Chapter 29
"Tak mungkin! Kau manusia kan?" Tanya Baekhyun tak percaya.
"Namja itu bukan manusia," ucap Yifan menimpali.
"APA?"
Greb
Baekhyun pun langsung mencengkeram baju depan Sehun dan menggoncang tubuh sahabatnya itu. "Benarkah itu? Kau manusia kan? Jawab aku Sehun!"
"Baekhyun," Sehun tak kuasa untuk mengatakannya. Ia masih belum siap mengakui semuanya pada Baekhyun.
"Katakan padaku! Apa kau vampire!" Seru Baekhyun marah.
"Kau telah membunuh dua orang," ucap Yifan lagi sambil memicingkan matanya kearah Sehun.
Buagh
Sebuah pukulan keras Baekhyun layangkan di pipi Sehun. "Kau bodoh! Apa kau sudah gila!" Baekhyun marah, tanpa sadar air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa kau melakukannya?" Racau Baekhyun sambil memukuli dada Sehun pelan.
Sementara Sehun sendiri tampak diam saja dan hanya menatap Baekhyun sendu. Ia sangat tau perasaan Baekhyun, karena itulah ia membiarkan Baekhyun melampiaskan kekesalannya.
"Hentikan!"
Tiba-tiba Irene datang menyelip di antara Sehun dan Baekhyun.
"I-irene?" Pekik Baekhyun terkejut.
"Jangan salahkan Sehun!" Pintanya sambil memeluk Sehun, melindunginya dari Baekhyun.
"Kau tahu kalau-?" Baekhyun tak mampu melanjutkan ucapannya. Ia terlalu syok mengetahui Irene tau tentang Sehun yang berubah seperti ini.
Yifan sendiri terlihat hanya diam saja, melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap datar orang-orang di depannya.
"Aku yang membuat Sehun menjadi Vampire," ucap Irene penuh sesal.
"Apa?" Mata Baekhyun pun membulat karenanya.
Tak Hanya Baekhyun, Yifan yang semula diam pun ikut membulatkan matanya.
"Bagaimana-, apa Sehun yang memintamu mengubahnya menjadi vampire?" Tanyanya dengan ekspresi tak percara. Bukan tanpa alasan Baekhyun menanyakan itu. Karena sebelumnya Sehun juga sempat meminta itu padanya.
"Iya, harusnya aku tak melakukan apa yang ia minta," ucap Irene penuh sesal.
"Bohong!"
"Apa?"
"Apa yang kau katakan?" Baekhyun tak mengerti maksud perkataan Yifan.
"Vampire normal tak akan meminum darah manusia!" Ucapnya sambil mencengkeram baju Sehun. "Ceritakan yang sebenarnya Oh Sehun!" Pintanya sambil bersiap melayangkan pukulannya.
"Hentikan!" Seru Irene saat Yifan akan memukul Sehun.
Sehun pun menundukan kepalanya sendu. "Kang Daniel yang menghisap darahku,"
"K-kang Daniel?" Sepenggal perkataan Daniel tiba-tiba muncul di ingatan Baekhyun.
"Aku tak tau betapa nikmatnya menghisap darah manusia,"
'Jadi darah manusia yang dia maksud waktu itu-,'
"Jadi Kang Daniel yang mengubahmu menjadi vampire!" Seru Yifan sambil menatap Sehun tajam.
"Itu-"
"Bukan dia! Aku yang mengubahnya menjadi vampire!" Zelo datang dengan raut penyesalannya.
"Kau!"
"Zelo!" lagi-lagi Baekhyun terkejut di buatnya.
"Saat kami menemukan Sehun, ia telah mati karena digigit oleh vampire,"
"Telah mati?" semakin terkejutlah Baekhyun, hingga bola matanya nyaris melompat keluar. Ia tak menyangka Sahabatnya nekat melakukan itu dan juga mengalami masa-masa yang sulit dalam prosesnya menjadi vampire.
"Ya, manusia yang digigit oleh vampire, kebanyakan dari mereka tak bisa berubah menjadi vampire akan mati,"
"Lalu bagaimana bisa dia berubah menjadi vampire?" Baekhyun yang sejak awal memang manusia, tentu tak mengetahui tentang semua itu.
"Itu-,"
Greb
"APA KAU MELAKUKAN CARA ITU!" Seru Yifan marah sambil mencengkeram kerah baju Zelo.
