Chapter 18

'Aku tak terbiasa dengan pemikiran seorang yeoja, sama seperti aku yang belum terbiasa dengan tubuh yeoja ini, tapi aku lebih bahagia seperti ini,'

Terlalu sibuk menikmati perasaan bahagianya, sampai-sampai ia tak memperhatikan sekitarnya.

Dug

"Ahh! M-maaf!"

'Aduh kenapa orang-orang ini lagi sih?' Moodnya hancur seketika, ketika yang baru saja membentur dahinya adalah dada bidang Hyunbin.

"Kau datang kesekolah dengan selamat? Apa yang terjadi? Kupikir Yifan-nim sudah menghabisimu!"

"Huhh?"

Baekhyun bingung ketika Hyunbin tiba-tiba berteriak padanya dan membawa Yifan di dalamnya. Dalam hati ia bertanya-tanya, apa yang membuat Hyunbin seperti terkejut melihatnya hadir di sekolah?

"Kau mengingkari janji bertemu dengan Yifan-nim," Seolah tau apa yang Baekhyun pikirkan, Hyunbin pun mejelaskannya.

"Sombong sekali kau meninggalkan tuanmu, padahal kau hanya budak!" ucap Donghoo salah satu teman Hyunbin yang tak mau kalah.

'EHH? AKU BARU MENYADARINYA!'

Wajah Baekhyun pucat seketika. Benar saja, pasti Yifan akan menghukumnya ketika bertemu dengannya dalam wujud namja seperti ini. Karena ia sudah melakukan kesalahan fatal yang pasti akan membuat Yifan marah besar.

"Ahh mungkin kau sedang beruntung kemarin, Yifan-nin tak berhasil menemukanmu ya? Tapi kau harus hati-hati hari ini,"

Bulu kuduk Baekhyun merinding seketika, apalagi melihat tampang Hyunbin yang tengah menakut-nakutinya itu.

"Byun Baekhyun!"

Deg

Yang dibicarakan sudah datang dan itu semakin membuat Baekhyun menciut.

"Yi-yifan!"

'Dia terlihat seperti ingin menelanku hidup-hidup,' inernya dalam hati ketika mendapati Yifan ada di belakang Hyunbin dan tengah menatapnya tajam.

"Huhh?"

Bingung, itulah yang Baekhyun rasakan ketika Yifan melewatinya begitu saja. Bahkan Hyunbin dan dua temannya sekalipun tercengang melihatnya. Bukankah seharusnya Yifan marah dan menghukum Baekhyun?

"SEDANG APA KAU? BUKANKAH SEHARUSNYA KAU MENYIAPKAN BUKU-BUKU PELAJARANKU?"

"Ahh Baiiik!" Baekhyun pun segera berlari mengejar Yifan memasuki kelasnya. Melihat mood Yifan yang sedang buruk itu, tentu ia tak mau ambil resiko dan cepat-cepat melaksanakan tugasnya.

"Apa yang baru saja terjadi?"

"Bukankah seharusnya dia menghabisi anak itu?"

Tak peduli komentar teman-temannya, Hyunbin menatap kepergian Baekhyun dengan ekspresi tak terbaca.

"Pelajaran pertama adalah bahasa inggris, ini bukunya!"

Greb

"Luka apa ini?" Tanya nya seraya menangkup dagu Baekhyun dan mengamati luka yang terdapat di pipi kirinya.

"Ahh, i-ini tadi pagi, karena seekor kucing haha," ucapnya bohong. Tentu ia tak mungkin mengatakan kalau Seulgi menyerangnya karena cemburu padanya.

"Kucing?" Tanya Yifan tak yakin.

"Iya," jawabnya singkat seraya meringis pelan.

"Bekas luka ini akan sembuh dalam beberapa jam," Oh ada apa dengan Yifan sebenarnya, tiba-tiba sikapnya melembut padanya. Dan lagi, tak bisakah Yifan menyingkirkan tangannya? ia hanya sedikit risih saat Yifan mengusap pipinya.

Puk!

"Ini hukumannya!"

"Akh! Kenapa?" Baekhyun memekik saat tiba-tiba Yifan menjitak kepalanya. Hukuman macam apa itu? ia bahkan menunjukan kebingungannya embari menatap namja itu.

"Kau adalah budakku! Itu artinya tubuhmu adalah milikku! Jadi kau tak boleh membahayakannya!"

"Apa?"

Meskipun Yifan mengucapkannya dengan meninggikan suaranya, tapi tersirat kekhawatiran di dalamnya.

"Kau harus mati saat aku menyuruhmu mati, dan tetap hidup saat aku menyuruhmu hidup, jadi aku mengawasimu sepenuhnya," ucapnya memperingatkan.

"Mana bisa begitu!"

