Chapter 25

"Kau-? Kau manusia?" pekik Yifan. Ia bahkan baru menyadari kalau hawa vampire milik Baekhyun telah hilang dan tak tercium lagi.

"A-apa?" Baekhyun pun membulat matanya. Bagaimana bisa? pandangannya menarawang. Apa yang terjadi sebelum ia terdampar di tepi pantai? Seingatnya ia tak melakukan apapun pada tubuhnya. Ia mau melakukan perjanjian darah dengan Chanyeol, tetapi gagal karena medusa itu menampik gelasnya hingga terlempar ke laut. Lalu ia berusaha mengontrol medusa dalam dirinya, sampai terjadi penusukan di dada Chanyeol. Kemudian badai besar datang mengakibatkan kapalnya oleng hingga membuat Chanyeol dan dirinya tercebur kelaut. Setelah itu mereka terpisah akibat badai yang menelan tubuh mereka.

"Tak hanya itu, kau namja sekarang," ucap Yunho menambahkan.

"Eh?" Ia memang pernah mengharapkan ini. Tapi ini terlalu mengejutkan. Ia bahkan tak mengerti apa yang menyebabkan dia bisa berubah secepat ini.

Yifan tak sepenuhnya percaya dengan perkataan Appanya. Untuk memastikannya, ia langsung mengoyak baju Baekhyun hingga semua kancingnya terlepas. Barulah ia percaya setelah melihat dada rata milik Baekhyun.

"Apa yang kau lakukan!" Pekik Baekhyun sambil menyilangkan tangannya di depan dada. "Huhh?" gumamnya saat ia tak merasakan tonjolan apapun di dadanya. Pandangannya pun langsung jatuh kedadanya. Rata dan tak ada lagi gumpalan daging bulat disana.

"Tak mungkin! dia kembali menjadi namja," gumam Yifan masih dengan ekspresi syok nya.

"Dia kembali menjadi namja lagi," ucap Yunho meyakinkan.

'Kembali seperti dulu lagi,' gumam Baekhyun dalam hati. Ia masih belum bisa mempercayai hal ini. Baginya ini terlalu ajaib dan membingungkan.

000

-1 bulan kemudian-

Di sebuah gang sempit, seorang yeoja tengah di kerumuni tiga namja.

'Tolong aku,'

"I-ini uangnya," Yeoja itu pun menyerahkan dompetnya dengan takut-takut.

"Hanya ini? yeoja ini hanya punya kartu, dimana uangnya?"

"A-aku akan mengambilnya jika kalian mau," jawab yeoja itu dengan tubuh gemetaran.

"Tak perlu! dibandingkan dengan uang aku lebih menginginkanmu," seringaian itu terlihat jahat dan menakutkan membuat yeoja itu semakin bergetar ketakutan.

"Bagaimana bisa kami melewatkan saat yeoja cantik ada di depan kami," sahut yang satunya dengan seringaian yang sama.

"T-tolong biarkan aku pergi,"

"Kami akan membiarkanmu pergi setelah kau memuaskan kami!"

Yeoja itu pun semakin panik kala ketiga namja itu semakin merapat padanya.

"Kyaaa! epmmm," mulut Yeoja itu langsung dibekap sementara namja yang lainnya berusaha melucuti baju yeoja itu.

"Wow apa ini?"

"Apa? Siapa kau!" tatapan mereka pun langsung beralih pada Sehun yang kini bersandar pada dinding belakangnya.

"T-tolong aku!" pinta Yeoja itu dengan wajah memelas.

"Pergi!" pinta Sehun singkat.

"Siapa kau? Jangan remehkan kami!" Mereka pun menyerang Sehun terlebih dahulu. pukulan dan tendangan berusaha mereka layangkan, namun dengan sigap Sehun menangkisnya dan melayangkan serangan balasan.

Duagk

"Argh!" dua diantaranya pun sudah terkapar di tanah. Sehun pun tersenyum puas melihatnya.

"Terima ini!"

Jleb

Sehun lengah, salah satu namja itu berhasil menusukan sebuah pisau di bahu kanannya. Ia langsung menatap namja itu tajam sambil mencabut pisau itu tanpa rintihan kesakitan sedikitpun.

"Ehh?" namja itu terlihat syok melihat reaksi Sehun yang biasa saja.

Sehun langsung mencengkeram leher namja itu dan melemparnya hingga menabrak dinding.

