Chapter 31
Seulgi berlari tak tentu arah pasca penusukan yang ia lakukan. Ia benar-benar takut. Niat hati mau membunuh medusa, tapi ia malah berakhir dengan menusuk Chongsu. Setelah berlari cukup jauh, iapun berhenti dan bersimpuh di atas tanah.
"Mengapa tak ada jalan untukku? yang ku inginkan hanyalah satu hal," ucapnya miris bersamaan dengan air mata yang mengalir di pipinya.
"Apa yang kau inginkan?" seseorang tiba-tiba datang seolah jawaban dari keluh kesahnya.
"k-kau siapa?"
000
Baekhyun cepat-cepat mencabut belati itu dari punggung Yunho dan menuntun kepala namja itu di atas pangkuannya. "K-kenapa? kenapa kau melindungiku? padahal aku sedang mencoba untuk membunuhmu?" tanya Baekhyun sambil menatap Yunho sendu.
"Aku tak akan sanggup jika melihat kau mati," jawab Yunho sambil membelai pipi Baekhyun. "Biarkan ku menunjukkan padamu perasaanku yang sesungguhnya," ucap Yunho kemudian sambil menempelkan ujung jari telunjuknya pada dahi Baekhyun.
Tuk
Mata Baekhyun melebar sempurna kala Yunho membawanya pada kenangan di masa lalu.
-Flashback-
45 tahun yang lalu (Bandara Seoul).
"Selamat datang kembali Minhyun-nim, Yunho-nim," ucap seorang sopir yang ditugaskan untuk menjemput Park bersaudara itu di bandara. Tak menunggu lama keduanya pun masuk kedalam mobil dan sopir itu pun segera mengemudikan mobilnya meninggalkan bandara.
Berkali-kali Minhyun menghela nafas sambil menatap pemandangan di sepanjang jalan tanpa minat. "Aku tak menyukai tempat ini!"
"Apa yang akan kita lakukan? kau adalah pewaris klan vampire di Korea," tanya Yunho dengan pandangan lurus kedepan.
"Jika bukan karena pengangkatan posisi Chongsu, aku tak akan pernah sampai ke negara yang suram ini," ucapnya dengan wajah di tekuk.
"Korea adalah negara dengan banyak potensi, suatu saat pasti akan berkembang menjadi negara yang kuat," ujar Yunho sambil tersenyum tipis.
"Huh?" bola mata Minhyun tiba-tiba melebar ketika menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya. "Tunggu! Hentikan mobilnya!" seru Minhyun kemudian.
Sang sopir pun segera menghentikan mobilnya cepat hingga menimbulkan suara decitan. Minhyun segera keluar dari mobil itu dan berjalan cepat mendekati objek yang menarik perhatiannya.
Yunho pun segera menyusul saudaranya itu. "Ada apa Hyung? Apa yang mau kau lakukan?" tanya Yunho dengan raut bingung. Melihat Minhyun yang terpaku pada satu objek, ia pun segera mengikuti arah pandang Minhyun.
Saat itu, untuk pertama kalinya Yunho jatuh cinta pada seorang yeoja. Namanya Choi Minki. Dia sangat cantik dan menawan melebihi yeoja mana pun yang pernah mereka temui sebelumnya di seluruh dunia. Yeoja itu disebut bunganya Seoul, siapa pun yang melihatnya pasti akan langsung jatuh cinta padanya, termasuk Yunho dan Minhyun sekalipun.
"Aku Minhyun, siapa namamu?" tanpa basa basi terlebih dahulu Minhyun langsung memperkenalkan dirinya.
Minki tentu terkejut saat tiba-tiba ada manja asing yang menghampirinya dan mengajaknya berkenalan. Tapi itu tak berlangsung lama karena setelahnya ia dengan acuh memutar tubuhnya dan meninggalakan Minhyun begitu saja.
Minhyung tak marah, ia malah tersenyum tipis melihatnya. "Aku telah memutuskan, aku akan membuatnya menjadi milikku!" putusnya final.
Yunho tak punya pilihan lain selain menyembunyikan perasaannya dari saudaranya itu, karena untuk pertama kalinya ia melihat Minhyun yang tampak menikmati(santai) sekalipun Minki tak menghiraukannya.
0
0
0
"Hari ini aku mencoba memberinya bunga mawar, tapi dia membuangnya tepat di depanku, dia membuat kita menginginkannya lebih dan lebih!" ucap Minhyun disertai kekehan pelan setelah kepulangannya dari menemui Minki. Mengejar rusa yang sulit ditangkap bukankah itu sangat menantang dan menggairahkan?
Namun keesokan harinya Minhyun terlihat frustrasi karena lagi-lagi Minki menolaknya.
