Chapter 22
"Sehun! aku tak percaya kau mengorbankan semua itu untukku," ucapnya seraya menggenggam kedua tangan Sehun.
'Hahaha kau menyerahkan nyawamu dengan mudahnya, ternyata segampang itu memperdayamu' kilat senang jelas mewarnai mata Baekhyun saat ini.
"TIDAK! AKU TAK MAU MENGHISAP DARAHMU EMMMp," Baekhyun segera membekap mulutnya. Oh lagi-lagi ia kehilangan kontrol akan mulutnya.
'Uhh! Tidak Baekhyun, kau tak boleh keluar dulu!'
"Tak apa-apa meskipun kau tak mau menghabiskan hidupmu denganku, aku hanya ingin melindungimu sebagai vampire," ucap Sehun seraya menundukan kepalanya sendu. Yah setidaknya dengan menjadi vampire dia akan punya kekuatan lebih untuk bisa melindungi Baekhyun.
"Kau baik sekali Oh Sehun, aku akan menerima niat baikmu," ucapnya seraya mengalungkan tangannya di leher Sehun, dan menunjukan seringaiannya.
"Tidaaak!"
'Sudah kubilang kau tak boleh keluar dulu Baekhyun!'
"Tidak! Aku tak akan membiarkanmu membunuh Sehun!"
Greb
"Apa yang kau lakukan?"
Baekhyun segera memutar kepalanya dan menemukan duo Bae ada di belakangnya dan sedang mencengkeram bahunya.
"Kau? apa yang kau lakukan disini?" tanya Baekhyun seraya memicingkan matanya.
'Chh! Gangguan datang,'
Plak
"APA YANG MAU KAU LAKUKAN? KAU MAU MEMBUNUHNYA?" Seru Irene seraya menampar pipi Baekhyun dengan keras hingga membuat tubuh Baekhyun terhuyung kebelakang. Sehun yang melihat itu pun segera menahan tubuh Baekhyun agar tak oleng.
"APA YANG KAU LAKUKAN?" Sehun tentu saja marah pada Irene. Berani-beraninya yeoja itu menampar Baekhyun.
"Kau mungkin tak sadar! Tapi Baekhyun baru saja-,"
"AKU TAU! AKU YANG MEMINTANYA MELAKUKAN ITU PADAKU!"
"A-apa? kau yang memintanya?" pekik Irene tak percaya. Bagaimana bisa Sehun meminta hal seperti itu? tak taukah ia kalau itu bisa membuatnya terbunuh? karena tak segampang itu menjadikan seorang manusia sebagai vampire. Itu terjadi tergantung daya tahan tubuh manusia itu sendiri. Jika manusianya lemah, tentu ia akan mati.
"Kalau kau tau-"
"Aku tau Baekhyun adalah Vampire," lagi-lagi Sehun memotong perkataan Zelo dengan cepat dan membuat duo Bae itupun terkejut mendengarnya.
"BAEKHYUN! KENAPA KAU MEMBERITAHUKAN IDENTITASMU PADANYA? DIA ITU MANUSIA!" Seru Irene seraya menatap Baekhyun marah. Identitas Vampire itu sangat dirahasiakan keberadaannya dari manusia. Mereka bahkan berkamuflase di kehidupan kesehariannya sebagai manusia biasa agar mereka (manusia) tak menyadari adanya vampire yang hidup bersama mereka. Dan menurut Irene satu-satunya tersangka yang patut dicurigai adalah Baekhyun.
'Chh! beraninya dia menamparku,' umpat Baekhyun seraya mengusap pipinya yang terasa panas.
"Itu bukan urusanmu kan? terserah aku mau memberitahu siapa," jawab Baekhyun seraya menatap Irene datar, hingga membuat yeoja itu geram.
"APA! SEHUN SANGAT BERHARGA BAGIKU KAU TAU!" Irene benar-benar geram pada Baekhyun. Ingin rasanya ia mencakar wajah yeoja di hadapannya ini.
