Chapter 7
SMA Korea merupakan sekolah terbaik dan elit tak seperti sekolah yang lain. Hanya orang kaya dan keluarga yang berpengaruhlah yang diterima di sini. Perlu diketahui juga, sepertiga murid di sekolah itu adalah vampire. Namun tentu saja manusia tak mengetahui hal itu. Padahal sebagian besar vampire yang tinggal di Korea bersekolah di sekolah itu.
(nama SMA nya aku samakan dengan di manhwa aslinya)
"Huhh! itu tak masalah bagiku, tapi apa aku benar-benar harus pergi ke sekolah ini?" tanya Baekhyun pada Jongdae setelah mengenakan seragamnya.
"Jika kau mau menghindari menjadi pengantin Yifan-nim, kau harus bertingkah seperti namja," ucap Jongdae mengingatkan.
"Itu jelas! walau aku tak suka dengan model rambut kampungan ini, tapi kenapa aku harus memakai kacamata bodoh ini juga?!" protes Baekhyun seraya melepas kacamata botol(bulat kecil)nya.
Saat ini penampilan Baekhyun sangatlah tidak keren, berbanding terbalik dengan penampilannya dulu yang urakan namun manis itu. Sekarang rambut panjang Baekhyun yang sudah dipotong oleh Jongdae disisir rapih dengan belah tengah. Tak lupa kacamata botolnya yang membuat Baekhyun terkesan seperti anak kutu buku atau cupu.
"Karena kau tak memiliki banyak feromon dan kecenderungan seperti namja, kau harus terlihat tak menarik dan sedikit bodoh," ucap Jongdae kemudian.
"Feromon dan apa? ah terserah apa itu, yang penting aku harus menghilangkan efek yeoja agar terkesan seperti namja," ucap Baekhyun seraya memakai kacamatanya kembali. Ia terlalu malas untuk mendengar penjelasan Jongdae, jadi lebih baik dia menurut saja selama itu bisa mengelabuhi Yifan dan teman-teman barunya nanti.
'Aku tak akan membiarkan orang tau kalau aku adalah yeoja,' putus Baekhyun dalam hati seraya mengikuti Jongdae menuju asrama yang akan ditempatinya nanti.
0
0
"Ini adalah asrama yang akan kau tempati," ucap Jongdae saat mereka sudah berada di depan gedung asrama yang terdiri dari empat lantai itu.
"Wow," pekik Baekhyun penuh ke kaguman.
Tak menunggu lama keduanya pun memasuki ke gedung asrama itu.
"Murid-muridnya datang dari seluruh penjuru Korea, jadi setengah dari mereka pulang dan sebagiannya lagi tinggal di asrama ini," ucap Jongdae saat mereka sudah berada di lobi asrama. Sementara Baekhyun tak menanggapi apa-apa karena ia terlalu sibuk mengagumi kemegahan bangunan asrama ini.
"Asrama ini berbeda dari sekolah yang lain, karena tiap kamarnya memiliki kamar mandi sendiri seperti di hotel," terang Jongdae kemudian.
"Sekolah orang kaya memang berbeda,"
'Berbeda sekali dengan sekolahku yang dulu,' iner Baekhyun dalam hati. (-_-)
"Ini dia ruangannya, kau bisa tinggal di sini mulai sekarang," ucap Jongdae seraya membuka pintu kamar itu saat mereka sudah berada di depannya. Lalu iapun segera masuk kedalam di susul Baekhyun yang mengekori di belakangnya.
"WOW! ini sih lebih bagus dari hotel!" gumam Baekhyunbpenuh kekaguman seraya menduduki salah satu ranjang yang ada di dalam kamar itu.
Desain kamar yang benar-benar mewah. Ada dua ranjang kualitas terbaik yang berdampingan dengan dua lampu tidur, dua meja belajar dengan masing-masing komputer di atasnya, dua rak buku, dua lemari ukuran besar, sofa kualitas terbaik dengan bantal kecilnya yang terlihat empuk, tak lupa juga meja kaca ukiran yang melengkapinya berada di tengah-tengah ruangan itu. Meskipun perabotannya lumayan banyak, namun sisa dalam ruangan itu masih sangat luas.
