Chapter 20
"Aku tak akan membiarkanmu menyentuh Baekhyun lagi,"
"Hey! Ini bukan saatnya mengurus urusan orang lain kan?" Yifan pun memandang remeh Chanyeol yang membawa Baekhyun pergi. Kemudian ia teringat luka di lehernya, terlihat ada dua luka bulat yang menunjol dan itu terasa jelas di tangannya ketika ia merabanya.
'Aku baru sadar kalau aku tak bisa menolak perintah Baekhyun, Ah bukan, medusa! Kalau dia mau, dia bisa saja membunuhku,' gumamnya seraya berjalan mendekati ranjangnya ketika kepalanya dirasa pening. Mungkin akibat dari Baekhyun yang menghisap darahnya.
'Chanyeol sepertinya rela menyerahkan segalanya untuk dia, cepat atau lambat nyawa Appa akan terancam, apa mungkin itu satu-satunya jalan? Hemm?'
Kemudian ia mengeryitkan alisnya saat mendapati sebuah pistol ada di tepi ranjangnya.
"Apa ini? Sepertinya Chanyeol yang menjatuhkannya, inikan pistol khusus untuk membunuh vampire, apa senat yang memberikannya?" Ia mengamati pistol itu dengan teliti sambil berpikir apa yang dapat ia lakukan dengan pistol ini.
000
Dengan perlahan Chanyeol membaringkan Baekhyun di ranjangnya lalu dia pun ikut berbaring disebelahnya. Ia belum sembuh benar, tapi Baekhyun sudah menghisap darahnya lagi. Tubuhnya benar-benar lemas saat ini, ditambah kepalanya yang juga terasa pusing.
"Baekhyun, kenapa semakin susah untuk melindungimu? aku tak bisa melakukan apa-apa selain memberimu darahku, aku merasa tak berguna," gumamnya sambil memandangi paras ayu yang sedang terlelap itu dari samping. Perlaham ia pun ikut memejamkan matanya menyusul Baekhyun kealam mimpi.
Krieeet
Tanpa sepengetahuan Chanyeol, Yifan masuk kekamarnya dan berhenti di samping ranjangnya.
"Aku tak boleh tergoda," gumamnya saat melihat wajah lelap Baekhyun yang seperti malaikat itu. Ia berusaha meyakinkan dirinya kalau di depannya kini adalah medusa yang dapat membahayakannya dan bukan Baekhyun, yeoja yang dicintainya, setelah yakin Yifan pun segera membidikkan pistol itu kearah Baekhyun.
"Selamat tinggal medusa!"
Klik
Plak!
"APA YANG KAU LAKUKAN!"
Dor!
Pistol itu berhasil Chanyeol singkirkan dari tangan Yifan, sementara pelurunya tampak menembus dinding. Kalau saja Chanyeol tak segera menendang tangan Yifan, mungkin peluru itu sudah bersarang dikepala Baekhyun.
"Enmmm," Gumam Baekhyun saat sepertinya ia merasa terganggu dengan suara tembakan.
Greb
Chanyeol langsung mencengkeram dagu Yifan kuat.
"KAU MAU MEMBUNUH BAEKHYUN! AKU TAK AKAN MEMAAFKANMU!" Serunya tepat di depan wajah Yifan.
Yifan pun segera mendorong tubuh Chanyeol karena ia tak merasa nyaman dengan itu.
"Ahh!" Chanyeol pun terjerembab dilantai.
"APA KAU MAU MEMBUNUHKU?" tanyanya sambil menatap Chanyeol tajam.
Tak menyiakan kesempatan itu, Yifan segera meraih pistol itu kembali dan membidik Baekhyun sekali lagi.
"HENTIKAN!" Sekali lagi Chanyeol berhasil menghentikan Yifan dengan menahan pergerakannya dari belakang.
"LEPASKAN AKU! aku tak mau penyihir itu membunuh kita!" Yifanpun berontak dan berhasil melepaskan diri.
