Chapter 8
"Kau bilang namamu Byun Baekhyun? Kau benar-benar terlihat membosankan," ucap Yifan seraya menunjukan smiknya. Tak tau apa maksudnya, tapi ekspresinya itu benar-benar terlihat menyebalkan di mata Baekhyun.
"Kau kenal dengan orang ini? Dia baru saja dipindahkan hari ini," ucap Hyunbin seraya mengeryitkan. Tentu saja ia terkejut, karena tak biasanya Yifan mengenal dengan orang biasa seperti Baekhyun. Yang ia tau, Yifan itu hanya mau mengenal orang dari kalangan atas saja. Sebagai contohnya korban(manusia) yang pernah akan dijadikan pendampingnya pasti adalah yeoja yang terkenal dan berstatus sosial yang jelas.
"Ayo pergi sekarang," pinta Chanyeol seraya memegang bahu Yifan. Ia hanya tak ingin saudaranya itu berbuat sesuatu hal yang tak wajar di depan umum, mengingat perangainya yang semaunya sendiri itu.
"Aku punya urusan dengannya! jadi menyingkirlah, jangan mengganggu aku," ucapnya seraya menepis tangan Chanyeol yanf berada di bahunya.
'D-dia tak mungkin membunuhku disini kan? Itu tak mungkin, apalagi banyak saksi mata yang melihatnya,' dalam hati Baekhyun sudah was-was, ia sangat takut kalau Yifan benar-benar melakukan keinginannya untuk membunuhnya.
"Kau berteman dengan Park Yifan?" Tanya Hyunbin pada Baekhyun saat dia tak mendapatkan jawaban pasti dari Yifan.
"Eh? T-tidak tidak aku hanya tau wajahnya saja," sangkal Baekhyun panik seraya melambaikan kedua tangannya kearah Hyunbin. Tanpa ia tau Yifan tengah berdiri di belakangnya dan mendengar apa yang ia katakan. Tentu saja hal itu membuat Yifan menunjukan seringainannya.
"Kau bilang hanya tau wajahku? Aku terluka loh, kita bahkan dekat satu sama lain," ucap Yifan seraya mengangkat dagu Baekhyun dengan jarinya dan mendekatkan wajahnya hingga hidung keduanya nyaris bersentuhan. Tentu semua yang ada disana terkejut dan melebarkan matanya saat keduanya terlihat begitu intim.
"H-hei! Candaanmu terlalu berlebihan, nanti mereka bisa salah paham," protes Baekhyun seraya menepis tangan Yifan yang tengah lancang memegang dagunya itu dan menatapnya tak suka.
"Henmm, salah paham katamu? Apa yang sebenarnya kau bicarakan? Inikan memang kenyataan," ucap Yifan seraya tersenyum miring.
"A-apa?" Tentu saja Baekhyun terkejut mendengarnya.
'Maunya apa sih?'
"Oh ho! Kau mau memakan semua ini?" tanya Yifan sambil melirik piring Baekhyun yang penuh itu lalu mendengus geli setelahnya.
"I-iya, aku lapar, " jawab Baekhyun kikuk. Kemudian ia mengeryitkan alisnya saat tiba-tiba Yifan mengambil piringnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
'Apa yang mau dilakukannya?' tanya Baekhyun seraya menatap piring itu horor, apalagi saat piring itu perlahan mendekatinya.
Bruss
"Eh?" Tanpa bisa dihindari, makanan yang belum sempat ia habiskan itu sudah berpindah di atas kepalanya. Tentu saja itu adalah perbuatan Yifan.
"Semuanya dengarkan! aku sebenarnya ingin sekali membunuh orang ini disini, tapi saudaraku yang baik hati sedang mengawasiku, jadi aku akan membiarannya sementara ini, kemudian aku akan menyiksanya hingga ia ingin membunuh dirinya sendiri, hanya itu," serun Yifan seraya mengerlingkan matanya kearah Baekhyun dengan aura yang menyeramkan.
Ctak
Muncul perempatan dipelipis Baekhyun.
'Ugh! aku tak bisa menerimanya lagi,' Emosinya kini sudah mencapai ubun-ubun dan siap untuk meledak.
"Kau!" Seru Baekhyun dengan geram seraya beranjak dari duduknya.
