Chapter 5

"Baekhyun, kau berubah!" ucap Jongin dengan ekspresi tak terbaca.

"A-apa maksudmu?" Baekhyun membelalakkan matanya saat mendengar pernyataan yang baru saja Jongin katakan.

"Kenapa wajahmu memerah?" tanya Jongin seraya mengeryitkan alisnya.

"Apa?" Baekhyun semakin melebarkan matanya saat Jongin menanyakan itu.

'Benarkah pipiku memerah?' Tentu Baekhyun menjadi was-was, ia takut Jongin benar-benar mengetahuinya.

"Apa kau berubah menjadi yeoja atau semacamnya semalam? struktur mu terlihat lebih meluap hari ini," dengan santainya Jongin merangkul bahu Baekhyun seperti yang biasa dia lakukan seraya mengerlingkan matanya.

Baekhyun membeku seketika mendengar itu. Tebakan Jongin tepat sasaran, tapi dia tak mau membongkarnya begitu saja, biar bagaimanapun namja yang berubah menjadi yeoja merupakan aib yang harus ditutupi. Kalau sampai itu terjadi, bisa-bisa Jongin akan meragukan kalau dulunya dia benar-benar namja tulen.

'Apa benar Jongin mengetahuinya?' iner Baekhyun dalam hati. Baekhyun menatap Jongin was-was takut Jongin benar-benar tau.

"Kenapa kau-, apa yang kau katakan?!" Baekhyun segera membanting Jongin ketanah sama seperti biasanya saat dia marah ketika dikatai yeoja oleh teman-temannya.

"Kyaa!" pekik Jongin saat tubuhnya di putar begitu saja dan punggungnya mendarat dilantai dengan keras. Padahal luka yang semalam saja belum sembuh, tapi Baekhyun malah menambah memar di punggungnya.

"KAU PUNYA PESAN KEMATIAN?" Baekhyun segera mencengkeram kerah Jongin yang masih terbaring dilantai seraya menatapnya tajam.

"Aku hanya bercanda, aku masih terluka parah kau tau," kepala Jongin benar-benar pening saat ini, mungkin akibat membentur lantai.

"Jika kau berbicara seperti itu lagi, bersiaplah ke neraka!" Setelah mengatakan itu Baekhyun segera melepaskan kerah Jongin dari cengkramannya dan berlalu pergi meninggalkan Jongin yang masih pening dan terbaring dilantai toilet yang dingin. #poorJongin.

000

"Aku selalu disangka yeoja, kurasa itu memang benar untuk saat ini," iner Baekhyun seraya berjalan menuju kelasnya. Meskipun masih belum percaya sepenuhnya dengan apa yang terjadi padanya, tapi Baekhyun tau kalau dirinya benar-benar yeoja untuk sekarang ini. Terbukti dari miss V yang melekat di bawah sana menggantikan burungnya yang terbang entah kemana.

Namun kali ini ada yang berbeda dengan penampilanya, entah di dapatnya dari mana, tapi Baekhyun memasuki kelas dengan memakai kacamata botol(bulat) seraya memakai masker untuk menutupi wajahnya. Tentu saja hal itu menarik perhatian teman-teman sekelasnya.

"Kau! kau Baekhyun kan?" bahkan guru yang tengah berdiri di depan kelasnya pun terheran-heran dengan penampilan Baekhyun yang tak biasa itu.

"Iya," jawab Baekhyun dibalik maskernya.

"Kenapa kau memakai kacamata dan penutup mulut?" tanya guru itu seraya mengeryitkan alisnya.

"Aku terkena flu berat dan mempengaruhi penglihatanku," ucap Baekhyun asal sambil pura-pura batuk berkali-kali.

Tentu saja jawaban absurt Baekhyun membuat teman-teman sekelasnya mengeryitkan alisnya bingung.

"Apa hubungan penglihatan dengan flu?" Guru itu cengok seketika saat mendengar alasan Baekhyun yang tak masuk akal itu. Setelahnya pembelajaran kembali berjalan seperti sebelumnya dan mengabaikan tingkah aneh Baekhyun yang tak biasa itu.

'Kurasa kacamata ini terlalu berlebihan,' gumam Baekhyun seraya melepas kacamatanya dan melihat keluar kelas.

