Chapter 32

"Aku pikir aku tau sekarang," Minki beranjak dari sisi Yunho dan menatap sendu lantai tempatnya berpijak.

Chanyeol dan Yifan mengeryitkan alisnya bingung, tak mengerti apa yang dimaksudkan yeoja itu.

"Mengapa aku hidup dalam tubuh ini begitu lama, sehari setelah berjanji untuk pergi bersama Yunho, aku tahu bahwa aku mengandung anak ini, karena anak ini, aku tak percaya bahwa aku bisa bersama dengan Yunho, dan aku pun pergi ke pedesaan, namun pernikahan Yunho dan kehamilan yang tiba-tiba itu, membuatku syok dan mengalami mode tidur,"

"Mode tidur?" kali ini Chanyeol menanggapi dengan mengeryitkan alisnya.

"Ini seperti merasakan tidur panjang yang nyenyak, begitulah yang ku rasakan saat tertidur selama 30 tahun,"

"Selama 30 tahun!" pekik keduanya bersamaan. Meraka sebenarnya sudah mendengar cerita itu. Tapi tetap saja mereka terkejut saat mengetahui bahwa itu benar adanya.

"Namun saat kalian berdua, anak-anak Yunho lahir, aku terbangun seketika,"

"Kenapa kau terbangun saat kami lahir?" rasa penasaran itu semakin membuat Chanyeol ingin tau lebih.

"Itu adalah peringatan, seperti alarm atau sebuah tanda di pikiran ku agar aku terbangun saat itu, karena Yunho telah mengkhianatiku dan memiliki anak dengan yeoja lain, itulah sebabnya aku berpikir untuk balas dendam kepada kalian berdua, tapi memikirkannya lagi, sekarang tampaknya itu sangat konyol sekali," ucapnya sambil tersenyum miris. Ya, semua menjadi terdengar konyol ketika balas dendam yang ia rencanakan hanyalah berawal dari sebuah kesalah pahaman.

"Balas dendam?"

"Ya, karena aku mencintainya dan membencinya pada saat yang bersamaan, dan saat aku terbangun, aku siap untuk melahirkan," Minkipun menghela nafasnya sebelum melanjutkan ceritanya.

"Jadi, jika yang lahir seorang anak yeoja, aku harap ia bisa hidup sebagai manusia, namun setelah dipikirkan lagi, aku khawatir jika dia lahir sebagai yeoja, dia akan menjadi pusat perhatian vampire namja seperti aku, karena itulah dalam hati aku berharap agar Baekhyun dilahirkan sebagai namja saja,"

"Begitulah cara Baekhyun lahir sebagai namja?" guman Yifan tak yakin. Semua terdengar tak masuk akal ketika gender seseorang seolah bisa ditentukan.

"Itu benar, aku tak tahu apakah itu karena kemampuanku atau bukan, tapi Baekhyun lahir sebagai namja waktu itu," jawab Minki.

"Namun saat Baekhyun menjadi vampire, ia menjadi seorang yeoja," sambung Chanyeol kemudian. Ia masih penasaran dengan sebab kenapa Baekhyun bisa berubah gender.

"Benar, pada awalnya hanya tubuhnya yang bereaksi, tapi sebagai vampire, Baekhyun adalah yeoja, itu terjadi karena aku telah memberikan semua energi dan kemampuanku untuk melahirkannya dan ketika aku tau bahwa aku akan segera meninggal, namun saat Baekhyun menjadi vampire, aku terbangun di dalam dirinya," tambahnya kemudian.

"Untuk balas dendam?" tebak Yifan kemudian.

"Aku pikir itu untuk balas dendam pada awalnya, tapi ternyata tidak, itu terjadi karena untuk orang ini, aku punya sesuatu yang ingin kukatakan pada Yunho bahwa aku mencintainya," ucapnya sendu sambil menatap sedih jasad Yunho yang sudah tak bernyawa itu.

Keduanya pun tak menanggapi apa-apa lagi. Mereka lebih sibuk dengan pemikirannya masing-masing.

"Aku akan pergi sekarang, untuk terakhir kalinya, aku ingin minta maaf pada Baekhyun dan pada kalian berdua, karena perilaku ku, Baekhyun dan kalian berdua pernah menderita, aku sungguh minta maaf," ucapnya penuh sesal. Setelah mengatakan permintaan maafnya, Minki kembali menghampiri Yunho dan mengecup bibir namja itu sekali lagi.

Cup

Setelahnya iapun merebahkan dirinya di samping Yunho dan memejamkan matanya. Sekarang ia telah siap untuk meninggalkan tubuh Baekhyun dan menyusul cintanya.

'Tunggu aku Yunho, aku akan mengambil jalan yang kau ambil,'

Dalam perjalanannya menuju kematian, Minki bertemu dengan Yunho di alam lain.

"Minki apakah kau akan pergi bersamaku?" tanya Yunho sambil mengulurkan tangannya kearah Minki.

Minki pun menyambut uluran tangan itu dengan senyum cerah di wajahnya. "Iya, ayo hidup bahagia bersama,"

Setelah itu Yunho membawa Minki pergi bersamanya meninggalkan raga Baekhyun untuk selamanya.

"Appa, apa kau bahagia sekarang?" Chanyeol yakin kalau Appanya telah mendapatkan kebahagiaannya sekarang. Iapun tersenyum tipis untuk kebahagiaan Appanya dan sebagai pengantar kepergiannya.

Sementara Yifan lebih memilih menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya, ia tak bisa seperti Chanyeol yang menangis menumpahkan kesedihannya seperti tadi. "Che, aku tak suka dia mati," ucapnya sambil memalingkan wajahnya.

Kemudian Chanyeol mendapati Baekhyun mulai membuka matanya. "Baekhyun!" serunya sambil membantu Baekhyun berdiri.

"Dia pergi! medusa itu, Ummaku," Air matanya mengalir dengan derasnya tanpa bisa di cegah. Sungguh menyedihkan dan mengharukan kisah cinta Ummanya, hingga berujung kematian.

"Apa kau ingat semuanya?" Chanyeol hanya ingin memastikan sebab Baekhyun menangis setelah ia terbangun, mungkin karena telah mengetahui semua yang diceritakan medusa itu. Dan jawaban Baekhyun membenarkan dugaannya.

