Chapter 3
"Eh?" Baekhyun segera menyembunyikan dirinya di balik pohon saat melihat Sehun tengah bersama seorang yeoja cantik.
"Dia belum datang?" Tanya Irene seraya melipat tangannya di depan dada.
"Dia akan segera datang," ucap Sehun dengan penuh keyakinan. Kalau boleh jujur ia sebenarnya sedikit resah saat Baekhyun tak muncul-muncul juga. Jangan-jangan sahabatnya itu tersesat, siapa yang tau kan? mengingat Baekhyun baru kali ini datang kemari.
"Jadi itu yeoja yang menyukai Sehun? Wow cantik juga" gumam Baekhyun lirih seraya memperhatikan keduanya.
"Dia telat, atau memang tak akan datang?" tanya Irene seraya tersenyum penuh arti kearah Sehun.
'Dua orang sebelumnya juga begitu, sebenarnya sekolah ini hanya untuk yang cantik-cantik atau apa?' Baekhyun cengok sendiri ketika memikirkan itu. Kemudian ia segera tersadar untuk mengenakan wignya kembali.
'Aduh, bagaimana cara memakainya? Apa yang harus kulakukan dengan wig ini?' Gumam Baekhyun merutuki kebodohannya yang bisa melepas tapi tak bisa memakainya kembali.
"Dia akan segera datang," ucap Sehun berusaha bersikap sewajarnya guna menyembunyikan kepanikannya.
"Jangan berpura-pura menunggu seseorang yang tak mungkin akan datang," ucap Irene seraya mendengus geli.
"Apa?" Tentu saja Sehun terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa Irene seyakin itu kalau Baekhyun tak akan datang?
"Aku sudah tau kalau kau tak mempunyai yeojachingu," ucap Irene seraya tersenyum penuh arti.
"Apa kau bilang?"
"Sudah aku selidiki, dan sepertinya kau tak pernah mempunyai yeojachingu selama ini, mereka bilang kau selalu bersama sahabat namja mu,"
"Kau bahkan mencaritahu semua hal tentangku?" tuduh Sehun seraya memicingkan matanya kearah Irene curiga.
"Jika kau menyukai seseorang, kau harus mencaritahu semua hal tentangnya kan? Jadi jangan menipuku, aku sangat tau kalau kau sebenarnya tak mempunyai yeojachingu," ucap Irene dengan penuh keyakinan serta senyum manis yang belum meninggalkan wajahnya sedari tadi.
'Yeoja itu pintar juga,' gumam Baekhyun setelah menyaksikannya sejauh itu.
'Baiklah, tak ada pilihan lain, saatnya beraksi,' gumam Baekhyun seraya memasang wignya asal-asalan dan untungnya terlihat pas, tak sesusah seperti dugaannya.
"Sehun-ah apa aku telat?" Seru Baekhyun seraya melenggang menghampiri namja tampan itu.
"Ah! Baek-"
"Yups aku Baekhie yeojachingu mu," ucap Baekhyun seraya tersenyum manis lalu segera merangkul lengan Sehun mesra.
"Baekhie?" Ucap Irene seraya mengeryitkan alisnya.
"Oh jadi kau yang selama ini selalu mengejar Sehun-ku, perkenalkan aku Baekhie yeojachingunya," ucap Baekhyun seraya menunjukan wajah tak sukanya kepada Irene.
"Jangan bohong, Sehun tak mempunyai yeojachingu, kau hanya pura-pura kan?" Ucap Irene tak terima.
Sehun dan Baekhyun pun segera melakukan kontak mata guna memberi kode apa yang harus mereka berdua lakukan selanjutnya.
"Kau ini bicara apa, tentu saja kami saling menyukai," ucap Baekhyun seraya menatap Irene sinis.
"Benar, dia adalah yeojachinguku," ucap Sehun seraya merangkul bahu Baekhyun dan membawanya mendekat.
'Hehehe dia tak bisa bicara apa-apa lagi,' Baekhyun pun tersenyum penuh kemenangan dalam hati.
