Chapter 13

Saat ini mereka berdua berada di taman belakang sekolah. Dapat dilihat wajah serius Sehun disana, membuat Baekhyun menjadi was-was karenanya.

'Sehun, wajahnya sangat serius, sepertinya sesuatu benar-benar sudah terjadi tadi malam,' ia takut kalau Sehun menaruh curiga terhadapnya. tapi untunglah apa yang ditakutkan tak terjadi ketika Sehun menanyakan sesuatu yang sedikit mengejutkannya.

"Kau bilang dia sepupumu?" tanya Sehun dengan keseriusan yang tampak jelas gurat tegas itu.

"Oh benar," jawab Baekhyun singkat namun sedikit kikuk.

"Bisa kau memberikan nomor telepon Byun Baekhie?" pintanya dengan tatapan memohon. Sengguh hal itu tentu membuat Baekhyun kebingungan karenanya.

"Nomor Telepon? Ah maaf, tapi bagaimana bila Baekhie melarangku memberikannya padamu?" ucapnya seraya memijit tengkuknya. Memberikan nomor telepon Byun Baekhie sama saja dengan memberikan nomor ponselnya sendiri pada Sehun. Tentu saja itu tak mungkin ia lakukan. Itu sama saja menggali lubang kuburnya sendiri bukan?

Greb

"Kumohon, beri aku nomor teleponnya, aku ingin sekali bertemu dengan Byun Baekhie lagi," pinta Sehun dengan tatapan memohon seraya menggenggam tangan Baekhyun erat. Aduh kalau seperti ini tentu saja Baekhyun jadi tak enak hati. Ingin ia berterika "Sehun Baekhie itu aku!" tapi itu tentu tak akan pernah ia lakukan.

'Dia benar-benar terobsesi denganku, apa yang harus kulakukan?' inernya dalam hati. Bingung, sedih, kasihan bergabung menjadi satu. Perasaannya benar-benae tak menentu saat ini.

"Sebenarnya biarpun kami saudara aku harus memberitahumu kalau dia itu playgirl, dia suka mempermainkan hati namja," ia terpaksa menggunakan alasan itu, tentunya agar Sehun menyerah terhadap Byun Baekhie yang merupakan tokoh maya itu.

"Huh?"

"Aku berbicara seperti ini sebagai teman, akan lebih baik bila kau menyerah terhadapnya," tambah Baekhyun kemudian. Sungguh ia sangat berharap Sehun cepat menyerah terhadap Byun Baekhie dan melupakannya.

"Aku tak peduli, aku ingin bertemu dengannya lagi," Nyatanya Sehun tak menyerah semudah itu sekalipun Baekhie adalah yeoja tak baik seperti yang dikatakan Baekhyun. Mau bagaimana lagi, dia sudah jatuh hati pada yeoja itu tanpa tau siapa sebenarnya yeoja itu.

"Anak itu selalu bermain disekeliling namja, kau hanya akan berakhir patah hati Sehun," sekali lagi Baekhyun memberi peringkan agar Sehun segera menyerah. Sayangnya Sehun kebal dan sepertinya ia jatuh cinta pada sosok Byun Baekhie kararangan Baekhyun.

"Itu tak penting! jadi biarkan aku bertemu dengan Baekhie!" Sekarang Sehun mulai memaksa tak mau menyerah sedikitpun. Tentu hal itu membuat Baekhyun semakin kebingungan.

"Siapa itu Baekhie?" diluar dugaan Yifan muncul tiba-tiba dan mengejutkan keduanya. Disatu sisi Baekhyun bersukur karena sudah tertolong, namun disisi lain ia tak suka Yifan datang menemuinya seperti ini.

"Park Yifan!" keduanya pun menoleh kearah Yifan yang tengah tersenyum tipis menyaoa keduanya.

'Apa yang dilakukan si sialan ini di sini?' iner Baekhyun dalam hati seraya mengalihkan tatapannya ke tempat Yifan berada.

"Kalian berdua terlihat sangat dekat, melihat namja ini kemarin, aku tak mengira kalian sedekat ini?" ucap Yifan seraya menunjukan senyum miringnya. Senyum itu tentunya pertanda buruk bagi Baekhyun sendiri dan terlihat menyebalkan dimata Sehun.

"Apa yang kau bicarakan? aku baru pindah kemarin," terpaksa Baekhyun menyangkalnya dan berharap Yifan tak menaruh curiga terhadapnya. Ia berharap Yifan tak mengikut sertakan Sehun didalamnya.

"Kalian tak pernah saling kenal sebelumnya?" tanya Yifan seraya mendengus pelan. Sepertinya ia tak mempercayai perkataan Baekhyun.