"Dengan penampilan dan statusku, tak ada yeoja yang tak menerimaku, lalu mengapa dia membenciku?" racaunya sambil menarik rambutnya frustasi.
"Kenapa kau tak menyerah saja? Seperti yang kau katakan, ada banyak yeoja yang memenuhi syarat untuk kau cintai," ujar Yunho menanggapi.
"Tidak! Itu tak bisa diterima! jika bukan dia, maka tak ada gunanya aku menikah!" Minhyun pun meninggikan suaranya dengan mata yang berapi-api.
Melihat Minki yang terus menolak saudaranya itu, entah mengapa ada sebagian dalam diri Yunho merasakan kelegaan, tapi melihat Minhyun yang frustasi seperti ini, ia jadi menghawatirkan sesuatu.
Hingga suatu malam, gairah Minhyun tak terbendung dan menghancurkan segalanya. Minhyun datang sambil membawa Minki yang sudah tak sadarkan diri.
Yunho pun berlari menghampiri saudaranya dengan raut khawatir. "Apa yang terjadi? Apa yang terjadi padanya?"
"Aku telah membunuhnya, aku sangat marah karena dia terus menolakku, sehingga akhirnya aku menggigitnya dan meminum darahnya," jawab Minhyun sambil meletakkan jasad Minki di atas rerumputan.
"Apa!" bola mata Yunho nyaris melompat keluar mendengarnya. Ia menatap sedih wajah pucat Minki, hingga tanpa bisa ditahan lagi rahangnya pun mengeras dan
Bugk!
Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Minhyun. "Apa yang telah kau lakukan? kau tau apa yang akan terjadi saat kau meminum darah manusia? dan lihatlah apa yang terjadi padanya sekarang!" seru Yunho marah sambil mencengkeram baju depan Minhyun.
"Ugh!"
"Kau membunuhnya! aku tak bisa memaafkanmu!" ia pun bersiap melayangkan pukulannya kembali, tapi tangannya berhenti di udara saat matanya tak sengaja menangkap sosok Minki yang berdiri tegak dengan wajah segar seperti sedia kala.
"Apa yang terjadi? aku kira aku sudah meninggal?" gumam Minki bingung.
"M-minki?" pekik Minhyun terkejut.
"Oh Tuhanku!" ucap Yunho sebagai rasa syukurnya.
Sungguh sebuah keajaiban, alih-alih mati Minki malah hidup kembali dan menjadi vampire. Dia menjadi lebih cantik dari sebelumnya, dan Minhyun menjadi semakin terobsesi untuk mendapatkannya.
000
"Hyung, ini sudah telat, kau bisa menemui Minki besok," ujar Yunho sambil berdiri di sisi mobil yang lain.
"Nanti malam adalah batas waktunya, aku harus bertanya padanya untuk menikah denganku,"
"Batas waktu?" pekik Yunho terkejut.
"Ya, jika aku ditolak lagi malam ini, aku akan menyerah," ucap Minhyun sendu.
Mendengarnya, timbul kelegaan di hati Yunho. Dalam hati Yunho berharap agar Minki menolak kakaknya untuk yang terakhir kalinya. Sedikit jahat memang, tapi mau bagaimana lagi, hati kecilnya tak dapat mengelak kalau ia sangat mencintai Minki.
Saat Minhyun masuk kedalam, Yunho lebih memilih menunggu di samping mobilnya. Tapi tak lama berselang terdengar seruan dan ia tau kalau itu bukan sesuatu yang bagus.
"Siapa b*j*ngan ini?"
'Apa yang terjadi?' gumamnya sambil mengeryitkan alisnya bingung. Karena penasaran, Yunho pun memutuskan menyusul Minhyun masuk ke dalam. Dilihatnya Minki berdiri sambil mengapit lengan seorang namja.
"Aku sangat mencintai namja ini sejak lama, setelah aku lulus SMA, aku menikah dengannya," ucap Minki dengan bangga.
"A-apa? kau menikah dengannya?" pekik Minhyun terkejut.
'Minki punya namja yang dia cintai? Namja itu manusia biasa dan selama ini dia menolak Minhyun-hyung karena dia?' gumam Yunho dalam hati. Tentu ia terkejut mengetahui kebenaran ini. Tanpa sadar kedua tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya.
"Jangan pernah datang menemuiku lagi! Sejujurnya aku muak dan bosan bertemu namja sepertimu!" ucap Minki kejam sambil menatap Minhyun dengan raut tak sukanya.
"Jonghyun-oppa, ayo masuk ke dalam," ajaknya sambil tersenyum manis pada suaminya. Terlihat jelas sikap yang Minki tunjukan berbanding terbalik dengan saat berhadapan dengan Minhyun.