'Hah? Siapa itu? Oh Dia!' Baekhyun sempat mengeryitkan alisnya saat tak sengaja menangkap ada seseorang yang berdiri di bawah pohon dan tengah memperhatikannya. Tapi setelah menyadari siapa orang itu. Baekhyun segera berdiri dari duduknya.

"Gyaa! Dia!" Pekik Baekhyun keras hingga mengejutkan teman-teman sekelasnya.

"Baekhyun, ada apa?" tanya teman sekelasnya yang duduk tepat di depannya.

"Di sana! ada si Br*ngs*k di luar jendela!" seru Baekhyun seraya menunjuk ke bawah pohon itu. Tapi ternyata orang itu sudah tak ada di sana lagi hingga membuat teman-teman Baekhyun cekikikan.

"Loh? aneh aku yakin dia berdiri di sana tadi," gumam Baekhyun seraya melongok keluar jendela dan menekok kekanan dan kekiri dengan tampang bingungnya.

"Hahaha!" Seketika tawa teman-temannya pecah karena beranggapan bahwa Baekhyun barusaja mengigau.

"Ini lantai tiga, kau pasti ketiduran dan bermimpi tadi," ucap namja di depannya seraya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan absurt Baekhyun di tengah-tengah pembelajaran yang masih berlangsung.

'Aku sungguh melihatnya, aku yakin itu pasti dia yang meminum darahku tadi malam,' gumam Baekhyun seraya merapikan buku catatannya.

Riiiing!

Bel tanda pulang sekolah sudah berbunyi, Baekhyun pun berjalan pelan menuju gerbang sekolah.

'Semua hal yang terjadi padaku adalah ulahnya, bagaimanapun dia-'

"Ah! Itu Dia!' pekik Baekhyun saat tak sengaja menangkap bayangan seseorang yang tengah berdiri di atap gedung sekolahnya.

'Aku tak akan kalah darinya kali ini,' Baekhyun segera berlari menuju atap sekolah guna memastikan bahwa itu benar-benar Chanyeol.

0

0

Brakk!

"Dasar monster! kau terlihat segar setelah meminum darahku!" hardik Baekhyun seraya membuang masker dan kacamatanya sembarangan.

"Kau akan membayarnya sekarang!" seru Baekhyun seraya mengacungkan jari telunjuknya kearah Chanyeol dan menatapnya nyalang.

"Eh? Siapa kalian?" Baekhyun cukup terkejut saat ada tiga namja berdiri di hadapannya.

"Ini ujian jika kau ingin berbicara denganku, kau harus mengalahkan mereka terlebih dahulu," ucap Chanyeol tanpa ekspresi apapun.

"Apa katamu? kenapa aku-"

Plak

"Beraninya kau!" Seru namja itu setelah menampar Baekhyun dan menatapnya bengis. Sementara Baekhyun tampak terjerembab ke lantai saat merasakan tamparan keras di pipinya.

'Orang-orang ini? ada yang aneh dengan mereka, tatapan matanya kosong, mereka seperti zombi,' iner Baekhyun seraya menatap orang-orang itu ngeri.

"Hei Ahjushi! aku tak ingin bertarung dengan kalian, jadi jika kalian-"

"Diam!"

Tak!

Kali ini Baekhyun berhasil menangkis serangan orang itu dengan sikunya.

"Kurasa aku tak punya pilihan," tak ada pilihan lain bagi Baekhyun, ia terpaksa harus melawan orang-orang itu dan berbicara dengan Chanyeol

'Apa? itu tadi terlalu mudah,' Baekhyun terkejut sendiri melihat kekuatannya kini, ia hanya melakukan serangan sekali dan mereka semua tumbang dengan semudah itu. Lalu saat ia merasakan seperti ada bahaya dibelakangnya. Iapun segera menghindar dan mencengkeram kerah baju orang yang berniat menyerangnya.

"Ah!"

"Hanya pengecut yang menyerang dari belakang!" Dengan satu tangannya Baekhyun berhasil melempar orang itu hingga menabrak temannya dan terjerembab di lantai.

"Kurasa kalian bukan Zombi, melihat kesakitan yang kalian rasakan," gumam Baekhyun saat melihat orang-orang itu merintih kesakitan.

"Tapi kalau dipikir-pikir, apa aku ini supermen?" gumam Baekhyun seraya menatap kedua tangannya takjub. Ia tak mengangka bisa melempar orang sebesar itu dengan satu tangannya.

