Chapter 2
(Awal mulanya Baekhyun menjadi seorang Jjang)
Byun Baekhyun 18 tahun, siswa tahun kedua di Sekolah khusus namja. Saat masih bayi ia dibuang di depan sekolah TK, iapun tinggal di TK itu setelahnya. Meskipun begitu tak pernah sekalipun ia merasa kesepian ataupun miskin, karena ia senang tinggal di TK yang banyak temannya. Tapi ada satu hal yang membuat Baekhyun merasa hidupnya sengsara, yaitu saat ia dipermainkan layaknya yeoja oleh teman-teman namjanya.
Saat Baekhyun mulai masuk SD ejekan itu semakin parah hingga usia 12 tahun, apalagi kondisi tubuhnya yang lemah, membuat teman-teman namjanya semakin gencar mengejeknya.
"Hentikan, aku ini namja," ucap Baekhyun kala itu seraya menghapus air matanya yang mulai menggenang.
"Jika aku tak melihatnya sendiri, aku tak akan percaya," ucap namja pendek bertubuh gempal.
"APA?" tentu Baekhyun terkejut mendengarnya.
SRET
"A-apa yang kau lakukan?" Tanya Baekhyun panik saat namja kecil bertubuh lebih tinggi darinya tengah mencengkeram kerah bajunya.
"Ayo kita lihat, apakah dia punya p*l*s," ucap namja bertubuh gempal itu seraya menunjukan seringaiannya.
"Seorang namja tak akan secantik ini," ucap namja bertubuh tinggi tadi yang ikut mengintimidasi Baekhyun.
"Kau tak terlihat seperti namja sama sekali," ucap teman dari 2 namja tadi.
"APA?" Baekhyun yang diintimidasi oleh 3 namja sekaligus itu pun, tubuhnya seketika bergetar panik.
"Aku akan membuka celanamu," ucap namja bertubuh gempal itu seraya berjalan mendekati Baekhyun sementara namja yang bertubuh tinggi menahan tubuh Baekhyun dari belakang.
"J-jangan lakukan itu padaku!" ucap Baekhyun panik berusaha berontak dari cengkraman namja bertubuh tinggi itu, apalagi saat melihat namja yang bertubuh gembal telah berhasil membuka kaitan celananya, Baekhyun semakin panik dibuatnya.
Drap drap drap
"Apa yang kalian lakukan?" seru seorang namja yang datang menghampiri mereka.
"Kau siapa?" Ucap namja gembul itu geram saat tiba-tiba namja berkulit seputih susu datang menginterupsi kegiatan mereka.
"Melepas paksa celana seseorang itu keterlaluan tau!" Ucap namja berkulit itu seraya menatap sinis ketiga namja yang tengah mengganggu Baekhyun.
"Apapun yang kami lakukan bukan urusanmu," ucap namja gembul itu marah lalu melayangkan pukulanya kearah namja itu. Dengan sigap namja itupun menghindar dan menyerang balik namja gembul itu dengan sekali pukulan hingga ia terjerembab ke tanah.
"KAU!" namja bertubuh tinggi tadi tak terima saat temannya kalah telak, iapun segera membalasnya dengan menyerang namja itu tapi untungnya namja itu sudah terlebih dahulu memukul hidungnya hingga menimbulkan suara patahan tulang. Dapat dipastikan hidung namja tinggi itu retak seketika atau bahkan mengalami patah tulang.
"Aah! Hidungku mimisan," pekik namja tinggi itu seraya memegangi hidungnya yang mimisan.
"Mulutku berdarah," ucap namja bertubuh gempal seraya menghapus darah di sudut bibirnya. Sehun yang melihat itu tentu saja tersenyum puas melihatnya.
"Aduh perutku," namja yang satunya lagi ikut mengaduh kesakitan serya berjalan menghampiri temannya.
"Apa kalian masih mau merasakan pukulan mautku?" ucap Sehun seraya menunjukan kepalan tangannya dan menatap mereka bertiga bengis.
"Aaaaaaa!" Mereka bertiga pun segera melarikan diri karena takut dihajar lagi oleh namja itu. Setelah memastikan bahwa ketiga namja itu benar-benar pergi, namja itupun menengok kearah Baekhyun.