"Argh!" jerit namja itu saat merasakan punggungnya terasa remuk. Dalam hitungan menit Sehun sudah berhasil memukul mundur mereka bertiga.

"T-terima kasih," ucap Yeoja itu dengan pipi yang bersemu merah. Maklum saja, siapapun yeoja yang melihat paras Sehun pasti akan terpesona dengan ketampanannya. Termasuk Yeoja yang baru di tolongnya ini.

"Ah! k-kau terluka, aku rasa kau harus ke rumah sakit," ucap yeoja itu sambil berusaha menyentuh bahu Sehun.

Sehun menahan tangan Yeoja itu sebelum mencapai bahunya. "Aku baik-baik saja." ucapnya sambil melepaskan tangan yeoja itu.

"Oh! T-tapi darahnya-," yeoja itu terlalu terkejut sampai tak mampu melanjutkan ucapannya ketika tiba-tiba Sehun mengusap pipinya lembut. "Maaf,"

"Maaf? maaf untuk Ap-" Yeoja itu langsung melebarlan matanya saat merasakan perih dan ngilu di lehernya. "Ah!" pekiknya. Namun ia tak bisa melakukan apa-apa saat Sehun menghisap darahnya dengan rakus.

Tak lama kemudian tubuh Yeoja itu melemas. Begitu Sehun melepasnya, tubuh Yeoja itu pun langsung roboh ketanah dan terbujur pucat tak bernyawa.

"Sehun! Seh-, Ah!" Irene terkejut melihatnya. Sehun tengah berjongkok sambil menarik rambutnya frustasi di hadapan seorang yeoja yang sudah tak bernyawa.

"K-kau melakukannya lagi?" tanya Irene sambil menatap Sehun tak percaya. Ya sejak Sehun membuka matanya, Irene tau kalau Sehun telah berubah menjadi monster penghisap darah persis seperti yang di katakan Zelo.

"Aku tak bisa mengontrolnya, aku bisa gila kalau tak meminum darah manusia! Aku tak tau harus bagaimana?" racaunya frustasi.

Irene merasa prihatin melihat keadaan Sehun. Biar bagaimanapun Irene ikut andil dalam perubahan Sehun. Iapun bergegas menghampiri Sehun dan membawanya kepelukannya. "Kau akan baik-baik saja," ucapnya sendu.

"Pulanglah kerumah dan aku akan mengurusnya," pintanya sambil menangkup pipi Sehun lembut.

Sehun sendiri tak memberikan jawaban apa-apa. Dia masih terlalu frustasi dan lebih memilih menuruti perkataan Irene.

"Ini Serius! Dia mati?" Tiba-tiba suara Zelo terdengar membuat bahu Irene menegang. Padahal ia sudah menyembunyikan hal ini dari Zelo sebelumnya. Tapi Sepertinya dia tak bisa menutupinya lagi.

"Z-zelo, i-ini sudah kedua kalinya,"

"Belum genap sebulan dia menjadi vampire, dia menghisap dua darah manusia dan membunuh mereka!" seru Zelo seraya melebarkan matanya.

"Tapi, apapun itu Sehun baik-baik saja, dia berubah menjadi vampire dengan baik," ucap Irene membela Sehun.

"Sehun bisa saja mati jika kita tak mencegahnya dengan darahku!" seru Zelo mengingatkan.

"Aku tak sanggup jika dia mati!" seru Irene dengam tatapan memelas.

"Sehun di hisap oleh vampire yang kuat, jadi dia menjadi kuat juga, kau puas? sesuai harapanmu, akhirnya dia menjadi pacarmu," sindirnya sambil memutar tubuhnya membelakangi Irene. Kalau boleh jujur, dia menyesal telah menyelamatkan Sehun yang kini menjadi vampire pembunuh yang setara dengan monster. Bahkan ia yang vampire saja tak pernah sekalipun meminum darah manusia.

"Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Sehun! aku suka keadaan seperti ini,"

Zelo pun hanya bisa menghela nafasnya menghadapi kekeras kepalaan saudaranya. "Huhh! oke aku akan menghapus ingatan namja ini dan menghilangkan bukti, sekarang kembalilah ke asrama,"

Irene pun tersenyum senang mendengarnya. "Terima kasih Zelo, Aku menyerahkannya padamu," setelah itu Irene pergi dan menyerahkan semua kekacauan yang di buat oleh Sehun kepada Zelo.

