Chapter 12
"Sudah selesai," ucap Jongdae setelah ia meletakkan gunting di atas meja. Baekhyun yang sempat tertidurpun segera membuka matanya dan melihat kecermin.
Terlihat rambutnya sudah kembali pendek seperti semula, tentunya setelah Jongdae memotong habis rambut panjangnya.
"Wow ini benar-benar mirip dengan gayaku sebelumnya, sepertinya kau punya banyak keahlian, bahkan kau bisa memotong rambut," ucap Baekhyun dengan cengiran bodohnya.
"Aku serba bisa," jawab Jongdae dengan nada bangga dan penuh percaya diri.
"Serba bisa?" tanya Baekhyun dengan rasa ingin taunya.
"Memasak, komputer, bergaya, penataan kebun, hukum, semuanya aku punya keterambilan itu," ucap Jongdae membanggakan diri.
"Eh? aku tau," ucap Baekhyun seraya tersenyum geli. Ia baru tau kalau Jongdae sepercaya diri itu.
'Sedikit berbeda dari yang ku lihat hihi,' kekehnya dalam hati.
"Tolong jangan lupakan kacamatamu," Jongdae pun menyerahkan sebuah kacamata kepada Baekhyun.
"Ah terima kasih," Baekhyun dengam senang hati menerima kacamata itu dan segera mengenakannya.
"APA INI? kau menambahnya ya? kepalaku berputar!," Kepalanya terasa pusing saat mengenakan kaca mata botol itu. Jelas sekali kaca mata itu bukan yang biasanya dipakainya karena kacamatanya lebih tebal dari sebelumnya hingga membuat matanya serasa berputar-putar.
"Tolong jangan memperlihatkan matamu pada siapapun atau itu bisa menarik namja yang melihatnya," ucap Jongdae memperingatkan.
"Haha menarik namja," ia tak tau harus bereaksi apa saat Jongdae mengatakan bahwa matanya bisa menarik (memikat) namja lain. Yang ia lakukan hanyalah pasrah seraya terkekeh garing karenanya.
"Eh?" ia kemudian mengeryitkan alisnya bingung saat tiba-tiba Jongdae sudah berdiri di depannya dan memandangnya aneh.
"Hemm darahmu terasa sangat manis," bisik Jongdae seraya mengendus leher sebelah kiri Baekhyun.
"A-ada apa denganmu!" pekik Baekhyun panik seraya menepis tangan Jongdae yang menyentuh pundaknya. Ia benar-benar terkejut dengan tingkah Jongdae yang tak biasa itu.
"APA!" pekiknya terkejut saat tiba-tiba Jongdae memeluk pinggangnya mesra seraya memunjukan senyum miringnya, bulu kuduknya seketika meremang dibuatnya.
"Aku pikir darahmu akan terasa sangat lezat," ucapnya seraya mendekatkan wajahnya kewajah Baekhyun hingga hidung keduanya nyaris bersentuhan.
"SERPIHAN SAMPAH!"
Buagh!
Tubuh Jongdae pun terpental dan tersungkur di tanah setelah Baekhyun memukulnya dengan keras. Aura kemarahan terlihat jelas mengelilingi tubuh Baekhyun.
"Hoho kau terganggu?" kekeh Jongdae dengan wajah menyebalkan seraya memegangi pipinya yang terasa panas.
"TENTU SAJA!" ucapnya dengan nada tinggi.
"Aku hanya menirukan apa yang kau lakukan pada Yifan-nim kemarin," ucap Jongdae seraya membangkitkan dirinya.
Deg
Baekhyun membeku seketika mendengarnya. Benarkah ia melakukan hal itu pada orang seangkuh Yifan? rasanya sangat tak mungkin.
"T-tak mungkin aku melakukannya pada Yifan!" sangkal Baekhyun panik. Sungguh ia tak mau mempercayai apa yang dikatakan Jongdae.
"Lalu kau meminum darah Chanyeol-nim juga, tolong keluar jika kau sudah berganti seragam," setelah itu Jongdae segera keluar dari kamar itu meninggalkan Baekhyun yang membeku di tempat.
