Chapter 28
"Kau? Oh Sehun!" pekiknya ketika mendapati Sehunlah yang berdiri di belakangnya. "Kau belum mati?"
Padalnya kebanyakan manusia akan mati setelag di gigit oleh vampire. Melihat Sehun yang segar bugar seperti ini tentu sangat mengejutkan bagi Daniel.
"Hampir," jawab Sehun dengan raut datarnya.
"Lalu apakah itu berarti kau seorang vampire?" tanyanya sambil memicingkan matanya kearah Sehun.
Namun Sehun tak mau menanggapinya. "Kau tak bisa menyentuh Baekhyun seenaknya!" ucapnya memperingatkan. Tanpa segan-segan iapun langsung melancarkan serangannya. Serangan demi serangan dilayangkannya, sampai pada akhirnya ia mempunyai celah untuk menendang dada Daniel dengan keras hingga membuat namja itu terjerambab di tanah.
Senyum miring Daniel perlihatkan kala ia mengetahui kemampuan bertarung Sehun yang lumayan itu. "Apakah hanya itu yang kau punya?" ejeknya kemudian.
Ejekan itu lebih seperti Daniel tengah menantangnya. Tentu ia menerima tantangn itu dengan senang hati. "Akan ku menunjukkan kepadamu!"
"Then, Bring it on!"
Sehun pun melompat keudara dan melancarkan serangannya kembali dengan mengarahkan tentangannya kedada Daniel.
Tapi sesuatu yang mengejutkan terjadi, kakinya berhenti tepat di depan dada namja itu tanpa bisa menyentuhnya. "Ada apa denganku?"
Tentu Sehun terkejut dibuatnya. Sekali lagi ia melayangkan serangan dengan pukulannya, tapi lagi-lagi gerakan tangannya terhenti tepat di depan wajah Daniel. "Mengapa? mengapa aku tak bisa memukulmu?" racaunya sambil terus berusaha memukul wajah Daniel.
Daniel menunjukan smirk nya dan membenahi bajunya dengan begitu santai. "Karena aku tak mengatakan kau bisa,"
"Apa!"
"Kau tak bisa memberontak melawanku! Karena aku tuanmu," sambungnya kemudian sambil menepuk pipi Sehun pelan.
"Apa katamu?" rahang Sehun mengeras mendengarnya. Omong kosong apa yang diucapkan oleh namja di depannya ini. Tuan katanya? kalau namja di depannya ini tuannya? lalu dia apa? budaknya begitu? tentu Sehun tak mau menerima itu semua.
"Akulah yang mengubahmu menjadi vampire, itulah mengapa aku tuanmu," ucapnya kemudian.
"Huh?" Sehun termangu dibuatnya. Saat itu ia terlalu frustasi hingga tak mengenali siapa yang telah menggigitnya.
"Kau berada di bawah perintahku mulai sekarang!,"
"Jangan bercanda dengan ku! Aku tak melayani siapapun!" Seru Sehun tak terima. Iapun berusaha melancarkn serangannya kembali, namun semua sia-sia. Ia hanya akan memukul dan menendang udara kosong saja tanpa bisa menyentuh Daniel sedikitpun.
"Hyaa! Uh! Arghhhh Sialan! Argh!" racaunya frustasi. Pada akhirnya ia melampiaskan kekesalannya dengan memukuli tanah di bawahnya.
"Jangan berusaha sekeras itu!" ucap Daniel sambil mengangkat dagu Sehun.
"Bukankanh kau ingin menjadi vampire untuk Baekhyun?" ucapnya sambil tersenyum miring. "Jangan khawatir, aku tak akan menyakitinya, karena Baekhyun adalah istri masa depanku,"
"Apa?" tentu saja Sehun terkejut mendengarnya. Ia tak mengira kalau orang yang mengaku sebagai tuannya ini menginginkan Baekhyun.
"Aku akan mengubahnya menjadi yeoja lagi," sambungnya kemudian.
"Apa?"
