Chapter 30
Chanyeol terus membawa Baekhyun berlari tanpa pedulikan bahwa kaki Baekhyun tak sepanjang kakinya.
"Huhf huhf b-berhenti!" pinta Baekhyun dengan nafas yang terengah-engah.
"Ohh," seketika Chanyeol sadar dan menghentikan langkahnya. Tanpa bisa dihindari, Baekhyun pun menabraknya hingga membuat keduanya terjerembab di rerumputan.
Deg
"Oh!" Baekhyun terkejut ketika menyadari dirinya berada di atas Chanyeol. Mata keduanya saling bertemu hingga tanpa sadar semburat merah muncul di kedua pipi Baekhyun.
Deg
Seketika jantung Baekhyun berdetak kencang karenanya. Karena malu Baekhyun pun menenggelamkan wajahnya di dada Chanyeol.
'Aku tak percaya bisa melihat Chanyeol sedekat ini, jantungku terasa seperti akan meledak! Kalau saja momen ini bisa bertahan selamanya,' harapnya dalam hati.
"Byun Baekhyun, kau siapa?" tanya Chanyeol tiba-tiba.
"Eh?" Baekhyun pun segera mengangkat wajahnya dan menatap Chanyeol dengan raut bingung. "Apa?"
"Aku ingin mengenalmu," jawabnya sambil menatap kosong dahan-dahan yang bergoyang di atasnya.
"Ap-, aku?"
'Chanyeol sudah mulai memikirkanku dengan serius,' Sekarang yang harus ia lakukan adalah memikirkan kalimat apa yang tepat agar Chanyeol percaya padanya.
"Kita hanya perlu membatalkan pengaruh mantranya," ucap Baekhyun kemudian sambil beranjak dari atas Chanyeol.
"Itu lagi? Aku masih belum sepenuhnya percaya kalau aku berada di bawah pengaruh mantra," ucap Chanyeol seraya memejamkan matanya. Ia benar-benar dibuat bingung oleh Baekhyun. Disatu sisi ia ingin mempercayainya, tapi di sisi lain itu terdengar tak masuk akal baginya.
"Aku memberitahukan yang sebenarnya! Kita harus pergi menemui Chongsu sekarang dan-," Baekhyun tak meneruskan ucapannya ketika menyadari sesuatu.
'Dia(Yunho) bilang mantranya dapat dibatalkan dengan meminum darah vampire yang lebih kuat? Bukankah terakhir kali ketika aku hampir mati, aku bertahan dengan meminum darah Chongsu! Karena aku minum darahnya, itu berarti aku berada pada tingkat yang sama dengan Chongsu,' gumamnya dalam hati. Tapi mengingat kenyataan lain, membuatnya ragu akan hal itu.
'Tapi sekarang aku manusia, jadi darahku mungkin tak memiliki kekuatan itu, tapi itu tak masalah! Aku hanya ingin memberi Chanyeol darahku!' putusnya kemudian.
Greb
Ditariknya baju depan Chanyeol agar mendekat kearahnya. "Minum darahku! Jika kau meminum darahku, mantranya bisa lenyap!" ucapnya antusias.
"Apa?" Chanyeol pun terkejut dibuatnya.
"Kau bilang kau ingin mengenalku kan? Kalau begitu minum darahku!" pinta Baekhyun sekali lagi.
Chanyeolpun mendesah pelan karenanya. "Kenapa kau mengatakannya dengan begitu santai? Memberikan darah ke vampire adalah hal yang sangat berbahaya untuk dilakukan!" ucapnya dengan raut tak suka.
"Tak masalah selama itu kau!"
"Aku?" gumam Chanyeol tak yakin.
"Aku sangat menyukaimu, kau lebih berharga bagiku daripada hidupku sendiri! Karena itulah, aku ingin memberikan darahku," ucap Baekhyun sambil menunjukan leher jenjangnya pada Chanyeol.
Chanyeol sedikit ragu untuk melakukannya, tapi perlahan tangannya terulur dan menyentuh leher Baekhyun. "Ini benar-benar aneh, tapi entah mengapa tak aneh rasanya saat mendengar itu darimu, meski kau namja, nuraniku tak menolakmu sama sekali," setelahnya ia perlahan mendekati leher Baekhyun.
"Lakukanlah!" Baekhyun pun menengadahkan wajahnya memberi ruang Chanyeol agar lebih leluasa menghisap darahnya.
Cruss
Dapat ia rasakan rasa panas dan perih kala taring itu benar-benar menancap di lehernya. 'Aku mencintaimu Chanyeol!'
Teguk demi teguk darah Baekhyun membasahi tenggorokannya. Setelah dirasa cukup ia pun segera melepas Baekhyun dengan sedikit terengah-engah.
Sementara itu, setelah Chanyeol melepasnya, tubuh Baekhyun langsung merosot ke bawah.
Dapat Baekhyun rasakan, sekujur tubuhnya terasa sakit dan jantungnya yang berdetak cepat. Rintihan kecil pun keluar dari bibirnya. "Ughhh!"
"Baekhyun!" seru Chanyeol ketika baru menyadari keadaan Baekhyun. Iapun segera merengkuh tubuh Baekhyun dan menyangganya dalam posisi terduduk.
"Argh!" rintih Baekhyun sambil mencengkeram kuat kepalanya.
"B*j*ng*n kau!"
Duagk
Chanyeol pun langsung melepaskan Baekhyun dan mundur beberapa langkah kala Sehun datang dan menendangnya.
"Beraninya kau melakukannya pada Baekhyun! Aku tak akan memaafkanmu!" serunya sambil mencengkeram baju depan Chanyeol dan siap melayangkan pukulannya.
Tentu Chanyeol tak tinggal diam dan segera menangkis pukulan Sehun. "Kau belum berada di tingkatku!"