"Namja itu pada kesan pertama, benar-benar berbeda, bagaimanapun juga bukankah itu, berarti aku bertingkah seperti jalang? mungkin kepada Sehun juga? Hwaaaaa!" pekiknya heboh saat membayangkan apa yang terjadi semalam.
"Bukankah lebih baik ingatan Sehun dihapus saja, dan disisi lain aku bahkan menghidap darah Chanyeol, Aaaaa!" beruntung ia hanya sendiri disana, kalau tidak mungkin telinga orang akan tuli seketika mendengar teriakannya yang Lumayan keras itu
000
"Hari ke-empat selesai, aku harap tak ada yang terjadi hari ini," ucapnya seraya beranjak dari bangkunya setelah kelas usai.
'Eh? Yeoja itu? sepertinya dia datang untuk menyelidikiku,' gumam Baekhyun saat menyadari ada yeoja cantik yang mengintipnya dari balik pintu dan pergi setelah ia menyadarinya.
"Huhh! siapa peduli, aku lapar sekarang," tak mau memikirkannya, iapun segera berjalan meninggalkan kelas dan pergi menuju kantin sekolah.
'Chh! sial, padahal aku tadi berharap tak terjadi apa-apa hari ini,' umpat Baekhyun dalam hati saat Hyungbin dan kawan-kawannya datang dan menghadangnya.
Tanpa mereka tau, Yeoja yang sempat mengintip Baekhyun tadi tengah mengintip mereka di balik dinding.
"Sungguh mengejutkan," ucap Hyungbin seraya tersenyum miring.
"Apa?" Baekhyun tak mengerti sama sekali maksud dari perkataan Hyungbin.
"Kau adalah orang yang diperkirakan akan keluar saat itu, bagaimana bisa kau lolos?" tanya Hyungbin dengan wajah angkuhnya.
"Aku ragu kau punya kekuatan yang bisa melepaskan diri sendiri, seseorang pasti membantumu,"
'Apa yang harus kulakukan? apa mereka akan terkejut bila aku bilang bahwa aku bisa melepaskan diri sendiri?'
"Apa Oh Sehun orang itu?" tanya Hyungbin seraya memgerlingkan matanya kearah Baekhyun.
"Bukan Sehun!" seru Baekhyun dengan suara keras.
"Lalu siapa dia?" tanyanya penasaran seraya mendesak Baekhyun .
"Itu adalah-, tak ada siapapun yang menolongku, aku lolos dengan kekuatanku sendiri!" seru Baekhyun kemudian.
"Apa?"
"Haha kau tak memiliki kekuatan apapun, apa yang kau bicarakan? kau terbang atau apa?"
"Aku hanya jatuh," ucap Baekhyun seraya memijit tengkuknya.
"Ho, tapi mengapa kau tak terluka?" tanyanya seraya mengerling kearah Baekhyun.
"Karena aku terbuat dari baja, biarpun jatuh aku tak akan terluka," jawab Baekhyun asal seraya terkekeh garing. Sesungguhnya ia juga bingung harus memberikan alasan apa.
"Apa?" Sementara Hyunbin mengeryitkan alisnya bingung mendengar jawaban absurt dari Baekhyun.
"Hemm, aku akan baik-baik saja tak peduli apapun yang kalian lakukan padaku, aku merasa kasihan pada kalian," ucapnya seraya terkekeh geli.
"Aku lapar, sebaiknya aku makan sesuatu," tambahnya lagi seraya melenggang pergi meninggalkan Hyunbin dan kawan-kawannya.
Greb
"Aku belum bilang kau boleh pergi," ucapnya seraya menahan pundak Baekhyun. Lalu tak lama kemudian teman-temannya ikut menahan tangan Baekhyun dan mengunci pergerakannya.
"Apa yang kalian lakukan? lepaskan aku!" Baekhyun mencoba berontak, tapi terlalu banyak yang menahan pergerakannya hingga membuatnya tak bisa melepaskan diri.
'Apa yang terjadi? kenapa aku tak bisa melepaskan diri? bukankah kemarin aku bisa memukul Yifan?' Baekhyun merasa bingung dengan kondisi tubuhnya (kekuatannya) yang berubah-ubah, terkadang kuat dan terkadang juga melemah.
