Chapter 6
"Lepaskan dia!" Pinta Chanyeol seraya memegang lengan Yifan.
"Jangan menghalangiku kali ini!" nyatanya Yifan enggan melepaskan Baekhyun dan malah memukul dada Chanyeol hingga membuatnya terlempar beberapa meter. Sepertinya kekuatan Yifan memanglah semakin kuat sejak ia meminum darah dari 5 manusia. Terbukti hanya dengan satu tangannya saja dia bisa membuat Chanyeol terlempar begitu jauh.
Tab
Tab
Tab
"Apa yang, Oh! Chanyeol-nim apa anda baik-baik saja?" Jongdae yang sempat mendengar keributan pun segera datang dan menyaksikan Chanyeol sudah terduduk di lantai. Iapun segera menghampiri tuannya dengan kekhawatiran yang terlihat jelas di wajahnya.
"Dia tak bisa mati seperti itu," ucap Jongdae prihatin melihat Baekhyun berada di cengkraman Yifan yang mengangkatnya tinggi.
"Ku pikir aku sudah memberitahumu untuk tak membunuh manusia," ucap Chanyeol seraya berjalan mendekati keduanya. Ia pun segera mencengkeram tangan Yifan yang tengah mencekik Baekhyun kuat. Tubuh Baekhyun pun segera mendarat di lantai seraya mengerang pelan.
"Tak ada gunanya membiarkannya menjadi vampire jika dia bukan yeoja," seru Yifan selaya melayangkan pukulannya kepipi Chanyeol.
Buagh!
"Aku yang mengubahnya, jadi akulah yang akan bertanggung jawab," Chanyeol pun segera menyeka darah di sudut bibirnya.
"Uhuk Uhuk," Baekhyun menjadi terbatuk-batuk kecil setelah pencekikan yang sempat dia alami tadi.
"Hei apa kau baik-baik saja?" Jongdae segera menghampiri Baekhyun dan menunjukan kekhawatirannya.
"Jika aku yeoja, kau akan mengambilku sebagai pengantin, dan jika aku namja kau akan membunuhku?" Ucap Baekhyun geram seraya mendudukan dirinya di lantai karena tadi ia sempat terbaring saat Yifan menjatuhkannya.
"Apa?" Jongdae yang mendengar itu tentu saja terkejut. Masalahnya dia yang baru saja menanyai keadaan Baekhyun dan yang berada didekatnya.
"Aku tak akan membiarkanmu!" Seru Baekhyun seraya menatap Yifan nyalang. Iapun segera bangkit dibantu oleh Jongdae.
"Tak ada yang bisa kau lakukan padanya, akan lebih baik jika me-"
Belum sempat Jongdae menyelesaikan ucapannya Baekhyun sudah melesat cepat mendekati.
"Kau vampire yang tidak beruntung! Kau pikir kau bisa membunuhku dengan mudah," Serunya seraya melayangkan tendangannya ke dada Yifan. Entah kekuatan dari mana, Yifan yang tak terkalahkan itu bisa dibuat terjerembab kebelakang.
"Ugh!" rintih Yifan saat pantatnya mendarat di lantai.
Tapi tak sampai disitu, karena tiba-tiba saja Baekhyun sudah memegang tangannya dan menancapkan taringnya begitu saja.
"Beraninya kau menggigitku! Uhh!," Yifan ingin melayangkan pukulannya agar Baekhyun melepaskan tanganya, tapi entah mengapa tanyanya yang sembat terkepal tiba-tiba terlulai lemas saat Baekhyun menghisap darahnya kuat.
"Uhh!" Lenguh Yifan saat kekuatannya tiba-tiba menurun. Benar-benar diluar perkiraannya.
"Apa yang dilakukannya?" Tanya Chanyeol seraya mengeryitkan alisnya. Ia tak dapat melihat apa yang dilakukan Baekhyun dengan posisi membelakanginya seperti itu.
"Sepertinya dia menghidap darah Yifan-nim," ucap Jongdae seraya mengeryitkan alisnya membuat Chanyeol membelalakkan matanya terkejut.