Chanyeol pun tak mau kalah. Ia bergerak cepat menghalau pandangan Yifan dari Baekhyun dengan berdiri diantaranya.
"Aku tak akan membiarkannya membunuh kita!" Ucapnya berusaha meyakinkn Yifan.
"BAGAIMANA CARANYA? KAU TAU PENGARUH MEDUSA SEPERTI APA KAN?" Tentu Yifan tak percaya semudah itu kalau Chanyeol bisa menghentikannya. Apalagi ia tau kalau satu-satunya yang bisa menghentikan Baekhyun adalah perjanjian darah.
"Pasti ada cara menghentikannya tanpa harus membunuhnya!" Chanyeol pun mencoba percaya kalau pasti ada caranya dia bisa menghentikan Baekhyun.
"Memamg ada! TAPI APA KAU MAU MEMBUATNYA MELAKUKAN PERJANJIAN DARAH DENGAN MANUSIA?" Seru Yifan seraya menunjuk Baekhyun.
"I-itu," Chanyeol kehilangan kata-katanya. Ia terlalu terkejut mengetahui hal itu. Bagaimana mungkin dia bisa membiarkan orang yang dicintainya melakukan perjanjian darah dengan orang lain.
"LEBIH BAIK DIA MATI SAJA DARI PADA DIA JATUH KEPADA NAMJA LAIN!" Ah jadi karena itu Yifan berniat membunuh Baekhyun. Ia tak rela melihat Baekhyun bersama orang lain. Yah begitulah Yifan dengan segala kelicikannya.
Sekali lagi Yifan membidiknya dan Chanyeol pun kembali menghadangnya.
"TIDAAK!"
"Minggir!" Yifan yang kesal pun langsung melayangkan pukulanya kewajah Chanyeol.
Buagh!
Chanyeol pun terjerembab di tanah akibat pukulan Yifan yang tak main-main.
"KENAPA? KENAPA KAU SAMPAI SEPERTI INI HANYA DEMI DIA? KENAPA KAU RELA MAU MEMBUANG NYAWAMU DEMI ORANG ITU HAH!" Yifan marah, ia sangat marah dengan pekikiran Chanyeol yang menurutnya sangat bodoh. Bagaiman bisa namja itu rela memberikan nyawanya untuk Baekhyun. Secinta-cintanya dia pada Baekhyun, ia tak akan mungkin mau melakukan hal yang sama dengan Chanyeol.
"Takdir," jawab Chanyeol singkat.
"APA?"
"Ini adalah takdirku, karena dia adalah jodohku, aku akan melindunginya dari apapun, karena dia adalah jodohku," senyum tulus tersungging di bibir Chanyeol membuat Yifan semakin muak. Iapun segera menyingkirkan tangannya hingga membuat tubuh Chanyeol kembali merosot ketanah.
"DASAR BODOH!" Setelah mengatakan itu, Yifan pergi dari kamar itu.
Setelah kepergian Yifan, Chanyeol kembali mendekati Baekhyun dan membenarkan letak selimutnya.
"Kau adalah belahan jiwaku Baekhyun," ucapnya sembari menundukan wajahnya.
Cup
Chanyeol pun mengecup bibir Baekhyun dengan lembut.
'Meskipun kau membahayakan nyawaku, aku akan tetap melindungimu karena kau adalah belahan jiwaku,' ucapnya dalam hati seraya menjauhkan wajahnya.
0
"Jodoh? Heh konyol sekali, kalau rasa cinta terhadap penyihir itu takdir,"
Pyar!
Kaca jendela itu hancur di tangan Yifan.
"Maka aku yang akan menghancurkan takdir itu,"
000
"Hoamm, aku tertidur lagi," Baekhyun tampak mengeliat setelah bangun dari tidurnya keesokan paginya.
"Eh? CHANYEOL!" Baekhyun segera turun dari ranjangnya saat mendapati Chanyeol terbaring lemas di lantai.
"Kau pucat sekali! Apa yang-"
Brak
"Kepala pelayan! Chanyeol-"
Jongde segera menghampiri Chanyeol dan meletakkan kepala namja itu di pahanya. Kekhawatiran jelas mewarnai wajah Jongdae saat ini.