"Eh tapi kenapa di sini ada dua tempat tidur? ku pikir aku menggunakan ruangan ini sendiri," gumam Baekhyun setelah menyadari bahwa di kamar itu ada dua buah ranjang.
"Sebenarnya ini ruangan yang biasa ditinggali oleh Chanyeol-nim sendiri," ucap Jongdae seraya menatap Baekhyun.
"A-APA? Jadi aku harus berbagi ruangan dengannya!" pekik Baekhyun seraya menekuk wajahnya menunjukan ketidaksetujuannya. Tentu saja Baekhyun sangat keberatan juka harus tinggal sekamar bersama seseorang yang telah beruhah hidupnya itu.
"Jangan khawatir, Chanyeol-nim jarang menggunakan ruangan ini, karena ia lebih sering pulang kerumahnya," ucap Jongdae seraya tersenyum geli melihat reaksi Baekhyun yang sangat berlebihan itu.
"Tetap saja aku harus berbagi kamar dengannya sewaktu-waktu! aku tak mau melakukan itu!" ucap Baekhyun seraya memalingkan wajahnya dan melipat tangannya di depan dada. Iapun merajuk dN mengerucutkan bibirnya kesal.
"Peraturannya dua orang satu kamar, jadi kalau kau mau, kau bisa berbagi kamar dengan murid namja yang lain, ingat! sejak kau berpakaian namja maka itu berlaku bagimu," ucap Jongdae memberi pengertian kepada Baekhyun yang keras kepala itu.
"Bukankah kau bilang Chanyeol menggunakan kamar ini sendiri? lalu kenapa aku tak bisa?" sepertinya Baekhyun melupakan fakta bahwa dia bukanlah siapa-siapa (bukan anak orang kaya yang bisa mendapatkan hak istimewa).
"Chanyeol-nim itu spesial, dia banyak menyumbangkan uang untuk sekolah ini, dan dia itu orang penting," ucap Jongdae seraya menghela nafasnya menanggapi keegoisan Baekhyun.
"Chh! terkutuklah orang kaya dan uang mereka!" umpat Baekhyun kesal. Tentu saja ia kesal dengan itu. Itu sangat tak adil bagi yatim piatu sepertinya. Sementara orang-orang kaya bisa menggunakan uang mereka seolah apapun bisa di selesaikan dengan uang.
"Chanyeol-nim bukan hanya orang kaya," ucap Jongdae menambahkan.
"Aku tau, bukankah dia pewaris perusahaan TAE YANG!" ucap Baekhyun seraya mempoutkan bibirnya kesal. Tentu Baekhyun sangat tau kalau Chanyeol bukan hanya kaya, tapi sangat kaya.
"Itu sesuatu yang lain, tapi yang terpenting Chanyeol-nim adalah pengganti utama untuk vampire, istilah lainnya seperti pangeran dalam tokoh," ucap Jongdae kemudian.
"Pangeran?" gumam Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya.
'Pangeran apaan? pangeran kodok?' iner Baekhyun serya mendengus geli.
"Ya seperti itu lah, pangeran vampire mungkin(?)"
"Chh!" Baekhyun pun segera berdecit mendengarnya.
0
0
Setelah kepergian Jongdae, Baekhyun segera merebahkan dirinya di salah satu ranjang dengan posisi tengkurap. Entah karena ia terlalu lelah atau karena ranjang ini terlalu empuk dan nyaman hingga membuat matanya terasa berat dan berakhir membuatnya jatuh terlelap tak berapa lama setelahnya.
Waktu terus berjalan hingga 3 jam telah ia lewatkan. Tak berapa lama kemudian kelopak matanya perlahan terbuka, ia mengerjapkan matanya beberapa kali guna membiasakan matanya dengan cahaya terang yang terpancar dari Luar jendela.
"Mmm apa aku tertidur?" gumam Baekhyun seraya mendudukan dirinya ditepi ranjang. Dikucek mata mungilnya dengan punggung tangan. Setelah pandangannya mulai jelas, iapun segera melirik jam yang tertempel di dinding kamar itu.
Jreng Jreng
"APA? sial! aku harusnya ke kelas sebelum jam 9," pekik Baekhyun terkejut saat melihat jam di dinding itu menunjukan pukul 10 lewat 20 menit. Itu artinya ia sudah sangat terlambat sekarang.
