Pairing: Kris X Chanyeol
Disclaimer: Characters belong to their own.
Warnings: Alpha!Yifan. Omega!Chanyeol. Marriage life. Domestic Krisyeol. MPREG!
.
.
Mt_Chan proudly presents...
.
.
.
"Make Us Forever"
-PART XX-
Wu Chanlie atau yang sebelum menikah masih menyandang marga Park dari kedua orang tuanya tengah sibuk mengawasi kedua putra kembarnya makan malam ketika ia mendengar pintu utama apartemen itu terbuka. Chanyeol menengok ke arah pintu dapur yang sekaligus menjadi ruang makan untuk menyambut sang Alpha, Wu Yifan yang baru saja pulang dari kantornya.
"Pppapa!" Yixian, si sulung, mengangkat kedua tangannya hingga membuat makanan berhamburan dari sendok.
Yifan mengecup singkat bibir Omeganya sebelum menghampiri kedua putranya. Chanyi, si bungsu, menyambut ciuman yang akan Yifan berikan padanya dengan suapan dari sendok kecilnya. Yifan tertawa kecil sebelum menerima suapan itu dan membisikkan terima kasih. Ia kemudian beralih pada Yixian yang langsung menjulurkan kedua lengannya minta digendong.
"Kau harus menyelesaikan makan malammu, Yixian." Ujar Chanyeol ketika Yifan sudah akan mengangkat putra sulungnya itu.
Yixian mengerucutkan bibir bawahnya dan meletakkan sendoknya. Ia kemudian melipat kedua tangannya di dada sambil mengalihkan wajahnya dari sang Ibu.
Chanyeol memandang dengan tidak percaya. Yixian memang akan bersikap lebih manja setiap kali Yifan ada di dekatnya. Namun Chanyeol tidak ingin hal itu menjadi sebuah kebiasaan sehingga ia akan tetap mendisiplinkan mereka sebisa mungkin.
"Yixian, habiskan makan malammu setelah itu kau bisa bermain bersama Papa." Bujuk Yifan sambil melonggarkan dasi dari kerah kemejanya.
Yixian tidak juga bergeming. Ia justru semakin mengerucutkan bibir mungilnya yang berwarna merah muda.
Tiba-tiba Chanyi yang sebelumnya begitu fokus dengan makan malamnya menyendokkan sesuap dari mangkuknya dan mengarahkan sendoknya pada sang Kakak.
"Aaaaa..."
Yixian awalnya menolak, namun melihat Chanyi yang tidak juga menyerah akhirnya membuat anak kecil berusia 28 bulan itu membuka mulutnya dan menerima makanan dari sang adik yang hanya terpaut usia beberapa menit darinya.
Yifan dan Chanyeol mau tidak mau tersenyum melihat pemandangan itu.
"Apa kau membelikan pesananku?" Tanya Chanyeol pada Yifan ketika kedua putra kembar mereka kembali fokus pada makanan di hadapan mereka.
Yifan mengernyit sebelum membulatkan kedua matanya. Laki-laki itu kemudian bangkit sebelum melingkarkan lengannya pada bahu Chanyeol.
"Aku lupa. Bagaimana kalau kita membelinya sebelum berangkat besok?" Tanya Yifan. Wajahnya ia tenggelamkan pada perpotongan leher Chanyeol yang menguarkan bau khas seorang Omega.
Chanyeol hanya mendengus dan mengacuhkan Yifan. Pemuda yang kini berusia 21 tahun itu sempat mengirimkan pesan singkat pada sang Alpha untuk membelikannya pil kontrasepsi yang biasanya ia konsumsi untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan. Hanya tersisa beberapa butir pada kotak persediaan milik Chanyeol dan pemuda itu tidak ingin lupa untuk membelinya sebelum mereka berangkat besok.
.
.
.
Yifan beberapa kali menggerakkan bahu dan pinggangnya yang kebas setelah ia keluar dari kamar si kembar. Setelah membersihkan diri sementara Chanyeol bermain bersama si kembar, tugas selanjutnya jatuh pada Yifan yang menawarkan diri untuk membawa mereka ke tempat tidur dan menemani mereka sampai terlelap.
"Cepat sekali. Kau yakin mereka tidak pura-pura tidur?" Tanya Chanyeol sambil menyiapkan makan malam untuk sang Alpha.
Yifan tersenyum mendengar komentar itu sebelum duduk di meja makan. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan yang semakin mendesak, Chanyeol kini telah mahir membuat makanan untuk keluarganya. Mulai dari makanan anak-anak hingga makanan untuk Yifan, ia bisa membuatnya dengan mata tertutup.