"Membungkuk!" seru Daniel sambil menginjak belakang kepala Sehun, menekannya hingga dahi Sehun menyentuh tanah.
"Argh!" Sehun pun memekik kesakitan saat Daniel menekan kepalanya tanpa berperasaan.
"Kau akan menjadi budak setiaku!" ucapnya tanpa bisa dibantah.
'Aku tak ingin menjadi pelayannya!' kalau begini jadinya, Ia akan sangat menyesai telah meminta namja itu mengubahnya menjadi vampire.
000
Setelah berlari cukup jauh, akhirnya Baekhyun sampai juga di area asramanya.
"Apakah Chanyeol sudah pergi?" gumamnya sambil terus melanjutkan langkahnya. "Apa yang sedang terjadi?" gumamnya kemudian saat melihat beberapa teman sekolahnya berkerumun di pinggiran hutan belakang sekolah.
"Byun Baekhyun!" seru Irene saat melihat Baekhyun berdiri tak jauh darinya.
"Eh?" Baekhyun pun bergegas menghampiri Irene kala yeoja itu melambaikan tangannya. "Apa yang terjadi?" tanyanya kemudian.
"Aku sedang tidur, lalu aku mendengar suara keras, jadi aku memutuskan kemari," jawab Irene.
"Aku pikir ada perkelahian yang terjadi," sambung zelo kemudian.
"Perkelahian?" pekik Baekhyun terkejut. 'Antara Yifan dan Chanyeol?' sambungnya dalam hati.
"Ini gelap, jadi aku tak bisa melihat apapun ke dalam hutan, tapi aku pikir itu Yifan dengan orang lain pada tingkat yang sama,"
"Aku akan pergi memeriksanya!"
putus Baekhyun sambil berjalan menuju ke dalam hutan itu.
"Terlalu berbahaya Baekhyun!" ucap Irene memperingatkan.
"Aku telah melapor ke dewan tertinggi, mereka akan berada di sini sebentar lagi!" sambung Zelo kemudian.
"Tapi aku harus pergi!" seru Baekhyun tak mau tau. Ia pun bergegas pergi menembus hutan gelap itu tanpa mengindahkan peringatan duo Bae itu.
"Hei! Baekhyun!"
Pada akhirnya Irene dan Zelo hanya bisa berdecak pelan melihat kenekatan Baekhyun.
0
0
Sepanjang Baekhyun berlari, ia melihat beberapa pohon telah tumbang, memperlihatkan keseriusan perkelahian mereka.
"Apakah mereka berencana untuk menghancurkan seluruh hutan? aku harus menghentikan mereka!" gumam Baekhyun sambil mempercepat laju langkahnya.
0
0
"Kau pandai kabur seperti tikus!" ucap Chanyeol sambil melayangkan tatapan sengitnya kearah Yifan.
"Baru saja aku mau bilang begitu!" balas Yifan sambil tersenyum miring.
Chanyeol kesal dan kembali melayangkan serangannya.
"Hentikan kalian berdua!" seru Baekhyun sambil berdiri di antara keduanya.
"Kau lagi!" Seru Chanyeol kesal.
"Eh?" Baekhyun terkejut saat pedang Chanyeol siap melayang kearahnya.
Yifan pun segera melemparkan rantainya melilit Baekhyun dan segera menariknya mendekat. "Ini berbahaya!"
"Ugh!"
"Bodoh! kau ingin mati ya?" seru Yifan marah sambil menatap Baekhyun tajam. Kalau ia tak cepat menarik Baekhyun tadi, mungkin pedang Chanyeol sudah memotong tubuh Baekhyun menjadi dua.
"Tak bisa dipercaya, Chanyeol bahkan tega menghunuskan pedang kearahmu?" gumamnya sambil terus bersikap waspada menunggu serangan Chanyeol berikutnya. Iapun segera menaruh Baekhyun di belakang tubuhnya.
"Chanyeol tak sadar sekarang, dia berada di bawah kendali Kang Daniel!"
Rahang Chanyeol pun mengeras mendengar ucapan Baekhyun. "Bohong! aku tak berada di bawah pengaruh siapa pun!"