"Hehh? tadi kau bilang terbuat dari baja?" Hyunbin melipat tangannya dan tersenyum meremehkan kearah Baekhyun. Sementara teman-temannya lah yang memegangi Baekhyun.
"Baiklah mari kita buktikan!" ucapnya seraya memberi kode temannya untuk melakukan sesuatu.
"Apa?" perasaan Baekhyun menjadi tak enak ketika Hyunbin mengatakan itu. Pasti mereka akan melakukan sesuatu yang aneh-aneh lagi.
"Eh? APA! APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Teriak Baekhyun panik ketika lagi-lagi kepalanya berada di bawah.
"Ini hanya lantai 4, kemarin kau jatuh dari lantai 6 tak apa-apa kan?" ucap teman Hyunbin yang tengah memegangi kedua kaki Baekhyun di depan jendela.
"AAAA! JANGAN LAKUKAN INI!" Teriak Baekhyun panik hingga membuatnya menjadi tontonan bahkan dari gedung seberang.
'Aku tak akan membiarkan kejadian yang sama terulang lagi, terutama di depan semua orang,' Kalau yang dikatakan Jongdae benar, tentu ia tak mau kalau rambutnya memanjang lagi di depan semuanya, apa yang akan dipikirkan semuanya nanti kalau itu terjadi. Dan yang lebih utama ia tak mau ketahuan oleh Yifan bahwa dialah Yeoja itu.
"Sampai jumpa lagi!" ucap Hyunbin seraya melambaikan tangannya bersamaan dengan temannya yang melepaskan kaki Baekhyun.
"AAAAAAA!" Teriak Baekhyun saat tubuhnya meluncur kebawah. Saat ini ia tak bisa melakukan apa-apa, ia hanya berharap ketika ia terjatuh nanti rambutnya tak akan memanjang lagi. Iapun segera menutup matanya menanti rasa sakit akan benturan tanah menyapanya.
"Ehh?" ia sungguh bingung ketika bukan rasa sakitlah yang di dapatnya. Karena penasaran iapun segera membuka matanya. Seketika ia melebarkan matanya ketika wajah Chanyeol ada didepannya. Ternyata sebelum tubuhnya menghantam tanah Chanyeol telah lebih dulu menangkapnya dan menggendongnya ala pengantin.
"Wah menakjubkan,"
"Dia bisa menangkap orang dari lantai empat?"
"Bagaimana mungkin?"
Terdengar pekian beberapa orang yang melihat kejadian itu.
"Mm bagaimana kau-"
"Kan sudah kubilang, aku akan melindungimu," ucapnya seraya tersenyum tipis.
"Orang-orang melihat, turunkan aku!" Baekhyun pun memalingkan wajahnya yang bersemu merah. Ia sungguh malu Chanyeol menggendongnya seperti ini, terlebih di depan semua teman sekolahnya.
Deh deg deg
'Hwaaa jantungku berdetak sangat cepat,' iner Baekhyun dalam hati.
"Kenapa Chanyeol?" pekik Hyunbin dan teman-temannya dengan tatapan horor. Siapa sih yang mau berurusan denan vampire tingkat tinggi seperti Chanyeo.
"Apakah Chanyeol menyelamatkan namja itu karena waktu yang tepat? atau dia sudah memperhatikannya selama ini?" gumam seorang yeoja yang sempat mengintip Baekhyun.
"T-terima kasih, aku akan pergi," ucap Baekhyun dengan sedikit kikuk lalu segera beranjak dari sana. Tapi sebeluk itu terlaksana Chanyeol sudah lebih dulu menahannya.
"Orang ini adalah teman sekamarku!" ucapnya seraya memegangi kedua lengan Baekhyun dari belakang.
"A-apa yang kau katakan?" pekik Baekhyun panik.
"Teman sekamar?"
"Kupikir dia ingin sendiri,"
Gumam beberapa orang yang ada disana ketika mendengar perkataan Chanyeol.
"Aku suka ketenangan di sekitarku, jika seseorang berani menyentuh namja ini, berarti kau membuat keributan disekitarku dan akan mendapatkan hukuman yang berat," ucap Chanyeol final. Setelah itu ia berlalu dari sana meninggalkan Baekhyun yng berdiri kaku pada tempatnya.
