Chapter 16
'Apa ingatannya tentang ku sudah kembali?' iner Baekhyun dalam hati. Jika itu benar, maka itu adalah berita yang membahagiakan bagi Baekhyun.
Greb
"Mengenalimu? tentu saja aku mengenali wajah cantikmu!" ucap Jongin seraya menggenggam tangan Baekhyun dan menatapnya dengan binar penuh keterpesonaan.
"Huh?"
"Kau pernah kan mendatangiku sepulang sekolah?"
"Ah!"
Seketika ingatan saat pertama kali Chanyeol menghapus ingatan orang-orang terbayang di benaknya. Ia memang pernah mendatangi Jongin waktu itu.
"Oh! haha waktu itu ya," Harapan Baekhyun tentang ingatan Jongin yang kembali harus pupus begitu saja. Padahal tadi ia sudah berharap.
Greb
"Aku tau kau mau bilang apa," tak ayal pelukan Jongin tiba-tiba mampu membuat Baekhyun membulatkan matanya. Sungguh Jongin itu berani sekali, sepertinya dia punha banyak nyawa berani memeluknya seperti ini.
"Aku mengerti perasaan cintamu padaku, dan aku menerimanya, jadi mulai hari ini kau adalah yeojachinguku,"
Ctak
Muncul perempatan di pelipis Baekhyun, beraninya Jongin memeluknya dan mengatakan itu padanya. Rupanya Jongin memang sudah tak sayang nyawanya sendiri.
"Wow! jadi begitu ya?"
"Aku iri pada Jjang,"
"wajah yang cantik, tubuh yang indah, pintar berkelahi lagi, sangat sempurna untuk dijadikan yeojachingu,"
Ctak
Telinga Baekhyun semakin panas mendengar ucapan teman-teman lamanya itu.
"JANGAN BERCANDA!"
BUAGH
"Auch!" pekik Jongin ketika Baekhyun melayangkan tinjuannya di perutnya.
"KALAU KAU TERUS BICARA SEMBARANGAN, KAU AKAN KUHABISI SEPERTI ORANG-ORANG TADI!" ancamnya seraya mencengkeram kerah baju Jongin.
"Ehehe a-aku cuma bercanda, t-tak mungkin namja sepertiku punya yeojachingu sepertimu," ucap Jongin seraya melindungi wajahnya. Tentu ia tak mau Baekhyun melayangkan pukulanya lagi di wajah tampannya.
"Apa?"
"Mulai sekarang kau adalah ratu SMA Kangwoo," Tanpa persetujuan terlebih dahulu, Jongin menobatkan Baekhyun sebagai ratu untuk sekolahnya dan mendapat persetujuan dari teman-temannya.
"Kenapa kau terus bicara ngelantur sih!" rasanya Baekhyun semakin gemas saja pada Jongin. Dulu waktu dia menjadi Jjang, Jonginlah yang menobatkannya dan sekarang tanpa persetujuannya lagi namja itu kembali menobatkannya menjadi ratu SMA Kangwoo.
"Ehh?" Baekhyun tak tau harus berlaku seperti apa ketika Jongin dan teman-temannya bersimpuh dihadapannya seolah dia benar seorang ratu.
"Byun Baekhyun-nim,"
"Pemimpin sekolah kami,"
"Maskot kami,"
"Kau adalah bidadari kami,"
Oke ucapan terakhir temannya itu benar-benar terdengar menggelikan. Baekhyun bahkan ingin muntah mendengarnya.
"Huhh," desahnya seraya memijit pelipisnya yang tiba-tiba terasa pening. Ia harus menemukan cara agar bisa kabur dari sana. Pikir, pikir, pikir dan Aha! Baekhyun menemukan ide untuk mengalihkan perhatian teman-temannya.
"Wuaaah! ADA RED VELVET!" Seru Baekhyun seraya menunjuk di belakang mereka dengan mata berbinar.
"Eh?"
"Benarkah?"
"Mana?"
"Mana?"
"Tak ada siapa-siapa?" gumam Jongin kecewa. Lalu ketika ia memutar kepalanya kembali Baekhyun sudah hilang tanpa jejak. Akal bulus Baekhyun berjalan dengan sempurna.
0
0
0
"Huft, harusnya aku langsung pergi tadi, ya sudah lah, sebaiknya aku kembali keasrama sekarang," gumamnya seraya menghampiri salah satu kursi di taman itu.
'Sedih sekali rasanya, padahal baru kemarin aku masih Jjang mereka, bahkan kami sudah sering bermain bersama,' memang menyedihkan saat kau kehilangan teman-teman terbaikmu yang biasanya menemani dalam susah sedih.
"Loh! perasaan aku tadi menaruh seragam dan kaca mataku disini tadi," pekiknya panik saat tak mendapati kantung plastik berisi seragamnya itu dibalik kursi taman itu.
"Apa ini yang ku cari?"
Suara seseorang mengejutkan Baekhyun. Di lihatnya orang itu tengah menyodorkan kantung plastik hitam kearah Baekhyun.
"Eh? k-kalian!" Pekik nya terkejut saat mendapati Irene nememukan kantung plastiknya.
"Nih!" Irene pun menyodorkan kantung itu dengan senyum miring yang tercetak jelas di wajahnya. Tentu hal itu membuat Baekhyun mengurungkan niatnya untuk menerimanya.
"Tidak! i-itu bukan punyaku," sangkalnya seraya melambaikan tangannya panik.
"Bukankah ini kaca mata dan seragam yang kau cari tadi?" tanya Irene seraya menunjukan smiknya.
"B-bukan itu bukan punyaku," mana mungkin Baekhyun mengakuinya. Bisa-bisa penyamarannya terbongkar begitu saja didepan Irene.
"Kami sudah mengikutimu dari sekolah," ucap Zelo seraya tersenyum geli melihat reaksi Baekhyun.
"Kami sudah tau rahasiamu Byun Baekhyun," ucap Irene seraya menunjukan seringaiannya.