'Untunglah dia tak mengungkit kepergianku kemarin, Apa karena kemarin dia sudah menolongku ya? Sekarang aku jadi merasa kalau dia tak sejahat yang kukira,' inernya seraya melirik kearah Yifan yang kini sibuk membaca bukunya.

000

"Oh Sehun!"

Tak ada sahutan dari pemilik nama, Mr Kim guru dikelas itu pun mengedarkan pandangannya dan mengeryitkan alisnya bingung.

"Oh Sehun tak masuk ya? Padahal dia anak baik, tapi kenapa hari ini dia tak masuk?" Gumamnya seraya membaca daftar hadir siswa.

'Sehun,' tentu Irene khawatir melihat pujaan hatinya tak menghadiri kelas. Ia merasa ada yang tak beres dengan Sehun.

Sementara di taman kota, Sehun duduk termenung seorang diri. Pandangannya menerawang jauh tentang pertemuan terakhirnya dengan Byun Baekhie.

"Kalau dia pacar Yifan, berarti aku harus melupakannya, tapi dia cinta pertamaku, aku bahkan rela kalau harus mengorbankan apapun untuknya,"

"Tak mudah ya berbuhungan dengan yeoja seperti itu, kalau kau sampai dapat mengorbankan apapun untuknya, kau tak boleh menyerah secepat itu!"

Taunya ada orang asing yang datang menghampirinya. Penampilannya formal, punya wajah yang tampan dan tinggi.

"S-siapa kau?"

"Anggap saja aku malaikat penolong," jawab orang itu seraya tersenyum tipis pada Sehun.

"Huhh?"

'Orang ini penampilannya terlihat tampan, seperti seorang model di usia dua puluhan, tapi ada aura seperti aku harus menghormatinya, siapa dia sebenarnya?' Inernya dalam hati sementara mata masih meneliti penampilan orang itu.

"Pertama-tama mari kubantu mengembalikan ingatanmu yang hilang,"

"Huhh?"

Tanpa persetujuan darinya orang itu mengusap dahi Sehun dengan ujung jarinya.

000

'Chanyeol tak masuk lagi hari ini, aku akan mengunjunginya lagi nanti, biar bagaimanapun semuanya salahku,' Baekhyun pun bergegas merapikan buku Yifan dan bukunya sendiri lalu segera beranjak dari sana.

"Mau kemana kau?"

Baekhyun berdiri kaku ditempatnya. Ia lupa kalau sedang bersama Yifan.

"M-mau ke toilet,"

'Aku tak mungkin bilang kalau aku ingin menginjungi Chanyeol,'

"Heh! Dan melarikan diri seperti kemarin?"

Deg

Yang dikhawatirkan terjadi, Yifan akhirnya mengungkit pelariannya kemarin. Padahal tadi ia sudah bersyukur dalam hati. Aura menyeramkan tampak menyelimuti tubuh Yifan, siap menerkam Baekhyun yang ingin melarikan diri itu.

"T-tapi aku juga punya urusan lain yang harus kulakukan," ucapnya membela diri.

"Apa yang lebih penting dibandingkan melayani tuanmu? Kau tak boleh pergi!"

"Tapi kan jam sekolah sudah berakhir," Baekhyun pun mempoutkan bibirnya kesal. Mana bisa ia perbudak seharian. Ia juga butuh kebebasan.

"Kau harus terus menjadi budakku meskipun jam sekolah berakhir, kau harus terus melayaniku!"

"T-tak bisa, itu tak adil namanya!" Protesnya tak terima.

"Jangan membantah! Ayo ikut!" Tanpa berperasaan Yifan menyeretnya dengan mencengkeram kerah bajunya.

"Lepaskan! AKU TAK MAU!" ia berusaha berontak, tapi Yifan terus menyeretnya sama sekali tak mau mendengar protesannya.

Sementara Hyunbin dan dua temannya tampak memperhatikam interaksi keduanya dengan pandangan tak suka.

"Kurasa Yifan-nim memperlakukannya dengan lembut," ucap Donghoo pada Hyunbin.

"Apa bagusnya orang itu! Yifan-nim tak pernah memperlakukan kita seperti itu," tersirat rasa iri saat Hyunbin mengatakan itu.

"Kalau aku yang membantah perintahnya, aku pasti sudah dibunuhnya," ucap Hangsuk dengan raut wajah sedih yang dibuat-buat.

"Kurasa Park Chanyeol juga menyukai orang itu,"

"Iya juga sih, dia sempat membelanya saat di kantin waktu itu,"

"Ini aneh sekali, pasti ada misteri dibalik semua ini," wajar kalau Hyunbin menaruh curiga. Kalau dipikir-pikir memang aneh Yifan dan Chanyeol memperlakukan Baekhyun dengan istimewa berbeda jauh dengan saat memperlakukan orang lain.