"Agh!" Sehun pun memekik kesakitan saat Chanyeol memutar tangannya dan menahannya di belakang tubuhnya.
"Aaaaarghhhh!,"
Mereka pun menghentikan perkelahian itu kala mendapati tubuh Baekhyun menggelepar di rerumputan, nyaris seperti akan meregang nyawa.
"Baekhyun!" Chanyeol pun bergegas menghampiri Baekhyun.
"Umnghh,"
Dilihatnya tubuh Baekhyun yang semakin bergetar dengan raut kesakitan yang tergambar jelas di wajahnya.
"Baekhyun!" Chanyeol hanya berdiri dengan kekhawatiran yang menguasainya. Ia tak mengira kalau efek dari gigitanya akan menyakiti Baekhyun seperti ini.
"Menjauh darinya!" Sehun punmendekat dan mendorong Chanyeol menjauhi Baekhyun. "Baek-,"
Swhooss
Tangan Sehun berhenti di udara ketika dilihatnya rambut Baekhyun yang tiba-tiba memanjang dan tak bereaksi lagi setelahnya.
"Di-dia menjadi yeoja?" pekik Sehun terkejut.
'Dia mengatakan yang sebenarnya!' kini barulah Chanyeol percaya kalau Baekhyun tak berkata bohong.
"Rupanya aku sedikit terlambat,"
Tiba-tiba Danile datang dan mengejutkan keduanya.
"Dia benar-benar menjadi vampire yeoja lagi?" ucap Daniel sambil melihat Baekhyun yang masih tak sadarkan diri di atas rerumputan. "Apa itu kau?" tuduhnya sambil memicingkan matanya kearah Chanyeol.
Chanyeol tak memberikan jawaban apapun dan lebih memilih memalingkan wajahnya.
'Orang ini, dia tersinggung tapi mantranya belum dibatalkan,' gumam Daniel dalam hati. Ia benar-benar dibuat bingung dengan sikap Chanyeol. Tak mau ambil pusing iapun segera berjalan mendekati Baekhyun. "Mari kita kembali ke rumah!" ajaknya kemudian.
'Aku harus buru-buru, karena hal ini terjadi, sepertinya aku harus membuat Baekhyun menjadi milikku secepatnya,' putus Daniel kemudian. Tindakan Chanyeol yang tanpa di duga itu tentu akan menjadi ancaman baginya jika tak cepat bertindak.
000
"Chanyeol? Apa kau sungguh baik-baik saja sekarang?" tanya Seulgi dengan raut khawatirnya.
"Ya, aku baik," jawabnya sambil menundukan wajahnya tanpa mau membalas tatapan Seulgi. "Aku terlalu terburu-buru, aku minta maaf!,' ucapnya kemudian sambil membungkuk homat kearah Daniel.
Daniel pun berdecak karenanya. "Tinggallah di ruangan ini dan renungkan tingkah lakumu!" setelah mengatakan itu iapun keluar dari kamar Chanyeol.
"Chanyeol, aku akan tinggal bersamamu," ucap Seulgi sambil mengapit lengan Chanyeol manja.
Namun Chanyeol masih enggan untuk menatap Seulgi dan lebih memilih melihat kearah lain. "Aku ingin sendiri!"
"O-oh baiklah!," walaupun kecewa dengan penolakan Chanyeol, namun akhirnya ia menuruti keinginan namja itu dengan meninggalakan kamar itu. Lalu diilihatnya Daniel dan Sehun yang masih berdiri di depan kamar itu.
'Oppa, apakah kau yakin mantranya belum hilang?,' tanyanya menggunakan telepatinya. Tentu ia tak mau ambil resiko karena Sehun ada di sana.
'Jangan khawatir, mantra itu tak bisa dibatalkan kecuali kalau Chanyeol meminum darah Chongsu,' jawab Daniel yang juga menggunakan telepati.
'Ya, tapi apa itu baru saja? Dia menolakku sama seperti Chanyeol sebelumnya yang membenciku!' gumamnya kemudian.
"Terus berjaga dan pastikan Chanyeol tak pergi!" pinta Daniel pada Sehun.
"Apa yang akan kau lakukan pada Baekhyun?" tanya Sehun dengan raut tak sukanya.
"Kami akan merawat Baekhyun dengan baik, jadi jangan khawatir," jawab Daniel dengan senyum misterius di sudut bibirnya. Setelah itu ia pergi meninggalkan Sehun menuju ruangan khusus bersama Seulgi.
0
0
"Semuanya sudah siap?"
"Siap untuk apa?" tanya Seulgi dengan raut bingung ketika mereka berdua tiba di ruangan itu.
"Karena Baekhyun telah menjadi yeoja, sekarang kita harus menyelesaikan apa yang belum bisa kita lakukan sebelumnya!"
"Sumpah darah dengan Baekhyun?" tebak Seulgi seraya mengeryitkan alisnya.
000
Di ruangan lain, Chanyeol tampak bimbang dengan perasaannya.
'Tak ada yang berubah meski aku sudah minum darah Baekhyun, apa yang dikatakannya adalah kebohongan? Tapi bagaimana perasaanku saat mengisap darahnya? Rasanya seperti sesuatu yang penuh gairah mengalir keluar dari hatiku,'
Deg
Sekelebat bayangan tenang Baekhyun tiba-tiba muncul di pikirannya. Baekhyun yang tersipu, Baekhyun yang menangis, juga Baekhyun dengan senyum cerah diwajahnya saat memanggil namanya. "Chanyeol!" Jantungnya semakin berdetak kala kepingan pazzle itu perlahan bermuncula.
Sementara itu Sehun tampak mondar mandir di depan kamar itu. Ia bimbang, ia ingin menyelamatkan Baekhyun, tapi ia juga tak bisa menolak perintah Daniel.