Deg
"Kau mengikutiku? kenapa?" lutut Baekhyun terasa lemas seketika. Ia sudah tersudut dan tak bisa mengelak lagi. Bagaimana bisa penyamarannya terbongkar secepat ini?
"Aku menyelidikinya dan menemukan fakta kalau Byun Baekhie tak pernah ada di dunia,"
"Karena Kau adalah Byun Baekhie!" tambah Zelo seraya menunjuk kearah Baekhyun.
Deg
"EEHHH?" seketika Baekhyun menatap Zelo dengan tatapan horor.
'Mereka tau rahasiaku, mereka tau aku yeoja,' gumam Baekhyun miris.
"B-bukan, a-aku kan namja," sekali lagi Baekhyun mengancamnya dan berharap duo Bae itu percaya padanya.
"Heh, kau memakai wig saat beraksi sebagai Byun Baekhie kan? mengaku saja!" ucap Irene seraya tersenyum miring. Ah, sepertinya Baekhyun harus lega dengan itu, karena itu artinya Irene belum mengetahui kalau saat ini dia adalah yeoja.
"Aku penasaran kenapa kau menyembunyikan wajah cantikmu di balik kaca mata konyolmu itu," ucap Zelo seraya memicingkan matanya kearah Baekhyun.
"Aku hanya tak ingin menjadi bulan-bulanan karena wajahku yang seperti yeoja," ucapnya bohong seraya memijit tengkuknya. Mau bagaimana lagi, tak mungkin ia mengatakan bahwa alasan sesungguhnya kenapa dia menyamar karena bersembunyi dari Yifan. Tentu ia tak sebodoh itu membongkar semuanya.
"Yah, kurasa masuk akal, akupun mengakui kecantikanmu itu," syukurlah, sepertinya Zelo mempercayai ucapannya barusan.
"Benar juga, mereka pasti tak akan menyangka kalau kau ini namja," ucap Irene membenarkan.
"Jadi kalian sekarang tau alasan kenapa aku memakai kacamata itu kan? Jadi, jangan bilang siapa-siapa mengenai ini, kumohon!" pintanya seraya menatap duo Bae itu oenuh harap.
"Permintaan heh? kalau kau mengabulkan permintaanku aku akan pura-pura tak melihatnya," Irene mencondongkan wajahnya kedepan dan tersenyum miring di depan wajah Baekhyun.
Melihat wajah kalut Baekhyun, Irene segera menyampaikan permintaannya.
"Jadilah Byun Baekhie sekali lagi dan bertemulah dengan Sehun"
"APA! T-tapi kenapa?" Tentu ia terkejut mendengar permintaan Irene. Ia tak tau maksud Irene sebenarnya. Untuk apa lagi dia menemui Sehun. Bukankah Irene tak senang kalau ia bersama Sehun.
"Kalau tak menemuinya, dia akan menghabiskan waktu untuk mencarimu terus," Tentu yang di katakan Zelo barusan memang benar adanya. Bahkan tadi saat di sekolah Sehun datang kekelasnya dan meminta nomor telepon Byun Baekhyun.
"Kurasa Kau adalah cinta pertamanya," sambung Zelo kemudian.
"Bertemulah dengannya dan buat dia menyerah pada Byun Baekhie," pinta Irene seraya tersenyum miring.
"Bagaimana kalau aku bilang yang sejujurnya saja kalau aku ini namja?" Bukankah lebih baik jujur. Mungkin dengan begitu, setelah Sehun tau kalau dia adalah namja, Sehun akan menyerah dengan sendirinya.
"Emm," Irene seperti tengah mempertimbangkan pendapat Baekhyun.
"Kurasa itu tak bisa! Ada kemungkinan, meskipun kau namja, dia akan tetap menyukaimu," Oh! Zelo itu penganut kaum pelangi atau apa, kenapa sampai berpendapat begitu.
"Jangan bicara sembarangan! itu tak mungkin!" protes Baekhyun seraya menatap Zelo tak suka.
"Mungkin saja," gumam Irene menyetujui pendapat saudaranya.
"Kenapa kau malah setuju dengannya sih?" Tentu Baekhyun kesal saat Irene malah setuju dengan pendapat saudara kembarnya itu.
"Sebenarnya aku tak ingin setuju dengan saudaraku ini, tapi kau harusnya sadar kalau wajahmu ini terlalu cantik, bahkan Park bersaudara-"
"Kau bercanda? kenapa tiba-tiba menyinggung Park bersaudara," ayolah, harusnya Irene tau kalau Park bersaudara itu adalah hal yang sensitif bagi Baekhyun saat ini. Terutama Park yang berinisial C itu. Mengingat namja itu membuat pipi Baekhyun bersemu merah tanpa ia sadari.
"Huh! kalau kau tak mau Sehun menjadi homo, kau harus menemuinya dan membereskan masalah ini," ucap Irene seraya menyodorkan wig panjang itu kepada Baekhyun.
"Uhh!" Baekhyun tak mengira ia akan mengenakan lagi benda yang kini berada di tangannya. Dengan ogah-ogahan akhirnya Baekhyun pun mengenakan wig itu di depan duo Bae itu.
"Wow! tak disangka ternyata Byun Baekhie adalah seorang namja, padahal kecantikan dan kharisma yang dimilikinya itu sempurna," timbul decak kagum dari mulut Zelo begitu melihat wig itu sudah melekat sempurna pada kepala Baekhyun. Sekarang ia semakin yakin kalau Baekhyun adalah Byun Baekhie.
"A-aku ini namja tulen tau!" proternya saat mendengar ucapan Zelo, ayolah, Baekhyun itu paling benci dikatai cantik. Sementara Zelo sendiri hanya terkekeh pelan menanggapinya.
"Sehun akan tiba sebenatar lagi, jadi bersiaplah!" ucap Irene seraya mengotak atik ponsel di tangannya.
'Meskipun mereka tak tau aku ini yeoja, tapi kenapa masalah jadi semakin rumit begini?' inernya dalam hati dengan raut wajah sendu.