"Baiklah ayo,"
Sebelum benar-benar masuk kedalam, Minki menyempatkan diri memutar kepalanya kembali kearah Minhyun. "Tinggalkan rumah ini segera Minhyun!"
"Ugh!" rahang Minhyun mengeras. Kedua tangannya terkepal di kedua sisi tubuhnya. Kali ini penolakan yang Minki tunjukan padanya benar-benar menyakiti hatinya. "Aku tak bisa memaafkan ini!"
Emosinya sudah tak terbendung lagi dan Minhyun pun langsung menerjang Jonghyun tanpa bikir panjang.
"Uuugh!" rintih Jonghyun saat Minhyun mencekiknya dengan kuat. "Uugh a-apa uugh apa yang kau lakukan?"
"Hentikan! dia manusia!" pinta Minki dengan kepanikan menguasainya. Ia benar-benar takut jika hal yang tak diinginkannya terjadi.
Sebenarnya bisa saja Yunho menghentikan Minhyun. Tapi karena amarah dan kecemburuannya, Yunho hanya berdiri di sana dan melihat hal itu terjadi.
Brugk
"Ah! Jonghyun-oppa! Jonghyun-oppa!" namun sayangnya nyawa suaminya sudah pergi meninggalakan raganya sejak Minhyun melepasnya. "Dia meninggal! Jonghyun-oppa sudah meninggal! hwaaa," tangis Minki pun pecah saat itu juga. Di dekapnya erat tubuh suaminya, berharap kalau semua ini hanyalah mimpi. Setelahnya ia membawa jasad suaminya dengan aura suram yang menguasai tubuhnya. "Aku tak akan memaafkanmu! kalian berdua!"
Rasa bersalah itu dalam sekejap datang menghampiri Minhyun dan Yunho. Mereka berdua tak bisa berbuat apa-apa selain hanya melihatnya pergi, dia pergi dengan jasad itu dan menghilang meninggalkan mereka berdua.
Setelah kejadian itu Minhyun dihantui oleh rasa bersalah dan tak bisa meninggalkan rumah untuk waktu yang lama. Sementara Yunho? ia khawatir pada Minki dan mulai mencarinya. Setiap siang dan malam, ia akan menjelajahi negara itu untuk mencium dan mencari kehadiran Minki. Hingga suatu hari pencarianya membuahkan hasil. Ia menemukan Minki berdiri di ujung bukit yang curam yang mana di bawahnya terdapat air laut yang tak nampak dasarnya.
"Sungguh tak mudah membunuh tubuh ini, apa ini kutukan? Tapi kali ini aku yakin akan sukses, aku akan menyusulmu Jonghyun-oppa!" Minki melompat tanpa ragu.
Yunho tentunya tak tinggal diam dan langsung meraih tangan Minki.
"Y-yunho?" pekik Minki terkejut.
Yunho pun segera menarik Minki kembali keatas dengan susah payah.
"Apa yang kau lakukan? biarkan aku pergi!" racaunya sambil berusaha melepaskan diri dari Yunho.
"Aku tak bisa!" Yunho pun cepat-cepat menarik Minki dan membawanya sedikit menjauh dari ujung tebing.
"Pergi!" seru Minki sambil mendorong dada Yunho kuat.
"Ahh! Minki!"
Terlambat, Minki sudah melompat kembali dan menceburkan diri di laut itu.
Byurr
"Minki!" tanpa ragu, Yunho pun segera menceburkan diri menyusul Minki. Tak berapa lama Yunho berhasil membawa Minki ke tepi pantai dan merebahkan tubuh Minki di atas pasir pantai. Melihat Minki yang tak sadarkan diri, Yunho pun berinisiatif memberikan CPR.
"Uhuk uhuk!" Minki terbatuk dan memuntahkan air yang sempat ditelannya.
"Minki, sebenarnya apa yang keluar dari pikiranmu?" tanya Yunho disertai dengusan pelan. "Ayo pergi dan lakukan pemanasan di suatu tempat," ajak Yunho sambil membantu Minki berdiri.
Plak
Minki pun segera menepis tangan Yunho kasar. "apa yang kau lakukan Yunho? kenapa kau menyelamatkanku?" ucap Minki marah.
"Kau tak bisa mati! Aku tak akan membiarkanmu mati!"
"Huhh, supaya kau bisa main-main dengan hidupku? Aku tak akan membiarkanmu!" ucap Minki dengan senyum miring tersungging di bibirnya.
0
0
Yunho membujuknya berkali-kali, tapi Minki menolak untuk makanan dan minum, seolah-olah dia benar-benar ingin mati.
"Tolong makanlah, kumohon Minki," bujuk Yunho sambil senyodorkan sesuap nasi pada Minki.
Namun Minki tetap tak mau dan lebih memilih memunggungi Yunho.