"Apa yang terjadi? Dia tak bisa bergerak dan darahnya terhisap?" ucap Chanyeol tak percaya. Pasalnya Yifan itu kuat, jadi mana mungkin tak bisa menyingkirkan Baekhyun dan juga vampire tingkat rendah tak mungkin bisa menghisap vampire tertinggi.
"Terlihat begitu, tapi bagaimana mungkin, dia vampire tingkat rendah, vampire tingkat bawah tak bisa menghisap vampire tingkat tinggi," gumam Jongdae seraya memicingkan matanya.
Tentu Chanyeol tak mungkin membiarkan Baekhyun kehilangan kendalinya lebih jauh. Apa lagi melihat Yifan yang merintih lemas, tanpa menunggu lama iapun segera mendekati keduanya.
"Itu cukup, Lepaskan!" pinta Chanyeol seraya menarik bahu Baekhyun agar melepaskan tangan Yifan.
"Apa yang baru saja ku lakukan?" tanya Baekhyun seraya menunjukan kebingungannya. Dia sungguh tak tau apa yang baru saja terjadi padanya dan apa yang baru saja dia lakukan.
"Biarpun kau tak bisa mengontrol dirimu karena baru saja berubah menjadi vampire, tetap saja, bagaimana bisa kau menghisap darah Yifan?" tanya Chanyeol seraya memegang bahu Baekhyun. Sementara Baekhyun sendiri masih menunjukan kebingungannya.
"Yifan-nim, kau baik-baik saja?" tanya Jongdae seraya membantu Yifan berdiri.
Plak
"Lepaskan!" bukannya berterima kasih Yifan malah menepis tangan Jongdae. Ia yang sempat berdiri pun akhirnya terjatuh lagi kelantai mengingat kondisi tubuhnya yabg terasa lemas setelah darahnya banyak dihisap oleh Baekhyun.
"Yifan-nim," gumam Jongdae dengan raut wajah khawatir.
"Aku merasa tak enak badan, aku menyerah hari ini," dengan susah payah Yifan berdiri dengan kekuatannya sendiri, lalu segera pergi dari sana dengan berjalan sempoyongan.
Chanyeol dan Jongdae hanya melihat kepergian Yifan dengan pandangan prihatin.
"Kau pikir dia baik-baik saja?" tanya Chanyeol seraya menatap punggung Yifan yang menjauh.
"Ku pikir dia mungkin syok, emosi, dan terguncang untuk percaya bahwa darahnya baru saja dihisap oleh vampire yang baru lahir," ucap Jongdae prihatin.
Tentu saja hal itu membuat Yifan syok berat. Chanyeol saja tak dapat mengalahkannya, tapi Baekhyun yang baru saja menjadi vampire bahkan bisa menghisap darahnya dengan mudah.
"Ugh!" Baekhyun yang sudah terduduk di sofa tampak mengerang kesakitan seraya memegangi dadanya, membuat kedua namja itu kengalihkan perhatiannya pada Baekhyun.
"Ada apa denganmu sekarang?" tanya Jongdae seraya mengeryitkan alisnya. Padahal yang ia lihat tadi Baekhyun sehat-sehat saja, tapi sekarang malah mengerang kesakitan.
"Ini sangat menyakitkan, aku sulit untuk bernafas," rintih Baekhyun seraya memegangi dadanya dengan wajah yang mulai memerah.
Chanyeol dan Jongdae pun tampak saling pandang mengisyaratkan pertanyaan yang sama. 'Apa yang terjadi?'
Tak lama kemudian Baekhyun terjatuh dan tak sadarkan diri.
000
"Uhh! dimana aku?" Baekhyun pun mengedarkan pandangannya setelah dia sadarkan diri.
"Tunggu, jika aku pergi keluar mungkin akan dihentikan, tapi aku tetap harus keluar dari sini, aku kira aku akan mati, tapi nyatanya tidak, baiklah, aku harus cepat menyelinap keluar," gumam Baekhyun seraya membuka jendela kamar itu.