"Iya, aku menyelamatkan Sehun dengan memberikan darahku," jawab Zelo.
"Baj*ng*n!"
bugk!
Yifanpun melampiaskan kemarahannya dengan memukul wajah Zelo dengan keras.
"Tidak!" Seru Irene saat Yifan memukul Zelo.
"Kau harusnya tau resiko cara terlarang itu!"
"Apa maksudmu?" Lagi-lagi Baekhyun yang tak tau apa-apa di sini.
"Kebanyakan manusia yang di gigit oleh vampire, gagal menjadi vampire dan berakhir mati, tapi ada cara untuk menyelamatkan nyawanya, yaitu dengan mengubahnya menjadi vampire," Irene pun menjelaskannya untuk Baekhyun.
"Jika kau memberinya darah vampire, maka dia akan selamat dan berubah menjadi vampire,"
"Oh begitu, bukankah itu bagus?"
"Manusia itu akan berubah menjadi vampire dan lama kelamaan akan berubah menjadi monster," sambung Yifan kemudian.
"Mo-monster?" tentu Baekhyun terkejut mendengarnya. Kalau seperti itu? itu artinya Sehun akan berubah menjadi monster?
"Kondisinya berbeda-beda tergantung manusianya, yang pasti dia akan berubah menjadi monster," ucapnya sambil memicingkan matanya kearah Sehun.
"A-aku tak percaya Sehun menjadi monster," gumam Baekhyun sendu.
"Kau tak percaya? Baj*ng*n itu telah membunuh manusia dalam 1 bulan!" Serunya sambil menuding Sehun.
"Sehun, benarkah itu? Kau tak mungkin membunuh manusia kan!" Baekhyun pun mengguncang tubuh Sehun meminta penjelasan.
Brug
Tubuh Sehun merosot ketanah. "Aku tak tau! Aku tak bisa mengontrol diriku sendiri!" Racaunya sambil mencengkeram kepalanya frustasi.
"Sehun," Baekhyun pun merasa iba melihatnya. Ia benar-benar tak mengira sahabatnya menjadi seperti ini.
"Apa yang harus kulakukan? Aku harus bagaimana?" Racaunya sambil mengusap wajahnya kasar.
"I-itu,"
"Mudah saja!"
Sring!
Tiba-tiba Yifan meletakkan pedangnya di atas leher Sehun.
"Apa yang kau lakukan!" Seru Baekhyun panik.
"Kita harus membunuhnya sebelum ia berubah menjadi monster!"
"Iya! lakukan saja jika itu memang yang terbaik," ucap Sehun pasrah. Mau bagaimana lagi, ia juga tak mau berubah menjadi monster. Selain itu ia juga tak mau kalau sampai harus menjadi budak Daniel.
"Tidak," Irene pun segera memeluk Sehun, melindungi namja itu dari pedang Yifan.
"Maaf! Aku rasa itu jalan yang terbaik Irene," ucap Sehun sambil menunjukan senyum tipisnya pada Irene.
"Tidak! Masih ada cara lain!" Seru Baekhyun panik.
"Tak ada cara lain!"
Seruan Yifan membungkam Baekhyun seketika.
"Kalau begitu! Bunuh aku sekalian!" Pinta Irene sambil merentangkan tangannya dan berdiri di depan Sehun.
"Irene!" seru Zelo saat melihat kenekatan saudaranya itu.
"Zelo kau harus melindunginya cepat!" Pinta Irene selagi dia menghalangi Yifan mendekati Sehun.
Baekhyun melihat kejadian itu dengan tatapan sendu. Iapun menghela nafas dan berjalan mendekati Yifan.
"Simpan pedangmu Yifan," pintanya dengan tatapan memelas.
"Aku tak bisa!"
Brug
Baekhyun pun merendahkan harga dirinya dengan berlutut di hadapan Yifan. "Tolonglah! kumohon, Sehun sudah ku anggap sebagai saudaraku sendiri, aku tak bisa memperlakukannya seperti ini,"
"Baekhyun," baik Sehun mau pun Irene dan Zelo sekalipun tercengang melihatnya. Mereka tak menyangka Baekhyun akan berbuat demikian untuk menyelamatkan nyawa Sehun.