"Yifan! apa egomu tak terlalu tinggi? minta maaf pada Baekhyun CEPAT!" itu Sehun namja baik hati yang selalu menolong Baekhyun di kala kesusahan. Ia sudah menghampiri Yifan terlebih dahulu sebelum Baekhyun melakukannya.
'Oh tidak! ini buruk,' tentu saja Baekhyun panik saat melihat Sehun tengah mencenggeram kerah baju Yifan tanpa takut sedikitpun. Ia menjadi khawatir bila terjadi sesuatu pada Sehun mengingat Yifan adalah seorang pendendam.
"Sehun! aku baik-baik saja," seru Baekhyun panik seraya menyelip di antara Yifan dan Sehun, tak menunggu lama iapun segera membawa Sehun menjauh dari Yifan.
'Hidupmu akan berakhir kalau kau menjadi targetnya Sehun,' iner Baekhyun dalam hati. Ia benar-benar takut kalau Yifan berbuat sesuatu pada sahabatnya itu. Cukup dia saja yang dibuat menderita, tapi tidak untuk Sehun. Karena Sehun terlalu berharga bila harus mengalami hal serupa dengannya.
"Apa yang kau lakukan Baekhyun?" protes Sehun saat Baekhyun memeluk perutnya dan mendorongnya menjauh dari Yifan. Padahal ia ingin sekali memukul wajah Yifan saat itu juga.
"Aku baik-baik saja! jadi jangan membuat keributan, kumohon,"pinta Baekhyun pada Sehun agar dapat menenangkan dan menurunkan emosinya.
Entah apa yang dipikirkannya tapi Yifan malah menunjukan smiknya.
"Oh! apa dia teman baikmu? jika itu alasannya-"
"Bukan! aku baru bertemu dengannya hari ini!" sangkal Baekhyun seraya menatap Yifan panik. Tak peduli apa yang akan terjadi padanya nanti, yang penting Baekhyun harus menyelamatkan Sehun agar tetap aman dari jangkauan Yifan.
'Kumohon, jangan menyentuh orang ini,' pinta Baekhyun yang ia tunjukan melalui isyarat mata.
Mengerti arti tatapan Baekhyun, Yifan pun tersenyum miring menanggapinya.
"Baiklah, kurasa cukup untuk hari ini," tanpa diduga Yifan memutar tubuhnya dan berlalu pergi dari hadapan Baekhyun.
'Dia menyerah semudah itu?' tentu saja Baekhyun tak percaya melihatnya. Bagaimana Yifan yang pengendalian egonya buruk menyerah begitu saja. Lalu tanpa sadar tatapannya beralih pada Chanyeol yang kini tengah menatapnya.
'Sial! kenapa dia ada disini juga,' umpat Baekhyun dalam hati seraya memalingkan wajahnya. Jujur saja ia masih marah pada Chanyeol karena telah membuat hidupnya berantakan.
"Aku akan pergi membersihkan diri," ucap Baekhyun pada Sehun, berlalu bergegas pergi dari sana.
'Jika aku meneruskannya, Sehun bisa dikucilkan juga, jadi aku harus menjauhinya,' putus Baekhyun dalam hati seraya berlari kecil meninggalkan kantin sekolah.
"Huh? Baekhyun!" tentu Sehun terkejut saat melihat Baekhyun pergi begitu saja bahkan namja mungil itu tak mengindahkan seruannya.
Sementara Chanyeol masih terdiam dan berdiri disana menatap punggung Baekhyun yang semakin menjauh dengan tatapan yang sulit diartikan.
000
"Ah segarnya," gumam Baekhyun saat merasakan air shower mengguyur membasahi tubuhnya.
Setelah insiden di kantin sekolah tadi, Baekhyun memutuskan kembali keasrama karena rambutnya terasa lengket akibat ulah Yifan. Jadi diapun memutuskan untuk mandi agar tubuhnya sedikit lebih segar saat dia kembali ke kelas nanti. Setelah berapa lama, diapun segera mengambil handuk putih yang tersedia lalu segera melilitkan handuk itu menutupi dadanya hingga lutut. Kemudian iapun segera keluar dari kamar mandi itu hanya dengan mengenakan handuk itu saja.