"Aku dilantai dua!" pekik Baekhyun ngeri saat melihat kebawah. Tapi ia tak punya pilihan lain, kalau keluar lewat pintu pasti akan ketahuan. Jadi jalan satu-satunya agar dia bisa keluar adalah terjun bebas kebawah dari lantai dua ini.
Hubb!
"Mengejutkan! tubuhku terasa ringan dan mendarat dengan mulus, aku pikir ada sisi baiknya juga menjadi vampire," ia merasa takjub dengan kekuatan yang dimilikinya sekarang. Benar-benar diluar dugaan, padahal ia kira akan mengalami patah tulang setelah mendarat dari lantai dua, namun nyatanya dia baik-baik saja.
0
0
"Chanyeol-nim! aku pikir Baekhyun menyelinap keluar, apa kau ingin aku melakukan sesuatu?" tanya Jongdae seraya berjalan mendekati Chanyeol.
"Biarkan saja! biarkan dia menemukan jati dirinya, aku rasa dia sedang pergi ke masa lalunya," ucap Chanyeol seraya memandang keluar jendela.
000
"Hey! Kyung Sik, Nam Suk!" seru Baekhyun seraya menghampiri teman sekamarnya yang masih berada di jalan setapak menuju asrama.
"Aku akan mengambil tas ku, tunggulah agar kita bisa berangkat bersama," ucap Baekhyun seraya tersenyum ceria.
"Hahh?"
"Kau, siapa?" ucap keduanya seraya mengeryitkan alisnya bingung.
"Apa kalian makan daging atau sesuatu? ini aku Baekhyun teman sekamar kalian," ucap Baekhyun seraya menepuk bahu salah satunya mengira kalau keduanya tengah bercanda.
"Apa?"
"Apa maksudmu?
Plak!
"Lelucon kalian tidak Lucu teman-teman," kekeh Baekhyun seraya memukul kepala salah satunya.
"Hei! kami tak mengenalmu, apalagi kalau sekamar dengan yeoja," ucap salah satunya bingung.
"Ada apa dengan kalian?" tentu saja Baekhyun terkejut saat teman kekamarnya tak mengenalinya.
"Hei! kenapa kalian masih di sini?" seru Wanita paruh baya yang baru saja muncul di tangga asrama.
"Direktur!" pekik kedua namja itu seraya menengok ke arah yeoja paruh baya yang ternyata adalah Direktur di panti asuhan yang Baekhyun tinggali sejak Bayi.
"Direktur! tolong beritahu mereka kalau lelucon yang mereka katakan sama sekali tak lucu, mereka berakting seolah mereka tak mengenaliku," ucap Baekhyun seraya berjalan mendekati yeoja paruh baya itu.
"Kau siapa?" tanyanya seraya membenarkan letak kacamatanya.
"Apa? Apa yang kau bicarakan? ini aku Byun Baekhyun, aku sudah tinggal di panti asuhan ini sepanjang waktu," ucap Baekhyun terkejut.
"Kami tak pernah mengadopsimu di panti asuhan kami sebelumnya, kau membuat kami bingung," ucapnya seraya tersenyum tipis.
"Apa?"
000
-SMA Kangwoo-
"Sung Bin kau mengenalku kan?" tanya Baekhyun seraya memegang lengan seorang namja.
Kali ini Baekhyun mencari taunya di SMA nya yang masih satu yayasan dengan panti asuhannya.
"Maaf, kau siapa?" tanyanya seraya mengeryitkan alisnya.
"Apa maksudmu? kau sekelas denganku!" seru Baekhyun seraya mengguncang bahu namja yang bernama Sung Bin itu.
"Aaaa lepaskan!, kami tak mempunyai teman sekelas sepertimu di kelas kami," ucapnya dengan pipi yang bersemu merah.
Lagi-lagi Baekhyun harus menelan kekecewaannya karena tak hanya teman asramanya, tapi teman sekolahnya bahkan tak mengenalinya juga.
0
0
'Apa yang terjadi, teman-teman di sekolah tak mengenaliku,' gumam Baekhyun miris seraya berjalan pelan.