'Aku hanya menjadi vampire, mempertaruhkan nyawaku, untuk melindungi Baekhyun,' gumamnya dengan rahang yang mengeras. Ia sangat kesal pada dirinya sendiri. "Bugk!" iapun memukul dinding di depannya dengan keras guna melampiaskan kekesalannya. 'Tapi apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku hanya menjadi budak Daniel saat Baekhyun berbahaya,'
Deg
Bahunya tiba-tiba menegang saat merasakan keanehan pada tubuhnya. Seperti sesuatu ingin mengambil alih tubuhnya. "Ughh! Aghh tidak lagi!" racaunya putus asa sambil mencengkeram dadanya kuat.
000
Sementara itu diruangan Khusus. Daniel dan keluarganya sudah memulai ritual berjanjian darah.
Setelah mencampurkan darah Baekhyun dengan darah Daniel, Ji Gook pun membacakan mantra pengikat. "IJBthwQElf," Setelahnya ia menyodorkan gelas itu pada Daniel. "Minumlah!"
Danielpun segera menerimanya dan meminum sebagian darah itu di hadapan Baekhyun yang masih terbaring tak sadarkan diri. "Aku akan membuatmu menjadi milikku sekarang juga Byun Baekhyun,"
Setelahnya iapun mendekatkan sisa darah itu pada bibir Baekhyun. Tapi tiba-tiba ada tangan seseorang yang merebut cawan itu dari belakangnya.
Glug glug glug
"Apa!" Ia terkejut bukan main kala Sehunlah yang mengambilnya dan meminum darah itu hingga tetes terakhir.
"Ini tak cukup!" ucap Sehun sambil melempar cawan itu kedinding hingga hancur berkeping-keping.
'Dia meminum darahku dengan darah Baekhyun yang sudah tercampur?' Emosi Daniel langsung menguasai tubuhnya.
Plak
Ji Gook mendekat dan mendahului Daniel dengan layangkan tamparannya ke pipi Sehun. "Apa yang sedang kau lakukan? kau telah merusak ritual pernikahan ini!" serunya marah.
Melihat Sehun yang tanpa rasa bersalah itu membuatnya semakin marah dan melayangkan pukulannya kembali. Namun sayangnya Sehun segera menahan kepalan tangannya. Ia pun mencoba menarik tangannya kembali, tapi Sehun malah mencengkeramnya dengan kuat.
"Apakah kau tak mau melepasnya?" serunya sambil berusaha menarik tangannya.
"Tak cukup!" Bukannya melepaskan, Sehun malah menarik tangan Ji Gook kuat dan langsung menyambar lehernya serta menancapkan taringnya disana.
"Arghh!" Ji Gook pun merintih kesakitan karenanya.
Sehun tentu tak peduli dan terus menghisap darah namja paruh baya itu.
Glug glug glug
"Argh!"
"Oh Sehun! Pergi dari Appaku!" Seru Daniel panik. Ia ingin menolong Appanya tapi langkahnya terhenti saat melihat tatapan Sehun yang tajam dan mengerikan.
"Tidak!" Seulgi pun menjerit histeris melihatnya.
"Aku bilang lepaskan!" seru Daniel marah.
Tapi Sehun tak peduli dan hanya melirik Daniel dari ekor matanya yang tajam.
"Ughh,"
Setelah dirasa habis, Sehunpun segera melepaskan Ji Gook hingga membuat tubuh namja itu terjatuh ke lantai.
Debug
Seulgi pun cepat-cepat menghampiri Appanya "Appa! Oh tidak!" Seulgi pun memekik histeris saat melihat Appanya sudah terbujur tak bernyawa. "Appa! dia sudah mati! Dia tak bernafas!" racaunya panik.
"A-apa?!" Daniel syok bukan main dibuatnya.
Tanpa di duga Sehun berjalan mendekati Baekhyun yang masih terbaring di atas meja. "Tak cukup, aku masih haus!"
Greb
Daniel segera menahan bahu Sehun dan melayangkan pukulannya. "Kamu br*ngs*k! Berani-beraninya kau pada Appaku! Aku akan membunuhmu!"
Namun dengan gesit Sehun melompat menghindarinya. "Aku butuh darah!" ucapnya nyaris seperti zombi. Kebenaran tentang Sehun yang berubah menjadi monster, nyatanya itu benarlah adanya. Ia telah berubah menjadi monster yang haus akan darah.sekarang.
"Apa! Ada apa dengannnya? Argh!" pekik Daniel kemudian ketika tiba-tiba Sehun sudah ada di dekatnya dan mencekik Lehernya. "Aghh!"
Tanpa mereka sadari, perlahan Baekhyun membuka matanya. "Apa yang terjadi? Mengapa sangat bising?" Ia pun segera bangkit dan mengedarkan pandangannya. Hal pertama yang ia tangkap ialah Sehun yang sedang mencekik Daniel dengan tatapan kosong. "Apa itu benar-benar Sehun?"
"Darah, aku butuh darah,"
'Dia seperti zombi, tak mungkin itu bisa terjadi pada Sehun!' pekik Baekhyun tak percaya.
"Lepaskan aku!" dengan susah payah Daniel pun berhasil melepaskan diri.
"Berikan aku darah!" pinta Sehun sambil berjalan lurus mendekati Daniel.
"Apa yang sedang terjadi? Dia di luar kendali!" racau Daniel panik.
'Orang ini-, mungkin karena dia telah meminum darah dari orang yang berbeda! Dia tak mendengarkan perintahku, jika aku tak segera keluar dari sini, mungkin aku akan mati seperti Appaku!' tanpa menunggu lagi Daniel pun segera berlari menerjang jendela kaca dan melarikan diri dari sana.
