Chapter 21
"JANGAN BUANG WAKTU LAGI! TELEPON DOKTER HWANG SEKARANG!" seru Chanyeol seraya membopong tubuh Baekhyun dan segera membaringkannya di ranjang.
"KEPALA PELAYAN!" Seru Yifan tak sabaran.
"Tak ada gunanya memanggil dokter, racun itu tak ada penawarnya,"
"APA?" pekik Yifan dengan mata yang membulat sempurna.
"Dia akan mati perlahan-lahan, tapi tenang saja dia tak akan mati kesakitan," sudut bibir Seulgi pun terangkat.
"DIAM! BAEKHYUN TAK AKAN MATI!" Raut wajah frustasi jelas mewarnai Chanyeol saat ini. Kata-kata Seulgi semakin membuatnya mengkhawatirkan keadaan Baekhyun.
'Uhh!' Senyum Seulgi perlahan luntur setelah Chanyeol meneriakinya.
Brak
"ADA APA?" Tanya Jongdae dengan raut wajah khawatir.
"Cepat panggil dokter Hwang!"
"Sudah kubilang tak ada gunanya!" Seulgi pun meninggikan suaranya. Dia hanya gemas saja. Padahal jelas-jelas ia sudah mengatakan kalau racun itu tak ada penawarnya.
Greb
Yifan langsung menarik kerah baju Seulgi dan menatap bengis Yeoja itu.
"DASAR SIALAN! AKU AKAN MEMBUNUHMU KALAU SAMPAI BAEKHYUN MATI!" seru Yifan tepat di depan wajah Seulgi. Ingin rasanya ia menelan bulat-bulat yeoja di depannya ini. Benar-benar menyebalkan menurutnya.
"Haha dokter Hwang tak akan bisa menyelamatkannya, hanya satu orang yang bisa,"
"SIAPA/SIAPA?" Tanya Chanyeol dan Yifan bersamaan.
"Chongsu," jawab Seulgi sambil mengerlingkan matanya.
"A-APA/APA?"
Oh rasanya sangat mustahil kalau kalau yang dikatakan Seulgi itu benar. Tak mungkin Appanya mau menyelamatkan Baekhyun, disaat Baekhyun lah orang yang mengancam nyawanya.
"Vampire yang keracunan harus meminum darah dari vampire yang levelnya lebih tinggi darinya," jelas Seulgi kemudian
"Hanya Appa yang bisa-"
"Menyelamatkan Baekhyun?" sambung Yifan dengan raut wajah resah.
"Itu tak mungkin! Chongsu akan mengenalinya dan tak akan mau menyelamatkannya," ucap Jongdae mewakili apa yang Chanyeol dan Yifan pikirkan.
"Kalian tau kan? apa artinya kalau sampai dia meminum darah Chongsu? Dia akan menjadi satu level dengan Chongsu, dan bukan hanya itu, dia akan menjadi cukup kuat untuk membunuh Chongsu," senyum miring pun tersungging di bibir Seulgi.
"Itu benar,"
"Appa/Appa!" pekik Chanyeol dan Yifan secara bersamaan saat melihat Appanya muncul di depan pintu kamar itu.
"Chongsu," Jongdae dan Seulgi pun membungkukkan badannya memberi hormat kepada ketua mereka.
"Keadaannya keritis," ucap Yunho seraya memegang dahi Baekhyun.
"Dia baru saja meminum racun,"
"Kita butuh darah Appa," pinta Yifan kemudian.
"Chongsu! yeoja itu adalah medusa! anda tak bisa menyelamatkannya!" seru Seulgi seraya menunjuk kearah Baekhyun.
Greb
"Aku sudah bilang dari tadi! TUTUP MULUTMU!" ingin rasanya Yifan menguliti Seulgi hidup-hisup.
"Lepaskan dia Yifan! dia hanya mengatakan kenyataan," pinta Yunho dengan santainya.
Yifan pun langsung melepaskan Seulgi seraya berdecak pelan.
"Medusa tak cukup kuat untuk membunuhku sekarang, tapi kalau aku memberinya darahku, dia akan mendapat kekuatan itu," Kemudian tatapan Yunho beralih pada kedua putranya.
"Dia akan membunuh kalian berdua, dan bila kita mati, vampire-vampire lain akan saling berperang untuk memperebutkan posisi Chongsu, kita harus tau konsekuensinya apabila kalian mau menyelamatkannya,"
Bruk
"Chanyeol?" pekik Yifan saat melihat Chanyeol berlutut di depan Appanya.