Dari kejauhan beberapa namja tampak menghampiri Jongin.
"Ada apa?" tanya Jongin seraya mengeryitkan alisnya.
"Ada orang aneh di sekolah kita, wajahnya cantik, tapi-"
"Jongin!"
Tiba-tiba Baekhyun sedah berdiri di depan Jongin dan namja tadi.
"Kau mengenaliku kan? ini aku Baekhyun," ucapnya seraya menunjuk dirinya sendiri. Ia sangat berharap kali ini Jongin mengenalinya tak seperti teman-temannya yang lain.
"Ah! tentu saja aku mengenalmu," ucap Jongin seraya menunjukan smiknya.
"Aku tau aku bisa mengharapkanmu," ucap Baekhyun senang seraya memegang sebelah tangan Jongin yang tak di perban.
"Kalian saling kenal?" tanya salah satu namja yang menghampiri Jongin tadi serya mengeryitkan alisnya.
"Apa hubunganmu dengan dia?" tanya namja yang satunya lagi tak yakin.
"Yeojachingu ku," ucap Jongin santai seraya merangkul bahu Baekhyun dan menariknya agar merapat kearahnya.
"APA?" tentu saja Baekhyun terkejut mendengar jawaban dari Jongin. Ini sih sudah tak beres lagi.
"Aku mulai mengingat mu sekarang," ucap Jongin seraya menunjukan senyum mautnya kearah Baekhyun.
"Apa yang kau katakan?" ucap Baekhyun marah. Jelas sekali kalau Jongin tak mengenalinya.
"Jangan khawatir, aku akan berlaku baik padamu karena kau cantik," ucapnya seraya mengangkat dagu Baekhyun dengan ujung tangannya.
Ctak Ctak
Muncul perempatan di pelipis Baekhyun.
"Memangnya kau siapa berani melakukan itu," Baekhyun pun segera melayangkn pukulannya hingga Jongin tersungkur ke tanah.
"Waaa!" pekik Jongin saat tiba-tiba Baekhyun memukulnya begitu saja.
"Apa? Yeoja ini?"
"Dia melemparkan Jjang kita!" pekik namja-namja yang melihat kejadian itu.
"Jjang? kau?" tentu saja Baekhyun terkejut, bukankah dia Jjang nya.
"Apa yang terjadi!" seru seorang namja paruh baya tengah berlari menuju kearah mereka.
"Sial! guru galak," semua yang ada di sana pun bubar meninggalkan Baekhyun seorang diri.
"Apa yang dilakukan yeoja di sekolah khusus namja? pergi dari sini!" pintanya seraya menatap Baekhyun tajam.
"Ssaem-"
Tuing!
"Cepat pergi!" serunya seraya menendang pantat Baekhyun begitu saja. Benar-benar guru yang kejam.
"Aww!" Baekhyun pun terusir begitu saja.
'Bagaiman ini bisa terjadi? tak ada yang mengenaliku!' iner Baekhyun miris.
"Tak ada satupun orang mengingatmu sebagai manusia," tiba-tiba Chanyeol sudah berada didekat Baekhyun.
"Apa maksudnya itu? apa yang telah kau lakukan?!" seru Baekhyun marah seraya mencengkeram kaus yang Chanyeol kenakan. Tak ada yang patut disalahkan baginya selain namja jangkung didepannya ini.
"Kehidupanmu sebagai manusia telah di hapus, semua orang yang mengenalmu telah dihapus memorinya tentangmu," ucap Chanyeol seraya memandang Baekhyun prihatin.
"Apa? beraninya kau!" Baekhyun melayangkan pukulannya kewajah Chanyeol dengan keras hingga namja jangkung itu memalingkan wajahnya.
"Pukulanmu menjadi menyakitkan," ucapnya seraya menyeka darah di sudut bibirnya.
"Itu belum seberapa!" Saat Baekhyun akan melayngkan pukulannya lagi, seseorang dengan menangkisnya.
"Sudah cukup!" ternyata Jongdae yang telah menahan tangan Baekhyun saat ini. Tentu saja Baekhyun berontak karenanya.