Pyar
Ia benar-benar tak menyangka, seseorang yang ia bawa untuk dijadikan senjata malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri bahkan keluarganya.
"Oppa! Tunggu aku!" seru Seulgi saat melihat Daniel berlari kencang di bawah sana.
Greb
Seulgi pun segera memutar kepalanya saat merasakan seseorang tengah mencengkeram tangannya.
"Baekhyun?"
"Apa yang terjadi?" tanya Baekhyun dengan raut bingung.
"Ak-aku tak tau, tiba-tiba Oh Sehun-,"
Greb
"Darah!" pinta Sehun sambil mencengkeram sebelah tangan Seulgi.
"Ah!" Seulgi terkejut saat tiba-tiba Sehun menariknya kuat kearahnya.
Baekhyun yang melihat itu tentu tak tinggal diam. Iapun segera membebaskan Seulgi dari Sehun. "Kenapa kau melakukan ini Sehun? hentikan itu!"
"Ahh!" Diluar dugaan, Sehun malah mendorongnya kuat hingga membuatnya terjerembab di lantai. "Sehun?" pekik Baekhyun terkejut.
Tap tap tap
Dilihatnya Chanyeol datang dan berjalan kearahnya. "C-chanyeol" Baekhyun pun segera bangkit dan menanti kedatangan Chanyeol.
"Hah?" Nyatanya ia salah sangka. Namja itu bukan datang untuknya, melainkan untuk Seulgi yang ternyata sudah berada di cengkeraman Sehun. Melihat Chanyeol yang melewatinya tanpa melihat kearahnya, membuat hatinya berdenyut nyeri.
"Ahh!" pekik Seulgi saat Sehun menancapkan taringnya di lehernya.
"Pergilah dari Seulgi!" Chanyeolpun segera menyingkirkan Sehun dari Seulgi.
Brak
Punggung Sehun menabrak kala Chanyeol melemparnya.
"Ugh!" rintihnya. Tapi kemudian ia bangkit lagi seolah tak terjadi apa-apa dan berjalan menuju pintu dan keluar.
"Apa yang salah dengannya?" Tentu Baekhyun terkejut melihatnya. "Sehun! kau mau pergi kemana?" serunya saat melihat sahabatnya pergi begitu saja.
"Chanyeol, kita harus pergi sebelum Sehu-," Baekhyun tak meneruskan ucapannya saat melihat Chanyeol yang tengah membantu Seulgi berdiri.
"Ahh!"
"Apakah kau oke?" tanya Chanyeol dengan raut khawatir.
"Aku sangat takut," rengeknya sambil memeluk Chanyeol dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang itu.
"Kau hanya digigit sebentar, kau akan baik-baik saja," bisiknya sambil mengusap punggung Seulgi untuk menenangkannya.
Tentu Baekhyun kecewa melihatnya. Padahal ia tadi sedah berharap kalau Chanyeol telah mengingatnya, tapi nyatanya itu tidak sama sekali. 'Aku sudah berharap tadi, tapi kurasa tak ada yang berubah meski aku menjadi vampire yeoja lagi, Chanyeol bahkan masih belum kembali kepadaku,' gumam Baekhyun sendu. Hatinya berdenyut sakit melihat keduanya berpelukan. Tak mau melihat lebih jauh, iapun segera memutar tubuhnya dan bergegas pergi dari sana.
Menyadari kepergian Baekhyun, tentu Chanyeol terkejut bukan main, iapun segera melepaskan Seulgi darinya.
"Chanyeol? kau mau kemana? Aku disini," Seulgi pun menahan tangan Chanyeol menahannya agar tak pergi darinya.
"Keajaiban Cinderella sudah berakhir, aku bukan Chanyeolmu lagi!" ucap Chanyeol dengan tatapan dingin. Iapun segera menghempaskan tangan Seulgi dan kembali melanjutkan langkahnya.
"Tidak! Kau tak bisa! jangan pergi Chanyeol!" rengeknya sambil memeluk pinggang Chanyeol.
Chanyeol yang sudah muakpun segera melepaskan tangan Seulgi dan mundur beberapa langkah menjauh dari jangkauan yeoja itu.
"Tak ada yang akan menghentikanku untuk menemui Baekhyun! bahkan jika itu kau sekalipun!" ucapnya dengan tatapan dingin. Kemudian ia pun berlalu meninggalkan Seulgi tanpa menoleh kebelakang lagi.
"Aku tak akan membiarkanmu pergi seperti ini!" seru Seulgi sambil mengepalkan tangannya kuat.
0
0
'Baekhyun, aku ingin melihatmu! Aku dalam perjalanan menuju kearahmu!' ucapnya Chanyeol dalam hati sambil mempercepat langkahnya.
Sementara itu, Baekhyun terus berlari tak tentu arah guna menemukan keberadaan sahabatnya itu.
"Kemana Sehun pergi? Sehun!" Ia pun menghentikan langkahnya dan menengok kebelakang. Ia masih sangat berharap kalau Chanyeol akan mengejarnya. Namun ia harus menelan kekecewaannya kala tak menemukan Chanyeol seujung rambut pun. 'apakah dia pergi bersama Seulgi? Dia bahkan tak menatapku, melihatnya perhatian pada Seulgi seperti itu membuat hatiku berdenyut sakit, setelah menjadi seorang yeoja, rasanya hal-hal semacam ini menyakitiku,'
'Baekhyun!'
"Chanyeol?" gumam Baekhyun tak yakin. Ia Melihat kebelakang sekali lagi, tapi tak menemukan Chanyeol disana.
'Ya ini aku!' jawab Chanyeol menggunakan telepatinya.
