Chapter 19

Baekhyun, Irene dan Zelo akhirnya tiba di kediaman keluarga Oh setelah sebelumnya harus tertunda karena kedatangan Jongin yang tak terduga itu.

"Kami adalah teman sekolah Sehun, kami datang untuk menjenguknya!"

"Halo selamat datang," Seorang Ahjuma paruh baya membuka pintu rumah Sehun dan menyambut tamunya dengan ramah.

"Sehun sedang tidur setelah pulang sekolah," ucapnya saat mengantar mereka menuju kamar Sehun.

"Sekolah?"

Tentu mereka terkejut, yang mereka tau Sehun tak pernah datang kesekolah hari ini.

"Ahh itu dia kamar Sehun," ucapnya sambil menunjuk sebuah pintu yang tertutup rapat itu. Setelahnya orang itu pergi meninggalkan mereka bertiga di depan kamar itu.

"Tadi dia bilang ke sekolah? Kemana sebenarnya dia tadi?" Tanya Irene sebelum mengetuk pintu kamar itu.

"Aku juga tak tau," Zelo pun menggidikkan bahunya.

Tok Tok Tok

"Sehun!"

Lama mereka menunggu, namun tak ada sahutan dari dalam kamar itu.

Cklek

"Apa benar dia sedang tidur?" Gumam Irene seraya membuka pintu kamar itu.

"Eh? Apa tak apa-apa kalau kita langsung masuk?" Baekhyun sedikit ragu saat akan masuk kedalam. Bukan apa-apa, dia hanya sungkan saja kalau masuk tanpa permisi.

Mereka masuk kedalam dan menemukan Sehun masih tidur di ranjangnya dengan selimut yang menutupi tubuhnya hingga sebatas leher.

"Dia tidur seperti orang mati," gumam Irene seraya mengamati wajah terlelap Sehun.

"Mungkin dia tak tidur semalaman," ucap Zelo dengan raut wajah prihatin.

"Kalau benar dia tak tidur semalaman, masuk akal juga kalau dia tidur seperti orang mati seperti itu,"

"Dia baru saja mengalami penolakan, dia pasti syok,"

"Ya sudah kita pulang saja," Zelo pun keluar terlebih dahulu.

"Iya kurasa dia butuh istirahat," Irene pun segera menyusul saudaranya meninggalkan kamar itu. Baekhyun pun mengekori mereka untuk keluar dari kamar itu.

"Baekhyun?"

Samar-samar Baekhyun mendengar suara Sehun memanggilnya, ia pun menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya. Benar saja, Sehun sudah terduduk di ranjangnya dengan mata sayu.

"Ah! Sehun?" Baekhyun pun tersenyum senang melihatnya. Tanpa disangka Sehun beranjak dari ranjangnya dan memeluknya erat.

"S-sehun?" pekik Baekhyun terkejut. Tapi kemudian ia merasa seperti ada yang salah. Tangan Sehun seperti menggantung keatas. Ia segera melepaskan rengkuhan Sehun. Dan terkejutlah ia saat melihat apa yang Sehun pengang.

"A-APA YANG KAU LAKUKAN? Ahh!" Oh ya ampun, Sehun berniat menusuknya dengan sebilah pisau, kalau saja ia tak lekas menghindar, pisau itu pasti sudah bersarang di tubuhnya. Meskipun begitu pergelangan tangannya sempat tergores dan mengeluarkan darah.

"APA YANG KAU LAKUKAN!" Baekhyun langsung melayangkan pukulannya di pipi Sehun. Apa yang terjadi pada Sehun? Kenapa namja itu tiba-tiba memeluknya dan berniat menusuknya dengan sebilah pisau.

"Ada apa ini?" Irene datang tepat saat Sehun tumbang ketanah setelah Baekhyun memukulnya.

"Apa kau baik-baik saja Sehun?" Tanyanya seraya membantu Sehun berdiri.

"Oh! Kalian datang juga?" Tiba-tiba ekspresi Sehun berubah biasa saja seolah tak terjadi apa-apa.

"Kita tamu tak diundang ya?" Ucap Zelo sambil terkekeh pelan.

"Kami hanya menghawatirkanmu," ucap Irene seraya mempoutkan bibirnya.

"Terima kasih," ucap Sehun sambil tersenyum tipis.

"Hemh, tak usah berterima kasih kalau kau tak sungguh-sungguh mengatakan itu!" Irene kembali mempoutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya yang bersemu merah. Dasar tsundere.