'Karena hyung, aku hanya bisa melihatmu dari kejauhan sampai sekarang, itu hanya membuatmu menderita pada akhirnya, aku tak akan membiarkanmu mati,'
"Jadi kau benar-benar akan mati seperti ini?" tanya Yunho sambil mendesah pelan. Ia sudah kehabisan cara membujuk Minki agar mau makan.
"Aku tak ingin hidup lagi!"
"Aku kecewa, aku pikir kau lebih dari seorang yeoja biasa, jika kau mati seperti ini, orang yang membunuh orang yang kau cintai hanya akan menikahi yeoja lain dan hidup bahagia selamanya, jika itu aku, aku membalas dendam!" ucap Yunho sambil mengepalkan tangannya dengan antusias.
"Balas dendam?" Minki terlihat tertarik dan segera mendudukan dirinya.
"Ya balas dendam, jika itu aku, aku akan membalas dendam dan bukannya sekarat seperti ini," katakanlah ia jahat karena sudah mengajarkan hal yang tak benar pada Minki. Mau bagaimana lagi, Yunho terlalu mencintainya hingga tak kuasa melihat yeoja itu sekarat.
"Tapi tak lama lagi orang itu akan seperti seorang pangeran, aku tak bisa membunuhnya," ucap Minki sambil tersenyum kecut.
"Kau bisa menjadi lebih kuat dari orang itu," ucap Yunho sambil tersenyum tipis.
"Bagaimana caranya?" gumam Minki tak yakin.
"Kau hanya perlu minum darah dari vampire darah murni, meminumnya akan membuatmu menjadi lebih kuat,"
"Tapi aku bahkan tak memiliki kekuatan untuk duduk, bagaimana caraku mencari darah murni itu," ucapnya sendu. Tapi kemudian ia dikejutkan saat Yunho menyayat pergelangan tangannya sendiri.
"Minumlah darahku!" pinta Yunho sambil menyodorkan bergelangan tangannya yang sudah dialiri darah yang keluar dari lukanya.
"Darahmu?" pekik Minki terkejut.
"Jika kau meminum darahku, kau akan sembuh lebih cepat dan aku akan membantumu sepanjang jalan juga, jadi cepatlah!" pintanya sambil kembali menyodorkan tangannya.
Minki pun segera meraih tangan itu dan meminum darah Yunho.
'Dia meminum darahku untuk pertama kalinya,' ujar Yunho senang.
Sejak saat itu, Yunho selalu menemani Minki dan melatihnya ilmu bela diri. Seperti saat ini contohnya. Mereka melakukan latihan di tepi pantai.
"Juga, kapanpun ku ingin beristirahat dari latihan ini, langsung naik ke pohon itu,"
0
0
Minki pun mengikuti interupsi Yunho dengan hati-hati saat ia berdiri di atas ranting.
"Ah!" Taunya kakinya tak sengaja terpeleset. Tubuhnya meluncur kebawah dan Yunho pun dengan sigap menangkapnya.
"Ah! turunkan aku," pintanya dengan sedikit kikuk.
"Tubuhku tak bisa bergerak sesuai dengan yang ku inginkan! bagaimana aku bisa membuat Minhyun jatuh dengan kemampuanku yang tak seberapa ini!" ucapnya sambil menekuk wajahnya kesal.
"Minum darahku!" pinta Yunho kemudian sambil mengodorkan tangannya.
"Kekuatanku tak cukup,"
"Jika kau minum darahku, kekuatanmu akan meningkat!" ucap Yunho tanpa keraguan sedikitpun.
Minki pun langsung menerima tangan itu dan menancapkan taringnya di sana.
'Jika darahku bisa membantu mu tumbuh, maka ambil sebanyak yang kau mau,'
Setelahnya Minki selalu minum darah Yunho, dan membuat namja itu menjadi lemah dan lemah. Setelah itu, untuk beberapa saat, Minki berhenti meminum darah Yunho.
Kita akan berhenti sampai di sini untuk latihan hari ini, ini! sudah lama kau tak meminum darahku," ucap Yunho sambil menyodorkan tangannya.
Tapi Minki menolaknya. "Ini baik, sudah cukup sekarang,"
"Bagaimana-,"
Jika aku terus minum darahmu, kau akan menjadi sangat lemah sehingga aku harus menyingkir darimu," ucapnya sedih.
"Tak masalah, aku tak akan mati dengan mudah," ucap Yunho seraya tersenyum tipis.
"Pokoknya aku tak bisa membiarkanmu mati, aku bisa membunuh Minhyun sendiri suatu saat nanti,"
'Dia mencemaskanku ya?' Melihat Minki yang memikirkan keadannya, tentu ia senang bukan main.