Ah kenyatakan kalau pendengarannya tak salah, senyum cerah pun langsung mengembang di bibir Baekhyun. "Chanyeol!" serunya antusias. Iapun senang bukan main kala Chanyeol benar mengejarnya.
'Aku dalam perjalanan ke arahmu sekarang, tunggu aku Baekhyun!'
"Ah! Chanyeol memanggilku, Chanyeol sedang dalam perjalanan untukku," pekik Baekhyun senang. Tanpa menunggu lagi, Baekhyun segera berlari menuju ke arah suara Chanyeol berasal.
'Baekhyun!'
Suara Chanyeol terdengar makin jelas, dan Baekhyun pun semakin mempercepat larinya. "Chanyeol!"
Greb
"Ah!" tiba-tiba ada tangan seseorang yang menariknya dan membawanya ke atas pohon.
"Yifan?" pekiknya ketika menyadari Yifanlah pelakunya.
"Kau menjadi yeoja lagi? siapa yang melakukannya?" tanya Yifan sambil menatap Baekhyun tajam.
"Ah! a-apa?" pekiknya saat Yifan mencengkeram tangannya kuat.
"Siapa vampire br*ngs*k yang telah mengubahmu menjadi vampire?" tanyanya sekali lagi dengan rahang yang mengeras.
"Chan-chanyeol," jawab Baekhyun kikuk.
"Damn! dia lagi? Apakah kau sengaja membiarkan dia menggigitmu?" tanyanya dengan raut tak suka. Ia benar-benar kesal karna sekali lagi Chanyeol lah yang telah mengubah Baekhyun menjadi vampire.
"Aku hanya berpikir, mungkin darahku akan membuatnya kembali normal," ucapnya dengan tampang polos disertai semburat merah di pipinya.
Mendengar jawaban Baekhyun, Yifan pun menghela nafasnya. "Meskipun Chanyeol yang menjadikanmu vampire, ingatlah bahwa akulah yang akan menjadikanmu istriku," bisiknya sambil membelai rambut Baekhyun.
"Tidak! Kau tak bisa!" sangkal Baekhyun sambil mendorong Yifan hingga punggungnya menghimpit pohon.
"Apa?" pekik Yifan terkejut.
"Chanyeol memanggilku, jadi biar aku pergi!" pintanya sambil berusaha turun dari atas pohon itu.
Yifan pun segera menahan Baekhyun dengan mencengkeram bahunya kuat. "Tidak! Kau pengantinku! Aku tak akan pernah membiarkanmu pergi menemui namja lain!"
"Kau tak bisa! Aku tak ingin menjadi pengantinmu!"
"Apa?" Yifanpun merasa tertohok mendapat penolakan dari Baekhyun.
"Maaf, aku sangat menyesal, meskipun aku sudah berjanji, aku tak bisa bersama orang lain selain Chanyeol," ucap Baekhyun penuh sesal.
"Jadi aku tak pernah bisa membuatmu menyukaiku seperti Chanyeol yang membuatmu menyukainya?" ucapnya dengan raut menyedihkan.
"Aku minta maaf," Baekhyun pun menundukan kepalanya sendu.
"Jika itu aku, aku bisa membuatmu lebih bahagia dari pada saat kau bersamanya!" rayu Yifan kemudian. Ia benar-benar tak rela kalau Baekhyun memilih Chanyeol.
"Maaf!" nyatanya Baekhyun tak tergiur dan tetap menolaknya.
"Jika itu aku, aku bisa mencintaimu lebih dari yang dia bisa!" rayunya sekali lagi.
"Itu Chanyeol!" pekik Baekhyun tiba-tiba saat melihat Chanyeol berjalan kearahnya.
"Baekhyun!" seru Chanyeol dengan raut bingung. Ia bisa merasakan keberadaan Baekhyun tapi tak melihat keberadaannya.
"Chanyeol ak-"
Baekhyun sudah siap melompat ketika tiba-tiba Yifan menarik pinggangnya dan membungkamnya dengan meraup bibirnya.
Cup
Mata Baekhyun pun melebar sempurna.
"Aneh, aura Baekhyun tiba-tiba lenyap, apa yang terjadi?" gumam Chanyeol sambil menengok kesana kemari. Karena tak menemukan keberadaan Baekhyun, Iapun meneruskan langkahnya dengan meninggalkan tempat itu.
Kalau saja dia mau menengok kebelakang dan menengadah keatas, mungkin ia akan menemukan Yifan yang tengah mencium paksa bibir Baekhyun. Namun sayangnya ia tak sepeka itu.
Setelah kembali dari keterkejutannya, Baekhyun pun segera mendorong dada Yifan. "A-apa yang kau lakukan!" serunya marah. Iapun segera menggosok bibirnya dengan punggung tangannya seolah ciuman Yifan mengandung kuman yang menjijikkan.
000
Setelah insiden ciuman paksa itu, Baekhyun bergegas pergi meninggalkan Yifan. Iapun memutuskan menemui Chanyeol dengan mendatangi rumah Seulgi kembali.
Tapi apa yang di dapatinya benar-benar membuatnya terkejut bukan main. Ia melihat Chanyeol duduk terdiam di atas sofa bak patung dan tak bergerak sedikitpun.
"Rusak?" gumamnya tak percaya.
"Ya, aku tak tau bagaimana, tapi tiba-tiba mantranya rusak dan dia berusaha meninggalkanku!"
'Jadi, itulah mengapa Chanyeol mencoba menghubungiku?'
"Jika kau tak membiarkan Chanyeol pergi secepat ini, kau akan menyesalinya," seru Baekhyun kemudian.
