Chapter 23

"Ugh, dimana aku?"

Di dapatinya tempat asing mengelilingnya ketika Baekhyun membuka matanya. Ia segera beranjak dari ranjang king size itu lalu berjalan mengitari kamar yang luasnya sama dengan luas kamar asramanya.

Dikamar itu ada cermin besar, dan Baekhyun segera menghampirinya lalu berdiri dihadapannya.

"Ehh! cermin apa ini?" seketika tatapannya berubah horor ketika mendapati bayangan dirinya di cermin itu. Bagaimana tidak? Rambut panjang dengan gaun selutut lengan panjang membuatnya benar-benar yakin kalau dirinya sekarang adalah yeoja. Tapi pertanyaannya, siapa yang menggantikan bajunya dengan gaun putih ini?

"Sepertinya aku harus cepat pergi dari sini, aku ingin kembali menjadi Byun Baekhyun!" ucapnya seraya begidik ngeri melihat bayangan dirinya sendiri. Tak menunggu lama dia pun segera berjalan menuju pintu kamar itu.

Cklek cklek

"Kenapa pintunya dikunci?" protesnya seraya menatap kesal pintu dihadapannya. Lalu tatapannya beralih pada jendela besar disana. Iapun kembali berdecak kesal dibuatnya.

"Bahkan penghalang jendelanya pun dari baja, disini aku ditahan ya?" gumamnya dengan tatapan tak percaya.

Dok dok dok

"BUKA PINTUNYA! TOLONG!" serunya sambil menggedor puntu itu berkali-kali.

Cklek

"Kau sudah bangun Byun Baekhyun?" Daniel tiba-tiba muncul dari balik pintu itu, dan membuat Baekhyhun terkejut.

"Kau siapa?" Baekhyun memicingkan matanya waspada. Pasalnya ia tak pernah ingat pernah mengenal namja dihadapannya ini.

"Kau tak ingat saat menjadi medusa? haruskah aku memperkenalkan diri lagi?" tanya Daniel sambil mengerlingkan matanya.

"Medusa?" tiba-tiba kepalanya berdenyut pelan bersamaan dengan kepingan-kepingan samar yang bermunculan di ingatannya.

"Sebelum kau pingsan, kau adalah medusa," ucapnya sambil menunggu reaksi Baekhyun selanjutnya.

"A-aku ingat apa yang terjadi saat aku menjadi medusa," ucap Baekhyun seraya mencengkeram kepalanya. Ini sangat aneh, padahal sebelum-sebelumnya ia tak mengingat apapun.

"Itu tak mungkin!" Bahkan Daniel sekalipun terkejut mendengarnya. Yang ia tau, Baekhyun akan lupa kejadian saat ia menjadi medusa. Begitulah yang medusa itu katakan padanya.

"Iya aku ingat! Kau Kang Daniel! kau ingin membantu medusa untuk membunuh Chongsu agar kau bisa menggantikannya!" hardiknya seraya mengacungkan jari telunjuknya kearah Daniel.

"Haha kau berbeda saat menjadi medusa!" kekehnya saat melihat reaksi Baekhyun dan cara bicaranya yang jauh berbeda dengan saat menjadi medusa.

"Terserah! aku mau pergi dari sini," ucapnya acuh seraya berjalan menuju pintu.

Greb

"Aku tak akan membiarkanmu pergi Byun Baekhyun," taunya daniel malah menahannya dengan memeluk pinggang Baekhyun dari belakang

"Ah! Apa yang kau lakukan?" Baekhyun pun mengajukan protesnya dan mencoba berontak dari cengkraman Daniel.

"Oh kau manis sekali, yeoja manis sepertimu adalah tipeku," ucapnya serya memeluk Baekhyun lebih erat.

Oh ya ampun, Baekhyun paling benci dengan namja seperti ini. Ia pun segera memukul perut Daniel menggunakan sikunya dengan keras hingga membuat namja itu terhuyung kebelakang.

"Hoek! kau ular yang menyeramkan! menjijikkan!" hardik Baekhyun seraya menjauh dari Daniel.

"Kasihan, kau dan medusa punya selera yang sama, mengecewakan!" sudut bibir Daniel pun terangkat lalu ia segera menutup pintu kamar itu untuk menghalangi Baekhyun keluar dari sana.

"Sayangnya aku tak bisa membiarakanmu pergi!," ucapnya seraya bersender pada pintu itu.

"Kau ingin menahanku sampai aku berubah menjadi medusa?" Baekhyun pun memicingkan matanya curiga.

"Hanya agar kau tak bisa melakukan sumpah darah dengan sahabat manusiamu, jadi aku akan mengawasimu,"

"Itu-, aku tak akan melakukannya meskipun aku menyukainya! aku tak bisa dengan namja itu!" sangkal Baekhyun cepat.

"Oh! atau namja yang kau sukai adalah vampire? karena itu kau tak bisa dengan manusia itu?" tanyanya seraya tersenyum miring.

"Eh? t-tidak aku tak mencintai siapapun!" sangkalnya dengan kepanikan yang terlihat jelas.

"Haha kau mudah sekali ditebak, lucu sekali," kekehnya saat melihat reaksi Baekhyun.

Melihat namja itu yang terlalu sibuk menertawakan dirinya, Baekhyun menggunakan kesempatan itu untuk menendang perut Daniel hingga membuat namja itu menyingkir dari depan pintu. Kemudian Baekhyun pun bergegas keluar dari kamar itu.