000
Sementara itu di Red Club, Yifan tampak duduk seorang diri dan termenung memandangi botol-botol minuman beralkohol itu. Bahkan saat ada yeoja yang menghampirinya dan mengajaknya berdansa, namja itu tak menghiraukannya malah berlalu pergi tanpa mengatakan apa-apa. Tentu hal itu meninggalakan tanda tanya besar dibenak mereka.
"Yifan-nim mau pergi kemana?" seru Hyunbin saat melihat kepergian Yifan.
"Aku ingin pergi sendiri, jangan ikuti aku!"
Setelahnya Hyunbin hanya terdiam sampai punggung Yifan menghilang dibalik pintu Klub.
"Kenapa Yifan-nim marah-marah lagi?"
"Mungkin dia memikirkan yeoja itu lagi,"
"Bukan, itu pasti karena namja sialan itu," ucap Hyunbin seraya mengeraskan rahangnya. Sungguh, saat ini ia semakin muak dengan keberadaan Baekhyun di antara mereka. Sejak Baekhyun bergabung, rasanya sikap Yifan terhadap mereka sedikit demi sedikit mulai berubah. mereka lebih sering diacuhkan sementara Yifan sendiri lebih memilj mengandalkan Baekhyun.
"Siapa?" tanya teman Hyunbin seraya mengeryitkan alisnya.
"Siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun, kurasa dia melarikan diri," Jawabnya seraua memutar bola matanya malas.
"Apa? Bukankah dia sedang dalam hukuman?"
"Anak itu cari mati rupanya,"
"Heh, anak ingusan itu, apakah dia masih hidup besok?" Hyunbin pun menunjukan smiknya ketika membayangkan apa yang akan terjadi pada Baekhyun esok hari.
0
0
'Byun Baekhyun! beraninya kau melawanku, aku tak akan mengampunimu! saat kau kutemukan, habislah kau!' gumam Yifan seraya mengeraskan rahangnya.
000
"Be-baekhie!"
Sehun tampak baru datang dengan nafas yang tersengkal.
"Ah! Sehun?"
"Aku tak percaya ini, awalnya aku ragu saat Irene bilang akan mempertemukan kita," andai Sehun tau kalau Irene melakukan ini dengan maksud tertentu. Dan bisa jadi ini adalah bagian dari strategi baru Irene untuk mendapatkan Sehun.
"Aku dengar darinya kalau kau mencari-cari ku?" tanya Baekhyun seraya tersenyum manis.
"Benar, ada yang ingin ku bicarakan," "Apa?"
"Aku sudah pernah mengatakannya padamu, aku menyukaimu, tolong beri aku kesempatan," pintanya seraya menggenggam tangan Baekhyun.
"Apa?" Baekhyun pura-pura terkejut seolah ucapan Sehun barusan diluar dugaannya.
"Aku tak sedang memintamu menjadi yeojachinguku, aku hanya meminta izinmu untuk menjadi temanmu,"
'Aduh bagaimana ini? kenapa masalahnya semakin tak terkendali begini, dia tak mau melepasku, apa yang harus kulakukan?'
Baekhyun bingung harus menjawab apa. Tentu ia tak keberatan menjadi teman Sehun, tapi kalau ia harus menjadi Byun Baekhie, rasanya sangat tak mungkin. Karena hal itu akan menjadikan masalahnya semakin rumit dan berkepanjangan.
'Sepertinya aku harus memintanya dengan kasar untuk melupakanku,'
"Sepertinya kau salah paham," Ekspresi Baekhyun seketika berubah menjadi datar.
"Apa?"
"Aku pura-pura menjadi yeojachingumu karena Baekhyun memohon padaku, kau pikir orang sepertimu pantas untukku? kau hanyalah bocah ingusan bagiku," Wow! kata-kata yang lumayan kejam. Kalau dalam keadaan normal, tentu Baekhyun tak akan pernah mau mengatakan itu pada Sehun yang sudah ia anggap seperti saudara itu.
"Apa?" Seketika mata Sehun membulat sempurna.
"Bukankah kau sudah mendengarnya dari Baekhyun? aku ini tak suka hubungan yang serius, jadi lebih baik kau melupakanku saja," ucapnya seraya mengangkat dadunya angkuh dan menunjukan senyum miringnya.
'Sepertinya Sehun cukup terguncang, Maafkan aku Sehun, ini demi kebaikanmu,' gumamnya dengan penuh sesal saat melihat wajah terkejut Sehun.
"Aku tak peduli!" seru Sehun seraya merengkuh tubuh Baekhyun dan mendekapnya erat.
"Apa?"
"Aku tak peduli kau menganggapku seperti apa, aku hanya ingin menjadi temanmu," taukah kau Sehun? kekeras kepalaan mu itu akan semakin menyulitkan Baekhyun.
Push
"Dasar bodoh!" serunya seraya mendorong dada Sehun menjauh darinya.
"Apa untungnya menjadi temanku? kecuali kalau kau mau menjadi budakku," ucapnya dengan wajah kesal. Menghadapi orang yang keras kepala itu memang menyusahkan.
"Baiklah, aku mau menjadi budakmu,"
Ctak
"A-apa?" Muncul perempatan dipelipis Baekhyun. Oh sungguh, menghadapai kekeras kepalaan Sehun benar-benar menguji kesabarannya. Ia baru tau Sehun yang sedang jatuh cinta akan semenyebalkan ini.
"Ya, aku rela menjadi budakmu, aku tak peduli berapa lamanya, asalkan bisa bertemu denganmu setiap waktu," ucap Sehun seraya menundukan kepalanya.
"KETEMU! Rupanya kau di sini Byun Bae-"
Deg
Itu suara Yifan yang entah datang dari mana, yang pasti ia baru saja melompat turun dari atas pohon. Katakanlah namja itu berhasil menemukan Baekhyun dengan mengandalkan instingnya.
"Tunggu dulu, Kau?" Yifan tampak membulatkan matanya ketika di depannya kini bukan Baekhyun lah yang didapatinya melainkan Byun Baekhie yeoja yang selama ini mengganggu pikirannya.
'Aduh kenapa ada Yifan disini sih?' Seketika Baekhyun dilanda kepanikan saat mendapati Yifan yang muncul di hadapannya pada waktu yang tak tepat.