"Ini bahaya! menjauhlah!" pinta Yifan saat melihat kemarahan di wajah Chanyeol.
"Tapi-"
"Kalian sangat memaksa, aku akan membiarkan kalian pergi hari ini!" setelah mengatakan itu, Chanyeol melesat pergi dengan cepat.
Melihat Chanyeol melarikan diri, Yifan dan Baekhyun pun bergegas mengejarnya.
"Tu-tunggu!" seru Baekhyun saat ia tertinggal di belakang.
Tapi pengejaran mereka harus terhenti saat mendapati beberapa bawahan Yunho menghadangnya. Ah sepertinya Chanyeol pergi tiba-tiba karena merasakan kedatangan mereka.
"Yifan-nim kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja," jawab Yifan singkat.
"Kami akan mengikuti penyerang itu,"
"Tak perlu,"
"Maaf?"
"Dia tak bisa di ikuti siapapun, jadi jangan membuang waktumu!" ucapnya dengan kesal.
"Tapi-"
"Aku akan menemui Chongsu sekarang, Ayo kita pergi!" iapun segera menarik tangan Baekhyun dan membawanya pergi dari sana.
"Oke! Bukankah kita mau menemukan Chanyeol?"
"Chanyeol seharusnya belajar di luar negeri, jika tetua tau kalau Chanyeol ada di sini dan berpihak pada Kang Daniel, situasinya akan semakin sulit,"
0
0
0
Sesuai dengan yang dikatakannya tadi, Yifan dan Baekhyun mendatangi Yunho dan menceritakan semuanya.
"Apa! kau melihat Chanyeol!" pekik Yunho terkejut. Pasalnya ia juga belum merasakan keberadaan Chanyeol.
"Iya tapi dia bukan Chanyeol yang kita kenal," jawab Yifan dengan nada serius.
"Apa? jadi karena inikah sebabnya kenapa kita kak bisa merasakan keberadaan Chanyeol?"
"Tapi Chanyeol tak sadar, dia hanya menuruti perintah Kang Seulgi dan kang Daniel," ucap Baekhyun kemudian.
"Itu sihir hitam," ucap Yunho kemudian.
"Apa?"
"Dia berada di bawah pengaruh sihir hitam,"
"Apa/Apa?" pekik keduanya terkejut.
"Itu adalah mantera dari penyihir kuno, mantera ini membuat vampire mematuhi perintah vampire lain, dan ingatan mereka di ubah menjadi ingatan palsu," terang Yunho kemudian.
"Itulah mengapa dia menyerangku dan Baekhyun?" gumam Yifan kemudian. Sekarang ia tau kenapa sikap Chanyeol berubah.
"Bagaimana mematahkan mantra itu untuk menyadarkannya?" tanya Baekhyun kemudian.
"Dia harus meminum darah dari vampire yang lebih kuat darinya, dan mantera itu akan hilang,"
"Vampire yang lebih kuat dari Chanyeol? Berarti hanya Appa yang bisa!" gumam Yifan kemudian.
"Iya, sebelum dia meminum darahku, dia akan terus menjadi budak Kang Daniel dan keluarganya,"
Mendengar penjelasan Appanya, tanpa sadar Yifan mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras menahan emosinya terhadap Kang Daniel. "Kang Daniel ba*jing*n itu! dia telah meremehkan kita!" umpatnya kesal. "Haruskah kita membiarkannya sendiri?"
"Kelihatannya diam-diam Kang Ji Gook berunding dengan vampire lain untuk menyerangku, para tetua telah melacak dan mengirim pembunuh untuk menangkap Kang Daniel, tapi mereka sedang bersembunyi, sangat sulit untuk menangkapnya,"
"Akan sangat berbahaya jika tetua menemukan Chanyeol dalam kondisi telah bersama mereka!"
"Itu yang aku takutkan, kalau Chanyeol di pihak mereka, ia bisa kehilangan hak warisnya dan bisa dituntut," ucap Yunho dengan kekhawatiran yang terlihat jelas.