"Kau baik-baik saja?" Tanyanya seraya menunjukan raut wajah khawatirnya kearah Baekhyun.
"I-iya," ucap Baekhyun kikuk.
'Waaah! Mengalahkan tiga namja sekaligus, keren sekali,' gumam Baekhyun dalam hati seraya menatap namja itu penuh kekaguman.
"Emmm, bisa kau naikan celanamu?" ucap namja itu seraya memalingkan wajahnya kebelakang dengan pipi yang bersemu merah.
'Ehh?' Baekhyun mengeryitkan alisnya bingung mencoba mencerna apa yang namja itu katakan. Lalu iapun segera melihat kebawah guna memastikan apakah yang dimaksud namja itu adalah dirinya.
Blush
"Ahh!" Pekik Baekhyun terkejut saat baru menyadari kalau celananya sudah turun hingga sebatas Lutut mengekspos bokser pendek warna cream nya. Tak menunggu lama Baekhyun segera menaikkan celananya kembali.
"T-terima kasih," ucap Baekhyun seraya tersenyum kikuk dengan pipi yang bersemu merah.
"Rumahmu ada dimana?" Tanya namja itu setelah memastikan kalau Baekhyun telah memakai celananya kembali.
"Eehh?"
"Jika kau pergi sendiri mungkin akan berbahaya, jadi aku akan mengantarmu pulang,"
"Apa?," Baekhyun mengeryitkan alisnya tak mengerti maksud dari yang namja itu katakan.
"Kalau kau pulang sendiri, mungkin saja kau akan bertemu namja lain yang suka melucuti pakaian yeoja," terang namja itu kemudian saat melihat wajah bingung Baekhyun.
Mendengar itu seketika Baekhyun mengerucutkan bibirnya kesal.
'Lagi-lagi aku dikira yeoja,' iner Baekhyun kesal. Tak menunggu lama, ia pun segera melepas celananya kembali.
"A-apa yang kau lakukan?" Tanya namja itu panik saat Baekhyun bermaksud melepas celananya.
Sret
Dengan sekali tarikan, celana serta bokser Baekhyun sudah turun hingga sebatas lutut dan memperlihatkan pip mungil yang menggantung di antara selakangannya.
'Ahh!' Namja itupun melebarkan matanya begitu melihat sesuatu yang menggantung di selakangan Baekhyun.
"K-kau seorang namja?" Pekik namja itu terkejut.
"Itu benar, aku namja dan bukan seorang yeoja," ucap Baekhyun dengan penuh penekanan dan tak tau malu memperlihatkan barang privasinya. Mau bagaimana lagi, kalau tak diperlihatkan bukti kejantannya secara langsung, pasti namja ini tak akan percaya semudah itu kalau dia memang seorang namja.
"Ah! M-maaf," ucap namja itu kikuk seraya memijit tengkuknya. Ia benar-benar tak enak hati karena sudah mengira Baekhyun seorang yeoja.
"Semua orang mengira aku seorang yeoja, jadi setiap hari mereka mengejek dan menggangguku seperti itu," ucap Baekhyun seraya menundukan kepalanya dan menatap sendu tanah di bawahnya.
"Kalau begitu buat mereka berhenti," ucap namja itu dengan antusias.
"Apa?"
"Berjuanglah menjadi kuat!" Ucap namja itu seraya mengepalkan tangannya keudara bermaksud memberi semangat kepada Baekhyun.
"Menjadi kuat? bagaimana caranya?" Tanya Baekhyun yang sepertinya mulai tertarik dengan usul namja itu.
"Kau hanya butuh berlatih sekarang, aku akan membantumu," ucap namja itu seraya meraih tangan Baekhyun dan menggenggamnya dengan erat.
"Samcon ku punya Tae-kwon-do Hakwon, ayo pergi bersama," ucap namja itu seraya menarik tangan Baekhyun.
(Taek-won-do merupakan bela diri dari korea, Hakwon adalah kursus kilat, namun lebih intens)
"Tapi aku tak punya uang," ucap Baekhyun seraya memijit tengkuknya dan tersenyum kikuk.
"Kau tak usah khawatir, aku akan berbicara dengan samconku agar kau bisa berlatih secara gratis disana," ucap namja itu seraya meraih kedua bahu Baekhyun dan mencengkramnya erat bermaksud memberi semangat.