"Hwaaa!" pekik Baekhyun terkejut saat Chanyeol berdiri di sana dan tengah melihat kearahnya. Iapun segera memegangi handuknya sebagai antisipasi kalau-kalau handuknya terlepas begitu saja di depan Chanyeol.
Sementara Chanyeol terlihat sama terkejutnya dengan Baekhyun hingga membulatkan matanya. Tak menunggu lama iapun segera membalikkan badannya dengan pipi yang tampak bersemu.
"Tak bisakah kau mengetuk pintunya dulu!" protes Baekhyun seraya mengerucutkan bibirnya. Terlihat jelas semburat merah di pipinya.
"Maafkan aku, ruangan ini milikku, jadi aku sudah terbiasa," ucap Chanyeol dengan sedikit kikuk.
"Kenapa kau kemari? untuk menghiburku?" tanyanya seraya memicingkan matanya kearah Chanyeol. Apalagi yang di inginkannya kalau bukan itu? Baekhyun pun segera memalingkan wajahnya kembali.
"Aku minta maaf," Sebenarnya ia juga ingin membantu Baekhyun. Tapi dia juga memikirkan akibat bila ia melakukan itu, jadi diapun memutuskan mengurungkan niatnya.
"Apa?"
"Jika aku bicara untuk mendukungmu disana, itu akan lebih menarik perhatian dan akan banyak yang membencimu, jadi aku tak bisa melakukan apa-apa, maafkan aku " ucap Chanyeol penuh sesal.
"Emm,"
"Haruskah aku berdiri dan melindungimu tadi?" tanya Chanyeol seraya melirik Baekhyun sekilas.
"T-tidak! jika kau ikut campur aku malah semakin tak nyaman," ucap Baekhyun seraya melambaikan tangannya memberi tanda bahwa Chanyeol memang tak perlu ikut campur.
'Dia minta maaf, itu sama sekali bukan seperti dia,' iner Baekhyun dalam hati.
"Tak nyaman?" tanya Chanyeol seraya memutar kepalanya kearah Baekhyun.
"I-iya,"
"Jadi begitu, tapi kehidupan sekolahmu akan menjadi semakin keras mulai sekarang, sejak Yifan membuat semua tau bahwa dia membencimu, pengikut Yifan tak akan membiarkanmu sendiri," ucap Chanyeol seraya menatap Baekhyun prihatin.
"Oleh pengikut Yifan? maksudmu orang yang ada disana?" tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya mencoba mengingat-ingat wajah pengikut Yifan yang satu komplotan dengan Hyungbin.
"Ya, dan lebih dari disamping mereka, biarpun di sekolah ini ada yang mendukungku tapi tatap saja ada banyak yang mendukung yifan,"
"Aku mau mengajukan pertanyaan, vampire memiliki bakat untuk menghapus ingatan seseorang dan mengendalikan pikiran orang, lalu bisakah pikiran vampire dikendalikan?" tanya Baekhyun seraya menujukan ekspresi ingin tahunya.
"Pengendalian pikiran tidak bekerja untuk vampire, dan vampire biasa tidak bisa mengendalikan pikiran orang, hanya vampire kelas atas seperti Yifan dan aku yang memiliki kemampuan itu,"
"Baiklah, aku harus berganti pakaian dan kembali ke kelas, jadi sampai jumpa lagi," ucap Baekhyun seraya memutar tubuhnya membelakangi Chanyeol.
"Apakah benar kau akan baik-baik saja?" tanya Chanyeol seraya memegang bahu telanjang Baekhyun.
"Apa?"
"Jika sekolah ini terlalu keras bagimu, bilang padaku, maka aku akan melindungimu," ucap Chanyeol dengan nada serius seraya menatap mata Baekhyun lembut.
"M-melindungi? aku bisa melindungi diriku sendiri," ucap Baekhyun seraya memalingkan wajahnya yang tengah bersemu merah. Entah mengapa sejak Chanyeol menyentuh bahunya dan menatapnya, ada deriran aneh yang ia rasakan.
CKlek
"Chanyeol!"
"Eh?" keduanya pun tampak terkejut dan menengok kearah pintu seraya melebarkan matanya.
'Sial! aku belum memakai bajuku,' umpat Baekhyun ketika baru menyadari bahwa dia masih (hanya) mengenakan selembar handuk.
