Halo pembaca, ok, maaf banget udah lama gak update karena sibuk dengan UTS, tugas dan lainnya, akhirnya update lagi, ada satu informasi penting banget, kalian harus baca Your wish in 24 hours karena disana ada pengumuman tentang aku bakal update Takut Gelap season 2 sampai 5 chapter berturut-turut, ok selamat membaca.

Warning: Fang x Boboiboy

Dont like? Dont read

Fang P. O. V

Namaku Fang, kalian semua sudah tau perjuanganku mendapatkan hati Boboiboy, kalian bisa lihat perjuanganku di 'takut gelap' season 1. Sungguh penuh rintangan dari tau dia takut gelap, gendong dia keluar gedung sekolah karena takut, trus pernah jadi pangeran gadungan untuk dia, lari di airport supaya dia gak pindah, buat hubungan Boboiboy dengan ibunya menjadi lebih baik, dan sampai ia beranjak kuliah dan aku berpikir kalau cinta kami akan aman-aman saja sampai kedepannya, tapi ternyata...semua dugaan aku SALAH!! Apa yang harus aku katakan pada Sai? Apa aku harus bilang kalau Boboiboy itu pacar aku? Tapi aku tidak ingin menyakiti perasaan temanku sendiri! Sampai sekarang aku hanya menopang wajah sambil terus memikirkan rencana agar Sai tidak sakit hati karenaku, sementara itu Boboiboy sedang sarapan didepanku sambil mengecek handphone-nya.

"Hhmmmm..." saking berpikir keras, suaraku terdengar oleh Boboiboy.

"Fang gak makan? Daritadi aku lihat Fang kelihatan bingung" Boboiboy memberikan tatapan khawatir kepadaku. Aku tidak mungkin akan membiarkan dia terus mengkhawatirkanku.

"Aku tidak apa kok, aku deluan ke kampus ya, dah" aku hanya memberikan ciuman kecil didekat bibirnya dan pergi.

...

...

Pulang kampus, diwaktu yang tidak ditentukan, aku masuk kedalam kampus dan...

"FANG!!" Lagi-lagi aku bertemu dengan Sai, entah kenapa setelah aku mengetahui kalau Sai menyukai Boboiboy, aku jadi sedikit cangguh dengannya.

"Oh, ha, hai" jawabku ragu.

"Gimana soal kemarin? Kau memang bisa membantuku kan?"

"So, soal itu...eh...aku belum tau, pokoknya nanti saja bahas soal itu, dah, aku mau masuk kelas" maaf Sai, tapi kali ini aku tidak akan mengalah dan aku lebih baik menjauh darimu sebelum aku berubah pikiran untuk memberitahu yang sesungguhnya. Aku berbelok dan berjalan 20 langkah ke depan.

Tapi malah jadi beda cerita.

"Loh? Fang disini? Kebetulan banget ya" BOBOIBOY? DIA DISINI? MAMPUS DAH KALO GINI, pokoknya aku harus bawa Boboiboy menjauh dulu dari Sai, soalnya kalau Boboiboy tau aku temannya Sai, gak sudi kalau kami bakal bertiga terus.

"Aaaaah, Boboiboy sini, sini, sini" ajakku ke tempat yang jauh dari radius Sai.

"Kenapa?"

"E, soal itu...pulang nanti mau pulang bareng?"

"Soal itu gak bisa, maaf ya Fang, aku ada tugas dengan teman aku"

"Si, siapa namanya?"

"Eh? Aku belum beritahu ya? Namanya Sai, teman sekelasku, da Fang"

"...dah..." mampus, sumpah ini bener-bener sebuah peristiwa memilukan yang terjadi dua kali dalam hidupku...APA YANG HARUS AKU LAKUIN????!!!????

"Auch!" Suara wanita yang tidak sengaja tertabrak olehku.

"Ah, ma, maaf"

"Em, tidak apa, ini juga salahku" aku mengangkat tangan wanita bersurai pirang itu.

"Kenapa kamu pakai masker sama kacamata hitam? Kamu artis?"

"EH! Ti, tidak kok, hehehe, aku hanya sakit saja"

"Hmm..." kacamata hitam, masker...AKU ADA IDE!. "Em, boleh pinjam kacamata hitammu? Besok aku kembalikan"

...

...

Ok, aku sedang berada diatas pohon rindang besar skala 45 m, sedang meneropong keberadaan Sai dan Boboiboy yang berada di caffe dilantai 2, aku memakai masker dan kacamata wanita tadi, aku tidak ingin Sai melakukan hal aneh kepada Boboiboy.

"Haah, banyak banget tugas, rasanya lebih berat dibanding SMA dulu" mulut Boboiboy bergerak, namun aku tidak bisa mendengarnya karena jarak yang lumayan jauh.

"Bersabar, setelah ini kan kita ke toko buku bareng" mereka ngomongin apa sih? Bikin kepo.

"Ah, dirambutmu ada sesuatu lo" mulut Sai kembali bergerak sambil memegang rambut Boboiboy, AN*ER DAH! Sesuai rencana, aku akan melemparkan sesuatu kepada mereka.

"Sudahlah tida—WAAAAAAKKKKHH!!!!!!!! KECOA TERBANG" aku melemparkan kecoa terbang kearah Sai dengan menggunakan ketapel, untung jendela mereka terbuka, btw tenang saja, aku pakai sarung tangan saat memegang kecoa. (Kenapa Fang mendadak jago ya?)

"Maaf Sai, aku mau pulang ya" Boboiboy terlihat merapikan bukunya dan pergi dari Sai, YES!! Mision complete, gak sesusah yang diharapkan.

"Saatnya turun dari pohon—eh? AUCH! AAAAKH!" (R. I. P Fang) AKU TERJATUH DAN TAK BISA BANGKIT LAGI!! (Memangnya lagu butiran debu?)

Dengan teknikku, untunglah sebuah berjalan lancar, aku turun dengan menggunakan kekuatanku.

"Hoi, siapa kamu pakai masker sama kacamata, kamu maling ya?" Bapak-bapak bertanya kepadaku.

"Eh? Bu, bu, bukan pak, aku—"

"dah jelas dah...MALIIING!!!!!!!!!"

"NOOOOO!!! TOLONG AKU!!!!"

Fang P. O. V end

Tbc and bonus chapter

"Eh? Maling?" Tanya Boboiboy yang baru keluar dari caffe.

"Iya, tadi sudah digebukin warga, jadi tenang saja"

"Syukurlah, memang maling harus dihajar habis-habisan ya" jawab Boboiboy lega.

Sementara itu Fang...

"TOLONG AKUUU!!!"

Hadeh, kasehan dah, ok, sesuai informasi aku kan bakal ngasih 5 chapter berturut-turut, jadi besok bakal update lagi, see you gaes. Love you!