'Ini keberuntunganku, aku bisa mengalahkannya dan membuatnya menjadi gelembung(?),' gumam Baekhyun dalam hati seraya menunjukan senyum menantangnya kearah Chanyeol.

"Bersiaplah!" tantang Baekhyun seraya menatap Chanyeol sengit.

"Apa kau yang aku gigit semalam?" tanya Chanyeol ragu saat sudah berada tepat di depan Baekhyun. Seingatnya semalam ia menggigit seorang yeoja berambut panjang. Tapi yang didepannya ini berambut pendek seperti namja.

"Iya! dan karenamu aku kembali dari kematian!" ucap Baekhyun kesal.

"Aneh, tapi kau yeoja," gumam Chanyeol seraya mengeryitkan alisnya dan membuat Baekhyun terkejut.

"Aku memakai wig untuk mengelabuhi kalian agar mengiraku yeoja," dengan senang hati Baekhyun menjelaskannya.

"Untuk apa?" Chanyeol semakin mengeryitkan alisnya bingung. Bukankah Baekhyun memang seorang yeoja? lalu mengapa harus menyamar dan mengelabuhi anak buah Yifan.

"U-untuk, Ah! tunggu! kenapa aku harus menjelaskannya padamu, kau satu-satunya orang yang hampir membunuhku!" hardik Baekhyun seraya menatap Chanyeol nyalang ketika menyadari kebodohannya.

"Kau harus meminta ampunanku dengan lutut tertekuk! bukannya malah mengintrogasiku seperti ini!" seru Baekhyun seraya melayangkan pukulannya tadi berhasil ditangkis oleh Chanyeol dengan satu tangan.

"L-lepaskan aku!" seru Baekhyun saat kepalannya di genggam begitu saja oleh tangan besar Chanyeol.

'Dia menahan pukulanku layaknya aku ini bayi,' gumam Baekhyun miris. Ia berusaha melepasnya tapi tak bisa, Chanyeol mencengkeramnya begitu kuat.

"Maaf, tapi kau harus membuktikan kalau yang semalam itu benar-benar dirimu!" ucap Chanyeol seraya menatap Baekhyun tanpa ekspresi.

Tanpa Baekhyun ketahui seseorang sedang berjalan mendekatinya dari belakang dengan memegang sebuah belati.

Chrus!

'Hah?' Baekhyun membelalakkan matanya saat merasakan tusukan dipinggangnya.

"Apa? Ughh, apa aku tertusuk?" setelah itu Baekhyun tumbang kelantai. Ia sempat mencengkeram kaki Chanyeol lalu terkulai lemas setelahnya.

"Itu saja! lupakan semua yang telah terjadi di sini," ucap Chanyeol pada ketiga orang itu seraya menggendong Baekhyun ala pengantin dan membawanya pergi.

0

0

"Sepertinya dia terluka, haruskah aku memanggil dokter?" tanya Jongdae Batler setia Chanyeol yang sudah menunggu tuannya di samping sebuah mobil mewah.

"Tidak, kita hanya harus menutup lukanya dan melihat apa yang akan terjadi, jika itu adalah dia, maka dia tak akan membutuhkan dokter," ucap Chanyeol seraya memasukan Baekhyun kedalam mobil mewahnya.

"Baiklah Chanyeol-nim," Setelah membunggukan badannya Jongdae segera memasuki mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Baekhyun.

Sementara itu di atap sekolah, ketiga orang itu tampak tersadar dari pengaruh Chanyeol dan menunjukan kebingungannya.

"Hah? apa ini?" ucap salah satunya seraya memegang belati di tangannya.

"Dimana aku?"

"Kenapa badanku sakit semua," rintihnya seraya memijit tanganya yang terasa nyeri.

000

Cling cling

Baekhyun masih tertidur cantik di sebuah ranjang ukuran king size yang ada di sebuah kamar mewah bergaya eropa dengan semua perabotan yang serba wah itu.

Cklek

"Bagaimana keadaannya?" Chanyeol tampak sudah mengganti bajunya dengan sweater polos putih dan celana jeans.

"Aku hanya mengurusnya sedikit dan pendarahannya sudah berhenti, bahkan luka goresannya juga membaik," ucap Jongdae saat melihat Chanyeol berdiri di depan pintu lalu berjalan mendekat ranjang tempatn Baekhyun terbaring.

"Jadi itu memang dia?" tanya Chanyeol lebih kepada diri sendiri seraya mengamati Baekhyun lebih jelas.