"Aku ingat segalanya, ingatan yang ditunjukkannya oleh Umma, kenangan yang ditunjukkan Ummaku, segalanya," jawab Baekhyun disela tangisnya. "Umma dan Chongsu tak akan kembali lagi, hwaaaa!" Tangisnya pun langsung pecah tak terbantahkan lagi.

Chanyeol terlalu peka dengan perasaan Baekhyun. Iapun membawa Baekhyun kepelukannya, sebagai bentuk kepeduliannya.

Muncul perempatan di dahi Yifan. Ia benar-benar tak suka melihat kemesraan mereka. Tanpa pikir panjang, iapun langsung memisahkan Baekhyun dari Chanyeol. "Cara mu berpaling harusnya seperti ini!" ucapnya sambil merapatkan Baekhyun padanya.

Baekhyun terkejut dan segera mendorong dada Yifan. "Apa yang sedang kau lakukan? lepaskan aku!" pintanya.

Tapi Yifan malah dengan sengaja merengkuh pinggangnya agar lebih merapat padanya. "Tidak!" tolaknya.

Rahang Chanyeol mengeras. Ia tak terima Yifan mengambil Baekhyun darinya. begitu saja. "Lepaskan Baekhyun!"

Bukannya melepasnya, Yifan malah semakin merapatkan dirinya dan tersenyum miring kearah Chanyeol. "Kenapa kau peduli ketika dia akan menjadi istriku?"

"Apa!" bola mata Chanyeol nyaris melompat keluar karenanya.

"Ah i-itu," Baekhyun mulai panik dan berusaha melepaskan diri dari Yifan.

Urat kemarahan Chanyeol semakin terlihat jelas. Iapun meraih tangan Baekhyun dan menariknya kasar. "Lepaskan Baekhyun!" pintanya sekali lagi.

"Ah!" ia memekik nyeri ketika tangannya ditarik berlawanan arah. Chanyeol menarik tangan kanannya sementara Yifan menahannya dari sisi yang lain.

"Aku bilang lepaskan!" Chanyeol melayangkan tatapan tajamnya mengancam.

Namun Yifan tak gentar dengan itu dan tetap bersikukuh mempertahankan tangan Baekhyun. "Bagaimana jika aku menolak?" ucapnya.

"Aku tak berniat memberikan Baekhyun padamu! Aku akan membawanya bahkan jika aku harus melawanmu!" jawab Chanyeol dengan rahang yang mengeras. Saudaranya itu memamg pandai memancing emosinya.

"Oiii!" Baekhyun mulai panik saat melihat Park bersaudara itu bersitegang dan saling menatap tajam satu sama lain. Apalagi itu terjadi karena dirinya. Tidak! ia tak bangga sama sekali karena telah diperebutkan oleh dua namja tampan yang paling diinginkan setiap yeoja itu.

"Kalau begitu, ayo kita bertarung!" tantang Yifan kemudian.

"Datang kepadaku!" Chanyeol adalah namja yang gentle. Tentu ia menerima tantangan itu dengan senang hati.

Keduanya berdiri saling berhadapan menyiapkan kuda-kuda masing-masing dan siap saling menyerang.

Baekhyun panik bukan main. Ia sungguh tak menginginkan dua namja ini memperebutkannya."T-tunggu! ini bukan waktunya unt-"

Brak!

Suara pintu di dobrak dan mengejutkan keketiganya. Terlihat 7 orang dewasa berpakaian formal memasuki ruangan itu.

"Byun Baekhyun! kau ditangkap karena merugikan kedua Master kami!" ucap salah satunya sambil memborgol tangan Baekhyun.

"A-apa?" Baekhyun terlalu terkejut hingga tak bisa melarikan diri.

"Tunggu! apa yang sedang kau lakukan! lepaskan Baekhyun!" seru Chanyeol kemudian.

"Siapa yang memerintahmu untuk menangkapnya?!" Yifan pun ikut angkat bicara. Tentu ia tak terima melihat Baekhyun-nya di tangkap.

"Dia ditangkap atas perintahku!"

"Umma/Umma!" seru Yifan dan Chanyeol bersamaan saat Park Hanna, Ummanya muncul diambang puntu dan berjalan mendekat.

'Umma? itu artinya yeoja itu adalah istri Chongsu?' pekik Baekhyun dalam hati.

"Sayang!" panggilnya sambil berjongkok di sisi jasad suaminya.

"Appa meninggal beberapa saat lalu," ujar Yifan sedih.

"Ini adalah kesalahan kami, kami membiarkannya berlalu saat kami melihatnya dengan putus asa," ucap Chanyeol sendu.

Hanna pun meremas tangannya kuat. "Siapakah yang membunuh Chongsu?" serunya sambil menunjukan wajah berangnya.

"Itu adalah Byun Baekhyun! Baekhyun menjadi medusa dan membunuh Chongsu!" Bukan Chanyeol ataupun Yifan yang mengatakannya. Tapi itu suara Seulgi yang tau-tau muncul diambang pintu.

Tentu Yifan geram melihatnya. Jelas-jelas yeoja itu yang menusuk Appanya. "Kang Seulgi! kaulah yang telah membunuh Appa!"

Bahu Seulgi menegang dan nafasnya tercekat. "A-aku hanya mencoba membunuh Baekhyun! A-aku tak pernah berniat membunuh Chongsu atau mengisap darah mu!" sangkalnya.

"Medusa benar-benar sudah pergi sekarang! kau mencoba membunuhnya meski tahu itu!" hardik Yifan kemudian. Ingin rasanya ia merobek mulut Seulgi saat ini juga.

"Tangkap Kang Seulgi juga!" itu mudah bagi Hanna, ia tinggal menangkap keduanya tanpa peduli siapa yang salah.

"I-itu bukan aku! sampai sekarang Baekhyun telah sering mencoba mengambil nyawa Chanyeol-nim dan Yifan-nim! Tidakkah kau tau itu!" serunya tak terima.