000
Brak
Minhyun menggebrak mejanya saat mendapat laporan yang tak sesuai dengan harapannya. "Kau masih belum bisa menemukan Minki? Dua bulan sudah terlewati!"
"Aku sangat menyesal Minhyun-nim, tapi mencium baunya saja kami tak bisa, dia menyembunyikan baunya dengan sangat sempurna, aku kadang bertanya-tanya apakah dia sudah meninggal?" ucap orang itu tak yakin.
"Diam! Minki belum mati!" seru Minhyun dengan berang. Ia sangat arah karena bawahannya itu telah lancang mengatakan itu.
"A-aku minta maaf! "
Bugk
"Ugh!"
"Sialan! kemana kau menghilang Minki?"
'Kurasa sudah tepat, aku menyembunyikan bau Minki,' ucap Yunho dalam hati.
"Apa yang akan kau lakukan saat kau berhasil menemukan Minki?" tanya Yunho pura-pura tak tau.
"Aku akan menikahinya,"
"Menikahinya? aku ragu dia tak akan setuju semudah itu,"
"Tentu saja dia tak mau, tapi cintanya tak hidup lagi, aku yakin dia akan membenciku pada awalnya, tapi pada akhirnya dia akan menaatiku," ucap Minhyun dengan sangat yakin.
"Minhyun-nim!"
Seseorang datang dengan sedikit tergesa-gesa.
"Ada apa?"
"Seorang mayat telah ditemukan,"
"Mayat?" pekiknya terkejut.
"Darahnya telah dihisap hingga kering, dan itu ditemukan oleh seorang vampire level 5,"
"Apa itu maksudnya?" tanya Yunho kemudian.
"Ah! Yunho-nim," tampaknya orang itu baru menyadari kalau Yunho ada di sana. Orang itupun membungkuk hormat. "Sejak seminggu yang lalu, mayat dengan darah yang telah dihisap habis, telah muncul," ucap orang itu kemudian.
"Apakah kau yakin mereka meninggal setelah darah mereka tersedot habis?"
"Ya, kedua mayat itu memiliki bekas gigitan di pergelangan tangan mereka,"
"Pelakunya pasti vampire tingkat tinggi, karena yang dihisap darahnya adalah dari kalangan vampire tingkat tinggi dan berdarah murni seperti kita! dan bukan hanya manusia," tebak Minhyun kemudian.
"Ya, kita harus menemukan siapa pelakunya, tapi saat ini kita tak memiliki bukti apa-apa untuk melakukannya,"
'B-bisa jadi-,' Yunho tak ingin menuduh, tapi kalau yang dicirikan Minhyun benar, rasanya ia tau siapa pelakunya.
Setelah mendapatkan berita itu, vampire darah murni terus mati secara misterius, dan semua korbannya adalah namja.
000
"Aku menyerah!" ucap Yunho saat Minki berhasil membidiknya. "Aku sudah tak punya lagi sesuatu untuk kuajarkan kepada mu," ucap Yunho dengan senyum tipis menyertainya. "Sebenarnya apa yang terjadi? kau meningkat begitu cepat dalam waktu singkat,"
"Aku harus meningkatkan levelku secepat mungkin untuk membunuh Minhyun, ku kira pemikiran balas dendam inilah yang telah mendorong ku agar menjadi lebih kuat," di sorot mata Minki terdapat ambisi yang tak tergoyahkan.
Sebenarnya Yunho ragu untuk menanyakan ini, tapi ia harus tau kebenarannya. "Pernahkah kau mendengar tentang rumor aneh yang terjadi di sekitar seputar kegilaan seorang Vampire?"
"Rumor?" gumamnya seraya mengeryitkan alisnya.
" Sejak dua bulan yang lalu, vampire-vampire namja berdarah murni telah terbunuh,"
Bola mata Minki melebar, memperlihatkan keterkejutannya.
"Kabarnya, namja berdarah murni telah melihatnya, akan jatuh cinta padanya dengan begitu mudah sehingga mereka mengikutinya, setelah memikat mereka, dia membunuh mereka dengan menghisap semua darah mereka, jadi setiap orang memanggilnya medusa vampire,"
"Haa medusa? julukan yang indah sekali," ucap Minki sambil terkekeh pelan. Setelah itu ia penyimpan pedangnya pada sarungnya dan berjalan meninggalkan Yunho.
Greb
"Apakah kau medusa itu?" tanya Yunho sambil menahan tangan Minki.
Plek
Minki pun segera menepis tangan Yunho."Kenapa kau-" ia tak meneruskan ucapannya. Dengan acuh ia pergi begitu saja meninggalkan Yunho.
Tak ada yang bisa Yunho lakukan selain membiarkan Minki pergi. Satu-satunya cara untuk mengetahui kebenarannya adalah dengan menyelidikinya sendiri.