"Jika ini terus berlanjut, Chongsu akan tau dan bertindak," ucap Zelo was-was. Kalau Chongsu tau, tentu Ia akan ikut terseret dan di minta pertanggung jawabannya.

0

0

0

"Aku seorang vampire sekarang, kenyataan yang buruk, sudah sebulan sejak Baekhyun menghilang bersama Chanyeol dan Yifan, tak seorangpun yang melihat mereka," gumamnya dengan wajah murung.

"Aku telah menjadi pacar Irene, tapi-, aku telah membunuh dua orang dan akan menyusahkan Irene dan Zelo," Kemudian di tatapnya kedua tangannya. Ia sungguh jijik dan ngeri melihatnya.

"Sebenarnya apa yang terjadi? tiap dua minggu sekali aku selalu ingin meminum darah manusia, aku ingin mengontrol diri! tapi tapi tak tau kapan waktu yang tepat,"

Iapun menarik rambutnya frustasi. "Aku menjadi Vampire bukan untuk menjadi seperti ini! resiko menjadi vampire sangatlah berat, padahal aku menjadi vampire hanya untuk Baekhyun,"

"BAEKHYUN KAU DIMANA? aku telah menjadi kuat sekarang! aku bisa melindungimu, tetap di sampingku agar aku tak menyesal," racaunya dengan kefrustasian yang terlihat jelas.

000

Pagi yang cerah mengiringi semua murid SMA Korea menjalankan kewajibannya sebagai pelajar.

"Irene!"

Irene dan Zelo pun langsung memutar tubuhnya dan menemukan Sehun berdiri di sana dan menyapanya.

"Sehun!" Dengan antusias Irene pun bergegas menghampiri Sehun. "Kau pulang dengan selamat?" tanya Irene dengan senyum cerah menghiasi wajahnya.

"Iya," jawab Sehun sambil tersenyum tipis.

"Kondisimu baik?" tanya Irene sekali lagi.

"Iya, terima kasih, maaf telah merepotkanmu," ucapnya penuh sesal.

"Repot? Ah aku baik-baik saja asalkan kau juga begitu," ucap Irene sambil tersenyum kikuk.

"Irene," Sehun terharu, Ia tak menyangka kalau Irene begitu tulus membantunya.

"Yifan! Itu Yifan!"

"Park Yifan kembali,"

Pekik beberapa yeoja dengan riuh.

Sehun langsung memutar kepalanya dan menemukan Yifan dan Baekhyun berjalan berdampingan memasuki halaman sekolah.

"Itu Yifan,"

"Dimana Chanyeol?" mereka sedikit heran. Biasanya mereka akan melihat dua Park bersaudara yang berangkat bersama. Tapi kini mereka tak melihat Chanyeol di sana.

"Siapa namja manis disebelah Yifan?" tanya seorang namja dengan pipi yang bersemu merah.

Ya kini Baekhyun tak perlu menyamar lagi. Toh tujuan awal dia menyamar adalah untuk mengelabuhi Yifan dulu. Selain itu sekarang dia adalah namja tulen.

'Baekhyun!' pekik Sehun seraya membulatkan matanya.

"Baekhyun muncul tanpa kacamata? apa yang terjadi?" gumam Irene penasaran.

"Siapa yeoja manis itu?"

"Dilihat dari seragamnya dia namja,"

"Tapi kalau namja kenapa cantik?"

Berbagai pertanyaan muncul membuat halaman sekolah itu semakin riuh.

"Byun Baekhyun!" seru Irene seraya menghampiri Baekhyun.

"Apa! namja cantik itu Baekhyun!"

"Namja itu Baekhyun?"

"Aku tak percaya ini!"

Baekhyun di ingatan mereka sebulan yang lalu adalah Baekhyun sicupu berkacamata. Tapi kini Baekhyun muncul dengan penampilan yang berbeda.

"Irene, Zelo," sapanya sambil tersenyum tipis. "Ah! Sehun!" pekiknya ketika menyadari Sehun juga ada di sana.

"Ucapkan selamat pada kami, kami pacaran!" Irene segera mengapit lengan Sehun sambil mengedipkan sebelah matanya kearah Baekhyun.

"APA? benarkah?" pekik Baekhyun terkejut.

"Iya, perasaan Irene memang untukku," ucap Sehun dengan pipi yang bersemu merah.