"Aku sudah tahu bahwa Baekhyun mencoba membunuh mereka beberapa waktu, namun untuk Kau Kang Seulgi, Kang Daniel, dan Kang Ji gook akan menerima hukuman yang berbeda karena mencoba menyakiti putraku! Bawa Kang Seulgi juga!" putusnya final.

"Siap Hanna-nim!"

Hannapun berjalan meninggalkan ruangam itu. Tapi sebelum benar-benar pergi, ia menghentikan langkahnya di depan Baekhyun. "Byun Baekhyun, kau terlihat persis seperti medusa, Choi Minki," ucapnya sambil tersenyum sinis. "Bersiaplah menerima hukuman mati karena telah membunuh Chongsu dan melukai pewarisnya!"

"H-hukuman mati?" pekik Baekhyun, Chanyeol, dan Yifan bersamaan.

"I-itu," ia tak mengira kalau hidupnya akan berakhir begini.

0

0

0

-Gedung Taehyang-

"Hukuman mati itu menggelikan!" protes Yifan dengan rahang yang mengeras.

"Aku adalah pemimpin klan vampire setelah kematian Appamu, tak ada gunanya berdebat dengan ku," ujar Hanna tak mau tau.

"Aku tak bisa menerima ini! Baekhyun adalah calon istriku!" seru Yifan Kemudian.

Chanyeol tak mau kalah dan ikut angkat bicara. " Aku juga setuju! aku akan mempertaruhkan hidupku untuk menyelamatkannya!"

"Apa!" Hanna pun terkejut bukan main mendengarnya. Kedua putranya menyukai anak medusa itu, apa ia tak salah dengar?

"Sadarlah! membiarkan diri mu jatuh dengan yeoja seperti itu, kalian hanya akan berakhir seperti Appamu! Jangan bodoh! Aku tak bisa mewariskan perusahaan ke salah satu dari kalian saat kalian masih tergantung pada Baekhyun,"

"Umma!" Seru keduanya bersamaan.

Sayangnya Hanna terlalu angkuh dan pergi dari sana meninggalkan kedua putranya.

"Sial! Masih ada rintangan lain yang harus dilewati!" umpat Yifan kesal sambil menghempaskan punggungnya kesandaran sofa.

000

Baekhyun termenung di tepi ranjang yang ada diruangan itu. Ya, bawahan Hanna pengurungnya di ruangan sempit yang hanya ada ranjang single di sana.

'Umma meninggalkan tubuhku, tapi kematian Chongsu dan hukuman mati untuk keluarga Kang semuanya karena salahku, aku kira hukuman mati hanyalah bualan, aku sangat menyesal meskipun itu adalah perbuatan Ummaku,'

Cklek

Hanna tiba-tiba masuk keruangan itu dan berjalan cepat menuju kearah Baekhyun.

Baekhyun pun bergegas berdiri dan mengucapkan kata maaf pada yeoja itu. "Aku sungguh minta maaf atas semua yang Ummaku lakukan," ucap Baekhyun penuh sesal.

Plak

"Ah!"

Tamparan keraslah yang Baekhyun dapat. Nyatanya yeoja itu memang datang untuk melampiaskan kemarahannya.

"Kau merasakan sakitnya?" wajah Hanna terlihat berang dan cukup menakutkan untuk Baekhyun. "Karena Ummamu! aku hanya membebani suamiku, dan sekarang kau mengikatkan rasa sakit itu pada anak-anakku juga?"

"T-tidak, tidak aku-"

"Diam!" hardiknya tak memberikan kesempatan bagi Baekhyun untuk berbicara. "Yifan bukan anak kandungku, tapi bagi ku, keduanya sama-sama berharganya, di pikiran Yunho selalu di penuhi dengan Choi Minki, dan dia selalu melihat ke mana-mana kecuali aku, dan saat itu, salah satu temanku menggunakannya, dia menggunakan kesempatan fakta bahwa dia mirip dengan Choi Minki dan menarik perhatiannya untuk sejenak, dia hamil Yifan pada waktu itu," ucapnya Sendu.

"Namun, yeoja itu juga menyadari bahwa itu tak ada gunanya selama dia bukan Minki, dan diapun menyerah, setelah melahirkan, dia meninggal dunia,"

Baekhyun tak tau harus menanggapi apa, ia hanya meremas tangannya kuat sembari mendengar keluh kesah yang Hanna sampaikan padanya.

"Melihat dia sekarat sendirian begitu sengsara, membuatku menyadari betapa miripnya aku dengannya, aku merasa kasihan padanya, begitulah, aku mengangkat anaknya seperti milikku sendiri,"

"Tapi sekarang mereka berdua malah jatuh cinta padamu, apa takdir ini sedang mempermainkanku?" Ia terdiam sejenak lalu melayangkan tatapan tajamnya kembali pada Baekhyun. "Choi Minki, dia menggunakan tubuh ini untuk membunuh suamiku! Dan sekarang, dia bahkan mencoba membunuh anak-anakku! aku tak akan membiarkannya terjadi!"

Nafas Baekhyun tercekat. Ia tak bisa melakukan pembelaan apapun ketika itu benar adanya. "T-tapi Ummaku tak bisa lagi menyakiti Yifan dan Chanyeol sekaran,"

"Diam! suamiku kehilangan nyawanya setelah jatuh cinta pada Choi Minki! kau membawa darah yang seperti racun untuk semua namja! Aku akan memanggil senat untuk eksekusimu, tunggu saja!" setelah itu Hanna meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Baekhyun yang termangu ditempat.

0

0

Malam pun tiba. Tak bisa dipungkiri bahwa ucapan Hanna benar-benar mengganggunya. Ia merenung dan terus merenung, mencoba memikirkannya berulang kali. Tapi yang bisa ia simpulkan pada akhirnya memang itu semua adalah salahnya. Salahnya karena dia terlahir mewarisi wajah cantik Ummanya.

"Darah yang meracuni semua namja? Jadi ini semua salahku kalau Chanyeol juga menyukaiku? mungkin itu memang benar," gumamnya sendu.

Brak!

Chanyeol masuk ke ruangan itu dan berjalan menghampiri Baekhyun.

"Chanyeol?" Baekhyun segera beranjak dari tepi ranjang, menyambut kedatangan namja itu.