0
0
0
"Ini dia! kelas 2-3, ah! kacamataku," ucap Baekhyun dengan sedikit terengah, segera dipakai kacamatanya saat ia mengingatnya benda itu. Setelah memantapkan hatinya, Baekhyun pun segera membuka pintu itu.
"Maaf aku terlambat!" seru Baekhyun seraya membuka pintu kelasnya.
Dug
"Waaaaa!"
Dubrak
Saat akan melangkah memasuki kelas, kaki Baekhyun tersandung oleh bingkai pintu yang sengaja dibuat menonjol (tak rata dengan lantai) dan membuat hidungnya mencium lantai dengan keras.
"Kaca mataku!," pekik Baekhyun panik seraya meraih kacamata yang terlempar tak jauh darinya. Setelah kaca mata itu terpasang kembali diatas hidungnya, iapun segera berdiri tegak seperti semula.
"Hello! aku murid pindahan, Byun Baekhyun," sapa Baekhyun pada teman-teman barunya seraya tersenyum lebar setelah ia kembali berdiri tegak.
Cuurr
"Ah! aku mimisan," pekik Baekhun panik saat merasakan darahnya mengalir keluar dari kedua lubang hidungnya.
Sementara itu, reaksi yang ditunjukan teman-teman barunya tampak berbeda-beda. Ada yang menatapnya prihatin, jijik, geli, malas, dan ada juga yang hanya membulatkan matanya cengok.
"Hehe aku tersandung, ku rasa-"
"Kau terlambat dan kau malah tertawa!"
Plak
"Aww!"
Ujung buku setebal 1cm mendarat di kepala Baekhyun dengan keras. Tentu saja pelakunya adalah guru killer yang tengah mengajar di kelasnya kini.
"Berhenti mengacaukan kelasku! dan cepat duduk di bangku belakang!" seru guru itu seraya menunjukan wajah berangnya kepada Baekhyun.
"Baik Sseam!," Baekhyun pun cepat-cepat berjalan menuju bangku kosong yang ada di pojok belakang seraya mengusap kepalanya yang terasa perih.
'Ini memalukan, apa tingkah bodohku terlalu berlebihan? atau karena aku memang terlihat ideot?' gumam Baekhyun miris. Ternyata Baekhyun sengaja melakukan itu agar terlihat bodoh, tapi nyatanya hal itu benar-benar memalukan hingga membuat beberapa teman barunya terkikik geli.
0
0
Rriiiiiing!
Bel tanda istirahat telah berbunyi, Baekhyun memutuskan keluar dari kelasnya setelah semua teman barunya keluar terlebih dahulu. Lalu saat ia baru mencapai depan pintu, ia melihat beberapa namja yang tak asing baginya datang dari arah berlawanan dan berjalan menghampirinya.
'Ah! itu? bukankah dia vampire yang malam itu?' pekik Baekhyun saat melihat namja berkacamata (anak buah Yifan) bersama tiga temannya sedang berjalan menuju kearahnya.
"Kau bilang namamu Byun Baekhyun?" tanyanya setelah berdiri di depan Baekhyun.
"Iya, Kenapa?" tanya Baekhyun was-was. Entah mengapa perasaannya menjadi tak enak saat namja itu menghampiriny.
'Apa mereka mengenaliku?' iner Baekhyun dalam hati. Kalau sampai namja ini tau, percuma dong ia menyamar.
"Apa latar belakangmu?" tanyanya seraya memasukan tangannya di saku celananya dengan wajah angkuh.
Tanpa sadar Baekhyun pun mendesah lega setelah tau bahwa namja ini ternyata tak mengenalinya.
"Ap-"
"Bagaimana kelas bawah sepertimu bisa diterima di sekolah kami?" tambahnya kemudian seraya memicingkan matanya kearah Baekhyun.
"Ah!" Baekhyun bingung harus mengatakan apa. Sangat tak mungkin bila dia mengatakan kalau dia bisa bersekolah di sini karena bantuan dari Chanyeol.
"Ehehehe, latar belakangku tak penting, aku diterima di sini hanya karena keberuntungan saja," ucap Baekhyun asal seraya menunjukan senyum bodohnya.