"Itu tak benar, bagaimanapun juga kalian tetap teman-temanku,"

'Ada yang salah, dia tiba-tiba bangun dan memelukku, lalu sekarang dia kembali normal seolah tak terjadi apa-apa,' memang aneh, Baekhyun merasa ada yang tak beres dengan Sehun, bahkan sepertinya Irene pun ikut merasakannya.

"Baekhyun maafkan aku, mungkin aku tadi belum sepenuhnya sadar, kau tak apa-apa kan?" tanyanya dengan raut wajah khawatir. Baekhyun tak tau apakah itu tulus atau tidak.

"APA?"

Greb

"Aku akan merawat lukamu,"

"Ahh!" pekiknya saat Sehun meremas luka dipergelangan tangannya.

"Kau berdarah?" tanyanya dengan raut wajah terkejut. Baekhyun sungguh tak mengerti dengan sikap aneh yang Sehun tunjukan. Dia yang menggerosnya tapi dia sendiri yang terkejut saat darah keluar dari pergelangam tangan Baekhyun. Sungguh aneh.

"Tak apa-apa kok, ini hanya luka sedikit," ucap Baekhyun maklum. Dalam hati ia bertanya-tanya, ada apa sebenarnya? kenapa Sehun semakin bersikap aneh?

"Bagitukah? Karena kalian sudah ada disini, ayo kita makan bersama-sama,"

"Apa tak terlalu merepotkan?" Tanya Irene sungkan.

"Tak apa-apa kok, santai saja, aku akan meminta Ahjuma memasakan sesuatu untuk kita," ucap Sehun seraya berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan ketiga temannya.

"Untuk seseorang yang baru saja ditolak, dia terlihat baik-baik saja," ucap Zelo seraya melihat punggung Sehun yang menghilang dibalik pintu.

"Mungkin dia merasa tak ditolak," ucap Irene seraya memicingkan matanya kearah Baekhyun.

"Tak mungkin, aku sudah menyadarkannya kemarin kalau di hanya mainanku saja," ucapnya panik saat melihat tatapan intimidasi yang Irene layangkan.

"Apa mungkin dia bertingkah aneh karena ditolak?" Tanya Irene seraya mengeryitkam alisnya.

"Tak terlihat seperti itu," jawab Zelo acuh.

0

0

Saat ini mereka sudah berada dimeja makan. Mereka menyantap makanan yang disediakan dengan hikmat. Tapi anehnya saat Baekhyun ingin minum, gelas di depannya itu kosong dan tak ada teko air yang tersedia di meja itu.

"Huhh?" Gumam Baekhyun seraya mengangkat gelas kosong itu.

"Oh kau mau minum?" Tanya Sehun seraya beranjak dari sana.

"Iya,"

Yang mereka lihat Sehun memang mengambilkan teko air minum, tapi bukan menuangkannya di gelas Baekhyun, namja itu malah menuangkannya di atas kepala Baekhyun.

Byur

"Ahh!" Rambut dan baju Baekhyun basah seketika. Iapun segera beranjak dari tempat duduknya. Sungguh Baekhyun tak tau apa mau Sehun.

"Huft,"

"Kau basah ya? Ayo buka bajumu!"

"HEI!" apa-apaan, bukannya minta maaf Sehun malah mau membantu membukaan bajunya.

Deg

"APA YANG KAU LAKUKAN!" Seru Baekhyun seraya menyilangkan tangannya di depan dada.

"AH! Maafkan aku!" Sehun terlihat syok begitu melihat bagian dada Baekhyun yang berhasil ia singkap. Bahkan duo Bae itu pun sama terkejutnya dengan Sehun.

"Apa itu di dadamu?" Tanya Irene seraya meranjak dan berjalan mendekati Baekhyun.

"T-tak ada apa-apa!" Baekhyun cepat-cepat menurunkan bajunya kembali setelah sebelumnya berhasil disingkap oleh Sehun.

"Terlihat seperti kain perban?" Gumam Zelo tak yakin.

"Kenapa ada perban di dadamu?" Tanya Irene penuh selidik.

"Kau! Kau yeoja ya?" Tanya Zelo seraya menunjuk wajah Baekhyun.

"Eh? B-bu-bukan!" Baekhyun panik seketika saat ketiga orang di depannya seperti sedang mengintimidasinya. Apa yang harus ia lakukan sekarang? sebentar lagi penyamarannya pasti terbongkar.

Greb

"Ahh! APA YANG KAU LAKUKAN?" Seru Baekhyun saat tanpa diduga Irene menyentuh dadanya dengan kedua tangan. Iapun segera menjauhi Irene dan menyilangkan tangannya di depan dada.