"Aku ceroboh sekali," ucapnya saat melihat Baekhyun sudah berhasil keluar. Tak menunggu lama ia pun segera menyusul Baekhyun keluar.

"Kau bisa saja lari! tapi tak akan bisa sembunyi dariku Baekhyun!"

Baekhyun tak pedulikan itu dan terus berlari menjauhi Daniel yang mengejar dengan santai di belakang.

Brugk

"Ah!" Siapa sangka dia malah menabrak seseorang ditikungan hingga membuatnya terjerembab di lantai.

"Kau!" seru orang yang menabraknya. Baekhyun pun mengangkat wajahnya dan menemukan Seulgi lah yang berdiri dihadapannya.

"Seulgi! kenapa kau bisa ada disini?" tanyanya dengan mata yang membulat.

"Oppa kenapa Byun Baekhyun ada disini?" tanya Seulgi saat melihat Daniel muncul di belakang Baekhyun.

"OPPA? KALIAN BERSAUDARA?" tanya Baekhyun sambil menatap keduanya bergantian.

"Hemm,"

"Oppamu menculik dan menahanku!" adunya seraya menujuk kearah Daniel yang tengah tersenyum miring.

"Apa?" Seulgi tentu terkejut mendengarnya. Jujur saja ia tak tau menau tentang apa yang dilakukan Daniel.

Kik

"APA YANG KAU LAKUKAN! LEPASKAN!" seru Baekhyun saat tangannya tiba-tiba sudah diborgol oleh Daniel.

"Kau hanya akan menyakiti dirimu sendiri kalau melawan," ucapnya seraya menyeret Baekhyun pergi dari hadapan Seulgi.

"Kenapa kau membawa Baekhyun kesini Oppa? kalau tetua dan senat tau itu sangat berbahaya!" ucap Seulgi memperingatkan.

"Ini hanya taktik medusa, aku hanya mengikutinya," jawabnya acuh.

"Medusa?" tentu Seulgi terkejut mendengarnya.

"Aku adalah Byun Baekhyun! Oppamu membantu medusa untuk membunuh Chongsu! Oppamu penghianat Seulgi!"

Blam

Teriakan Baekhyun tertelan oleh dentuman suara pintu yang ditutup keras.

"BUKA PINTUNYA!"

Dok Dok Dok

"BUKA PINTUNYA!"

"Tak ada gunanya mengurungnya disini kan? tak ada Oppa!" ucap Seulgi mencoba memperingatkan Daniel sekali lagi.

"Jika dia berubah menjadi Byun Baekhyun, dia akan bersumpah darah dengan namja itu, saat medusa menghilang, aku punya kesempatan menjadi Chongsu,"

"Jika kau gagal! clan kita akan musnah Oppa!"

"Jangan khawatir, masih ada harapan selama medusa di pihak kita, medusa akan membunuh Chongsu beserta keluarganya, dan aku akan menikahinya," ucapnya seraya menunjukan smiknya.

"MENIKAHINYA?" Tentu Seulgi terkejut mendengar rencana gila kakaknya. Bagaimana bisa kakaknya melakukan itu.

"Benar! jika itu terjadi, tak ada yang bisa menghalangiku menjadi Chongsu aku akan menjadi vampire terkuat, seperti membunuh dua burung dengan satu batu bukan?" ucapnya dengan penuh percaya diri.

"Tapi Chanyeol telah menghisap darahnya, bisa saja dia tau dimana Baekhyun berada," ucap Seulgi mengingatkan.

"Jangan khawatir, rumah ini sudah terlindungi, jadi kekuatan vampire tak mempan, saat Baekhyun berubah menjadi medusa, kita akan membunuh Chanyeol dan Yifan, jadi kau harus merahasiakan ini," pintanya seraya memegang bahu Seulgi.

"Ya," jawabnya dengan tatapan kosong. Bagaimana bisa ia diam saja, kalau niat kakaknya adalah untuk membunuh Chanyeol. Tentu Seulgi tak mungkin membiarkan namja yang dicintainya dalam bahaya.

000

"Sampai saat ini aku masih tak bisa mengingat saat menjadi medusa, hanya samar-samar saja mengingatnya," gumanya seraya berjalan kesana kemari di dalam kamar itu.

"Mengerikan sekali membayangkan medusa menjadi ibuku, dia mencoba menghisap darah Sehun dan mencoba membunuhnya, dia juga membunuh penjahat tanpa ragu," Baekhyun pun memeluk tubuhnya sendiri, ia hanya merasa ngeri membayangkan kejadian yang samar-samar itu sebelum ia dikurung disini.

"Nanti saat aku berubah menjadi medusa, mungkin aku akan membunuh Chanyeol dan Yifan tanpa ragu-ragu, sebelum itu terjadi, aku harus cepat pergi dari sini,"

Clak clak clak

Berulang kali ia mencoba menghancurkan teralis besi itu tapi nyatanya kekuatannya tak mampu untuk melakukannya.

"Percuma aku vampire, aku sama sekali tak bisa melewati penghalang ini," gumamnya seraya berdecak pelan.

Cklek

"Kang Seulgi?" pekik Baekhyun terkejut saat menadapati Seulgi muncul di belakangnya.

'Aku bisa menjadikan yeoja itu sandra dan kabur,'

"Percuma kalau kau berpikir untuk menjadikanku sandera mu, Appa dan Oppaku lebih mementingkan kedudukan sebagai Chongsu dari pada aku," ucapnya miris.

