Chapter 11
"Chanyeol-nim, Yeoja itu," pekik Jongdae saat mengetahui yeoja yang tengah membuat keributan yang dimaksud adalah Baekhyun.
"Dia berubah banyak, tapi itu memang dia," ucapnya Chanyeol membenarkan. Diamatinya dengan seksama, rambut Baekhyun memang panjang sepinggang sama seperti sebelumnya, tapi aura kecantikannya semakin pekat. Dan tak hanya itu, tingkah Baekhyun saat ini terlihat tak seperti biasanya, sedikit nakal dan banyak tingkah.
"Tapi apa yang baru saja terjadi? Dia muncul dengan bertingkah nakal, selain itu dia semakin kuat hingga mampu mengalahan pengawal Yifan-nim,"
"Aku tak tau apa yang terjadi padanya, tapi dia seperti kehausan," jawab Chanyeol seraya memicingkan matanya kearah Baekhyun.
"Kehausan?" Pekik Jongdae seraya mengeryitkan alisnya.
"Kita butuh sesuatu untuk membuatnya tertidur," ucap Chanyeol seraya berlalu dari sana.
000
"Aku tak butuh orang lemah! Yang ku butuhkan adalah orang kuat!" Seru Baekhyun seraya mengacungkan tangannya keatas menantang siapapun yang ada di sana.
"Menghancurkan pestaku, apa kau gila?!atau kau memang bodoh," ucap Yifan seraya melesat mendekati Baekhyun yang masih berdiri di atas meja.
Melihat kedatangan Yifan membuat Baekhyun memicingkan matanya, lalu saat sudah dekat iapun melebarkan matanya.
"Jadi itu kau?" Ucap Baekhyun seraya melompat dari atas meja dan berjalan mendekati Yifan. Akhirnya dia mendapatkan orang terkuat yang diinginkannya.
Sementara Yifan hanya mengeryitkan alisnya bingung karena tak mengerti maksud perkataan Baekhyun.
"Aku bertaruh, kaulah yang terbaik disini," ucapnya dengan nada sensual sementara satu tangannya mengalung pada leher tegas Yifan.
"Huhh?" Ia sungguh tak mengerti maksud perkataan Baekhyun.
"Darahmu," bisiknya setelah menjilat leher tegas Yifan.
Blush
Seketika pipi Yifan memerah karenanya. Ia tak menyangka kalau Yeoja asing di depannya kini menjilat lehernya begitu saja tanpa peringatan terlebih dahulu.
"A-apa yang kau lakukan?!" Pekik Yifan seraya mundur kebelakang menjauhi Baekhyun. Dia benar-benar terkejut dibuatnya.
"Hehe aku kan hanya menjilatmu, kenapa kau begitu marah?" Ucap Baekhyun seraya menjilat bibirnya sendiri dan menunjukan senyum miringnya.
"Dia benar-benar gila, bagimana dia bisa berlaku tak sopan pada Yifan-nim," pekik Hyungbin saat menyaksikan kejadian itu.
"Aku yakin, meminum darahmu pasti sangat nikmat," ucap Baekhyun seraya menunjukan smiknya.
"Apa yang kau katakan?! Meminum darah Yifan-nim? Kau pikir siapa dirimu?" Seru Hyungbin seraya menunjuk kearah Baekhyun. Tentu ia tak terima bila tuannya di rendahkan harga dirinya seperti ini.
"Meminum darahku? Chh! bicara omong kosong apa kau ini?" Ia tak habis pikir dengan yeoja asing ini, bisa-bisanya berlaku tak sopan terhadapnya selaku vampire terkuat.
Sementara Baekhyun hanya berdiri tenang seraya menunjukan senyum miringnya.
"Kau pikir kau bisa mengulangi perbuatanmu setelah aku menghajarmu?" Tanpa menunggu lebih lama lagi, Yifan segera menyerang Baekhyun.
"Kalau begitu, coba saja kalau kau bisa!" Seru Baekhyun seraya melayangkan tendangannya dan mengenai tepat di dagu Yifan.
Duakh
"Ughh!" Yifan pun terjerembab di lantai karenanya.
"Huh? Dia menendang dagunya?" pekik semua yang ada disana. Mereka tak menyangka yeoja asing itu bisa berbuat demikian pada Yifan.