"Satu-satunya cara agar dia bisa terlepas dari kelumpuhannya adalah jika dia meminum darah vampire yang lebih tinggi, jadi dia membutuhkan darah Chongsu," ucap Seulgi sambil tersenyum miring. "Sebenarnya darahmu juga bisa bekerja! Karena kau telah meminum darah Chongsu, dan alasann mengapa mantera yang mempengaruhi Chanyeol rusak pasti karena dia meminum darahmu!" seru Seulgi marah.
"Bagaimanapun, aku akan mengajak Chanyeol-," Langkah Baekhyun terhenti saat kakinya tersangkut sesuatu. "Apa? senar?" gumamnya sambil mengeryitkan alisnya bingung. Kenapa senar itu bisa ada di sini? itulah hal yang membuat Baekhyun bingung.
"Ah!" pekiknya kemudian saat merasakan sesuatu yang tajam menancap di lehernya. Iapun mencabutnya dan melihat sebuah benda tajam yaris seperti jarum akupuntur di tangannya.
"Hahaha, jika kau dekati Chanyeol, kau akan terkena perangkap dan anak panah beracun akan di tembakkan kearahmu!" siapa yang sangka kala perangkapnya akan bekerja semudah ini.
"I-ini?"
"Ini adalah racun yang sama dengan milik Chanyeol, kau akan segera lumpuh sama sepertinya," ucapnya sambil tersenyum miring.
"Hmph! hal semacam itu tak berpengaruh bagiku," ucap Baekhyun sambil berjalan mendekat. Tapi baru beberapa langkah, ia merasakan kelumpuhan yang mulai menyerang kakinya. "Ah!"
Brugk
Ia pun langsung terjatuh kelantai karena kakinya tak bisa menopang tubuhnya.
Chanyeol ingin menolong Baekhyun, tapi sayangnya ia hanya bisa melihat tanpa bisa melakukan apapun.
"Haha tak bisa menggerakkan tubuhmu ya?" ejek Seulgi sambil berjalan mendekati Baekhyun.
"Oh lihat! Chanyeol membuka matanya," ucapnya lagi sambil mengerlingkan matanya kearah Chanyeol.
'C-Chanyeol?'
"Dengan keadaan lumpuh, Chanyeol tak bisa bergerak, berbicara atau berkomunikasi menggunakan telepati, yang bisa dia lakukan hanyalah melihat," Kemudian ia menyangga tubuh Baekhyun dengan posisi terduduk lalu mengeluarkan jarum akupuntur di kelima jarinya.
"Dia harus melihat saat aku menusukmu dengan panah beracun ini, satu per satu hingga kau perlahan mati,"
Sring
Baekhyun hanya mampu menatap ngeri benda tajam itu tanpa bisa melakukan apapun.
"Aku akan memulainya dengan matamu!" ucapnya dengan sadis.
"Ugh!" Baekhyun berusaha menggerakkan tubuhnya tapi tetap saja tak bisa.
"Perhatikan baik-baik Chanyeol! Yeoja yang sangat kau cintai lebih dari hidupmu ini, akan meninggal dengan mengerikan dan menyakitkan!" ucapnya sadis.
Brug
Lalu ia dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang melempar tubuh Daniel di hadapannya.
"Ah O-oppa?"
"Satu-satunya yang tersisa adalah kau, jadi mengapa kau tak menyerah saja? Kang Seulgi!" ucapnya sambil berjalan mendekat. Tapi kemudian ia terkejut saat melihat Baekhyun dalam keadaan lumpuh berada di dekapan Seulgi.
"Hentikan permainan berbahaya ini!" serunya sambil menendang tangan Seulgi yang sedang memegang benda-benda tajam itu.
"Ahh!" pekik yeoja itu saat Yifan memutar tangannya dan menahannya di belakang tubuhnya.
Sementara itu Baekhyun mulai merasakan keanehan pada tubuhnya.
Deg
'Ah jantungku!' pekiknya saat jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Perasaan tak asing sama seperti saat Medusa ingin mengambil alih tubuhnya.
"Aku tak ingin memukuli seorang yeoja, jadi duduk saja di sini dan diam!" ucap Yifan memperingatkan.
"Uhhh!" rintih Baekhyun dengan tubuh yang bergetar hebat.
Yifanpun segera mendekat dan merengkuh tubuh Baekhyun. "Byun Baekhyun! apa yang terjadi?" tanyanya dengan raut khawatir. "Apakah itu disebabkan oleh racunnya? kalau seperti itu, aku akan pergi menemui Appa-,"
"Tak perlu melakukannya," ucap Baekhyun sambil menunduk dalam.
"Hah? apa kau merasa lebih baik?" tanya Yifan dengan raut bingung. Tapi kemudian ia dikejutkan kala sebuah benda tajam menancap dilehernya. "Agk! apa yang sedang kau lakukan! k-kau?"
"Lama tak bertemu Yifan!" ucap Baekhyun dengan senyum miring tersungging di bibirnya.
"M-medusa?" Seulgi yang juga melihat itu tentu terkejut dibuatnya.
"Ukh!" rintih Yifan saat merasakan kelumpuhan yang mulai menyerangnya.
"Sepertinya kau mulai lumpuh," ucapnya sambil menarik rambut Yifan kuat.
"Ugh medusa!," ucap Yifan dengan susah payah.
0
0
"Ceh ceh sungguh pemandangan yang luar biasa, berdua Park bersaudara, pangeran vampire yang agung diturunkan begitu rendah,"
"Umm," gumam Seulgi saat ia berdiri di belakang Baekhyun.
"Apakah kau sudah melakukan panggilan?"
"Y-ya, C-chongsu sedang dalam perjalanan," jawab Seulgi dengan sedikit bergetar.
"Bagus, aku akan berpura-pura menjadi Baekhyun dan menusuknya dengan panah beracun ini, maka Chongsu akan menjadi seperti kalian berdua," ucapnya sambil menunjukan seringaiannya kearah Chanyeol dan Yifan.