"T-tidak maksudku-" Baekhyun pun menggaruk belakang kepalanya seraya terkekeh pelan. Ia sungguh tak menyangka kalau rencananya sudah ketahuan sebelum itu terlaksana. Mungkinkah yeoja itu bisa membaca pikirannya?

"Ambil ini, ini kunci pintu depan rumah ini," ucapnya seraya menyodorkan sebuah kunci kepada Baekhyun.

"Kenapa kau-"

"Aku akan membebaskanmu," ucapnya tanpa ragu sedikitpun.

"Kenapa kau melakukan ini?"

"Aku hanya tak ingin Chanyeol dibunuh medusa," jawab Seulgi dengan raut wajah serius.

'Yeoja ini benar-benar menyukai Chanyeol ya?'

0

0

"Hei kau!"

Baru saja ia menuruni tangga, tapi ia sudah ketahuan oleh salah satu anak buah Daniel.

Cklek Cklek

"Ah dikunci!" Baekhyun mulai panik saat ia tak bisa membuka pintu rumah itu. Sementara anak buah Daniel terlihat semakin dekat menuju kearahnya. Ah ia baru ingat ada kunci di tangannya, tak menunggu lama ia pun segera menggunakan kunci itu. Terdengar bunyi "Klik" pertanda pintu itu sudah tak terkunci. Ia segera membuka pintu itu dan bergegas keluar.

Crraak

"Agh!"

Debuhk

Baekhyun tersungkur ditanah dengan rantai yag melilit perutnya. Gagal sudah rencananya untuk melarikan diri.

"Kau pikir kau boleh pergi tanpa seizinku Baekhyun," seringaian jelas tercetak di bibir Daniel ketika namja itu berhasil menangkapnya.

"Agh! Kau memakai rantai!" seru Baekhyun seraya mentap namja itu terkejut. Biasanya Yifan yang selalu menggunakan rantai sebagai senjata. Ia tak menyangka kalau Daniel lihai juga menggunakannya.

"Saat masih kecil, aku dan Yifan sering menggunakan rantai, pertanyaannya, siapa yang memberikan kunci ini padamu?" tanya Daniel sambil menunjukan kunci di tangannya.

"Uh, a-aku menemukannya tadi!" Bisa saja ia mengatakan kalau Seulgi lah yang memberikannya. Tapi sebagai balas budi karena yeoja itu telah menolongnya, iapun terpaksa berbohong.

"Kau tak pandai berbohong! sepertinya ada penghianat di rumah ini, aku kecewa padamu Seulgi," ucapnya seraya menunjukan raut kecewanya pada Seulgi yang mengintip di balik dinding.

"Uh!"

"Sepertinya aku harus memanggil Appa!"

'Sial aku gagal kabur dan Seulgi dalam bahaya,' umpat Baekhyun dalam hati.

000

Yifan dan Chanyeol duduk terdiam diruang tamu rumahnya memikirkan kemungkinan siapa yang telah membawa Baekhyun pergi. Kemudian tiba-tiba tubuh Chanyeol tersentak dan bergegas bangkit dari duduknya.

"Ayo kita pergi!" ucapnya dengan raut wajah yang gelisah.

"Pergi kemana? kita kan tak tau dimana Baekhyun,"

"Tunggu sebentar, sepertinya aku tau dimana Baekhyun," ucapnya lalu terdiam beberapa saat.

"Benarkah?" Yifanpun segera beranjak dengan antusias dan menghampiri Chanyeol.

"Sepertinya aku tau siapa yang menculik Baekhyun,"

000

Plak

"Kau mencoba melepaskan Baekhyun? apa yang sebenarnya kau pikirkan!"

Tamparan keras lah yang Seulgi dapat ketika Appanya datang.

"Maaf Appa, aku tak bisa membiarkan Chanyeol dibunuh," ucapnya seraya menyentuh pipinya yang terasa panas.

"APA KAU BILANG! JADI PARK CHANYEOL LEBIH BERHARGA DARI PADA KAKAKMU!"

"Tenang Appa! situasi ini terlalu berat untuk Seulgi, sejak dulu dia ingin menikah dengan Chanyeol," Daniel pun berusaha menenangkan Appanya yang berniat memukul Seulgi lagi.

"Park Chanyeol tak pernah mencintaimu! Sudah lupakan saja dia!"

"Sepertinya Chanyeol mencintai Baekhyun, sudah waktunya kau menghadapi kenyataan ini Seulgi," ucap Daniel menambahkan.

"Itu tak benar! Chanyeol bilang jika Baekhyun meminum darah manusia dan bersumpah darah dengan manusia itu, maka dia akan menerimaku!" serunya dengan air mata yang berderai.

"Itu tak akan terjadi! Kita akan mencegah hal itu terjadi!" seru Ji Gook marah.

"Appa!"

"Tunggu! sepertinya aku punya ide, bagaimana jika aku dan Baekhyun yang bersumpah darah?" tanya Daniel seraya mengangkat sudut bibirnya.

"Benar, jika kau dan Baekhyun bersumpah darah, kita tak perlu khawatir kalau dia akan meminum darah namja, dan medusa tak akan muncul lagi," ucap Ji Gook dengan penuh keyakinan menyetujui usul putranya.

"Aku akan melakukannya! aku akan menjadi vampire tak terkalahkan dan bisa lebih mudah membunuh Chongsu," ucap Daniel antusias dengan mata yang berbinar senang.

"Ti-tidak!" Seulgi mulai panik saat mendapati rencana gila kakaknya yang semakin gila.