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Saat ini Baekhyun benar-benar mengkhawatirkan Chanyeol. Ia takut namja itu mendapat masalah karena telah bergabung dengan Kang Daniel dan keluarganya.
"Untuk itu kita harus menangkapnya,"
000
Sehun duduk di bangku taman, menggeram sambil mencengkeram kepalanya frustasi.
"Ingat, saat ini kau adalah budakku, Oh Sehun!" Setelah mengatakan itu Daniel pergi meninggalan Sehun seorang diri di bangku taman kota.
"Ughh!" Kepalanya berdenyut nyeri tanpa bisa ditahan. Ia sangat tau apa penyebabnya. Saat ini tubuhnya kembali menginginkan darah manusia.
"Sehun!"
"Irene?"
"Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Irene saat ia sudah berada di hadapan Sehun. Kemudian ia teringat sesuatu. "Ah apa kau merasakan sesuatu? Yifan berkelahi dengan vampire lain di hutan dekat sekolahan,"
Greb
'Eh?' Irene tampak terkejut ketika tiba-tiba Sehun menggenggam tangannya.
"Apa yang terjadi?" Melihat raut wajah Sehun. Irene tau kalau ada yang tak beres dengan namja itu.
"Aku berterima kasih padamu karena telah menjadikanku seorang vampire," ucapnya sambil tersenyum tulus.
Irene pun tersenyum kikuk sambil memijit tengkuknya. "Ah, bukan aku saja yang membuatmu menjadi-"
"Tapi terima kasih telah membuatku hidup," potong Sehun cepat.
"Tapi itu bukan darahku, itu darah Zelo," ucapnya dengan wajah yang tersipu.
Greb
"Sehun?" Lagi-lagi Irene dibuat terjekut ketika tiba-tiba Sehun memeluknya dengan erat.
"Aku ingin meminta satu permintaan," ucap Sehun setelah ia melepaskan pelukannya dari Irene.
"Apa itu?" Tanya Irene sambil mengeryitkan alisnya bingung.
"Bunuh aku!"
"A-APA?" bola mata Irene nyaris melompat keluar. Ia langsung berdiri dari tempatnya dan menatap Sehun marah. "Jangan bicara sembarangan!"
"Aku telah membunuh 2 orang, aku tak tau apa yang akan terjadi berikutnya! kau yang telah menghidupkanku, jadi kaulah yang berhak membunuhku," gumam Sehun sendu.
Plak
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Sehun. Tanpa sadar air mata Irene mengalir keluar. "Kau jahat! Bagaimana bisa kau minta ini padaku!"
"Aku tau aku salah, tapi-"
Deg
Tubuh Sehun bergetar hebat seperti tengah menahan sesuatu.
"Ughh!"
Irene pun seketika panik dibuatnya. Ia tak tau harus melakukan apa.
"Darah, darah," tatapan Sehun berubah menjadi kosong. Tiba-tiba Sehun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan lurus seperti mayat hidup. "Aku ingin darah,"
Greb
Irene pun segera menahan tubuh Sehun dengan memeluknya dari belakang. "Tidak! Kau harus bisa mengontrolnya Sehun!" Pintanya dengan susah payah.
Sehun yang merasa terganggupun segera melepaskan Irene dari tubuhnya dan mendorongnya kasar hingga yeoja itu terjerembab di tanah.
"Aghh!"
Setelah terbebas dari Irene, Sehun kembali meneruskan langkahnya.
"Tidak! Sehun!" Seru Irene saat melihat Sehun yang berjalan semakin jauh darinya.
Di waktu yang tepat Zelo datang dan menghadang Sehun dengan berdiri di hadapannya.
"Zelo! Hentikan Sehun kumohon!" Pintanya saat melihat kedatangan Zelo.
Zelopun segera memegang bahu Sehun. "Sehun, Ayo lawanlah! Inilah waktunya," pinta Zelo sambil mencengkeram bahu Sehun bermaksud memberi semangat.