"Kelihatannya dia itu yatim piatu, jadi dia bicara yang sebenarnya kurasa, dan dia beruntung karena mendapatkan orang tua adopsi yang baik hati hingga menyekolahkannya kemari," ucap salah satu teman namja berkacamata itu sok tau.
"Hemm sangat membosankan dan namja yang polos," ucap namja berkacamata itu seraya tersenyum miring mengejek Baekhyun.
"Benar, aku namja yang membosankan, jadi aku akan pergi sekarang," ucap Baekhyun seraya membungkukkan badannya dan berjalan melewati namja berkacamata itu berniat untuk segera pergi dari sana.
"Tunggu! aku kan belum memberimu izin untuk pergi dari sini!" ucap namja itu seraya menahan bahu Baekhyun lalu segera mendorongnya hingga membuat pantat Baekhyun mendarat di lantai dengan keras.
"Aww! Apa yang kau lakukan?" pekik Baekhyun seraya melebarkan matanya dan menatap namja itu tajam. Tentu saja ia tak terima diperlakukan sekasar itu oleh seseorang. Apalagi oleh namja berkacamata yang sangat menyebalkan itu.
"YO! anak baru, perlu kau tau, kamilah yang berkuasa di sini, jadi kau harus mendengarkan kami, mengerti!" ucapnya seraya menunjukan wajah angkuhnya.
'Br*ngs*k! kau menggunakanku sebagai membawa tas atau bagaimana? kenapa selalu ada orang seperti ini kemanapun aku pergi,' umpat Baekhyun dalam hati.
"Jawab! apa kau mengerti?!" seru salah satu di antara mereka dengan tak sabaran.
'Apa yang harus ku lakukan? jika aku menjawab tidak, mereka akan menjadikan ku sasaran pukulan, sebenarnya ini sangat mudah jika aku memukul mereka, tapi Jongdae-ssi memintaku untuk tak berbuat onar agar tak menarik perhatian, sial! aku tak dapat berbuat apapun,' iner Baekhyun dalam hati. Kalau beloh jujur tangn Baekhyun sudah gatal ingin memukul wajah namaja itu dengan keras.
"Hentikan!"
'Eh? suara ini?' pekik Baekhyun seraya mendongakkan wajahnya guna memastikan apakah yang baru saja datang itu adalah Sehun atau bukan.
'S-Sehun! benar, dia kan sekolah di sini juga, bagaimana aku bisa lupa,' iner Baekhyun dalam hati merutuki kebodohannya.
"Chh! Ksatria putih SMA Korea sudah datang," ucap namja berkacamata itu seraya menengok kearah Sehun yang sudah berdiri di belakangnya.
"Kenapa kau selalu memilih orang lemah untuk bersenang-senang?" tanya Sehun seraya menatap namja itu tak suka.
"Kau tak tau, ini hanyalah pelajaran untuk orang yang membosankan dan orang biasa yang bisa berada di sekolah elit seperti SMA korea," ucapnya dengan ekspresi yang menyebalkan.
"Pelajaran? harusnya kau yang belajar untuk tak merugikan orang lain Hyungbin," ucap Sehun pemperingatkan.
'Oh ternyata nama si kaca mata itu Hyungbin, Apakah mereka akan memukul Sehun juga? tapi lawannya adalah vampire, tak mungkin-'
"Ayo pergi!"
'Huh? mereka pergi begitu saja?' Baekhyun hanya mengedipkan matanya tak percaya. Ia kira namja yang bernama Hyunbin itu akan menyuruh anak buahnya untuk menyerang Sehun seperti yang dulu di lakukannya.
"Ayo berdiri," ucap Sehun seraya mengulurkan tangannya kearah Baekhyun setelah Hyunbin dan teman-temannya berjalan menjauh.
"T-terima kasih," Baekhyun segera menerima uluran tangan Sehun dengan sedikit kikuk.
"Henm,"
"Kau pasti memiliki pengaruh di sekolah ini ya? melihat mereka yang pergi begitu saja seperti itu," ucap Baekhyun seraya tersenyum tipis.
"Tidak, aku tak memiliki pengaruh apapun di sekolah ini, aku hanya menabrak mereka dan mereka kesakitan," ucap Sehun asal seraya memijit tengkuknya.