"Walau kau yang meminta, aku akan tetap melakukannya, jika aku melepasnya dia akan melukai lebih banyak manusia dan vampire, kau setuju jika seperti itu?" Yifan memalingkan wajahnya, tak mau melihat tatapan memelas Baekhyun. Bisa-bisa di melemah kalau melihat mata itu.
"Beri dia kesempatan! Satu bulan,"
"Dia akan membunuh manusia dalam satu bulan, ini akan mengorbankan yang lain,"
"Satu minggu! Beri kami waktu satu minggu dan aku akan melakukan apapun yang kau minta!" Pintanya sekali lagi.
"Oke satu minggu!" Yifanpun segera menyimpan pedangnya kembali.
"Terima kasih!" Baekhyun pun tersenyum senang mendengarnya. Biarpun seminggu, setidaknya ia bisa menyelamatkan nyawa Sehun.
"Kau harus mengawasi Sehun!"
"Baik!" Baekhyun pun menyanggupinya dengan penuh semangat.
"Sehun," Irene pun segera memeluk Sehun, guna melampiaskan kelegaannya. "Ayo pergi ketempat dimana orang tak melihatnya," ajaknya sambil membantu Sehun berdiri.
"Irene!" Zelo pun meninggikan suaranya saat mendengar Irene mengajak Sehun melarikan diri.
"Mereka akan membunuh Sehun jika menemukannya!" Serunya frustasi. Kemudian tatapannya beralih pada Baekhyun. "Bilang padaku kalau ada cara lain Baekhyun," pintanya sambil menggenggam tangan Baekhyun.
"Ayo pergi Sehun!" Pintanya kemudian.
"Aku tak bisa," tolak Sehun cepat.
"Apa?"
"Terima kasih telah mencemaskanku, tapi aku tak bisa pergi Irene," ucapnya sambil menggenggam tangan Irene seraya tersenyum lembut.
"K-kenapa?"
"Jika kita hanya berdua, aku hanya akan membuatmu terbunuh juga,"
"Aku tak peduli! Aku-"
'"Aku tak bisa, aku tak ingin menyakiti siapapun, kurung saja aku!"
"Apa?"
Ketiganya pun membulatkan matanya mendengar permintaan Sehun.
"Kurung aku di penjara atau di mana saja asalkan aku tak berubah menjadi aneh,"
0
0
0
Sesuai permintaan Sehun, mereka pun mengurung Sehun di penjara bawah tanah yang ada di bangunan tua.
"Sehun, Apa kau baik-baik saja?" Tanya Baekhyun dengan raut khawatirnya.
"Aku baik-baik saja, jadi jangan cemaskan aku, sudah malam kalian pergi dan tidurlah,"
"Sehun," Irene sungguh tak tega melihat Sehun yang di kurung seperti ini.
"Irene ayo pergi!" Ajak Zelo kemudian.
Setelah itu merekapun pergi meninggalkan Sehun sendiri.
"Ada juga ya tempat seperti ini?" Gumam Baekhyun setelah mereka kembali keatas.
"Kami memperbaiki tempat persembunyian zaman penjajahan,"
"Apa yang akan kita lakukan selama seminggu ini? Ada ide?" Tanya Irene kemudian.
"Kita tak bisa membiarkan Sehun seperti ini,"
000
Tengah malam, Baekhyun kembali ke kamar asramanya. Ia segera masuk kedalam dan terkejut saat melihat seseorang duduk di sofa yang ada di ujung kamarnya. Ia belum menyalakan lampu sehingga tak dapat melihat dengan jelas wajah itu.
"C-chanyeol?" Pekiknya senang sambil berjalan menghampiri namja itu. Tapi saat lampu menyala, ia harus menelan kekecewaannya karena ternyata Yifanlah yang ada di sana.
"Oh,"
"Maaf aku bukan Chanyeol," ucapnya acuh.
"Apa yang kau lakukan di kamarku? Pergi!" Usirnya sambil menunjuk kearah pintu.
"Aku tak mau," Yifan tak mengindahkan permintaan Baekhyun dan malah merapat pada Baekhyun. "Kau lupa? Kau bilang akan melakukan apa yang ku minta," bisiknya dengan nada sensual.
Baekhyun sempat tertegun karenanya. Memang benar adanya kalau ia mengatakan itu tadi, iapun mundur beberapa langkah menjauh dari Yifan. "Kau ingin menjadikanku budakmu atau apa lagi?!" Serunya sambil menatap Yifan tak suka.