"Lepaskan aku!" pinja Baekhyun seraya berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Jongdae.
"Chanyeol-nim menginginkan yang terbaik untukmu," ucapnya berusaha menenangkan Baekhyun.
"Menghapus memori setiap orang yang mengenaliku apakah yang terbaik untukku?" protes Baekhyun seraya menatap Jongdae tajam. Baekhyun benar-benar tak mengerti mengapa Chanyeol melakukan itu semua.
"Kau tak bisa hidup seperti kehidupanmu yang dulu selama kau menjadi vampire, kau tak bisa hidup normal seperti kehidupan manusia," ucap Jongdae berusaha memberi pengertian kepada Baekhyun bahwa kehidupannya telah berubah.
"Kau membutuhkan kehidupan baru sebagai vampire untuk sekarang dan selanjutnya, jadi datanglah padaku," pinta Chanyeol seraya menyeka darah di sudut bibirnya dengan sapu tangan.
"Jangan membuatku tertawa! datang pada orang aneh sepertimu? Hidupku hanyalah untukku, tak ada seorangpun yang berhak ikut campur bagaimana aku harus hidup!" Setelah mengatakan itu Baekhyun berlari menjauh meninggalkan keduanya.
"Ah! apakah kita harus mencegahnya sekarang?" tanya Jongdae meminta persetujuan Chanyeol.
"Dia akan segera mengakhiri pencariannya, jadi beri dia sedikit waktu lagi," ucap Chanyeol seraya memandang punggung Baekhyun yang menjauh.
0
0
"Bagaimana orang-orang kehilangan memorinya tentang aku? itu bodoh, pasti ada seseorang yang masih mengingatku," racau Baekhyun seraya berlari tak tentu arah.
"Ah! itu Sehun!" ucap Baekhyun seraya menghentikan langkahnya menunggu sahabat nya itu lewat. Baekhyun tak mau gegabah lagi, dengan langsung menghampiri Sehun seperti yang dilakukannya saat menghampiri Jongin.
'Sehun-ah, Kau mengenaliku kan?' Dalam hati Baekhyun berharap saat Sehun melihat kearahnya dan berhenti sejenak. Tapi kekecewaan lah yang ia dapat saat Sehun kembali melanjutkan langkahnya dan melewatinya begitu saja. Tubuh Baekhyun langsung merosot ketanah setelah Sehun berlalu.
"Kenapa ini bisa terjadi, padahal kita tumbuh seperti saudara," gumam Baekhyun miris seraya mengingat masa-masa kecilnya saat bersama Sehun dulu.
"Tidak, aku tak bisa diam saja,!" Baekhyun pun memutuskan mengecar Sehun dan menyerukan namanya.
"Sehun-ah!" Seru Baekhyun keras hingga membuat Sehun menghentikan langkahnya dan menatapnya terkejut.
"Kau mengenaliku kan?" tanyanya harap-harap cemas.
"Kau siapa?" tanya Sehun dengan pipi yang bersemu merah saat melihat yeoja cantik berambut panjang di depannya.
Benar adanya, rambut Baekhyun tiba-tiba berubah menjadi panjang sepinggang entah karena apa. Bahkan Baekhyun sendiri belum menyadari itu.
"Ini ku, Byun Baekhyun!" ucap Baekhyun dengan wajah memelas seraya memegang lengan dan dada Sehun.
Wissss
Tiba-tiba angin bertiup dan mengibarkan rambut panjangnya.
"Hahh? apa yang terjadi dengan rambutku," pekik Baekhyun terkejut seraya memegang ujung rambutnya yang menjuntai kedepan.
"Kau cantik," ucap Sehun dengan pipi yang masih memerah.
"I-itu, bukan itu! aku yakin aku sudah kembali menjadi namja," ucap Baekhyun bingung seraya menggaruk kepalanya. Sementara tangan yang satunya tampak menyentuh pinggang rampingnya hingga membuat Sehun terkejut melihatnya.