"Kurasa mereka pergi bukan karena kesakitan, tapi karena Sehun memiliki aura yang spesial dan berkarisma," gumam Baekhyun lirih. Memang begitulah Sehun dimata Baekhyun. Sehun itu merupakan sosok namja tampan yang baik hati dan berkarisma. Jadi wajar kalau orang-orang segan untuk melawannya. Begitulah yang Baekhyun pikirkan saat ini.
"Apa?"
"Bukan apa-apa hehe, mungkin akan baik jika kau temanku," ucap Baekhyun seraya meringis menunjukan deretan giginya yang rapih.
"Oh! Kalau begitu baiklah mari kita berteman," ucap Sehun seraya tersenyum tipis.
"Benarkah? itu sangat menggembirakan," Tentu saja Baekhyun sangat senang bisa berteman lagi dengan Sehun. Meskipun ia harus memulainya dari awal lagi.
"Aku Oh Sehun, kau?" Sehun pun memperkenalkan diri untuk mengawali pertemanan mereka. Padahal kalau saja dia ingat, dulu mereka adalah sahabat dekat.
"Aku Byun Baekhyun," ucap Baekhyun seraya tersenyum manis.
'Kita bahkan seperti kakak adik saat masih kecil dulu Sehun-ah,' iner Baekhyun dalam hati. Sedih, tapi mau bagaimana lagi, dia memang bukan Baekhyun yang dulu, bukan lagi Baekhyun si namja yang sering dikira yeoja. Karena sementara ini dia sekarang benar-benar seorang yeoja.
"Byun Baekhyun?" Gumam Sehun seraya melebarkan matanya.
"Apa?" Baekhyun pun ikut melebarkan matanya.
'Apa kau mengingatku?' Ia akan sangat senang andai Sehun benar-benar mengingatnya.
"Tidak bukan apa-apa," ucap Sehun seraya memijit tengkuknya. Entah mengapa ia jadi teringat seorang yeoja cantik yang mendatanginya kemarin.
'Tentu saja dia tak ingat,' iner Baekhyun miris. Lagi-lagi ia harus menelan kekecewaannya.
"Kau mau pergi ke kantin untuk makan siang kan?" ucap Sehun seraya berbalik arah dan berjalan mendahului.
"Sebenarnya aku masih baru disini, jadi aku tak yakin tau di mana letak kantinnya," ucap Baekhyun seraya menatap punggung Sehun di depannya.
"Kalau begitu, ikutlah dengan ku!" ajak Sehun kemudian seraya tersenyum tipis.
"Iya," tentu saja dengan senang hati Baekhyun mau mengikuti Sehun. Ia pun segera berlari kecil mengejar Sehun dan berjalan di sampingnya seraya menunjukan senyum cerianya.
"Kyaaaa Park bersaudara!" seru beberapa Yeoja di sepanjang koridor yang Baekhyun lewati yang tampak berdesakan melihat keluar jendela.
"Ada apa ini?" tanya Baekhyun bingung, karena penasaran, iapun ikut bergabung dengan yeoja-yeoja itu guna melihat ada siapa sebenarnya di halaman sekolah itu
'Mereka?' pekik Baekhyun seraya melebarkan matanya saat melihat dua namja jangkung yang berjalan berdampingan.
"Park bersaudara lagi?" gumam Sehun seraya menunjukan wajah malasnya. Terlihat sekali bahwa ia tak menyukai dua namja jangkung itu.
"Park Bersaudara?" gumam Baekhyun seraya menengok kearah Sehun yang ada di sampingnya.
"Itu panggilan untuk Park Chanyeol dn Park Yifan, umur mereka sama tapi ibu mereka berbeda, latar belakangnya baik dan bermasa depan, ditambah lagi mereka terlihat mempesona seperti selebritis bagi para yeoja," Sehun terpaksa menjelaskan kenapa dua namja itu di sebut Park bersaudara saat melihat wajah bingung Baekhyun. Padahal tanpa ia tau Baekhyun sudah mengetahui tentang mereka.
'Mereka terlihat seperti anjing dan kucing, tapi kenapa mereka berjalan bersama?' gumam Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya. Ia benar-benar tak mengerti jenis hubungan seperti apa yang terjadi di antara keduanya. Di belakang selalu berselisih pendapat bahkan berkelahi, tapi sekarang mereka terlihat seolah dekat satu sama lain.