Greb

"Kau tumbuh dengan baik Sehun," ucapnya senang sambil menggenggam tangan Sehun. Meskipun sedikit terkejut, tapi Baekhyun senang karena itu artinya Sehun tak akan mengejarnya lagi.

"Apa yang terjadi? kau kemana saja?" tanya Sehun penasaran.

"Itu-"

"Kau bersama Chanyeol?" potong Sehun cepat.

"Chanyeol tak disini lagi," Yifan tiba-tiba menyela pembicaraan dan berdiri di samping Baekhyun.

"Apa?"

Semua yang ada di sana pun terkejut mendengarnya.

"Chanyeol pergi keluar negeri dua hari yang lalu," jawab Yifan kemudian.

"Apa keluar negeri?" tanya Sehun tak percaya. Bagaimana bisa Chanyeol meninggalkan Baekhyun? Sebenarnya apa yang telah terjadi di antara mereka?

"Apa yang dia lakukan di sana?" tanya Irene kemudian.

"Aku tak tau," jawab Yifan sambil menggidikkan bahunya acuh.

"Dia akan secepatnya kembali, aku percaya itu," Sesungguhnya Baekhyun ragu akan hal itu. Tapi ia terus berusaha meyakinkan dirinya kalau Chanyeol masih hidup dan baik-baik saja di suatu tempat. Ia juga berusaha mempercayai bahwa Chanyeol akan segera kembali dalam keadaan yang baik-baik saja.

"Apa?" Irene sedikit tak mengerti kenapa Baekhyun mengatakan itu.

"Kemarilah Baekhyun!" seru Yifan yang sebelumnya telah berjalan menjauh terlebih dahulu.

"Oke! sampai nanti," seru Baekhyun pada ketiganya sambil berlari mengejar Yifan.

"Dia tiba-tiba pergi keluar negeri? gumam Irene sambil menatap kepergian Baekhyun.

"Kenapa buru-buru sekali?" Zelo pun ikut bersuara. Ia juga penasaran dengan hal itu.

0

0

"Yifan-nim!" seru Hyunbin bersama kedua temannya saat melihat kedatangan Yifan.

"Kenapa kau disini?" tanya Yifan sambil mengeryitkan alisnya.

"Kami khawatir," ucap mereka, lalu tatapannya terpaku saat pandangannya beralih kepada Baekhyun yang ada di belakang Yifan. Meskipun sudah berubah menjadi namja dan manusia, namun sepertinya aura kecantikannya masih saja mempengaruhi Hyunbin dan dua temannya itu.

"Be-baekhyun!" pekik mereka bersamaan masih dengan pipi yang bersemu.

"Menarik perhatian lagi," gumam Baekhyun sambil menggaruk dagunya.

Ctak

Mendengar gumaman Baekhyun entah mengapa Yifan tak suka. Iapun segera berlalu melewati Hyunbin dan dua temannya. "Kau beruntung Baekhyun, kau punya bawahan, huhh!" ucap Yifan sambil menghembuskan nafasnya kesal.

"Bukan seperti itu Yifan-nim!" seru Hyunbin panik saat Yifan meninggalkannya. Mereka pun bergegas mengejar Yifan yang sudah berjalan memasuki koridor sekolah.

"Hanya Yifan-nim bagi kami!" Mereka takut kalau Yifan marah dan menghukum mereka kalau ketahuan berpaling.

"Heh," Baekhyun pun mendengus geli melihatnya. "Bolehkah aku memakai kacamata?" gumam Baekhyun sambil merogoh saku celananya.

'Tidak! aku telah kembali menjadi namja, jadi aku tak perlu menyembunyikan jati diriku lagi, aku harus menjadi Baekhyun yang percaya diri,'

"Yifan kembali setelah sebulan menghilang!"

"Ya, walaupun Chanyeol keluar negeri,"

"Kenapa dia tiba-tiba pergi?"

"Yang lebih penting, kau sudah lihat Baekhyun?"

"Dia tampan tanpa kacamata!"

Sepanjang ia berjalan menuju kelasnya. suara-suara itu lah yang mengiringi langkahnya. Bahkan saat dia sudah sampai di depan kelasnya pun, dia mendengarkan pembicaraan dengan topik yang sama.

"Kabarnya Chanyeol dan Yifan bertengkar karena Baekhyun!" itu suara namja dari dalam kelasnya.

"Tapi dia kan namja?"