"Ah sayang sekali, tapi aku yang berharga baginya," jawabnya dengan sedikit menyombongkan dirinya didepan Irene dan menatap remeh Yeoja itu.
Ctak Ctak
"A-APA KATAMU!" Wajah Irene benar-benar merah saat ini. Ia benar-benar marah pada Baekhyun sekarang.
"Ah!" Zelo yang melihat kemarahan saudaranya pun hanya memijit tengkuknya.
"Sehun bilang rela mengorbankan apapun untukku ya kan Sehun?" tanya Baekhyun seraya mengalungkan tangannya kembali di leher Sehun dan mengerlingkan mata kearah Irene.
"I-iya," melihat senyum Baekhyun dengan sedekat ini membuat Sehun sedikit grogi.
"Tuh kan, huss Sana! urus urusanmu sendiri!" usirnya dengan tatapan mengejek yang terlihat menyebalkan dimata Irene.
"APA KATAMU! DASAR HOMO SIALAN!" Tak menunggu lama, Irene langsung menyerang Baekhyun dengan menjambak rambutnya kencang.
"Argh sakit !"
"Tenang dulu Irene!" Zelo kuwalahan menghadapi kemarahan Irene yang ingin mencabuti rambut Baekhyun itu. Sehun pun segera membantu melerai kesuanya dengan melepaskan tangan itu dari rambut Baekhyun.
"KAU PIKIR APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN! LEPASKAN!" Teriak Baekhyun saat merasakan kulit kepalanya yang seperti mau copot. Iapun segera mendorong Irene dengan keras hingga membuat duo Bae itu terjatuh di tanah.
"Sehun apa kau sudah gila? Baekhyun itu namja!"
"Aku tak peduli Baekhyun itu namja atau yeoja! aku hanya menyukai Baekhyun!"
Tanpa sadar air mata Irene sudah menggenang dipelupuk matanya.
"Sehun apa kau homo? kau menyukai Baekhyun yang seorang namja," ucapnya dengan air mata yang berderai.
Ya Irene tak mengingat kalau Baekhyun itu yeoja. Karena waktu ia berkunjung kerumah Sehun, ingatannya tentang itu dihapus.
"Aku sudah bilang aku tak peduli!"
"Beraninya kau menamparku dan menjambak rambutku! kau akan membayar semua ini!" ucap Baekhyun geram seraya berjalan mendekati Irene.
"A-apa?" Irene terkejut saat mendengar apa yang Baekhyun katakan.
"Aku akan menghisap darahmu sampai tetes darah terakhir! ucapkan selamat tinggal pada saudara kembarmu itu!"
"Jangan sentuh Irene!" Zelo mulai panik dan segera menghampiri keduanya.
"Baekhyun apa yang kau lakukan? Ah! kau bukan-" seketika Sehun tersadar akan sesuatu. Baekhyun yang di depannya kini bukanlah Byun Baekhyun yang sebenarnya.
'M-medusa?' pekik Sehun dalam hati.
"Hemm aku sebenarnya mau menghisap darahmu, tapi karena yeoja kurang ajar ini! jadi aku akan menundanya, lain kali baru giliranmu," ucapnya seraya mengerlingkan matanya kearah Sehun.
"Kau pikir kau siapa mau menghidap darah Irene!" seru Zelo tak terima. Mana bisa dia diam saja saat saudara kembarnya dalam bahaya.
"Aku bisa menghisap darah siapapun yang ku mau!" ucapnya seraya melayangkan serangannya.
Adu pukul dan tendang antara Baekhyun dan Zelo pun tak dapat dihindari. Pertarungan yang lumayan sengit. Rupanya dibalik sikap tenangnya Zelo sangat jago dalam ilmu bela diri hingga sanggup menahan serangan yang Baekhyun lancarkan.
"Oh kau boleh juga," ucapnya seraya mengerlingkan matanya.
