Chapter 26
"Chanyeol! Udara malam hari sangat dingin, apa yang kau lakukan disini?" tanya Seulgi ketika mendapati Chanyeol duduk di atas bebatuan pantai yang ada di depan rumahnya.
"Aku ingin melihat bulan separuh, ini seperti gambar yang tersembunyi, bulan separuh terlihat begitu misterius, mengingatkan mengenai apa yang telah hilang dari kenangan kita,"
Deg
Irene sudah menduga, pasti suatu saat Chanyeol akan menanyakan tentang hal ini. "Ini tak seperti kau Chanyeol,"
"Hemm?" gumam Chanyeol.
"Kau belum sepenuhnya pulih, jadi beristirahatlah," Chanyeol hanya tersenyum tipis dan bergegas beranjak dari sana.
Melihat itu dengan cepat Seulgi menahan tangannya. "Hei tunggu! kau melupakan sesuatu?" ucapnya sambil menunduk malu.
Chanyeol berpikir sejenak, setelah mengingatnya ia segera merengkuh belakang kepala Seulgi.
Cup
"Aku masuk dulu," senyum tipis tersungging di bibirnya sebelu berjalan memasuki rumah keluarga Kang.
Pipi Seulgi bersemu merah selepas Chanyeol mengecup keningnya. Siapa sangka ia akan seberuntung ini. Sekarang Chanyeol hanya mencintainya, dan tinggal bersama keluarganya di rumah terpenjil di pulau ini sejak keluarganya pindah kemari sebulan yang lalu.
-Flashback-
Mengapa Appa begitu terlambat? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" gumam Seulgi ketika ia duduk di depan tungku penghangat ruangan.
Cklek
Mendengar suara pintu dibuka, Seulgi pun bergegas melihatnya. Dan terkejutlah ia saat melihat siapa yang ada di punggung Daniel.
"Chanyeol? Apa yang terjadi?" Seulgi panik dan memutuskan membuntuti Daniel dan Appanya yang membawa Chanyeol ke salah satu kamar yang ada di rumahnya.
Setelah Daniel membaringkan Chanyeol di ranjang, Seulgi pun mendekat. Matanya langsung membulat melihat luka di dada Chanyeol. "Dia terluka di jantungnya? dia bisa mati!" ucapnya panik.
"Ya, dia akan mati," jawab Daniel acuh sambil menyeka keringatnya dengan handuk kecil. "Dia ditikam dengan pisau yang khusus dibuat untuk membunuh vampire,"
"Lalu apa yang harus kita lalukan?" kecemasan terlihat jelas menguasai Seulgi.
Melihat Daniel yang hanya menggidikkan bahunya, Seulgi pun semakin risau. "Bukankah Oppa bilang akan membawa Baekhyun ke sini! Mengapa Oppa malah membawa Chanyeol sebagai gantinya?" tuduh Seulgi sambil menatap Daniel penuh curiga.
"Baekhyun dan Chanyeol menggunakan speed boat untuk kawin lari,"
"Apa!" Mata Seulgi langsung membulat sempurna. Ia tak mengira kalau Chanyeol dan Baekhyun akan berbuat senekat itu.
"Appa dan aku mengambil speed boat lain dan mengikuti mereka, tapi karena angin terlalu kencang, kami gagal dan harus kembali, kami kebetulan menemukan Chanyeol dalam kondisi seperti ini, jadi aku dan Appa memutuskan membawanya ke sini,"
"Uhh!" Chanyeol mengerang pelan memperlihatkan raut wajah yang tak baik-baik saja.
"Apa yang harus kita lakukan? Chanyeol akan mati Oppa!" ucap Seulgi panik. Iya bergegas mengambil pisau di atas nakas berniat menggores pergelangan tangannya.
Daniel pun bergegas mencegahnya, dan merebut pisau itu dari tangan Seulgi. "Apa yang mau kau lakukan?" tanyanya sambil menatap Seulgi tajam.
"Aku harus menyelamatkannya!"
"Jangan melakukan hal-hal gila!" Seru Ji Gook seraya menatap Seulgi tak kalah tajam dari Daniel..
"Tanpa darah, Chanyeol akan mati Appa," rengeknya dengan tatapan memelas. Ia benar-benar khawatir kalau nyawa Chanyeol sampai tak terselamatkan. Biar bagaimana pun, seseorang yang tertusuk tepat di jantungnya itu memiliki tingkat keselamatan yang minim.