Greb

Chanyeol langsung mengenggam tangannya dn menariknya keluar dari ruangan itu. Mau tak mau Baekhyun pun mengikuti langkah Chanyeol dengan sedikit tertatih.

"Hah? i-ni?" Baekhyun terkejut bukan main saat mendapati beberapa bawahan Hanna tergeletak di sepanjang lorong. Baekhyun duga itu pasti perbuatan Chanyeol.

"Ikuti saja aku," pinta Chanyeol sambil terus menarik Baekhyun pergi dengan sedikut terburu-buru.

Tak berapa lama mereka sampai di suatu tempat yang asing bagi Baekhyun. "Dimana ini?" tanyanya sambil mengedarkan pandangannya.

"Tunggulah disini," pinta Chanyeol kemudian.

"Jika kau melakukan ini, kau akan berada dalam masalah juga! Akhirnya aku akan tertangkap oleh tetua, dan Ummamu akan membenciku, dia itu tak terbantahkan," protes Baekhyun. Ia hanya khawatir kalau sampai namja itu terlibat. Sudah cukup baginya membuat namja itu susah karenanya selama ini.

"Aku tak peduli, Aku tak pernah berniat memberikan kau kepada siapapun," ucap Chanyeol sambil menatap Baekhyun intens.

"Tapi-"

"Yang mengubahmu menjadi seorang yeoja dengan menjadikanmu vampire adalah aku, bukankah aku sudah memberitahumu sebelumnya? Aku akan menjagamu sampai akhir, aku tak akan membiarkan apapun terjadi padamu!" Chanyeol pun menggenggam bahu Baekhyun erat, meyakinkan Baekhyun kalau semua akan baik-baik saja.

"B-baik," mau tak mau Baekhyun pun menganggukan kepalanya setuju.

"Aku akan mengurus semuanya, jadi tunggu di sini, oke?" pinta Chanyeol sekali lagi sambil mengacak rambut Baekhyun.

000

-Gedung Taehyung-

"Aku kira kita telah sampai pada sebuah kesepakatan dalam diskusi ini, sebagai kepala Taehyung Group, aku akan memberikan eksekusi untuk Byun Baekhyun,"

Brak!

Yifan menendang pintu ruang rapat itu dan menarik perhatian semua anggota senat. "Bukankah kau terlalu terburu-buru?!" ujarnya dengan aura yang tak mengenakkan.

"Yifan!" Hannapun segera menegur atas ketidak sopanan yang Yifan lakukan.

"Tak ada hukum vampire yang memungkinkan tindakan semacam ini!" ujar Yifan dengan lantang dan berani.

"Ini sudah diputuskan oleh semua, Kau bukan Chongsu disini, jadi keluar dari sini!" pinta Hanna kemudian.

"Aku datang untuk mengakui dosa-dosaku jadi mohon pengertiannya,"

"Mengakui?" timbul keryitan di dahi Hanna.

"Untuk menemukan istri yang mungkin untuk diriku sendiri, aku telah mengisap darah dan membunuh 5 yeoja manusia!"

"A-apa!" Terkejut bukan main. Bola mata Hanna nyaris melompat keluar karenanya.

"Karena Baekhyun yang hanya membunuh Appa harus dihukum seberat ini, Aku? yang membunuh 5 orang juga harus mendapatkan hukumannya dengan benar,"

"Baekhyun tak hanya membunuh seseorang secara acak! Dia membunuh Chongsu, pemimpin bagi masyarakat vampire, itu jelas berbeda!"

"Jika kau ingin mengetahui kejelasannya secara detail, Itu adalah Seulgi yang membunuh Appa! bukankah itu artinya kau hanya mencoba membunuh Baekhyun sekarang!" tuding Yifan tanpa pedulikan sopan santunnya pada yeoja itu.

Hanna pun berang mendapat perlawanan dari Yifan. Karen kesal iapun mengeluarkan perintahnya. "Diam! Tangkap orang itu!"

Beberapa orang berpakaian formal pun langsung menangkap Yifan.

"Kalau begitu tangkap aku juga!" dan Chanyeol datang diwaktu yang tepat sebelum Yifan diseret keluar.

"Apa! kau juga?" ucap Hanna tak percaya.

"Aku telah melakukan pelanggaran karena telah mengeluarkan Baekhyun dari penjara!"

"Apa!"

"Orang yang mengubah Baekhyun menjadi vampire adalah aku! Aku datang untuk menerima hukuman karena telah mengisap darah manusia dan mengubahnya menjadi vampire, jadi bunuh kami sebelum kau membunuh Baekhyun!" sambung Chanyeol kemudian.

Seluruh anggota senat termasuk Hanna pun terkejut bukan main. Mereka tak menyangka seseorang yang mereka anggap sebagai pewaris telah melanggar aturan di masyarakat vampire.

000

Sementara Baekhyun masih tetap merenungi semuanya. Meskipun Chanyeol bilang akan baik-baik saja. Nyatanya itu tak menghilangkan keresahan dihati Baekhyun.

"Aku membawa darah yang seperti racun bagi semua namja?" kata-kata Hanna masih terus terngiang di pikirannya. Tak bisa dipungkiri ketika itu mungkin benar. Sejak dulu semasa ia masih manusia, setiap namja yang melihatnya pasti akan jatuh cinta dan langsung menyatakan perasaannya.

"Semua namja yang mencintai Umma meninggal, Chanyeol dan Yifan mungkin juga akan berakhir seperti mereka," racau Baekhyun frustasi. Ia sungguh tak menginginkan hal itu terjadi.

"Waktu itu aku hampir membunuhnya saat dia mencoba membuat ikatan darah denganku, aku tak bisa membiarkan hal itu terjadi lagi! aku pikir akan lebih baik jika aku menghilang saja," Terdengar seperti pengecut memang. Tapi kalau itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan Chanyeol dan mencegah hal-hal yang tak di inginkan terjadi, maka dengan senang hati ia akan menghilang dari hidup Chanyeol.

000

Yifan dan Chanyeol memutuskan mendatangi Baekhyun setelah perdepatannya dengan Hanna.