"Aku baru bertemu Baekhyun kemarin," ucap Sehun menyela pembicaraan. Sesungguhnya ia sangat tak suka bila berhadapan dengan Yifan seperti ini.

"Hehh!" Yifan hanya mendengus pelan menanggapinya. Tatapan matanya begitu misterisus seperti menyimpan sesuatu.

'Apa dia tau tentang aku dan Sehun? Apa dia menyelidikiku?' entah mengapa perasaan Baekhyun menjadi sedikit tak enak saat melihat arti tatapan Yifan yang tak terbaca itu.

"Kalau kau tak ada urusan dengan kami, bisakah kau pergi?" pinta Sehun yang terlihat jelas menunjukan ketidaksukaannya pada Yifan.

"Aku punya urusan dengan orang ini," jawabnya singkat seraya merangkul bahu Baekhyun.

"Aku? denganku?" tanya Baekhyun seraya mengalihkan tatapannya pada Yifan yang ada disampingnya. Urusan apa lagi? Baekhyun tak merasa punya sesuatu yang berhubungan dengan Yifan. Pasti ada apa-apanya kalau sampai Yifan datang meghampirinya seperti ini.

"Bila kau mengerti ikutlah denganku!," pinta Yifan tepat ditelinga sebelah kiri Baekhyun.

"Aku sedang berbicara dengan Sehun," jawab Baekhyun tak mau tau dengan urusan Yifan.

"Ikutlah dan berhenti bertingkah," pinta Yifan sekali lagi dengan sedikit memaksa.

Greb

"Baekhyun tak mau ikut denganmu!" ucap Sehun seraya menyingkirkan tangan Yifan yang sedang merangkul bahu Baekhyun.

"Kau mau menjadi targetku selanjutnya?" ucap Yifan seraya menepis tangan Sehun dan menyunjukkan smiknya.

'Tidak! jangan Sehun!' harap Baekhyun dalam hati.

"A-aku baik-baik saja Sehun! jadi kita teruskan nanti," ucap Baekhyun cepat seraya menarik tangan Yifan dan membawanya pergi dari sana. Baekhyun hanya tak mau Yifan murka dan menjadikan Sehun target gangguannya seperti yang selalu dialaminya hingga saat ini.

"Baek-"

"Ayo pergi!" tak peduli protesan Sehun, Baekhyun cepat-cepat membawa Yifan pergi dari sana. Bukan apa-apa, ia hanya berusaha melindungi teman berharganya yang sudah seperti saudara baginya itu.

0

0

"Ini kamarmu?" tanya Baekhyun dengan berdecak mengagumi desain kamar Yifan yang elegant.

'Kenapa kamarnya satu-satunya yang bergaya elegan?' iner Baekhyun dalam hati. Iri? tentu saja.

Ternyata Yifan membawanya kekamar asramanya. Desainnya bergaya elegant sangat berbeda dengan kamar Chanyeol yang meskipun mewah tapi masih jauh dari kamar ini.

"Kau pertama kalinya melihat kamar yang seperti ini? Berhentilah terkejut!" ucap Yifan seraya mendengus pelan melihat Baekhyun yang tampak mengagumi kamarnya.

"A-ada perlu apa kau membawaku kekamarmu?" tanya Baekhyun dengan sedikit terbata seraya mendudukan dirinya di depan Yifan.

"Bergabunglah denganku!" pintanya dengan gaya arogan.

"APA? Apa yang kau bicarakan?" tentu Baekhyun terkejut mendengarnya.

"Bergabunglah dan menjadi bawahanku, lalu kau tak akan diganggu lagi dan kedamaianmu di sekolah ini akan kujamin," ucapnya seraya mengerlingkan matanya kearah Baekhyun.

"Aku menolak! aku tak mau menjadi makanan pembukamu! kenapa aku harus menjadi bawahanmu?" Tentu ia menolak, siapa juga yang mau menjadi bawahan namja br*ngs*k seperti Yifan.

"Makanan pembuka?" sungguh Yifan tak mengerti maksud perkataan Baekhyun kali ini.

"Benar, dan aku akan menjadi pemcuci mulut?" ucap Baekhyun tak Yakin. Sepertinya hayalan Baekhyun terlalu tinggi hingga mengira Yifan sekanibal itu sampai memakan sesama vampire.

"Lebih baik aku diganggu daripada menjadi anak buahmu,"ucap Baekhyun seraya memalingkan wajahnya kearah lain. Menolak? tentu saja, siapa yang mau menjadi bawahan orang sebr*ngs*k Yifan? hanya orang buta dan tuli hatinya mungkin.

Smik

"Kau bukanlah orang yang akan diganggu," ucap Yifan seraya menunjukan Smiknya yang membahayakan itu.