"Aku tau ini bukan permintaan yang pantas, tapi tolong selamatkan Baekhyun Appa! kalau Baekhyun mencoba membunuhmu dan Yifan, aku akan mencegahnya sekalipun harus mempertaruhkan nyawaku, dan bila aku tak bisa mencegahnya, aku sendiri yang akan membunuhnya, tolong selamatkan dia!"
Rupanya cinta Chanyeol terhadap Baekhyun sangatlah besar dan tulus. Ia bahkan rela merendahkan harga dirinya di depan Appanya.
"Kau akan mengorbankan nyawamu untuknya?" tanya Yunho seraya menatap Chanyeol dengan ekspresi tak terbaca.
Tanpa sadar Yifan mengepalkan tangannya melihat apa yang Chanyeol lakukan.
'Uhh!'
"Aku tak akan berlutut didepanmu seperti orang rendahan! tapi kalau Appa menolak menyelamatkan Baekhyun! aku akan bertarung dengan Appa sampai mati!"
Pada intinya, yang dilakukan oleh Chanyeol dan Yifan memiliki tujuan yang sama, yaitu demi menyelamatkan Baekhyun yeoja yang di cintainya. Hanya saja mereka melakukan dengan caranya masing-masing dan sesuai dengan perangai pribadi masing masing. Chanyeol yang merendahkan harga dirinya, sementara Yifan berlaku sebaliknya.
"Haha kalian berdua sudah jatuh cinta padanya! hahaha baiklah, aku akan menyelamatkannya,"
Begitu mudahnya Yunho mengulurkan tangannya untuk menyelamatkan Baekhyun. Sampai-sampai semua yang ada disana terkejut karenanya.
"Benarkah?" pekik Chanyeol dan Yifan serempak. Tak lupa senyum cerah pun tersemat di bibir keduanya.
Sementara Seulgi tampak panik ketika Yunho menyanggupi permintaan kedua putranya.
"Tidak! kalau anda menyelamatkannya-"
"Aku tau," dengan santai Yunho memotong perkataan Seulgi.
Yifan yang melihat Seulgi hendak protes pun langsung menatap Yeoja itu tajam.
"Ada satu syarat,"
"Syarat?"
"Kalau Baekhyun selamat, dia harus mau melakukan perjanjian darah dengan Oh Sehun,"
"A-APA?" lagi-lagi Chanyeol dan Yifan memekik secara bersamaan.
"Ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan kita semua," ucap Yunho dengan tatapan misterius.
"Aku mengerti! kalau Baekhyun selamat, kita akan membuatnya melakukan perjanjian darah dengan Oh Sehun," saat ini tak ada pilihan lain bagi Chanyeol. Hal yang paling utama baginya saat ini adalah keselamatan Baekhyun.
Sementara Yifan tampak mengepalkan tangannya. Jelas dia tak setuju dengan itu. Tapi dia tak mengeluarkan sanggahan sama sekali, tentunya karena ia juga tak punya pilihan lain sama seperti Chanyeol.
"Baiklah kalau begitu," Yunho pun segera mengambil pisau lipat disakunya dan menyayat pergelangan tangannya sendiri. Lalu setelah darahnya keluar, ia segera mengucurkannya di atas mulut Baekhyun.
"Sudah cukup," Setelah dirasa cukup, ia segera mengusap pergelangan tangannya hingga luka itu tertutup kembali dengan sempurna.
"Wajahnya sudah tak terlalu pucat," ucap Jongdae saat memeriksa keadaan Baekhyun.
"Ahh," perlahan Baekhyun membuka matanya.
"Apa yang kau rasakan sekarang?" tanya Chanyeol seraya membantu Baekhyun duduk.
"Chanyeol? A-aku tak mati?" tanya Baekhyun dengan pandangan kosong.
"Kau akan baik-baik saja, aku sudah memberimu darahku,"
Seketika tatapan Baekhyun beralih pada Yunho yang berdiri di belakang Chanyeol.
"Anda?"
"Beliau adalah Park Yunho-nim," ucap Jongdae memperkenalkan Yunho pada Baekhyun.
"Eehh? jadi Appa dari Chanyeol!" pekik Baekhyun begitu menyadari sesuatu.
"Anda menyelamatkan nyawaku," ucapnya seraya beranjak dari ranjangnya.
"Tak usah berterima kasih padaku, berterima kasihlah pada kedua putraku," ucap Yunho saat melihat Baekhyun perlahan mendekatinya.
