Chapter 27
"Chanyeol! apa yang kau lakukan di sini?" Dilihatnya Seulgi datang dengan wajah panik.
Chanyeol pun terkejut melihat kedatangan Seulgi. Ia tak merasa telah memberitahu yeoja itu kalau dia akan kemari. "Bagaimana kau tau kalau aku di sini?" tanyanya sambil mengeryitkan alisnya bingung.
Seulgi sempat tercekat dibuatnya. Tapi kemudian ia kembali menguasai diri. "Hanya firasatku saja,"
'Jangan bilang dia ingat pada Baekhyun,' Ia benar-benar takut kalau sampai hal itu terjadi. Hubungan palsu mereka masih terlalu dini. Setidaknya, jika memungkinkan terjadi, Chanyeol boleh mengingat Baekhyun setelah namja itu sudah menjadi miliknya seutuhnya.
"Entah mengapa, tiba-tiba saja aku ingin datang kesini," jawab Chanyeol sambil menatap bangunan di depannya.
'Aku pikir apa,' jawaban itu tentu mengundang kelegaan bagi Seulgi. Ia benar-benar tak tau apa yang harus dilakukannya kalau hal itu benar terjadi.
'Ada apa denganku? seolah aku punya ingatan di sini,' Ia merasa telah mengenal tempat ini dengan sangat baik, hingga tanpa sadar langkah kakinya membawanya menuju kemari.
"Kau belum pernah belajar di sekolah ini, hanya saja ini sekolahku, dulu aku tinggal di sekolah ini," ucap Seulgi disertai senyum manisnya.
"Benarkah? mungkin karena itulah aku ingin datang ke sini," gumamnya tak yakin.
"Jangan pernah kesini lagi ya? aku bersamamu sekarang, selain itu aku juga sudah tak bersekolah di sini," pinta Seulgi sambil mengapit lengan Chanyeol manja.
Chanyeol pun menganggukan kepalanya mengerti dan segera memeluk Seulgi dari belakang. "Aku mengerti," ucapnya sambil tersenyum lembut.
Sementara Seulgi yang mendapat perlakuan selembut itupun tersipu malu dibuatnya.
'Chanyeol datang ke sini tepat setelah kami tiba di Seoul, aku tak akan membiarkannya dia melihat Baekhyun,' tekatnya dalam hati. Ia benar-benar khawatir kalau sampai Chanyeol dan Baekhyun bertemu. Ia takut itu akan mempengaruhi ingatan Chanyeol.
000
Sehun terus berceloteh sedari tadi, tapi nyatanya Baekhyun tak mendengarkan ceritanya. Pandangan Baekhyun lurus kedepan dan terus berjalan tanpa mendengarkan ceritanya. "Apakah kau mempunyai sesuatu yang mengganggu pikiranmu?"
"Hah?" Seketika Baekhyun menghentikan langkahnya dan menunjukan tampang bodohnya.
Ternyata benar, Baekhyun memang tak mendengarakan perkataannya. Ia pun menghela nafas karenanya. "Kau tak mendengar satu kata pun yang aku katakan?"
"Ah! maaf," ucapnya sambil menggaruk belakang kepalanya. Ia jadi tak enak hati pad Sehun.
"Apakah Yifan membully mu?"
"Eh? Tidak! tak ada yang membully ku lagi sekarang," Setelah malam itu, Baekhyun belum bisa tidur. Kemunculan Chanyeol sangat misterisus benar-benar mengganggu pikirannya.
"Bukankah kau mengatakan kalau Chanyeol ke luar negeri?" tanya Sehun sambil memicingkan matanya pada seseorang di seberang sana.
"Ah tentu saja, dia ada di luar negeri sekarang," jawab Baekhyun cepat. Ia masih belum menyadari maksud pertanyaan Sehun, juga objek pandang sahabatnya itu.
"Lalu siapa dia?" tanya Sehun sambil menunjuk orang di seberang jalan.