Greb
"Bukan," ucapnya sambil memeluk pinggang Baekhyun dan menghimpitnya di dinding. "Aku tak memintamu menjadi budakku, tapi aku ingin kau menyukaiku,"
"A-apa? Jangan bodoh, bagimana bisa aku menyukaimu?" Ucapnya seraya terkekeh garing. Ia tak menyangka kalau kata-katanya kan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri.
Rahang Yifan mengeras dan segera memenjarakan Baekhyun di kedua tangannya.
"Bukankah kau bilang akan melakukan semuanya? Menyukaiku!"
"Jangan meminta sesuatu yang tak mungkin!"
"Apa semua itu karena Chanyeol?"
"Iya hatiku hanya untuk Chanyeol," ucapnya dengan pipi yang bersemu merah. Iapun segera menepis tangan Yifan. "Jika tak ada lagi yang ingin kau bicarakan, pergi!"
Yifanpun segera menahan bahu Baekhyun. "Oke! Aku akan meminta sesuatu yang mungkin, jika kau berubah menjadi yeoja, menikahlah denganku!"
Deg
Setelah mengatakan itu, Yifan keluar dari kamar Baekhyun dan menutup pintunya dengan keras.
Blam
Baekhyun tak tau harus mengatakan apa lagi. Permintaan Yifan itu jelas sesuatu yang tak mungkin juga ia penuhi.
000
"Sehun kita akan bersekolah!" Ucap Irene saat ia mengunjungi Sehun di pagi hari.
"Bersenang-senanglah," ucapnya sambil mengibaskan tangannya meminta Irene untuk segera berangkat.
"Apa kau baik-baik saja?"
"Aku baik-baik saja, jangan khawatir Irene," ucap Sehun seraya tersenyum tipis.
"Irene ayo!" Seru Zelo kemudian.
Dengan sedikit tak rela, Irene pun akhirnya mengikuti saudaranya itu.
Tak lama berselang setelah Irene pergi, Sehun mendengar suara pintu dibuka.
Clek
"Kalian masih disini? Ku kira kalian sudah berangka-"
Deg
"Apa yang kau lakukan di sini Oh Sehun?"
"B-bagaimana bisa kau disini?"
"Aku yang merubahmu menjadi vampire, tentu saja aku tau tempatmu," ucap Daniel dengan senyum miring tersungging di sudut bibirnya.
"Aku tak tau mengapa kau disini, tapi aku tak ingin pergi dari sini!"
"Jadi kau mengurung dirimu disini?" Ucapnya sambil membuka pintu penjara yang Sehun tempati.
"Huh?" Sehun terkejut bukan main, iapun segera berdiri dan menatap Daniel was-was.
"Kau bisa saja merusak sesuatu seperti ini dengan mudah, pergilah!" ucapnya sambil mempersilahkan Sehun keluar.
Sehun pun melangkah mundur hingga punggungnya menabrak dinding dibelakangnya. "Aku bilang aku tak mau!"
"Kau lupa? Kau adalah budakku yang harus mematuhi perintahku! Pergilah dan turuti perintahku!"
"Ugh!"
000
Sementara itu di sekolah, seperti biasa Baekhyun berangkat bersama Yifan.
"Seperti mimpi,"
"Mereka pasangan yang serasi,"
Pekik Hyunbin dan teman-temannya dengan mata yang berbinar.
"Yang kau bilang kemarin-" Baekhyun terlihat ragu untuk meneruskannya.
Yifan pun menghentikan langkahnya dan menunggu kalimat selanjutnya yang akan Baekhyun katakan.
"Aku akan melakukannya," ucapnya sambil menundukan kepalanya sendu.
"Jadi kau mau menikah denganku?"
Baekhyun sempat tertegun, tapi memudian ia memalingkan wajahnya sambil mempoutkan bibirnya kesal. "Iya kalau aku menjadi yeoja! Kau harus berhenti berhayal kalau aku tetap namja!" Ucapnya kemudian.
"Kau berpikir demikian?" Yifan pun mengerlingkan matanya kearah Baekhyun.
"Jangan bilang pada siapapun tentang Sehun seminggu ini!" Pintanya seraya memalingkan wajahnya.
"Baekhyun! Ini bahaya!" Irene datang dengan kepanikan yang terlihat jelas.