"Aku juga yakin begitu, jika dia manusia biasa, mungkin ia sudah mati karena pendarahan, dan ketika aku memeriksanya aku menemukan sesuatu yang aneh," ucap Jongdae dengan sangat yakin. Karena memang begitulahkenyataannya.

"Aneh?" Chanyeol pun mengeryitkan alisnya saat mendengar apa yang Jongdae katakan.

"Dadanya mengecil dan diperban," ucap Jongdoe menjelaskan (aneh)yang dia maksud.

Karena penasaran Chanyeol segera menyingkap selimut itu dan memperlihatkan tubuh Baekhyun dengan kemeja yang tak dikancingkan, hingga membuat perban yang melilit dada Baekhyun serta perut rampingnya terlihat jelas dimata Chanyeol.

"Kenapa dia seperti itu?" gumam Chanyeol seraya mengeryitkan alisnya saat melihat kondisi Baekhyun yang sedikit ganjal itu.

"Entahlah," Jongdae pun menggidikkan bahunya. Dia memang tak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada Baekhyun.

Dengan rasa ingin tahunya, Chanyeol segera memegang ujung perban itu dan bersiap menariknya. Namun niatnya urung setelah tiba-tiba Baekhyun membuka matanya dan menatap Chanyeol terkejut.

"Apa yang kau lakukan?" pekik Baekhyun terkejut seraya menahan tangan Chanyeol yang masih memegang ujung perbannya.

"Kau sudah bangun?" pekik Chanyeol terkejut seraya melebarkan matanya. Niat hati ingin memeriksa gagal sudah.

"Apa yang kau lakukan saat aku tak sadar?" Baekhyun segera mengancingkan kemejanya cepat dan menatap Chanyeol dengan penuh selidik.

"Chanyeol-nim sedang mencari tahu penyebab mengecilnya dadamu, masalahnya kau sedang terluka," ucap Jongdae menjelaskan situasi yang terjadi.

"Kau dari kelompok yang menusukku tadi malam kan? ah, di sini!" tuduh Baekhyun pada Jongdae lalu saat mengingat lukanya ia segera memegang bagian pinggangnya yang terluka.

'Hampir saja aku ketahuan sebagai seorang yeoja,' iner Baekhyun dalam hati.

"Eh? kenapa tak terasa sakit?" pekik Baekhyun terkejut seraya menyentuh perban yang menutup lukanya.

"Silahkan periksa Lukamu!" pinta Jongdae kemudain seraya memperhatikan apa yang Baekhyun lakukan.

Baekhyun cepat-cepat mengangkat kemejanya dan membuka perban yang menutupinya.

"Sudah sembuh? kok bisa?" Baekhyun benar-benar terkejut saat melihat lukanya sudah mengering dan tak menimbulkan rasa sakit sama sekali. Sungguh keajaiban yang tak terduga.

"Ternyata benar, jika kau manusia biasa, saat ini kau sudah mati," ucap Jongdae seraya memperhatikan Baekhyun lebih intens.

"APA?" tentu saja Baekhyun terkejut mendengar apa yang baru saja Jongae katakan. Ia benar-benar tak mengerti dengan apa yang namja itu maksud.

"Sekarang aku yakin bahwa kaulah orang yang ku gigit semalam," kali ini Chanyeol kembali bersuara setelah sebelumnya terdiam dan hanya memperhatikan tingkah Baekhyun.

"Sialan! kau merubahku menjadi Zombi? kau monster ya?" Seru Baekhyun seraya mencengkeram sweater yang Chanyeol kenakan di bagian dada. Ia benar-benar tak terima Chanyeol merubah kehidupannya.

"Namanya adalah Park Chanyeol," ralat Jongdae seraya menghembuskan nafasnya pelan.

"Aku tak bertanya padamu!" hardik Baekhyun segera melayangkan tatapan sengitnya kearah Jongdae.

"Tenanglah dulu, aku akan menjelaskan semuanya padamu," pinta Chanyeol dengan suara lembut berusaha meredakan kemarahan Baekhyun. Untunglah Baekhyun terlihat mulai tenang dan melepaskan cengkramannya

0

0

"Huft, tempat ini lebih bagus dari pada rumahnya Sehun," ucap Baekhyun seraya mempoutkan bibirnya. Jelas sekali kalau dia merasa iri. (-_-)

"Aku membawakan kopi dan teh," Jongdae tiba-tiba muncul di ruang tamu dan meletakkan nampan yang ia bawa di meja mewah itu.