"Yifan-nim juga berhenti mencari pengantin untuknya, padahal sebelum orang itu datang, ia sangat bersemangat menjadi ahli waris, masak itu juga karena Byun Baekhyun?" ucap Donghoo tak yakin.

Hyunbin membulatkan matanya. Kenapa dia baru menyadarinya? benar adanya kalau Yifan sudah tak menyuruh mereka lagi untuk membawakah seorang yeoja untuknya.

Tap tap tap

"Hyunbin!"

Seorang yeoja berlari menghampirinya.

"Ada apa?"

"Ada seseorang yang tengah mencari Byun Baekhyun di gerbang sekolah!"

"Apa? Byun Baekhyun?" Aneh, siapa yang mencari namja cupu seperti Baekhyun? Hyunbinpun bergegas menuju gerbang sekolah mencari tau siapa orang itu.

0

0

"Iya iya! Aku tak akan melepaskan diri, jadi lepaskan aku!" Siapa juga yang suka kalau diseret seperti kamping seperti ini. Untunglah Yifan menghentikan langkahnya dan melepaskan kerah bajunya.

"Kau mau pergi ke klub lagi ya?" Tanyanya seraya membenarkan kerah bajunya yang kusut akibat ulah Yifan.

"Aku tak ingin pergi ketempat seperti itu lagi,"

"Eh kenapa?" Terkejut, tentu saja, seorang Yifan yang biasanya berkeliaran di klub, kini tak mau lagi pergi kesana.

"Aku tak mau bermain-main dengan yeoja lagi," ucapnya seraya tersenyum tulus. Sungguh, baru kali ini Baekhyun melihat wajah Yifan yang tampak berseri-seri seperti ini.

"Karena sekarang ada seorang yeoja yang kusukai," tambahnya kemudian.

Mata Baekhyun membulat seketika. Yang sedang Yifan bicarakan bukan dia kan?

"Eh? Y-ya sudah sekarang kau main saja dengan yeoja itu,"

'Apa dia sedang membicarakan tentang aku?' inernya dalam hati.

"Bawa dia kesini! Kau satu-satunya orang yang bisa menghubunginya kan?"

Jleger!

Ternyata benar, memang dialah yang tengah Yifan bicarakan.

"A-apa katamu? Aku kan tak tau yeoja yang kau sukai," Baekhyun mulai panik. Bagaimana cara dia mengelaknya. Yifan pasti akan marah kalau ia menolaknya.

"Kau sangat mengenalnya-, SIAPA YANG BERANI MENGUPING!" Yifan berteriak seray memutar kepalanya.

Tap

"Haha anda bisa mengetahui keberadaanku, anda memang sehebat yang dibicarakan," rupanya sejak tadi ada orang yang bersembunyi diatas pohon dan sekarang sudah melompat kebawah lalu berjalan mendekati keduanya. Bahkan Baekhyun sekalipun tak menyadari keberadaan orang itu sebelumnya. Rupanya insting seorang vampire tingkat tinggi tak main-main.

"KAU!"

'Pembunuh dari senat? Apa mereka sudah mengetahui keberadaanku?'

Baekhyun jadi was-was ketika orang yang memburunya kemarin, kini ada di hadapannya.

"Apa kau kesini untuk mengintrogasiku karena membiarkan yeoja itu lari?"

"Tidak, saya kesini untuk membawa anda ke senat,"

"ITUKAN SAMA SAJA! KALIAN AKAN TETAP MENGINTROGASIKU DIDEPAN SENAT!"

"Senat hanya ingin memberi informasi kepada anda Yifan-nim," ucapnya seraya menghela nafas.

"Informasi?" Yifan menurunkan suaranya seraya mengeryitkan alisnya.

"Iya, tentang yeoja itu,"

Deg

Keduanya pun melebarkan matanya ketika mendengar itu. Apa yang terjadi? Informasi tentang apa? Berbagai pertanyaan muncul di benak Baekhyun saat ini.

"Lewat sini Yifan-nim, mobilnya sudah siap," ucapnya seraya membersilahkan Yifan berjalan terlebih dahulu.

"Aku akan bertemu denganmu besok," ucapnya pada Baekhyun ketika ia akan beranjak dari sana.

"Iya," jawabnya singkat.

'Sial! Aku juga ingin mengetahui informasi itu, kalau dilihat dari tingkah orang itu, sepertinya mereka belum tau identitas asliku, tapi informasi macam apa yang akan mereka bicarakm? Pasti ada hubungannya dengan yang dikatakan anggota senat itu kemarin,'

Berbagai pikiran berkecamuk di benak Baekhyun. Ia penasaran ingin mengetahui informasi itu. Tapi keadaan jelas tak memungkinkan. Kalau ia sampai nekat membuntuti mereka, itu sama saja bunuh diri namanya.