Greb

"Ahh!" Sekali lagi Irene menyentuh barang privasinya yang lain. Oh ya ampun, sepertinya yeoja di depanya ini sudah tak waras. Bagaimana bisa dengan santainya ia menyentuh barang privasi milik orang lain. Tadi dadanya, sekarang bagian bawahnya. Untung yang dipegang adalah Mrs V lalu bagaimana kalau Mr P nya. Bahkan Sehun dan Zelo sudah berkeringat dingin melihat tindakan tak senonoh yang Irene lakukan.

"K-kau yeoja?" Seru Irene dengan wajah terkejut.

Baekhyun hanya terdiam kaku dan tak bisa melakukan apa-apa. Rahasianya sudah terbongkar sekarang.

"Jadi karena itu wajahmu begitu cantik?karena kau sebenarnya yeoja?" Ucap Irene seraya berdecit pelan.

"Ah jadi begitu, aku mengerti sekarang," Zelo pun menganggukan kepalanya tanda mengerti.

"Tak mungkin, ternyata dia benar," gumam Sehun dengan ekspresi syok yang masih menghiasi wajahnya.

"Dia?"

"Baekhyun, kau berubah menjadi vampire?" Tanya Sehun dengan tatapan sendu.

"DARI MANA KAU TAU?" Baekhyun sungguh tak menyangka Sehun mengetahui rahasianya. Siapa sebenarnya orang yang sudah memberintahu Sehun.

"Ada seseorang yang datang padaku, dia mengembalikan ingatanku, awalnya aku tak bisa mempercayai ceritanya, tapi-"

"Siapa dia?"

"Aku tak tau, aku juga baru kali ini bertemu dengannya," ucapnya seraya menghela nafasnya.

"Mengembalikan ingatanmu? Apa maksudnya?" Irene yang tak tau menau tentang penghapusan ingatan Sehun itu pun mengeluarkan suaranya kembali.

"Dia juga bilang kalau kalian berdua juga vampire,"

"APA? Siapa orang yang-"

"Oh memberi tahu tentang ku bukan langkah yang tepat,"

Tiba-tiba orang yang bersangkutan sudah ada di antara mereka.

"Siapa kau?"

"Dia! Dia yang memberi tahu semua itu!"

"Apakah kau-" Zelo tak meneruskan ucapannya karena Irene memotongnya.

"Oh kau tau orang ini?" Tanya Irene seraya menatap saudaranya.

Dengan santainya orang itu duduk di sofa milik Sehun.

"Maaf ya, tapi kalian harus melupakan semua ini,"

Tak tau apa yang dilakukannya, tapi sejenak tubuh Irene dan Zelo sempat membeku lalu kembali normal lagi.

"Ah! Mari kita pulang, sebelum Sehun terbangun karena kita," ajak Irene seraya berjalan menuju pintu rumah Sehun yang terbuka.

"Hah? Kenapa mereka?" Baekhyun sekalipun dibuat kebingungan saat duo Bae itu pergi begitu saja.

"Aku tak percaya ini, mereka langsung pergi?" Pekik Sehun tak percaya.

"Mereka hanya ingat saat mereka datang kesini dan saat melihat Sehun tertidur," jawab orang itu seraya mengerlingkan matanya.

"Kudengar hanya vampire level tinggi yang dapat menghapus ingatan? Tapi kalau ingatan vampire-"

"Bukan kah kau lebih tertarik mengenal identitasmu sebenarnya daripada menganalisa siapa aku?" Tanya orang itu seraya menunjuk Baekhyun.

"Identitasku?" Tentu Baekhyun sangat tertarik dengan itu. Ia sendiri sering bertanya-tanya akan hal itu.

"Ada misteri lain selain Baekhyun yang berubah menjadi vampire?" Sehun pun ikut tertarik ingin mengetahuinya.

"Emm dia memang berubah dari manusia menjadi vampire, dan yang lebih menarik lagi dia bisa berubah menjadi vampire yang haus akan darah vampire lain,"

"Tentu saja, aku sendiri khawatir kenapa aku bisa berubah menjadi monster yang haus akan darah," ucap Baekhyun miris seraya memandang tangannya sendiri.

"Kau bukan monster, kau hanya mewarisi takdir malang ibumu," ucap orang itu sambil tersenyum misterius.

"K-kau kenal ibuku?"

"Tentu saja aku kenal, sekarang dia hidup di dalam tubuhmu," ucapnya sambil menunjuk tubuh Baekhyun.

"Huh?"