"Siapa kau?" tanya Baekhyun seraya memicingkan matanya kearah Jongdae.

"Aku hanyalah pengurus rumah ini, aku Batler pribadi Chanyeol-nim,"

"Jadi kau ini budaknya," Baekhyun segera menunjukan senyum mencemoohnya kearah Jongdae.

"Itu kata-kata yang tak pantas untuk di dengar!" tentu saja Jongdae tak terima saat dikatai budak oleh Baekhyun.

"Terserah, tapi dengan melihatmu aku yakin dia orang yang cukup kaya raya," ucap Baekhyun acuh seraya mendudukan dirinya di sofa empuk itu.

"Chanyeol-nim adalah pewaris TAE Corp yang di korea," ucap Jongdae menginformasikan siapa Chanyeol sebenarnya.

"TAE? PERUSAHAN TAE YANG-(?)," Baekhyun seketika berdiri dari duduknya.

(perusahaannya aku samakan dengan manhwanya)

"Rumah ini adalah rumah pribadinya, dia telah lama berpisah dengan rumah utama," Lagi-lagi Jongdae memberikan informasi kepada Baekhyun dengan cuma-cuma.

"Tak perlu mengatakan hal tak berguna seperti itu," tiba-tiba Chanyeol datang menginterupsi pembicaraan keduanya.

"Chanyeol-nim?" pekik Jongdae terkejut.

"Bisa kau pergi sekarang?" ucapnya setelah mendudukan dirinya di sofa ruang tamu bergabung dengan Baekhyun.

"Baik tuan," Jongdae segera membungkukkan badannya dan meninggalkan keduanya.

"Apa benar kau pewaris perusahan TAE? bukannya itu perusahaan terbesar di Korea?"tanya Baekhyun antusias, ia masih belum percaya kalau dia sedang berhadapan dengan pewaris dari perusahaan raksasa itu.

"Itu adalah identitas yang manusia ketahui dariku, yang akan kuberitahukan padamu bukanlah sesuatu yang diketahui oleh manusia," ucap Chanyeol dengan nada serius.

"Sesuatu yang tak diketahui orang lain? apa itu?" rasa ingin tau Baekhyun semakin besar. Ia benar-benar penasaran dengan namja di depannya ini. Baginya semua yang ada pada Chanyeol sangatlah misteriaus.

"Seperti, aku adalah vampire," ucap Chanyeol dengan tenang.

"Apa? vampire? makhluk yang hidup dengan darah?" Baekhyun membelalakkan matanya menunjukan keterkejutannya.

"Huft," Chanyeol mendengus geli melihat reaksi serta persepsi Baekhyun tentang makhluk seperti apa itu vampire. Mungkin Baekhyun benar, tapi itu dulu, sekarang ini mereka sudah tak mengonsumsi darah lagi.

"Aku rasa, jika dipikirkan lagi tentang semua yang terjadi, itu bisa dipercaya," ucap Baekhyun seraya memikirkan hal-hal yang terjadi padanya belakangan ini.

"Baiklah, jadi kau adalah seorang vampire?" Baekhyun memutuskan untuk mempercayai keberadaan makhluk jenis vampire itu. Apalagi dia sudah mengalami sendiri bagaimana rasanya digigit dan dihisap darahnya oleh vampire tampan di depannya ini.

"OH! Tunggu! Itu artinya aku juga Vampire?" Baekhyun jadi heboh sendiri ketika menyadari sesuatu.

"Biasanya mereka akan mati, hanya beberapa diantaranya yang bertahan hidup setelah digigit oleh bangsa kami," Chanyeol menunjukan nada seriusnya saat mengatakan itu.

"Bukankah semua orang akan menjadi vampire setelah tergigit?" tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya bingung. Kalau di drama atau anime kan seperti itu.

"Setelah bertahun-tahun kami berevolisi menjadi manusia, kami sekarang bisa memakan makanan manusia, meskipun tak bisa hidup abadi, tapi hidup kami relatif lebih lama ketimbang manusia biasa,"

"Jadi tak ada bedanya dengan manusia?" Baekhyun semakin tertarik ingin tau banyak tentang vampire.

"Bagaimanapun juga kami lebih kuat dan sehat, kami juga memiliki kekuatan menyembuhkan diri tanpa diobati,"

"Jadi itu sebabnya, kenapa aku baik-baik saja setelah tertusuk?" sekarang Baekhyun dapat mengerti kenapa lukanya bisa sembuh secepat itu.