"Aku membawa Chanyeol kemari bukan untuk menyelamatkan nyawanya," ucap Daniel dengan kilatan mata yang tajam dan penuh dendam.
Seulgi pun kembali membulatkan matanya. "Lalu mengapa kau membawanya ke sini?"
"Sebelumnya, aku bertengkar dengan Chanyeol, kami dipecat oleh Chongsu dan dikalahkan," ucapnya penuh amarah.
"Rencana awalnya, kita akan mengubah Baekhyun menjadi medusa dan mekintanya untuk membunuh keduanya, tapi karena Baekhyun tak bisa diubah menjadi medusa, jadi kita akan menggunakan Chanyeol untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan," ucap Ji Gook penuh ambisi.
"Appa punya rencana lain?" tanya Seulgi was-was.
"Kami akan menggunakan Chanyeol sebagai senjata," jawab Daniel sambil tersenyum miring.
"Apa yang Oppa katakan!"
"Kami akan membalas dendam dengan membiarkan dia minum darah kami," perlahan senyum miring itu berubah menjadi seringaian.
"Kau bisa membalas dendam pada manusia, tapi tidak pada vampire Oppa!"
"Ya, kita bisa," jawab Daniel singkat.
"Tapi dia berada pada level yang lebih tinggi dari Appa dan Oppa," ucap Seulgi mengingatkan.
"Tapi dia dalam kondisi seperti ini, jadi kurasa kita bisa," ucap Ji Gook dengan sangat yakin. Sebuah kitap kuno tampak berada di tangannya."Karena dia sudah dalam perjalanan menuju kematian, kita pasti berhasil," sambungnya kemudian.
"Tidak! Appa tak bisa membunuh Chanyeol seperti itu!" seru Seulgi panik. Berapa kalipun Seulgi merengek, mereka sama sekali tak mempedulikannya.
"Tak dapat dipungkiri bahwa kita mendapatkan kekuatan untuk membalas dendam,"
"Tapi Chanyeol tak boleh mati, aku keberatan dengan itu!" protes Seulgi sambil berdiri di hadapan Ji Gook, menghalanginya untuk mendekat kearah Chanyeol.
Plak
Tamparan keras Ji Gook layangkan di pipi Seulgi.
"Ah!"
"Jika kau terus menghalangi jalanku, aku tak akan memaafkan bahkan jika itu adalah kau," hardiknya sambil menatap Seulgi tajam.
Greb
Seulgi segera memeluk kaki Ji Gook. "Jika Chanyeol mati! Aku tak akan bisa hidup bahagia! Tolonglah Appa!" pintanya dengan wajah memelas.
"Tak bisakah kamu diam sebentar saja?" ucapnya sambil menatap Seulgi tajam.
"Appa, tolong tenanglah, saya akan menjelaskan kepada Seulgi," setelah Ji Gook kembali tenang, Daniel seger menghadap kearah Seulgi. "Rencanaku ini tak akan menyakitimu," ucapnya berusaha meyakinkan Seulgi.
"Tak akan menyakitiku?" gumam Seulgi sambil mengeryitkan alisnya bingung.
"Aku akan membuat kenangan baru untuk Chanyeol," ucap Daniel menjelaskan.
"Kenangan baru?" gumamnya, Seulgi masih belum mengerti rencana apa yang akan Daniel lancarkan.
"Itu benar, bagaimana jika Chanyeol bertunangan dengan mu? dan juga orang yang di cintainya adalah kau?" tanyanya sambil tersenyum misterius.
"Apa? Chanyeol akan bertunangan dengan ku?" gumam Irene sambil mengeryitkan alisnya tak yakin.
"Chanyeol benar-benar akan melupakan Baekhyun dan dia akan mencintaimu lebih dari orang lain di dunia ini, bagaimana?"
"Uhmm, Chanyeol akan melupakan Baekhyun? Apakah itu nyata?" tanyanya memastikan.
"Tentu saja,"
"Kalau begitu cepat lakukan Oppa! sebelum Chanyeol mati!" pintanya dengan antusias. Kalau memang itu bisa membuatnya memiliki Chanyeol, mengapa dia harus keberatan? tentu ia akan sangat bahagia bila itu terjadi.