Baekhyun segera mengikuti arah pandang Sehun, dan menemukan seseorang yang sangat dikenalinya tengah berjalan seorang diri di seberang jalan.
Deg
"Chanyeol? Chanyeol!" tanpa menunggu lagi Baekhyun pun bergegas mengejar Chanyeol.
"Baekhyun!" Sehun pun terkejut melihat Baekhyun menyeberangi jalanan yang ramai kendaraan berlalu lalang itu.
'Itu pasti Chanyeol!'
Ia terus berlari mengejar Chanyeol yang sudah berbelok di jalanan sepi.
"Park Chanyeol!"
Ia terus mengejar namja itu, hingga tak lama kemudian sampailah ia di belakang Chanyeol yang telah menghentikan langkahnya.
"Chanyeol? benarkah ini kau?" tangan Baekhyun terulur berniat menyentuh wajah Chanyeol.
"Siapa kau?" tanyanya dengan alis yang mengeryit bingung.
Deg
Baekhyun pun tercengang dibuatnya. Perlahan tangannya pun jatuh di sisi tubuhnya. "Apa yang kau bicarakan? ini aku, Baekhyun,"
"Baekhyun?" Chanyeol pun mengeryitkan alisnya. Ia tak merasa pernah mengenal seseorang yang bernama Baekhyun.
"Iya!" Baekhyun merasa ada yang salah dengan Chanyeol," Bukankah kau mengenaliku?
"Chanyeol!"
Baekhyun pun segera memutar kepalanya dan menemukan Seulgi berdiri di belakangnya. "Kau!"
Sengguh mengejutkan, bagaimana bisa yeoja itu ada di sini? hal itu benar-benar membingungkan bagi Baekhyun.
'Baekhyun? Bagaimana jika dia mengenal Baekhyun? apa yang harus ku lakukan?' Seulgi merasakan kecemasan yang sangat, ketika yang ditakutkannya benar terjadi. Chanyeol dan Baekhyun bertemu dan itu diluar perkiraannya.
Baekhyun menahan tangan Chanyeol tapi namja itu malah menepisnya. "Seulgi!" serunya sambil berjalan melewati Baekhyun dan menghampiri Seulgi.
'Apa yang perlu dikhawatirkan? dia bahkan tak mengenali Baekhyun sama sekali,' gumamnya sambil tersenyum senang. Tentu ia senang. Karena ia tak perlu menghawatirkan Chanyeol yang akan mengingat Baekhyun.
Chanyeol segera menangkup pipi Seulgi dan menunjukan ke khawatirannya. "Kau terlihat kurang sehat, apakah kau demam?"
"Ah tidak, aku baik-baik saja," jawab Seulgi sambil tersenyum manis.
"Apakah kau benar baik-baik saja?" tanyanya sekali lagi sambil menggenggam tangan Seulgi lembut.
Mau tak mau hal itu membuat Baekhyun melebarkan matanya. Ia benar-benar terkejut melihat Chanyeol yang memperlakukan Seulgi dengan lembut selayaknya kekasih. 'Mengapa dia terlihat begitu menyukai Seulgi?'
"Ayo kembali," ajak Chanyeol sambil merangkul bahu Seulgi.
"Tunggu!" Baekhyun pun segera menahan tangan Chanyeol. "Apa yang terjadi? kenapa kamu bersama Seulgi?" tanya Baekhyun meminta penjelasan.
Melihat Chanyeol yang diam saja, Baekhyun pun pangsung menarik tangan Seulgi dan menatap Yeoja itu tajam. "Kang Seulgi! apa artinya ini?"
"Ah!" pekik Seulgi saat Baekhyun menarik tangannya dengan kasar.
Chanyeol yang melihat Seulgi dikasari tentu saja tak tinggal diam. Ia segera melepaskan tangan Baekhyun dari tangan Seulgi dan mendorong Baekhyun dengan kasar hingga membuat namja mungil itu terjerembab di tanah.