'Tadi malam kupikir pembunuh utusan senat itu gila, tapi aku memang berubah menjadi yeoja setelah menjadi vampire, dan aku bahkan berubah menjadi jahat secara tak sadar, itu sangat tak normal, Apa mungkin ada misteri menakutkan tentang tubuhku?' Bukan apa-apa, hanya saja memang aneh ketika gender dan sifatnya berubah-ubah, ia bahkan menjadi sering kehilangan kendali dan lupa pada apa yang baru saja diperbuatnya.

"Ternyata kau disini Byun Baekhyun?"

"Ah Hello!"

Baekhyun cukup terkejut saat Irene menghampirinya. Ia bahkan sempat melupakan keberadaan duo Bae itu beberapa waktu lalu.

"Kau sudah membereskan masalah kemarin malam kan?"

"Ah iya,"

'Lebih baik aku tak bilang kalau Yifan muncul malam itu,' imbuhnya dalam hati.

"Untuk membuat Sehun menyerah aku berkata kasar padanya, jadi mungkin dia akan melupakanku," ucapnya seraya terkekeh pelan.

"Apa dia terlalu kaget atas perlakuanmu ya?" cicit Irene kemudian.

"Sehun tak masuk sekolah hari ini," Zelo ikut bersuara.

"Eh! Kenapa? TIDAK MASUK?" Kekhawatiran jelas menguasai Baekhyun saat ini. Ia jadi semakin merasa bersalah. Kalau dipikir lagi, dia memang sudah keterlaluan semalam.

"Ini pertama kalinya dia tak masuk sekolah," gumam Irene dengan kecemasan yang terlihat jelas.

"Ya mungkin dia baru merasakan yang namanya sakit hati," ucap Zelo prihatin.

"Mungkin," tersirat kesedihan diwajah Irene saat mengatakan itu.

"Bagaimana kalau kita menginjungi Sehun?" Usul Baekhyun kemudian.

"Tentu saja! Ayo kita pergi!" Jawab Irene antusias. Tentu ia bersemangat kalau diajak bertemu Sehun.

"Apa tak apa-apa?" Tanya Zelo tak yakin.

"Tentu saja, dia tak masuk sekolah karenaku," Mau bagaimanapun semua itu memang salahnya, setidaknya dengan mengunjungi sahabatnya itu, ia berharap itu bisa mengurangi kesedihan Sehun.

0

0

"Ada apa disana?" tanyanya saat melihat keributan digerbang sekolah.

"Ada orang yang sedang berkelahi," jawab Zelo seraya mengamati apa yang terjadi didepan gerbang.

'Me-mereka! Kenapa ada disini?' Baekhyun terkejut saat mendapati Jongin dan teman-temannya lah yang tengah bersitegang dengan Hyunbin CS.

"Ada apa sih?" Tanya Irene seraya mengeryitkan alisnya.

"Sepertinya mereka bukan dari sekolah kita," ucap Zelo tak yakin.

"SEDANG APA ANAK SMA KANGWOO ADA DISINI?" seru Hyunbin seraya menatap Jongin tak suka.

"Kami disini untuk bertemu Byun Baekhyun," jawab Jongin antusias.

"Byun Baekhyun?"

"Kenapa kalian mencari anak itu?"

"Kalian tak perlu mengetahui urusan kami dengannya," jawab Jongin acuh.

"Kami dengar Baekhyun-nim anak SMA Korea,"

"Baekhyun-nim?" Hyunbin membeo mendengarnya. Dalam hati Hyunbin bertanya-tanya siapa sosok Byun Baekhyun bagi mereka.

"Iya, kalian kenal dia kan?" Tanya Jongin seraya menyunggingkan senyum dibibirnya.

"Tentu saja mereka kenal, wajahnya sangat indah, dan dia sangat terkenal di SMA korea," ucap teman Jongin menimpali.

"Hahahahaha"

"Hahaha aduh perutku,"

Tawa Hyunbin dan dua temannya pecah seketika. Sungguh lucu cara pendeskribsian mereka terhadap sosok Baekhyun. Baekhyun yang mereka tau jauh dari itu. Karena Baekhyun dikelas mereka adalah si cupu dengan kaca mata konyol yang dikenakannya. Tak ada indahnya sama sekali wajah itu di mata mereka.

Twich

Muncul perempatan di dahi Baekhyun. Sementara Irene tampak melipat tangannya dan menatap Baekhyun dengan aneh.

"APA?"

"Apanya yang lucu? Ada yang salah dengan kepala kalian?" tanya Jongin tak terima.

"Haha Byun Baekhyun? Tentu saja dia sangat terkenal," tawanya terdengar merendahkan ditelinga anak-anak SMA Kangwoo termasuk Jongin sekalipun.