"HAhh tentu saja! Zelo adalah vampire urutan ke-4, meremehkannya hanya akan merugikanmu!" seru Irene dengan bangganya. Tanpa tau kalau itu bisa saja membahayakan nyawa saudaranya.
"Urutan ke-4 heh? kalau begitu, darahmu saja yang kuhisap!"
Duagh!
Baekhyun pun berhasil menendang dada Zelo telak hingga namja itu terjerembab ditanah.
"Aww!"
"Hentikan!" pinta Sehun seraya memeluk Baekhyun dari belakang.
Duagh!
"JANGAN GANGGU!"
"Ahh!" Sehun terlempar kebelakang saat Baekhyun menyiku perutnya.
"Sehuun!" Irene pun segera menghampiri Sehun dan membantunya berdiri.
Sekali lagi Zelo menyerang, namun sayangnya ia lengah hingga Baekhyun berhasil memukul wajahnya dan mencengkeram baju depannya.
"Jangan khawatir, aku tak akan menghisap darahmu sampai habis," ucapnya seraya menunjukan smiknya.
"Ti-tidaaak ! jangan lakukan itu!" seru Irene saat Baekhyun berniat menghisap darah Zelo.
"Kalian?"
Tiba-tiba Hyunbin dan ketiga temannya muncul di balik semak-semak.
"Apa? apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Baekhyun seraya menatap tajam keempat namja itu.
"K-kita tak sedang mengintip, kami hanya tak sengaja lewat," ucap Hyunbin panik dengan pipi yang bersemu merah.
"Sengaja atau tidak! kalian harus membantu Oppaku!" seru Irene seraya berlari mendekati Baekhyun dan Zelo.
"J-jangan!" seru Hyunbin seraya ikut mendekat kearah Baekhyun.
"APA? Kalian mau ikut menantangku!" Baekhyun pun menatap tajam keempat namja itu hingga membuat mereka sedikit menciut.
"Semut seperti kalian, akan kuhabisi dengan segera," ucap Baekhyun seraya menunjukan kepalan tangannya bersiap untuk menghabisi keempat namja itu.
Namun Hyunbin dan teman-temannya hanya berdiri dan terdiam diam tanpa ada yang berani menyerang.
"Sedang apa kalian? Ayo lawan aku!" seru Baekhyun tak sabaran. Tapi yang dilakukan oleh Hyunbin dan teman-temannya malah membingungkannya. Bagaimana tidak bukannya melancarkan serangan mereka malah berlutut di hadapannya.
"Hi-hisap darah kami!"
"A-APA?" seketika Baekhyun melebarkan matanya dan menatap horor keempat namja itu. Apalagi saat ini keempat namja itu tanpa tau malu bergelayutan dikakinya memohon darahnya untuk dihidap olehnya.
"Kami tak keberatan!"
"Hisap darah kami saja!"
Irene yang melihat itu tentu saja kesal melihat Hyunbin dan teman-temannya berlaku demikian hanya untuk Baekhyun.
"Menjijikan sekali! kalian itu sedang apa? dia itu namja!" seru Irene dengan gemasnya.
"Lepaskan! aku tak mau meminum darah kotor!" Baekhyun meronta dan menghentakkan kakinya berkali-kali berusaha menyingkirkan keempat namja itu dari kakinya.
"Maafkan kami!"
"Jangan benci kami!"
"Hisap darah kami,"
Oh rasanya Baekhyun sungguh jijik melihatnya. Rasnya seperti digerayapi ulat bulu yang menggelikan. Ingin rasanya ia melempar keempat namja itu kekandang singa saja kalau ada.
"KALIAN MAU MATI YA!"
Buagh!
Duagh!
Bugh!
Akhirnya Baekhyun berhasil menyingkirkan keempat namja itu dengan beberapa serangan.
"Aghh!"
"Aww!"
"Heyy!"
Mereka pun memekik setelah terlempat beberapa meter dari Baekhyun.