"Tidak, anda yang menyelamatkan nyawaku, bagaimana kalau aku memberi sebuah ciuman rasa terima kasih?" ucapnya seraya membelai dada Yunho.
"Baekhyun?" Chanyeol dan Yifan pun terkejut melihatnya. Mereka mulai merasa ada yang tak beres dengan Baekhyun.
"Haha ciuman ya? aku rasa kedua putraku lebih pantas menerimanya," ucap Yunho seraya mengusap tengkuknya.
Kemudian bahu Yunho seketika menegang saat melihat Baekhyun menarik sudut bibirnya.
Greb
Semua yang ada disana terkejut saat dengan santainya Baekhyun mengalungkan tangannya dileher Yunho. Dan keterkejutan mereka semakin bertambah kala Baekhyun mengeluarkan taringnya dan siap menancapkannya di leher Yunho.
"HENTIKAN!"
seru Chanyeol seraya menarik Baekhyun menjauhi Yunho.
"Aww! kau kenapa sih?" protes Baekhyun saat pantatnya mendarat dilantai dengan keras.
"Berhenti berakting medusa!" hardiknya tepat di depan Baekhyun.
"Medusa? omong kosong macam apa itu!" Yifan pun meninggikan suaranya. Bagaimana bisa Baekhyun dengan berambut pendek seperti ini Chanyeol menyebutnya medusa, Bukankah Baekhyun akan berubah menjadi medusa setelah rambutnya memanjang?
"Chanyeol benar, saat ini dia adalah medusa," ucap Yunho membenarkan.
"K-kenapa?" gumam Jongdae, Seulgi dan Yifan secara bersamaan.
"Hahahaha! sayang sekali, andai aku lebih cepat bergerak tadi," ucapnya seraya kembali berdiri tegak.
"Dia berakting seperti Byun Baekhyun," gumam Chanyeol tak percaya.
"Apa yang terjadi? kenapa rambutnya tak tumbuh memanjang?" tanya Yifan seraya mengeryitkan alisnya.
"Mengontrol rambut sekarang semudah membalikan telapak tangan," ucapnya seraya mengacak rambutnya seksi.
"Aku sudah menjadi vampire level tertinggi, Yunho-nim terima kasih," ucapnya dengan smik di bibirnya.
"Kapan kau berubah?" tanya Chanyeol seraya memicingkan matanya.
"Baekhyun meminum racunnya sambil berubah menjadi aku, kepalaku terasa pusing saat berubah," ucapnya seraya mengocok botol racun di tangannya.
Ah jadi begitu, Baekhyun sengaja menukar dirinya, dan berharap kalau medusa itulah yang mati setelah ia meminum darahnya.
'Jadi kita menyelamatkan medusa dengan darah Chongsu,' Seulgi pun membulatkan matanya melihat itu.
"Lama tak bertemu Yunho," ucapnya seraya membelai pipi Yunho.
"Aku memberikan darahku dengan suka rela, meskipun tak sengaja, kau beruntung sekali Minki,"
"Masih terlalu cepat menyebutku beruntung," ucap Baekhyun seraya tersenyum miring.
"Medusa! menjauh dari Appaku!" seru Yifan sambil melemparkan rantai andalannya.
"Chh," decaknya seraya menghindari serangan Yifan.
"Kalau kau medusa dan bukan Baekhyun! berarti kau harus mati!" sekali lagi Yifan melemarkan rantainya. Namun sayangnya Baekhyun terlalu gesit. Malahan sekarang yeoja itu memecahkan jendela kaca dan melompat keluar dari sana.
"Saat kita bertemu lagi! aku akan mengambil salah satu nyawa dari kalian! Hahahaha," Tawa Baekhyun membahana beriringan dengan kakinya yang lincah melompat dari dahan ke dahan.
"Kurang ajar!" umpat Yifan saat melihat Baekhyun melarikan diri.
"Changsu-nim! anda harus memanggil tim pemburu!" pekik Jongdae panik.
"Tim pemburu bukanlah lawan medusa, disituasi seperti ini tim itu hanya akan menjadi tumbal saja,"
"Tapi-"
"Kita harus menunggu sampai ia kembali menjadi Baekhyun, dan membuatnya melakukan perjanjian darah dengan Sehun, itulah cara yang terbaik,"
000
"Aku disekolah, kau dimana? baiklah aku akan menunggu disini," setelah itu Baekhyun menutup sambungan teleponnya.
"Sehun, dia senang sekali Baekhyun mau bertemu denganya," ucapnya seraya mendengus geli.