Malam pun tiba. Yunho memutuskan mengamati rumah Minki dari atas pohon. Tak lama berselang, ia melihat Minki keluar dari rumahnya dengan berdandan begitu cantik. Ia pun mengikuti Minki dan disitulah akhirnya ia mendapatkan kebenarannya.
Minki memikat seorang namja dan menghisap darah namja itu sampai mati.
"Jadi itu memang kau?"
Terlihat bahu Minki menegang karenanya.
"Mengapa kau melakukan ini?" tanya Yunho dengan kekecewaan yang tergambar jelas di wajahnya.
"Karena aku ingin menjadi semakin kuat,"
"Tapi kau tak perlu sampai membunuh mereka kan?"
"Aku tak perlu membiarkan mereka hidup! mengapa aku harus bersikap baik ketika mereka membunuh orang yang ku cintai?!" Minki pun meninggikan suaranya.
"Harusnya kau balas dendam bukan pada vampire darah murni, tapi itu hanya pada Minhyun!" ucap Yunho membenarkan.
Tapi sayangnya Minki adalah orang keras kepala dan penuh ambisi.
"Tujuanku adalah membunuh semua vampire darah murni, karena mereka telah mengambil segalanya dariku, dan membuatku menjadi seperti ini!"
"Ini bukan yang ku inginkan dari mu Minki!" ia tak menyangka bantuan yang ia berikan malah di salah gunakan seperti ini.
"Jika kau berpikir bahwa aku akan bergerak sesuai keinginanmu, maka kau salah! Jika kau menghalangi jalanku, aku akan membunuhmu juga!" ancamnya kemudian.
Greb
Yunho tak sanggup lagi. Iapun langsung memeluk Minki erat. "Pergi bersamaku! Lalu ayo kita lakukan perjanjian darah," pinta Yunho kemudian.
"Perjanjian darah? apa artinya itu?"
"Aku mencintaimu! Aku tak berniat membiarkanmu membalas dendam, aku hanya membutuhkan kau untuk hidup, karena jika kau meninggal, aku tak tau harus berbuat apa, jadi buat ikatan darah dengan ku?" pinta Yunho sekali lagi sambil menatap Minki penuh harap.
Plak
Bukan sebuah jawaban, melainkan tamparan keraslah yang didapat oleh Yunho.
"Jadi inikah niatmu yang sesungguhnya?! kau tak ada bedanya dari Minhyun!" seru Minki marah.
"M-minki aku-"
"Aku tak ingin mendengarkan kebohongan darimu! Aku tak butuh bantuanmu lagi!" Minki pun melesat pergi meninggalkan Yunho yang termangu di tempat.
"Minki!"
000
Yunho tak mengira akan begini jadinya. Keesokan harinya, ia mendengar berita yang sangat mengejutkan.
"Minki menerima lamaran Hyung?" pekik Yunho terkejut. Ia tak menyangka Minki akan bertindak secepat ini.
"Haha, tadi malam dia mendatangiku dan menerima lamaranku, ini masih seperti mimpi, bahwa dia akan datang dan menemuiku, aku akan menikahinya segera mungkin yang aku bisa," ucap Minhyun antusias dengan senyum cerah menyertainya.
"Tapi orang-orang mengenal dia sebagai medusa, apakah ini akan disetujui?"
"Aku tak peduli! Minki adalah vampire yang berubah dari manusia yang hanya datang setiap 100 tahun sekali, jadi tak ada yang keberatan dengan hal ini, aku sibuk dengan persiapan pernikahan, jadi aku akan pergi ,"
Minhyun terlalu dibutakan oleh cinta dan obsesi, hingga tak menyadari bahaya apa yang menantinya.
"Tak mungkin! Minki akan menikahi Hyung?" ia masih belum percaya ini terjadi secepat ini. Ia juga tak mengira kalau jalan inilah yang Minki ambil untuk mensukseskan balas dendamnya pada Hyung-nya yang malang itu.
0
0
Yunho mencoba untuk bertemu dengan Minki setelah itu, tapi ia ditolak. Tak bisa dihindari. Pernikahan itupun terjadi. Tanpa orang lain tau, di balik meriahnya pesta pernikahan, di balik senyum bahagia itu, Minki memiliki senyum tersembunyi di wajahnya.
Tak ayal pernikahan itu mampu menghancurkan hati Yunho dalam sekejap. Untuk menyembuhkan lukanya, ia menghabiskan waktunya dengan meminum beberapa botol wine.
"Ada masalah besar!" ucap seseorang yang baru saja mendatangi Yunho.
"Ada apa?"
"M-minhyun-nim meninggal!"
Tak menunggu lama, Yunho pun bergegas melihat keadaan Hyungnya itu.