"Aku melemahkan kekuatanku karena kau terlihat cantik, tapi sekarang aku berubah pikiran, sekalipun ku selesai denganmu, aku tak akan pergi sampai darah terakhirmu menetes," ucapnya seraya menatap Baekhyun bengis. Harga dirinya benar-benar dijatuhkan saat ini, dan dia tak mungkin menerima itu begitu saja. Ia harus bisa membunuh Baekhyun dengan kedua tangannya.
"Hehh? Aku menggigil dalam penantian," ucap Baekhyun seraya tersenyum meremehkan kearah Yifan. Rasanya sungguh menyenangkan mempermainkan calon mangsanya seperti ini.
"Persiapkan dirimu!" Seru Yifan seraya melompat kearah Baekhyun. Baekhyun refleks melompat kebelakang karenanya. Sekali lagi Yifan menyerangnya dan saat ia hendak menghindar sayangnya ia kalah cepat hingga rantai panjang yang Yifan lemparkan melilit kakinya hingga membuatnya terhuyung karenanya.
"Kena kau!" akhirnya Yifan berhasil menangkap kedua tangan Baekhyun dan mengunci pergerakannya.
"Hemm apa kau mau meminum darahku sekarang?" Tanya Baekhyun seraya menunjukan senyum manisnya. Ia tak merasa gentar sama sekali, takut saja tidak.
"Tentu saja, hingga kau meronta-ronta dan mati," ucap Yifan seraya menunjukan taringnya dan menatap Baekhyun tajam.
"Lakukan saja kalau bisa, jika kau cukup yakin," ucap Baekhyun seraya tersenyum manis menatap Yifan.
Sementara Yifan telah memindahkan satu tangannya dan mencengkeram leher Baekhyun siap untuk mencekiknya. Namun saat melihat mata Baekhyun dan melihat senyum manis itu membuatnya membeku seketika. Ia tak tau apa yang terjadi padanya, tapi tubuhnya seperti tak berdaya untuk membunuh yeoja cantik di depannya.
"Kenapa Yifan-nim terlihat ragu?" Gumam Hyungbin saat melihat Keraguan tuannya.
'K-kenapa? Aku merasa seperti lumpuh, kenapa aku tak bisa meminum darahnya?' Yifan membeku saat merasakan tubuhnya yang tak berdaya setelah tatapannya terkunci pada mata indah Baekhyun.
Tanpa diduga, Baekhyun malah mengalungkan tangannya di leher Yifan dan menarik namja itu mendekat padanya.
Cup
Tanpa peringatan bibir merah Baekhyun mendarat tepat di bibir Yifan. Yifan pun segera melebarkan matanya saat benda lembut itu menyentuh bibirnya.
"Wahh!" Pekik semua yang ada disana, mereka sangat terkejut melihat kejadian tak terduga itu.
"Kau tak bisa melawanku, karena kau adalah pelayanku," ucap Baekhyun seraya menjauhkan wajahnya.
"A-apa kau bilang?" saat ini pipi Yifan sedikit bersemu merah. Biar bagaimanapun dicium seseorang di depan umum seperti ini tentu sungguh memalukan baginya. Apalagi pelakunya adalah orang asing. Kemudain ia melebarkan matanya begitu menyadari kalau barusaja Baekhyun menyebut dirinya lelayannya.
"Sebagai buktinya aku akan meminum darahmu," ucap Baekhyun seraya mendekatkan wajahnya kembali ke leher Yifan. Namun sebelum itu terlaksana Yifan sudah mengacungkan belatinya terlebih dahulu hingga Baekhyun refleks mundur kebelakang menghindari benda tajam itu. Sebuah belati khusus untuk membunuh vampire, sama seperti belati yang Yifan tusukan pada Chanyeol.
"Sebelum itu terjadi, aku akan membunuhmu terlebih dahulu!" hardik Yifan seraya menatap Baekhyun bengis. Tapi kemudian ia dikejutkan saat tiba-tiba Baekhyun mendorongnya menjauh.
"Agh!" pekiknya saat tubuhnya terhuyung kenelakang.