"Saat kau berubah menjadi vampire yang haus akan darah itulah ibumu," seolah tau raut bingung Baekhyun, orang itupun menjelaskannya.

"Apa kau bilang?"

"Akan kuceritakan tentang ibumu,"

Orang itupun menceritakan apa yang ia tahu tanpa terkecuali dan Baekhyun mendengarnya dengan ekspresi terkejut.

"Tak mungkin ibuku membunuh Chongsu terdahulu!"

"Setelah itu dia menghilang, dan saat itu dia sedang mengandungmu," ucap orang itu masih dengan ekspresi yang sama.

"Bagaimana dengan ayahku?"

"Ayahmu adalah satu-satunya yang dicintai ibumu, ayahmu dibunuh oleh Chongsu saat itu, setelah membalaskan dendam ayahmu, ibumu menghilang, saat itu ia baru tahu kalau dia sedang hamil, dia mengandungmu selama 30 tahun,"

"30 tahun? Apa itu karena dia seorang vampire?" tanya Baekhyun dengan raut wajah terkejut. Bagaimana mungkin? itu sungguh tak masuk akal.

"Tidak, untuk seorang vampire harusnya itu tak masuk akal, ibumu adalah kasus khusus karena dia telah selamat dari gigitan vampire, bagaimana dia bisa mengandungmu selama 30 tahun, dan bagaimana kau berubah dari namja menjadi yeoja, sebelum melahirkanmu ibumu bilang,"

"Aku akan memberikan dua kehidupan untuk anakku, dia akan menjadi seorang manusia namja biasa, dan akan menjadi vampire yeoja kalau sampai dia digigit oleh vampire, saat itu kehidupan manusianya akan berakhir, dan saat itu terjadi anakku akan membalaskan dendam kusumatku! Dia akan membunuh Chongsu dan keturunannya, aku sendiri yang akan menuntunnya membalas dendamku, untuk memastikan itu terjadi, aku telah menyimpan tenagaku selama 30 tahun,"

"Sekarang aku bisa melahirkannya dan mengorbankan nyawaku untuknya, tapi biar bagaimanapun juga aku masih berharap anakku dapat menjalani kehidupan normalnya dan tak akan pernah bertemu dengan seorang vampire,"

"Setelah itu ibumu melahirkanmu dan meninggal," ucap orang itu mengakhiri ceritanya.

"Ibuku menyerahkan nyawanya untuk melahirkanku?" tanya Baekhyun dengan tatapan kosong. Ia masih terlalu syok memgetahui semua itu.

"Tapi tak adakah cara untuk menghentikan ibunya yang ingin membunuh keluarga Chongsu?" Sehun yang sejak tadi terdiam pun akhirnya angkat bicara.

"Tentu saja ada,"

"OH YA? BAGAIMANA CARANYA?" tanya Baekhyun tak sabaran. Kalau ada kemungkin itu tentu itu akan sangat membantunya. Ia juga tak mau kalau tubuhnya terus dikendalikan oleh ibunya.

"Kalau kau membuat perjanjian darah dengan seorang manusia, maka kau tak akan berubah menjadi vampire yang haus akan darah lagi,"

"Perjanjian darah dengan seorang manusia?" tanya Baekhyun seraya memgeryitkan alisnya.

"Seorang vampire melakukan perjanjian darah dengan manusai, itu berarti dia berjanji hidup selamanya dengan manusia itu,"

"Jadi seperti pernikahan ya?" tanya Sehun kemudian.

"Mirip seperti pernikahan, tapi perjanjian itu lebih sakral dan mengikat, setelah melakukan perjanjian darah, vampire dan manusia itu tak dapat dipisahkan, kalau ada yang mencoba memisahkan mereka, vampire dan manusia itu akan mati, karena itu tak banyak vampire yang mau melakukan itu,"

"Tapi kalau harus melakukan perjanjian darah dengan manusia aku rasa tak bisa," gumam Baekhyun tak yakin. Memangnya dengan siapa dia akan melakukan perjanjian darah?

"Kenapa tak bisa? Calonnya sudah ada disampingmu," Seolah tau apa yang Baekhyun pikirkan, dengan santainya orang itu menunjuk Sehun yang ada disampingnya.

"Eh?" Baekhyun dan Sehun pun saling pandang dengan ekspresi terkejut.

"T-tak mungkin, dia kan temanku!" Tolaknya panik.

"Mari kita lakukan perjanjian itu!" ucap Sehun dengan wajah serius.

"APA?"

"Aku bersedia menjadi pasanganmu seumur hidup," ucap Sehun dengan pipi yang bersemu merah.