"Benarkah?" tanya Baekhyun dengan mata yang berbinar senang.
"Iya, jadi kau jangan khawatir lagi kalau soal biaya," ucap namja itu seraya tersenyum manis.
Sejak hari itu namja yang diketahui bernama Oh Sehun itu menjadi teman baik Baekhyun hingga ia masuk SMA. Mereka terus berlatih bersama hingga Baekhyun menjadi semakin kuat. Namun, meskipun begitu namja-namja itu masih tetap menganggapnya seoarang yeoja dan terus menyatakan cinta padanya. Baekhyun yang tak bisa mengontrol emosinya pun, terpaksa menggunakan ilmu bela dirinya untuk memukuli orang-orang yang mengganggunya.
"Wow kau sungguh fresh, mau bermain bersama kami?" Tanya salah seorang namja dari empat namja yang mengelilingi Baekhyun.
"Aku namja, pergi jauh-jauh dariku!" Ucap Baekhyun seraya menatap sengit namja-namja itu.
"Eh? Itu tak mungkin," ucap salah satu namja itu seraya mengerlingkan matanya kearah Baekhyun.
"Jika kau seorang namja, mana buktinya," tantang salah satu dari mereka seraya memegangi bahu Baekhyun dari belakang.
Sudah cukup, emosi Baekhyun seketika naik ke ubun-ubun hingga membuatnya kehilangan kendali. Tanpa belas kasihan Baekhyun pun menghajar namja-namja itu hingga babak belur dengan luka di mana-mana.
000
Keesokan harinya di sekolah.
"JJANG!" seru namja-namja berandalan di sekolahnya yang tiba-tiba berkerumun menghampirinya.
"Apa itu Jjang?" Gumam Baekhyun kesal seraya melarikan diri.
0
0
0
"Jadilah Jjang untuk sekolah kita," pinta Jongin yang saat itu muncul di depan Baekhyun.
"Tidak, Jjang atau apapun itu aku tak tertarik sama sekali," ucap Baekhyun seraya memalingkan wajahnya dan mendengus kesal.
"Aku tau kemarin kau pergi dan mengalahkan semua orang yang menganggapmu yeoja, dengan kekuatanmu itu aku yakin semua penjahat akan tunduk padamu, dan aku yakin telah tertanam di pikiran mereka bahwa kau adalah seorang Jjang," ucap Jongin berusaha meyakinkan Baekhyun.
"Itu memuakan sekali," ucap Baekhyun seraya menghembuskan nafasnya kasar.
"Kau hanya memegang jabatan saja, nanti biar aku yang akan mengurus dan mengorganisir mereka semua," rayu Jongin sekali lagi agar Baekhyun menerima permintaannya.
"Saat aku bilang tidak ya tidak, harusnya kau tau itu," ucap Baekhyun acuh seraya melenggang pergi.
"Jika kau menjadi seorang Jjang, tak akan ada lagi yang berani menggodamu," ucap Jongin cepat dan itu berhasil menghentikan langkah Baekhyun.
"Apa?" tanya Baekhyun seraya membalikan badannya. Sekarang dia mulai tertarik dengan tawaran yang Jongin berikan. Jongin pun menyeringai saat melihat Baekhyun sepertinya mulai tergiur dengan rayuannya.
"Pikirkan itu, jika kau menjadi Jjang, namamu akan tersebar, dan tak akan ada lagi yang berpikir bahwa kau ini seorang yeoja," ucap Jongin seraya mengerling kearah Baekhyun.
'Ah! benar juga,' iner Baekhyun dalam hati. Dengan hati yang mantap Baekhyunpun segera menganggukan kepalanya berusaha meyakinkan diri sendiri.
"Kalau begitu aku ini Jjang," ucap Baekhyun seraya tersenyum senang seraya memegang tangan Jongin.
"Kau memilih pilihan yang tepat Jjang," ucap Jongin seraya terkekeh geli. Jongin tak menyangka kalau Baekhyun terlalu naif dan mudah diperdaya.
Sejak saat itulah Byun Baekhyun, siswa SMA tahun kedua menjadi seorang Jjang, sekalipun dia tak menginginkan menjadi apa yang disebut Jjang itu.