"Agh!"
"Jangan sekalipun kau berani menudingkan jarimu kearahnya!" ancam Chanyeol sambil menatap Baekhyun tajam.
Deg
"Chanyeol?" gumamnya sendu. Ia tak menyangka Chanyeol akan melupakannya dan tega belaku kasar padanya. Hatinya semakin berdenyut nyeri saat melihat tatapan kebencian yang Chanyeol layangkan padanya.
Seulgi bersorak dalam hati. Siapa sangka keadaannya menjadi berbalik seperti ini. 'Aku bisa santai sekarang, dia mutlak tak mengingatnya,' gumamnya sambil tersenyum miring.
"Kang Seulgi! apa-apaan ini?" Baekhyun masih belum menyerah. Ia masih terlalu bingung dengan situasi ini.
'Mari kita mencobanya, apakah benar Chanyeol akan menurututi permintaanku?' gumam Seulgi dalam hati. "Chanyeol, namja itu berbahaya! Bisakah kau membunuhnya?"
"Apa?" Chanyeol sendiri terlihat kebingungan ketika ia diminta untuk membunuh Baekhyun.
"Bunuh dia Chanyeol! Orang ini akan terus mencoba untuk menyakiti kita selama dia hidup!" pintanya sambil menudingkan jarinya kearah Baekhyun.
Tak ayal hal itu membuat Baekhyun membulat matanya. Dulu ia sempat pikir Seulgi meliliki hati yang baik. Tapi melihat sekarang? nyatanya ia salah besar. Seulgi hanyalah yeoja berhati busuk. "Apa yang kau bicarakan? sadarlah Chanyeol! dia-"
"Jangan dengarkan Baekhyun! Bunuh dia untuk ku Chanyeol!"
Meskipun awalnya bingung, namun pada akhirnya Chanyeol mengindahkan perintah Seulgi. Tanpa belas kasihan ia mencengkeram leher Baekhyun dan mencekiknya.
"Argh!" Baekhyun berusaha berontak, namun nyatanya tenaga manusianya tak berarti apa-apa untuk melepaskan diri dari Chanyeol.
"Chanyeol mengapa? Argh!" Rasanya sungguh menyakitkan kala Chanyeol semakin kuat cekikannya.
"Aku tak mau mendengarkanmu lagi!" ucapnya dengan tatapan dingin yang mengintimidasi.
'Apakah hidupku akan berakhir di tangan Chanyeol?'
"Lepaskan Baekhyun!" Sehun tentu tak tinggal diam melihat nyawa Baekhyun dalam bahaya. Tak lupa ia menendang tangan Chanyeol cepat.
Duagk
"Uhuk uhuk," Baekhyun terlihat terbatuk-batuk setelah Chanyeol melepaskannya.
"Kau? beraninya kau menyentuh Baekhyun! tak akan ku maafkan!"
Bugk!
Sekali lagi Sehun melayangkan pukulannya dengan keras hingga Chanyeol tersungkur di tanah. Tak puas dengan itu, Sehun menghujamkan kakinya keperut Chanyeol, tapi dengan cepat Chanyeol menghindarinya.
"Chanyeol!" Seulgi yang semula hanya menonton pun bergegas menghampiri Chanyeol.
"Kau seorang vampire?"
deg
Bahu Sehun menegang mendengar pertanyaan Chanyeol. "Siapa kau?" seru Sehun sambil menangkis serangan Chanyeol yang tiba-tiba.
"Siapa kau?" bukannya menjawab, Chanyeol malah balik bertanya sambil terus melayangkan serangannya.
"Apa? apa kau benar Park Chanyeol?" tanyanya sambil menahan pukulan Chanyeol.
"Wah! ada sebuah perkelahian!"
"Haruskah kita memanggil polisi?"
Terlihat ada beberapa namja datang mendekat dan menonton perkelahian antara Chanyeol dan Sehun.