"Ah! dadaku! apa yang terjadi?" pekik Baekhyun heboh seraya menangkup payudaranya sendiri tanpa tau malu di depan Sehun.
Crot!
Sehun mimisan seketika apalagi saat melihat Baekhyun meremas payudaranya sendiri tepat di depannya.
"Ah! disini juga," pekik Baekhyun seraya memeriksa selangkangannya dengan kedua tangan.
'Apa aku berubah menjadi yeoja?' iner Baekhyun miris.
Brug!
Sehun tumbang saat itu juga dengan hidung yang bersimpahan darah.
"Hei! hei kau, bangun!" seru Baekhyun panik seraya menepuk pipi Sehun. Tak lama kemudian Sehun pun sadarkan diri dan membuka matanya perlahan.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Baekhyun dengan nada khawatir.
Hal pertama yang di lihat Sehun ketika tersadar adalah wajah cantik Baekhyun. Ia pun melebarkan matanya saat melihat paras ayu itu ada di depannya. Tak menunggu lama ia segera mendudukan dirinya dan segera meraih tangan Baekhyun dengan mata yang berbinar.
"Terimakasih sudah menghawatirkan aku," ucap Sehun seraya tersenyum senang dan menggenggam tangan Baekhyun erat.
"Ah! emm bisakah tanganku-" ucap Baekhyun berusaha menarik tangannya dari cengkraman Sehun.
'Ada apa dengannya?' Baekhyun menjadi ngeri sendiri melihat tingkah aneh Sehun.
"Oh! m-maaf aku tak memperhatikan," Sehun segera melepaskan tangan Baekhyun dari genggamanya seraya tersenyum bodoh. Tapi kemudian ia terdiam sepwrti tengah memikirkan sesuatu.
'Aku tak pernah melihatnya sefrustasi ini, pasti karena aku, aku tak yakin harus disini lebih lama lagi,' Baekhyun pun segera berdiri dan bersiap untuk pergi.
"Ah! Baekhyun!" Seru Sehun saat melihat Baekhyun yang berlari menjauh. Padahal ia masih ingin bersama Baekhyun lebih lama lagi. Tapi Baekhyun sudah terlebih dahulu kabur sebelum dia mengungkapkan perasaannya.
000
"Rambutmu tiba-tiba tumbuh? menakjubkan," ucap Jongdae takjub saat Baekhyun datang lagi pada mereka berdua.
Greb
"Ini ulahmu kan!" seru Baekhyun marah seraya mencengkeram kerah jas yang Jongdae kenakan.
"Hehe tentu saja bukan," ucap Jongdae seraya meringis pelan.
"Aku tak bisa berubah sesuai keinginanku, pekerjaan menjadi yeoja adalah kemampuanmu," ucap Chanyeol seraya berjalan mendekat.
"Bagaimana kau tau aku berubah menjadi yeoja?" tanya Baekhyun seraya memicingkan matanya kearah Chanyeol.
"Kau adalah yeoja kemarin malam," ucap Jongdae asal dan membuat Baekhyun terkejut karenanya.
"Apa! k-kau melihat tubuhku?" ucap Baekhyun panik seraya mundur beberapa lanfkah menjauh dari Jongdae.
"Aku harus memastikannya," ucap Chanyeol seraya berjalan mendekati Baekhyun.
Bletak
"Kau bodoh!" Baekhyun segera memukul kepala Chanyeol begitu saja dengan pipi yang bersemu merah.
"Berhenti memukul Chanyeol-nim!" pinta Jongdae seraya memegangi Baekhyun dari belakang.
"Jadi aku harus berterima kasih karena sudah mengubahku menjadi monster!" Seru Baekhyun marah seraya menepis tangan Jongdae.
"Kami vampire bukannya monster," ralat Chanyeol membenarkan.
"Sejak kau menggigitku aku berubah menjadi yeoja, lalu namja, dan sekarang aku berubah menjadi yeoja lagi, lalu aku apa kalau bukan monster!" Baekhyun langsung menatap Chanyeol tajam meluapkan emosinya.