"Apa yang terjadi?"
"Sehun menghilang!"
"Apa? Bagaimana bisa dia menghilang jika dikurung?" Pekik Baekhyun pakik.
"Dia kabur! Gemboknya rusak!"
"Itu tak mungkin!"
"Zelo sudah mencarinya sampai ke hutan dekat sekolah, tapi tak berhasil menemukannya!"
"Ayo!" ajak Yifan kemudian.
"Kemana/kemana?" Tanya Irene dan Baekhyun bersamaan.
"Para tetua akan bertindak jika dia membunuh lagi! Temukan dia sebelum ditemukan tetua!"
"Oke/iya!"
"Berpencar dan cari dia!"
"Aku akan mencari disekitar rumah Sehun dan kompleks!" Seru Baekhyun sambil berlari menuju arah rumah Sehun.
"Aku akan ke kota!" Seru Irene kemudian.
0
0
0
"Oke yang pertama rumah Sehun!" Gumam Baekhyun saat ia sudah berada di depan rumah Sehun.
Tak lama setelah ia memencet bell, ibu Sehun keluar." Sehun? Tapi dia pergi keasrama sekolah 2 hari yang lalu,"
"Asrama ?"
"Dia bilang akan menginap di asrama untuk konsentrasi ujian,"
0
0
'Sehun pamit pergi keasrama agar orang tuanya tak khawatir,'
"Sehun dimana kau?" Gumamnya sambil menengok kesana kemari.
'Semoga tak terjadi apa-apa padanya,' ia benar-benar khawatir pada sahabatnya itu. Bagaimana kalau Sehun lepas kontrol lagi dan para tetua memergokinya. Pasti sahabatnya itu akan mendapatkan hukuman yang berat nantinya.
"Byun Baekhyun!"
Deg
'Suara itu,' Baekhyun pun segera memutar tubuhnya dan menemukan Chanyeol berdiri disana.
"Chanyeol?"
'Apa dia mengikutiku?' Gumam Baekhyun dalam hati seraya memicingkan matanya curiga.
"Kau harus ikut denganku Byun Baekhyun!" Pintanya dengan tatapan tak terbaca.
"Kemana?"
"Pemimpinku mencarimu," ucapnya dengan tatapan dingin.
"Kang Daniel?" Pekik Baekhyun terkejut.
"Aku tak ingin berkelahi denganmu! Ayo ikut aku!" Pintanya dengan tatapan datar.
"Aku tak bisa! Aku harus mencari seseorang!"
"Mencari Oh Sehun?"
"Bagaimana bisa kau-"
"Kalau dia kau tak perlu khawatir, Daniel yang membawa Oh Sehun,"
"Apa? Kenapa dia membawa Sehun?" Pekik Baekhyun panik. Ia benar-benar khawatir sekarang. Ia takut terjadi sesuatu pada Sehun.
"Kau bisa tanyakan sendiri padanya,"
Dilihatnya Chanyeol memutar tubuhnya membelakanginya. "Jadi namja itu berarti untukmu?" gumamnya sambil menghela nafasnya.
"Iya, dia berarti untukku," jawab Baekhyun cepat.
"Aku mengerti,"
'Ada apa ini? Kenapa aku merasa aneh?' Iner Chanyeol dalam hati. Entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal saat mendengar Baekhyun mengatakan itu.
"Tapi, kau jauh lebih berarti bagiku Chanyeol," ucap Baekhyun kemudian sambil meraih sebelah tangan Chanyeol.
"Apa?"
"Kau sedang ditipu oleh Kang Daniel dan Kang Seulgi! Mereka memanfaatkanmu!"
"Memanfaatkanku?" gumam Chanyeol terkejut.
"Ya, mereka telah menanamkan kenangan palsu dalam ingatanmu! Kau di sini musuh mereka, dan kita saling menyukai, Kita bahkan hampir melakukan sumpah darah!"
"Jangan berbohong! Aku tak melakukan hal seperti itu dengan namja!" Chanyeol pun membantahnya. Mana mungkin ia segila itu sampai akan melakukan sumpah darah dengan Baekhyun yang seorang namja.
"Dulu aku seorang yeoja!"
"Seorang yeoja?
"Kau yang mengubahku dari seorang namja menjadi seorang yeoja!"
"Apa maksudmu?" pekik Chanyeol kemudian.