"Maafkan aku Seulgi, tapi kau harus tinggal di kamar ini," ucapnya seraya tersenyum miring sebelum mengunci pintu kamar itu dan mengurung Seulgi didalamnya.

Dok Dok Dok

"JANGAN! LEPASKN AKU OPPA! OPPA!"

Mau sekuat apapun ia memukul pintu itu dn berteriak sekeras mungkin, tentu saja itu percuma. Daniel yang keras kepala itu tentu tak akan mau mendengarkannya.

0

0

Sementara diruangan lain, Baekhyun tengah melakukan berbagai macam cara agar bisa keluar dari kamar itu.

"Ini mustahil, bagaimana jika ini kutendang?" Baekhyun pun menyiapkan kuda-kudanya di depan pintu bersiap menendangnya dengan keras, tapi tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampakkan Daniel di hadapannya.

"Ehh!"

"Ikut aku jika tak ada yang kau lakukan Baekhyun!" pintanya seraya menarik tangan Baekhyun dan membawanya keluar dari kamar itu.

"Jika tak ada yang kulakukan? Eh? bukannya itu suara Seulgi?" gumamnya saat ia mendengar suara pintu digedor dan teriakan Seulgi dari salah satu kamar yang ia lewati.

"Dia menghalangi rencanaku, jadi aku menguncinya," jawabnya acuh.

"Sebaiknya kau mendengarkan Seulgi!" sarannya seraya mempoutkan bibirnya.

"Haha aku tak peduli,"

Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah pintu dan Danielpun segera membukanya.

"Sudah siap Appa?" tanyanya sambil membawa Baekhyun masuk kedalam.

"Ada apa ini?" pekik Baekhyun terkejut seraya membulatkan matanya.

'Upacara apa ini?' inernya dalam hati saat ia melihat Ji Gook mengenakan jubah hitam bertudung dengan meja besar di hadapannya.

"Ah! ini lagi?" pekik Baekhyun saat Daniel memborgolnya menghimpit dinding sama seperti yang sebelumnya Yifan lakukan.

"Aku rasa ini pertama kalinya untukmu kan?"

"Lepaskan!" serunya seraya menendang tangan Daniel yang berniat memborgol kakinya. Namun usahanya sia-sia karena Daniel tetap berhasil memborgolnya.

"Ambil ini, Ijbtwqewlf," Ji Gook menyerahkan sebuah cawan kepada Daniel seraya membacakan sebuah mantra yang tak Baekhyun mengerti.

"A-apa yang kau lakukan!" serunya panik saat melihat Ji Gook memegang sebuah pisau.

"Sekarang, upacara sumpah darah dimulai!" serunya seraya mengacungkan sebuah pisau keatas.

"A-apa maksudmu?" tanya Baekhyun panik.

"Menyatukan darahmu dengan darahku," jawab Daniel seraya tersenyum miring.

"A-apa?"

"Kau dan aku akan menjadi pendamping yang sempurna, dan kau akan melupakan Park Chanyeol," ucapnya seraya mengerlingkan matanya kearah Baekhyun.

"TAK AKAN! AHH! APA YANG KAU LAKUKAN?" rasanya perih saat tiba-tiba Daniel menyayat pergelangan tangannya.

Namun mereka tak pedulikan protesannya. Setelah menempatkan tetesan darah Baekhyun di dalam cawan itu, mereka melanjutknnya dengan mengambil darah Daniel. Setelah itu Ji Gook mengangkat cawan itu tinggi-tinggi dan mengucapkan sebuah mantra yang lagi-lagi tak Baekhyun mengerti.

"Menyatukan darahku dengan darah keparat itu! bagaimana bisa!" umpatnya dengan rahang yang mengeras.

"Minum darah ini," setelah meminumnya sebagian, Daniel menyodorkan cawan itu kearah Baekhyun.

"Aku tak mau!" Baekhyun pun segera membuang wajahnya kesamping.

"Kau harus meminum darah ini agar upacara ini sempurna," ucapnya seraya mendekatkan cawan itu kemulut Baekhyun dengan paksa.

Brusss

Baekhyun segera menyemburkan darah itu tanpa mau menelannya. Mana mungkin ia sudi melakukannya.

"Siapa bilang aku mau bersumpah darah denganmu!" hardiknya seraya menatap Daniel nyalang.

"Jangan meludah!" Ji Gook pun memperingatkan Baekhyun sambil memberikan tatapan tajamnya.

"Tenang saja, dia akan segera meminumnya," ucap Daniel sambil menunjukan smiknya.

"Bagaimana kau melakukannya?" tanya Ji Gook seraya mengeryitkan alisnya.

"Mudah saja," Ia segera memasukan sisa darah itu kemulutnya dan mendekat kearah Baekhyun.

"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Baekhyun waspada.

Daniel sama sekali tak mempedulikan pertanyaan Baekhyun dan segera membuka paksa mulut Baekhyun.

'Dia mencoba menciumku dengan meminumkan darah itu! Tidaaaaak!' Baekhyun mulai panik saat bibir Daniel semakin dekat kearahnya.

Brakk

"HENTIKAN!"

Penolongnya datang dan Baekhyun harus berasyukur karena itu.

"Park Chanyeol! Park Yifan!" pekiknya seraya membulatkan matanya. Tak ada pilihan lain terpaksa Daniel menelan darah itu sendiri.