Deg
Tak tau apa yang terjadi, tapi tiba-tiba gerakan Baekhyun terhenti. Rasanya tubuhnya terasa kaku seperti ada yang menahan gerakannya.
"Uhh!" desahnya seraya memegangi dadanya yang terasa sesak. Rupanya sang pemilik tubuh kembali berontak menjoba mengambil alih tubuhnya kembali.
'Baekhyun terus mendesakku, bagaimana bisa?' Tentu ia tak menyangka kalau Baekhyun bisa mendesaknya hingga seperti ini.
"Ada apa Baekhyun?" Sehun segera menghampiri Baekhyun dengan raut wajah khawatir.
"Lepaskan!" setelah menepis tangan Sehun, Baekhyun melarian diri dengan melompati pepohonan.
"BAEKHYUN!" seru Sehun saat Baekhyun tiba-tiba pergi.
"Apa yang terjadi?" tanya Irene seraya mengeryitkan alisnya. Ia merasa ada yang tak beres dengan Baekhyun.
"Dia tak seperti biasanya," ucap Zelo menjawab pertanyaan Irene.
Sementara itu, Hyunbin dan teman-temannya seperti tak rela melihat kepergian Baekhyun yang tiba-tiba itu.
"Jangan pergi!"
"Kami akan mempersembahkan darah kami!" ucapnya dengan tampang memohon yang terlihat menjijikkan dimata duo Baek itu.
#poorHyunbin dan teman-temannya.
0
0
Baekhyun terus berlari menjauh seraya memegangi dadanya. Rasanya benar-benar sesak dan nyaris seperti mencekiknya.
'Aku tak bisa menghisap darah siapapun, sementara itu Baekhyun terus mendesakku,'
'TIDAK! KAU TAK BOLEH KELUAR DULU BAEKHYUN!' ucapnya seraya menekan jiwa Baekhyun agar tak mengambil alih tubuhnya kembali.
"Ahh!" bersamaan dengan itu, rambutnya tiba-tiba memanjang dengan sendirinya.
"Aku berhasil membungkam Baekhyun, tapi aku kehilangan banyak tenaga, ahh! rambutku tumbuh lagi," gumamnya seraya menyentuh helai panjang rambutnya.
'Kenapa ini terjadi? apa meminum racun itu menghilangkan keseimbangan tenaga antara aku dan Baekhyun?'
Tanpa ia sadari kalau dari kejauhan ada seorang namja yang melihat perubahan rambutnya. Ya dia Daniel kakak dari Seulgi.
'Tiba-tiba rambutnya tumbuh, yeoja itu aneh sekali,' iner Daniel dalam hati.
"Siapa disana?" seru Baekhyun saat menyadari keberadaan namja itu.
'Ah aku ketahuan,' pekiknya seraya menyembunyikan dirinya.
Tap
Tap
Tap
Tiba-tiba namja berpakaian formal datang mengepung Baekhyun.
"SIAPA KALIAN?" Baekhyun pun bersikap waspada saat melihat namja-namja dengan pedang ditangannya itu bersiap menyerangnya.
"Akhirnya kami menemukanmu!"
"Kami sudah lama mencarimu medusa!"
'Medusa? yeoja itu medusa?' pekik Daniel terkejut seraya mengintip di balik pohon.
"Hemm pemburu ya? kebetulan, aku sedang membutuhkan darah," ucap Baekhyun seraya tersenyum miring.
"Aku akan membunuhmu sebelum kau menghisap darah siapapun!" Para utusan senat itu pun mulai menayangkan serangannya
Duagh
Bugh
"Argh!"
Duagh!
Pertarungan sengit pun tak dapat dihindari. Satu demi satu mereka menyerang dengan gesitnya.
"Ahh,"
"Hati-hati! Jangan lihat matanya!" ucap salah satunya memperingatkan.
Duagh!
Buagh!
"Aghhh!"