"Baekhie apa kau mengenalnya?" tanya Sehun seraya mengeryitkan alisnya.
"Enmm dia-"
"Byun Baekhie! kau Byun Baekhie!" seru Yifan seraya menunjuk kearah Baekhyun.
'Aduh bagaimana ini, orang ini pasti akan membunuhku, lebih baik aku melarikan diri saja,' Baekhyun pun cepat -cepat mengambil langkah lebar untuk melarikan diri.
Namun nyatanya tak semudah itu ketika Yifan yang dihadapinya. Namja itu melingkarkan tangannya diperut Baekhyun, menahan yang lebih kecil agar tak melarikan diri.
"Mau kemana kau hem?" tanyanya seraya menunjukan smiknya ketika ia berhasil menangkap Baekhyun.
"Kau pikir akan melarikan diri dengan mudah setelah pertemuan terakhir?" seringain mengerikan tercetak jelas di sudut bibir Yifan.
"L-lepaskan aku," Baekhyun berusaha berontak, tapi apa daya Yifan lebih kuat darinya.
'Kenapa dia kuat sekali sih,' gerutunya dalam hati saat tak berhasil melarikan diri.
Greb
"Park Yifan! kau tak dengar ya kalau Baekhie memintamu melepasnya?"
Itu suara Sehun yang tenangah mencengkeram bahu Yifan.
Buagh!
Sebuah pukulan keras melayang di wajah Yifan dan itu berhasil membuat Baekhyun lepas dari rengkuhannya.
"Kau tak apa-apa kan Baekhie?" tanya Sehun menunjukan kekhawatirannya.
"Iya," jawab Baekhyun lirih.
"Oh Sehun! beraninya kau memukulku! aku akan membunuhmu!"
Yifan marah, sangat marah ketika Sehun yang hanya manusia biasa berani memukul wajahnya. Emosinya langsung tersulut tanpa dan segera mendekati objek kemarahannya itu.
Greb
"Argh!" Sakit, itulah yang Sehun rasakan ketika tangan Yifan mengerat dilehernya.
"Hentikan!"
'Sehun dalam bahaya!' pekik Baekhyun panik. Ia harus menemukan cara untuk menghentikan Yifan.
"Argh!"
Greb
"Maafkan aku Yifan," ucapnya seraya memeluk namja jangkung itu dari belakang. Sementara yang dipeluk terlihat terkejut dan membulatkan matanya.
"Aku sangat menyukaimu! mulai sekarang aku tak akan bermain-main dengan namja lain," rengeknya semakin mendekap punggung Yifan erat.
"Apa? sebenarnya apa yang kau bicarakan?" Yifan terlalu terkejut sampai tak sadar kalau tangannya yang semula mencekik leher Sehun terlepas begitu saja.
"Uhuk uhuk uhuk!" Sehun tamapak terbatuk-batuk setelah Yifan melepasnya.
"Kau marah padaku kan? mulai sekarang aku akan melakukan apapun yang kau minta," sengeknya dengan wajah memelas seolah Yifan memang marah padanya. Katakan saja Baekhyun sukses menjadi yeoja jalang sekarang. Bukankah aktingnya sukses? sepertinya ia berbakat menjadi artist.
Blush
Entah mengapa tatapan memelas yang Baekhyun tunjukan terlihat begitu manis di mata Yifan. Hingga tanpa disadarinya pipinya sudah bersemu merah.
"Baekhie? apa hubunganmu denganya?" tanya Sehun yang sudah kembali berdiri tegak dan menatapnya dengan tatapan terluka.
"Memangnya kau tak bisa melihat? dia ini namjachinguku," ucapnya seraya mempoutkan bibirnya imut.
"Apa?" tentu Sehun terkejut mendapat jawaban tak terduga dari Baekhyun. Bahkan Yifan sekalipun ikut terkejut karenanya.
"Yifan marah karena aku selalu bermain-main dengan namja lain, tapi dia pantas marah karena aku meninggalkan orang yang kusukai dan bermain-main dengan manja lain," ucapnya penuh sesal.
"K-kau," Yifan langsung mengalihkan tatapannya pada Baekhyun yang bergelayutan di lengan kanannya. Bagaimana bisa Baekhyun berkata seperti itu, sementara mereka bahkan baru bertemu untuk yang kedua kalinya saat ini.
"Tapi biar bagaimanapun, dia adalah satu-satunya bagiku, dan aku baru menyadarinya," ucapnya seraya tersenyum manis. Tak peduli bagaimana reaksi Yifan, Baekhyun terpaksa harus melakukan itu agar Sehun menyerah.
Setelah itu Baekhyun membawa Yifan pergi dari sana meninggalkan Sehun yang menatap kepergiannya dengan luka yang mendalam.
'Kuharap Sehun akan menyerah,' harapnya dalam hati.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai didekat mobil Yifan yang terparkir di pinggiran taman.
"A-aku-" Baekhyun mulai panik ketika Yifan membuka pintu mobilnya.
"Kau mau masuk ke mobil seperti manusia atau aku akan menyeretmu seperti anjing," sebuah ancaman yang sedikit menyeramkan dan mampu mambuat Baekhyun tak memiliki pilihan lain.
"Chh!" decaknya seraya memasuki mobil Yifan.
'Orang ini, kemana dia akan membawaku pergi?'
Didalam mobil yang sudah melaju kencang itu, keduanya tampak terdiam dengan pemikiran masing-masing.
'Apa dia akan membunuhku di tengah hutan?' Sketika bayangan menyeramkan tentang Yifan yang membawa dua bilah pisau terlintas di benaknya. Hal itu membuat bulu kuduknya sedikit meremang.
Tak berapa lama kemudian mereka sampai ditempat tujuan.
"Dimana ini?" tanya Baekhyun ketika mobil itu telah berhenti di depan sebuah rumah mewah dan Yifan sudah keluar dari mobil terlebih dahulu.
"Ini salah satu rumahku, ikuti aku!"