0
0
"bXMJYX," Ji Gook membacakan manetra dari kitap kuno itu dengan raut serius sambil memejamkan matanya. Setelah selesai iapun segera mengulurkan tangannya dan meletakkan jari telunjuknya di kening Chanyeol.
"Tangan!"
Daniel pun segera menyayat pergelangan tangannya dan mengalirkan darahnya kedalam mulut Chanyeol.
Ji Gook kembali membacakan sebuah mantera yang sama sementara Daniel terus mengalirkan darahnya. "bXMJYX,"
"Ugh!" lenguhan itu keluar dari bibir Chanyeol disertai keryitkan alis yang tak nyaman.
Setelah melihat Chanyeol bereaksi, Daniel pun segera membuat kenangan baru untuk Chanyeol.
'Mulai saat ini, kau akan hidup dengan kenangan baru, aku akan memberi Park Chanyeol sebuah kehidupan baru, kau adalah putra dari Chongsu klan vampire, Park Yunho, kau memiliki saudara tiri bernama Park Yifan, dan kalian berdua adalah rambut masa depan untuk keberuntungan Yunho, tapi sejak kau masih kecil, Yunho hanya menyukai Yifan, dan dia membunuhmu di depan mata Yifan, dengan asumsi kau sudah mati, dia menyuruh asistennya Kang Ji Gook untuk membuang tubuhmu, tapi Ji Gook menyelamatkan hidupmu, sejak saat itu kau hidup bersama keluarga Kang dan kau jatuh cinta dengan Kang Seulgi, kau juga setia pada kami dan akan mematuhi semua yang kami perintahkan,"
Setelah Daniel selesai menanamkan kenangan baru pada Chanyeol, tak lama kemudian Chanyeol menunjukan reaksinya.
"ARGHH!"
Erangan itu terdengar menyakitkan. Bahkan Seulgi tak tega melihatnya.
"Chanyeol!"
"ARGHH!"
"Chanyeol! Apakah kau baik-baik saja?" serunya sambil menggoncang tubuh Chanyeol pelan. Ia benar-benar khawatir melihat Chanyeol yang kesakitan.
"Chanyeol berada di tingkat yang lebih tinggi dari Daniel, sehingga menerima darah Daniel bukanlah tindakan mudah baginya," ucap Ji Gook saat melihat kepanikan putrinya.
"Lalu Chanyeol bisa mati?"
"Itu tergantung tuhan,"
"Itu-, jika Chanyeol mati! Aku akan mati bersamanya!" ucapnya sambil menggenggam tangan Chanyeol erat.
"Uhuk!"
"Dengan adanya perpindahan, apakah Chanyeol akan benar-benar mati?" tanyanya dengan raut khawatir.
"Chanyeol tak akan mati!" jawab Daniel sambil mendengus pelan.
"Apakah kau serius?"
Ji Gook kemudian mendesah penan."Dia telah menerima darah Daniel, lalu, Chanyeol akan hidup kembali, bukankah begitu? Namun, kebutuhkan waktu untuk pulih, karena dia telah kehilangan terlalu banyak darah."
"Jika memang begitulah, maka ambillah darahku!"
"Jangan takut, saudaraku sayang, dia akan hidup, jadi jangan se-khawatir itu," ucap Daniel sambil mendengus geli.
"Oppa!"
"Chanyeol sekarang murid kita! Dia akan menjadi senjata rahasia kits untuk membalas dendam!"
-Flashback End-
'Sebulan telah berlalu, Chanyeol perlahan pulih, selanjutnya pasti kami akan segera dilibatkan,' gumamnya selepas Chanyeol yang sudah menghilang dibalik pintu rumahnya.
"Seulgi!" Seru daniel saat melihat Seulgi berdiri termenung di depan rumahnya.
"Oppa?" Seulgipun bergegas menghampiri Daniel.
"Kita akan ke Seoul besok,"
"Besok?" pekiknya terkejut. Ia tak menyangka akan kembali secepat ini.
"Chanyeol sudah kembali normal, dia lebih kuat dari sebelumnya sejak dia minum darah kita, sementara itu, kita telah mengumpulkan banyak sekutu sehingga kita bisa memghalau vampire yang akan menghentikan kita, jadi tak ada lagi alasan untuk tetap tinggal di sini lagi," setalah mengatakan itu Daniel berlalu pergi.