"Orang yang terlihat lemah itu teman sekamar Chanyeol?"
"Apa hubungan mereka?"
"Chanyeol keren pada apapun yang dilakukannya,"
"Dia bahkan tak pernah melirik sekalipun pada ratu sekolah,"
Terdengar bisik-bisik orang-orang yang ada di sana dan itu tertangkap oleh indra pendengaran Baekhyun.
'Chanyeol B*jing*n itu! aku berterimakasih karena telah menyelamatkanku, tapi kenapa dia pergi begitu saja,' umpat Baekhyun dalam hati seraya menatap punggung Chanyeol yang semakin menjauh.
"Namamu Byun Baekhyun benar?" tanya seorang yeoja yang berjalan menghampiri Baekhyun.
"Murid pindahan,"
"Ah!" Baekhyun tak tau harus menjawab apa.
"Kau dari sekolah mana?"
"Dimana ku tinggal?"
"Apa hubunganmu dengan Chanyeol?"
"Apa kau tau dia sebelumnya?"
Rentetan pertanyaan datang membanjiri Baekhyun oleh beberapa namja dan yeoja yang mengerumuninya.
"Ah i-itu-" Baekhyun pun memijit belakang lehernya yang tiba-tiba terasa pegal, mungkin akibat tekanan dari pertanyaan pertanyaan itu.
"Bagaimana kau bisa berakhir sekamar dengan Chanyeol?" tanya seorang namja yang menyela pembicaraan dengan raut wajah penasarannya.
'Aku tak tahan lagi,' iner Baekhyun dalam hati seraya memalingkan wajahnya, tanpa disangka ia melihat Irene dan Zelo yang berjalan kearahnya.
"Oh! kalian ada disini? kita seharusnya pergi makan kan? ayo pergi," dengan sok akrab Baekhyun segera mengapit lengan keduanya dan menyeretnya pergi dari sana. Tentu saja yang diseret merasa heran dan pasrah dengan wajah bingung.
Setelah agak jauh Irene segera menepis tangan Baekhyun.
"Sejak kapan kita berteman!?" ucapnya seraya menunjukan wajah tak sukanya.
"Maaf aku sedang diserang banyak pertanyaan tadi," ucap Baekhyun dengan tak enak hati. Wajar kalau Irene tak menyukainya. Tentu saja alasannya karena Sehun.
"Mereka tau kau dekat dengan Chanyeol, itulah yang membuat mereka tertarik padamu," ucap Zelo menyela pembicaraan.
"Tapi kami tak dekat sama sekali!" sangkalnya seraya melebarakan matanya. Ia cukup terkejut bengitu menyadari kenyataan itu.
"Jangan bohong! kupikir ada yang hubungan antara kau dan dia, dan kebenaran kau mendapat dukungan dari Chanyeol," ucap Irene seraya menatap Baekhyun sinis.
"Apa?"
"Sebelumnya Chanyeol tak pernah tertarik pada siapapun, dia lebih suka menyendiri," tambah Irene kemudian.
"Dia adalah kebalikan dari Yifan yang selalu berada di antara bawahannya," ucap Zelo menambahi.
"Aku tau," gumam Baekhyun seraya menerawang kedua namja itu.
'Mereka memang berbeda kurasa,'
"Ah! tapi aku benar-benar tak memiliki hubungan apapun dengan Chanyeol!" Baekhyun melambaikan tangannya beberapa kali menyangkal hal itu dengan pipi yang bersemu merah.
"Kau benar, kau lebih dekat dengan Yifan," ucap Irene kemudian.
"Benar, ada sesuatu yang tentunya berhubungan antara Yifan dengan orang ini," ucap Zelo membenarkan pernyataan Irene.
"Jangan bicara yang bukan-bukan kau! penguntit Sehun!" seru Baekhyun tak terima. Apanya yang dekat coba? Setiap bertemu saja ia muak melihat wajah itu.
"APA?" Pekik Irene seraya melebarkan matanya. Tentu saja ia tak terima dikatakan penguntit oleh Baekhyun. Dia itu seseorang yang mencintai Sehun bukannya penguntit Sehun.