"Baekhyun!" serunya setelah ia membuka pintu ruangan itu. Namun hanya kehampaan yang mereke peroleh. Kamar itu kosong tanpa Baekhyun di dalamnya.

"Huh? Kemana dia pergi?" Chanyeol segera memeriksa kamar mandi namun Baekhyun tak ada di sana. Kemudian ia berjalan mendekati nakas dan menemukan selembar kertas di sana. Entah mengapa perasaannya menjadi tak enak.

"I-ini?"

Aku pikir yang terbaik adalah jika aku pergi, jangan mencariku, selamat tinggal!

"Apa itu?" Yifan segera merebut surat itu dari tangan Chanyeol dan membacanya.

"Dia itu bodoh atau apa? dia memutuskan sesuatu dengan terburu-buru!" ucap Yifan kesal sambil meremas surat itu. "Jika dia mengalihkan pikirannya untuk menyembunyikan dirinya, tak mungkin kita bisa menemukannya!"

"Apa aku tak menyuruhmu menunggu Baekhyun? Kenapa kau pergi?" gumam Chanyeol sendu. Ia sedih, karena nyatanya perkataannya belum bisa meyakinkan Baekhyun agar tetap di tempat dan menunggunya.

000

Sementara itu Baekhyun kini telah berada di sebuah desa pinggiran yang ada di kota Seoul. Di depannya kini, ada sebuah rumah kecil.

Tok tok tok

Diketuknya pintu rumah itu. Tak berapa lama seorang yeoja paruh baya membukakan pintu itu.

"Siapa ya?" tanya yeoja itu sambil mengeryitkan alisnya.

"A-aku,"

"Siapa?" tanya orang itu sekali lagi.

Tak ada jalan lain bagi Baekhyun selain menggunakan kekuatan vampirenya. Iapun menyentuh dahi yeoja itu dan dalam sekejap ekspresi orang itu berubah.

"Baekhyun? kau tahu jam berapa sekarang?" ujar orang itu dengan kekhawatiran yang terlihat jelas.

"Hehe, maaf karena sudah membiarkanmu mengurus rumah sendiri setiap hari," ucap Baekhyun seolah itu sudah biasa ia lakukan.

"Semua anak sudah tertidur jadi diamlah," ucap yeoja itu kemudian.

Di ruangan itu, Baekhyun melihat ada beberapa anak kecil yang tidur berjejeran. Dan taulah Baekhyun kalau ternyata rumah itu adalah panti asuhan. Ia segera berjongkok di sisi salah satu anak. Entah mengapa, melihat itu mengingatkannya pada kenangan masa kecilnya. Ia juga pernah tinggal dipanti asuhan sedari bayi. Ia juga pernah merasakan tidur bersama anak-anak yang lain dalam satu ruangan dan saling berhimpitan.

Kemudian anak kecil itu terbangun.

"Huh? Unni siapa?" tanya anak itu sambil mengucek(?) matanya.

'Seorang yeoja kecil dibesarkan di panti asuhan kecil ini di pedesaan, jadi siapa aku nantinya? Tak ada yang bisa menemukan aku di sini, tidak Yifan ataupun Chanyeol,'

0

0

0

-2 minggu kemudian-

"Hahaha," rasanya sungguh menyenangkan bermain bersama anak kecil. Sejak Baekhyun tinggal, ia dekat dengan anak yeoja itu. Seperti saat ini, mereka bersepeda bersama dengan riang.

"Kami disini!" seru Baekhyun setelah ia menghentikan laju sepedanya di depan panti.

"Unni! ayo kita pergi lagi!" rengek anak kecil itu, sepertinya ia belum puas bermain dengan Baekhyun.

"Itu tak mungkin! ini adalah waktu untuk makan siang!" dicupitnya hidung yeoja kecil itu gemas.

"Ehhh?" pekik anak itu kemudian, ketika tiba-tiba Baekhyun mengangkatnya keudara. Kekehan pun keluar dari bibir yeoja kecil itu.

Baekhyun segera menurunkan yeoja kecil itu dan memasuki panti terlebuh dahulu. "Kami kembali!" serunya.

"Ah Baekhyun! kau pulang? kemarilah" seru Ahjuma pengurus panti.

"Iya?" Baekhyun pun cepat-cepat menghampiri yeoja itu.

"Temanmu di sini, dia sudah menunggu sejak tadi, jadi tolong temui dia!" pintanya.

"Teman?" Baekhyun mengeryitkm alisnya bingung. Ia tak merasa memiliki teman selama tinggal disini selain anak-anak panti. Lalu siapa yang mengaku sebagai temannya.

Kebingungan Baekhyun menimbulkan kekehan dibibir yeoja itu. Iapun menepuk punggung Baekhyun gemas."Haha itu teman dekatmu, temui dia! cepat!" pintanya sambil mendorong punggung Baekhyun.

Karena penasaran, Baekhyun pun memutuskan menemui orang yang mengaku temannya itu. "Teman dekat? Tak ada orang di sini yang memberi ingatan seperti itu padaku," gumamnya sambil berjalan menuju belakang panti.

Deg

"B-agaimana kau?" Baekhyun tak mempercayainya. Namja yang sangat dikenalinya, juga namja yang sangat di cintainya, kini berdiri di hadapannya dengan senyum yang memukau.

"Itu tak sulit, aku masih bisa merasakanmu," ujar Chanyeol seolah bisa membaca isi pikiran Baekhyun. Ia pun terkekeh geli saat mendapati keterkejutan di wajah Baekhyun. Tanpa menunggu lagi, iapun berjalan mendekati Baekhyun.

"T-tapi, aku sudah menyembunyikan aromaku," gumam Baekhyun bingung.

"Aku masih bisa merasakanmu, bukankah ini pernah terjadi sebelumnya? kau pernah menemukanku saat itu, meski aku sudah menyembunyikan bauku?" ujarnya. Ya, Baekhyun pernah menemukannya saat ia bermaksud pergi dari Baekhyun kala itu.

"Bukankah itu mengagumkan? Kita bisa saling merasakan meski kita tak memiliki ikatan darah, tak ada gunanya bahkan jika kau melarikan diri, aku akan bisa menemukan mu lagi,"

"Aku akan pergi lagi!" ujar Baekhyun dengan pipi yang bersemu.