"Terkenal dengan kecerobohannya dan tampang cupunya hahaha," ucap Donghoo menimpali.

"TERKENAL KARENA APA?"

"BERANINYA KALIAN MENGHINA BYUN BAEKHYUN-NIM!" Jongin geram. Tentu saja ia tak terima Baekhyun-nya yang manis dihina seperti itu.

"TAK AKAN KAMI MAAFKAN!"

Tentu mereka marah, asal tau saja, bagi mereka Baekhyun itu wanita tercantik yang pernah mereka lihat. Bisa-bisanya mereka menghina ratu SMA kangwoo seperti itu.

"AKU TAK TAHAN MELIHAT ORANG-ORANG RENDAHAN SEPERTI KALIAN DATANG KESEKOLAH KAMI!" seru Hansuk yang ikut terbakar emosi.

"Akan ku buat kalian jera dan tak akan pernah mau datang kemari lagi!" Hyunbin pun ikut marah dan bersiap melancarkan serangan.

"Tu-tunggu dulu! Kalian jangan berkelahi!" Seru Baekhyun sambil berlari menghampiri mereka.

"Siapa kau?" Tanya Jongin dengan raut wajah tak suka. Tak taukah ia? Kalau yang ada disampingnya kini adalah Baekhyun yang mereka cari.

"Hahaha kau bahkan tak bisa mengenali Baekhyun yang sangat kau bangga-banggakan itu!" kearahan Hyunbin mereda tergantukan dengan tawanya yang pecah membahana.

"Hahh Apa?" Mereka merasa tak ada yang lucu, tapi kenapa namja menyebalkan itu menertawakan mereka? lalu apa maksud perkataannya tadi? berbagai pertanyaan muncul dibenak mereka.

"A-aku Byun Baekhyun," ucap Baekhyun kikuk sambil mengangkat sebelah tangannya.

"APA? Jangan bercanda ya!"

"Kau mungkin hanya punya nama yang sama dengannya!" Seru Jongin seraya menunjuk wajah Baekhyun.

"Byun Baekhyun-nim yang kami kenal sangatlah cantik, tak mungkin kami lupa!

Doeng

Baekhyun merasa miris mendengarnya. Bagaimana bisa mereka mengagungkan Byun Baekhyun, sementara mereka tak mempercayai kalau dialah Baekhyun yang mereka cari.

"Dan kau seorang namja, Baekhyun yang kami cari adalah seorang yeoja," tambah Jongin dengan sangat yakin.

"Maaf ya! Tapi dia satu-satunya Byun Baekhyun di sekolah kami," ucap Hyunbin menimpali.

"Setelah diingat-ingat lagi, anak ini kan yang memberi peringatan pada kita waktu itu," ucap salah satu namja diantara mereka.

"Iya benar!"

"Setelah kau memberi peringatan, tiba-tiba Byun Baekhyun muncul, kau pasti punya hubungan dengannya!" Ucap Jongin seraya menunjuk wajah Baekhyun.

"Kau ada hubungan apa dengan Byun Baekhyun? Kau mengenalnya kan?" Tanyanya seraya memegang kedua bahu Baekhyun.

"DASAR ORANG IDEOT! NAMJA INI BYUN BAEKHYUN!" Hyunbin mulai geram lagi. Ia gemas sendiri melihat mereka yang keras kepala itu. Jelas-jelas Byun Baekhyun itu hanya satu dan ada di depan mereka.

"BUKANKAH AKU SUDAH MEMINTA KALIAN UNTUK TIDAK MENCAMPURI URUSAN KAMI!Jongin marah dan melayangkan kepalan tangannya kearah Hyunbin.

Tanpa diduga Hyunbin menarik tubuh Baekhyun dan menjadikannya sebagai tamengnya.

Buagh!

Kacamata Baekhyun jatuh, hidungnya terasa begitu nyeri yang teramat saat Jongin memukulnya dengan keras.

"DASAR KURANG AJAR!"

Sekarang Baekhyun marah, Selama ini tak ada yang pernah memukulnya, tapi sekarang Jongin melakukannya, walau itu tanpa sengaja. Ia pun menatap bengis orang-orang di sana tanpa sadar kalau ia belum mengenakan kaca matanya kembali.

"Wah?" Pekik Jongin seraya membulatkan matanya ketika ketika paras ayu Baekhyun terpampang jelas di hadapannya. Sekarang barulah ia percaya kalau yang didepannya kini memanglah Byun Baekhyun.

"Itu! Itu Byun Baekhyun kami!"

Pandangan penuh cinta pun mereka tujukan pada Baekhyun.

"Aku kan sudah bilang kalau dia itu Byun Bae-"

Deg

Ucapannya tak diselesaikan saat matanya terpaku pada paras ayu itu. Tanpa sadar pipi Hyunbin dan dua temannya ikut bersemu merah.