"Kau mengisap darahku, kau mengubahku menjadi vampire! Lalu aku menjadi seorang yeoja, coba ingat!"
"Tak mungkin! manusia bisa berubah menjadi vampire tapi tak bisa berganti gender!" seru Chanyeol tak percaya.
"Jika kau tak percaya, maka gigit aku lagi!" pinta Baekhyun kemudian. Sejujurnya ia tak ingin menjadi yeoja lagi. Tapi kalau itu Chanyeol, rasanya tak masalah bagi Baekhyun.
"Hisap darahku lagi dan aku akan berubah menjadi yeoja, buktikan sendiri apakah aku berbohong atau tidak!"
Dengan sedikit ragu, Chanyeol pun mengulurkan tangannya dan menyentuh leher Baekhyun.
"Aku akan baik-baik saja, jadi lakukan lah,"
"Apa yang kau lakukan?" tiba-tiba Seulgi datang dan menginterupsi.
"Seulgi/Kang Seulgi!" pekik keduanya bersamaan.
Plak
Sebuah tamparan keras melayang di pipi Baekhyun.
"Apa yang kau coba lakukan pada Chanyeol?" hardik Seulgi sambil menatap Baekhyun tajam.
"Kau pikir aku tak tau kalau kau telah menipu Chanyeol?!" balas Baekhyun kemudian.
"Omong kosong apa yang kau bicarakan?"
"Berapa lama lagi kau akan membohongi Chanyeol?"
"Jangan percaya anak ini! dia hanya namja aneh yang menyukai sesama namja!" hardik Seulgi kemudian sambil melayangkan tatapan jijiknya pada Baekhyun.
"Menyukai namja?" pekik Baekhyun terkejut. Walau begitulah kenyataannya, tapi ia cukup tersinggung juga mendengarnya.
"Aku dengar kau juga dekat dengan Park Yifan!"
"Park Yifan?" mendengarnya entah mengapa ada perasaan tak suka dalam diri Chanyeol. Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya.
"I-itu tak benar!" seru Baekhyun panik. Ia takut kalau Chanyeol salah paham.
"Kau membuat semua orang jatuh cinta dengan wajah cantikmu!" hardik Seulgi kemudian.
"I-itu,"
"Aku tak ingin mempercayaimu lagi!" seru Chanyeol marah. Iapun segera memanggul Baekhyun ala karung beras.
"Hei!" pekik Baekhyun terkejut. Ia pun berusaha berontak meminta Chanyeol menurunkannya.
"Ayo pergi Seulgi!"
"Oke!" Seulgi pun segera mengekori Chanyeol dari belakang.
"Turunkan aku!" pinta Baekhyun sambil memukuli punggung Chanyeol.
Namun Chanyeol tak peduli dan terus melanjutkan langkahnya.
0
0
0
Tak lama berselang tibalah mereka di rumah persembunyian keluarga Kang.
"Baekhyun!" seru Sehun saat melihat Baekhyun datang bersama Chanyeol.
"Sehun! Apakah kau baik-baik saja?" Baekhyun pun bergegas menghampiri Sehun.
"Apakah ini reuni depresi?" tanya Daniel dengan senyum miring tersungging di bibirnya.
"Park Chanyeol! Apakah kau gila? Kenapa kau membawa Baekhyun ke sini!" hardik Sehun marah.
Namun Chanyeol tak peduli dan malah memalingkan wajahnya. "Aku tak takut dengan gertakanmu,"
"Sebenarnya ada apa denganmu!" seru Sehun saat melihat sikap aneh yang Chanyeol tunjukan.
"Oh Sehun! Naiklah ke atas!"
Ajaib, Sehun langsung memutar tubuhnya dan segera berjalan menaiki tangga.
'Sial, dia mengendalikanku,' umpat Sehun dalam hati.
"Sehun! Mengapa kau menurut padanya?" pekik Baekhyun terkejut.
"Dia tak bisa menolak perintahku lagi!" jawab Daniel dengan seringaian di bibirnya.
"Apa?"
"Seorang vampire harus menuruti perintah vampire yang mengubahnya!"
"Aku tak seperti itu!" gumam Baekhyun sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Itu karena kau seperti mutan dunia vampire, segala sesuatu tentang mu itu unik!"
"Lalu kenapa Sehun disini? Biarkan dia pergi!"