"Kemudian, aku akan menemukan mu lagi dan lagi, bahkan jika kau mengubah identitasmu atau mengubah penampilanmu, bahkan jika kau mengganti namamu sekalipun, aku akan tetap bisa menemukanmu, dan jika kau meninggal sekalipun, aku akan tetap mendatangimu!"

"Tidak! Aku hanya akan membuatmu sakit, aku tak bisa mengambil jalan seperti Ummaku!" tolak Baekhyun sambil menggelengkan kepalanya.

"Kau tak ingin mengambil jalan seperti Ummamu? kau sudah berada di jalan itu Baekhyun," ucap Chanyeol seraya terkekeh pelan.

"Apa?" Baekhyun menatap Chanyeol bingung.

'Jalan apa yang Chanyeol maksud?' pikirnya.

"Ummamu melarikan diri setelah menolak cinta Appaku, dan sekarang kau melakukan hal yang sama dengan yang Ummamu lakukan, tidakkah kau mengerti sekarang?" ucapnya sambil mendengus pelan.

"I-itu," Ah, nyatanya Chanyeol mengatakan yang sebenarnya. Ia bahkan baru menyadari itu.

"Jangan takut, jangan tolak dirimu, lakukan saja apa yang hatimu katakan padamu! Seperti dirimu sendiri, apa yang sebenarnya kau inginkan, apakah kau benar-benar ingin meninggalkanku?" Chanyeol pun memegang pundak Baekhyun. dan menatap Baekhyun lekat.

"Tidak, aku tak ingin pergi!" jawab Baekhyun lirih. Tanpa sadar air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya dan siap jatuh.

"Apakah kau pikir kau akan bahagia tanpa ku?"

"Tidak, aku tak berpikir aku akan bahagia, aku bisa gila!" Baekhyun pun menggelengkan kepalanya cepat sebagai bentuk penyangkalannya. Tak bisa di bendung lagi, air matanya pun meluncur jatuh mengaliri pipinya.

"Apakah kau benar-benar tak mencintaiku?"

"Aku mencintaimu! Aku mencintaimu!" jawabnya. Tangis Baekhyun pun pecah tak terbantahkan. Percuma ia menyangkal perasaannya. Kenyataannya ia tak bisa hidup tenang saat jauh dari Chanyeol.

Chanyeol pun menghela nafasnya lega. Iapun segera membawa Baekhyun kepelukannya. Tak berapa lama ia menjauhkan dirinya dan mengangkat dagu Baekhyun.

Cup

Chanyeol membawa Baekhyun dalam sebuah ciumaan yang lembut dan mendebarkan bagi Baekhyun.

"Aku mencintaimu Baekhyun, aku tak akan membiarkanmu pergi lagi," bisiknyanya sambil kembali memeluk Baekhyun erat.

"Chanyeol,"

0

0

Mereka memutuskan duduk di tepi pantai dan saling menceritakan hal yang telah terlewatkan saat mereka tak bertemu.

"Apa? sebuah kasus khusus?"

"Ya, alasan kenapa aku baru datang sekarang dan tidak lebih awal menemuimu, itu karena aku butuh menyakinkan Umma selama 2 minggu untuk membuat pikirannya berubah,"

-Flashback-

"Semoga bahagia, kami telah memutuskan untuk mengabaikan masalah Byun Baekhyun" ucap Changin, namja yang dulu menjabat sebagai sekretaris Yunho. Yang juga merupakan orang kepercayaan Yunho.

"Sungguh?" Yifan pun tersenyum senang mendengarnya.

"Terima kasih banyak," Chanyeol tentu tak kalah bahagianya dari Yifan.

"Baekhyun memiliki kemampuan istimewa seperti itu, dan karena dia menyembuhkan kalian berdua, kami rela melupakannya," ucap Changin lagi.

"Lalu bolehkah aku pergi mencarinya sekarang?" tanya Chanyeol antusias. Ia benar-benar sudah tak sabar ingin bertemu dengan Baekhyun-nya. Rasa rindunya benar-benar sudah tak terbendung lagi.

"Aku tak akan pernah menyetujui cintamu, apalagi dia tak cukup sehat untuk menjadi istri Chongsu!" ucap Hanna sambil melipat tangannya. Chongsu yang Hanna bicarakan disini adalah Chanyeol. Karena sejak awal Yunho memang mengharapkan itu.

"Tak apa-apa Umma tak merestuiku, lagipula aku tak pernah punya rencana untuk menjadi Chongsu," ucapnya sambil terkekeh pelan.

"Apa?" Hanna tentu terkejut mendengarnya. Kemudian ia beralih kepada Yifan. "Lalu kau, kau juga tidak-"

"Aku tak punya rencana untuk melepaskan keberuntunganku," potong Yifan cepat. Mendengar itu tentu Hanna lega mendengarnya.

Tapi kemudian Yifan melanjutkan ucapannya. "Tapi aku juga tak berencana untuk menyerah pada Baekhyun juga! Aku akan memilikih ikatan dengan Baekhyun, sekaligus mengambil posisi Chongsu!" Ya begitulah Yifan dengan segala keegoisannya.

"Jangan serakah Yifan! kau hanya boleh memilih salah satunya!" putus Hanna final.

Yifanpun langsung menekuk wajahnya. Sebenarnya berat baginya untuk memilih, tapi karena sejak dulu ia menginginkan posisi Chongsu, jadi iapun memutuskan memilih posisi itu.

-Flashback End-

"Haha Yifan memilih menjadi Chongsu?" tentu Baekhyun senang bukan main. Itu artinya tak akan ada yang mengganggu hubungannya dengan Chanyeol lagi.

"Siapa yang tau, dia bukan tipe orang yang menyerah begitu mudah, kita lihat saja nanti," tentu sebagai saudaranya, Chanyeol tau betul watak Yifan. Saudaranya itu terlalu banyak melanggar aturan dan keras kepalanya bukan main. Ambil contoh saja saat ia membunuh yeoja-yeoja untuk mencari istri. Berkali-kali Chanyeol memperingatkan, tapi tetap saja di lakukan.