"Kenapa mereka ada disini!" Ji Gook pun menggerutu melihat kedatangan dua namja itu. Padahal ia yakin sudah memasang penghalang agar mereka tak mengetahui keberadaan Baekhyun.

"Mau mencoba bersumpah darah heh!" Chanyeol pun menatap Ji Gook bengis.

"Anakku harus melakukannya!" seru Ji Gook tak kalah begis.

"Diam kau!" Chanyeol Marah dan melayangkan pukulannya kearah Ji Gook.

Crakk

"Apa kau tak tau sopan santun kepada orang tua! kau anak orang kaya kan?" Daniel menahannya dengan melilitkan rantainya ketangan Chanyeol. Terlambat sedikit saja, mungkin tangan itu sudah menghantam wajah Ji Gook.

"Jika kau sopan sedikit!" jawab Chanyeol acuh seraya menarik rantai itu kuat.

"Beraninya kau melawan Appaku!" seru Daniel sambil menahan rantai itu tak kalah kuat. Tapi apa yang dilihat setelahnya membuatnya mengumpat dalam hati.

'Sial dia melepaskan rantainya diudara sambil salto diudara dengan mudah!' umpatnya saat melihat Chanyeol sudah berdiri tegak dan terbebas dari rantainya.

"Akulah lawanmu! Hemm sebentar lagi aku akan melihat kejelekan anaknya Ji Gook" ucap Yifan dengan seringaian diwajahnya.

"Oh! jadi ini orang kaya sombong, tantanganmu kuterima!" sindir Daniel tak kalah sengit. Ia pun segera melemparkan rantainya dan Yifanpun menahannya.

"Rantai? sudah lama sejak bertemuan terakhir kita," ucap Yifan sambil tersenyum miring.

"Benar! dulu kita menggunakan ini,"

Aksi tarik menarik pun tak dapat dihindari. Yifan menariknya dan Daniel menahannya dengan arah yang berlawanan.

"Ayo kita lihat! apakah kemampuanmu bertambah!" dengan santainya Yifan menarik rantai itu kuat hingga terlepas dari genggaman Daniel.

'Kekuatan apa ini? kenapa kekuatannya bertambah?' pekiknya seraya membulatkan matanya.

Jawabannya tentu karena Yifan telah banyak meminum darah manusia.

"Ada apa ini? apa kau menyerah semudah itu?" tanyanya sambil menunjukan senyum mencemooh kearah Daniel.

"Kau terus memainkan rantai sedangkan aku tidak," ucapnya membela diri.

"Tak masalah dengan seberapa lama kau berlatih! kau pengecut kalau menghindar!" ucap Yifan seraya melemparkan rantai itu kembali pada Daniel.

"Kau banyak omong! Diamlah!" serunya seraya menyambut rantainya kembali.

Sekali lagi mereka melakukan aksi tarik menarik menggunakan rantai itu. Dan siapa sangka kalau kekuatan mereka seimbang.

'Dia lihai memainkan senjata, aku tak menyangka Daniel lebih kuat dari yang kubayangkan, Chanyeol juga lebih kuat dari Appanya Seulgi,' gumam Baekhyun saat melihat pertarungan sengit itu.

"Jika kau tak mematuhi Appaku, kau tau konsekuensinya kan? Jika gagal kau akan mati, dan jika kau menang, kau akan mendapatkan yang lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya," ucap Yifan masih dengan ekspresi yang sama.

"Mati kau!" Daniel marah dan melayangkan serangannya kearah Yifan.

Sementara itu Chanyeol harus menghadapi Ji Gook yang tak kalah keras kepalanya dari Daniel.

"Ku bisa kuatasi dalam gerakan ketiga!" ucap Ji Gook sambil melompat keudara.

"Argh!" ucapan Ji Gook tak main-main rupanya. Lengan Canyeol tergores sebelum ia sempat melakukan pertahanan.

"CHANYEOL!" pekik Baekhyun dengan raut Khawatir.

"Kemampuanku masih terasah kan?" ucap Ji Gook sombong.

"Aku menghawatirkan itu Kang Ji Gook! kau yang mulai, aku akan menghadapimu!" ucap Chanyeol sambil mengangkat sudut bibirnya.

Duagk

Bugk

Brukk

"Argh!" Ji Gook pun kalah telak dengan darah keluar dari mulutnya.

"APPA!" seru Daniel mengalihkn pandangannya kearah Ji Gook dengan rayt wajah khawatir.

"Apa yang kau lihat!" Yifan pun segera menggunakan kesempatan itu dengan menendang perut Daniel kuat.

Duagk

"Agh!" Daniel pun terpental menabrak dinding. Dengan sisa kekuatan yang ia miliki, iapun segera menghampiri Appanya

"Appa! maaf kita harus meninggalkan permainan ini," ucapnya kemudian sebelum melarikan diri dari sana.

"Berhenti!" Yifan pun segera mengejar Daniel yang kabur bersama Ji Gook.

Sementara Chanyeol segera menghampiri Baekhyun dan melepaskan borgol di tangan dan kakinya.

"Baekhyun! kau baik-baik saja?"

"Chanyeol!" Baekhyun senang bukan main, ia segera berhambur kepelukan Chanyeol setelah namja itu membebaskannya.

'Tiba-tiba aku punya keberanian untuk memeluknya, siapa yang peduli, aku yeoja-nya sekarang,' ucap Baekhyun sambil tersenyum bahagia.

"Aku senang kau datang menolongku," ucapnya sambil menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol.

"Baekhyun," panggilnya tanpa membalas pelukan Baekhyun.