'Semua orang melihat ini!' Seulgi mulai panik saat melihat kedatangan orang-orang itu. Mereka tak boleh sampai terlibat dengan polisi.
"Chanyeol! Ayo pergi! masih ada waktu berikutnya!" seru Seulgi sambil menarik tangan Chanyeol dan melarikan diri dari sana.
"Tunggu!" awalnya Sehun ingin mengejar Chanyeol. Taoi segera diurungkan ketika ia mengingat keberadaan Baekhyun yang sempat ia abaikan.
"Uhuk uhuk,"
"Ah, Baekhyun!" Sehun pun bergegas menghampiri Baekhyun yang masih terduduk lemas di tanah.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Ya," jawabnya sambil tersenyum tipis. Cekikan Chanyeol tak main-main kuatnya. Sungguh menyakitkan.
"Aku tak mengerti, mengapa Chanyeol melakukan itu padaku?" gumamnya sendu, "Ah! dimana Chanyeol?" Baekhyun pun segera bangkit dan mengedarkan pandangannya setelah menyadari Chanyeol yang sudah tak berada di sana.
"Dia baru saja pergi bersama Seulgi,"
"Apa? Chanyeol!" Baekhyun pun bergegas pergi mengejar Chanyeol.
"Chanyeol!" ia terus berlari tak tentu arah, namun jejak Chanyeol tak bisa ia temukan.
"Chanyeol"
Sehun pun segera mengejar Baekhyun dan menahan tangannya. "Itu tak ada gunanya! dia sudah pergi,"
"Itu tak mungkin! Chanyeol!"
Baekhyun berontak, tapi Sehun segera menahan tangan Baekhyun di belakang tubuhnya. "Baekhyun, kau bisa berhenti sekarang!" pintanya dengan tatapan iba.
"Apakah itu benar dia? Kenapa dia tak mengenaliku Sehun?" Baekhyun pun menyerah dan menundukan kepalanya sendu.
"Aku tak tau,"
"Aku tak tahu mengapa dia berubah seperti ini, Aku tak percaya dia akan membunuhku," ucap Baekhun miris.
"Baekhyun," Sehun tak tau harus menjawab apa, Ia benar-benar merasa iba melihatnya.
000
Keesokan harinya Baekhyun kembali kesekolah meskipun semalam ia tak bisa tidur nyenyak arena memikirkan Chanyeol.
'Benarkah Chanyeol tak mengingatku?'
"Byun Baekhyun!"
Moodnya sedang buruk, dan sekarang ia harus bertatap muka dengan Hyunbin yang menyebalkan. "Apa?"
"Ada apa dengan wajahmu?"
"Terlihat menyedihkan!"
Twich
"Apa hubungannya denganmu?" Baekhyun pun mempoutkan bibirnya kesal.
"Apa? Mengapa tidak?" Tanya Hyunbin sambil memiringkan kepalanya.
"Hah?" Baekhyun sungguh tak mengerti maksud perkataan namja itu. Wajah menyebakan itu benar-benar memperburuk moodnya.
"Kami akan tetap berada di sisi mu selamanya dan akan menjagamu, kami akan membantumu dengan pasti! Kami akan memberimu kesempatan sekali lagi untuk datang kepada kami,"
Oh! Baekhyun sungguh muak mendengar ucapan tak penting yang Hyunbin ucapkan. Tak taukah ia kalau Baekhyun juga punya masalah yang lebih penting dari semua itu? dengan kesal Baekhyun pun segera memukul wajah Hyunbin.
Buagk
"Hwaaa!"
"Aku bilang aku tak tertarik!" serunya lalu segera pergi dari sana.
"Dia terlihat sangat keren bahkan saat dia sedang marah," ucap Hyunbin dengan tampang yang menjijikkan. Ia bahkan tak mempedulikan darah segar yang keluar dari lubang hidungnya akibat pukulan Baekhyun. Ia terlalu sibuk memuji betapa keren dan cantiknya Baekhyun di matanya.