"Kemampuan tubuh dalam menyembuhan diri menentukan tingkatan Vampire. Melihat kecepatanmu menyembuhkan diri, kau seperti berada ditingkat menengah," terang Chanyeol kemudian.

"Dan kau tingkat atas?" Tebak Baekhyun asal seraya menunjukan wajah masamnya.

"Bukan itu yang harus dipikirkan, kau harusnya berterima kasih karena kau masih hidup, rata-rata manusia tak akan selamat setelah tergigit," Chanyeol tak habis pikir dengan Baekhyun. Kenapa ia malah memikirkan tentang itu.

"Huft! Eh, tunggu dulu! Katamu kau masih bisa bertahan hidup tanpa perlu meminum darah manusia, tapi kenapa kau mengigitku?" Baekhyun pun menunjukan wajah tak sukanya pada Chanyeol.

"Saat itu darurat, para vampire membutuhkan darah manusia untuk selamat jika terluka parah, seperti yang ku katakan sebelumnya, meskipun kami dapat menyembuhkan diri, kami bisa mati oleh pisau atau senjata yang dibuat khusus untuk membunuh bangsa kami, tadi malam setelah tertusuk, aku tak bisa menyembuhkan diriku sendiri, dan bisa mati karenanya," ucap Chanyeol seraya menundukan kepalanya.

"Jadi meski kau tau aku bisa mati, kau tetap meminum darahku," Baekhyun pun menatap Chanyeol sengit.

"Aku berusaha mengendalikan diri tapi tak bisa mengendalikan naluri vampireku, aku akan bertanggung jawab atas tindakanku, aku minta maaf tentang itu," ucap Chanyeol penuh sesal. Kalau bisa tentu saja ia akan memilih untuk tak mengigit Baekhyun. Tapi semua makhluk punya hak untuk bertahan hidup kan? meskipun cara Chanyeol bertahan hidup harus mengorbankan makhluk lain.

"Bagaimana kau akan bertanggung jawab? Karenamu aku berubah menjadi yeo-"

"Ini kabar baik karena kau bukan yeoja, bagaimanapun juga," ucap Chanyeol seraya menunjukan wajah yang terkesan misterius.

Untunglah Baekhyun tak meneruskan ucapannya karena Chanyeol sudah lebih dulu memotongnya. Kalau tidak, jati dirinya bisa terbongkar oleh mulutnya sendiri yang tak bisa di kontrol.

"Apa?" Baekhyun tak mengerti mengapa hal itu menjadi kabar baik bagi dirinya. Karena yang Baekhyun tau ia telah mengalami hal buruk karena telah berubah menjadi yeoja.

"Kalau kau yeoja, aku akan menjadikanmu istriku," ucap Chanyeol seraya menunjukan senyuman mautnya kearah Baekhyun.

"A-APA?" Pekik Baekhyun terkejut dengan pipi yang bersemu merah. Apa-apaan itu.

"Ada sebuah legenda di bangsa kami, jika manusia yeoja digigit dan selamat, dia harus dijadikan istri, siapapun yang menjadikannya istri, akan mendapatkan kekuatan tanpa batas dan hidup abadi," ucap Chanyeol kemudian.

'Istri? Konyol sekali haha,' iner Baekhyun dalam hatu seraya tertawa garing.

"Itu hanya untuk yeoja kan?" Tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya.

'Lalu bagainama dengan seorang namja yang berubah menjadi yeoja?' Tambah Baekhyun dalam hati. Tentunya Baekhyun tak mungkin mengatakan hal itu kepada Chanyeol.

"Itu hanya untuk yeoja, ada beberapa namja yang berubah menjadi vampire, tapi mereka tak membuat banyak perbedaan, tapi ada sebuah cerita mengenai vampire yang memperoleh kehidupan abadi,setelah mendapatkan vampire yang di jadikan istri," ucap Chanyeol kemudian.

"Lalu apakah vampire itu masih hidup?" tanya Baekhyun penasaran.

"Itu-"

"Tentu saja vampire itu ayah kami," tiba-tiba Yifan sudah berdiri di belakang Chanyeol dan menginterupsi percakapan mereka.

"K-kau," Baekhyun terkejut melihat namja yang malam itu melukai Chanyeol berdiri di depannya lebih tepatnya di belakang Chanyeol.