"Ya?" jawabnya seraya melonggarkan pelukannya dan membalas tatapan Chanyeol.

"Kau harus bersumpah darah dengan Sehun,"

Jleger

Seketika senyum Baekhyun luntur mendengar perkataan Chanyeol barusan.

"A-APA?" Bagaimana bisa Chanyeol meminta itu padanya? sementara namja itu sendiri tau kalau Baekhyun mencintainya.

"Oh Sehun sedang menunggu di rumah untuk bersumpah darah setelah kita sampai nanti," ucap Chanyeol tak mau tau.

Nyut

Entah mengapa hati Baekhyun berdenyut nyeri mendengarnya. Bagaimana bisa Chanyeol merenggut kebahagiaannya dalam sekejap.

"Kau harus mengerti kenapa aku mengatakannya sekarang," ucapnya sambil menatap Baekhyun datar.

Bahkan tatapan mata Chanyeol lebih menyakitkan dari pada ucapannya. Ada apa dengan namja ini? Bagaimana bisa ia mengatakan itu? Bukankah Chanyeol mencintainya? Lalu mengapa ia memintanya untuk bersumpah darah dengam Sehun? Berbagai pertanyaan muncul di benak Baekhyun.

"Tapi aku tak mau melakukan sumpah darah dengan orang yang tak kucintai!" protes Baekhyun seraya menatap Chanyeol marah.

"Ini bukan tentang siapa yang kau cintai dan tak kau cintai, ini-,"

"Kau tak bisa memaksaku melakukannya dengan orang lain sementara kau sendiri mencintaiku Chanyeol!" serunya seraya mengenggam tangan Chanyeol erat.

"Siapa bilang aku mencintaimu," ucapnya datar seraya menepis tangan Baekhyun.

Nyut

Mata Baekhyun membulat seketika. Ia harap kali ini pendengarannya salah.

"Dulu kau bilang kau mencintaiku? apa kau bohong?" tanya Baekhyun dengan tatapan terluka.

"Karena dulu kau berguna bagi hidupku, tapi sekarang kau membahayakan bagi hidupku dan keluargaku, kau tak berarti lagi bagiku,"

Sadarkah Chanyeol, kalau kata-katanya itu melukai Baekhyun begitu dalam?

Plak

Baekhyun melayangkan tamparannya dengan keras dan menatap Chanyeol dengan penuh kekecewaan.

"Bodoh! kau merubahku menjadi vampire! kau mengacaukan moodku! APA KAU PUAS! Aku tak mau bersumpah darah dengan Sehun! lebih baik aku menjadi medusa dan bunuh diri!" Seru Baekhyun marah lalu bergegas berlari keluar dari kamar itu.

"Baekhyun!" Chanyeol pun panik dan berseru memanggil Baekhyun. Tapi sayangnya Baekhyun tak peduli dan terus berlari menjauh dari sana.

"Bodoh! inikah caramu membujuknya? sekarang dia sangat marah!" Yifan marah dan menatap Chanyeol tajam.

"Terus kau mau aku bilang begini? maaf aku mencintaimu, tapi aku harus melepasmu untuk pria lain? aku tak bisa apa-apa jika aku mencintaimu dan terus memelukmu? mana bisa aku melepasnya!"

Kepala Chanyeol pun jatuh di bahu Yifan, dan tanpa bisa dicegah lagi ia pun menangis disana.

"Apa?" Tentu Yifan terkejut bukan main. Ia baru tau kalau Chanyeol serapuh itu.

"Tak peduli aku harus mati sekalipun, aku tak ingin melepasmu, aku ingin sekali mengatakan itu tapi aku hanya membuatnya bersedih uhh!"

Yifan pun hanya berdiri kaku dan membiarkan Chanyeol menangis di bahunya. Sesungguhnya ini kali pertama Chanyeol menunjukan sisi rapuhnya padanya.

000

"Bohong! aku tak peduli jika itu Yifan, tapi Chanyeol yang mengatakan itu membuatku yakin, kau Brengsek!" umpat Baekhyun sambil menendang pohon didepannya.

Duagk

"Aww! uhh kenapa tak ada yang mengerti yeoja yang tersakiti ini hik," tubuh Baekhyun pun merosot ditanah, lalu ia pun memegangi kakinya yang sakit sambil merenungi nasibnya yang menyedihkan.

"Dia merubahku menjadi vampire dan menginjak lukaku seperti ini, Aku ingin menjadi manusia lagi!" racaunya sambil menangis tersedu-sedu.

Perasaannya sungguh kacau saat ini, ia bahkan sudah seperti yeoja yang baru saja diputuskan oleh namjachingunya. Menangis meraung sambil terduduk diatas tanah. Untung saja ia berada ditempat sepi, jadi tak akan ada yang melihatnya.

Setelah sedikit tenang, iapun segera bangkit dan berjalan menelurusi teotoar. Lalu tanpa sengaja ia melihat sebuah salon tak jauh darinya, iapun memutuskan masuk kesalon itu. Tak lama kemudian, Byun Baekhyun versi namja pun kembali melekat pada dirinya.

"Kalau tak salah ada disekitar sini?" gumamnya sambil mengedarkan pandangannya kegedung-gedung yang berjejeran. Rencananya ia ingin mengunjungi teman lamanya yang baru ia ingat kalau rumahnya ada di sekitar sini.

0

0

"Sudah lama sekali kita tak berkelahi dengan sekolah sebelah, aku bosaan!" ucap Jongin sambil bersandar malas di sofa apartemennya.