"Hehe," kekeh Irene seraya memejamkan matanya dan melipat tangannya di depan dada.
'Eh?' Baekhyun segera mengeryitkan alisnya bingung saat reaksi Irene tak seperti dugaannya.
"Jadi kalian saling menyukai, berapa lama akan bertahan?" tanya Irene dengan nada menantang.
"A-apa?" Keduanya tampak terkejut mendengar apa yang Irene katakan barusan. Sepertinya mereka juga tak paham dengan yang Irene katakan.
"Kalian masih muda, kalian pikir berapa bulan kalian bisa bertahan? aku yakin kalian akan putus sebentar lagi, dan aku akan menunggu itu agar bisa menjadi yeojachingunya Sehun," ucap Irene seraya menunjukan smiknya.
"APA?"
'Yeoja ini isi kepalanya batu atau apa?' Baekhyun gemas sendiri jadinya saat melihat kegigihan Irene dan pemikirannya yang selalu berpikir positife.
"Aku sudah bilang bahwa aku tak menyukaimu, ada apa denganmu sebenarnya?" Ucap Sehun geram. Yeoja yang satu ini benar-benar sudah menguji kesabarannya.
"Sekarang mungkin tidak, tapi nanti kau pasti jatuh cinta padaku," ucap Irene dengan penuh percaya diri seraya tersenyum manis.
'Apa-apaan dia itu, tangguh sekali, ternyata seorang yeoja kalau sedang jatuh cinta bisa segila itu ya?' muncul keringat segede gentong dikening Baekhyun. Tidak, ia tak mungkin diam begitu saja, biar bagaimana pun ia sudah berjanji akan membantu Sehun dalam hal ini. Jadi ia harus melakukan sesuatu agar Irene segera menyerah terhadap Sehun meskipun itu di luar skenrio.
"Kami tak akan putus!" Seru Baekhyun seraya berdiri di depan Sehun dan menatap Irene sengit.
"Oh benarkah? Tapi aku yakin kalian tak akan menikah," ucap Irene seraya membalas tatapan Baekhyun sengit. Maka perang mata di antara keduanya tak terelakkan lagi.
"Tentu saja! kami kan sudah bertunangan," ucap Baekhyun tanpa ragu seraya merangkul lengan Sehun lagi dengan lebih posesif.
"APA?" Irene terlihat membulatkan matanya, terlihat sekali kalau ia sangat terkejut. Bahkan Sehun pun ikut terkejut mendengar yang Baekhyun katakan. Sampai-sampai ia menengok kearah Baekhyun seraya melebarkan matanya.
"Aku tunanganmu kan?" Tanya Baekhyun seraya bergelayut manja di lengan Sehun. Tak hanya itu ia bahkan memperlihatkan senyum termanisnya pada namjachingu pura-puranya itu guna menambahkan kesan mesra bagi siapapun yang melihatnya.
Blush
'Uhh,' entah mengapa pipi Sehun memerah karenanya. Padahal ia tau kalau sahabatnya itu seorang namja.
"Kami sudah bertunangan, kami sudah saling menyukai sejak kami kecil, dan kami bersumpah untuk menikah!" Ucap Sehun seraya merangkul pinggang Baekhyun mesra.
'Apa ini tak keterlaluan,' iner Baekhyun dalam hati, tapi ia tetap tersenyum manis agar Irene semakin percaya pada acting mereka berdua.
Terlihat Irene menekuk wajahnya, tapi tak berlangsung lama, karena Ia kembali memasang wajah seperti semula, wajah cerah dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya.
"Buktikan!" Ucap Irene lantang seraya menunjukan smiknya.
"Apa?"
"Jika kalian telah bertunangan, buktikan padaku!" Ucap Irene dengan nada menantang.
'Bagaimana caranya,' iner Sehun dalam hati seraya memikirkan bagimana cara membuktikan pertunangan mereka.
Sret
Tanpa Sehun duga, Baekhyun sudah menariknya dan mengalungkan tangannya di leher tegasnya. Belum sempat Sehun mengatakan sesuatu, Baekhyun sudah lebih dahulu mendaratkan bibirnya di bibir seksi miliknya.