"Dari tanda di lehernya, jelas bahwa dia telah kehilangan semua darahnya"
"Dan istrinya?" tanya Yunho kemudian.
"Dia menghilang, kami mencoba untuk menghubungi dia, karena dia adalah tersangka,"
000
Minki telah pergi setelah membalas dendam pada namja yang telah membunuh suaminya. Karena kematian Minhyun, Yunho pun menjadi satu-satunya pewaris. Dan suatu hari tetua datang menghampirinya.
"Pertunangan?"
"Ya, ada vampire yeoja level 3 yang sangat baik,"
"Ah! aku mengerti apa yang ingin kau lakukan, tapi aku tak tertarik untuk menikah," ucapnya sambil mendengus pelan. Kalau pun harus menikah, ia hanya ingin menikah dengan Minki.
"Kau salah paham dengan maksudku, setelah kegagalan dalam pernikahan Minhyun, telah menjadi tujuan masyarakat vampire untuk menikahkan Yunho-nim dengan benar,"
"Chh!" Yunho pun berdecak kesal karenanya.
000
'Masyarakat belum berhasil menangkap Minki untuk sementara waktu, aku ingin tau apakah dia aman?'
Sampai sekarangpun ia masih belum bisa menemukan Minki. Ia benar-benar mengkhawatirkannya. Ia pun memutuskan kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak guna menguragi sedikit penat yang menderanya. Tapi saat ia memasuki kamarnya yang gelap, ia menangkap sosok yang duduk di tepi ranjangnya.
"Siapa kau?" iapun cepat-cepat menyalakan lampunya dan terlihatlah dengan jelas wajah orang itu. "Minki?" pekiknya terkejut. Ia pun bergegas menghampiri yeoja itu.
"Aku telah membunuh Minhyun seperti yang aku inginkan, tapi kenapa tetap tak merasa puas," ucap Minki sendu. "Apakah kau menungguku?" tanyanya kemudian sambil menatap Yunho penuh harap.
"Tentu saja, aku hanya memikirkanmu sejauh yang aku pikir, aku mungkin bisa gila karenamu," ucap Yunho sambil mendudukan dirinya di samping Minki. "Pertama-tama sembunyilah di tempat yang aman, mereka masih mencarimu," pinta Yunho kemudian sambil memegang kedua pundak Minki.
"Aku baik-baik saja, aku pikir di sisimu adalah yang terbaik," ucap Minki sambil tersenyum tipis. "Apakah kau masih mencintaiku? Bisakah kau menyingkirkan segalanya untuk ku?"
"Tentu saja, sekarang hingga di masa depan, aku akan selalu mencintaimu! aku bisa memberimu hidupku," ucap Yunho dengan sangat yakin.
"Aku berharap itu adalah kebenaran," Minki pun membelai pipi Yunho dan menatap namja itu penuh harap.
Cup
Dikecupnya bibir Minki dengan begitu lembut. "Ini yang sebenarnya," Yunho pun kembali mencium bibir Minki dan menuntun yeoja itu merebahkan dirinya di atas ranjang.
Malam itu, Minki membalas perasaan Yunho padanya dan mereka menjadi satu dalam penyatuan yang indah.
0
0
0
Pagi harinya Yunho terbangun tanpa Minki di sampingnya. "Minki?" panggilnya, namun ia tak menemukan Minki dimanapun. Yang ia temukan hanyalah selembar kertas di atas nakas.
Kau bisa membuang semuanya untukku kan? buang keberuntunganmu, sebutkan dan temui aku di tempat pertama di mana kau menyembunyikanku sebelumnya.
000
Siang harinya rapat diadakan. Untuk menghindari kecurigaan, Yunho pun bersikap senormal mungkin. Dan saat bertemu dengan yeoja yang dewan usulkan untuk ia hikahi, ia pun berusaha bersikap normal terhadapnya. Namun, ketika waktunya tiba, Yunho buru-buru kabur dari rumah dan pergi ke tempat yang Minki janjikan.
Sekarang mereka akan menggila karenaku, aku sangat menyesal pada yeoja itu, tapi Minki adalah segalanya untukku,' gumamnya sambil terus berlari menuju pantai tempat ia dan Minki bertemu.
Tapi sesampainya ia di sana, Minki tak pernah menampakan dirinya. Hingga keesokan paginya, para penjaga datang dan menangkapnya. Pada akhirnya Yunho tak punya pilihan lain selain menikah dengan yeoja itu.
Beberapa tahun telah berlalu, Yunho mendengar berita bahwa yeoja yang dicintai itu sedang hamil. Akhirnya ia mengerti mengapa Minki melanggar janjinya dan tak muncul.