"Harapan kita adalah menemukan Baekhyun," ucap salah satunya dengan mata berbinar.

"Aku juga, ini satu-satunya harapanku sepanjang hidupku,"

"Aku ingin melihat wajahnya juga,"

Ya, setiap kali membicarakan tentang Baekhyun pasti mata meraka berbinar senang, dan semuanya saling menyahut dengan antusisas.

Brak

Siapa sangka kalau harapan mereka akan terkabul secepat itu. Mereka Bahkan menatap tak percaya saat Baekhyun sudah ada dihadapannya.

"Byun Baekhyun!"

"Bagaimana kau-?" Sepertinya Jongin terlalu terkejut sampai tak mampu melanjutkan ucapannya.

"Aku tau kalian bosan? ayo kita bersenang-senang," Ajaknya sambil tersenyum manis kearah teman-temannya.

Tentu saja mereka menyambutnya dengan antusias. Mereka pun memutuskan pergi ketempat karaoke, lalu dilanjutkan dengan makan bersama di sebuah kedai sampai kenyang sambil bersenda gurau seperti yang dulu sering mereka lakukan. Setelah itu mereka pulang bersama saling merangkul bahu masing-masing dengam Baekhyun berada di tengah.

'Aku seperti kembali menjadi Baekhyun lagi,' Setidaknya dengan menghabiskan waktu bersama mereka membuat moodnya sedikit lebih baik.

"Baekhyun jalan kita sama," ucap namja yang ada disamping Baekhyun saat melihat langkah mereka serempak seperti sedang baris berbaris.

"Rasanya seperti mimpi," ucap Jongin dengan binar mata senang.

"Aku juga bahagia teman!" jawab Baekhyun sambil tersenyum senang.

'Aku harap aku kembali menjadi namja selamanya, dengan begitu aku akan melupakan si Brengsek Chanyeol,' gumamnya dalam hati. Lagi-lagi ia teringat namja itu. Baekhyun pun menggelengkan kepalanya berkali-kali guna mengusir bayangan Chanyeol dari pikirannya.

"Kenapa Baekhyun?" Tanya Jongin seraya mengeryitkan alisnya saat Baekhyun menghentikan langkahnya dan menggelengkan kepalanya berkali-kali.

"Kami berbuat salah ya?"

'Aku harus melupakannya,' namun Baekhyun masih terus menggelengkan kepalanya dan membuat mereka semakin kebingungan.

"Eh?"

"Aku mohon pukul aku!" pinta Baekhyun tiba-tiba. Ia harap dengan pukulan keras ia bisa melupakan Chanyeol .

"Apa?"

"Ayo semua pukul aku!" pintanya sekali lagi sambil memejamkan matanya.

"Hahaha kau bercanda?" kekeh Jongin sambil meminit tengkuknya. Mana mau dia menanggung resikonya. Cukup pukulan keras Baekhyun waktu itu dan jangan lagi.

"Kami tak bisa melakukannya,"

Tentu saja mereka tak berani melakukannya. Terakhir kali Jongin memukulnya saja langsung dihajar sampai babak belur. Selain itu mana mungkin mereka menghajar idola mereka kan?

"Oke! yang bisa memukulku aku akan menciumnya,"

"H-ha? c-cium?"

Senjata ampuh agar mereka mau memukul wajahnya. Kalau seperti itu tentu mereka tak akan menolak. Ide yang brilian bukan?

"Kalian tau kemampuanku kan? yang bisa memukulku aku hadiahkan sebuah ciuman!" tantang Baekhyun sambil tersenyum tipis.

Mata mereka pun langsung berbinar senang dan menuruti tantangan Baekhyun. Satu persatu maju menyerang hingga akhirnya menyisakan Jongin yang masih berdiri tegak.

"Seperti yang kau bilang! kau sangat kuat Baekhyun!" ucap Jongin seraya menghapus peluh didahinya.

"Itu karena kalian lemah dan menyedihkan!" ucap Baekhyun sambil tersenyum meremehkan.

"Jangan menghina kami!"

Jongin pun tersulut emosi. Ia segera berlari kearah Baekhyun berniat menyerangnya. Tapi saat sudah dekat ia melihat Baekhyun berdiri pasrah seraya memejamkan matanya. Ia ingin mengurungkan niatnya tapi sudah tak bisa, ibarat motor yang remnya blong, ia sudah tak bisa mengelak lagi.

Tapi nyatanya itu tak terjadi, tiba-tiba muncul seseorang yang memeluk Baekhyun dan menariknya kesamping.

"C-chanyeol!" pekik Baekhyun dengan binar mata senang.

"Maaf aku bukan Chanyeol," suara Yifan langsung mematahkan harapan Baekhyun.

"Oh Park Yifan," ucap Baekhyun datar.

"Bodoh! kau ingin sekali dipukul!" Seru Yifan seraya mengguncang bahu Baekhyun.

"Kalau tak dipukul aku bisa gila!" jawab Baekhyun dengan wajah frustasi.

Yifan merasa prihatin dengan kefrustasian Baekhyun. Iapun segera membawa Baekhyun kedalam pelukannya.

"A-apa yang kau lakukan?"

"Diam! Aku ingin membantumu, tapi lupakan bajingan seperti Chanyeol," pinta Yifan seraya mendekap Baekhyun erat.