Cup
'Ahh,' Sehunpun membelalakkan matanya lalu segera mendapati tatapan sayu dari Baekhyun yang sudah melepaskan kecupannya.
Blush
"Masih belum percaya?" Tanya Baekhyun seraya tersenyum mengejek kearah Irene. Terlihat Irene sempat membelalakkan matanya lalu menggigit bibir bawahnya geram.
"Sekarang bagaimana kalau kita kencan Sehun-ah?" tanya Baekhyun seraya memandang Sehun penuh arti.
"Oke," ucap Sehun seraya tersenyum manis lalu segera menuruti keinginan Baekhyun yang membawanya pergi menjauhi Irene.
"Tunggu!," seru Irene saat keduanya meninggalkan dirinya beberapa meter di depannya. Baekhyun dan Sehun pun terpaksa menghentikan langkahnya lalu segera memutar tubuhnya kembali kearah Irene.
"Kali ini kau yang menang, tapi aku tak akan menyerah! ingat itu Sehun," ucap Irene dengan penuh keyakinan.
"APA?"
"Ingat kata-kataku, jika ada hal yang meragukan bahwa kalian bertunangan, aku akan menjadi yeojachingumu,"
"Kau benar-benar!" yeoja yang satu ini benar-benar keras kepala, bahkan Sehun sampai dibuat geram karena kegigihannya itu.
"Sudah biarkan saja, lagipula kita tak akan pernah putus," ucap Baekhyun seraya tersenyum manis dan segera menarik Sehun melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.
"Hehe, senang sekali melihat kau ditolak," ucap Zelo yang baru saja datang setelah Baekhyun dan Sehun berjalan menjauh.
"Aku belum menyerah," ucap Irene dengan wajah ditekuk.
"Dengan tunangan secantik itu? Itu akan sulit, yeoja itu lebih cantik darimu, bahkan lebih cantik dari Seulgi," bisik Zelo dengan seringaian menyebalkan.
Plak
"Tapi dia hanya manusia biasa!," seru Irene seraya menepis tangan Zelo yang seenaknya merangkul pundaknya.
"Jangan lupa namja yang kau inginkan itu juga manusia biasa," ucap Zelo mengingatkan.
"Tapi Sehun berbeda! Lihat saja aku akan menjadikan Sehun milikku, yeoja itu, Baekhie? Kau bilang lebih cantik dariku? Dia akan menyesalinya," ucap Irene seraya menunjukan wajah angkuhnya.
"Jadi kau sudah menandainya? Kasihan sekali yeoja itu," ucap Zelo seraya menunjukan smiknya.
000
Brugh
"B-baekhyun?" Ucap Sehun dengan nada khawatir saat Baekhyun menjatuhkan dirinya di tanah dengan posisi terduduk.
"Aku sudah tak sanggup lagi," ucap Baekhyun seraya menunjukan wajah kesalnya. Sehun pun akhirnya terkekeh karenanya.
"Memakai pakaian yeoja saja sudah memuakan, tapi karena yeoja itu aku menjadi berlebihan dan menciummu," ucap Baekhyun seraya menggosok bibirnya dengan punggung tangannya.
"Lumayan juga," ucap Sehun seraya terkekeh pelan.
"Apa?"
"Kau benar-benar terlihat seperti yeoja dengan wig itu, bahkan jantungku berdetak cepat karenanya," ucap Sehun seraya menunjukan senyum bodohnya.
"A-apa?" Baekhyun pun membulatkan matanya mendengar apa yang Sehun katakan barusan.
"Jika kau benar seorang yeoja, itu tak akan menjadi akting saja," ucap Sehun seraya menyentuh pundak Baekhyun.
"Dasar Br*ngs*k!"
Buagh
"Aghh!" Sehun segera mengaduh kesakitan saat mendapatkan bokeman gratis di perutnya.
"Kau tau apa yang akan terjadi padamu jika mengatakannya sekali lagi, iya kan?" Ucap Baekhyun geram seraya menunjukan kepalan tangannya kearah Sehun yang masih meringis memegangi perutnya.