"Aku benar-benar minta maaf, tapi aku mencium bau darah yang sangat lezat, jadi-" setelah mengatakan itu, ia segera melesat cepat meninggalkan semuanya yang ada di sana. Tentu saja Yifan segera melebarkan matanya saat melihat Baekhyun melarikan diri dengan berlari keluar ruangan pesta itu.
"Tangkap yeoja jalang itu!" seru Yifan dengan aura kemarahan yang terlihat jelas. Pengikut-pengikutnya pun segera melesat cepat mengejar Baekhyun yang menghilang dibalik pintu.
'Sial! siapa dia? hanya dengan melihat matanya saja membuatku mati rasa, dia bukan vampire biasa,'
000
Di taman yang tak jauh dari klub itu, Chanyeol telah menanti kedatangan Barkhyun.
Sementara Baekhyun sudah berdiri di depan Chanyeol seraya tersenyum miring. Melihat darah segar mengalir dipergelangan namja jangkung itu membuat Baekhyun tanpa sadar menjilat bibirnya sendiri.
"Park Chanyeol, mencoba menggodaku dengan aroma darah yang kuat," ucapnya seraya tersenyum miring dan berjalan mendekat.
"Sepertinya kau menginginkan darah, darah manusia atau vampire tak masalah kan bagimu?" ucap Chanyeol dengan sangat tenang berdiri pada tempatnya.
"Aku tak peduli apapun itu, yang kubutuhkan adalah darah dari orang yang terkuat," ucapnya seraya menunjukan smiknya.
"Kalau begitu ini adalah darah yang terbaik, kau menginginkannya kan?" meskipun sedikit terkejut mendengar jawaban Baekhun, namun ia tetap menyodorkan pergelangan tangannya yang terdapat luka sayat yang mengeluarkan darah segar.
"Huhh! sebenarnya darah namja tadi sangat lezat, tapi kalau kau merayuku seperti ini, aku tak akan menyiakannya," Tak menunggu lagi, Baekhyun segera meraih tangan itu dan menancapkan taringnya disana. Kalau seseorang yang menawarkan sesuatu yang menggiurkan padanya, mengapa itu harus disia-siakan?dengan rakus ia menghisap darah segar itu hingga membuat Chanyeol meringis karenanya.
"Berhenti! apa kau mau meminum semua darah Chanyeol-nim?!" seru Jongdae seraya menyentak Baekhyun agar menjauh dari Chanyeol
"Heh? Kau? apa orang ini peliharaanmu?" tanyanya pada Chanyeol seraya mengerlingkan matanya kearah Jongdae.
"A-aku Butler Chanyeol-nim," ucap Jongdae membenarkan.
"Aku tau, aku tau peliharaan Chanyeol," ucapnya seraya menepuk pelan kepala Jongdae seperti menepuk seekor hewan peliharaan.
Twick
Muncul perempatan di pelipis Jongdae. Ia sungguh tersinggung ketika Baekhyun memperlakukannya persis seperti hewan peliharan.
"Hahh, meminum darah terbaik membuatku senang," ucapnya seraya berhambur kepelukan Chanyeol dan bermanja-manja di dada bidang itu.
"Kenapa kau menginginkan darah dari orang yang terkuat?" tanya Chanyeol seraya meneliti lebih jelas wajah Baekhyun yang kini berada tepat didepannya. Ia sungguh tak mengerti mengapa Baekhyun menginginkan itu.
"Hoamhh, itu karena hoahhh," gumam Baekhyun tak jelas seraya menguap lebar. Dengan sigap Chanyeol segera menangkap tubuh Baekhyun yang sempat terhuyung kebelakang.
"Apa yang terjadi?" pekik Jongdae terkejut.
"Dia hanya tidur," ucap Chanyeol seraya menggendong Baekhyun ala pengantin.
"Tidur setelah meminum darah Chanyeol-nim? kenapa?" Jongdae benar-benar tak mengerti dengan situasi yang terjadi pada Baekhyun. Sungguh situasi yang aneh dan langka.
"Menurutku rasa hausnya akan darah berhenti setelah dia meminum darah seseorang, kita harus menelitinya lagi,"
Drap Drap Drap
"Chh pengejar," Chanyeol dan Jongdae pun segera bersembunyi di balik pohon yang besar saat melihat ada 3 orang menghampiri.