"Apa yang kau bicarakan? Bukankah kita hanya teman?"

"Saat kau namja kita memang teman, tapi sekarang kau yeoja, dan aku telah jatuh cinta padamu,"

"A-apa? aku?" Baekhyun terkejut. Ia tak percaya Sehun yang dalam keadaan normal bisa mengatakan itu.

"Akan lebih baik kalau kalian berdua melakukan berjanjian darah itu,"

"Apa?"

"Karena itu solusi terbaik untuk semua orang, kalau kau menolak ibumu akan mengambil alih tubuhmu lagi, makin lama makin kuat dan akhirnya dia akan membunuh keluarga Chongsu,"

"T-tapi-"

"Apakah ada orang yang lebih pantas untuk melakukan berjanjian darah denganmu?"

"I-itu, itu tak ada," ucap Baekhyun sambil menundukan kepalanya.

"Kalau begitu masalahnya selesai kan? Tak ada orang lain yang lebih mengerti dan mencintaimu seperti dia,"

"Baekhyun aku akan membuatmu bahagia," ucap Sehun sambil menggenggam tangan Baekhyun. Sementara Baekhyun hanya menatapnya dengan tampang horor.

"TIDAK! AKU TAK MUNGKIN MELAKUKAN PERJANJIAN DARAH DENGAN ORANG YANG SUDAH KUANGGAP KAKAKKU SENDIRI!" Baekhyun pun segera menepis tangan Sehun dan segera berlari dari sana.

"Baekhyun!" Serunya saat Baekhyun keluar dari rumahnya.

"Huhh dia tak bisa membuat keputusan yang tepat, sama seperti ibunya, ternyata tak semudah itu menyelesaikan masalah ini," Gumam orang itu seraya menghela nafas.

Baekhyun terus berlari dan berlari sampai tibalah dia di dalam kamar asrama. Dia berdiri didepan pintu sambil termenung.

'Sehun adalah sahabat yang sudah kuanggap seperti kakakku sendiri, bagaimana bisa aku melakukan perjanjian darah dengannya, yang ku inginkan adalah Chanyeol,' ucapnya sendu.

Brak

"AGH!"

"Baekhyun kau sudah kembali!"

"Tolong ketuk dulu pintunya sebelum masuk!" ucap Baekhyun kesal seraya mengusap kepalanya. Salahkan Yifan yang membuka pintu sembarangan hingga membuat Baekhyun terjerembab dilantai.

Greb

"Ikut aku!"

"Hei! Mau kemana sih?" Protesnya saat Yifan menyeretnya keluar kamar.

"Kenapa tergesa-gesa sekali sih? Padahal cuma mau kekamarmu!"

Baekhyun kira Yifan akan membawanya kemana, tak taunya ia hanya dibawa kekamar asramanya.

0

0

"HAH? apa apaan ini!"

Oke, Yifan memang membawanya kekamar asramanya. Tapi masalahnya, kedu tangan dan kakinya diborgol dengan posisi tubuh berdiri menghimpit dinding.

"Apa yang kau lakukan?" Baekhyun mencoba berontak, tapi sekeras apapun ia mencoba itu hanya akan berujung sia-sia.

"Sekarang mari kita buka kacamata ini," perlahan Yifan melepas kacamata itu dan tersenyum puas setelahnya

"Haha aku tak percaya ini, mata indahmu tak terlihat dibalik kacamata ini," ucapnya seraya mengerlingkan matanya.

Baekhyun pun segera memalingkan wajahnya. Ia hanya tak mau Yifan melihat mata indahnya.

"Lepaskan aku! Permainan apa lagi yang ingin kau mainkan kali ini?"

"Permainan ya? Mungkin kata itu yang tepat untuk ini?"

"Apa?"

Bret

Dalam sekejap dada Baekhyun yang dililit perban itu terpampang jelas di depan Yifan.

"Apa-apaan ini! lepaskan aku sekarang!" Protesnya saat Yifan seperti berniat melecehkannya.

"Kenapa seorang namja menggunakan perban didadanya? Aneh sekali," ucapnya seraya tersenyum miring.

Baekhyun mulai was-was apalagi saat Yifan mendekat dengan pisau lipat di tangannya.

"Apa yang kau-? TIDAAAAAK!"

Perban di dadanya sudah terkoyak di tanah dan memperlihatkan buah dadanya yang tak terlalu besar itu.

Greb

"Bukan hasil operasi, aneh bukan, kenapa dadamu membesar seperti yeoja?" Untuk kedua kalinya dalam sehari buah dadanya sudah disentuh oleh orang lain. Yifan dengan tangan brengseknya meremas dadanya begitu saja.