"Aku tak pernah mengundangmu," ucap Chanyeol dingin seraya menengok kearah Yifan yang ada di belakangnya.

"Aku juga tak pernah mengundangmu ke gudang," Yifan membalikkan ucapan Chanyeol begitu saja seraya tersenyum menyebalkan. Sementara Chanyeol hanya diam dan tak menanggapi.

"Aku tak pernah mengira akan melihatmu sesehat ini," ucapnya seraya tersenyum miring ketika berdiri di samping Chanyeol.

"Kecewa karena aku tak mati?" tanya Chanyeol dingin.

'Aku pernah merasa seperti ini sebelumnya, tapi ini benar, ketika mereka bersama seperti perang dunia ke-3 akan dimulai,' iner Baekhyun ngeri.

"Emmm, aku tak tau apa yang terjadi diantara kalian berdua, tapi-"

"Kami bersaudara, saudara tiri lebih tepatnya, dengan ibu yang berbeda," dengan santai Yifan merangkul bahu Chanyeol seolah mereka sangat akrap.

"Jadi kalian bersaudara? Kenapa kalian tak bersama?" Baekhyun tak mengerti mengapa keduanya malah tampak bermusuan jika memang saudara.

"Itu karena diantara kami hanya ada pewaris yang layak untuk ayah kami yang hidup beratus-ratus tahun," ucap Yifan kemudian seraya menjauhkan tangannya dari bahu Chanyeol.

"Pewaris? Pewaris dari TAE corp?"

"Itu hanyalah identitas manusia, ayah kami adalah kepala dan pemimpin bangsa kami, dia telah memimpin ratusan tahun lamanya, dan berniat menurunkan tahtanya di antara kami berdua,"

"Oh! Jadi permasalahan sebenarnya dari pertengkaran kalia-"

"Aku tak tertarik pada jabatan itu," ucap Chanyeol tiba-tiba dan memotong ucapan Baekhyun yang ingin menebak permasalahan yang terjadi diantara keduanya.

"Jangan bohong, kau bahkan selalu menghalangi jalanku," hardik Yifan seraya menatap Chanyeol tak suka.

"Itu karena membunuh manusia tak dibenarkan!"

"Semua yang ku lakukan untuk mencari pengantin manusia, semua yeoja lainnya hanyalah korban," ucap Yifan seraya menunjukan smiknya tanpa rasa bersalah sama sekali.

'Jadi begitu, semua pembunuhan yeoja-yeoja itu dan saat mencoba menggigitku tadi malam untuk alasan itu?' Sekarang Baekhyun dapat memahami permasalahan yang terjadi. Juga fakta dibalik pembunuhan berentai itu.

"Tapi aku berterima kasih karena telah menjaga hal ini untukku," ucap Yifan ambigu seraya memegang bahu dan mendekatkan wajahnya membuat Chanyeol mengeryitkan alisnya bingung, ia benar-benar tak mengerti maksud dari yang Yifan katakankan barusan.

"Menemukan pengantinku dan membawanya kesini," Tiba-tiba Yifan sudah berdiri di depan Baekhyun dan memegang lengan atasnya.

"Apa?" Baekhyun pun mendongakkan dan menatap Yifan terkejut.

"Dia tak seperti yang kau fikirkan," Chanyeol pun sama terkejutnya dengan Baekhyun hingga membuatnya berdiri dari tempatnya.

"Jangan mencoba membodohiku, alasan kau tetap hidup adalah karena kau meminum darahnya!" seru Yifan seraya menatap Chanyeol sengit.

"Mereka bilang menemukan pengantin diantara manusia dengan kualitas bagus adalah satu berbanding satu juta, kau seperti keajaiban bagiku," ucap Yifan seraya memegang dagu Baekhyun lembut dan menunjukan senyum menawannya.

"K-kau salah, aku-"

'Apa yang harus kulakuan, aku berubah menjadi yeoja, jadi aku tak tau apa yang harus ku katakan,' Tentu saja Baekhyun bingung, ia mau mengatakan dirinya namja, tapi sekarang dirinya bukanlah namja lagi.

Tanpa diduga sebelumnya, Yifan sudah mengangkat dagu Baekhyun dan merangkul pinggang ramping itu hingga merapat padanya.

Cup

Yifan meraup bibirnya begitu saja hingga membuat Baekhyun membelalakkan matanya.