Lalu mereka dikejutkaan saat rambut Panjang Baekhyun melilit pedang salah satu dari mereka dan merebutnya paksa.
"Ra-rambutnya!" pekik mereka terkajut. Siapa yang sangka kalau rambut medusa itu bisa digunakan sebagai alat perang atau pertahanan diri.
"Jangan meremehkan kekuatan medusa!" seru Baekhyun saat dia berhasil merebut dua samurai yang kini berada di kedua tangannya. Lalu iapun segera mengacungkan samurai itu dan menatap mereka bengis.
Duagh!
"Uhh!"
"MATI KAU!" Seru Baekhyun seraya mengarahkan dua samurai itu kearah salah satu namja yang terduduk di hadapannya.
"T-tidaaak!"
"Berhenti!"
Seketika bergerakan medusa itu terhenti bersamaan dengan teriakan Baekhyun yang mulai berontak dalam dirinya.
'Baekhyun lagi!' umpatnya dalam hati ketika lagi-lagi Baekhyun melakukan perlawanan. Terlalu sibuk menekan jiwa Baekhyun membuatnya kehilangan fokus.
"Hiyaaaaa!
Crasss!
"Argh," Medusa itupun merintih kesakitan saat sebuah belati berhasil ditancapkan di bahu kirinya. Tak mau menyerah semudah itu, iapun kembali menyerang para utusan senat itu dengan satu tangannya.
"KAU TAK BISA LARI DARI MEDUSA!" Seru Baekhyun seraya melayangkan pedang ditangannya kearah namja yang seperti ingin melarikan diri.
"Arrgghh!" Namja itu pun tersungkur ditanah setelah samurai itu menembus punggungnya.
"Uhh!" rintih medusa itu saat ia mencabut paksa belati di bahunya.
Klik
Dari arah belakang seseorang telah membidiknya dan menempelkan ujung senapan itu di belakang kepala Baekhyun.
"Selamat Tinggal!"
Bruk
"Itu harusnya kalimatku!" tiba-tiba Daniel datang dan menusuk namja yang berniat menembak Baekhyun tadi.
"Siapa kau?" tanya Baekhyun seraya memicingkan matanya.
"Medusa, benar-bear memiliki wajah yang cantik dan berkharisma, sesuai dengan yang diceritakan, ya?" ucap Daniel seraya tersenyum miring.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Baekhyun dengan tak sabaran.
"Jangan galak dong, yang jelas kau bisa mempercayaiku," ucapnya seraya menunjukan smiknya.
"Walau kau menyelamatkanku, bukan berarti aku akan mempercayaimu," ucap Baekhyun dengan ekspresi datar.
"Kalau aku membantumu balas dendam, apa kau akan percaya?"
"Apa?"
Lalu tanpa di duga Daniel berlutut di depan Baekhyun dengan berpegangan pada pedang yang ia tancapkan di tanah.
"Aku Kang Daniel, Appaku Kang Ji Gook, aku dan Appa akan membantumu menghancurkan Chongsu,"
"Kau bilang Kang Ji Gook? dulu keluarga terdekat Park Yunho, Jadi kalau Chongsunya mati, Chongsu berikutnya adalah anak Kang Ji Gook begitu?" tanya Baekhyun seraya menarik sudut bibirnya. Jelas ia tau akal bulus Daniel dan apa tujuan namja itu mendekatinya.
"Apa kau mempercayaiku medusa?" tanya Daniel seraya menundukan kepalanya sebagai bentuk penghormatan.
"Bukan begitu, sebagai buktinya, kau harus memberiku darahmu!" ucapnya seraya tersenyum miring.
"Darahku?" pekik Daniel terkejut.
"Aku butuh darah, walaupun aku benci darah dingin dari tubuh yang sudah mati, darah segar sepertimu sekalipun, aku tak tau apakah itu darah vampire terbaik,"
"Untuk membuktikan kesetiaanku, aku akan memberimu darahku, ambil saja semaumu," ucapnya serunya menyodorkan tangannya kearah Baekhyun.