'Selama sebulan ini aku merawat Chanyeol, untuk pertama kalinya saya merasakan kebahagiaan,'
"Benar! Melihat Chanyeol yang hanya akan melihatku, dan hanya mencintaiku, aku selalu berharap momen itu akan bertahan selamanya, aku ingin selalu melihat senyum Chanyeol,"
Berbekal keyakian itu, Seulgi berusaha meyakinkan dirinya kalau ia tak akan kehilangan Chanyeol sekembalinya ia ke Seoul nanti.
000
"Itu Baekhyun!"
"Begitu tampan!"
"Bagaimana bisa seorang namja begitu cantik?"
Sudah beberapa hari berlalu, tapi suara-suara itu masih saja mengiringi langkahnya ketika ia berada di area sekolahnya. Ia bukannya tak mendengarnya, ia hanya berusaha acuh, meskipun sejujurnya ia sangat risih dengan itu.
"Baekhyun!" Seru Sehun saat melihat Baekhyun berjalan cepat dengan pandangan lurus kedepan.
Baekhyun segera menghentikan langkahnya dan menemukan Sehun yang sedang melambaikan tangan kearahnya.
"Hai!" sapanya sambil bergegas menghampiri Sehun.
"Apakah kau tak memakai kacamatamu lagi?" tanya Irene setelah Baekhyun ada di hadapannya.
"Ya, apakah aku terlihat aneh?" tanyanya sambil memijit tengkuknya.
"Kau melepas kacamatamu untuk merayu para Yeoja bukan?" tebak Zelo dengan kerlingan nakal.
"Begitulah seharusnya," sambung Irene cepat sambil mempoutkan bibirnya.
"Eh? Bukan! Aku tak seperti itu!" protesnya sambil menatap tajam duo Bae itu.
Tapi kemudian mereka mendengar keributan di halaman Sekolah.
"Pergi!"
Baekhyun dan yang lainnya pun segera mengalihkan perhatiannya pada keributan itu. Disana dapat dilihatnya geng Hyunbin dan Jongin saling bersitegang.
"Apa? Mengapa orang-orang ini datang kesini lagi?" sindir Hyunbin disertai tatapan tak sukanya.
"Apa yang sedang dilakukan mereka?" tanya Irene sambil mengeryitkan alisnya.
"Mereka begitu berisik!" ucap Zelo kemudian.
Sementara Baekhyun sendiri lebih memilih berjalan mnghampiri mereka.
"Aku ingin mengetahui alasan apa yang membuatmu datang ke sini!" seru Hyunbin sambil melayangkan tatapan merendahkan pada geng Jongin.
"Baekhyun-nim memanggil kami kemari," jawab Jongin acuh.
Hyunbin pun mendengus mendengarnya. "Pembohong! Siapa yang akan mempercayai itu?"
Tapi Hyunbib harus menelan kekecewaannya ketika Baekhyun datang dan membenarkan perkataan Jongin.
"Itu benar, aku yang memanggil mereka kemari, aku-,"
"Apa? kau memanggil mereka? sebenarnya apa yang mau kau lakukan Baekhyun?" Hyubin pun menunjukan ketidak sukaannya pada Baekhyun karena telah memanggil mereka kemari.
"Baekhyun!" Jongin dan teman-temannya pun tersenyum cerah melihat kedatangan Baekhyun.
"Kau memanggil kami!" Mereka benar-benar senang karena akhirnya bisa bertemu dengan Baekhyun lagi. Mereka bahkan tak menyangka kalau Baekhyun lebih memihak kepada mereka.
"Maaf telah memanggil kalian kemari," ucapnya penuh sesal. Ia sungguh tak enak hati pada teman-temannya ini karena mendapatkan sambutan yang tak mengenakan dari Hyunbin dan teman-temannya.
"Kenapa kau minta maaf?" dengan santai Jongin menepuk pundak Baekhyun. "Ini adalah kesenangan tersendiri bagi kita untuk dipanggil!" sambungnya kemudian disertai senyum cerah.
Hyunbin panas hati melihat kedekatan keduanya. dengan raut kesal iapun segera berseru. "Byun Baekhyun!"
Mendengar namanya dipanggil, Baekhyun pun segera memutar kepalanya. "Apa?"