"Kenapa Chanyeol bisa seperti ini?" Tanya Baekhyun dengan raut wajah khawatir.
"Dia butuh transfusi darah," jawabnya seraya mengngkat tubuh Chanyeol.
"I-ini aku-"
"Tak perlu!"
"Kenapa?"
"Menurutmu ini salah siapa?"
Deg
Pandangan Jongdae begitu menusuk dan mengintimidasi. Bahu Baekhyun menegang seketika.
"I-ini salahku?" Gumamnya dengan raut wajah yang masih syok.
"Chanyeol-nim bilang kau menghisap darahnya lagi, tak ada yang tahan jika darahnya dihisap sesering ini, Chanyeol-nim pun tak akan bisa tahan,"
Deg
Ucapan Jongde terdengar penuh penekanan dan menusuk. Membuat Baekhyun merasakan perasaan bersalah yang teramat.
"Keberadaan anda membahayakan Chanyeol-nim,"
Lutut Baekhyun melemas Seketika. Tubuhnya pun merosot kelantai sepeninggalan Jongdae dari kamar itu. Hati Baekhyun serasa bagai ditikam berkali-kali saat mendengar Jongdae mengatakan itu.
"Keberadaanku membahayakan Chanyeol, apa yang harus kulakukan? Chanyeol bisa mati karena aku,"
Saat ini Baekhyun benar-benar dilema. Apa yang akan dilakukannya sekarang? Ia tak ingin melakukan perjanjian darah itu, yang ia inginkan adalah Chanyeol, tapi jika ia di dekat Chanyeol, nyawa namja itu dalam bahaya.
000
Sementara itu, disebuah rumah yang lumayan mewah, Seulgi tampak duduk termenung di sofa rung tamu rumahnya. Entah apa yang dipikirkannya, tapi raut wajahnya terlihat begitu sedih.
"Seulgi!"
"Oppa! Kapan Oppa datang?" Melihat kedatangan kakaknya, Seulgi pun segera menghampiri kakaknya.
"Haha baru saja," ucap Daniel sambil mengacak sayang rambut seulgi.
"Oppa pulang sebentar untuk mengurus bisnis ya?" Tanyanya dengan nada ceria.
"Tidak, aku sudah meninggalkan studiku di Amerika dan menetap kembali disini," jawabnya seraya tersenyum tipis.
"Apa? Kenapa Oppa meninggalkan kuliah Oppa di sana?"
"Sebenarnya Appa yang menyuruhku dan memintaku cepat kembali,"
"Appa?"
"Ini sebenarnya rahasia, tapi kita para vampire sedang dalam bahaya, kata Appa ada seorang vampire yeoja yang memburu nyawa Chongsu, Chanyeol dan Yifan,"
"APA? Itukan konyol sekali! Tak mungkin ada vampire yang dapat membunuh mereka!" Pekik Seulgi terkejut. Tentu saja dia tak percaya semudah itu, karena yang ia tau Chongsu dan keluarganya adalah vampire terkuat.
"Hmm namanya medusa, katanya dulu dia pernah membunuh Chongsu terdahulu, dia dipanggil medusa karena tak ada yang dapat lepas dari pesonanya setelah menatap mata medusa itu,"
"Medusa?" gumam Seulgi seraya mengeryitkan alisnya.
"Appa memanggilku untuk berjaga-jaga disini,"
"Tapi kenapa?"
"Kau tau kan? Keluarga kita berada dalam tingkat dua setelah keluarga Chongsu, jadi setelah Chongsu dan anak-anaknya mati aku yang akan menjadi Chongsu selanjutnya," ucap Daniel seraya menunjukan smiknya.
000
"Kemarin itu kita hanya kaget, kita tak menyangka itu akan terjadi," ucap Hansuk saat mereka ada di koridor sekolah.
"Iya betul, kita hanya kaget saja melihat wajahnya yang seperti yeoja," Donghoo pun membenarkan ucapan Hansuk.