"Tapi dia cantik, itu meyakinkan!"

"Mungkin Chanyeol kalah dan pergi keluar negeri karena suatu alasan,"

Baekhyun hanya bisa mengepalkan tangannya mendengar itu semua.

0

0

Tak terasa bel istirahat pun berbunyi setelah pelajaran usai. Yifan dan Baekhyun pun meninggalkan kelas bersama.

"Yifan-nim!" Hyunbin dan dua teman setianya itu pun berjalan cepat memghampiri Yifan.

"Kenapa?" tanya Yifan datar.

"Kami dengar dari keluargamu Chanyeol menghilang? apa itu benar?" tanya Hyunbin penasaran.

Belum sempat Yifan menjawab, Baekhyun sudah lebih dahulu menjawabnya. "Tak benar! Chanyeol hanya keluar negeri sementara! Kalian mengerti?"

"I-iya/Benar/I-ya kami mengerti?!" jawab mereka bersamaan.

Setelah itu Yifan dan Baekhyun pergi meninggalkan ketiga namja itu.

"Baekhyun," gumam Hyunbin dengan tatapan penuh pesona.

"Cantiknya!" ucap Hansuk dengan pipi yang sama merahnya dengan Hyunbin.

0

0

"Kau yakin Chanyeol akan kembali?" tanya Yifan sambil melirik Baekhyun di sampingnya.

"Yakin," Jawabnya dengam pandangan yang lurus kedepan.

"Hentikan Baekhyun! Akuilah bahwa Chanyeol sudah mati," ucap Yifan dengan raut kesal. Ia hanya kesal, sudah sebulan Chanyeol menghilang, tapi Baekhyun masih saja menunggunya tanpa kepastian.

Baekhyun langsung menghentikan langkahnya dengan bahu yang menegang. "HENTIKAN OMONG KOSONGMU! CHANYEOL MASIH HIDUP! AKU YAKIN ITU!" serunya sambil mencengkeram kerah Yifan marah.

"Sekarang kau namja, bagaimana jika dia kembali? sedangkan sumpah darah itu bukanlah untuk sesama namja," ucap Yifan sambil sersenyum miring.

Baekhyun mencelos seketika. Tapi kemudian ia pun dengan cepat menguasai dirinya kembali.

"Siapa bilang aku mau bersumpah darah? lagipula Chanyeol belum mati," perlahan tangannya pun menjauh dari Tifan. "Jika tak ada kepentingan lagi, jangan mengikutiku!" ucapnya sambil berjalan cepat menjauhi Yifan.

"Ini berbahaya, walaupun dia namja aku tetap menginginkannya," gumam Yifan sambil memegangi dadanya. Pandangannya menerawang pada kejadian sebulan yang lalu saat Baekhyun baru saja di temukan.

-Flashback-

1 bulan yang lalu

"Apa yang terjadi?" tanyanya pada Appanya sambil mengamati Baekhyun yang tertidur pulas di ranjang.

"Bocah ini, apakah dia benar berubah menjadi namja?" tanyanya sekali lagi.

"Dia kembali menjadi namja lagi, medusa yang ada pada dirinya ditolak oleh tubuhnya sendiri, dia kembali ketubuhnya sebelum kembali menjadi vampire,"

"Jadi menurut Appa medusa itu tak akan muncul lagi?" tanyanya sambil mengeryitkan alisnya.

"Aku tak tau, karena Baekhyun telah kembali menjadi manusia," ucap Yunho tak yakin. "Biar bagaimana pun itu sesuatu yang bagus, Baekhyun kembali menjadi manusia, para tetua akan berhenti mengejarnya, karena yang mereka buru adalah bau medusa.

"Jadi lebih baik Baekhyun kembali menjadi manusia?"

"Benar, selama Baekhyun menjadi manusia, kita bisa mencegah pembunuhan Baekhyun untuk kelangsungan hidup kita,"

"Chh ini memusingkan, sejujurnya aku lebih suka kalau Baekhyun menjadi vampire yeoja saja," ucap Yifan sambil mengacak rambutnya.

Yunho pun mendengus geli mendengarnya. Tak dapat dipungkiri lagi, sepertinya kedua putranya sudah benar-brnar jatuh hati pada Byun Baekhyun. "Sama seperti Chanyeol," ucapnya kemudian.