"Mengapa kau tak bermain dengan seseorang di tingkat yang lebih tinggi,"
"Hah? tingkat yang lebih tinggi?" Baekhyun pun mengeryitkan alisnya bingung.
"Elit seperti kita ini," ucap Hyunbin dengan penuh percaya diri.
Seketika Baekhyun cengok dibuatnya. Bahkan Jongin dan teman-temannya pun mengeluarkan ekspresi yang sama dengan Baekhyun. "Kau mengatakan apa?"
"Aku akan memberimu satu kesempatan?"
"Hah?"
"Satu kesempatan untuk membuat pilihan, hangs out bersama orang elit seperti kami,"
Twich
Krik Krik
"Hahahaha!" tawa Baekhyun langsung pecah seketika. Bukan apa-apa, hanya saja sikap percaya diri yang Hyunbin tunjukan itu sungguh lucu baginya.
"Kenapa kamu tertawa?" Hyunbin pun mengeryitkan alisnya bingung. Ia tak merasa telah mengatakan sesuatu yang lucu.
"Aku minta maaf," ucap Baekhyun setalah tawanya reda. "Tapi bagiku mereka elit," sambungnya kemudian dengan senyum bangga tersungging dari sudut bibirnya.
"Apa!"
"Byun Baekhyun!"
Mendengar perkataan Baekhyun tentu saja Hyunbin dan kedua temannya itu tak terima. "Jika kau tak memilih kami! Kau akan menyesal!" hardiknya. Setelah itu Hyunbin mengajak kedua temannya pergi dari sana dengan membawa kekecewaan serta emosi yang tahan.
"Hemph,"
"Mengapa mereka ingin kau memilih?" tanya Jongin sambil meneryitkan alisnya bingung.
"Aku tak peduli," jawab Baekhyun acuh.
"Apakah kau akan datang?" tanya Sehun setelah Hyunbin menghilang dari pandangan.
Baekhyun pun segera mengalihkan pandangannya kearah Sehun. "Ya, kau?"
"Aku?"
"Apakah kau sudah memiliki rencana lain?" tanya Baekhyun penuh selidik.
"Itu-," Sehun benar-benar tak tau harus menjawab apa.
"Baiklah, tak masalah, sampai jumpa besok!" tanpa menunggu jawaban Sehun, Baekhyun bergegas mengajak Jongin dan teman-temannya pergi dari sana. Bukan apa-apa, Sehun sekarang sudah memiliki yeojachingu. Ia pikir Sehun akan ada kencan dengan Irene.
"Apakah mereka dari SMA Kangwoo?" tanya Irene dengan keryitan di dahinya.
"Dia di transfer dari sana," jawab Zelo cepat.
'Jika Baekhyun bergaul dengan teman lamanya, bisakah dia melupakan Chanyeol? Sekarang setelah dia kembali menjadi namja, dia bergaul lagi dengan teman-teman namjanya dari SMA Kangwoo,' dalam hati Sehun berharap agar Baekhyun segera melupakan Chanyeol yang tak diketahi keberadaannya. Baginya asalkan Baekhyun bahagia itu sudah cukup untuknya.
000
"Mari kita mendapatkan beberapa mie!" seru Baekhyun dengan penuh semangat.
"Oke!" Jawab Jongin tak kalah semangat. Ia benar-benar senang Karena Baekhyun mau bermain dengannya.
Tapi kemudiam langkah mereka terhenti saat salah satu temannya yang berjalan didepannya itu menghentikan langkahnya.
"Di sana!" serunya sambil menunjukan tatapan horornya.
"Ada apa?" Baekhyun yang penasaranpun segera menghampiri namja itu dan bersiri disampingnya. Diapun mengikuti arah pandang namja itu tapi tak menemukan apapun selain gang sempit yang kosong tak ada apapun.
"Minggu lalu, di gang ini ada seorang yeoja berusia dua puluh tahun yang darahnya di hisap oleh vampire,"
Mata Baekhyun langsung membulat sempurna mendengarnya.
"Itu benar! Ada kasus serupa dua minggu yang lalu," ucap yang lain menambahkan.
"Dia digigit?" Gumamnya masih dengm raut terkejut.
"Ya, semua korbannya masih muda,"
"Ini sangat mirip dengan kasus dari beberapa bulan yang lalu," ucap Jongin menambahkan.