"Apa?" Perasaannya semakin tak enak kala Yifan mengatakan itu. Dan benar saja seperti dugaannya Yifan menggunakan Sehun untuk terlibat didalamnya.

"Temanmulah yang akan diganggu," ucapnya dengan smik yang masih tercetak jelas diwajah angkuh Yifan.

"KAU BICARA TENTANG SEHUN?" seru Baekhyun seraya membulatkan matanya. Kalau itu benar, tentu saja ia tak akan membiarkan hal itu terjadi. Sehun itu adalah teman yang berharga, jadi ia tak akan membiarkan sesuatu terjadi pada Sehun.

"Benar, temanmu lah yang akan menanggung semua hukumanmu," ucap Yifan final. Asal tau saja keinginan seorang Park Yifan itu harus didapatkannya, tak peduli apapun itu. Tak percaya? tanyakan saja pada Hyunbin bawahan Yifan yang setia melakukan pekerjaan kotor untuknya.

"Aku baru bertemu Sehun kemarin, kami bukan teman dekat," Baekhyun berusaha menyangkalnya tapi apakah Yifan peduli hal itu? Baginya semua harus sesuai rencana, dan Baekhyun sudah masuk dalam perangkapnya.

"Kau memang tak memiliki perasaan berbicara tentang temanmu seperti itu, orang yang sudah kau nggap saudara sejak 12 tahun," sindiran Yifan tentunya mampu membuat Baekhyun mati kutu. Ternyata benar adanya kalau Yifan telah menyelidiki asal usulnya. Benar-benar namja yang membahayakan.

"A-apa? bagaimana bisa kau mengetahuinya?" nyawa Baekhyun seperti keluar dari raganya. Tatapnnya menjadi kosong. Selesai sudah dan ia tak bisa lepas dari cengkraman Yifan.

"Si B*jing*n Chanyeol itu bilang bahwa ia akan melindungimu dan menghabus ingatan orang-orang tentangmu, jika kau tak mau bergabung dan menjadi kaki tanganku, namja yang bernama Sehun itu akan berhadapan dengan tempat yang lebih menyeramkan dari neraka," ancamnya dengan aura yang menyeramkan hingga mampu membuat persendian Baekhyun lemas seketika.

"Dasar pengecut! kau menggunakan Sehun untuk mendesakku! kau pikir Chanyeol akan diam saja?" tanpa Baekhyun sadari ia telah mengandalkan Chanyeol dalam hal ini, padahal sebelumnya dia menolak untuk dilindungi oleh namja jangkung itu.

"Jangan salah paham, kau pikir Chanyeol akan melindungi Sehun sama seperti ia melindungimu? dia adalah pangeran berhati dingin kau tau," tercetak jelas senyum kemenangan diwajah Yifan.

Sementara tubuh Baekhyun menegang seketika. Benar saja, Chanyeol memang tak sebaik itu sampai mempedulikan orang lain. Namja itu peduli padanya hanya sebagai bentuk pertanggung jawaban karena telah mengubahnya menjadi vampire. Kalau untuk Sehun rasanya memang tak mungkin.

"Bergabung dan menjadi kaki tanganku tidaklah buruk, jika kau bertingkah baik dihadapanku, aku akan mengembalikan ingatan Sehun," sebuah penawaran yang menggiurkan bagi Baekhyun sendiri. Tapi benarkah itu yang terbaik?

"Kau bisa mengembalikan ingatan Sehun?" tanya Baekhyun tak yakin.

"Tentu saja," jawabnya seraya menunjukan senyum kemenangannya.

'Benar, melihat watak bastard ini, jika aku menolaknya dia akan mengganggu Sehun, jika itu terjadi aku tak bisa mengatakan pada bastard Chanyeol untuk melindungi Sehun juga, dan jika aku bertingkah baik, dia akan mengembalikan ingatan Sehun,' terjadilah peperangan batin dihati Baekhyun. Ia sangat bimbang untuk memutuskannya.

"Jawabanmu?" tanyanya dengan tak sabaran. Walaupun ia tau kalau Baekhyun tak dapat mengelak lagi.

"A-aku akan menjadi anak buahmu," putus Baekhyun kemudian. Tak ada pilihan lain, suka tak suka dia memang harus memilih itu demi keselamatan Sehun.

Yifan pun menunjukan Smik nya kembali setelah mendapat jawaban memuaskan dari Baekhyun.

000

"Yifan-nim, namja br*ngs*k itu-" pekik Hyunbin saat Yifan datang bersama Baekhyun.

"Mulai sekarang orang ini adalah pelayanku," jawabnya seraya menunjuk Baekhyun dengan ibu jarinya.