0
0
Sesampainya di depan kamar asramanya, ia melihat Yifan bersandar di pintu kamarnya.
"Apa yang terjadi?" tanya namja itu dengan raut khawatir.
"Chanyeol-," haruskah ia menceritakan tentang Chanyeol pada Yifan?
"Chanyeol?" gumam Yifan sambil menunjukan raut tak sukanya.
Melihat reaksi Yifan yang seperti tak suka itu, ia pun memilih mengurunkan niatnya menceritakan tentang Chanyeol. Setelah menhela nafas, iapun bergegas melewati Yifan dan segera masuk ke kamarnya.
"Ah tidak, lupakan!"
Blam
Twich
"Hei Baekhyun!"
Dok Dok Dok
"Baekhyun!"
Namun Baekhyun tak mau tau dengan itu, dan lebih memilih menenggelamkan wajahnya di antara lututnya.
'Aku tak tau apa yang terjadi pada Chanyeol! Kenapa dia tak mengenaliku?'
0
0
0
Setelah terjaga cukup lama, akhirnya Baekhyun bisa tidur juga. Awalnya ia tidur dengan nyaman di ranjangnya. Tapi tiba-tiba ia merasakan angin malam yang menyapa kulitnya. Begitu dingin dan menusuk hingga ke tulang.
"Jendelanya? Uhh, dingin sekali," gumamnya sambil mendudukan dirinya dengan mata yang masih terpejam.
"Sepertinya aku lupa menutupnya," Ia pun segera turun dari ranjangnya dan berjalan menuju jendela yang terbuka itu. Tapi kemudian langkahnya terhenti saat melihat bayangan seseorang di balik hordeng itu.
Tak lama kemudian angin bertiup kencang dan menyingkap hordeng itu, memperlihatkan dengan jelas siapa yang ada di baliknya.
"Eh! Ch-chanyeol?" Perlahan Baekhyun pun mendekat dan mengulurkan tangannya menyentuh pipi Chanyeol.
"Baekhyun?"
"Itu aku," jawabnya dengan tatapan sayu.
Greb
"Argh!" Baekhyun terkejut bukan main saat tiba-tiba Chanyeol mencekiknya dengan menggunakan kedua tangannya. perlahan iapun memberanikan diri membuka matanya dan menatap Chanyeol dengan tatapan sayunya. 'Chanyeol,'
Chanyeol tak tau kenapa, melihat mata sayu Baekhyun, membuat kedua tangannya bergetar. Tanpa sadar ia melepaskan Baekhyun dari cengkramannya, sementara itu tangannya sendiri masih mengambang di udara.
Brugk
Tubuh Baekhyun langsung lemas dan merosot ke lantai.
"Kenapa? Kenapa aku tak bisa membunuhmu?" gumamnya sambil melihat kedua tangannya yang masih bergetar.
"Kau tak tau? itu karena kau dan aku memiliki ikatan khusus," jawab Baekhyun sambil memegangi lehernya yang terasa sakit.
"Ikatan khusus?" pekiknya terkejut.
"Aneh, aku merasa sangat dekat denganmu," gumamnya sambil tersenyum tipis. Tangannya terulur seperti akan menangkup pipi Baekhyun.
"Itu karena kita punya hubungan istimewa!" jawab Baekhyun sambil menatap tangan Chanyeol curiga. Ia masih terlalu trauma saat tiba-tiba Chanyeol menceliknya.
Sring
"Tapi aku harus menghabisimu!" ucap Chanyeol dengan seringaian kejam tersungging di bibirnya.
Ternyata benar dukaannya. Namun kali ini Chanyeol tak mencekiknya, melainkan menghimpitkan sebilah pedang ke lehernya.
"Mengapa?" pekik Baekhyun terkejut.
"Ini perintah Seulgi!"
"Oh?" Mata Baekhyun membulat sempurna saat Chanyeol mengangkat pedangnya tinggi-tinggi.