"Aneh, padahal aku melihat bau darah disekitar sini," ucap salah satunya seraya mengedarkan pandangannya.
"Aku juga menciumnya, baunya menghilang begitu saja, sepertinya seseorang tengah menyembunyikannya," ucap namja yang satunya lagi yang ikut mengedarkan pandangannya.
"Selain itu, aku punya firasat buruk tentang yeoja itu, melihat dia membuat kekacauan di klub itu, kekuatannya sama seperti vampire level atas,"
"Aku terkejut Yifan-nim tak bisa berbuat apa-apa dihadapannya,"
"Apa kau melihat matanya? tak peduli dia manusia atau vampire, tapi matanya sangat indah dan memiliki daya tarik, apakah Yifan-nim merasakannya juga?" tanya salah satunya dengan pipi yang bersemu merah.
"Bagaimanapun juga aku akan pergi untuk melaporkannya kepada Society Elder, karena ini kali pertamanya vampire meminum darah vampire yang lain,"
"Meninggalkan klub dengan tiba-tiba dan pergi tanpa meninggalkan jejak, baru kali ini aku melihat Yifan-nim begitu kebingungan,"
Setelah itu ketiganya pun berlalu pergi meninggalkan taman itu. Setelah memastikan mereka benar-benar pergi Jongdae segera keluar dari tempat persembunyian dan berjalan mendekati Chanyeol.
"Chanyeol-nim kau baik-baik saja?" tanyanya dengan kekhawatiran yang terlihat jelas.
"Aku baik, mari pergi dan kembali kerumah, aku tak merasa baik, sepertinya aku tak bisa melanjutkan untuk menghapus bau darahku," ucapnya saat tubuhnya tak merasa Baik. Wajah Chanyeol saat ini terlihat sangat pucat, mungkin efek dari kehilangan banyak darah.
"Itu karena Chanyeol-nim kehilangan banyak darah, kalau begitu mari keluar dari taman, mobil telah menunggu di luar taman,"
000
"Emhh, Hoammh aku tertidur," gumam Baekhyun saat dia terbangun dari tidurnya dipagi hari.
"HUHH? Kenapa aku ada disini? aku bersumpah kalau aku terakhir pergi bersama Sehun," pekiknya terkejut saat dia berada di kamar yang tak begitu asing.
"Jadi kau sudah bangun," Jongdae tiba-tiba muncul dibalik pintu seraya berjalan mendekati Baekhyun.
"Kepala pelayan? ini rumah Chanyeol? kenapa aku ada disini?" Baekhyun pun segera beranjak dari ranjang dan berjalan mendekati Jongdae. Namun Jongdae tak mengucapkan apa-apa dan malah menatapnya dengan tatapan tak sukanya.
"Ada apa? kenapa kau menatapku seperti itu? apa aku melakukan sesuatu yang salah?" tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya bingung.
"Kau membuat kekacauan besar semalam, jadi kau bersalah!" ucap Jongdae seraya memicingkan matanya kearah Baekhyun.
"Apa yang kau bicarakan?" sungguh ia sama sekali tak mengerti dengan apa yang Jongdae bicarakan.
"Kau bisa membicarakan seluruhnya pada Chanyeol-nim,"
0
0
"APA? aku membuat kekacauan besar di pesta Yifan dan menghisap darahmu?" pekik Baekhyun terkejut saat Chanyeol menceritakan semua yang ia tau tentang kejadian semalam. Saat ini ia sudah duduk berhadap-hadapan dengan Chanyeol diruang tamu dengan Jongdae berdiri dibelakangnya.
"Jika Chanyeol-nim tak bertindak sebagai umpan, kau mungkin akan meminum darah Yifan-nim," ucap Jongdae menyela pembicaraan.
"APA? Darah Yifan? kenapa aku tak ingat?" pekik Baekhyun terkejut seraya mengacak rambutnya frustasi. Sungguh, ia tak mengingat sama sekali tentang apa yang terjadi selama ia tak sadarkan diri.
"Setelah terjatuh dari bangunan sekolah karena lelucon buruk dari namja br*ngs*k berkacamata-"
'Jika aku bilang padanya aku menyamar menjadi yeojachingu Sehun, dia tak akan menghapus ingatannya lagi kan? tidak, aku tak akan membiarkannya menghapus ingatan Sehun karena aku,' ucap Baekhyun seraya melirik Chanyeol sekilas.