"Hidup dijalanku tak akan mudah, tapi tak apa-apa kan selama kita bersama?" ujarnya sambil mengulurkan tangannya ketika ia yang berdiri pertama kali.

"Iya," Baekhyun pun menerima uluran tangan itu dengan senang hati.

000

Tanpa di sangka-sangka oleh Yifan, Chanyeol membawa sebuah kejutan di hadapannya. Baekhyun yang sudah lama tak ia lihat, kini berdiri di hadapannya dengan kecantikan yang masih sama dan tak berkurang sedikitpun. Atau mungkin lebih cantik dari sebelumnya. Sedikit info saja, saat ini Baekhyun mengenakn gaun selutut yang mempertegas sisi feminimnya. Begitu anggun dan rupawan.

"Baekhyun?!" pekiknya tak percaya. Ia langsung berdiri dari kursi kebesarannya.

Ya mereka memutuskan untuk menampakkan diri setelah beberapa pertimbangan. Lagipula sudah tak ada lagi masalah serius yang menghalangi hubungan mereka lagi.

"Halo?" sapa Baekhyun sambil terkekeh pelan. Ia sudah menduga kalau namja itu pasti terkejut bukan main.

"Orang ini! di mana dia menemukanmu? aku bahkan tak bisa menemukanmu," ucapnya sambil memicingkan matanya kearah Chanyeol.

"Kami bisa menemukan satu sama lain dimanapun kami berada," jawab Chanyeol dengan bangga.

"T-tidak? kalian tidak-/ ikatan darah?" pekik Hanna dan Yifan.

"Kami belum," jawab Baekhyun sambil tersipu malu.

"Kami memikirkan apakah kami harus atau tidak? tapi kami rasa tak membutuhkannya lagi," ujar Chanyeol kemudian.

"Kau sedang mencoba mengatakan tak apa-apa jika aku menikahinya, benar?" tiba-tiba Yifan merangkul bahu Baekhyun sambil mengerlingkan matanya kearah Chanyeol.

"Apa?"

"Kau! setidaknya kau harus lulus dari universitas untuk menikah dan melakukan ikatan darah Yifan!" Seru Hanna tak terbantahkan. "Kau mungkin Chongsu sekarang, tapi kau masih harus belajar keras dan tak tergoda oleh anak yeoja!"

"J-jadi aku harus pergi ke sekolah lagi?" pekiknya terkejut. Ia kira, setelah ia menjadi Chongsu, ia tak perlu lagi kembali ke sekolah. Namun nyatanya ia salah dalam hal itu. Haha #poorYifan.

"Tentu saja! kau masih harus menyelesaikan sekolahmu!" Kemudian Hanna beralih pada Baekhyun. "Dan karena kau akan menjadi pusat perhatian jika menjadi yeoja, jadi pergilah ke sekolah sebagai seorang namja!" putusnya final.

"Ehh?" Baekhyun terkejut. Tentu saja. Tapi sepertinya ia tak punya pilihan lain selain menuruti permintaan yeoja itu. Lagi pula, menjadi namja adalah sebuah kenyamanan bagi dirinya. Jadi tak mungkin ia menolaknya.

000

-SMA Korea-

"Aku mendengar kau tak memiliki keinginan untuk minum darah lagi?" tanya Zelo pada Sehun.

"Ya, setelah meminum darah Baekhyun, aku tak terlalu menginginkan darah lagi," jawab Sehun seraya memijit tengkuknya.

"Tapi aku bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Baekhyun? Sehun, kau belum melihatnya lagi kan?" tanya Irene kemudian.

"Ya, aku belum melihatnya untuk sementara ini, aku belum melihat Baekhyun dan Chanyeol sejak saat itu," jawabnya sendu.

"Kita belum melihat mereka ataupun Yifan,"

"Aku punya banyak rumor tentang dia di mana, walaupun-,"

"Oh! Hyunbin! apakah kau tahu tentang Chanyeol dan Baekhyun?" tanya Irene saat melihat Hyunbin cs yang berjalan tak jauh dari mereka.

"Tidak! sulit bagi kami untuk melihat Yifan-nim, apalagi setelah dia menjadi Chongsu, dia mungkin bahkan tak akan melihat kami," jawab Hyunbin miris.

"Dan mengapa Baekhyun tak datang?" gumam Hansuk.

Irenen tak menanggapi apa-apa. Dan memfokuskan kembali pada 2 namja di sampingnya.

"Seperti yang aku pikirkan, mereka juga tak tahu rupanya," gumam Zelo kemudian.

"Ah!"

Tiba-tiba terdengar pekikkan beberapa namja dan yeoja disekitarnya.

"Aaaa! aaa!"

"Ah!"

Terlihat tiga manja tampan yang paling diminati, muncul dari arah gerbang sekolah. oh ralat, dua namja tampan dan satu namja cantik. Karena disini Baekhyun adalah seorang yeoja yang menyamar menjadi namja.

"Baekhyun!" tak menunggu lama, Sehun pun bergegas menghampiri sahabatnya itu di ikuti duo Bae di belakangnya. Ah tak hanya mereka saja. Hyunbin cs pun ikut berjalan mendekati tiga namja itu.

"Sehun!" pekik Baekhyun senang.

"Bagaimana kabarmu? aku belum pernah mendengar kabar dari mu setelah sekian lama?" tanya Sehun sambil mempoutkan bibirnya.

Baekhyun pun menanggapinya dengan kekehan seraya menggaruk belakang kepalanya. "Maaf maaf, aku akan menceritakan semuanya tentang itu nanti, lepas dari itu, bagaimana kabarmu sendiri?"

"Aku baik-baik saja sekarang, setelah minum darahmu,"

"Dia benar-benar hampir sembuh sekarang," Irene pun ikut menimpali.

"Itu bagus, kalian berdua terlihat serasi saat bersama," goda Baekhyun sambil menatap Irene dan Sehun bergantian.

"Ahahaha!" Sehunpun memijit tengkuknya seraya tersenyum kikuk.

"Benakah?" Sementara Irene? tentu ia senang bukan main saat Baekhyun mengatakan bahwa mereka berdua serasi. Tanpa bisa dicegah, pipinya pun bersemu merah karenanya.