Tatap
Tubuh Yifan seketika menegang saat tak sengaja matanya bertemu dengan mata Baekhyun. Begitu pun dengan Chanyeol yang ikut melebarkan matanya seperti terkejut melihat Baekhyun ada di kerumunan itu.
Bruk
"Gah! kenapa mereka melihat kemari?" umpat Baekhyun seraya merunduk guna menyembunyikan dirinya dibalik tembok di bawah jendela koridor.
"Kyaaaa!"
"OMG!"
"Kyaaaa dia menatapku!" pekik Yeoja yang ada di depan Baekhyun.
'Hello! ayolah mereka tak melihat kearah kalian,' gumam Baekhyun dalam hati. Tentu ia cengok melihat yeoja-yeoja itu yang berteriak histeris dan terlalu percaya diri.
'Apakah sebagian dari murid-murid ini adalah vampire?' gumam Baekhyun seraya melihat yeoja-yeoja yang berkerumun di dekat jendela itu.
"Kau mau tetap disini? ayo pergi makan," ajak Sehun seraya menepuk bahu Baekhyun.
"Ah, iya," Baekhyun pun segera mengikuti Sehun dari belakang. Tapi sebelum benar-benar pergi dari sana, Baekhyun masih menyepatkan diri menengok kebelakang ke arah kerumunan itu.
'Itu berarti Park bersaudara terkenal di kalangan vampire dan manusia,' iner Baekhyun dalam hati.
"Jadi jika kau kaya dan mempesona secara otomatis kau akan terkenal," gerutu Baekhyun seraya menekuk wajahnya. Tentu saja ia kesal, karena ia merasa dunia seolah tak adil baginya.
"Apa?" Sehun yang samar-samar mendengar Baekhyun menggerutupun menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang di mana Baekhyun berada.
"Bukan apa-apa," ucap Baekhyun seraya melambaikan tangannya menandakan bahwa ia tak mengatakan apa-apa kearah Sehun.
Sementara itu Chanyeol dan Yifan masih berdiri di tempatnya semula dan belum beranjak dari sana.
"Kenapa namja itu ada disini?" tanya Yifan seraya mengeryitkan alisnya.
"Aku bertanggung jawab atasnya untuk bersekolah di sini," jawab Chanyeol seraya memutar badannya kearah Yifan.
"Tinggal disini? dia orang yang menghisap darahku!" ucap Yifan kesal lalu bergegas pergi meninggalkan Chanyeol. Sepertinya ia belum bisa melupakan kenadian tempo hari. Mungkin karena hal itu sedikit melukai harga dirinya sebagai vampire terkuat.
"Berhenti! kau mau kemana Yifan? Tunggu!" seru Chanyeol saat melihat punggung Yifan yang menjauh. Namun sepertinya Yifan tak mengindahkan seruan Chanyeol padanya dan terus berjalan menjauh entah kemana.
000
"Woaaah ini kantinnya? ini seperti restauran dengan ahli cicip," ucap Baekhyun penuh kekaguman.
"Ini bergaya bupet, jadi pilih semaumu," ucap Sehun seraya berjalan menuju nampan yang disediakan untuk mengambil makanan.
"Gaya bupet juga? terlihat enak, aku mau memakan semua ini," ucap Baekhyun antusias seraya menatap semua makanan itu dengan binar senang.
Jreng jreng
Nampan yang Baekhyun berisi piring yang penuh dengan makanan hingga membuat Sehun cengok seketika melihatnya.
"Hai! Oh Sehun," sapa Irene seraya tersenyum manis dan berjalan memghampiri Sehun di ikuti Zelo dibelakangnya.
'Hei, dia kan yeoja yang mengejar Sehun,' iner Baekhyun dalam hati saat melihat Irene menghampiri meja mereka.
"Apakah kau kemari untuk makan siang?" tanya Irene seraya tersenyum manis.
"Iya," jawab Sehun ketus seraya memalingkan wajahnya kearah lain.
"Kalau begitu, ayo makan bersama," ucapnya seraya mendudukan dirinya di samping Sehun.