Greb
Tanpa diduga, Chanyeol menariknya kedalam pelukannya dan menyembunyikan wajah Baekhyun di dadanya.
Deg
Pipi Baekhyun kembali bersemu merah karenanya, entah mengapa tiba-tiba jantungnya berdetak sangat cepat. Namun iapun hanya bisa pasrah berada dalam rengkuhan Chanyeol tanpa mampu berontak, karena keadaanlah yang membuatnya begitu.
"Siapa orang itu?" seru seorang yeoja yang tiba-tiba masuk ke kamar itu.
"Bukankah dalam tata krama harus mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan seseorang?" ucap Chanyeol seraya menunjukkan ketidak sukaannya pada yeoja itu.
"Ah!" yeoja itu tampak terkejut mendengar nada bicara Chanyeol yang tajam.
"Keluar!" seru Chanyeol seraya menatap yeoja itu tajam.
"M-maafkan aku," Yeoja itu pun cepat-cepat keluar dari kamar itu setelah mendapat seruan dari Chanyeol.
"Cepatlah berpakaian," ucap Chanyeol seraya melepaskan pelukannya dan menundukan wajahnya guna melihat wajah Baekhyun. Entah mengapa keadaan keduanya terlihat begitu intim hingga membuat Baekhyun tersipu malu karenanya.
"B-baik," ucap Baekhyun seraya mendongakkan wajahnya dan membalas tatapan Chanyeol.
Setelah itu Chanyeol segera membalikan badannya memberi kesempatan untuk Baekhyun memakai pakaiannya. Baekhyun pun segera mengenakan pakaiannya dengan sedikit terburu-buru.
'Apa itu? kenapa tiba-tiba hatiku berdebar-debar?' gumam Baekhyun seraya memegangi dadanya.
"Cepat, dan jangan sampai terlambat masuk kelas," ucap Chanyeol memperingatkan. Iapun segera menengok kearah Baekhyun setelah memastikan Baekhyun sudah mengenakan pakaiannya kembali. Lalu diapun keluar terlebih dahulu disusul Baekhyun di belakangnya.
Greb
"Apakah itu kau?" Ternyata yeoja tadi masih menunggu diluar kamar, tentunya tanpa sepengetahuan Chanyeol.
"Apa?" Baekhyun segera menengok kearah yeoja itu saat merasakan seseorang menahan tangannya.
'Bukankah dia yeoja yang waktu itu berlutut di hadapan Chanyeol?' tanya Baekhyun dalam hati.
"Kau baru saja keluar dari kamar Chanyeol kan?" tanya yeoja itu tanpa melepaskan tangannya dari tangan Baekhyun.
"Iya, itu kamarku juga," Jawab Baekhyun seraya menatap yeoja itu kikuk.
"Kamarmu?!" Yeoja itu tampak terkejut dan melebarkan matanya begitu mendengar jawaban Baekhyun.
"Iya, aku dipindahkan kemari dan di tempatkan di kamar ini," jawab Baekhyun seraya tersenyum kikuk.
Greb
"Kau! kau namja kan?" tanya nya seraya memegangi kedua lengan Baekhyun dan mengguncang tubuh mungil itu pelan.
"T-tentu saja aku namja," ucap Baekhyun seraya menjauhkan wajahnya saat yeoja itu mendekat kearahnya.
"Lalu kenapa Chanyeol memelukmu tadi?" tanya nya dengan tatapan penuh selidik.
Blush
"I-itu karena-"
"Kang Seulgi!" rupanya Chanyeol kembali lagi dan menginterupsi yeoja yang ternyata bernama Seulgi itu, yang kini tengah mengintrogasi Baekhyun.
Seulgi tampak menggigit bibir bawahnya saat dia ketahuan oleh Chanyeol.
"Dia harus kembali ke kelas sekarang," ucap Chanyeol seraya menatap yeoja itu tak suka. Seulgi segera melepaskan Baekhyun dari cengkramannya.
"Pergilah!" pinta Chanyeol seraya menatap Baekhyun sejenak.
"Baik," tanpa menunggu lebih lama lagi, Baekhyun pun segera berlari meninggalkan keduanya.
Setelah Baekhyun menjauh, Chanyeol pun segera memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan Seulgi.
"Chanyeol kenapa kau-, Chanyeol!" serunya saat punggung Chanyeol semakin menjauh.