"Chanyeol sudah mati! kita sudah menjarinya selama sebulan di pantai dan tak menemukan apa-apa, tak memungkinkan untuknya hidup!" serunya dengan pipi yang bersemu merah. Kalau boleh jujur ia tak suka kalau perasaannya disamakan dengan Chanyeol.

"Memang, bau dan keberadan Chanyeol tak dapat dideteksi, tapi selama aku belum menemukan tubuh Chanyeol itu belum terbukti, bilang saja kalau Chanyeol keluar negeri, aku akan mencarinya lagi, jadi jangan menyimpulkan seperti itu," ucap Yunho dengan raut tak suka.

-Flashback end-

'Chanyeol telah mati, kenapa kau belum juga menerimanya Baekhyun,'

000

"Sehun!" seru Baekhyun saat ia melihat Sehun berjalan seorang diri.

"Baekhyun?"

"Kau mau bermain denganku seperti dulu?" tanyanya antusias sambil merangkul bahu Sehun.

"A-apa?"

"Apa kau mau berkencan dengan Irene?" godanya sambil mengerlingkan matanya.

"Ah tidak!" jawabnya cepat sambil terkekeh pelan. " baiklah ayo," mana mungkin di menolak, bisa dekat dengan Baekhyun lagi adalah satu hal yang ia inginkan saat ini.

Tanpa mereka berdua sadari, Irene dan Zelo tengah melihat kepergian mereka.

"Kau tak mencegah Sehun pergi?" tanya Zelo saat ia melihat saudaranya itu hanya diam saja.

"Tentu saja, aku kan bukan penjahat," jawabnya sambil mempoutkan bibirnya. "Jadi sekarang Baekhyun namja?" gumamnya kemudian.

"Sehun mau menjadi namjachingumu karena ini," ucap Zelo prihatin.

"Tapi Sehun tak akan pernah mendapatkan Baekhyun, karena itu, Sehun sangat baik, makanya aku mengencaninya," ucapnya sendu.

000

Tak ada hal lain yang bisa membuat Sehun menyesali keputusannya menjadi vampire saat ini. Apa yang Baekhyun ucapkan sungguh membuatnya tercengang.

"Aku kembali ketubuhku semula! Manusia!" ucap Baekhyun antusias sambil tersenyum manis.

"Manusia? kembali menjadi namja?" pekik Sehun terkejut.

"Aku tak tau, seorang vampire kembali mejadi manusia, itu memgejutkan," ucapnya masih dengan senyum yang sama.

"Jadi sekarang kau kembali jadi manusia?" tanya Sehun kemudin. Ia hanya belum sepenuhnya percaya dengan apa yang baru saja dia ketahui tentang Baekhyun.

"Iya, sekarang aku bisa bersamamu seperti dulu?" ucapnya masih dengan ekspresi yng sama. Bakhan senyum manis itu semakin cerah saja.

"Aku tau," gumamnya sambil menundukan kepalanya. Andai Baekhyun tau kalau hati Sehun kembali hancur sekarang. Ia sudah berjuang untuk menjadi vampire demi untuk bersama Baekhyun, tapi Baekhyun sendiri malah kembai menjadi manusia.

"Adakah yang ingin ku ceritakan?" tanya Baekhyun kemudian.

"Eh itu-"

' Baekhyun kembali menjadi manusia, kalau kuceritakan pada Baekhyun kalau sekarang aku vampire, kirasa itu bukan hal yang bagus,'

"Ah tak ada yang penting, sebenarnya aku ingin menjadi vampire sepertimu, tapi itu tak mungkin lagi," ucapnya bohong sambil tersenyum palsu.

Baekhyun segera menepuk bahu Sehun pelan menunjukan keprihatinannya.

"Saat ku dengar kau menjadi Namjachingunya Irene aku sangat senang, dia baik hati, aku yakin kalian akan menjadi pasangan serasi," ucapnya antusias.

"Iya, Irene sangat memahamiku, aku sangat memghormatinya," ucapnya sambil tersenyum miris.

"Ayo ke klub," ajak Baekhyun sambil berjalan terlebih dahulu.

"Bagaimana dengan Chanyeol?"

Tap

Baekhyun langsung menghentikan langkahnya dan segera memutar kepalanya kearah Sehun. "Apa?"

"Bukannya kau dan Chanyeol kabur bersama?" tanya Sehun mengingatkan.