"T-tapi,"
"Apa?" tanyanya dengan nada ketus.
"Bagaimana mungkin racun itu tak mempengaruhimu?" tanya Seulgi dengan sedikit hati-hati.
"Aku jauh lebih tinggi dari Baekhyun ataupun kau! Jadi ketika aku medusa, aku jauh lebih kuat dan tak akan terpengaruh oleh racun seperti itu,"
"A-Aku lihat-,"
Namun Baekhyun tak tertarik meneruskan obrolannya bersama Seulgi dan kembali mendekati Park bersaudara itu. "Jangan khawatir, kalian tak akan kesepian, aku akan membunuh Appamu bersamamu," ucap Baekhyun sambil tersenyum mengejek.
"Ugh," lenguh Daniel yang tiba-tiba sadarkan diri.
"Oppa!" Seulgi pun bergegas menghampiri namja itu.
"A-aapa yang terjadi?," tanyanya saat Seulgi membantunya berdiri.
"Medusa kembali," jawab Seulgi singkat.
Seketika mata Daniel berbinar senang mendengarnya. Medusa? Apa kau serius kalau medusa telah kembali?"
"Tak berguna idiot! Kau sadar, kau bahkan tak lebih berharga daripada adikmu!" ucap Baekhyun sambil memicingkan matanya.
"Jangan meremehkanku!" ia merasa tersinggung dengan ucapan Baekhyun. Tapi saat ia mencoba berjalan sendiri tanpa bantuan Seulgi, ia langsung tumang. "Ugh!"
"Heh, sepertinya kau benar-benar dikalahkan oleh Yifan," ejek Baekhyun kemudian.
"Berikan aku darahmu," pintanya tiba.
Tentu Baekhyun/medusa terkejut bukan main mendengarnya. "Apa?"
"Jika aku minum darahmu, aku akan sembuh seketika! Kemudian, setelah itu kita bisa bersumpah darah," ucapnya tak tau malu. "Jadi kumohon!" ucapnya sambil menggenggam tangan Baekhyun.
Plak
Baekhyun pun segera menepis tangan Daniel dan menendangnya hingga namja itu terpental menabrak dinding.
"Agk!"
"Oppa!" Seulgi pun bergegas menghampiri Daniel. "Dia kehilangan kesadaran! apa yang harus kita lakukan?" ucalnya panik.
"Aku tak butuh idiot seperti dia," jawab Baekhyun acuh.
"Apa? T-tapi jika kita meninggalkannya seperti ini, dia mungkin akan mati!" ucapnya dengan raut khawatir.
"Idiot seperti dia, apapun yang terjadi padanya tak ada hubungannya denganku! Yang penting sekarang adalah balas dendamku!,"
"Ah!" Seulgi pun terkejut bukan main mendengar pengakuan Baekhyun/medusa.
"Tinggalkan dia dan kemarilah!" ucapnya sambil memainkan jari telunjuknya meminta Seulgi untuk mendekat.
"B-baik," Seulgi pun tak punya pilihan lain selain menuruti permintaan Baekhyun.
"Kau punya racun?"
"I-ini," Seulgi pun segera memberikan sepotol racun pada Baekhyun.
"Berikan aku belati juga!"
Seulgi pun segera memberikan sebuah belati pada Baekhyun. Baekhyun langsung menerimanya dan melumuri belati itu dengan racun.
"Jika ada yang tak beres! Tusuk Chongsu dengan ini, bahkan jika dia adalah bahkan jika dia seorang Chongsu, maka akan sulit baginya untuk bertahan dari racun sebanyak ini," ucapnya sambil menyerahkan belati itu kembali pada Seulgi.
"O-oke!"
Deg
"Dia disini"
"Ah!"
"Jangan membuat kesalahan!" ucapnya memperingatkan.
Tak lama berselang, Yunho benar-benar datang dan berdiri di hadapan mereka.
"Dimana anakku dan Baekhyun?" tanyanya sambil mengedarkan pandangannya. Didapatinya dua putranya yang duduk diam bak patung di ats Sofa bersama Baekhyun yang terikat mulut dan tangannya.
"Apa yang terjadi? Mengapa hanya kau satu-satunya yang terikat?"
"Kami semua telah diracuni," jawab Baekhyun saat Yunho melepaskan syal yang menutubi bibir Baekhyun.
"Apa?"
"Racun itu melumpuhkan kami! Hanya aku saja yang masih bisa berbicara,"
"Tapi bagaimana caranya?" tanya Yunho sambil mengeryitkan alisnya bingung.
"Di belakangmu!" Seru Baekhyun tiba-tiba.
Yunho pun segera memutar tubuhnya dan mendapati Seulgi berdiri di belakangnya dengan sebuah belati di tangannya. Iapun segera mencengkeram tangan Seulgi hingga belati itu terjatuh kelantai.
"Ahh!"
"Apakah kau pikir kau bisa mengalahkanku?"
Tanpa Yunho tau kalau Baekhyun sudah berdiri di belakangnya. "Mengapa kau melakukan sesuatu yang begitu bodoh?" ucapnya sambil menusukkan benda tajam itu ke leher Yunho. "Kau telah tertangkap,"
"K-kau medusa?"
"Haha, sudah terlambat sekarang!"
"Ugh!" rintih Yunho sambil berpegangan pada sofa.
"Sepertinya kau butuh tempat duduk?" ucapnya sambil tersenyum miring. Kemudian ia membantu Yunho duduk di samping kedua putranya.
"Mengapa kau melakukan ini?"
"Tidakkah kau tau? Aku kehilangan orang yang sangat ku cintai karena vampire sepertimu!"
"Bunuh aku dan akhiri rencana balas dendammu yang sia-sia itu," pinta Yunho kemudian.