"Kau sudah gila kalau menyangka aku akan menurutimu!" sekali pembangkang tetap saja pembangkang. Mana mau Baekhyun mengikuti namja br*ngs*k seperti Yifan.
"Agh!" pekiknya saat rantai yang Yifan lemparkan sudah melilit tubuhnya.
"Aku sudah bilang kan kalau kau tak akan bisa kabur dengan mudah?" ucapnya seraya menatap Baekhyun tajam.
"Lepaskan aku! aaaa!" serunya ketika Yifan mengapit tubuhnya diketiak dan menyeretnya memasuki rumahnya.
Begitu sampai dikamarnya Yifan segera menghempaskan tubuh Baekhyun diatas ranjang.
"Agh! A-apa yang mau kau lakukan?" Baekhyun mulai panik ketika melihat Yifan tengah melepas baju yang dikenannya.
"Kau bilang aku namjachingumu kan?" ucapnya seraya melepas kain terakhir yang melekat pada tubuh bagian atasnya. Tubuh Yifan terlihat proporsional untuk ukuran anak SMA, meskipun absnya belum tercetak sempurna, namun tetap saja mampu membuat Baekhyun sedikit iri melihatnya.
"Kalau kita berpacaran, tidur bersama adalah hal yang normal kan?" Ucapan Yifan barusan mampu membuat Baekhyun merinding seketika. Kata-katanya begitu vulgar dan belum pantas diucapkan oleh anak SMA.
"J-jangan bercanda ya! s-siapa yang bilang kalau kita pacaran?" ucap Baekhyun panik.
"Kau bilang kau menyukaiku kan? dan kau juga bilang mau melakukan apapun yang kuminta, ya kan?"
Baekhyun sungguh tak menyangka kalau kebohongannya malah membawanya pada situasi yang tak menguntungkan seperti ini. Matanya pun bergulir kesana kemari mencari celah agar dia bisa kabur.
"Sebenarnya aku bermaksud membunuhmu, tapi melihat kau begitu manis, lebih baik kau kujadikan yeojachinguku saja," ucap Yifan seraya merangkak mendekati Baekhyun.
"A-pa kau bilang?" Baekhyun terus beringsut mundur seiring Yifan yang merangkak mendekatinya.
'Dasar Br*ngs*k! apa dia serius? akan kulawan dia tak peduli jika aku harus mati sekalipun,'
"Kau salah paham," Baekhyun cepat-ceapt turun dari ranjang ketika melihat celah disisi ranjang yang lain. Tapi baru saja kakinya menyentuh lantai, Yifan sudah lebih dulu menangkapnya dengan melingkari pinggang rampingnya.
"Ahh!"
Brug
Yifan menghempaskan tubuhnya sekali lagi dan menahan tangannya di atas kepala.
"Emmmmppmm,"
Yifan meraup bibirnya tanpa peringatan. Baekhyun berusaha berontak. Kakinya menendang kesana kemari berharap itu akan membuatnya melepaskan diri.
"Emmpp Emmm,"
Tak ada pilihan lain, Baekhyun pun segera menggigit bibir Yifan kuat sebagai bentuk perlawanannya. Dan benar saja, cara itu berhasil, bahkan Yifan menjauhkan wajahnya seketika.
"Beraninya kau menggingit bibirku!"
Plak
Seketika pipi Yifan berpaling kekiri akibat tamparan yang Baekhyun layangkan.
"Aku tak benar-benar menyukaimu! aku mengatakan itu supaya kau tak membunuh siapapun!" surunya seraya menatap Yifan sengit.
"Apa kau bilang?"
"Dasar ideot! apa kau pikir aku akan menyukai namja br*ngs*k sepertimu!"
Aura menyeramkan menguar dari tubuh Yifan. Cukup, emosinya seketika tersulut oleh mulut pedas Baekhyun. Dalam sekejap Yifan kembali membanting Baekhyun dan memenjarakannya dibawah kukuhannya.
"Aku tak peduli! kau sudah mempermainkanku berkali-kali! kau pikir kali ini aku akan diam saja?!" Marah, Yifan sungguh marah sekarang.
"Argh! lepaskan aku!"
Yifan mencekiknya, kakinya meronta dan kakinya menendang kesegala arah. Tapi tangan Yifan masih belum mau melepaskan lehernya. Sakit, itu yang ia rasakan ketika Yifan menekannya semakin kuat.
"Kau tak bisa melawan kekuatanku! rasakan akibat dari mempermainkanku!" Seringaian menyeramkan tergambar jelas diwajah Yifan.
"Dhasarh Brhengsekh! apa yang kau lakukhanhh!" Tangan Baekhyun memukul lemah pinggang Yifan. Namja itu terlalu kuat hingga Baekhyun tak berdaya melawannya.
"Jangan khawatir, aku akan membuatmu menjadi yeoja sejati hari ini," pisiknya teat ditelinga sebelah kiri Baekhyun.
'Aku tak mau!' Ia tak mengangka nasibnya akan berakhir seperti ini.
"Lepaskan dia Park Yifan!"
Itu suara Chanyeol, pangeran berkuda putih milik(?) Baekhyun. Malaikat penolong yang telah berjanji akan melindunginya.
"Park Chanyeol! Kenapa kau selalu menggangguku?" ucapnya dengan geram menatap Chanyeol sengit.
"Chan-"
'Uhh lagi-lagi jantungku berdetak cepat,' Selalu seperti ini tiap kali Chanyeol muncul di depannya. Mungkin benar adanya kalau dia telah jatuh hati pada namja tampan itu.
"Selalu mengurusi urusan orang lain, kau tak tau privasi ya?" sindirnya seraya memicingkan matanya kearah Chanyeol.
"Urusan yang berhubungan dengan yeojachinguku adalah urusanku?" jawabnya enteng.
"Apa? apa kau bilang?" lelucon macam apa yang sedang Chanyeol coba mainkan? bahkan Yifan ingin tertawa mendengarnya. Tentu Yifan jelas tau orang dingin macam apa Chanyeol itu.