"Zelo, kau juga harus duduk di sini," ucapnya saat Zelo masih berdiri disana. Zelo oun segera menuruti keinginan Irene tanpa berkomentar apa-apa.
"Aku sudah mempunyai teman untuk makan bersama," ucap Sehun seraya menatap Irene datar.
'Orang ini?' Irene nampak melebarkan matanya saat melihat wajah Baekhyun yang sepertinya terlihat tak asing di matanya. Lalu saat melihat piring Baekhyun yang penuh, ia segera membekap mulutnya menahan tawa.
"Sehun, aku kira orang ini dari kelas rendahan untuk bisa pergi denganmu-"
'Dasar wanita Jalang!' umpat Baekhyun kesal. Ia benar-benar tersinggung saat Irene jelas tengah merendahkannya di depan Sehun.
"Namja ini temanku, jadi jangan bicara seperti itu terhadapnya," ucap Sehun memperingatkan. Tentu saja ia tak terima kalau teman barunya direndahkan oleh Irene.
'Sehun-ah, kau memang teman terbaikku,' iner Baekhyun seraya menatap Sehun dengan mata berbinar.
"Oh! aku minta maaf, tapi aku tak melihat orang bisu diantara teman-temanmu, bahkan yeojachingumu juga sangat cantik," ucap Irene seraya tersenyum menyebalkan dan melirik Baekhun sekilas.
"Yeojachingu?" gumam Sehun bingung. Sejak kapan ia mempunyai yeojachingu? tentu saja ia tak ingat bahwa ia pernah meminta tolong pada Baekhyun untuk menjadi yeojachingu pura-puranya.
"Dan selain itu, bagaimana acaramu dengannya? kalian terlihat tak akan bertemu lagi setelah kencan itu," ucap Irene seraya mengerlingkan matanya kearah Sehun.
"Apa yang sedang kau bicarakan?" Sehun semakin bingung dengan yang Irene katakan. Karena Ia memang tak mengingat apapun setelah ingatanya tentang Baekhyun dihapus.
'Oh! ini masalah, Chanyeol menghapus semua ingatan Sehun tentangku, dia tak akan mengingat bahwa dia pernah meminta bantuanku,' Iner Baekhyun dalam hati. Tentu saja ia panik sekarang, kalau dia tak berbuat sesuatu, Sehun bisa terpojok dan Irene akan mengejarnya lagi.
"Hoho, sekarang kau mau mengakui kalau yeojachingumu itu bohongan? aku tau fakta bahwa kau tak pernah bertemu dengan yeoja itu, Byun Baekhie, setelah kau mengenalkannya," ucap Irene seraya menunjukan smiknya.
'Byun Baekhie?' gumam Sehun dalam hati seraya melebarkan matanya. Dia bahkan tak pernah berkenalan dengan seseorang dengan nama itu.
"Dia yeojachingumu," ucap Baekhyun seraya menepuk bahu Sehun.
"Apa?"
"Haha aku tau kau mau menyembunyikan nya karena dia sangat cantik, jika kau berpura-pura seperti dia tak ada, maka dia akan sangat sedih," ucap Baekhyun seraya tersenyum bodoh.
"Aku mengenalkannya padamu juga?" tanya Sehun dengan wajah bingungnya. Masalahnya dia sama sekali tak ingat pernah punya pacar, apalagi yang bernama Baekhie.
"T-tentu saja, dia sangat cantik, aku tak pernah melihat yeoja secantik dia sebelumnya,"
'Uhh! aku berkata seperti itu pada diriku sendiri,' iner Baekhun miris. Bisa-bidanya dia memuju dirinya sendiri dengan kata CANTIK.
"Aku sangat iri kau mempunyai yeojachingu yang seperti itu," ucap Baekhyun seraya memijit tengkuknya.
"Ah, terima kasih," ucap Sehun seraya tersenyum tipis. Sungguh sebenarnya ia masih tak mengerti, tapi iapun memilih mengikuti alurnya saja.
'Hpmn, bagaimana dengan itu? dasar penguntit' iner Baekhyun seraya melirik Irene sinis.
"Kalau begitu tunjukan padaku sekali lagi!" ucap Irene dengan nada menantang. Sepertinya dia mulai ragu bahwa Sehun tak benar-benar memiliki yeojachingu.