"Kita harus mengerjainya hari ini!" Ucap Hyunbin dengan semangat yang berapi-api.
"IYA! Hehehe!"
0
0
Mereka pun memutuskan mengerjai Baekhyun sekali lagi dengan berjaga-jaga dari lantai 2.
"Itu dia datang!" Seru Hansuk saat melihat Baekhyun di bawah sana.
"Siap!"
"Hyaaah!"
Byuur!
Bang!
"Hahahahaha!"
Sudah disiram air, dijatuhi ember pula. Emosi Baekhyun langsung naik seketika.
"HEHHH! DASAR IDEOT!" Baekhyun pun mengacungkan kepalan tangannya keatas dengan geram. Ingin rasanya ia menghacar 3 namja itu jika saja mereka ada di hadapannya. Namun sayangnya mereka ada di atas.
"UHH!" Dengan langakah dihentakkan, Baekhyun pun memutuskan menghampiri mereka bertiga.
0
0
Brak!
"Hahahaha! Tampan sekali kau Byun Baekhyun," Hyunbin tampak tertawa terbahak-bahak menertawai penderitaanya.
"Kau terlihat cocok dengan air kotor itu!"
"DASAR IDEOT!" Baekhyun pun menggulung bajunya dengan kasar dan semakin bernafsu menghancurkan wajah mereka dengan kepalan tangannya.
"Apa yang kau lakukan?"
"Ah!" Baekhyun segera memutar tubuhnya dan menemukan Yifan tengah berdiri di belakangnya.
"Y-YIFAN-NIM!" Pekik mereka ketakutan.
"Hoek bau apa ini? Kenapa busuk sekali? Apa pagi ini kau mandi di selokan?" tanya Yifan seraya menutup hidungnya.
"BUKAN BEGITU!" proter Baekhyun seraya menekuk wajahnya. Tentu saja ia tak terima dengan tuduhan yang Yifan layangkan.
"Hus hus! sana pergi mandi! kau bau busuk," dengan santainya Yifan Baekhyun.
"Apa? AKU BUKAN BUDAKMU LAGI!" teriak Baekhyun tepat di depan wajah Yifan.
"Byun Baekhyun! Lihatlah kau bicara dengan siapa!" Ucap Hyunbin memperingatkan. Karena menurutnya sikap Baekhyun terhadap Yifan itu sangatlah tak sopan untuk dilakukan seorang budak.
"Kalau kau tak mau mati, kau harus menuruti perintah Yifan-nim!"
"Kalau begitu kau bersihkan bukuku saja," ucap Yifan seraya melempar tasnya kewajah Baekhyun.
Baekhyun geram dan langsung mengembalikannya dengan melemparnya ke kepala Yifan.
"HEY!"
Bluk
"Eeeh!" Hyunbin dan teman-temannya pun menatap horor kelakuan Baekhyun. Bagaimana bisa Baekhyun seberani itu pada orang super kejam macam Yifan.
"Byun Baekhyun! Kau sudah gila ya?" Yifan pun memutar kepalanya dan menatap Baekhyun tajam.
Baekhyun sudah tak tahan lagi diperlakukan seperti ini. Iapun melepaskan kaca matanya dan membuangnya sembarangan.
"Aku sudah gila? HEYAAAA!"
Brak
Dengan emosi yang memuncak Baekhyun mengangkat salah satu meja dan membantingnya kelantai hingga hancur. Anak-anak yang ada di dekatnya pun segera berlari menjauh. Tentu saja mereka tak mau kalau sampai terkena amukan Baekhyun.
"Eeeeh!" Pekik Hyunbin dan teman-temannya dengan pipi yang bersemu merah. Untuk yang kedua kalinya mereka melihat wajah cantik Baekhyun.
"IYA! AKU MEMANG SUDAH GILA! JADI JANGAN-"
Seperti bom waktu emosi Baekhyun akhirnya meledak. Baekhyun tak dapat melanjutkan ucapannya dan langsung pergi begitu saja.