"Pfts," Sementara Zelo tengah menahan tawanya melihat bertikaian itu.
"Ah! b-bukan itu maksudku, aku lupa namamu, maaf," Ucap Baekhyun seraya menggaruk kepalanya dan terkekeh pelan.
"Aku Bae Joo hyun biasa dipanggil Irene, dan dia saudara kembarku Bae Joon Hong atau Zelo," ucap Irene memperkenalkan diri dengan nada kesal seraya melipat tangannya di depan dada.
"Hai," sapa Zelo seraya tersenyum lebar.
"Eh kembar?" gumam Baekhyun seraya menatap keduanya bergantian.
"Ayo pergi dan makan," ucap Zelo seraya berjalan mendahului keduanya.
"Dengan orang ini?" tanya Irene seraya menunjuk kearah Baekhyun.
"Kenapa tidak?" Zelo pun memutar tubuhnya dan menghadap kearah kedua rival itu.
"Akan sangat menyusahkan jika terlibat dengan orang yang berhubungan dengan Park bersaudara," ucap irene dengan nada kesalnya. Jelas sekali bahwa ia tak setuju Baekhyun ikut bergabung bersama mereka.
"Aku bilang aku tak berhubungan dengan mereka!" protes Baekhyun tak terima.
'Dia memiliki hubungan dengan Park bersaudara, itu tak ada hubungannya dengan kita kan? Selain itu, orang ini-'
'Itu benar, yeoja itu Byun Baekhie yang bisa mengubah Sehun,' ucap Irene dalam hati ketika menyadari sesuatu. Saat ini keduanya sedang menggunakan telepati dengan saling bertatapan.
"Aku juga tak tau banyak tentang Yeoja itu," gumam Baekhyun seraya terkekeh geli.
"Eh?/Kau mendengar telepati kami?" pekik Zelo dan Irene terkejut. Seharusnya Baekhyun kan tak bisa mendengarnya.
Seketika Baekhyun membekap mulutnya sendiri.
"Kau juga Vampire!" seru Irene seraya menunjuk Baekhyun.
"Dan kalian juga!" pelik Baekhyun terkejut seraya melihat keduanya bergantian.
"Kenapa kau terkejut? sepertiga siswa disisi seperti kita," ucap Irene seraya memicingkan matanya.
"Haha itu benar," Baekhyun pun terkekeh garing seraya memijit tengkuknya. Kalau boleh jujur sebenarnya dia belum bisa membedakan mana yang vampire dan mana yang manusia.
"Lalu saudaramu Byun Baekhie adalah vampire juga benar? aku tau kau menarik, ayo pergi makan bersama" tanya Zelo seraya tersenyum tipis lalu segera merangkul bahu Baekhyun.
"Siapa bilang aku mau makan dengan orang seperti ini!" ucapnya seraya menatap wajah Baekhyun tak suka.
"Hahaha,"
'Kenapa aku malah berteman dengan penguntit Sehun, maaf ya Sehun,' dalam hati Baekhyun benar-benar minta maaf pada Sehun.
000
"Kenapa Chanyeol datang mengganggu chh!," umpat Hyunbin beserta teman-temannya.
"kecuali jika Yifan-nim mendukung kita, kita bisa menyentuh Chanyeol, eh Y-yifan-nim?" pekik Hyunbin terkejut saat baru menyadari Yifan tengah berdiri tak jauh darinya.
"S-sudah berapa lama anda berdiri disana?" tanya Hyunbin dengan tatapam horor.
"Hanya sebentar," jawab Yifan dengan espresi datar seraya melipat tangannya di depan dada.
"T-tolong jangan khawatir, kami akan menghancurkan Byun Baekhyun itu, dan kami akan mengusirnya dari sekolah ini," Hyunbin sangat takut kalau Yifan murka karena ia gagal mengerjai Baekhyun karena gangguan dari Chanyeol.
"Siapa yang menyuruhmu mengusirnya keluar?" tanya Yifan dengan wajah datar.
"Huh?" ia sungguh tak mengerti apa mau tuannya ini sebenarnya.