'Apa kau benar-benar ingin membunuhku?'
"Aku tak bisa tak mengikuti perintahnya!" seru Chanyeol sambil menghujamkan pedangnya kearah Baekhyun.
"Berhenti!"
Daniel datang dari arah jendela tepat saat ujung pedang itu berada di depan dada Baekhyun.
"Hyung!" pekik Chanyeol terkejut.
"Apa yang sedang kau lakukan?" tanyanya sambil melompat memasuki kamar Baekhyun.
"Daniel!" tentu Baekhyun terkejut saat melihat kedatangan Daniel. Baginya kedatangan namja itu adalah adalah pertanda buruk.
"Apakah kau berencana membunuh istri masa depanku?" ucap Daniel sambil memicingkan matanya kearah Chanyeol.
"Apa? Tapi Seulgi bilang dia akan menyakiti kita!"
"Itu dulu," jawabnya singkat.
"Jangan bercanda ya! siapa yang kau maksud dengan istrimu!" seru Baekhyun tak terima. Sampai kapanpun ia tak akan sudi menjadi istri namja itu.
Greb
Daniel menggenggam tangan Baekhyun dan menunjukan senyum miringnya. Keliaran Baekhyun adalah kesenangan tersendiri baginya. Meskipun sejujur ya ia lebih menyukai saat Baekhyun menjadi medusa.
'Sial! aku tak memiliki kekuatan untuk melawannya,' umpat Baekhyun dalam hati. "Hwaaa! Apa yang sedang kamu lakukan?" pekiknya kemudian ketika Daniel tiba-tiba memanggulnya ala karung beras.
"Aku akan melindungimu sampai kau menjadi milikku!" jawabnya sambil berjalan mendekati jendela.
"Tutup mulut busukmu! dan biarkan aku pergi!" Baekhyun terus berontak sekuat tenaga. Namun semua sia-sia ketika dia hanyalah manusia biasa.
"Sudah berangkat?" gumam Yifan sambil membuka pintu kamar Baekhyun. Tapi apa yang ia lihat kemudian membuat bola matanya nyaris melomoat keluar. Daniel berdiri di Jendela kamar Baekhyun dan langsung melompat kebawah begitu melihat kedatangan Yifan.
"Hei tunggu! Kau pikir kau akan pergi kemana!" Seru Yifan sambil berjalan mendekati jendela.
"Apa kau Yifan?" tanya Chanyeol dengan raut datar dan mata yang syarat akan dendam.
"Chanyeol!" pekik Yifan terkejut, ketika baru menyadari keberadan Chanyeol. "Kau masih hidup? setelah sekian lama?" tanya Yifan dengan ekspresi tak percaya.
Tapi kemudian ia dikejutkan saat Chanyeol menyerangnya dengan pedang yang dibawanya. Dengan sigap Yifan pun menghindarinya. "Apa yang kau lakukan?"
"Aku harus membunuh kalian berdua!"
"Apa?"
"Apa yang sedang terjadi?" ucap seorang namja yang munjul diambang pintu kamar Baekhyun.
"Ada apa dengan keributan itu?"
Beberapa namja tampak bermunculan diambang pintu kamar Baekhyun.
"Pergilah dari sini jika kalian ingin hidup!" seru Yifan sambil melayangkan tatapan tajamnya.
"Hwaaa!" mereka pun bergegas pergi karena tak mau nyawanya menjadi taruhan.
Crass
"Uhh! Sial!" Ia sedikit lengah hingga membuat lengannya tergores. "Kamu telah berubah! Coba perlihatkan kekuatanmu sekarang!" tantang Yifan sambil tersenyum miring.
"Bring it On!" seru Chanyeol sambil mengacungkan pedangnya menerima tantangan Yifan.
000
Sementara itu Baekhyun terus berontak saat Daniel membawanya pergi menjauhi asramanya. "Biarkan aku pergi!
"Kapan kau akan menjadi medusa?" tanyanya sambil terus melanjutkan langkahnya.