"Dengan senang hati aku menerima bantuanmu,"ucapnya seraya mendekatkan bibirnya ke lengan namja itu.
"Ah! sebelum melakukan itu, aku akan mengatakan sesuatu, aku akan tertidur setelah menghisap darahmu,"
"Kau akan tertidur?" pekiknya seraya menatap Baekhyun.
"Saat aku tertidur, Baekhyun akan sadar,"
"Baekhyun?" tanyanya seraya mengeryitkan alisnya.
"Aku akan menceritakan ceritanya,"
Baekhyun pun menceritakan sesuatu pada Daniel sementara Daniel mendengarkannya dengan seksama.
"Ah jadi begitu, setelah kau tertidur aku akan melakukan seperti yang kau ajarkan," ucap Daniel dengan tersenyum misterus.
"Bagus, sekarang aku akan menghisap darahmu,"
"Selamat menikmati," ucapnya seraya menyodorkan lengannya kearah Baekhyun.
Baekhyun menerima uluran tangan itu dan segera menancapkan taringnya di pergelangan tangan manja itu. Teguk demi teguk ia hisap sampai akhirnya ia melepaskan tangan itu dan jatuh tertidur di pelukan namja itu.
000
Sehun terus mengelilingi sekitar hutan sekolah menelisuri jejak kepergian Baekhyun.
"Kemana dia?'" gumamnya seraya menengok kesana kemari.
'Dia medusa tapi berpura-pura menjadi Baekhyun, aku benci situasi seperti ini,'
Yah kalau seperti ini situasinya, ia jadi susah mebedakan mana Baekhyun asli dan mana itu medusa. Bahkan ia tadi saja sempat tertipu oleh medusa itu.
"Ehh bukan kah itu-, Baekhyun!" seru Sehun seraya menghampiri Baekhyun yang sedang tertidur di gendongan seorang namja asing.
"Baekhyun!" panggilnya tapi Baekhyun tak meresponnya sama sekali.
"Siapa kau?" tanya Daniel seraya mengeryitkan alisnya.
Bukannya menjawab Sehun malah mencoba merebut Baekhyun dari namja asing dihadapannya.
"Aku tak tau siapa kau, tapi lepaskan Baekhun!"
"Dia hanya pingsan, aku akan membaringkannya,"
"Aku temannya, apa yang terjadi padanya?" tanya Sehun sambil berusaha merebut Baekhyun kembali. Tapi nyatanya Daniel bersikukuh tak ingin memberikan Baekhyun pada Sehun.
"Ahh! Berhenti!"
Duagh!
Sehun pun tersungkur di tanah saat Daniel berhasil menendang dadanya. Kemudian dilihatnya namja itu melompat dan membawa Baekhyun menjauh pergi.
"Siapa dia? apa dia vampire juga?"
0
0
Entah apa yang dipikirannya tapi ia malah datang menghampiri Irene.
"Sehun?" gumam Irene tak percaya saat melihat Sehun ada di hadapannya. Tentu dalam hati ia bertanya-tanya, apa yang membawa namja itu sampai menemuinya? padahal sedari dulu namja itu selalu menghindarinya.
"Dimana Zelo?" tanyanya sekedar berbasa-basi.
"Dia ada di klinik, tadi dia mengalami kecelakaan kecil, nanti juga sembuh,"
"Apa kau dan Zelo adalah vampire?" tanya Sehun tiba-tiba dan membuat bahu Irene menegang.
"Ya," jawabnya pasrah. Terpaksa ia mengakuinya, mau mengelakpun percuma, karena pada kenyataannya Sehun memang sudah mengetahuinya. Raut wajah Sehun benar-benar terlihat frustasi saat ini. Irene jadi prihatin melihatnya.
"Aku cemburu, aku-"
"Apa?" Irene cukup terkejut dengan perkataan Sehun tiba-tiba.