-Flashback End-
"Ah!" Baekhyun/Minki tak bisa berkata apa-apa. Ia terlalu terkejut dan masih sedikit tak mempercayai itu semua.
"Kau hamil dengan namja manusia yang yang sangat kau cintai," ucap Yunho miris.
"Itu tak benar!" Sangkal Minki cepat. "Sehari sebelum hari seharusnya kita bertemu, aku bersiap mengumpulkan beberapa hal yang aku butuhkan saat melarikan diri bersamamu, tapi-"
-Flashback-
"Aku benar-benar cemburu," ucap seorang yeoja yang berjalan bersama teman-temannya.
"dan untuk Yunho juga,"
"Kurasa Yunho terlihat lebih baik dari Minhyun," ucap yang lain menimpali.
"Itu benar, apalagi Minhyun kompeten kepada orang lain,"
Dan dibandingkan dengan dia, kepribadian Yunho jauh lebih baik,"
"Kalian, jangan bicara tentang orang mati!" Hanna pun menegur teman-temannya.
"Ah maaf,"
Minki yang mendengar pembicaraan mereka sejak awal pun, memberanikan diri memastikan kebenarannya. "Benarkah, bahwa kau akan menikahi Yunho-nim? tanyanya yang ditujukkan kepada Hanna.
"Apakah kau seorang vampire juga?" tanya salah satu teman Hanna.
"Dia akan menikah dengan yeoja ini di sini besok," ucap yang lain menimpali sambil menunjuk Hanna.
"I-itu tak mungkin!" Minki terlalu terkejut mengetahui itu semua. Air matanya tak bisa dibendung lagi. Iapun cepat-cepat pergi dari sana.
"Dia pasti kaget," ucap teman hanya iba.
"Aku merasa kasihan padanya, dia pasti menyukai Yunho," yang lain ikut menimpali.
"Tentu saja, karena ada begitu banyak yeoja yang menyukainya," ucap yang lain lagi ikut menimpali.
-Flashback End-
"Setelah itu, aku menemukan bahwa kau benar-benar bertunangan dengannya, aku pikir kau telah mengkhianatiku dan menikahinya," air mata Minki pun tak bisa dibendung lagi. Nyatanya semuanya hanya kesalah pahaman yang terjadi di antara mereka.
"Aku pikir kau tak akan datang dan aku pergi sendirian," ucap Yunho sendu.
"Itulah mengapa kau tak datang?" tanya Minki dengan sedikit ragu.
"Kenapa kau tak percaya padaku?"
"Maaf, aku terkejut karena mengetahui bahwa aku hamil dengan Jonghyun-oppa, aku pikir itu adalah hukuman yang pantas bagiku untuk jatuh cinta kepadamu setelah hamil anak Jonghyun-oppa, dan karena tau bahwa kau bertunangan dengan yeoja lain, aku memutuskan untuk pergi,"
"Bagiku kau adalah satu-satunya yeoja, Uhuk ukuk," Yunho pun terbatuk beberapa kali dan memuntahkan darah segar.
Minki pun panik melihatnya dan segera memberikan tangannya. "Tunggu, aku akan memberimu darahku,"
"Racunnya telah menyebar ke seluruh tubuhku, tak ada gunanya kecuali darah dari vampire yang lebih tinggi dari ku," ucapnya sendu sambil menggenggam tangan Minki.
Mengetahui bahwa tak ada yang bisa ia lakukan, tangis Minki pun pecah seketika. Ia pun membalas genggaman tangan Yunho erat. "Tidak! jangan mati! Aku mencintaimu! jadi kumohon!"
"Sudah cukup bagiku, aku sudah tahu perasaanmu yang sebenarnya, aku bahagia dan sekarang aku bisa mati dengan damai," ucapnya sambil tersenyum tulus.
"Yunho," ia terharu. Kini ia tau kalau kalau cinta Yunho benar-benar tulus padanya.
"Cium aku," pinta Yunho disaat-saat terakhirnya.
Cup
Minki pun menyanggupinya dan membisikkan kata cinta pada yang dicintainya itu. "Aku mencintaimu,"
Yunho pun menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyum damai tersungging dibibirnya.
"Kelumpuhannya menghilang!" pekik Yifan saat ia sudah bisa menggerakkan tubuhnya dengan normal seperti sedia kala.
"Appa!" Chanyeol pun segera berjalan mendekat begitupun dengan Yifan.
"Dia telah meninggal!" ucap Baekhyun sendu.
"Appa!" lutut Chanyeol lemas seketika. Tanpa bisa ditahan, airmatanya pun mengalir keluar membasahi pipinya.
TBC
1 Chap again reader-nim!!!!!!!!
Hwaaaaa deng dong! transete yang ancur abis hehe peace!
-Salam damai inchan88-