"Tak akan pernah!"
"Apa?" Daniel pun segera menghentikan langkahnya.
"Aku adalah manusia sekarang!"
"Bagaimana mungkin itu terjadi?" Pekiknya terkejut. Kemudian Baekhyun berontak dengan kencang hingga membuatnya kesal dan membantingnya ke tahan. "kamu!"
Brugk
"Argh!" pekik Baekhyun, saat merasakan nyeri dibagian pantatnya.
"Tidak mungkin! Kamu benar-benar manusia!" pekiknya ketika baru menyadari kalau tak ada hawa vampire dalam diri Baekhyun.
"Tak hanya itu, aku seorang namja sekarang," ucapnya dengan bangga.
"Apa!"
"Kau tak akan mendapatkan apa yang kau inginkan!" ucap Baekhyun sambil menunjukan senyum miringnya kearah Daniel.
"Tak mungkin! bagaimana bisa kau berubah menjadi manusia dan seorang namja?"
"Sejak awal aku memang seorang namja, sampai Chanyeol mengisap darahku,"
"Jadi begitu, tapi medusa masih bisa berperan dalam dirimu,"
"Tidak lagi, karena aku manusia sekarang!"
"Itu berarti, kau akan menjadi medusa jika kau berubah menjadi vampir lagi?" Daniel pun tersenyum miring setelah bisa menyimpulkan sesuatu.
Deg
Saat itu Baekhyun menyadari kebodohannya. Harusnya ia tak menceritakan semuanya pada Daniel. Lihatlah seringaiannya sekarang! itu bukanlah sesuatu yang baik baginya. "Lalu kau pikir aku akan menjadi istrimu begitu? Jangan harap!"
"Lalu kau pikir kau bisa dengan Chanyeol? Tapi dia akan menikahi Seulgi!"
"Itu tak mungkin!"
"Itu benar! karena dia tak mencintaimu tapi Seulgi!" ucap Daniel sambil tersenyum miring.
"Apa yang kau lakukan padanya!" seru Baekhyun sambil melayangkan pukulannya ke wajah Daniel. Namun hal itu sia-sia. karena justru Daniel menahan tangannya dan menehannya dibelakang tubuhnya.
"Agh!"
"Tenanglah!" pinta Daniel setelah ia berhasil menahan pergerakan Baekhyun.
"Aku akan mengubahmu menjadi vampir sekarang!" bisiknya tepat di telinga kiri Baekhyun.
"Siapa yang memberimu hak untuk melakukan itu!" serunya sambil berusaha melepaskan diri.
"Ugh! Mengapa?" pekiknya saat Daniel mencengkram dagunya.
"Karena aku merindukan medusa," bisiknya sambil mengendus leher Baekhyun.
"Kamu tak bisa!" pekik Baekhyun panik sambil berusaha menjauhkan lehernya dari wajah Daniel.
"Kenapa tid-, Aagh!!" pekik Daniel tiba-tiba saat seseorang menahan tangannya di belakang hingga Baekhyun terlepas dari cengkramannya.
'Seseorang datang menolongku!' pekik Baekhyun sambil menjauhkan dirinya dari Daniel. Kondisinya sangat gelap mengakibatkan ia tak bisa melihat wajah penolongnya.
"Aku tak tau siapa kau! tapi terima kasih!" seru Baekhyun sambil bergegas pergi dari sana. 'Aku harus melihat Chanyeol!' gumamnya sambil terus berlari menuju asrama.
"Berhenti!" seru Daniel saat melihat Baekhyun melarikan diri. Gerakannya tertahan karena seseorang menahannya. Dengan kesal iapun menyentak orang itu dengan kasar. "Siapa sih!" serunya kesal sambil melayangkan serangannya.
TBC
Pokoknya ku ucapkan terima kasih banyak untuk reader nim setia My Boyfriend ia A Vampire.
-Salam damai inchan88
