan kapten, bahkan tahun ini aku hanya dipanggil sekali, tapi sayangnya aku tidak bertemu Fang. Fang gimana sekarang? Kenapa kau menetap di planet ini?"
"...soalnya disini rumahku, dan yang terpenting aku punya pacar disini, dia orang yang berharga bagiku" Sai langsung bersiul sambil melipat kedua tangannya.
"Fiu~aku baru tau! Gimana orangnya? Imut?" Sai merayu Fang sambil menyeggol-nyeggol dengan sikut kirinya.
"*blush* ya, bisa dibilang gitu, dia juga kuliah disini"
"Heem, sebenarnya Fang...aku juga sedang suka dengan seseorang"
"Seseorang? Siapa?" Tanya Fang yang mengangkat gelas kopinya.
"Hehe, dia satu fakultas denganku, baru pertama kali aku bertemu dengan orang seperti dia, aku ingin dia menjadi milikku, itu saja, kau tau Boboiboy?"
PRANG!!!!!
Fang tidak sengaja menjatuhkan gelas. Gelas itu pecah berkeping-keping dan kopi itu tertumpah diatas celana Fang, belum lagi Fang yang tangannya sudah membeku dan mata terbelolok shock.
"Ah!! Fang, kau tidak apa? Fang? Halo Fang?" Sai berusaha membersihkan kekacauan yang dibuat Fang.
"A, a, a, aku, ada celana tambahan, te, tenang saja...te, te..." Fang berjalan ke toilet bagaikan robot yang kehabisan baterai. Sai heran kenapa Fang sampai seceroboh itu, soalnya Fang bukan tipe yang ceroboh.
Sementara itu Fang telah mengganti celananya dan mencuci mukanya. Tetesan air jatuh dari wajahnya. Fang menepuk wajahnya sendiri dan terbukti bahwa itu tidak mimpi. Sementara itu Sai masuk kedalam, toilet untuk melihat keadaan Fang.
"Fang, kau tidak apa?"
"E, e, em, a, aku tidak apa-apa, terima kasih"
"Kau yakin?"
"Iya, btw kau bilang tadi kau suka Boboiboy ya? Boboiboy itu...pa, pa, sahabat aku"
"BENARKAH? Kalau begitu boleh tidak aku meminta tolong agar bisa lebih dekat dengannya?" Sai sangat berbinar sambil memegang kedua tangan Fang..
"Soal itu...aku...mung...kin bisa... 'mungkin'"
"YES! MAKASIH FANG, KAU MEMANG TEMAN TERBAIKKU!!"
"Sa, sama-sama... 'jadi semakin parah'"
Bagaimana ini? Apa hubungan Fang dan Boboiboy semakin hancur? Atau tidak?
Tbc— wait!! Tambahan:
Fang pulang dan langsung menemui Boboiboy.
"Boboiboy" Fang langsung terlemas sambil memeluk tubuh kecil Boboiboy.
"Ke, kenapa Fang? Tiba-tiba gak ada tenaga"
"...kau tetap suka denganku kan?"
"Hah? Apa yang kau bicarakan? Tentu saja aku suka dengan Fang"
"...kau mencintaiku kan? Jangan suka sama yang lain ya"
"Kenapa tiba-tiba Fang jadi gini? Memang kenapa?...Ya sudahlah, cup cup"
Tbc
Kasihan Fang dapat tragedi mengenaskan, kalian pasti tau perasaan kalau seseorang yang kalian suka disukai sama temen sendiri, wkwkwk! Sampai jumpa di chapter selanjutnya!