Greb

"Benar-benar Byun Baekhyun-nim," Jongin senang akhirnya bisa menemukan yang dia cari, iapun segera menggenggam kedua tangan Baekhyun dan menatap wajah itu dengan tatapan memuja.

Twich

Slash

Baekhyun menepis tangan itu cepat seraya menatap Jongin tajam. Jongin sepertinya tak peduli malah menyeryitkan alisnya bingung.

"Tapi kenapa memakai seragam namja?"

Rupanya Jongin baru menyadari kalau Baekhyun mengenakan seragam namja dengan setelan celana dibawahnya.

"Aku tak pernah bilang kan kalau aku yeoja!" Ucap Baekhyun kesal. Sungguh ingin rasanya ia menjambak rambut Jongin dan melemparnya ke antah brantah.

"Ka-kau seorang namja?" tanyanya terkejut.

"Tentu saja karena aku namja tulen, kalian sudah tau kan sekarang? Jadi jangan pernah datang lagi kemari!"

"Kau bicara apa sih?" reaksi yang Jongin dan teman-temannya diluar perkiraan Baekgyun. Manja itu malah tersenyum dan kembali meraih tangan Baekhyun.

"Bagi kami, Kau tetaplah malaikat penolong kami!"

"Meskipun kau namja, kau tetap malaikat penolong kami!"

Baekhyun menghela nafasnya. Gagal sudah rencananya membuat teman-temannya menyerah. Sekarang ia mulai kesal dengan kekeras krpalaan mereka.

"Aku tak peduli kalian mau apa! Pokoknya jangan pernah datang lagi!"

"Tentu kami akan tetap datang kemari, bagaimanapun kau tetap primadona kami," ucap Jongin seraya memegang kedua bahu Baekhyun.

Oh ya ampun, rupanya mereka keras kepala sekal. Sepertinya Baekhyun tak punya pilihan lain mungkin harus menggunakan kekerasan agar mereka mau menyerah.

Bug!

Dalam sekejap Baekhyun sudah membanting Jongin ketanah.

"Aghh!"

"Kalau kau berani datang kemari lagi, KUBUNUH KAU!" ancamnya seraya menarik kerah baju Jongin dan menatapnya tajam.

"B-baiklah,"

"PERGI KALIAN!" Usirnya dengan aura yang menyeramkan. Mereka pun bergegas pergi saat melihat kemarahan Baekhyun yang memuncak.

"Hufh!" Desahnya lega setelah Jongin dan teman-temannya pergi.

"Kau benar-benar cari masalah ya?"

Irene dan Zelo yang sejak tadi menonton, kini datang menghampirinya.

"T-tidak! I-itu karena-"

"Sudahlah, ayo kerumah Sehun,"

"Kacamatamu, ini," Zelo menyerahkan kaca mata itu dan Baekhyun pun segera menerimanya.

"Terima kasih" ucapnya seraya mengalihkan pandangannya kearah Hyunbin cs.

Tatap

Doeng

Hyunbin dan teman-temannya tercengang seketika. Wajah cantik yang tadi mereka lihat kini hilang di balik kaca mata botol yang Baekhyun kenakan. O.O

"Sepertinya penggemarmu bertambah karena kacamatamu jatuh tadi," ucap Zelo seraya terkekeh pelan ketika melihat reaksi Hyunbin dan teman-temannya.

"Penggemar? Jangan bercanda ya!" protes Donghoo tak terima.

"I-iya, jangan main-main kau!" Hyunbin pun ikut mengelak. Padahal jelas wajah mereka sempat bersemu merah tadi.

"Siapa yang mau jadi penggemar anak ingusan seperti itu!" ucap Hansuk ikut memalingkan wajahnya.

"Ayo kita pergi!"

"Iya!"

"Eh? Mereka meninggalkanku pergi begitu saja?" Tanya Baekhyun dengan tampang bodohnya.

"Sudah kubilang kan? mereka itu sudah menjadi penggemarmu," ucap Zelo seraya mendengus geli.

"Hah? I-itu tak mungkin!" Sangakal Baekhyun dengn pipi yang bersemu merah. Mana mungkin ia percaya. Ia sangat tau kalau Hyunbin dan teman-temannya itu membencinya dan suka mengerjainya, jadi tak mungkin mereka tiba-tiba menjadi penggemarnya.

"Haha," Zelo hanya terkekeh pelan melihat reaksi Baekhyun yang terlihat lucu menurutnya.

"Ayo pergi!" Seru Irene tak sabaran.

000

Sementara itu digedung pertemuan dan markas besar, Yifan baru datang dan langsung dipersilahkan masuk oleh orang yang menjemputnya tadi.

"Kenapa dia disini juga!" Protes Yifan saat mendapati Chanyeol sudah ada diruangan itu dan tengah duduk di salah satu sofa.