"Jangan khawatir, aku tak akan suka pada namja, aku tadi kan hanya berharap bahwa kau adalah seorang yeoja," ucap Sehun seraya tersenyum bodoh sambil memegangi perutnya.
"Maaf! Tapi aku ini namja, dan tak mungkin menjadi yeoja, jadi menyerah saja," ucap Baekhyun seraya menarik lepas wig panjangnya dan membuangnya sembarangan.
"Wahh enak sekali rasanya terlepas dari wig ini," ucapnya seraya berjalan meninggalkan Sehun, meninggalkan sekolah termegah di korea itu.
"Andai kau adalah seorang yeoja," gumam Sehun seraya menatap punggung Baekhyun yang berjalan menjauh.
000
"Sial hari ini aku bertemu banyak orang aneh, malam ini aku akan berusaha habis-habisan," ucap Baekhyun seraya mengangkat tangannya keatas guna menyemangati diri sendiri.
"Apa semua sudah berkumpul?" gumam Baekhyun seraya mengedarkan pandangannya saat memasuki kawasan sekolahnya. Hari sudah malam, tapi Baekhyun beserta gengnya selalu melakukan pertemuan di sekolah mereka saat mereka mendapatkan sebuah misi.
"Aku harap kalian menghabiskan sarapan kalian hari ini karena hari ini membutuhkan tenaga ekstra," ucap Baekhyun seraya menghampiri anggota gengnya yang terlihat sudah berkumpul semua.
'Eh?' Baekhyun menyeryitkan alisnya bingung saat tak mendapatkan respon apapun dari semua bawahannya.
"Ada apa dengan kalian?" Tanya Baekhyun saat melihat wajah resah semua bawahannya itu.
"Mereka sedikit takut karena misi hari ini mengenai pembunuhan beruntun yang terjadi pada yeoja cantik akhir-akhir ini," ucap Jongin seraya berjalan menghampiri Baekhyun.
"Pembunuhan beruntun yang terjadi pada yeoja cantik? Maksudnya?" tanya Baekhyun seraya menunjukan wajah bingungnya.
"Apa?"
"Jadi kau tak tau?"
"Kau tak lihat berita?"
Semua bawahannya pun tampak cengok saat melihat wajah bingung yang ditunjukan oleh Jjang mereka itu.
"Sejauh ini sudah 5 yeoja yang menjadi korban di wilayah ini, semua yeoja yang terbunuh adalah yeoja cantik dan populer di sekolah mereka," terang Jongin kemudian.
"Apa pembunuhnya sudah tertangkap?" tanya Baekhyun seraya begidik ngeri.
"Bahkan mereka orang yang supel, satu-satunya petunjuk sejauh ini ialah bahwa mereka mempunyai luka di bagian leher, tapi itu tak memberikan petunjuk siapa pembunuhnya, jadi orang-orang mulai menduga bahwa vampire lah yang membunuh mereka," ucap Jongin dengan wajah serius.
"Vampire? Ebmmhh hahaha kalian bercanda? Vampire? hahaha," Baekhyun pun tertawa terbahak-bahak mendengar dugaan konyol itu. Mana ada Vampire dijaman sekarang kan? Bahkan sampai sekarang Baekhyun mengangkap kalau cerita Vampire itu hanya sebuah dongeng yang tak mungkin ada di dunia ini.
"Kau tak paham bagaimana gawatnya situasi ini?" protes salah satu bawahannya.
"Wajarnya, tak ada yeoja yang ingin pergi keluar sendirian, kalaupun ia, mereka pasti akan mengajak teman,"
"Dan yang lebih penting, kami rasa geng yang menempati gudang yang ada di tengah hutan itu ada sangkut pautnya dengan pembunuhan ini," ucap salah satu bawahannya yang lain.
"Jadi itu yang membuat kalian takut? kalian pikir mereka akan menghabisi kita?" tanya Baekhyun dengan nada meremehkan.