"LEPASKAN TANGANMU DARIKU SEKARANG!" Baekhyun marah, sangat marah, kalau saja tangan dan kakinya tak terikat ia pasti sudah menghajar Yifan saat ini juga.

"Tak perlu malu, aku hanya memeriksa apakah ini asli atau bukan,"

"BAGAIMANA KAU TAU! KAU BUKAN DOKTER!" Sungguh ingin rasanya ia mematahkan tangan Yifan yang belum mau meninggalkan dadanya itu. Bukankah ini pelecehan namanya.

"Aku memang bukan dokter, tapi aku sudah ahli dalam hal ini," Tentu saja dia ahli, dia sudah bermain-main dengan banyak yeoja.

"DASAR SIALAN! LEPASKAN AKU ATAU KUBUNUH KAU!" Baekhyun frustasi saat Yifan terus memegangi buah dadanya.

"Bagaimana bisa seorang budak membunuh tuannya," akhirnya Yifan mau menjauhkan tangannya.

"AKU BUKAN BUDAKMU LAGI SIALAN!" umpatnya sambil menatap Yifan nyalang.

"Kalau begitu jawab pertanyaanku!"

"Pertanyaan?"

"Kapan kau berubah menjadi yeoja? Dan bagaimana mungkin kau berubah dari namja normal menjadi seperti ini?"

"Aku juga tak tau! setelah Chanyeol menggigitku aku berubah menjadi yeoja, lalu berubah menjadi namja, lalu menjadi yeoja lagi, aku tak tau kenapa!"

"Kalau begitu, aku akan bertanya pada orang yang mengerti alasannya," ucapnya sambil mengeluarkan smiknya.

"Apa?"

"Bagaimana caranya? Kau sepertinya akan berubah saat tertekan," ucapnya seraya mengeluarkan pisaunya kembali.

Creeees

"Ahhhh!" Yifan membuat garis vertikal didadanya dengan ujung pisaunya. Benar-benar namja yang kejam.

"HENTIKAN!"

Yifan sungguh kejam, tak taukah kalau rasanya sungguh sakit.

"Luka itu tak ada apa-apanya, kau akan sembuh dengan sendirinya, tapi kalau kau tak segera berubah, aku tak menjamin apa yang akan ku lakukan selanjutnya," ucapnya sambil tersenyum miring.

"AKU BUKAN KELINCI PERCOBAANMU!" ucap Baekhyun geram, tanpa sadar air matanya sudah menggenang.

Deg

"Huh?" Dadanya tiba-tiba berdetak kencang. Ia merasakan firasat buruk tentang ini. Sebenarnya medusa itu benar-benar akan keluar dan mengambil alih tubuhnya lagi.

Deg deg deg

"KAU TAK BISA-"

'TIDAAAAK!'

"Sudah mulai heh?" Yifan tersenyum puas saat melihat gelagat aneh yang Baekhyun tunjukan.

"AHH!" Dalam sekejap rambut Baekhyun memanjang dengan sendirinya.

"Ohho! Rambutmu!"

"Hehe memanggilku dengan sengaja ya? Aku jadi tersanjung,"

"Akhirnya kau datang juga, Medusa!"

"Akhirnya kau tau identitasku Park Yifan!" ucapnya seraya mengerlingkan matanya.

"Senat yang memberitahuku,"

"Tapi kenapa kau memanggilku setelah mengikatku seperti ini? Apa yang mau kau mainkan?"

"Keke apakah menanyaimu termasuk permainan?" Tanya Yifan seraya menganggat dagu Baekhyun.

"Apa yang mau kau tanyakan?" Tanyanya sambil tersenyum miring. Entah mengapa itu terlihat menyebalkan dimata Yifan.

"Aku memanggilmu bukan untuk bermain-main! Aku mau bertanya padamu, apa yang harus kulakukan agar kau mau keluar dari tubuh Baekhyun?"

"Ahahahahaha!"

"Hmph, aku tau kau tak mungkin mau mejawabku semudah itu, kalau begitu sepertinya kau harus di siksa untuk menjawab pertanyaanku,"

Di tangan Yifan kini sudah terdapat cambuk yang siap dilayangkannya untuk menyiksa tubuh Baekhyun.

"Aww! Aku tak suka disakiti!" Ucapnya saat Yifan melayangkan cambuknya sekali.

"Tenang saja, bagi vampire sakit seperti ini tak seberapa,"

"Baiklah, akan kuberitahu caranya, toh bukan rahasia besar," ucapnya sambil tersenyum miring.