"Emmmppuah" Dengan sekuat tenaga Baekhyun mendorong dada Yifan lalu segera menutup bibirnya dengan lengannya seraya menatap Yifan syok.

Belum sepenuhnya tersadar dari rasa syoknya, Baekhyun kembali dikejutkan saat Yifan sudah menggendongnya ala pengantin.

"Sekarang kau adalah pengantinku, tapi aku belum bisa terima kenyataan bahwa yang merubahmu adalah vampire lain, jadi bagilah darahmu padaku," ucap Yifan seraya tersenyum tipis.

"A-apa?"

"Vampire dapat membagi perasaan dan emosinya dengan seseorang yang telah berbagi darah dengannya," ucap Yifan seraya mengendus leher Baekhyun hingga membuat empunya menjadi panik karenanya.

"Aaaahh!" pekik Baekhyun saat Yifan tiba-tiba menjilat lehernya.

Greb

"Hentikan! dia seorang namja," ucap Chanyeol menginterupsi apa yang akan Yifan lakukan dengan memegang bahunya.

"Apa?" pekik Yifan terkejut.

"Dia bersekolah di sekolah Khusus namja sekarang," ucap Chanyeol dengan nada serius.

"Jenis kelaminmu tak dapat berubah hanya karena darahmu dihisap, Kau melihat sendiri tadi malam bahwa dia seorang yeoja," ucap Yifan seraya menunjukan smiknya. Mana mungkin ia percaya begitu saja omongan saudara tirinya itu.

"I-itu karena aku memakai wig dan menyamar menjadi yeoja, teman-temanku disana takut, jadi mereka memintaku menjadi umpan," saat ini Baekhyun hanya bisa berharap kalau Yifan segera percaya bahwa dia adalah namja.

"Jadi aku ini namja! Aaaaaa,"

Brug!

Seiring dengan teriakannya punggung Baekhyun pun segera mendarat kelantai karena Yifan melepasnya begitu saja.

'Kenapa orang ini,' iner Baekhyun dalam hati seraya merangkak bangun. Dapat ia rasakan aura mengerikan keluar dari tubuh Yifan.

"Jika kau adalah namja, maka itu merubah segalanya," ucap Yifan dengan ekspresi syok yang belum meninggalkan wajahnya.

"Tapi aku tak percaya begitu saja kata-katamu, aku akan memeriksanya dengan mataku sendiri," ucap Yifan seraya membuka kemeja Baekhyun begitu saja.

"Apa ini?" Tanya Yifan saat melihat kain perban melilit dada Baekhyun.

"I-ini- Waaaaa!" pekik Baekhyun panik saat Yifan menarik perban itu hingga memperlihatkan dada telanjangnya.

'Jika dia melepas perbannya, dia akan tau kalau aku ini yeoja,' Baekhyun hanya mampu memejamkan matanya erat tak tau apa yang harus dilakukan.

"Hahh? K-kau namja?" pekik Yifan terkejut. Sekarang ia percaya bahwa Baekhyun adalah namja setelah melihat dada rata itu.

'Hah? aku kembali menjadi namja? apa yang telah terjadi padaku?' Baekhyun jadi bingung sendiri mengetahui gender nya yang berubah-ubah.

"Bukankah sudah kubilang tadi," ucap Chanyeol seraya mendekat kearah Yifan.

"Sial," Umpat Yifan seraya memijit tengkuknya.

'Mungkin aku hanya berhayal, itu sangat konyol jika aku berubah menjadi yeoja,' Baekhyun yang semula percara kalau dirinya menjadi yeoja, kembali bimbang setelah gendernya kembali seperti semula.

"Huffrt, Kasihan ya, kau tak bisa menjadikanku pengantinmu," ucap Baekhyun seraya menepuk bahu Yifan prihatin seraya tersenyum mengejek.

"Ya, dan sepertinya kau tak dibutuhkan lagi," ucap Yifan dingin seraya melirik Baekhyun yang ada disampingnya dengan ekor matanya yang tajam.

'Hwaaa mengerikan,' bulu kusuk Baekhyun merinding seketika.

"KURASA KAU HARUS MATI!" Yifan murka dan segera mencengkeram kerah baju Baekhyun lalu menganggatnya tinggi-tinggi.

TBC

Segini dulu ya, sampai jumpa di Chap sebelumnya, jangan lupa tinggalkan review setelah membaca, terima kasih.

-Salam damai inchan88-