"Aku tau bahwa sementara ini semua korbannya adalah yeoja cantik, tapi terlalu menyeramkan jika pergi kesana," ucap Jongin seraya melipat tangannya di depan dada.
"Kalian menyebut diri kalian namja, namun kalian takut melangkah hanya karena rumor murahan? apa pukulan bisa merubah pikiran kalian?" tanya Baekhyun seraya menunjukan kepalan tangannya.
"Jjang! perbolehkan kami kali ini saja!" ucap mereka serempak seraya bersujud di depan Baekhyun.
"Lebih baik dipukul dari pada pergi kesana,"
"Ini masalah hidup dan mati!"
"Apa! kalian pikir aku harus maju sendiri melakukannya?!" ucap Baekhyun geram.
"Kim Jongin! apa yang akan kau lakukan?" tanya Baekhyun seraya menunjuk kearah Jongin. Terlihat jongin hanya mengangkat bahunya seraya menunjukan cengiran bodohnya.
"Bagaimana kalau kita berdua yang pergi dan memburu beberapa vampire?" tanya Jongin seraya memijit tengkuknya.
"Kau bercanda?" ucap Baekhyun seraya menunjukan kepalan tangannya.
"Kalau boleh jujur ada jalan lain," celetuk salah satu bawahan mereka.
"Kami akan menemanimu jika kami berhasil melakukan ini,"
"Apa itu?" tanya Baekhyun sedikit tertarik.
"Itu adalah jika kau mau menjadi seorang yeoja dan maju sebagai umpan, maka kami akan merasa aman dan bergerak," ucap Jongin seraya menunjukan senyum bodohnya.
"Apa?" pekik Baekhyun dengan wajah berangnya.
"Semua sudah diatur, kau hanya perlu memakai wig ini, tak akan ada yang mengira bahwa dirimu adalah seorang namja," ucap salah satu anggotanya seraya menyodorkan wig panjang di tangannya.
"Jika kau memakai wig ini, tak ada yeoja manapun yang kecantikannya bisa dibandingkan denganmu," ucap salah satu anggotanya yang lain dengan pipi yang bersemu merah.
"Hehe aku mulai tertarik,"
"Aku ingin melihat Jjang menjadi yeoja," ucapnya seraya menunjukan mata yang berbinar penuh harap.
"Dasar Kalian! kalian semua ingin mati!" ucap Baekhyun dengan emosi yang sudah sampai ubun-ubun.
Buagh
Buagh
Duakh
Satu persatu anggotanya yang sudah berani melecehkannya pun tersungkur di tanah dengan luka lebam di wajahnya.
"Tenang Jjang! kau tak seharusnya menghabiskan energi yang sia-sia dengan mereka, padahal mustahil ada musuh disini," ucap Jongin seraya memeluk Baekhyun dari belakang berusaha menenangkan Jjangnya yang sedang mengamuk itu.
"Lalu kau menyuruhku memakai pakaian yeoja? aku sudah memakainya tadi pagi!" ucap Baekhyun lantang tanpa ia sadari bahwa ia sudah membongkar aibnya sendiri.
"Sudah?" tanya Jongin seraya mengeryitkan alisnya bingung.
"Ah! b-bukan apa-apa, haha," sangkal Baekhyun seraya tersenyum garing.
"Jjang karena kau tak percaya dengan cerita vampire, kau tak akan peduli kan?" tanya salah satu bawahannya seraya menunjukn wajah murungnya.
"Selanjutnya kau akan menjadi target mereka, dan kami bisa konsentrasi menghajar sisanya,"
"Hidup kita ada di tanganmu," ucapnya dengan tatapan memelas.
"Apa kalian serius?" tanya Baekhyun dengan pipi yang memerah.
"Tentu saja, karena Jjang sepertinya tak akan pernah memakai pakaian yeoja, jadi kita akan pergi sekarang juga,"
"Aku rasa tak ada pilihan lain bagi kami kecuali pergi sekarang juga," ucap Jongin seraya memijit tengkuknya lalu segera berjalan meninggalkan Baekhyun mengikuti anak buahnya.