"Aku hanya manusia, tak cocok dengan vampire, masa depan kita suram, kita tak bisa apa-apa,"
"Itu tak benar Sehun!" seru Irene berusaha menyemangati Sehun. Tentunia tak suka melihat Sehun yang terlihat lemah seperti ini.
"Jadikan aku seorang vampire!"
"APA?" Irene tak habis pikir Sehun bisa meminta hal itu padanya. Mungkin karena namja itu terlalu frustasi hingga tak dapat berpikir jernih.
"Karena kau vampire juga, aku ingin menjadi vampire juga," ucapnya seraya menggenggam tangan Irene dengan tatapan memohon. Bahkan Irene sampai kelabakan merespon permintaan Sehun.
Plek
"Jangan bicara sembarangan! kau bisa mati!" seru Irene seraya menepis tangan Sehun.
"Aku tak peduli jika aku mati!"
Greb
Tiba-tiba Sehun mencengkeram bahu Irene dan menariknya mendekat. Tanpa sadar pipi Irene pun bersemu merah.
"Aku ingin menjadi kekasihmu,"
"APA?" sekali lagi Irene dibuat terkejut oleh perkataan Sehun. Ia pun langsung menjauhkan dirinya dan menatap namja itu tak percaya.
"Baekhyun dan aku tak mungkin bersama, dan untuk bersama Baekhyun aku harus memiliki kekuatan itu, walaupun aku tak mencintaimu tapi aku ingin menjadi kekasihmu,"
Itulah mengapa jujur itu menyakitkan. Tidakkah Sehun sadar? bahwa apa yang baru saja ia katakan itu menyakiti hati Irene.
Plak
Sebuah tamparan keras Irene layangkan di pipi Sehun hingga membuat namja itu memalingkan wajahnya.
"Kenapa? kenapa kau kejam sekali? kau ingin menjadi vampire hanya karena ingin bersama Baekhyun, kau ingin menjadi kekasihku hanya karena itu?" Air mata Irene sudah menggenang dipelupuk matanya. Tentu saja kata-kata Sehun sembilu yang menusuknya berkali-kali.
"Untukku, aku akan mencintai orang yang ingin bersamaku?" ucap Sehun dengan tatapan sendu.
"Apa?"
"Aku tak bisa melupakan Baekhyun, aku nyaman berada disampingnya," ucapnya seraya tersenyum miris.
"Oh Sehun! kenapa kau bodoh sekali huhh?" racau Irene disela tangisnya seraya memukuli dada Sehun pelan. Bagaimana bisa Sehun mencintai Baekhyun sedalam itu? tak taukah Sehun kalau cintanya juga sama besarnya?
"Kau boleh menyalahkanku, aku ingin mendengar sesuatu darimu,"
Greb
Tak menunggu lama Irene pun langsung berhambur kepelukan Sehun.
"Aku mengerti, meskipun demikian aku ingin bersamamu, jika kau benar-benar menginginkannya, aku benar-benar akan melakukannya, tapi kau akan mati jika menjadi vampire," ucap Irene seraya merenggangkan pelukannya dan sedikit menjauh dari Sehun.
"Terima kasih, aku tak peduli jika mati, hisap darahku cepat!" pinta Sehun tak sabaran.
Tak ada pilihan, sepertinya Irene harus mengabulkan keinginan Sehun. Irene pun segera memeluk Sehun kembali dan menarik leher namja itu mendekat kearahnya.
Sehun tampak meneguk ludahnya berkali-kali menanti taring Irene menancap di lehernya. Sejujurnya ia juga takut, tapi demi Baekhyun apapun akan ia lakukan.
"Berhenti!"
Keduanya pun terkejut dan menengok kesumber suara.
"Park Chanyeol?" pekik keduanya bersamaan.
Chanyeol pun segera menarik Irene menjauh dari Sehun, dan menatap yeoja itu tajam.