"Apa? kenapa aku harus menunjukan yeojachinguku?" tanya Sehun seraya menatap Irene kikuk. Sebenarnya ia juga sempat terkejut saat Irene meminta itu.
"Aku ingin melihatnya sekali lagi, dan jika yeojachingumu benar-benar ada, maka aku akan berhenti mengejarmu!"
"Itu-"
"Dia akan memperlihatkannya padamu!" ucap Baekhyun yakin.
"Apa?" tentu Sehun terkejut mendengar Baekhyun mengatakan itu. Padahal dia saja bingung harus mencari yeoja bernama Baekhie itu dimana, dan sekarang Baekhyuh malah menyanggupinya.
"Kau bukan yeojachingunya! lalu kenapa kau yang menjawabnya?" tanya Irene seraya menatap Baekhyun kesal.
"Ah itu, kau tau? aku sudah pernah bertemu dengannya dan dia bilang akan sangat senang bila bisa bertemu denganmu lagi," ucap Baekhyun dengan sedikit kikuk.
"Yeojachingunya Sehun berkata begitu?" tanya Irene seraya mengeryitkan alisnya tak yakin.
"I-iya," ucap Baekhyun seraya memijit tengkuknya.
"Baiklah, akhir pekan ini aku akan bertemu denganmu bersama yeojachingumu Sehun," ucap Irene seraya melipat tangannya di depan dada. Lalu setelah itu ia segera berlalu dari hadapan Sehun di ikuti Zelo yang mengekori di belakangnya.
"Tunggu!" pekik Sehun panik saat Irene berjalan menjauh.
"Tenanglah!" pinta Baekhyun seraya menarik lengan Sehun menahannya agar tak mengejar Irene.
"Apa?"
"Dia akan datang, jadi jangan khawatir," bisik Baekhyun seraya terkikik geli.
"Dia akan datang? siapa yang kau maksud?" tanya Sehun seraya mengeryitkan alisnya.
"Yeojachingu palsu-mu," bisik Baekhyun sekali lagi.
"Aku sungguh tak mengerti apa yang kau katakan, Yeojachingu palsu?" Sehun semakin menunjukan wajah bingungnya. Karena dia memang tak merasa punya yeojachingu pura-pura.
"Cukup dengan jangan bertanya atau mengancam, dan percayalah padaku, kau hanya perlu agar yeoja itu menyerah kan?" ucap Baekhyun berusaha meyakinkan Sehun kalau semua akan baik-baik saja.
"Iya, tapi kau? bagaimana kau bisa tau banyak tentangku?" tanya Sehun seraya mengeryitkan alisnya.
"Ahaha aku hanya mempunyai perasaan bagus tentang ini, seperti indra ke enam," ucap Baekhyun asal seraya mengusap belakang kepalanya dan tersenyum bodoh.
"Ah itu Yifan!"
"Ada Chanyeol juga!"
Pekik beberapa Yeoja membuat suasana kantin menjadi semakin ramai.
"Yifan, apa yang membuatmu datang ke katin sekolah?" tanya Hyunbin yang berjalan di belakang Yifan dan Chanyeol. Tentu ia heran melihat Yifan yang tak pernah mendatangi kantin tiba-tiba ada di sini.
"Jika kau datang ke kantin untuk makan silahan duduk di sini," ucap seorang yeoja mempersilahkan Yifan untuk duduk di bangkunya.
"Aku datang bukan untuk makan! Minggir!" ucap Yifan seraya menyingkirkan yeoja itu dari hadapannya dengan mendorongnya tanpa berperasaan.
"Aku kesini bukan untuk makan, tapi aku datang untuk menemui orang ini," ucap Yifan seraya menunjukan smiknya kearah Baekhyun.
'Kenapa dia disini?' iner Baekhyun seraya menatap Yifan terkejut saat namja jangkung itu sudah berada di depan mejanya dan Sehun.
TBC
Sampai di sini dulu hehe, Jangan Lupa tinggalkan review bagi yang sudah membaca. Terima kasih juga untuk reader yang sudah followed, favorit, dan yang sudah setia review dichap sebelumnya. Thankyou very much :3 :3 jangan bosan-bosan ya T-T
-Salam damai inchan88-