"Aku tak bisa melakukannya, lebih baik memiliki satu orang lagi di pihak kita,"
"Tak ada gunanya kau melawan Chongsu untuk menggantikannya! memangnya kau bisa menang melawan Chongsu?"
Greb
Daniel pun mencengkeram lengan Baekhyun dan menunjukan senyum miringny. "Akan lebih mudah jika kau berubah menjadi medusa!"
"Aku tak akan pernah berubah menjadi medusa lagi!" seru Baekhyun kemudian.
"Mari kita lihat!"
Sementara itu Chanyeol terlihat terkejut saat mendengar percakan dua namja itu. "Menjadi medusa? apa maksudnya?"
Tanpa sadar Seulgi menjelaskannya. "Khasus Baekhyun itu cukup aneh, dia berubah menjadi yeoja saat di menjadi vampire,"
"Dia berubah menjadi yeoja?" Pekik Chanyeol terkejut.
"Di dalam tubuhnya ada sosok medusa yang bisa muncul sewaktu waktu, medusa ada di pihak kita dan juga menginginkan Chongsu mati,"
'Jadi apa yang dia katakan sebelumnya memang benar?' iner Chanyeol dalam hati. Kemudian ia mengalihkan pandangannya kearah Baekhyun yang ternyata tengah melihat kearahnya.
'Chanyeol, ingatlah,' pinta Baekhyun dalam hati.
"Anehnya, dia menjadi namja lagi saat dia kembali menjadi manusia," sabung irene kemudian.
'Mengapa aku tak memiliki kenangan tentang dia?' iner Chanyeol dalam hati.
"Chanyeol, ayo kita ke atas," ajak Seulgi sambil menarik tangan Chanyeol.
Baekhyun pun terkejut dan mengalihkan pandangannya kearah Chanyeol. "Chanyeol! jangan pergi!"
"Lihat kesini!" pinta Daniel sambil menutar paksa wajah Baekhyun agar melihat kearahnya. "Lihatlah siapa yang akan mengubahmu menjadi vampire," bisik Daniel kemudian sambil menunjukan taringnya.
"Apa?"
Melihat Baekhyun yang tak nyaman dengan Daniel, entah mengapa membuat perasaan Chanyeol tak menentu.
"Oppa akan merawat Baekhyun, jadi kau tidak perlu khawatir," ucap Seulgi saat melihat wajah gelisah Chanyeol.
"Pergilah!" Baekhyun pun berontak dan mendorong wajah Daniel agar menjauh darinya.
"Ayo cepat naik," ajak Seulgi kemudian.
"Ti-tidak!" Seru Baekhyun saat Daniel mendekatkan taringnya di lehernya.
"Hei!" seru Seulgi saat melihat Chanyeol berlari kearah Baekhyun dan Daniel.
"Aaaaaah!"
Dengan cepat Chanyeol menarik Baekhyun sebelum taring Daniel menancap di leher Baekhyun.
"Apa yang kau lakukan!" seru Daniel marah.
"Chanyeol!" Pekik Seulgi saat melihat Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun posessif. Lalu ia kembali dibuat terkejut saat Chanyeol membawa Baekhyun melarikan diri.
"Tunggu! Chanyeol!" seru Daniel Kemudian.
"Chanyeol! Apa? Apa yang terjadi Chanyeol?" gumam Seulgi sendu. "Apakah dia ingat segalanya?"
"Itu tidak mungkin!" sangkal Daniel cepat. "Kita harus menemukan keduanya, aku tak merasa aman membiarkan mereka bersama!," gumamnya sambil berdecit pelan. "Sehun! Turunlah sekarang juga!"
'Apa yang harus ku lakukan jika dia benar-benar mengingat Baekhyun? Aku tak akan bisa melihat dia tersenyum padaku lagi!,'
TBC
Ada yang tanya kapan ENDINGnya? sudah bosan ya? hehe peace, bentar lagi kok.
MANHWA/KOMIKnya tinggal 2 Chapter lagi, tapi 1 Chapter ada 5 bagian 34a, 34b dst sampai 35E ending, totalnya ada 10sub WOW banget kan?, tapi tenang, dari sepuluh itu bakal aku jadin 2 atau 3 Chapter lagi kok.
Jadi ditunggu saja yaaaaaaaaa!
Terima kasih reader-nim sekalian, Love U Chu~
-Salam damai inchan88-