"A-apa? tunggu sebentar!" seru Baekhyun panik saat semua bawahannya termasuk Jongin meninggalkannya.
"Baiklah, aku akan berpakainya seperti yeoja, kalian akan melakukannya kan?"
"Benarkah?" Semuanya pun menghentikan langkahnya dan menengok kearah Baekhyun.
"Aku hanya perlu memakai wig ini kan?" tanya Baekhyun seraya memegang wig panjang itu dan segera mengenakannya.
"Woahh!"
"Sekarang kalian senang kan?"
"Iya,"
"Aku bahagia sekali"
"Sekarang ayo kita pergi!" ucap Baekhyun seraya berdiri di depan Jongin yang nyatanya masih terdiam membeku belum tersadar dari keterpesonaannya terhadap Baekhyun yang berkali-kali lipat lebih cantik saat ia memakai wig sepanjang pinggang seperti ini.
Plak
"Berhenti melamun br*ngs*k, aku ini namja," ucap Baekhyun berang seraya menampar pipi Jongin dengan keras agar bawahannya yang satu ini segera tersadar.
"Sekarang tempatkan dirimu di depan!" perintahnya seraya bercakak pinggang menatap Jongin bengis.
"B-baik," Jongin pun segera berjalan di depan seraya memegangi pipinya yang masih terasa panas. Dan baru Baekhyun sadari anggotanya yang lain juga masih terpesona dengan wajah Baekhyun yang semakin cantik saat memakai wig panjang itu.
"Kalian mau disebut Homo hah!"
Duak!
Tanpa belas kasihan Baekhyun segera menendang pantat salah satu bawahannya. Yang lainnya pun segera berlari terbirit-birit mengikuti Jongin yang berjalan didepan karena tak mau terkena tendangan atau pukulan Baekhyun yang sedang kalap.
"Sial! hari ini adalah yang terburuk dari hari yang lain, lagi-lagi aku harus berpakaian seperti yeoja," umpat Baekhyun seraya menghentakan kakinya kesal dan mengikuti bawahannya dari belakang.
0
0
0
"Kita sampai, itu gudang yang tak terpakai!" seru Jongin seraya menunjuk gudang yang sudah tak jauh dari tempat mereka berhenti.
"Tak ada cahaya sama sekali, sepertinya tak ada orang disana saat ini," ucap Baekhyun seraya mengamati gudang itu.
"Pertama kita harus mengeceknya terlebih dahulu," usul salah satu dari mereka.
"Itu mungkin akan menjadi suatu masalah," ucap seseorang yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
"Ah!," mereka cukup terkejut saat melihat seorang namja dengan pakaian rapi bersetelan jas tengah menghampiri mereka.
"Jika kalian memilih pergi dengan tenang, maka aku akan membiarkan kalian pergi dengan aman," ucap namja itu dengan ekspreai datar.
"Ini bukanlah tempat yang bisa kau klim sebagai hak mu, ini adalah tempat umum," ucap Baekhyun seraya menatap sengit namja itu.
"Seorang yeoja?" gumam namja itu seraya mengeryitkan alisnya tak yakin.
"Dan kenapa ini harus menjadi masalah? terima ini!"
Whoosh
Duagh!
"Tak buruk untuk seorang yeoja," ucap namja yang tiba-tiba muncul dan terkena tendangan Baekhyun di bagian pipi. Sementara namja yang awalnya menjadi target tendangan Baekhyun tampak berdiri di belakang namja itu.
"Siapa kau?" tanya Baekhyun serya menunjukan wajah bingungnya.
"Kami berdua yang akan menjadi lawan kalian," ucap Namja itu seraya berdiri saling membelakangi dengan sikap waspada saat anggota geng Baekhyun berdiri mengelilingi mereka berdua.
"Huhh! kalian hanya berdua dan mau melawan sepuluh annggota kami sekaligus?Berani-beraninya memandang rendah kami!" ucap Baekhyun geram seraya menatap keduanya nyalang.
"Hajar dia!" seru Baekhyun seraya meminta anak buahnya maju melawan dua namja itu.