'Aku tak mengerti kenapa dia begitu dingin terhadapku, tapi kenapa dengan namja itu dia tidak? kenapa Chanyeol memeluknya? Chanyeol bahkan dingin padaku dan yang lainnya, dan untuk namja yang terlihat ideot itu?' ia benar-benar tak mengerti mengapa Chanyeol selalu begitu terhadapnya. Sementara dengan namja itu dia memperlakukannya dengan sangat berbeda.
000
"Huft! sangat sulit untuk berbaur karena sekolah ini adalah sekolah elit, dan ini baru hari pertamaku di sini," gumam Baekhyun seraya membereskan alat tulisnya dan segera beranjak dari bangkunya.
"Mau pergi kemana kau?" lagi-lagi Hyunbin dan teman-temannya datang menghampirinya.
"Hanya keasramaku," jawab Baekhyun serya memutar bola matanya malas.
"Siapa bilang kau boleh pergi," ucap Hyungbin seraya menunjukan seringaiannya dan berjalan mendekati Baekhyun.
"Kenapa?"
'Chh sepertinya aku akan menjadi orang buangan,' iner Baekhyun dalam hati.
"Kau akan menjadi pelayan kami mulai dari sekarang," ucap Hyungbin dengan wajah yang menyebalkan.
"Atau kau mau membersihkan kamar mandi," tambah salah satu yeoja yang bersama Hyunbin.
"Tak mau!" ucap Baekhyun tanpa takut sedikitpun.
'Sial! satu-satunya yang bisa kulakukan hanyalah diam, karena Sehun ada di sana,' umpat Baekhyun dalam hati.
"Apa kau bilang?!" yeoja itu tampak melebarkan matanya mendengar penolakan yang Baekhyun lakukan.
"Awas!" Baekhyun segera menyelip diantara keduanya dan melewatinya begitu saja.
"Hei!" Seru Yeoja itu dengan sedikit geram melihat kelakuan Baekhyun yang meninggalkan mereka begitu saja.
"Orang itu! memangnya dia pikir dia siapa bisa berlaku seperti itu!" ucap namja yang tadi bersama Hyunbin.
"Hyungbin, apa kau pikir dia adalah vampire seperti kita?" tanya yeoja itu seraya mengeryitkan alisnya.
Mendengar itu Hyungbin sempat melebarkan matanya, lalu setelahnya dia menunjukan senyum miringnya.
"Kita gunakan rencana B,"
0
0
"Baekhyun?"
Tanpa diduga ia malah bertemu Sehun di dekat tangga. Padahal dia sudah berniat untuk menjauhi Sehun.
"Hei Sehun!" sapa Baekhyun seraya tersenyum manis.
"Kau lari dari kantin, jadi aku khawatir, apa kau baik-baik saja?" tanya Sehun seraya berjalan mendekati Baekhyun.
"Haha aku baik-baik saja, jadi jangan khawatirkan aku," ucap Baekhyun seraya tersenyum lebar.
"Jika mereka mengganggumu lagi, bilang padaku, maka aku akan membantumu," ucap Sehun seraya menunjukan keseriusannya.
"Baik!" ucap Baekhyun seraya tersenyum manis.
'Kau memang baik Sehun,'
"Kau juga akan dikucilkan Sehun," itu suara Irene yang tau-tau sudah berjalan mendekati mereka.
"Itu bukan urusanmu Irene," jawab Sehun dengan nada acuh. Lagi-lagi yeoja itu muncul tiba-tiba. Benar-benar penguntit sejati.
"Tentu saja urusanku, kau adalah orang yang kusuka," ucapnya seraya tersenyum manis, tanpa peduli bahwa Sehun tak menyukainya.
"Byun Baekhyun? menurut rumor yang ku dengar, kau adalah daftar hitam Park Yifan," ucapnya seraya melipat tangannya di depan dada dan memicingkan matanya kearah Baekhyun.
Baekhyun hanya terdiam tak tau harus menjawab apa.
"Kuperingatkan kau untuk segera pergi dari sekolah ini secepatnya! Jika tidak, orang disini akan menyiksmu hingga kau bunuh diri!" ucap Irene memperingatkan seraya mendekatkan wajahnya kearah Baekhyun.