Yifan sempat terkejut melihat kemarahan Baekhyun, dan semakin terkejut ketika yeoja itu pergi begitu saja. Tak menunggu lama Yifanpun langsung mengejar Baekhyun.
"HEY!" Serunya saat Baekhyun berlari dengan cepat.
"Di-dia cantik sekali," ucap Donghoo dengan pipi yang bersemu merah.
"Dia menjadi seperti orang lain saat kaca matanya dilepas, cantik sekali,"
"HENTIKAN! JANGAN TERPANCING DENGAN KECANTIKAN PALSUNYA!" Seru Hyunbin pada kedua temannya dan menatapnya tajam.
"Ka-kami-,"
Tak ingin mendengar alasan dua temannya, Hyunbin pun segera memutar tubuhnya membelakangi keduanya.
"Aku kecewa dengan kalian, pergi dan tenangkan diri kalian!"
Dua manja itu pun memilih menuriti permintaan Hyunbin. Setelah dua temannya pergi, Hyunbin melihat kacamata Baekhyun yang tergeletak tak jauh dari kakinya. Ia pun segera memungutnya.
'Apa yang harus kulakukan? Aku jatuh cinta padanya,'
Jiah, nyatanya Hyunbin sendiri juga jatuh cinta pada Baekhyun, padahal tadi dia melarang dua temannya mengagumi yeoja itu. Dasar tsundere.
0
0
"BYUN BAEKHYUN! BERHENTI KAU!" Yifan terus mengejar Baekhyun yang berlari hingga kebelakang sekolah.
Bukannya berhenti, Baekhyun malah terus berlari hingga mencapai tepi danau. Tak menunggu lama yeoja itu berjalan memasuki danau hinggaair mencapai separuh badannya.
Tentu saja Yifan terkejut melihatnya dan langsung menyusul Baekhyun.
"HEI! BYUN BAEKHYUN!" serunya seraya meraih bergelangan tangan Baekhyun dan menariknya keair yang lebih dangkal.
"APA YANG KAU LAKUKAN? KAU MAU MATI YA?"
"IYA! AKU MEMANG MAU MATI!" Serunya seraya menepis tangan Yifan.
"A-apa?"
"KALAU AKU TETAP HIDUP, KAU DAN CHANYEOL AKAN MATI! APA KAU MASIH INGIN AKU TETAP HIDUP,"
Yifan kehilangan kata-katanya, ia sungguh tak mengira kalau Baekhyun juga mengetahui hal itu.
"Ini!" Baekhyun menyerahkan sebuah pisau pada Yifan.
"Ini-, Kenapa?" Yifan bingung kenapa Baekhyun memberikan sebuah pisau padanya.
"Ini pisau untuk membunuh vampire, bunuh aku dengan ini!" pintanya dengan raut wajah frustasi.
"Cepat bunuh aku!"
'Ini kesempatan untuk membunyhnya,'
Yifan langsung menerima pisau itu dan menggengamnya erat.
"Cepat bunuh aku! kau masih ingin hidup kan?"
Tapi Yifan malah membulatkan matanya saat Baekhyun meminta itu.
Greb
"SUDAH, BUNUH SAJA AKU!" Serunya seraya menarik tangan Yifan dan mengarahkannya kejantugnya.
"Ah!"
Yifan langsung menarik belati itu lagi dan melemparnya jauh kedasar danau.
"APA YANG KAU LAKUKAN? AKU MENYURUHMU UNTUK MEMBUHUHKU!"
Plak!
"HENTIKAN!" Seru Yifan seraya menampar pipi Baekhyun dengan keras.
"Kau adalah budakku! kau pikir aku akan membiarkanmu mati hanya karena kau menginginkannya!" Entah mengapa Yifan merasa sangat marah saat Baekhyun menginginkan sebuah kematin. Ada rasa tak rela dihatinya.