"Saya yang diperintahkan untuk membawa anda berdua kemari, kalau begitu saya pergi dulu" setalh mengatakan itu, orang itu pun pamit pergi.

Tak punya pilihan lain, Yifan pun segera mendudukkan dirinya di hadapan Chanyeol.

"Sepertinya kau masih lemas ya? Butuh 2 atau 3 hari sampai kau pulih kan?" Yifan menyunggingkan senyum meremehkan.

"Tak udah bicara hal yang tak penting," jawab Chanyeol acuh.

"Hahaha aku tak pernah mengira kita dipanggil kemari hanya karena seorang yeoja,"

"Bagaimana kabar kalian? Chanyeol? Yifan?"

Seorang namja paruh baya datang menghampiri mereka.

"Jang Ro-nim," Chanyeol segera bangkit menyambut kedatangan namja paruh baya itu.

"Wah lama tak bertemu," tak ada sopan santunnya sama sekali, begitulah Yifan menunjukan perangainya.

"Apa kabar?" Chanyeol pun membungkukkan badannya sebagai sopan santun.

"Haha Chanyeol-nim tetap sopan seperti dulu," ucap Jang Ro seraya terkekeh pelan.

"Apa itu artinya aku tak sopan?" rupanya Yifn sedikit tersinggung mendengar ucapan Jang Ro untuk Chanyeol.

"Haha tentu tidak, maksud saya, Chanyeol-nim terlalu sopan, sebenarnya meskipun saya sudah berumur 120 tahun, tapi status kalian berdua tetaplah diatas saya, jadi saya harus bersikap sopan kepada kalian," tambahnya kemudian.

"Jadi apa kau yang memanggil kami kemari?" Tanya Yifan tak sabaran.

"Benar-benar tak berubah," ucapnya sambil terkekeh pelan. Ya bisa dikatakan ia sudah hafal betul sifat atau tabiat dua namja muda didepannya ini.

"Baiklah, mari langsung pada pokok permasalahannya, sepuluh tahun yang lalu Appa kalian mempunyai seorang kakak namja,"

"Ah kami punya seorang paman?" Pekik keduanya terkejut.

"Iya, memang tak banyak yang tahu, kalau Yunho-nim mempunyai saudara kandung,"

"Kenapa kita tak pernah diberi tahu?" tanya Yifan seraya mengeryitkan alisnya.

"Kakek kalian sebenarnya memiliki dua ahli waris, Park Yunho dan Park Min Hyung paman kalian, mereka berdua sekolah di Amerika dan Inggris sampai berumur 20 tahun, tak lama setelah Min Hyung kembali, ia jatuh cinta pada seorang yeoja, namanya Choi Minki tapi saat disekolah ia biasa disapa Ren, dia yeoja yang cantik dan menarik, dia primadona disekolahnya, bahkan yeoja-yeoja pun mengagumi kecantikannya," Jang Ro mengambil nafas sejenak lalu kembali melanjutkan ceritanya.

"Min Hyung-nim berkali-kali menyatakan cinta padanya tapi selalu ditolak, suatu hari ia tak bisa menahan diri lalu menggigit yeoja itu, ajaibnya Minki lahir kembali sebagai vampire,"

Chanyeol dan Yifan pun membulatkan matanya. Namun mereka lebih memilih mendengarkan kelanjutannya dan tak berkomentar apa-apa.

" Ada sebuah ramalan, bila seorang yeoja digigit oleh vampire dan tak mati, maka dia harus menjadi pengantin vampire yang menggigitnya, vampire itu akan menjadi semakin kuat dan sangat dihormati, Choi Minki adalah yeoja yang disebutkan dalam ramalan itu,"

"Min Hyung-nim bermaksud menikahinya, tapi dia menolak dan melarikan diri, Min Hyung mengikutinya dan menemukan fakta kalau Minki menyukai namja lain, karena terbakar cemburu, Min Hyung-nim langsung membunuh namja itu, setelah kejadian itu Minki menghilang, Minhyung-nim mencarinya kesana kemari tapi tak berhasil menemukannya, tak berapa lama kemudian ada berita menyebar bahwa ada penyihir yang bernama medusa yang memburu darah vampire,"

"Medusa?" Yifan yang semula diam mendengarkan akhirnya angkat bicara.