"Jadi ini bukan pertama kalinya kau berubah jenis kelamin?" tanya Chanyeol seraya mengeryitkan alisnya. Kejadian yang Baekhyun alami memang sedikit unik, ia bahkan baru kali ini menjumpai yang seperti itu selama dia hidup sebagai Vampire sejak ia dilahirkan.
"Hemm sering berubah jenis kelamin itu menarik," ucap Jongdae dengan wajah bodohnya.
"Apakah itu normal?" tanya Baekhyun cemas. Ia harap ada vampire lain yang berubah jenis kelamin seperti dirinya.
"Sepertinya kau jenis yang spesial, aku belum pernah melihat vampire yang tiba-tiba rambutnya tumbuh panjang, atau jenis kelaminnya berubah karena perasaan mereka atau kondisi tubuh mereka," terang Chanyeol mengungkapkan apa yang ia ketahui selama ini.
"Jadi sekarang aku adalah monster?" tanya Baekhyun lebih kepada diri sendiri seraya terduduk lemas di bangku taman.
"Ikutlah denganku," pinta Chanyeol dengan suara lembut.
"Jadi kau bisa menjadikanku pengantinmu?" tanya Baekhyun penuh selidik. Siapa tau kan Chanyeol memintanya ikut karena untuk dijadikan pengantinnya. Kalau itu benar, tentu ia tak akan pernah mau ikut.
"Aku tak pernah bermaksud menjadikanmu pengantinku, aku hanya mencoba untuk melindungimu," ucap Chanyeol dengan nada serius.
"Aku bisa melindungi diriku sendiri," ucap Baekhyun seraya mempoutkan bibirnya kesal.
"Yifan-nim bisa melenyapkanmu dengan mudah," ucap Jongdae kemudian.
"Yifan?" tanya Baekhyun bingung.
"Orang yang menyerangmu kemarin, dia bukan orang yang mudah menyerah, dia akan mencoba membunuhmu lagi," ucap Jongdae mengingatkan.
"Jika dia tau kau berubah menjadi Yeoja, kau akan dijadikan mengantinnya suka maupun tidak suka," kali ini Chanyeol ikut membujuk Baekhyun sekali lagi.
"Aku lebih baik mati dari pada menjadi pengantin si Br*ngs*k itu," ucap Baekhyun kesal.
"Untuk sekarang pilihan yang paling aman adalah Chanyeol-nim," sekali lagi Jongdae berusaha meyakinkan Baekhyun bahwa ikut mereka adalah pilihan yang tepat.
"Aku juga tak mau! kenapa aku harus di lindungi? kalau dipikirkan lagi ini kesalahanku juga, jadi aku tak butuh bantuan!" seru Baekhyun mempertahankan keinginannya untuk hidup sendiri.
"Huft! bagaimana menghadapai situasi ini?" gumam Jongdae seraya menghela nafasnya menghadapi Baekhyun yang keras kepala itu.
"Lalu kau akan tinggal dimana setelah ini selain di rumahku?" tanya Chanyeol seraya menatap Baekhyun malas.
"Apa?" itu benar, ia tak lagi mempunyai tempat tinggal, karena satu-satunya tembat tinggalnya adalah panti asuhan, dan kini, dia sudah dilupakan begitu saja oleh penghuni panti asuhan itu juga teman-teman sekelasnya.
"Kau mau mendaftar di SMA Korea?" tawar Chanyeol final. Kalau Baekhyun menolak bantuannya lagi, maka ia akan meninggalkan Baekhyun begitu saja sesuai keinginannya sendiri.
"SMA Korea?" gumam Baekhyun seraya melebarkan matanya. Benar-benar tawaran yang menggiurkan. Siapa sih yang tak mau bersekolah di sekolah megah bak istana itu.
TBC
Sekian dulu, Ya ampun ff ku yang lain malah terabaikan, masih buntu soalnya jadi ff ini buat refresh dulu ya hehe peace.
Sampai jumpa di chap selanjutnya! jangan lupa tinggalkan review bagi yang sudah membaca, terima kasih~
-Salam damai inchan88-