"Kalau kau memang tuanku, lakukn sesuatu! aku tak mau menjadi medusa lagi, Jangan biarkan aku menghisap darah Chanyeol lagi!" ucapnya Baekhyun seraya mencengkeram blazer Yifan dan memohon kepada namja itu. Tanpa sadar airmatanya sudah mengalir membasahi pipinya.
Greb
Yifan yang tak tahan pun langsung menarik tubuh Baekhyun dan membawanya kepelukannya.
"Huwaaaa!" tangis Baekhyun pun langsung pecah begitu Yifan memeluknya erat.
'Aku tak bisa membunuhnya, aku sama saja dengan Chanyeol, aku malah menjadi budaknya, bukan budak medusa, tapi budak Byun Baekhyun,' iner Yifan dalam hati.
Tanpa mereka sadari, Seulgi melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan sejak awal.
'Medusa,'
000
Saat ini Baekhyun berdiri di depan gerbang rumah Chanyeol. Ia tampak ragu untuk memencet bell rumah itu. Pandangannya menerawang saat Jongdae mengatakan kalimat demi kalimat yang begitu menusuk.
'Dia pasti tak suka kalau aku mengunjungi Chanyeol, sebaiknya aku mengintip dari luar saja.
Baekhyun pun memutuskan memanjat pagar rumah Chanyeol dan mengintip dari atas pohon. Dari atas sana ia dapat melihat Chanyeol yang masih terbaring lemas dengan sekantung darah yang memggantung ditiang infus.
'Gara-gara aku,' iner Baekhyun sedih.
Tapi kemudian ia membulatkan matanya saat melihat Seulgi memasuki kamar Chanyeol.
'Kang Seulgi!'
Yeoja itu tampak menunduk dan membelai pipi Chanyeol dengan lembut. Lalu tiba-tiba tatapan Yeonja itu beralih kearahnya. Baekhyunpun panik dan langsung bersembunyi di dedaunan.
Tanpa di duga, Seulgi membuka pintu kamar Chanyeol yang menuju ke balkom.
"Aku tau kau disana Byun Baekhyun!" serunya seraya melihat kearah Baekhyun.
"Ah Iya," pipi Baekhyun pun merah sempurna, karena dia ketahuan mengintip.
"Masuk! aku ingin memberimu sesuatu," ucapnya seraya menatap Baekhyun datar.
"Chanyeol tak pernah membutuhkan transfusi darah sebelumnya, kau tau apa yang terjadi?" tanya Seulgi dengan pandangan yang mengintimidasi.
"A-aku, aku-"
"Kau yang menyebabkan semua ini! iya kan?"
"I-itu," Baekhyun tak tau harus menjawab apa. Bahkan pandangan Yeoja itu saja sudah menusuk, dan itu harua ditambah dngan kata-kata tajamnya. Baekhyun sampai kehilangan kata-katanya.
"Kau medusa kan?"
"A-APA?"
Baekhyun cukup terkejut dengan itu, dari mana yeoja it tau. Rupanya sudah banyak yang tau rahasia dirinya.
"Awalnya kukira Chanyeol meyukai seorang namja, dan sama sekali tak masuk akal, tapi ternyata kau adalah medusa! semua jadi masuk akal sekarang, tak mungkin Chanyeol dan Yifan suka padamu kalau kau tak menggunakan pesona medusa,"
"A-apa?" Oh ya ampun, tidakkah kata-kata Seulgi sedikit keterlaluan? andai ia tau kalau Baekhyun tak pernah menginginkan hal itu.
Kemudain Seulgi mengeluarkan sebuah botol berbentuk bulat.
"I-ini?" Baekhyun tak tau apa itu, dan apa maksud Seulgi membiro itu untuknya.
"Racun untuk membunuh vampire," jawabnya enteng.
"Racun? kenapa kau-?"
"Aku mendengar percakapanmu dengan Yifan di Hutan sekolah kemarin, kau bilag kau ingin mati, kalau kau memang ingin mati, minum saja racun ini," ucapnya serua menyodorkan botol itu kearah Baekhyun.
Mata Baekhyun langsung membulat sempurna. Bagaimana bisa yeoja itu memintanya mati semudah itu? walaupun kenyataannya dia memang ingin mati.