"Aku bilang dia adalah yeojachinguku,"
Tanpa mereka sadari, Baekhyun tengah meringkuk diatas ranjang merasakan sakit didadanya seorang diri. Suara nafasnya tersengar memburu dan sedikit berat.
"Hah hah," Jantungnya berdetak cepat dan terasa begitu menyakitkan. Bahkan wig yang ia pakai sudah terlepas entah kemana, Ia semakin meringkuk di atas ranjang memegangi dadanya yang semakin meradang. Ia tak tau apa yang dirasakan ya kini, tapi seperti ada sesuatu tengah berusaha mengambil alih tubuhnya.
"Haha ini pertama kalinya Park Chanyeol bicara seperti itu,"
Bahkan mereka seolah tak mempedulikan keberadaan Baekhyun. Lebih tepatnya belum menyadari keadaan Baekhyun yang memprihatinkan. Mereka masih sibuk bersitegang dengan ego masing-masing.
"Tapi itu tak penting, aku bisa mendapatkan apa yang ku mau!" Masih suara Yifan dengan seluruh egonya yang tinggi.
"Dari dulu aku selalu memberimu apa yang kau mau, meskipun itu awalnya adalah milikku! tapi kali ini aku tak bisa memberikannya padamu!"
"Kau ini! aku tak akan mengalah padamu sekalipun aku harus membunuhmu!" masih dengan egonya yang tinggi Yifan mana mau mengalah.
"Mengharukan sekali dua pangeran berebut untuk memilikiku?"
Saat ini Baekhyun dengan tingkah jalang yang kembali mengambil alih tubuhnya, berdiri dengan anggun di atas ranjang dengan seyuman yang membuat setiap yeoja tergoda bila melihatnya.
"Jangan salah sangka! aku ini hanya menganggapmu mainanku! tak lebih!" sangal Yifan seraya berjalan mendekati Baekhyun dan menatapnya tajam.
Greb
Baekhyun tampak tak mempedulikan ucapan Yifan, ia malah menangkup dagu Yifan dan mengamati wajah tampan itu dengan begitu dekat.
"A-apa yang kau lakukan?" seketika pipi Yifan memerah karena wajah Baekhyun yang begitu dekat.
"Aku sudah tau kau jatuh cinta padaku, kau sudah menjadi budakku,"
Lagi-lagi tingkah jalang Baekhyun semakin menjadi mana kala tangan itu mengusap lembut pipi Yifan.
"A-apa kau bilang? kurang ajar-, aku akan membunuhmu!"
Tangannya terulur berusaha menyerang Baekhyun. Tapi yeoja itu terlalu lincah dalam setiap gerakannya, refleknya menghindari serangan Yifan begitu cepat dan tepat.
"Hentikan!" pinta Chanyeol seraya menahan bahu Yifan.
"Lepaskan aku!"
Nyatanya Yifan telah dikuasai emosi dan kembali menginginkan Baekhyun mati di tangannya.
"Aku baru saja mendapat ide bagus untuk bermain-main,"
Suara itu terdengar begitu manis dan manja sampai berhasil mengalihkan perhatian dua namja itu.
"Apa?"
"Kalian akan bertarung sampai mati, lalu yang menang akan mendapat hadiah sepesial dariku,"
Sisi manisnya hilang dalam sekejap ketika itu tergantikan lagi oleh sisi jalangnya. Bagaimana bisa tanpa tau malu yeoja itu membuka baju. Dua Park bersaudara itu pun seketika membulatkan matanya.
"APA YANG KAU LAKUKAN!"
"Aku akan memberikan diriku seutuhnya, Bagaimana menurut kalian?" kedua tangannya direntangkan dan mempertontonkan tubuh indahnya.
'Kenapa tadi dia tak mau?' Sesungguhnya Yifan mulai bingung dengan tingkah Baekhyun yang berubah-ubah itu. Kadang sok jual mahal, kadang-kadang agresif seperti jalang murahan.
"Kau suka bermain-main ya?" senyum miring pun kembali menguasai bibir Yifan.
Tak tahan dengan itu Chanyeol bergegas mendekati Baekhyun dan menampar pipi mulus itu dengan keras.
Plak
Baekhyun sempat tertegun ketika mendapat tamparan keras dari Chanyeol.
"Kau adalah wanita yang sangat berharga, jadi berhentilah merendahkan dirimu sendiri," ucap Chanyeol seraya melilitkan selembar selimut pada tubuh Baekhyun.
Dengan santai Baekhyun pun meletakkan lengannya di bahu Chanyeol nyaris mengalung di leher tegas itu.
"Apa kau melakukan ini karena merasa bersalah telah menghisap darahku?"
"Menghisap darahmu?" Yifan cukup terkejut mengetahui hal itu. Seharusnya seorang vampire tak diperbolehkan meminum darah vampire lain.
"Iya, lalu aku menghisap darahnya juga," ucapnya seraya mengalungkan kedua tangannya di leher Chanyeol.
"Apa? Jangan bercanda! vampire level rendah tak bisa menerima darah dari vampire level tinggi,"
"Benarkah? aku menghisap darahnya dengan mudah kok," ucapnya seraya menelusuri leher Chanyeol dengan ujung hidungnya.
"TAK MUNGKIN! kami berdua adalah vampire dengan level yang sangat tinggi! satu-satunya vampire dengan level yang lebih tinggi dari kami adalah ayah kami sendiri!"
"Apa harus kubuktikan dulu? Lihat saja apakah aku bisa menghisap darahmu atau tidak?" perpindahannya begitu cepat dan kini ia sudah berada di depan Yifan. Tangannya terulur menyentuh ringan lengan Yifan.
"JANGAN BERCANDA!"
Mulut berkata 'Jangan' tapi mata menatap mata indah Baekhyun. Itulah kesalahan terbesar saat berhadapan terlalu dekat dengan Baekhyun. Karena mata itu seperti memiliki magnet yang mampu mengikat seseorang dalam sekali tatap.
Baekhyun mendekatkan taringnya di lengan kekar itu dengan smik yang menghiasi wajahnya.
"HENTIKAN! pinta Chanyeol serya menggenggam bahu telanjang Baekhyun .