000
"Baru saja datang?" ucap Sehun seraya menyambut kedatangan Baekhyun dengan senyum manisnya.
"Ah! Sehun! Aku telat ya? maaf aku harus berurusan dulu dengan orang-orang yang memuakan tadi," ucap Baekhyun seraya tersenyum kikuk.
"Pernyataan cinta lagi?" tanya Sehun seraya mendengus geli. Ia sudah terbiasa mendengar keluhan Baekhyun yang satu itu.
"Itu sangat memuakan, aku sudah kelas 2 SMA, tapi orang-orang tetap menganggapku yeoja, aku pikir inilah waktunya terlihat manly setelah aku menjadi kuat," ucap Baekhyun seraya mendengus kesal.
"Kau tak terlihat seperti namja sama sekali," ucap Sehun seraya terkekeh geli.
"Hei! Oh Sehun! kau ingin ku pukul ya?" ucap Baekhyun geram seraya memukul ringan perut Sehun dan hanya dibalas dengan kekehan geli.
"Kita akan telat ke gym, ayo cepat," ucap Baekhyun seraya menarik tangan Sehun.
"Aku punya permintaan," ucap Sehun tiba-tiba dengan nada yang serius.
"Permintaan apa?" tanya Baekhyun seraya menengok kearah Sehun dan mengeryitkan alisnya penasaran.
"Emmm?" gumam Sehun tak yakin seraya menatap wajah Baekhyun intens.
'Ada apa dengannya? tak biasanya dia mengajukan permintaan,' gumam Baekhyun dalam hati seraya mengeryitkan alisnya saat melihat keraguan diwajah sahabatnya itu.
"Bicaralah, sekalipun itu tak mungkin, akan ku lakukan," ucap Baekhyun mantap seraya memegang kedua lengan Sehun berusaha meyakinkan sahabatnya itu.
"Sebenarnya aku ada masalah dengan seorang yeoja di sekolahku," ucap Sehun seraya mengalihkan wajahnya denga wajah murung.
"Lalu?" tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya bingung.
"Aku tak suka dia tapi dia tetap menggangguku,"
"Haha yeoja yang mengejarmu dan mengatakan bahwa mereka mencintaimu kan tak sedikit," ucap Baekhyun seraya terkekeh geli. Bukankah hal itu sudah sering terjadi, lalu apa yang yang membuat sahabatnya ini merasa terganggu?
"Jika aku bilang tak suka, biasanya mereka akan mundur teratur, tapi kali ini berbeda, ia tak akan menyerah kecuali kalau aku punya yeojachingu," ucap Sehun seraya menundukan kepalanya.
"Ohh! yeoja gigih seperti itu pasti sulit bagimu untuk mengatasinya, apalagi kau tak punya yeojachingu," ucap Baekhyun seraya menunjukan wajah simpatinya saat mulai mengerti situasi yang dihadapi oleh sahabatnya itu.
"Iya, jadi yang ingin ku katakan adalah-, jadilah yeojachingu ku!" ucap Sehun seraya menggenggam tangan Baekhyun.
"Hahh?" Baekhyun mulai membulatkan matanya berusaha mencerna apa yang Sehun katakan. O.O
Plak
"Dasar mesum! k-kau homo br*ngs*k!" tuding Baekhyun setelah menampar telak pipi Sehun. Bagaimana ia tak terkejut, jika sahabatnya sendiri memintanya menjadi yeojachingunya?
"Bukan itu maksudku, aku hanya memintamu berpura-pura menjadi yeoja," ucap Sehun seraya memegang pipinya yang masih terasa panas akibat tamparan Baekhyun.
"Apa? berpura-pura menjadi yeoja?" tanya Baekhyun seraya melebarkan matanya.
"Aku hanya memintamu pura-pura menjadi yeojachingu ku, aku tak punya teman yeoja yang dekat dan bisa membantuku, kalau aku meminta bantuan yeoja sembarangan bisa-bisa yeoja itu salah paham," ucap Sehun seraya memijit keningnya.
"Tapi kenapa kau memintaku berpura-pura menjadi yeoja, bahkan sekalipun aku tak berpura-pura semua orang akan tetap menganggapku yeoja," ucap Baekhyun yang secara tak langsung telah mengakui sendiri bahwa dirinya cantik.