"Lepaskan Baekhyun!" seru Jongin seraya melayangkan pukulannya kearah Yifan. Namun dengan lihai Yifan menghindar dan melayangkan tendangannya keperut Jongin.

"Agh!" niat hati mau meolong Baekhyun dari namja asing, tapi dia sendiri yang terjeremb ditanah.

Baekhyun tak peduli dengan perkelahian mereka dan segera beranjak dari sana.

"Kau mau kemana? ayolah!" Seru Yifan seraya menahan tangan Baekhyun.

"Lepaskan aku!" Baekhyun pun menepis tangan Yifan.

"Bersumpah darahlah denganku!" pinta Yifan dengan raut yang serius.

"Apa?"

"Aku bukan pengecut seperti Chanyeol, dia pergi meninggalkanmu karena tak ingin melihatmu lagi,"

"Apa maksudmu dia pergi?" pekik Baekhyun terkejut.

"Dia ingin bersembunyi di suatu tempat dan malah menyerahkanmu pada pria lain, aku tak peduli takdir! tak peduli siapa yang aku bunuh, aku akan melakukannya untukmu!"

"TIDAK!"

"apa?"

"Chanyeol bukan pengecut, dia tak mungkin meninggalkanku seperti itu!" sangkal Baekhyun kemudian.

"Aku bilang dia pergi!"

"Tidak! aku akan mencari Chanyeol," Baekhyun pun cepat-cepat pergi dari sana. Apapun itu Baekhyun memutuskan untuk meminta kejelasan langsung dari Chanyeol.

"Heiii!"

'Aku harus menemui Chanyeol dan meminta penjelasannya, kau mempermainkanku dan meninggalkanku itu bohong kan?'

0

0

Saat ini Baekhyun sudah berada di depan rumah Chanyeol dan mengetuk pintu rumah itu dengan keras.

"Chanyeol!" seru Baekhyun seraya mengetuk pintu rumah Chanyeol.

"Baekhyun-nim?" Jongdae muncul dari balik pintu dan mengeryitkan alisnya saat melihat kedatangan Baekhyun yang tiba-tiba.

"Aku ingin bertemu Chanyeol," Baekhyun pun menyampaikan niat kedatangannya pada Jongdae.

"Dia tak ada disini," ucap Jongdae penuh sesal.

"Dimana dia? aku ingin menemuinya," rengek Baekhyun sekali lagi.

"Kurasa dia tak ingin menemuimu makanya dia pergi!" ucap Jongdae kemudian.

"Itulah mengapa aku ingin menemuinya, untuk mengetahui alasan mengapa dia pergi,"

"Kau tak tau kenapa?" tanya Jongdae seraya mengeryitkan alisnya.

"Chanyeol meninggalkanmu untuk kebaikanmu, jadi jangan mencarinya!" Pinta Jongdae kemudian.

"Dia yang merubahku menjadi vampire tapi kenapa dia tak mau bertanggung jawab dan malah pergi!"

"Chanyeol mengatakan sesuatu sebelum dia pergi," ucap Jongdae sambil mendesah pelan.

"Jika aku melihat Baekhyun lagi, aku tak bisa melepasnya, tak mengapa aku harus di bunuh olehnya, tapi jika aku mengatakan itu, aku tak bisa melepasnya, karena itu aku akan pergi sebelum melihatnya,"

"Chanyeol mengatakan itu?" tanya Baekhyun tak percaya?

"Saat kau meminum racun, Chongsu hanya mau menolongmu kalau kau bersumpah darah dengan manusia setelah kau sembuh, Chanyeol mencintaimu melebihi hidupnya, jika kau bersikap demikian, kau akan mempermainkan hidupnya, maka bersumpah darahlah dengan Sehun,"

Baekhyun masih diliputi rasa syoknya. Ia hanya terdiam dan tak berkomentar apa-apa lagi.

"aku akan mengantarkanmu pada pemimpin, dia sedang menunggu bersama Sehun,"

"Tak perlu! Aku yang akan bersumpah darah dengan Baekhyun!" Yifan datang sambil menyengkeram tangan Baekhyun.

"Yifan-nim!"pekik Jongdae saat melihat kedatangn Yifan.

"Lepaskan!" pinta Baekhyun sambil menepis tangan Yifan.

"Aku tak akan membiarkanmu bersumpah darah dengan namja lain!"

plak

Tamparan keras Baekhyun hadiahkan pada Yifam.

"Apa yang kau lakukan!" serunya marah saat pipinya terasa panas.

"Aku akan menghadapi pemimpin!" putus Baekhyun dengan sangat yakin.

"Jadi kau akan bersumpah darah dengan Oh Sehun?" tanya yifan tak percaya.

"Aku akan bersumpah darah dengan Sehun!"

"Kau yakin!"

"Ya jika aku bersumpah darah dengan Sehun, itu akan menguntunkan semuanya termasuk Chanyeol, ayo kita pergi," ajak Baekhyun kemudian.

"Baik,"

"Shit! kau yakin akan melakukannya dengan namja yang tak kau cintai!"

'Upacara ini menentukan jalan hidupku sampai akhir hayat, jika aku tak melakukannya, yang akan terbunuh adalah Chanyeol, yifan dan Chongsu,'

"Sial!"umpat Yifan saat melihat Baekhun sidah benar-benar memghilang dari pandangannya.

TBC

Yang suka silahkan tunggu kelanjutannya dengan meninggalkan review, yang tak suka silahkan tekan tombol back dan jangan menunggu.

Terima kasih Reader-nim Setia

-Salam damai inchan88-