"Aku berubah pikiran, aku ingin orang itu berada disisihku," putus Yifan final.
"M-maaf? bisa tolong ulangi?" tentu mereka terkejut mendengar keputusan Yifan yang tiba-tiba berubah itu. Mereka pikir Yifan benar-benar membenci Baekhyun.
"Byun Baekhyun, aku merasa seperti mengobatinya dengan sangat baik," ucapnya seraya tersenyum miring.
000
Sementara dikantin sekolah, beberapa siswa nampak berbisik-bisik melihat meja yang dihuni oleh satu yeoja dan dua namja itu. Mungkin mereka heran, sejak kapan ketiganya akrap hingga makan bersama satu meja.
'Sial! aku sedang makan, apa yang mereka lihat?' tentu Baekhyun merasa terganggu ketika menjadi pusat perhatian seperti ini. Sementara Irene tampak tenang-tenag saja.
"Hoo, kemarin kau ditandai oleh Park Yifan, dan sekarang kau ditekan oleh Park Chanyeol?" ucap Irene seraya mengerlingkan matanya kearah Baekhyun dengan tersenyum miring.
"Ku pikir kau akan jadi bintang besar," ucap Zelo dengan nada jenaka.
"Aku meragukannya," ucap Irene seraya tersenyum sinis kearah Baekhyun.
"Hei Baekhyun!" Tiba-tiba Sehun datang dari arah belakang dan menyapanya.
"S-sehun? ini salah paham, aku makan bersama meraka bukan karena aku suka dengan mereka," ucap Baekhyun panik seraya memutar tubuhnya dan melihat kearah Sehun.
Ctak
Muncul perempatan dipelipis Irene ketika Baekhyun mengatakan itu. Bisa-bisa nya setelah ia berbaik hati mengajaknya makan bersama, Baekhyun malah mengatakan seolah mereka tak saling kenal begitu. Menentara Zelo hanya terkekeh pelan menanggapinya.
"Ah! kalian disini juga?" Seolah baru menyadari keberadaan keduanya, iapun menatap keduanya bergantian.
"Huh?"
"Aku mau mengatakan sesuatu, bisa ikut denganku?" tanyanya ketika tatapannya beralih ke Baekhyun.
"Baik," Baekhyun pun memilih mengikuti Sehun dan meninggalkan keduanya tanpa mengatakan apapun.
"Sehun bahakan tak mempedulikan kehadiranku, kira-kira apa yang terjadi?" tanya Irene seraya memandang punggung keduanya yang menjauh.
"Sepertinya ada sesuatu yang mendesak, mungkin terjadi sesuatu antara Byun Baekhie dan Oh Sehun," jawab Zelo seraya mengeryitkan alisnya.
"Apakah Sehun tertarik dengan Byun Baekhie?" gumam Irene kemudian.
"Jadi kau menyerah?" tanya Zelo seraya mengeryitkan alisnya.
"Tak akan! aku tak akan menyerah, kurasa aku harus mengubah taktikku, biarpun aku benci mengakuinya tali Byun Baekhie memiliki pesona yang menakutkan," ucap Irene seraya mendesah pelan.
"Benar, Byun Baekhie bukan hanya mempesona dan cantik, tapi ada yang aneh darinya," ucap Zelo membenarkan.
"Siapa lagi Byun Baekhie?"
"Seulgi?/eh?" pekik keduanya saat mendapati Seulgi datang menghampirinya.
"Apa di punya hubungan dengan Byun Baekhyun? mereka punya nama yang sama," tanya Irene dengan raut penasaran.
"Kau kena dengan Byun Baekhyun?" tanya Zelo kemudian.
"Tidak juga, tapi aku mau mengenalnya, karena dia, bagaimanapun juga, beri aku nomor Byun Baekhyun," pinta Seulgi kemudian. Tentu saja membuat kedua saudara kembar itu terkejut.
TBC
Sampai disini dulu hehe.
Terima kasih banyak kalian sudah setia review, aku terharu (T3T). Padahal banyak silent readernya hik hik.
Sampai jumpa di Chap selanjutnya, jangan lupa review lagi ya
-Salam damai inchan88-