"Karena itulah aku meminta bantuanmu," ucap Sehun seraya menunjukan tatapan memelasnya kepada Baekhyun.
"Oh! tapi kau tau kan kalau aku tak suka diperlakukan sebagai yeoja?" ucap Baekhyun seraya memijit tengkuknya.
"Maaf, aku sudah mengajukan permintaan yang mustahil, kalau begity lupakan saja," ucap Sehun seraya membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Baekhyun.
"Eh?" pekik Baekhyun saat melihat Sehun tiba-tiba meninggalkannya.
'Ini pertamakalinya aku melihat Sehun meminta bantuan,' iner Baekhyun dalam hati seraya melihat punggung Sehun yang menjauh. Ia jadi tak enak hati, apalagi Sehun merupakan orang yang telah berjasa membuatnya menjadi kuat seperti ini, jadi mana mungkin ia menolak permintaannya. Ia sudah berhutang banyak pada Sehun selama ini.
"Akan kulakukan!" seru Baekhyun setelah ia memantapkan hatinya.
"Apa?" Sehunpun menghentikan langkahnya dan menengok kearah Baekhyun.
"Aku akan berpura-pura menjadi yeojachingu mu!"
"Ah! terima kasih Baekhyunie!" Ucap Sehun seraya meraih tangan Baekhyun dan menatap sahabatnya itu dengan berbinar senang.
"Aku melakukannya karenamu, jika orang lain aku sudah menghajar mereka saat ini juga," ucap Baekhyun seraya mendengus pelan dan melepaskan tangannya dari tangan Sehun.
"Iya iya, katakan apa yang kau inginkan untuk makan malam? aku akan membelikan apapun yang kau mau," ucap Sehun seraya mengacak rambut Baekhyun gemas.
"Aku akan menghabiskan uang bulananmu, waspadalah!" ancam Baekhyun seraya menepis tangan Sehun dan mengerucutkan bibirnya imut.
"Jika itu kau aku tak peduli, sekalipun aku harus menggunakan uang tahunanku," ucap Sehun seraya tersenyum manis.
'Namja ini adalah anak orang kaya tidak sepertiku anak yatim piatu miskin, tapi dia sahabat baikku, kami tak pernah canggung dari awal dan menjadi cepat dekat, serta dia itu paling enak kalau diajak bicara, Benar! untukmu itu tak masalah jika aku melakukannya,' iner Baekhyun memantapkan hatinya.
000
Jreng jreng jreng
"Ahh! aku benar-benar menjadi yeoja?" pekik Baekhyun terkejut saat ia berkaca di depan cermin yang ada di sebuah salon yang kini ia datangi.
"Ya ampun kau cantik sekali, kecantikanmu bisa mengalahkan banyak yeoja, padahal aku hanya memasang wig dan menambahkan sedikit make up," ucap perias salon yang telah membantu Baekhyun berdandan.
"Aku pikir ini terlalu berlebihan, aku ingin terlihat lebih sederhana," ucap Baekhyun pada perias salon itu.
"Ya ampun, apa yang kau bicarakan, Sehun bilang agar membuatmu terlihat semakin cantik," ucap perias salon itu berusaha mengingatkan Baekhyun.
"I-itu,"
"Sayang kau namja, padahal kau sangat cantik," ucap perias salon itu seraya terkekeh pelan.
"Tapi, apa kau yakin tak akan pergi dengan memakai gaun ini? kalau mengenakan ini, kau pasti bagaikan model professional," ucap perias itu seraya menempelkan gaun putih sederhana itu di tubuh Baekhyun.
"Argh! tidak, aku tak suka dengan image ku saat ini," tolak Baekhyun seraya mengangkat kedua tangannya. Sekarang saja dia sudah sangat malu karena telah berdandan layaknya yeoja sampai mendatangi salon kecantikan lagi. Lalu apa jadinya kalau ia harus mengenakan gaun itu, bisa-bisa harga diri Baekhyun sebagai namja sirna seketika.
"Baiklah aku pergi dulu ya, Bey Noona" seru Baekhyun seraya meninggalkan salon itu.
"Sayang sekali dia namja," gumam perias salon itu sekali lagi seraya menatap kepergian Baekhyun.