Entah apa yang direncanakannya, yang pasti medusa itu memancing Sehun agar menemuainya.
"Tentu dia tak tau aku akan segera membunuhnya, hahaha!" Ah jadi begitu rencana medusa itu. Ia ingin membunuh Sehun agar tak melakukan perjanjian darah dengan Baekhyun.
Sementara itu ada seorang pemuda dari arah berlawanan berjalan seraya menundukan kepalanya.
'Seulgi pergi kemana? dia tak ada disekolah dan mengangkat teleponnya,'
Brug
"Ah maaf," pekiknya saat tak sengaja menabrak seseorang.
Baekhyun hanya menoleh sebentar lalu berlalu pergi meninggalkan Daniel yang masih terpaku.
'Itukan seragam namja? aneh sekali,' gumamnya ketika menyadari penampilan Baekhyun.
0
0
"Sehuuun!" seru Baekhyun dengan ceria saat melihat Sehun menunggunya di bangku taman di belakang sekolah.
"Baekhyun! kupikir kita tak akan bertemu lagi, tapi kemudian kau meneleponku, aku senang sekali," ucapnya seraya berjalan menghampiri Baekhyun.
"Kenapa?" tanya Baekhyun seraya mengeryitkan alisnya.
"Kau menolak melakukan perjanjian darah denganku,"
"Ah itu,"
'Kalau Baekhyun melakukan perjanjian darah dengan mu, aku jadi tak bisa melakukan apa-apa, aku sudah sangat dekat dengan pembalasan dendamku,'
"Aku tau kau menyukai Park Yifan, perasaanmu tak mengizinkanmu melakukan perjanjian darah dengan orang lain,"
"APA? AKU DENGAN PARK YIFAN?" pekik Baekhyun seraya membulatkan matanya. Bukankah yang Baekhyun sukai itu Park Chanyeol?
"Kan itu yang kau bilang, kau menyukai Park Yifan,"
"Ah Bukan, aku hanya berakting saja waktu itu! supaya Yifan tak melukaimu!"
"Benarkah?" tanya Sehun penuh harap.
"Iya, yang kusukai itu kamu," jawabnya seraya tersenyum manis.
"Berhenti berbohong!"
Deg
'Apa itu barusan? dikepalaku?' Baekhyun alias medusa itu tampak membeku sejenak seraya menunjukan kekagetannya.
Sehun yang melihat itu hanya mengeryitkan alisnya bingung.
"Hehe jadi yang kusukai sebenarnya adalah kau-, MAAFKAN AKU! AKU MENYUKAI PARK CHANYEOL! ups," seketika Baekhyun menutup mulutnya. Ia terkejut saat tanpa bisa dikontrol mulutnya meneriakan itu. Sepertinya Baekhyun dalam dirinya mulai berontak.
"Begitu ya," ucap Sehun seraya tersenyum miris.
'Barusan itu bukan kata-kataku, apa itu artinya Baekhyun mulai melawanku?'
"Aku tak berguna, dengan tubuh yang lemah ini aku hanyalah seorang manusia biasa,"
"TIDAK! KAU JANGAN MERASA SEPERTI ITU!"
'Baekhyun, kau tak boleh keluar dulu, aku harus menyelesaikan urusanku dulu, aku harus membuat orang ini percaya kalau Baekhyun menyukainya,'
"Aku boleh minta tolong?" tanya Sehun tiba-tiba.
"Eh?"
"Tolong jadikan aku vampire!"
"Apa?" Baekhyun pura-pura terkejut mendengar permintaan Sehun.
"Vampire? kau mau aku menghisap darahmu?"
"Iya," jawab Sehun dengan sangat yakin.
"Tapi, tak semua orang yang dihisap darahnya bisa menjadi vampire, hanya beberapa orang yang bisa menjadi vampire, kebanyakan manusia akan mati karena tak cukup kuat,"
"AKU TAK PEDULI! lebih baik mati dari pada menjadi manusia yang tak berguna," Sehun terlihat sangat frustasi saat mengatakannya.
TBC
Ya ampun semalem aku mantengin globl Tv, liat MusicBank, panas dingin rasanya waktu liat cewek yang dapet telepon terus selfie bareng exo diatas panggung. Malam minggu galau tingkat tinggi dah hik hik
Tak lupa ku ucapkan terima kasih untuk Reader-nim setia My Boyfriend is A Vampire, samai jumpa di Chap selanjutnyaaaa
-Salam damai inchan88-