"Iya medusa, karena namja manapun yang melihatnya akan langsung jatuh cinta padanya, karena itulah dia disebut medusa, dia adalah penyihir kejam yang menggoda vampire namja, lalu menghisap darahnya sampai vampire itu mati,"

"Tak mungkin, apa medusa itu-"

"Ya medusa itu adalah Choi Minki, semakin lama dia semakin kuat karena menghisap darah vampire yang begitu banyak, dia dapat menghindar dari pemburu yang diutus oleh senat, lalu suatu hari Minki menemui Min Hyung-nim dan meminta maaf, dia juga mengatakan kalau dia membutuhkan Min Hyung-nim, Min Hyung-nim menerimanya kembali karena ia masih sangat mencintai Minki, mereka pun menyiapkan pernikahan meskipun para tetua melarangnya,"

"lalu apa yang terjadi setelahnya? apa mereka menikah?" kali ini Chanyeol yang angkat bicara.

"Para tetua dan Chongsu-nim akhirnya menyetujui pernikahan itu karena Minki adalah yeoja yang langka karena bisa berubah menjadi vampire, Min Hyung-nim pun terpilih menjadi Chongsu selanjutnya,"

-Chongsu: vampire dengan tingkat tertinggi (yang sekarang dijabat oleh ayah Chanyeol)

"Kemudian keesokan harinya mayat Min Hyung-nim ditemukan tanpa setetes darah tersisa ditubuhnya, Ya malam itu Minki membunuh Min Hyung-nim dan menitipkan pesan pada seorang pelayan,"

"Aku akan pergi, suatu hari nanti aku akan kembali untuk membunuh para Chongsu kalian berikut keturunannya, waspadalah!"

"Dia masih menyimpan dendam?" Chanyeol kembali angkat bicara.

"Ya dia memiliki dendam kesumat dan akan kembali lagi suatu hari,"

"Cerita yang tak masuk akal, jadi maksudmu yeoja itu akan datang dan membunuh kami dan Appa kami vampire dengan level tinggi? Tak ada yang dapat membunuh kami," Yifan meninggikan suaranya. Menurutnya itu tak masuk akal, karena selama ini yang ia tau Appanya lah vampire terkuat di kalangan vampire.

"Namanya adalah medusa, dia bisa membunuh namja manapun, hanya dengan melihat matanya siapapun akan jatuh cinta padanya, Yifan-nim sekarang sedang jatuh cinta dengan yeoja itu kan? Karena itu seharusnya anda mengerti," ucapnya seraya mengerlingkan matanya kearah Yifan.

"Jangan bercanda, yeoja itu hanya mainanku saja tak lebih!" elaknya seraya memalingkan matanya.

"Dimana dia?" tanya orang itu kemudian. Mungkin orang itu berpikir Yifan tau keberadaannya. Karena terakhir laki Yeoja itu ditemukan adalah saat berada apartemen Yifan.

"Aku tak tau, aku sudah membiarkannya pergi! huhh! baiklah akan kubawakan mayat medusa, dengan begitu masalah beres kan?" tanpa menunggu persetujuan dari Jang Ro selaku ketua senat, Yifan bergegas pergi dari ruangan itu.

"Haha sifat keras kepala Yifan-nim sama persis dengan Min Hyung-nim," kekehnya seraya melihat kepergian Yifan.

"Jang Ro-nim, apa anda yakin benar yeoja itu adalah Choi Minki?" tanya Chanyeol berusaha memastikan.

"Kenapa?"

"50 tahun sudah berlalu, kenapa dia baru muncul sekarang jika ia ingin membalas dendamnya? Harusnya banyak kesempatan yang dia ambil kan?"

"Kalau masalah itu kami tak tau mengapa, tapi yeoja itu benar-benar mirip dengan Choi Minki, dan mudah saja baginya terlihat muda, dia meminum begitu banyak darah terasuk darah Min Hyung-nim, tolong berhati-hatilah padanya, sangat mudah baginya membuat siapapun jatuh cinta," ucapnya memperingatkan.

"Terima kasih atas nasihat anda, saya pergi dulu," Chanyeol pun membungkukkan badannya dan bergegas pergi dari sana.

"Chanyeol-nim! tolong terima ini," orang itu berjalan menghampiri Chanyeol dan menyerahkan sebuah pistol.

"Pistol yang dirancang khusus untuk membunuh vampire?" tanya Chanyeol seraya mengamati benda di tangannya.

"Kalau anda bertemu yeoja itu, anda harus membunuhnya tanpa ragu, kalau tidak anda akan jatuh kedalam perangkap medusa dan ia akan membunuh anda,"

Kini Chanyeol diliputi kegalauan. Ia masih belum percaya kalau Baekhyun adalah medusa itu. Tapi mengingat keanehan yang terjadi pada tubuh Baekhyun, itu mungkin saja. Lalu sekarang apa yang harus ia lakukan?

TBC

Emm sekian dulu, Aku baca berulang-ulang tapi kok, bagian yang seharusnya lucu jadi tak Lucu karena penulisanku yang ancur banget, maaf ya~

Terima kasih yang sudah setia membaca dan meninggalkan jejak,

Sampai jumpa di chap selanjutnya

-Salam damai inchan88-