"APA?" tentu mereka terkejut mendengarnya. Bagaimana bisa Yifan yang awalnya membenci Baekhyun malah berakhir menjadikannya pelayannya. Apa Yifan pedulu hal itu? tentu saja tidak.

"Buku!" pinta Yifan seraya menyodorkan tangannya kearah Baekhyun.

"Ah ini," Baekhyun segera memberikan buku yang sedari tadi dipegangnya pada Yifan.

Setelah itu Baekhyun memutuskan untuk pergi kekelasnya tapi sebelum itu terlaksana Yifan telah lebih dahulu menginterupsinya.

"Apa yang mau kau lakukan?" tanyanya seraya mengeryitkan alisnya kearah Baekhyun.

"Oh! aku ada dikelas yang lain," jawab Baekhyun serya menunjuk kearah kelasnya.

"Kau duduk disampingku!"

"Huhh? tapi kelas kita berbeda," tentu Baekhyun terkejut mendengar permintaan (perintah) Yifan.

"Mulai sekarang ini adalah kelasmu juga, jadi ikutlah denganku," ucap Yifan seraya berjalan memasuki kelas.

"Yifan-nim adalah teman dekat kepala sekolah, memindahkan kelasmu semudah mengambil permen dari tangan Bayi," ucap Hyunbin saat melihat wajah bingung Baekhyun yang masih berdiri ditempatnya.

"Oh! hahaha," tak tau harus bereaksi apa, yang ia lakukan hanyalah terkekeh seperti orang bodoh.

0

0

"Jika kau membandingkan jari-jari lingkaran dengan luas segitiga, jika kau melihat pada halaman 38-" ucap Seorang guru yang tengah menerangkan materi tentang lingkaran.

"Apa yang kau tunggu? halaman 38," ucap Yifan saat melihat Baekhyun masih terdiam dengan pemikirannya sendiri. Baekhyun pun cepat-cepat membuka buku di depannya guna mencari halaman 38.

"Pulpen!"

"Ini," Baekhyun pun segera memberikan sebuah pulpen kepada Yifan.

"Kekeke,"

Terdengar kikikan pelan beberapa teman barunya yang sejak tadi memperhatikannya.

'Aku benci ini, kalau bukan karena Sehun aku sudah menggulingkan meja sialan ini,' sungguh Baekhyun sangat geram saat ini. Ia muak dengan semua perintah Yifan.

0

0

Sleep

Terdengar suara pintu digeser dan munculah Chanyeol yang berjalan memasuki kelas.

"Park Chanyeol!" pekik Baekhyun terkejut dan itu mampu menghilangkan kantuknya. Padahal ia tadi sempat tertidur sejenak.

Seketika namja itu menjadi pusat perhatian seluruh siswa di kelas itu.

"Byun Baekhyun berdiri!" serunya seraya berdiri di depan pintu.

"Huh! apa?" Baekhyun seperti orang linggung saat mendengar permintaan Chanyeol.

"Apa yang kau lakukan Park Chanyeol?" tentu Yifan tak terima saat tiba-tiba Chanyeol datang dan meminta Baekhyun darinya.

"Byun Baekhyun adalah namjachingu-ku," ucapnya seraya merangkul pinggang Baekhyun mesra. Benarkah Chanyeol mengatakan itu? semudah itu? rasanya sangat tak mungkin bukan? lalu apa yang direncanakannya?

"A-apa yang kau bicarakan?" pekik Baekhyun terkejut. Ia tak mengira Chanyeol akan mengatakan hal itu.

"Sebelum kami bertemu, aku yakin kami telah ditakdirkan untuk bersama," ucapnya seraya menatap lekat wajah Baekhyun.

Sungguh Baekhyun tak mengerti sama sekali maksud kenapa Chanyeol mengatakan itu. Terlebih lagi saat tiba-tiba Chanyeol merapatkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya dan meraup bibir Baekhyn tanpa peringatan.

Cup

Mata Baekhyun melebar seketika saat benda lembut itu menyapa bibirnya.

TBC

Hyuwaaaaa! kissu kissu, poppo poppo Chu~

Aku mau menari salsa dulu, lalalalalala-lalalalalala.

Ih gaje banget ya aku, hehe peace.

Hari ini 3 author favorid update bebarenang jadi keuputuskan update cepat dan ku persembahkan Chap 13 buat kalian reader setia My Boyfriend is Vampire~

Seperti biasa, Thank you very much reader-nim setia ff My Boyfriend is vampire, terima kasih banyak.

Sampai jumpa dichap selanjutnyaaaa!

Shinin' shinin' just like a diamond

Blindin' blindin' you like a diamond

-Salam damai inchan88-