Sementara itu, Hyunbin langsung menyapa Yifan dengan senyum cerah. "Yifan-nim!"

"Apa?" jawab Yifan malas.

"Selamat menjadi Chongsu!" seru mereka berbarengan sambil membungkuk serempak. Saat ini Yifan terlihat seperti ketua gengster.

"Kau bodoh! Kalian membuatnya terlihat begitu memalukan!" ucap Yifan kesal. Namun tak bisa dielakan pipinya bersemu karenanya.

"Maaf!" seru mereka serempak.

"Dan juga, aku ingin anda menyetujui sesuatu," ujar Hyunbin kemudian.

"Persetujuan?" gumam Yifan bingung.

"Ada seseorang yang ingin kami layani selain Yifan-nim, izinkan kami untuk melayani Baekhyun-nim," pinta Hyunbin sambil menggenggam tangan Baekhyun dengan mata yang berbinar penuh harap.

"Hah?" Baekhyun tak tau harus menanggapi apa. Iapun segera melepaskan tangan Hyunbin dengan ekspresi jijik.

Twict

Muncul perempatan di dahi Yifan. "Kalian!" Yifanpun langsung menendangi bawahannya itu dengan bringas. "Kalian merayu Baekhyun begitu mudahnya!" serunya marah.

"Kami hanya ingin melayani Baekhyun-nim yang cantik! arghh! kami minta maaf!"

Baekhyun dan semua yang melihatnya merasa iba terhadap nasib Hyunbin dan teman-temannya itu.

Sementara Chanyeol? ia memanfaatkan kesempatan itu membawa Baekhyun pergi dari sana. "Ayo kita pergi dulu!" ajaknya sambil menarik tangan Baekhyun.

"Oke!"

Mereka berjalan berdampingan disepanjang koridor, sampai akhirnya Chanyeol menarik Baekhyun memasuki salah satu ruang kosong.

"Eeh? Hah? dimana ini?" gumam Baekhyun bingung sambil mengedarkan pandangannya.

"Aku ingin berduaan denganmu untuk sementara," ucap Chanyeol sambil menggenggam tangan Baekhyun dan berapatkan tubuh keduanya.

"Ehh?" Baekhyun menatap Chanyeol kikuk, lalu melepaskan tangan Chanyeol perlahan.

Namun Chanyeol tak membiarkan itu dan langsung menangkap pinggang Baekhyun agar merapat padanya. "Ada baiknya juga kau menjadi namja di sekolah," ujarnya.

"Tentu saja, aku lebih nyaman seperti ini," jawab Baekhyun sambil berusaha menjauhkan wajahnya.

"Bukan begitu," bisik Chanyeol. Ah rupanya Baekhyun salah sangka dengan arti ucapan Chanyeol.

"Kau terlihat begitu cantik bahkan sebagai namja, saat menjadi yeoja, kau akan dikelilingi semua namja, aku benci itu,"

Baekhyun sunggub merasa sangat tak nyaman saat ini. posisi mereka saat ini terlalu intim dan mengundang semburat merah di pipi Baekhyun. Iapun cepat-cepat melepaskan diri dari Chanyeol. "K-kelas akan segera dimulai Haha, kita harus pergi sekarang," ucapnya sambil cepat-cepat menjauhi Chanyeol.

Namun sayangnya namja itu terlalu cepat, dan kembali merengkuh pinggangnya "Tidak semudah itu," kekehnya. Tingkah Baekhyun saat ini sungguh menggemaskan dimata Chanyeol.

"A-apa?"

"Kau harus memberiku sebuah ciuman," bisik Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya dan menatap Baekhyun inten.

Jantung Baekhyun berdetak cepat. Wajah Chanyeol tepat di depannya. Ia sangat yakin kalau pipinya sudah semerah tomat sekarang. Dapat ia rasakan ujung hidung Chanyeol yang sudah menyentuh hidungnya. Nafas hangat Chanyeol menerpa wajahnya dan Baekhyun tak bisa mengelak lagi. Iapun pasrah, memejamkan matanya menanti bibir Chanyeol menyapa bibirnya.

Brak

Sayangnya sang pengganggu datang saat tinggal secenti lagi bibir keduanya bersatu.

"Apa yang sedang kalian lakukan!" Yifan datang dengan urat kemarahannya. Iapun langsung menarik sebelah tangan Baekhyun. "Bukankah aku sudah memberi tahu kau kalau aku belum memutuskan pemenangnya!" serunya sambil menatap Chanyeol tajam.

Chanyeol pun kesal bukan main. Gagal sudah ia mendapatkan sebuah ciuman manis dari Baekhyun. "Baiklah, maka ayo putuskan pemenangnya sekarang!" serunya sambil memasang kuda-kudanya menantang Yifan.

"Datang kepadaku!" Yifan pun menyambut tantangan itu dengan gentle.

"Ah! anu bisa kalian hentikan ini!" pinta Baekhyun seraya terkekeh pelan. Bukan karena apa, hanya saja terasa lucu ketika dia lagi-lagi diperebutkan oleh dua namja itu.

Yah begitulah kisah cinta mereka . Mungkin kedua namja itu akan terus memperebutkan Baekhyun entah sampai kapan. Mungkin Yifan akan terus mengganggu hubungan mereka sebelum ia mendapatkan cintanya yang lain. Atau mungkin hanya Baekhyunlah yeoja yang dicintainya? siapa yang tau.

Sebuah kisah cinta yang pasti akan menjadi semakin menarik kedepannya.

The End

Whaaaaaa akhirnya final juga, kalau baca komiknya endingnya lucu sebenarnya, kan ekspresinya kelihatan, ngakak bacanya.

Ku ucapkan terima kasih banyak untuk Reader-nim setia My Boyfriend is A vampire, mohon di maafkan kalau tata bahasanya ancur abis, harap maklum karena aku bukanlah author profesional, aku hanyalah orang iseng yang masih belajar dalam tuli menulis.

Big thank :

MeAsCBHS, BaekHill, rizypau06, danactebh, loeyaBee, ByunB04, dhantieee, dnrsnt, Axellia Samantha Angel, Dinia Nugraheni, Lusianabaconcy0461and all Guest

-Salam damai incah88-