"Minum saja darahku," pintanya kemudian seraya menyodorkan tangannya sendiri.
Tak ayal apa yang dilakukan Chanyeol mengundang tawa bagi Baekhyun sendiri.
"Haha kalian berdua berada di level yang sama, jadi itu sama saja bagiku," ucapnya seraya meraih lengan Chanyeol dan menacapkan taringnya di pergelangan tangan.
Sungguh Yifan bahkan masih belum percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya, Didepannya kini Baekhyun menghisap darah Chanyeol dengan begitu rakus seolah ingin menghisapnya hingga tandas.
'Apa dia sudah gila membiarkan vampire lain meminum darahnya? apa dia tak tau apa artinya itu? itu berarti dia setuju menjadi budaknya,'
Sungguh Yifan tak mengerti dengan jalan pikiran Chanyeol. Bagaimana bisa namja itu membiarkan Baekhyun begitu saja.
"Haha darah vampire level tinggi memang sangat nikmat, aku jadi ketagihan," kekehnya setelah ia selesai meminim darah Chanyeol.
"Hoam, aku capek," rengeknya seraya bersandar di dada Chanyeol. Karena memang selalu seperti itu, setelah Baekhyun meminum darah Chanyeol, matanya akan terasa berat, kemudian ia akan terjatuh di pelukan Chanyeol setelahnya.
"Hemm ayo kita pulang," ucapnya seraua membopong Baekhyun ala pengantin.
Set
"Aku yang akan mengurusnya," tak disangka sebelumnya, Yifan kini mengambil alih tubuh Baekhyun begitu saja dan memanggulnya seperti memanggul karung beras.
"Tak bisa! Berikan padaku Yifan!" seru Chanyeol panik dan berusaha mengambil alih tubuh Baekhyun kembali, tapi ia lengah dan mendapat tendangan telak diperutnya. Tubuhnya pun terpental jauh hingga menabrak dinding.
"Jangan memaksakan diri, darahmu baru saja dihidap, kau tak mungkin menghalangiku dengan kondisi seperti itu," ucap Yifan seraya menaikan sudut bibirnya.
Setelah itu Yifan membawa Baekhyun keluar dari rumahnya.
"Tunggu!"
Chanyeol berusaha mengejarnya, tapi terlambat, Yifan sudah membawa Baekhyun pergi dengan mobilnya.
Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Chanyeol berusaha mengejarnya dengan memompat dari pohon ke pohon. Tapi tiba-tiba kepalanya berdenyut sakit, ia pun terpeleset dan jatuh kebawah.
"Chanyeol-nim!" Jongdae cepat-cepat menghampiri Chanyeol dan membantunya berdiri.
"Apa Baekhyun menghisap darahmu lagi?" melihat wajah pucat Chanyeol membuat Jongdae sedikit khawatir. Tentu ia sudah bisa menduga, memang akan selalu begini tiap Baekhyun menghidap darahnya.
"Aku tak apa-apa, yang lebih menghawatirkan, Yifan telah menangkap Baekhyun," ucapnya seraya merintih pelan memegangi kepalanya.
"Hah? benarkah?"
Berita yang sedikit mengejutkan bagi Jongdae sendiri.
"Aku harus mengejarnya!"
"Kondisi anda tak memungkinkan, anda bahakan tak bisa melompat, sebaiknya kita tunggu sampai kondisi anda membaik sebelum mengejar Yifan-nim,"
Chanyeol sadar, kalau yang dikatakan oleh Jongdae ada benarnya. Kalau ia memaksakan diri mungkin ia akan berakhir mati di tangan Yifan. Saat ini ia hanya bisa berharap semoga Yifan tak melakukan apa-apa pada Baekhyun.
"Dia akan berubah menjadi Byun Baekhyun karena tadi dia sudah meminum darahku?"
000
Sementara itu di tempat Yifan berada, namja itu membaringkan tubuh Baekhyun di ranjang king size miliknya.
"Dia tidur lelap sekali, Hei!" jarinya yang nakal mencolek-colek pipi Baekhyun pelan. Namun sepertinya Baekhyun masih enggan membuka matanya.
"Chh! padahal ada banyak hal yang ingin kutanyakan padanya, jika Chanyeol tak datang tadi, mungkin darahku yang dihidap olehnya,"
Diamatinya wajh cantik yang masih terlelap itu dengan begitu teliti. Bulu matanya panjang, hidung bangir, kulitnya begitu putih dan mulus, tak lupa bibir merah menggoda itu.
"Begitu melihat matanya aku merasa sudah menjadi budaknya dan tak bisa melakukan apa-apa, tapi ini bukan pertama kalinya," gumamnya seraya mendudukan dirinya di tepi ranjang.
"Anak sialan itu! Byun Baekhyun, saat bertemu dengannya aku juga tak bisa melakuan apa-apa saat dia menghisap darahku," tangannya mengepal dan rahangnya mengeras saat mengingat Baekhyun (versi namja culun) menghisap darahnya. Kemudian tatapannya beralih pada Baekhyun yang tertidur.
"Byun Baekhie, dia sepupu anak sialan itu kan? pasti ada semacam rahasia di keluarga mereka, TUNGGU DULU! Baekhyun kan yatim piatu, bagaimana mungkin dia masih memiliki sepupu!" Seketika mata Yifan melebar ketika menyadari sesuatu. Terlalu banyak misteri pada diri Baekhyun yang sedikit menarik perhatiannya.
"Heh menarik sekali, sepertinya ada rahasia besar dibaliknya, misteri yang menyenangkan," gumamnya seraya mengunggingkan senyum yang mengerikan.
000
"Baekhyun!"
Canyeol duduk di tepi ranjang dan memanggilnya.
"Huh? Chanyeol?"
Mata Baekhyun yang semula terlelap kini terbuka lebar. Hal pertama kali yang dilihatnya ketika terbangun dari tidurnya adalah wajah tampan Chanyeol.
"Aku kesini untuk menjemputmu, aku khawatir sekali," bisiknya seraya menatap Baekhyun lekat.
Baekhyun masih dilanda kebingungan saat melihat Chanyeol ada di depannya seorang diri.