"Kau mencintai Chanyeol kan? Kau sudah tau kalau kematian ini adalah untuk kebaikan Chanyeol,"
'Seulgi benar, kematianku akan menyrlamatkan Chanyeol, Yifan dan Changsu,'
Baekhyun pun segera membuka tutup botol itu dan mendekatkan kemulutnya.
Brak
"HENTIKAN SEMUA ITU!"
Yifan datang bagai pahlawan kesiangan. Namja itu tampak menatap Baekhyun tak suka.
"Ehh?"
"Park Yifan! kau-"
Greb
"Dasar Sialan! apa yang kau berikan pada Baekhyun?" tanya Yifan tak sabaran seraya mencengkeram tangan Seulgi kuat.
"Ahh!"
"Ada apa ini?" tanya Chanyeol ketika ia terbangun setelah mendengar keributan di kamarnya.
"Chanyeol!" pekik Baekhyun terkejut seraya memutar kepalamya.
"Yeoja ini memberikan racun ada Baekhyun!" jawab Yifan seraya menatap Seulgi tajam.
"APA! Apa itu benar?" tanyanya pada Baekhyun.
"I-itu," Baekhyun segera menyembunyikan racun itu dibalik Blazernya.
"Itu racun kan?" tanya Yifan pada Baekhyun.
"B-bukan!" jawabnya bohong. Tentu ia tak mau kalau rencananya kali ini gagal lagi.
"Berika racun itu," pinta Yifan bermaksud merogoh Blazer Baekhyun.
"APA YANG KAU LAKUAKAN?" seru Baekhyun seraya menyilangkan tangannya di depan dada. Tentu saja ia masih trauma saat Tangan itu menyentuh buah dadanya.
"Aku melihatmu menyembunyikannya! berikan padaku!"
"DASAR BRENGSEK! JAUHKAN TANGANMU DARIKU!" Teriak Baekhyun saat tangan Yifan berhasil masuk kedalam. Baekhyun geram saat tangan itu tak juga menjauh. Iapun segera menggigit tangan itu dengan keras persis seperti kucing liar.
"Arghh!"
"Kau pikir akau akan jatuh keperangkap yang sama? dasar Brengsek!"
"Ahh!" desah Baekhyun saat dirasajantungnya kembali berdetak kencang.
"Kau mau berubah lagi?" Tanya Chanyeol saat melihat Baekhyun memegangi dadanya.
"APA?" Pekik Yifan seraya melebarkan matanya.
"Ti-tidak-,"
'Kalau aku berubah lagi, aku akan menghisap darah Chanyeol lagi, dia bisa mati,'
Tanpa menungu lama iapun segra mengambil racun itu dan menenggaknya hingga tak bersisa.
"HEI!" Pekik Yifan dan Chanyeol bersamaan.
Seulgi pun tersenyum senang melihatnya.
"DASAR BODOH! MUNTAHKAN SEKARANG!" pinta Yifan seraya berusaha membuka mulut Baekhyun.
"Lepaskan aku!" seru Baekhyun seraya menepis tangan Yifan.
"Aku sudah meminum semuanya," ucapnya seraye tersenyum miris. Keringat dingin tampak keluar begitu banyak di dahi Baekhyun.
"KENAPA KAU MELAKUKAN ITU BAEKHYUN!" ucap Chanyeol marah seraya mengguncang bahu Baekhyun.
"Chanyeol, kalau aku hidup, aku akan menyusahkanmu,"
"BAEKHYUN!" Seru Chanyeol saat tubuh Baekhyun terhuyung lemas kearahnya.
"Selamat tinggal Chanyeol,"
"TIDAAAK! BANGUUUN!"
TBC
Tidaaak! hehehe
Tak lupa ku ucapakan terimakasih Banyak untuk reader nim setia My Boyfriend is A Vampire, jangan bosan-bosan yaaaa~
Sampai jumpa di Chap selanjutnya
-Salam damai inchan88-