"Pergi!" Seru Sehun sambil mencengkeram kedua tangan Zelo yang masih berada di pundaknya.
'Tolong hentikan dia Zelo,' pinta Irene dalam hati. Ia benar-benar khawatir kalau sampai Sehun lepas kendali lagi.
"Ugh!" Rintih Zelo ketika Sehun meremas tangannya kuat.
Buagk
Satu pukulan keras menghantam wajah Zelo.
"Aghh!"
"Zelo!" Irene bergegas menghampiri saudaranya itu. "Kau baik-baik saja?" Tanyanya sambil membantu Zelo bangkit.
"Sehun berubah menjadi kuat, aku tak bisa mengalahkannya dengan kekuatanku!"
"Lalu? Kita yang menjadikan Sehun seperti itu," ucap Irene sendu. Ia benar-benar tak mengira kalau akhirnya akan begini.
"Kita hanya bisa menonton Sehun membunuh seseorang," ucap Zelo penuh sesal.
000
"Kami harus pergi," Yifan dan Baekhyun pun berpamitan kepada Yunho.
Deg
"Tunggu!" Seru Yunho ketika Yifan baru saja membuka pintu ruangannya.
"Aku mencium bau darah," sambung Yunho kemudian.
Yifan pun segera mempertajam indra penciumannya.
"Seseorang mencari darah di luar," ucap Yunho dengan sangat yakin.
"M-mencari darah?" Gumam Baekhyun seraya membulatkan matanya. "Itu pasti Daniel! Sepertinya dia yang sedang mencari darah!"
"Iya itu pasti Kang Daniel, kita periksa sebelum tetua datang!"
"Baik! Ayo Baekhyun!"
"Oke!"
Baekhyun dan Yifan pun bergegas keluar dari ruangan Yunho.
"Kau kembalilah keasrama dulu!"
"Apa?" Seketika Baekhyun menghentikan langkahnya dan menatap Yifan bingung. "Biarkan aku bersamamu!" Pinta Baekhyun tak mau tau. Iapun bersikeras mengikuti Yifan.
"Terlalu berbahaya untuk manusia sepertimu!"
"Tidak! Aku harus ikut!"
Percuma kalau harus melarang namja keras kepala ini. Yifanpun menghela nafas karenanya. "Tak akan membantu,"
Greb
"Eh?" Baekhyun bingung saat tiba-tiba Yifan memeluk pinggangnya.
"Tetaplah seperti ini!" Pinta Yifan sambil memuntun tangan Baekhyun untuk mengalung di lehernya.
Baekhyun bingung, tapi kemudian ia memilih menganggukan kepalanya. Setelah itu Yifan membawanya melompati pepohonan. Tak lama kemudian, mereka mendarat tepat di gang terjadinya pembunuhan.
"Hentikan!" Seru Baekhyun sambil berjalan mendekat.
Greb
"Eh?" Pekiknya saat Yifan menarik bajunya.
"Terlambat! Namja itu sudah menyelesaikan makannya,"
"APA?" Baekhyun pun mengepalkan tangannya dan berjalan mendekati namja yang memunggunginya itu.
"Kang Daniel! Baj*ng*n!"
Duagk
Baekhyun menendang punggung namja itu dengan keras. Namja itu berdiri namun masih dalam posisi meminggunginya.
"Kau telah membunuh manusia tak berdosa! Dasar baj*ng*n tak tau malu!" Hardik Baekhyun kemuadian.
Perlahan namja itu memutar kepalanya dan memperlihatkan wajah menyedihkan itu kearah keduanya.
Deg
"A-apa? S-Sehun?"
Baik Yifan maupun Baekhyun sama-sama membulatkan matanya. Mereka benar-benar tak mengira kalau Sehun lah pelakunya.
"Baekhyun," gumam Sehun sendu.
TBC
Terima kasih reader-nim sekalian, baik yang silent reader maupun yang setia meninggalkan jejak. Thank you :3 lope lope lah pokoknya.
-Salam Damai inchan88-