"Apa?" Yifan cukup terkejut melihat Medua itu menyerah dengan mudahnya tanpa harus menyiksanya terlebih dahulu.

"Dia harus membuat perjanjian darah dengan manusia,"

"Perjanjian darah! Perjanjian untuk hidup bersama selama-lamanya?" Pekik Yifan terkejut. Tentu ia tau apa itu perjanjian darah.

"Tepat sekali,"

"Kalau dengan vampire bagaimana?" tanya Yifan kemudian.

"Tak bisa, harus dengan manusia,"

"DARIMANA PERATURAN ANEH ITU!" Ah! sepertinya Yifan memang berniat memiliki Baekhyun sejak awal. Mungkin kalau bisa dengan vampire, dia yang akan melakukan perjanjian itu dengan Baekhyun.

"Yang kucintai dulu adalah manusia, lalu dia dibunuh dengan kejam," ucapnya sambil tersenyum miris.

"Senat sudah menceritakan kisahku padamu, harusnya kau sudah tau, karena itu Baekhyun harus membuat perjanjian darah dengan manusia dan terus bersama-sama dengannya seumur hidup, kalau itu terjadi, aku akan pergi dari tubuhnya,"

"Kenapa kau ada dalam tubuh Baekhyun, ada hubungan apa kau dengannya?"

"Oh kau tak tau?" tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya.

"Para senat tak tau kalau kau bersembunyi di tubuh Baekhyun,"

"Tak memgagetkan juga sih, mereka tak tau apa yang terjadi padaku setelah aku melarikan diri dan bersembunyi, hanya orang itu saja yang tau," ucapnya seraya terkekeh pelan.

"Orang itu?" Yifan pun mengeryitkan alisnya kembali.

"Rahasia," ucapnya sambil tersenyum misterius.

Yifan pun mendesah pelan mendengarnya.

"Baekhyun adalah anakku,"

"Apa?" sekali lagi Yifan dibuat terkejut oleh yeoja itu.

"Aku telah mengandungnya selama 30 tahun, aku telah mengumpulkan tenagaku didalamnya,"

"Huhh! menggunakan tubuh anakmu sendiri untuk membalaskan dendam kesumatmu, bukankah itu egois?" Ucap Yifan seraya memijit kepalanya yang terasa pening.

"YANG MEMBUATKU SEPERTI INI KAN PARA VAMPIRE ITU! KARENA KEEGOISAN SESEORANG AKU HARUS MRNJADI SEPERTI INI DAN KEHILANGAN ORANG YANG PALING KUCINTAI, AKU AKAN MENGHISAP DARAHMU SAMPAI KERING!" Tiba-tiba kemarahan menguasai medusa itu. Ia berontak dan siap menerkam Yifan kapan saja.

"Heh kau tak bisa menyerangku dalam keadaan seperti ini," senyum meremehkan pun tersungging dibibir Yifan.

"Argh!"

"Aku akan menghisap darahmu!" Ucap Yifan sambil menunjukan smiknya.

"APA?" Baekhyun melebarkan matanya terkejut.

"Kalau aku menghisap darahmu, kau tak akan bisa menyakitiku," ucapnya seraya menangkup pipi Baekhyun atau medusa itu.

"Kalau kau menghisap darahku katamu? Heh coba saja," senyum menantang pun Baekhyun tunjukan. Rupanya tadi dia hanya pura-pura yerkejut.

"Dulu memang gagal, tapi sekarang- ARGH!"

Entah mengapa tangan Yifan seperti mati rasa.

"Hehe mana bisa kau menghisap darahku," ucapnya sambil terkekeh pelan.

"K-kenapa?" Tanya Yifan seraya meremas kepalanya sendiri.

"Aku pernah menghisap darahmu, jadi kau tak bisa menghisap darahku tanpa seizinku! Sekarang tatap mataku!"

Mata Yifan langsung menuruti permintaan yeoja itu tanpa bisa mengelak.

"Aku ingin darahmu!"

"Uhh!" Ingin rasanya ia mengelak, tapi tubuhnya tak bisa diherakan.

"Aku membutuhkan darahmu!"

Dengan mudahnya Yifan menyodorkan lehernya dan Baekhyun langsung menghisap darahnya rakus. Yifan hanya bisa pasrah tanpa bisa melakukan apa-apa.

BRAK

"APA-APAAN INI! HENTIKAAAN!"

Chanyeol langsung menarik tubuh Yifan menjauh saat melihat Baekhyun tengah menghisap darah namja itu.