"Kau sangat berharga bagiku, aku mencintaimu," bisik Chanyeol seraya merengkuh tibuh mungil itu dalam dekapan yang begitu hangat.
"Aku senang sekali, apa buktinya kalau kau mencintaiku?" tanyanya manja seraya mengalungkan tangannya dileher Chanyeol mesra.
"Bukti?"
"Aku mau jantungmu," ucap Baekhyun seraya menancapkan sebilah belati kedada Chanyeol.
000
"KYAAAAA!" nafas Baekhyun memburu ketika ia bangun dari tidurnya. Mimpi yang dialaminya terasa begitu nyata. Bagaiman bisa ia didalam mimpinya begitu kejam sampai tega menghunuskan belati ditangannya kedada Chanyeol.
'Chanyeol, kenapa aku bermimpi membunuhnya?'
"Bahkan cara bangunmu pun menarik ya?"
"Huh?" Baekhyun tampak terkejut ketika mendapati Yifan ada di depannya dengan
senyum yang menyebalkan membingkai wajahnya.
"KYAA! K-kenapa kau-" Baekhyun reflek turun dari ranjang dan tak menyadari selimut yang semula melilit tubuhnya tertinggal di atas ranjang.
Yifan? jangan tanya bagaiman terkejutnya ia. Matanya melotot dan menatap horor pemandangan di depannya. Baekhyun berdiri menghadap kearahnya dalam keadaan tanpa sehelai benangpun yang menutupinya.
"KYAA! kenapa aku telanjang," ia cepat-cepat menarik selimut itu dan kembali membungkus tubuhnya.
"A-apa hidupku sudah berakhir?" Gumamnya lirih seraya memeluk luturnya sendiri didalm selimut.
"Apanya yang berakhir?" tanya Yifan seraya mengeryitkan alisnya bingung.
"Apa kesucianku sudah-" Baekhyun termangu tak mampu melanjutkan ucapannya. Wajahnya terlihat begitu menyedihkan nyaris seperti yeoja yang habis direnggut paksa keperawanannya.
"Huh?"
Yifan masih menunjukkan tampang bodohnya berusaha mencerna apa yang Baekhyun maksud.
"AKU TAK AKAN MEMAAFKANMU!"
Duagh!
Kepala Yifan mendarat dilantai sementara kakinya masih berada di atas ranjang. Rupanya tendangan Baekhyun pada wajahnya tak maun-main.
"DASAR YEOJA SIALAN," Tentu Yifan marah. Iapun segera bangkit dan mendudukan dirinya di ranjang. Tanpa diduga Baekhyun kembali menyerangnya. Lebih tepatnya menjambak rambutnya dan mengangkangi tubuhnya.
"KEMBALIKAN KESUCIANKU! DASAR BR*NGS*K!"
Dijambaknya rambut Yifan dengan kuat. Baekhyun yang sedang marah sungguh menakutkan. Seperti kucing liar yang belum dijinakkan.
"AW! lepaskan argh!" Tapi Baekhyun tetap enggan melepasnya dan semakin mengencangkan jambakannya dan semakin bernafsu mencabut rambut Yifan dari kepalanya.
"KAU INI BAGAIMANA SIH! CHANYEOL KAN DATANG DAN MENGHENTIKANKU!"
"Chanyeol?" tampang Baekhyun seperti orang bodoh sekarang. Sungguh ia tak ingat apa yang terjadi padanya. Terakhir yang ia ingat saat Yifan memaksakan kehendaknya mencium bibirnya penuh nafsu.
Melihat Baekhyun yang sudah berhenti, ia segera menepis tangan mungil itu dari kepalanya dan beringsut mundur.
"Jangan dekat-dekat!"
"Chanyeol datang?" gumamnya dengan kebingungan yang terlihat jelas.
"Bagaimana kau tak ingat! kau melepas bajumu didepan kami berdua dan bilang akan menyerahkan dirimu sebagai hadiah bagi yang paling kuat diantara kami berdua!"
"APA? aku melakukan itu?"
"Kau bahkan menghisap darah Chanyeol!"
"Lagi?" gumamnya lirih seraya melebarkan matanya. Bagaimana bisa ia melakuakan hal menyeramkan itu lagi pada Chanyeol, pada orang yang dicintainya.
"Bagaiman mungkin kau tak mengingatnya?" kali ini Yifan memberanikan diri mendekati Baekhyun yang terlihat menyedihkan.
"Itu bukan aku! aku selalu lupa ketika berubah menjadi gila seperti ini!" sangkalnya dengan panik.
"Gila?" Yifan sunguh tak mengerti 'Gila,' yang Baekhyun maksud.
"Aku tak tau bagaimana menyebutnya, tapi kadang aku berubah menjadi gila, itu terjadi setelah aku menjadi vampire,"
"Menjadi Vampire? jadi kau sebenarny-"
Dok Dok dok
"Aku kan sudah bilang jangan menggangguku!" seru Yifan pada seseorang yang mengetuk pintunya.
"Yifan-nim, kami dari senat!"
"Senat?"
"A-apa kau punya baju yang bisa ku pinjam?" tanya Baekhyun dengan wajah panik. Tentu ia malu ketika menyadari belum mengenakan apapun. Apa yang akan dipikirkan tamu Yifan nati terhadapnya.
"Ada dilemari diruangan itu, ada gaun malam, pakai saja itu," jawab Yifan seraya menunjuk ruangan yang ada diujung kamarnya.
"Ada keperluan apa sampai kalian mencariku kesini?" tanyanya saat mendapati ada dua orang namja dewasa bersetelan jas dan berkacamata hitam ada didepan kamarnya.
"Kami mencari yeoja yang anda bawa kesini,"
"Apa?"
TBC
Wow, lumayan panjang dan masih dengan bahasa yang sama, acak acak acak acak acak! yei!.
Seperti biasa, Terima kasih banyak reader-nim setia My Boyfriend is A Vampire. Terima kasihh sudah setia review.
Sampai jumpa di Chap selanjutnya.
-Salam damai inchan88-