"Bunuh diri?! aku tak akan membiarkan hal itu terjadi!" pekik Sehun seraya melebarkan matanya. Tentu saja dia terkejut mendengar hal mengerikan seperti bisa menimpa Baekhyun sewaktu-waktu.
"Kau juga harus tau ini Sehun, kata-kata Yifan itu berkuasa dan sudah bulat, meskipun kau juga terkenal, kau tak bisa menghentikan Yifan, hanya Chanyeol yang bisa menghentikannya," ucap Irene dengan nada serius.
'Seperti yang dimaksud yeoja ini benar, aku tak boleh membiarkan Sehun ikut dikucilkan karena aku,' iner Baekhyun dalam hati.
"Sehun, aku baik-baik saja sungguh! dan jika aku melakukannya, jika itu terjadi, aku bisa melindungi diriku sendiri dengan kekuatanku," ucap Baekhyun seraya menatap sahabatnya itu.
"Kau terlalu percaya diri, apa kau terlalu lambat dan tak bisa memahami situasi ini," Ucap Irene seraya tersenyum remeh pada Baekhyun.
"Apa?" Tentu saja Baekhyun tersinggung saat Irene terlihat meremehkan kemampuannya. Namun nyatanya Irene tak menanggapi lebih reaksi yang Baekhyun tunjukkan akibat kata-katanya.
"Nah, sekarang masalah lain, bisakah aku bertemu yeojachingumu hari ini Sehun?" tanya Irene seraya menunjukan smiknya. Sepertinya dia belum sepenuhnya percaya kalau Sehun benar-benar memiliki yeojachingu. Dan sepertinya ia juga yakin kalau yeojachingu Sehun tak akan pernah datang, melihat nada menantang yang ditunjukannya.
"A-apa?" Keduanya pun tampak terkejut mendengar permintaan Irene yang tiba-tiba.
"E-emm tidak!" ucap Sehun dengan sedikit gelisah. Tentu saja ia tak mungkin bisa membawa yeojachingu pura-puranya itu kemari hari ini juga. Bertemu dengan orangnya saja belum pernah.
"Kenapa tidak?" Irene pun mengeryitkan alisnya mendengar penolakan Sehun.
"Karena itu terlalu mendadak," sangkal Sehun kemudian.
"Kau dan yeojachingumu sudah pernah berjanjikan? lalu haruskah dia bisa muncul kapanpun namjachingunya membutuhkannya," ucap Irene yang semakin mengeryitkan alisnya dan menatap Sehun penuh selidik.
"Sampai jumpa nanti," tanpa menunggu jawaban Sehun terlebih dahulu, Irene sudah memutar tubuhnya dan berjalan meninggalkan Sehun.
"Hei tunggu!" pekik Sehun saat Irene pergi begitu saja tanpa mengindahkan penolakannya.
Puk
"Sehun, temui saja Irene," ucap Baekhyun seraya menepuk pundak Sehun dan tersenyum tipis.
"Apa?"
"Janji!"
"Baekhyun?" Sehun benar-benar tak mengerti kenapa Baekhyun begitu ngotot ingin ia menemui Irene. Iya juga tak mengerti mengapa Baekhyun begitu yakin kalau yeoja yang bernama Baekhie itu pasti akan datang.
"Byun Baekhyun!" Serunya saat Baekhyun berlari meninggalkannya tanpa menjelaskan apapun.
"Apa yang sebenarnya dia rencanakan?" ia sungguh tak mengerti apa mau Baekhyun sebenarnya.
000
"Aku benar-benar tak suka berpakaian yeoja, tapi sekali saja tak apa, untuk Sehun," ucap Baekhyun seraya berjalan meninggalkan gedung asrama.
Grep
"HEI!" pekik Baekhyun terkejut saat seseorang memegang pundaknya.
'Ah, mereka lagi?'
Kali ini dua namja yang dulu sempat menghajar Jongin dan teman-temannya lah yang datang menghampirinya dan menahan kedua tangannya dan ke belakang.
"Kau harus pergi bersama kami!"
"Siapa bilang! Argg!" Baekhyun ingin melawan tapi tangannya sudah lebih dahulu diputar oleh namja itu hingga membuat bahunya terasa nyeri.
"Akan lebih baik jika kau menurut," gertaknya dan siap untuk mematahkan tangan Baekhyun.