0
0
"Ah! wig ini sangat tak nyaman, jika saja aku tak berhutang budi pada Sehun, pastinya aku tak akan berpikir berpakaian seperti ini," gumam Baekhyun seraya menundukan kepalanya.
"Emm permisi!"
"Eh?" Baekhyun pun mendongakkan kepalanya saat mendengar ada suara namja yang menyapanya.
"Jika kau punya waktu, mau kah kau menemaniku meminum secangkir teh?" tanya namja asing yang sudah berdiri di depan Baekhyun.
"Uhh mati saja kau!" ucap Baekhyun yang emosinya mulai muncul kembali.
Buagh
"Aku ini namja Br*ngs*k!" seru Baekhyun seraya berjalan meninggalkan namja itu.
"Aku sangat muak, ini semua karena wig
sialan ini!" ucap Baekhyun seraya menarik wignya hingga terlepas dari kepalanya tanpa pedulikan tatapan aneh orang-orang.
"Aku akan memakainya saat sudah sampai nanti," gumam Baekhyun seraya memasukan wig itu ke dalam paper bagnya.
0
0
"Ah! akhirnya sampai juga,"ucap Baekhyun seraya menatap kagum bangunan megah di depannya. Sebuah bangunan megah bak istana terpampang jelas di depan Baekhyun. Benar-benar menyilaukan dan berkelas.
"Jadi inilah akademi favorid di negara kami, SMA Korea?" gumam Baekhyun penuh kekaguman menatap bangunan yang berjejer itu.
"Sekolah ini biayanya sangat mahal, jadi anak-anak orang kaya dengan nilai terbaik di negara saja yang bersekolah disini, Sehun ada disini dengan yeoja-yeoja disekitarnya, ia sangat terkenal," gumam Baekhyun seraya mengedarkan pandanganya saat melangkahkan kakinya digerbang akademi itu.
"Aku harap aku terlihat baik seperti Sehun, aku pernah mendengar tentang tempat ini, tapi ini terlalu besar, gedungnya ada disini dan disana, aku tak mengerti tentang ini," ucap Baekhyun panik seraya menengok kekanan dan kekiri.
"Sehun sudah menggambarkan peta secara garis besar, tapi bagaimanapun juga peta ini membingungkan, sekolah ini bahkan memiliki hutan di dalamnya, benar-benar sekolah terbaik di negeri ini," gumam Baekhyun seraya menelusuri jalanan menuju hutan yang memisahkan tiap gedung di akademi ini.
'Entah mengapa aku merasa hutan ini gelap dan suram, mungkin karena terlalu rimbun,' iner Baekhyun dalam hati seraya melihat lebih jauh kedalam hutan yang ia lewati.
'Eh? cantik,' gumam Baekhyun dalam hati saat melihat seorang yeoja yang berjalan sendirian menuju kedalam hutan.
'Baru kali ini aku melihat yeoja secantik ini, dilihat dari seragamnya dia pasti siswi sekolah ini,' gumam Baekhyun yang tanpa sadar telah mengikuti yeoja itu.
"Chanyeol," ucap yeoja itu setelah berlutut dibawah pohon yang lumayan besar.
'Eh? apa ada orang dibalik pohon itu?" gumam Baekhyun penasaran seraya menyembunyikan tubuhnya.
"Aku tak memanggilmu kesini," ucap seorang namja yang dipanggil Chanyeol tadi seraya keluar dari balik pohon dengan ekspresi datar.
Deg deg deg
'Kenapa jantungku bereaksi cepat,' gumam Baekhyun seraya mencengkeram dadanya saat melihat wajah rupawan yang ada di depan yeoja itu.
"Mengapa kau tetap menjauhkan diri dariku? Aku dipilih sebagai mempelai bukan?" ucap yeoja itu seraya mengangkat wajahnya guna melihat namja di depannya.
'Mempelai? apa maksud dari yang yeoja itu katakan?' gumam Baekhyun dalam hati.
"Bukankah sudah ku mengatakan kalau aku tak tertarik?" ucap namja itu dengan ekspresi dingin.
"Tak ada yeoja lain yang lebih pantas untukmu dari pada aku, jika kau menerimaku sebagai pengantinmu, kau akan menjadi ahli waris dari garis darahku, kenapa kau tak mau menerimaku?" ucap yeoja itu mengiba seraya memegangi tangan Chanyeol.