"Ya, ada beberapa yeoja, darah mereka dihisap juga waktu itu,"
Tentu saja Baekhyun tau cerita itu, ia bahkan ikut terjun kelapangan dan menyamar menjadi yeoja dan berperan sebagai umpan.
'Mungkinkah Yifan meneruskan pencariannya untuk mendapatkan istri?' gumamnya tak yakin.
Deg
'Kang Daniel!' Ya ada Daniel yang bisa dijadikan sebagai kandidat tersangka. Mengingat apa yang dialaminya saat bertemu namja itu. Andai Baekhyun tau kalau itu ulah Sehun, apa yang akan dilakukannya jika ia mengetahuinya suatu saat nanti?
"Aku lapar! Ayo makan!" Jongin langsung mengapit leher Baekhyun untuk melanjutkan langkahnya.
Mau tak mau Baekhyun pun menyamakan langkahnya dengan Jongin. "Aku ingin makan mie dan pizza!" serunya antusias.
"Oh tapi aku omnivora!" jawab Jongin dengan nada jenaka.
000
"Hwaaaa Yifan!" pekik Baekhyun kaget saat tiba-tiba Yifan membuka pintu kamar mandinya. Tak lama berselang pekikan itu berubah menjadi jeritan setelah menyadari kalau Yifan keluar hanya dengan handuk putih yang melilit di pinggangnya. "Aaaaaa! mesum! Mengapa kau tak memakai apa-apa?" serunya panik sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Twich
Muncul perempatan di pelipis Yifan. "Ini adalah kamarku! kau yang menerobos masuk tanpa mengetuk pintu, tapi kenapa kau lamah mencaciku?"protesnya sambil memicingkan matanya.
"Ah! aku-," Baekhyun tak melanjutkan perkataannya ketika ia tiba-tiba teringat dengan tujuan awal dia kemari. Apakah kau tau tentang kasus pembunuhan baru-baru ini?" tanyanya penuh selidik.
"Maksudmu yeoja yang darahnya dihisap dua minggu yang lalu?"
"benar! Itu bukan perbuatanmu kan?" tanyanya sambil memicingkan matanya curiga.
Twich
"Aku tak punya motivasi untuk itu sekarang! lagi pula aku kan sudah punya istri disini," ucapnya sambil menangkup pipi Baekhyun dengan sebelah tangannya.
Baekhyun sempat membulatkan matanya, lalu segera menepis tangan itu dan menatap Yifan tajam. "Sadarlah! Aku seorang namja!"
"Apa hubungannya dengan ini?" gumamnya disertai senyum miring.
"Hah?"
Greb
Brugk
"Apa yang kau lakukan!" pekiknya panik saat tiba-tiba Yifan sudah menindihnya di atas ranjang. "Argh!" pekiknya lagi ketika Yifan menahan kedua tangannya di atas kepala.
"Kekuatanmu hilang sekarang, aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan," seringaian Yifan terlihat semakin membahayakan.
"Apa?"
"Jika kau seorang namja, maka aku tinggal mengubahmu menjadi yeoja bukan?"
"Apa!"
"Karena aku akan mengubahmu menjadi vampire sekarang!" bisiknya sambil membelai leher Baekhyun dengan sensual.
"Dan jika itu kulakukan, kau akan kembali menjadi seorang yeoja," sambungnya kemudian.
"Haruskah kita mencobanya?" ucapnya sambil menunjukan gigi taringnya pada Baekhyun.
"Jangan membuat aku tertawa!" serunya sambil menghantam sesuatu di selakangan Yifan dengan keras.
Duagk
"Ouwwh!"
Dengan sekali tendang, Yifan langsung terguling dilantai dan beringis nyeri sambil memegangi sesuatu diantara selakangannya. Tak taukah Baekhyun kalau sesuatu itu adalah pendukung masa depan Yifan?
"Aku tak akan pernah memaafkanmu saat itu juga jika kau mengubahku menjadi vampire! jika itu kau lakukan! orang pertama yang akan ku bunuh adalah kau!"
"Lalu bagaimana jika itu adalah Chanyeol?" tanya Yifan sembari tersenyum miring. "Apa? Tentu saja aku juga-," Baekhyun tak melanjutkan ucapannya ketika matanya tak sengaja menangkap sesuatu.
'Kaktus?'