"Kenapa kau menggangguku Park Chanyeol!" Yeoja itu marah saat Chanyeol berhasil menggagalkan rencananya yang ingin menghisap habis darah Yifan.

"Aku sudah bilang, aku yang akan memberimu darah,"

"Apa urusanmu dengan darah siapapun yang ku hisap!"

Chanyeol seolah tak peduli dan melepas borgol di tangan dan kaki Baekhyun tanpa takut sedikitpun.

"APA YANG KAU LAKUKAN! DIA MASIH BERBAHAYA!" seru Yifan saat Chanyeol melepas semua borgol itu.

"Jangan khawatir, setelah menghisap darah dia akan tidur dan Baekhyun akan kembali,"

"Ahh akhirnya bebas," ucapnya sambil mengeliat pelan solah dia baru bangun tidur.

"Kenapa dia belum tidur?" Tanya Yifan seraya mengeryitkan alisnya. Bukannya tertidur yeoja itu malah menunjukan senyum yang menyebalkan.

"Aku tak ngantuk kok," ucapnya sambil mengerlingkan matanya.

"Darah yang kuminum baru sedikit, kalau aku minum sedikit lagi saja, baru aku tertidur, jadi beri aku darahmu lagi ya~" rengeknya seraya bergelayutan di leher Yifan.

"Apa?"

"Hmm kalau itu maumu, hidap darahku saja" Chanyeol segera menarik Baekhyun menjauh dari Yifan. Tentu saja Baekhyun dengan senang hati meraih tangan itu. Baginya darah siapapun itu asal dari kedua namja didepannya itu tak masalah.

"Tunggu dulu! Kalau kau ingin menghisap darah Chongsu dan keluarganya, kenapa kau harus meminum darah kami dulu, kenapa tak membunuh kami sekarang?"

"Pertanyaan yang bagus, itu karena tenagaku belum cukup untuk membunuh Chongsu,"

"Tenagamu belum cukup?" tanya Chanyeol tak yakin.

"Aku tak bisa menyerang Chongsu dalam keadaan seperti ini,"

"Jadi kau menghisap darah kami untuk mengumpulkan tenaga?" tanya Yifan dengan raut wajah tak suka.

"BINGO! Kalian adalah vampir dengan tingkat tinggi, darah kalian sama dengan darah dari 30 vampire biasa, apalagi sangat mudah bagiku menghisap darah kalian, aku sudah menjawab pertanyaanmu, kini beri aku imbalan," ucapnya sambil meraih tangan Chanyeol dan menancapkan taringnya disana. Tapi tak berapa lama kemudian ia melepasnya dan mengakibatkan Chanyeol terjatuh lemas ditanah.

"Darahmu baru dihisap kemarin kan? Aku hanya menghisap sedikit hari ini tapi kau sudah lemas begitu," ucapnya sambil tersenyum meremehkan.

"Aku akan segera memanggil kepala pelayan untuk memberimu transfusi darah," meskipun kerap kali mereka berselisih pendapat, namun nyatanya Yifan masih peduli dengan keadaan Chanyeol.

"Hoam, Cara ini bagus juga, kalau dia mau menerima darah dari manusia, dia akan segera bugar, tapi sepertinya dia tak mau melakukan itu, aku tidur dulu deh," setelah mengatakan itu Baekhyun menjatuhkan dirinya diatas ranjang Yifan dan langsung tertidur disana.

"Aku baik-baik saja," ucapnya sambil menepis tangan Yifan.

"Akhirnya dia tertidur," ucapnya sambil mendekati Baekhyun yang tertidur lelap, lalu seger menggendongnya ala penantin.

"Mau kemana kau? Kondirimu kan sedang lemah?" tanya Yifan dengan raut wajah khawatir.

"Aku tak akan pernah membiarkanmu menyentuh Baekhyun lagi," ucapnya posesif sambil membawa Baekhyun keluar dari sana. Tanpa ia sadari kalau pistol yang diberikan oleh senat padanya terjatuh saat akan mengangkat tubuh Baekhyun tadi.

TBC

Aku yakin reader-nim paham lah ya baca tulisanku yang hancur ini? Iya lah harus itu. Maklum saja aku masih abal-abal baru sekitar 2 bulan belajar nulis. Pemilihan katanya masih kurang tepat, masih kaku, harap maklum yaaaa T-T.

Sudah berusaha semaksimal memperbaiki tata bahasanya tapi hasilnya cuma kaya gini.

Ya gitu aja, sampai jumpa di chap selanjutnya.

-Salam damai inchan88-