"Setelah kau terjatuh, apa yang terjadi?" tanyanya dengan tatapan mata yang tak terbaca.
"I-itu aku pingsan sebentar, lalu saat aku terbangun rambutku sudah memanjang, aku bingung, aku merasa aneh dan kehilangan kesadaranku setelahnya, setelah itu aku tak ingat apapun dan saat terbangun sudah berada disini," ucap Baekhyun dengan sedikit kikuk.
"Hanya itu?" tanya Chanyeol dengan ekspresi datar.
"Hanya itu," Baekhyun pun segera menunduan kepalanya dan meremas tangannya di atas pangkuannya.
'Dia tak percaya padaku,' iner Baekhyun dalam hati saat melihat tatapan Chanyeol yang sulit diartikan.
"Mungkin ketika dia sedang terguncang rambutnya memanjang dan kepribadiannya berubah," ucap Jongdae menyela.
"Terakhir kali ketika kau mengalami goncangan fisik gendermu berubah, jadi itu bisa dijadikan teori yang memungkinkan," ucap Chanyeol saat melihat wajah bingung Baekhyun ketika mendengar yang Jongdae katakan.
"Bukan hanya itu saja, dia menaklukkan banyak vampire dengan kekuatan vampire tingkat tinggi, seperti iblis yang memberikan seluruh adrenalinnya, dan kini kau menginginkan darah," tambah Jongdae kemudian.
"Aku tak percaya bahwa aku melakukan itu!" sangkal Baekhyun dengan meninggikan suaranya. Mana mungkin dia melakukan hal itu kan? ia tak ingin mempercayai apa yang keduanya katakan. Ia bukan mosnter jadi ia tak mungkin melakukannya.
"Kita tak pernah mengalami keadaan seperti ini, jadi kita harus berhati-hati mulai sekarang dan mencoba untuk menghindar dari serangan itu," ucap Chanyeol seraya beranjak dari tempat duduknya.
"Biarpun kau berkata seperti itu, tapi-"
"Jangan khawatir, aku akan melindungimu," tiba-tiba Chanyeol sudah berdiri di depannya dan menyentuh pundaknya seraya tersenyum manis.
"Sudah kubilang aku tak butuh bantuanmu!" seru Baekhyun seraya memalingkan wajahnya kearah lain. Tanpa sadar pipinya pun memerah karenanya.
'Waaa lagi! jantungku berdebar-debar sangat cepat,' pekiknya dalam hati seraya memegangi dadanya. Ia tak tau mengapa, setiap kali menatap wajah tampan itu, membuat jantungnya selalu berdebar karenanya. Bahkan yang ia rasakan kini telah terjadi sejak pertama kali ia melihat Chanyeol di belakang sekolah.
"Tolong bantu Baekhyun agar bisa berangkat kesekolah," ucap Chanyeol seraya beranjak dari hadapan Baekhyun.
"Baik Chanyeol-nim," Jongdae pun membungkukan badannya sebagai bentuk hormat.
"Aku berangkat duluan, jadi ketika kau selesai dengannya, antarkan dia kesekolah," setelah itu Chanyeol pun benar-benar pergi dari sana tanpa menoleh kebelakang lagi.
TBC
Sampai disini dulu, masih misteri kenapa Baekhyun bisa berubah-ubah jenis gendernya, juga kenapa Baekhyun bertingkah nakal namun tak menyadari apa yang dilakukannya setelah ia terbangun dari tidurnya.
Ada yang tanya kapan Luhan muncul, aku juga awalnya pengen masukin Luhan sebagai karakter irene disini, tap kok gitu banget sifatnya, jadi kurasa karakter Luhan tak akan muncul. Karena ini cerita REMAKE membuat ulang perlu aku ingatkan.
Oh ku ucapkan terima kasih banyak pada reader-nim setia My Boyfriend is Vampire, terima kasih sudah setia meninggalkan jejak/review di tiap Chapnya. Mungkin tanpa adanya kalian aku nggak akan sesemangat ini buat lanjutin cerita ini, dan untuk yang udah followed and Favorit, Thank You so much.
Sampai jumpa di Chap selanjutnya,
-Salam damai inchan88-