Blush
Baekhyun pun segera memutar tubuhnya membelakangi Yifan dengan pipi yang bersemu merah. Siapa yang sangka kalau ia akan melihat kaktus sebesar itu.
"Aku mencintainya, aku tak bisa melakukan itu pada Chanyeol, jika Chanyeol mengisap darahku lagi-,"
"APA!"
"Hah?"
Blush
Baekhyun terkejut dan langsung menutup mulutnya. Bisa-bisanya ia kelepasan. Lihatlah! betapa marahnya Yifan sekarang.
"Apapun kasusnya, aku tak berniat menjadi vampire lagi!"
Deg
Saat ia mengalihkan tatapannya keluar jendela, tanpa sengaja dia melihat siluet seseorang yang berdiri di bawah pohon.
"Siapa itu?" gumamnya sambil memicingkan matanya dan merapatkan wajahnya pada permukaan jendela kaca kamar Yifan. "Chanyeol!"
"Apa yang kau katakan?"
"Itu, Chanyeol!"
Yifan pun segera bangkit dan menghampiri Baekhyun.
"Chanyeol menungguku!" Baekhyun pun bergegas keluar dari kamar Yifan.
"Mau pergi kemana kau!" seru Yifan saat melihat Baekhyun berlari keluar.
"Chanyeol sudah kembali!"
Yifan sempat mengintip dan tak menemukan apapun disana. Ia pun segera mengambil mantel mandi dan bergegas mengejar Baekhyun.
0
0
"Chanyeol? Kemana dia pergi? Dia berada di sini sedetik yang lalu!" gumamnya sambil menengok kesana kemari. Jelas tadi dia melihat Chanyeol ada di sini, tapi kenapa sekarang tak ada? ia yakin kalau tadi sangat nyata dan bukan halusinasinya saja.
"Chanyeol tak disini!" seru Yifan yang setelah ia berdiri di samping Baekhyun.
"Dia iya! aku melihatnya tadi! Chanyeol! Chanyeol!" serunya dengan kencang, berharap Chanyeol akan mendengarkan seruannya.
"Kau salah Baekhyun! Aku bahkan tak bisa merasakan keberadaannya,"
"Dengan kekuatannya, Chanyeol bisa saja menyembunyikan baunya!"
"Aku bilang! dia tak ada di sini!" seru Yifan kesal. Ternyata menghadapi ke keras kepalaan Baekhyun cukup membuatnya tersulut emosi.
"Kau berbohong! Aku jelas melihatnya tadi!" serunya dengan sangat yakin.
"Sadarlah! Chanyeol sudah meninggal!"
"Tidak! Dia masih hidup Yifan!"
"Jika dia masih hidup saat ini, mengapa dia tak ada di sini dan menemuimu?"
Plak
Sebuah tamparan keras melayang di pipi Yifan.
"Menjauhlah! Chanyeol tak bisa mati! Jangan berbicara omong kosong!" setelah menumpahkan kekesalannya pada Yifan, Baekhyun pun bergegas pergi meninggalkan namja itu.
"Sial! umpat Yifan. Sebenarnya ia tak bermaksud membuat Baekhyun marah. Ia hanya berusaha menyadarkan Baekhyun kalau Chanyeol memang tak ada disini. Ia benar-benar tak merasakan keberadaan saudaranya itu.
0
0
"Chanyeol benar-benar belum meninggal! Aku jelas melihatnya, Tapi kenapa dia pergi tanpa jejak? Jika dia ingin bertemu denganku, mengapa dia pergi?" gumam Baekhyun sambil berjalan tak tentu arah.
TBC
Jawabannya Chanyeol masih hidup dan masih seorang vampire, karena sejak lahir dia udah Vampire. Baek nggak nyebelin, hanya sedikit frustasi karena kehilangan Channyeol (?).
Gimana? translete nya ancur ya? hehe peace ya reader-nim sekalian, aku meminta bantuan mbah gugel trans buat nerjemahinnya, juga dengan pengetahuan dasar yang abal-abal.
Bayangin aja prosesnya ribet banget.
-Ketik percakapan bahasa inggrisnya dulu soalnya Chap 32 c itu bahasa inggris T-T.
-translete, udah gitu terjemahannya ancur pula,
-Udah dibenerin, tinggal menyesuakan dengan suasana yang ada di gambar komiknya.
Malah curhat hehe. Selamat membaca saja ya.
-Salam damai inchan88-