"O-oke, jadi lepaskan aku," Baekhyun tak punya pilihan lain selain menuruti permintaan namja itu. Dari pada tangannya yang jadi korbanya.
'Sial! kupikir aku bisa menghajarnya setelah menjadi vampire, tapi mereka terlalu kuat,' umpat Baekhyun dalam hati.
0
0
"Jadi kalian orangnya?" gumam Baekhyun setelah Hyungbin sudah berada di hadapannya.
"Kau juga vampire seperti kami kan?" tanya Hyunbib seraya menunjukan smiknya.
"Bagaimana-?"
"Hemm, itu jelas vampire lebih kuat dari manusia, dan vampire tak takut pada manusia," ucapnya seraya mengerlingkan matanya kearah Baekhyun.
"Tapi kau tak berpikir kami juga vampire benar?" tambah yeoja di samping Hyunbin.
"Jadi apa yang akan kalian lakukan padaku?" tanya Baekhyun tanpa takut sedikitpun.
"Kami mempunyai cara untuk berurusan dengan vampire, tentunya itu sedikit ekstrim untuk manusia," ucap Hyunbin seraya menunjukan smiknya.
0
0
"Ahh! apa yang kalian lakukan padaku! lepaskan ikatannya sekarang!" pekik Baekhyun panik seraya menatap ngeri ke bawah sana. Saat ini kedua kakinya diikat dengan tali panjang, lalu tubuhnya dibiarkan bergelantungan dengan tali yang diikatkan pada pagar pembatas atap sekolah yang terdiri dari 6 lantai itu.
"Jika kau mau menjadi pesuruh kami, aku akan melepasmu," ucap Hyunbin seraya menunjukan seringainanya menatap Baekhyun yang bergelantungan di bawah sana.
"Aku tak mau jadi bagian dari kelompokmu!" tentu saja ia menolak, nama mau dia menjadi pesuruh berandalan-berandalan itu.
"Kami tak punya pilihan, semoga beruntung bertahan disini hingga esok," ucap Hyunbin seraya menunjukan smik nya.
"APA?!" Baekhyun tampak membulatkan matanya mendengar apa yang Hyunbin katakan. Bagaimana bisa dia bertahan dengan posisi menggantung dengan kepala di bawah seperti ini?
"Jangan khawatir, biarpun kau jatuh dari sini kau tak akan mati," ucap yeoja itu dengan wajah yang menyebalkan.
"Manusia pasti akan mati, kalau vampire? yeah mungkin hanya akan gagar otak saja," ucapnya seraya menunjukan smiknya.
Srut srut
"APA YANG KAU LAKUKAN?" pekik Baekhyun saat Hyunpin tampak memotong tali itu dengan pisau.
"Aku menjuntai(?) talinya sedikit demi sedikit, jika kau bergerak naik, talinya akan mengencang," ucap Hyunbin seraya tersenyum miring.
"B*jing*n!" umpat Baekhyun seraya mendongak keatas menatap Hyunbin tajam.
"Jika kau beruntung seseorang akan menemukanmu sebelum kelas dimulai, jika kau tak mau menunggu, silahkan mengeliat dan jatuh kebawah sana, ayo pergi!" tanpa berperasaan Hyunbin dan teman-temannya pergi meninggalkan Baekhyun begitu saja.
"MAU KEMANA KALIAN? TURUNKAN AKU!" seru Baekhyun saat mereka meninggalkannya begitu saja.
"Argh! aku tak mungkin berada disini sampai besok! aku harus menjangkau talinya," gumamnya seraya berusaha menjangkau tali yang melilit kakinya dengan susah payah.
"Ehh? Aaaaa!" tiba-tiba tali itu terputus begitu saja hingga tubuhnya meluncur bebas kebawah
TBC
Sampai disini dulu ya. Maaf kalau bahasanya hancur dan susah dimengerti.
Kuucapkan terimakasih bagi yang sudah setia review.
Thanks to :
danactebh, babee.ch, BaekHill, Park RinHyun-Uchiha, rizypau06, baekhee2811, miawbaek, chanbaek1597,
yang sudah review di chap 1 dan chap yang lain hingga yang setia sampai chap ini Thank you very much :3
-Salam damai inchan88-