Baekhyun pun mendengus geli mendengarnya. "Itu tak akan aku lakukan! Aku akan membunuh anak-anakmu jadi perhatikan baik-baik,"
"Mengapa kau tak dapat melihat bahwa jika kau melakukan itu, orang yang paling terluka adalah anak mu?"
Plak
"Diam!" Serunya sambil menampar pipi Yunho.
"Kau tak punya hak untuk mengatakan sesuatu seperti itu! Apa kau tau? apa yang aku alami saat memiliki anak ini?"
"Aku tau bahwa kau tak keluar hari itu karena anak itu, jadi aku tau betapa pentingnya dia bagimu!"
"A-apa yang kau bicarakan? Aku tak keluar hari itu?" Ia sungguh-sungguh tak mengerti maksud perkataan Yunho.
"Apa gunanya berdebat tentang hari itu sekarang? Aku tak menyalahkanmu, dan aku telah menerimanya, bila kau tak keluar hari itu, kau memutuskan untuk tak menerimaku," ucap Yunho sambil tersenyum miris.
"Ap-apa yang kau bicarakan? orang yang meninggalkan aku adalah kau!" seru Baekhyun marah.
"Apa yang kau katakan? Aku tak pernah meninggalkanmu!" pekik Yunho terkejut.
"Diam! Tak ada gunanya berbohong lagi!" ucapnya sambil menutup mulut Yunho dengan tangannya. " Aku akan membuatmu merasakan sakit yang aku rasakan lebih banyak lagi! Aku akan memulainya dengan membunuh anak kesayangamu!"
Baekhyun pun berdiri di depan Chanyeol. "Haruskah aku memulainya darimu yang pertama?" ucapnya dengan nada yang dibuat-buat. "Aku akan meminum darahmu hingga tetes terakhir!" ucapnya sambil membelai pipi Chanyeol.
"Kau tak bisa Minki!" Seru Yunho dengan raut khawatirnya.
Namun Baekhyun tak peduli dan memainkn menda tajam itu di depan Chanyeol.
"T-tunggu! J-jangan bunuh Chanyeol!" seru Seulgi kemudian.
"Apa?" Baekhyun pun memutar tubuhnya dan melihat kearah Seulgi.
"T-tolong, tinggalkan sedikit darah Chanyeol sehingga aku dapat meminumnya," pintanya sambil berlutut di depan Baekhyun.
"Hftmm, hahahaha, kau menyukai Chanyeol, tapi Chanyeol mencintai Baekhyun, kau orang yang menyedihkan,"
"Tolong, ku mohon!"
Sementara Baekhyun sibuk berbicara dengan Seulgi, Yunho memanfaatkn kesempatan itu dengn menyayat pergelangan tangannya dan memberikan tetesan darahnya pada Yifan dan Chanyeol.
'Chanyeol, Yifan, minum darahku! setelah minum darahku, perlahan fungsi motorikmu akan kembali,'
"Kau bisa mengatakan apapun yang kau inginkan tentangku! tapi berikan Chanyeol padaku," pinta Seulgi sekali lagi.
"Tidak! hidup Chanyeol adalah milikku!" serunya sambil menatap Seulgi tajam.
Seulgi pun tercekat dibuatnya. "Mengapa? kau kan tak menyukai Chanyeol?"
"Aku telah menunggu bertahun-tahun untuk membalaskan dendamku! Lagipula jika aku membunuhnya sendiri, maka Baekhyun akan menyerah terhadapnya!"
Greb
"Tidak! Chanyeol adalah milikku!"
"Kau anak nakal!" ucapnya sambil mendengus. "Chanyeol? Apakah kau juga lebih baik mati di tanganku daripada dia?" ucapnya sambil mengangkat dagu Chanyeol.
"Kumohon, anak-anak itu tak melakukan kesalahan apa-apa!" pinta Yunho kemudian.
"Hehh! fakta bahwa mereka adalah anak-anakmu, manamungkin aku melepasnya!"
Greb
"Jangan Chanyeol!" pinta seulgi sambil memeluk kaki Baekhyun.
"Anak nakal ini, cinta ini telah membuatmu kehilangan akal sehat!" ucap Yunho sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Yunho? bagaimana kau?" Baekhyun terkejut bukan main saat melihat Yunho baik-baik saja tanpa kelumpuhan yang berarti.
"Kau telah meremehkan kekuatanku, tentu aku dapat melepaskan diri dari jumlah racun itu!" jawab Yunho sambil mendengus pelan.
"Heh kau benar-benar seorang Chongsu rupanya? Awalnya aku akan membunuh anakmu lebih dulu, tapi aku rasa aku harus memulai darimu!" putus Baekhyun kemudian sambil tersenyum miring.
"Minki, aku sungguh tak ingin bertarung denganmu," ucap Yunho kemudian.
"Maka kau harus rela menjadi makananku!"
"Minki, kumohon dengarkan aku, ada hal yang harus ku katakan padamu" pinta Yunho dengan raut sendu.
"Huft, Mengapa aku harus mendengar apa yang akan kau katakan?" Baekhyun pun hnya mendengus geli tak mau tau.
"Matilah medusa!" tiba-tiba Seulgi berlari dari belakang Baekhyun sambil memegang belati beracun itu.
"Awas!" Yunho pun segera menarik Baekhyu dan menjadikan punggungnya sebagai tameng.
Cruss!
Tanpa bisa di hindari belati itu menancap di punggung Yunho dan tembus hingga ke jantungnya.
"Aghh!"
"Appa/Yunho!"
TBC
2/3 chap lagi end Reader- nim semua hwaa!
Kalau tata bahasanya hancur mohon dimaafkan ya reader-nim semua.
-Salam damai inchan88-