"Hiyaaaaa,"
Buagh
Duagh
Brug!
Dalam hitungan menit tujuh bawahan Baekhyun sudh terkapar di tanah dan hanya menyisakan Baekhyun dan Jongin saja dan satu orang bawahannya.
"Tak mungkin, sudah tujuh orang kita yang berhasil dikalahkan," pekik Baekhyun terkejut.
"Mereka sangat kuat, Jjang untuk saat ini mereka memojokkan kita, larilah selagi kami membuat mereka sibuk," bisik Jongin seraya memperhatikan situasi di depannya. Sementara Baekhyun semakin geram dan mengepalkan tangannya kuat. Iapun segera maju kedepan dan menendang kuat punggung namja yang tadi sempat menjadi target awalnya.
Duak
"Tak peduli seberapapun sering aku memukul mereka, tapi mereka masih tetap bergerak," gumam Baekhyun kesal tanpa disadari bahwa namja dibelakangnya tengah berusaha menyerang. Tapi untunglah ada Jongin yang menolongnya dengan memukul kepala dua namja itu dengan sebatang kayu hingga membuat kepala keduanya mengeluarkan darah.
"Larii!" seru Jongin meminta Baekhyun segera berlari. Baekhyun pun segera melarikan diri cepat sesuai dengan apa yang Jongin minta.
"Apa kalian sudah selesai?" tanya salah satu namja itu seraya menyeringai. Sekalipun kepala dan sudut bibir kedua namja itu mengeluarkan darah, namun nyatanya mereka masih bisa berdiri kokoh seolah tak terluka sama sekali.
"Sial! apa mereka benar-benar seorang manusia?" umpat Jongin dengan nafas yang terengah-engah.
Jongin pun segera melayangkan kayunya kembali bermaksud menyerang dua namja itu lagi, tapi sepertinya kali ini ia tak beruntung, malah dengan sigap salah satunya berhasil memegang kayu itu dan segera memukul wajah Jongin telak lalu menghajarnya habis-habisan hingga dia terkapar di tanah. Sebelum kesadarannya menipis ia sempat bergumam pelan.
"Jjang, larilah selagi bisa," Setelah itu kesadaran Jongin pun menghilang.
"Kejar Yeoja itu!" seru salah satunya.
"Baik,"
0
0
Kesalahan Baekhyun adalah dia malah berlari menuju gudang, yang mana saat ia membuka pintunya ia dapati sekumpulan orang yang tengah berkumpul seperti tengah melakukan sebuah ritual.
Brak
"Eh? k-kalian siswa SMA korea kan?" seru Baekhyun terkejut saat melihat sekumpulan orang berseragam SMA korea sama seperti seragam Sehun ada diruangan itu.
"Penyelundup heh? mengganggu saja," ucap seorang namja berkacamata dengan espresi datar.
Greb
'Ah!' pekik Baekhyun terkejut saat tau-tau ada ang menahan tubuhnya dari belakang.
"Aku sudah bilang tak ada pengacau yang boleh berkeliaran disekitar sini," ucapnya namja berkacamata itu dengan ekspresi berang.
"Maaf! aku akan menyingkirkannya secepatnya," ucap namja yang ternyata namja yang mereka lawan tadi.
"Lepaskan aku!" ucap Baekhyun seraya berusaha melepaskan diri dari kukuhan namja di belakangnya.
"Tunggu! dia menyadari bahwa kita adalah siswa SMA Korea, jadi kita tak boleh membiarkannya pergi begitu saja," ucapnya namja berkacamata itu menahan namja yang akan membawa Baekhyun pergi.
"Lalu apa yang akan kita kakukan?"
"Apa yang kalian lakukan disini seperti kriminal, benar-benar mencurigakan!" ucap Baekhyun seraya menatap bengis namja di depannya.
"Diam!"
Buagh
Tanpa belas kasihan satu namja yang sempat Baekhyun lawan tadi memukul perut Baekhyun dengan keras.
"Ugh! Lepaskan aku!" Baekhyun terus berontak tanpa pedulikan perutnya yang terasa nyeri akibat dipukul namja tadi.