"Itu-"

"Mungkin Chanyeol pergi kelaut agar tak kaget saat melihatmu kembali menjadi manusai,"

"Oya benar," jawab Baekhyun dengan senyum yang dipaksakan.

'Aku tak boleh mengatakan kebenarannya,'

"Karena aku namja, tak ada sumpah darah dan nikah lari,"

'Haha aku ini bicara apa?' rutuknya dalam hati.

"Jadi begitu, ini pasti sulit untukmu," gumam Sehun sambil menundukan kepalanya.

"Aku tak apa-apa, aku hanya belum yakin saja telah menjadi manusia, aku akan hidup seperti dulu dan bersahabat dengan Chanyeol seperti anak SMA lagi," ucap Baekhyun sambil kembali melanjutkan langkahnya.

'Namja ini, jelas sekalai kalau dia terluka, tapi dia berusaha menutupinya, jelas sekali kalau ia sangat mencintai Chanyeol,' iner Sehun dalam hati sambil membuntuti Baekhyun di belakang.Meskipun ia tak bisa memiliki Baekhyun, tapi ia senang karena Baekhyun kembali menjadi manusia. Ia pun bertekat akan melindungi Baekhyun sebagai vampire.

0

0

"Aku lihat kemampuanmu semakin lama semakin kuat," ucap Baekhyun setelah mereka menyelesaikan latihan Tae-kwondo mereka.

Sehun pun tersenyum bangga mendengar pujian dari Baekhyun. "Memang seharusnya begitu,"

Belum sempat Baekhyun menjawab. Ia merasakan seseorang tengah menarik lengannya sedikit menjauhi Sehun.

"kau lapar tidak? Ayo kita makan!"

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Baekhyun saat melihat Yifanlah yang tadi menariknya.

"Oh Sehun, maaf mengecewakanmu, kau tak bisa menggantikan posisi Chanyeol," ucap Yifan sambil tersenyum miring.

"Apa maksudmu?" tanya Sehun dengan tatapan tak suka.

"Karena Baekhyun kembali menjadi manusia dan namja, pikirkanlah bahaya untuk Baekhyun!" ucap Yifan memperingatkan. Tentu saja Yifan tau siapa Sehun sekarang. Dari baunya saja sudah tercium jelas.

Greb

Yifam mencengkeram kedua bahu Sehun dan menatapnya tajam. "Kau-"

Duagk

Belum sempat Yifan meneruskan ucapannya, Baekhyun sudah lebih dalulu menendang pantatnya . "Jangan Sentuh Sehun!" serunya sambil menatap Yifan tajam.

"Hei Kau! Kau pikir telah menendang bokong siapa hah!" tentu Yifan Marah dan menatap Baekhyun tak kalah tajam.

"Jika kau menyentuh Sehun lagi! Aku akan membunuhmu! aku mau main dan pulang telat! jadi jangan cari aku!" ucapnya kemudian sambil membawa Sehun pergi dari sana.

0

0

Sepanjang perjalanan Sehun sangat gelisah.

'Yifan, apa dia tau?'

"Sehun, apa yang dikatakan Yifan jangan dimasukan kehati," ucap Baekhyun sambil menepuk punggung Sehun.

"Iya, tapi ada hubungan apa kau dengannya? kalian tampak begitu akrab,"

Baekhyun pun langsung membekap mulutnya menahan tawa. "Akrab? jangan bercanda! dia itu tak seperti Chanyeol, dia itu manja, ups!" Baekhyun kembali membekap mulutnya saat tak sengaja membawa nama Chanyeol di dalamnya.

"Sepertinya kau memang sulit melepaskan Chanyeol ya?" ucap Sehun miris. " Mengejutkan, kalau aku menjadi Chanyeol, tak peduli kau namja ataupun yeoja, aku akan terus disampingmu,"

"Tidak!" sangkal Baekhyun cepat.

"Apa?"

"Chanyeol akan kembali! dia tak akan meninggalkanku!" serunya tanpa sadar.

"Ah, maaf jika aku salah paham,"

'Sepertinya memang sulit bagi Baekhyun untuk melepaskan Chanyeol.

'Dia tak akan meninggalkanku, dia telah berjanji,'

TBC

Makasih reader-nim setia My Boyfriend is A Vampire, walaupun masih banyak yang bingung sama ceritanya. Atau mungkin karena tulisanku yang membingungkan?

T-T #pundungdipojokan

-Salam damai inchan88-