"Aku bilang aku tak tertarik," ucap Chanyeol itu seraya mendorong yeoja itu agar menjauh darinya.
"Ah! pekik Yeoja itu saat tubuhnya terhuyung kebelakang.
'Apa itu tak keterlaluan?' gumam Baekhyun saat melihat namja itu mengasari yeoja di depannya.
"Berapa kalipun kau menolaku, aku tak akan menyerah sayangku Chanyeol," ucap yeoja itu yang dengan gigihnnya memeluk kaki Chanyeol.
"Minggir!" ucap Chanyeol dingin seraya menghentakkan kakinya agar yeoja itu melepaskan kakinya.
"Tak mau," ucap yeoja itu seraya mencengkeram erat kaki Chanyeol.
'Apa mereka berlatih sandiwara?' tanya Baekhyun dalam hati dengan tampang polos.
Grep
Dengan satu tangannya Chanyeol mencengkeram leher yeoja itu dan mengangkatnya hingga kaki yeoja itu menggantung di udara.
'Apa yang terjadi? itu bukan acting kan? jika dibiarkan yeoja itu bisa mati,' gumam Baekhyun panik.
"HENTIKAN!" teriak Baekhyun seraya berlari kencang dan mendorong tubuh Chanyeol sampai yeoja itu terlepas dan jatuh ketanah.
"Beraninya hanya sama yeoja!" seru Baekhyun seraya menendang dagu Chanyeol telak.
Duagh
"Ehh?"yeoja itupun memekik karenanya. Apalagi saat melihat sudut bibir Chanyeol mengeluarkan darah.
'Waaah! tak bergerak sedikitpun setelah menerima tendanganku?' pekik Baekhyun terkejut saat melihat Chanyeol masih berdiri kokoh.
"Siapa kau?" tanya Chanyeol geram.
"Lari!" seru Baekhyun seraya menarik tangan yeoja itu untuk menjauh dari Chanyeol.
"Ah!" yeoja itupun hanya bisa pasrah saat Baekhyun membawanya lari.
"Dia telah membuatku berdarah," gumam Chanyeol seraya menghapus darah disudut bibirnya.
0
0
Slash
"Lepaskan aku!" seru yeoja itu seraya menepis tangan Baekhyun setelah mereka menghentikan langkahnya.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun dengan nada khawatir.
Plak!
Bukannya ucapan terimakasih, tapi rasa panas di pipinya lah yang Baekhyun dapat.
"Beraninya kau manusia rendahan," hardik yeoja itu seraya menatap Baekhyun tajam.
"Eh? a-apa?" Baekhyun terlalu syok untuk mencerna apa yang ia alami barusan. Untuk pertama kalinya ia merasakan tamparan seorang yeoja.
Manusia rendahan.
Manusia rendahan.
Manusia rendahan.
Ucapan yeoja itu seketika terngiang di kepala Baekhyun.
Ctak ctak
"Memangnya siapa dia!" ucap Baekhyun geram seraya mengepalkan kedua tangannya.
"Tapi siapa namja yang bersama yeoja itu tadi? yang ia lakukan juga aneh, auranya juga, tapi saat aku melihatnya kenapa hatiku bereaksi?" gumam Baekhyun seraya mencengkeram dadanya.
"Kurasa dia lebih tampan dari Sehun, bahkan namja sepertiku tak bisa-"
(anggap saja begitu, aslinya cakepan Sehunku kok, hehe paece chan tapi kau keren kok)
"Ah! apa yang kupikirkan? kenapa aku memikirkan pria lain?" ucap Baekhyun seraya menjambak rambutnya frustasi dengan pipi yang bersemu merah.
"Anggap saja aku baru saja bertemu namja aneh," ucap Baekhyun pada diri sendiri seraya melanjutkan langkahnya.
TBC
Ada yang nanya ini yaoi apa Gs? mungkin itu misterinya dari sebuah komik, soalnya Baekhyun yang awalnya cowok jadi cewek tapi nanti kadang jadi cowok lagi saat-saat tertentu, begitulah yang aku baca.
Sudah itu saja, maaf ya kalau bahasanya masih blepotan gaje banget, sampai jumpa di Chap selanjutnya.
-Salam damai incah88-