"Jangan melakukan hal bodoh! kau tau akibat dari menghisap darah sembarangan! walau kau tau dia akan mati, kau tetap-"
"Aku tak peduli! lebih baik aku mati dari pada tidak menjadi vampire!" Seru Sehun dengan raut wajah frustasi memotong perkataan Chanyeol.
"Jika kau menghormati Baekhyun, kau harus tetap menjadi manusia! Jika kau mati dan membuang semuanya agar menjadi-"
"Apa?"
"Apa yang kau katakan?" tanya Irene dengan tatapan bingung. Tentu Irene tak mengetahui tetang perjanjian darah yang rencananya akan Sehun dan Baekhyun lakukan kalau saja Baekyun tak menolak. Irene bahkan tak tau kalau sebenarnya saat ini Baekhyun adalah yeoja.
Seolah tersadar akan kehadiran Irene, Chanyeol pun mengalihkan pandangannya ke yeoja itu.
"Maaf tapi aku tak bisa menjelaskannya padamu, aku senang kalau kau tak ikut campur urusan Baekhyun," ucapnya lalu tatapannya beralih lagi pada Sehun.
"Ikut aku!" tanpa persetujuan terlebih dahulu, Chanyeol segera menarik Sehun dan membawanya pergi dari sana.
Sementara Irene hanya terdiam dengan berbagai pertanyaan dibenaknya.
'Baekhyun, tak kusangka kau menjadi masalah yang lebih rumit dari yang ku bayangkan,' gumamnya seraya menarap punggung dua namja itu yang semakin menjauh.
000
"Apa ini?"
Sehun tak mengerti maksud dari Chanyeol yang membawanya kemari. Didepannya kini ada beberapa mayat yang tergeletak. Tentunya mayat-mayat itu adalah mayat dari utusan senat yang berhasil Baekhyun singkirkan.
"Tak ada yang salah dengan apa yang kau lihat, ini memang Baekhyun, medusa yang melakukannya,"
"Baekhyun membunuh orang ini?" pekik Sehun terkejut seraya memutar kepalanya kearah Chanyeol meminta penjelasan lebih.
"Mereka adalah utusan yang dikirim tetua, mereka tak akan berhenti sampai Baekhyun mati,"
"Sampai Baekhyun mati? Apa orang yang menolong Baekhyun juga di bunuh?" gumam Sehun seraya menatap kosong mayat di depannya.
"Apa maksudmu?" tanya Chanyeol seraya mengeryitkan alisnya.
"Kemarin Baekhyun pingsan dan namja itu menggendongnya, aku tak bisa mencegahnya,"
"Apakah dia vampire?"
"Iya, karena aku manusia aku tak bisa melawannya, kalau saja aku vampire! baekhyun tak akan diculik, Jadikan aku vampire!" pintanya seraya menatap Chanyeol.
"Jangan menyiakan hidupmu, cukup bersama Baekhyun saat menjadi manusia,"
"Kenapa aku tak berguna seperti ini," ucapnya dengan raut wajah kesal. Ia benar-benar kesal dengan dirinya sendiri yang terlalu lemah dan tak bisa menjaga Baekhyun.
"Kau berguna jika bersumpah darah dengan Baekhyun,"
"Baekhyun tak mencintaiku, dia tak akan mau melakukannya, dia keras kepala," ucap Sehun miris.
"Keras kepala tidaknya semua tergantung kau, semua mungkin terjadi,"
"Apa?"
"Jika kau ingin bersumpah darah, aku bisa melakukannya," ucap Chanyeol dengan tatapan misterius. Tak tau apa yang akan dilakukannya. Yang jelas ia punya rencana untuk membuat Baekhyun mau melakukan perjanjian darah itu.
TBC
Ooooh cukup sampai disini dulu,
Terima kasih Reader-nim setia My Boyfriend is A vampire,
Sampai jumpa di Chap selanjutnya,
-Salam damai inchan88-