"Tunggu! bawa dia kemari," ucap namja berkacamata itu.
"Hemm, dia cukup cantik, jika dilihat seperti ini tak ada yang dapat menyangkal bahwa dia patut menjadi penganting Yifan-nim," celetup salah satu namja yang ada di sana.
"Aku tak pernah mengira kandidat pengantin Yifan-nim berjalan menemui kita sendiri," ucap salah seorang namja di antara mereka.
"Yifan-nim apa pendapatmu tentang yeoja ini? sepertinya dia sudah memenuhi persyaratan menjadi pengantinmu," ucap salah seorang Yeoja berambut panjang.
"Apa yang sebenarnya kalian maksud dengan pengantin? apa yang kalian bicarakan?" tanya Baekhyun seraya menatap nyalang mereka semua.
Stap
Stap
'Eh? siapa dia? apa dia seorang Jjang?' tanya Baekhyun dalam hati saat melihat namja tampan bertubuh tinggi tengah berdiri tegap didepannya.
Shet
Tau-tau namja itu sudah menaikan dagu Baekhyun guna melihatnya lebih jelas.
'Namja ini, entah mengapa mengingatkanku pada namja aneh yang kutemui tadi pagi, kalau dipikir-pikir yeoja itu menyebutkan tentang pengantin juga,' gumam Baekhyun dalam hati saat ia mengingat pertemuannya dengan namja aneh yang yeoja itu sebut dengan panggilan Chanyeol.
"Hei! maaf mengecewakan, tapi sebenarnya aku ini seorang namja," ucap Baekhyun seraya mengamati apa yang namja itu lakukn padanya.
"A-apa yang ku lakukan? i-itu pisaukan?" tanya Baekhyun panik saat namja itu memegang pergelangan tangannya dan sementara tangan yang satunya terlihat mengangkat keudara seraya memegang pisau tajam.
Crassh
'Hahh' Baekhyun cukup terkejut untuk mencerna apa yang terjadi sampai-sampai ia tak bisa mengelak saat ujung pisau itu menggores pergelangan tangannya begitu saja membuat darahnya merembas keluar.
Jilat
'Eh?'
"Apa yang kau lakukan? dasar mesum!" pekik Baekhyun saat menyadari sesuatu lalu segera menarik tanganya menjauh.
"Darahmu agak segar dan manis," ucapnya seraya menjilat sudut bibirnya sendiri. "Lepaskan dia!" ucapnya memberi perintah pada namja yang memegangi tubuh Baekhyun.
"Baik Yifan-nim," ucap namja itu seraya melepaskan Baekhyuj.
"Dasar kau sinting," seru Baekhyun seraya berusaha melayangkan tinjuannya, tapi lagi-lagi Baekhyun melakukan kesalahan.
Ia malah melakukan kontak mata dengan Yifan hingga tubuhnya membeku karenanya.
'Apa? kenapa tubuhku tak bisa bergerak?' pekik Baekhyun dalam hati saat tiba-tiba tubuhnya terasa membeku.
"Haruskah aku mengecek lagi apakah kau pantas menjadi pemgantinku?" ucapnya seraya menangkup pipi Baekhyun dengan satu tangannya.
Greb
Dalam sekejap tubuh Baekhyun sudah berada direngkuhan namja itu.
'Tak mungkin, apa namja ini adalah pembunuhnya? aku tak percaya ini bisa terjadi, apa aku akan mati seperti ini,' iner Baekhyun dalam hati. Tanpa ia tau di balik lehernya kini, Yifan tengah mendekatkan taring panjangnya keleher Baekhyun dan siap menancapkannya. Tapi Baekhyun bisa apa jangankan mengerakkan tubuhnya mengeluarkan zuaranya saja ia tak bisa.
"HENTIKAN!" seru seorang dengan suara bass yang kini bersiri di depan pintu gudang.
TBC
Emm bahasanya masih susah dimengerti, tak apalah yang penting aku sudah berusaha.
Sampai jumpa dichap selanjutnya.
-salam damai inchan88-