Menu makan malam kali ini adalah kimchi jiggae atau sup pedas yang berbahan dasar kimchi dan irisan daging babi. Chanyeol sudah selesai menyediakan nasi dan perlengkapan makan Yifan ketika ia berniat untuk membereskan kekacauan yang dibuat oleh Yixian dan Chanyi ketika bermain bersamanya tadi.
"Kau mau ke mana?" Tanya Yifan keheranan.
"Aku akan membereskan ruang tengah sebentar. Kau makan saja dulu." Kata Chanyeol.
Yifan menarik pelan pergelangan tangan Chanyeol agar duduk di sampingnya.
"Makan denganku." Ucapnya.
Chanyeol akhirnya menyerah dan menyiapkan peralatan makan untuknya sendiri.
"Mama meneleponku tadi. Dia bilang dia akan membantu Umma di rumah besok." Kata Chanyeol sambil menyuapkan satu sendok penuh nasi ke dalam mulutnya.
Yifan mengangguk.
"Apa Yixian dan Chanyi akan baik-baik saja? Bagaimana kalau kita tunda keberangkatannya sampai minggu depan?"
"Aku yakin kau akan mengatakan hal yang sama minggu depan kalau aku setuju dengan idemu kali ini." Jawab Yifan sambil menyuapkan sepotong daging ke dalam mulut Chanyeol.
Chanyeol menautkan kedua alisnya.
"Aku hanya khawatir. Ini adalah pertama kalinya kita akan berpisah dengan mereka." Kata Chanyeol.
"Hanya tiga hari." Bujuk Yifan sebelum meletakkan sumpitnya untuk kemudian merangkul Omeganya.
Lusa adalah hari peringatan pernikahan mereka yang ketiga. Yifan berniat untuk mengajak Chanyeol mengunjungi tempat kelahirannya di Shanghai, China sekaligus menemui nenek Yifan untuk pertama kalinya sejak mereka menikah. Chanyeol awalnya menolak karena pasti akan sangat repot untuk merawat dua bayi kembar di tempat asing. Namun Mrs. Park dan Mrs. Wu berhasil meyakinkan Omega itu untuk menyetujuinya dan menawarkan diri untuk merawat Yixian dan Chanyi selama mereka berada di China.
"Umma dan Mama akan merawat mereka dengan baik?" Tanya Chanyeol masih belum yakin.
Yifan tersenyum. "Kau masih perlu bukti?" Yifan memberikan gestur agar Chanyeol melihat pada keadaan mereka saat ini.
Tentu saja kedua Ibu mereka akan merawat cucu mereka dengan baik melihat bagaimana mereka telah merawat Yifan dan Chanyeol dengan baik.
Chanyeol mendengus dan tertawa begitu menyadari maksud Yifan.
"Habiskan makananmu dan bantu aku berkemas-kemas." Kata Chanyeol sembari menghabiskan makanannya sendiri.
Yifan mengangkat salah satu alisnya. "Bagaimana kalau kita berkemas besok dan melakukan hal lain saja? Kau masih punya pil—aw!" Yifan memekik ketika Chanyeol menepuk lengannya dengan cukup keras.
.
.
.
Chanyeol melenguh ketika Yifan akhirnya melakukan penetrasi ke dalam lubangnya setelah menyelesaikan foreplay selama beberapa saat. Pemuda itu memeluk bahu Yifan yang kini tengah mengecupi pipinya untuk mengalihkan perhatiannya dari rasa tidak nyaman yang timbul.
"I love you.." Yifan menjilat rahang Chanyeol dan turun untuk menghisap lehernya ketika kepala pemuda itu menengadah begitu Yifan mulai bergerak.
Setelah selesai mengemasi pakaian dan kebutuhan yang akan mereka bawa ke China, keduanya kemudian larut ke dalam momen yang jarang mereka lakukan sejak memiliki anak kembar. Seks akan terjadi hanya ketika keduanya benar-benar rileks dan tidak terlalu lelah dengan aktivitas masing-masing. Yifan yang kini menjabat sebagai Direktur utama di kantor dan Chanyeol yang berada di tahun akhir kuliahnya ditambah dengan mengurus si kembar membuat kedua pasangan itu seolah tidak memiliki waktu luang.
Yifan menggeram ketika Chanyeol ikut menggerakkan pinggulnya hingga friksi yang tercipta di antara tubuh keduanya membuat Yifan seperti terjatuh dalam dimensi lain. Alpha yang kini berusia 27 tahun itu menghirup aroma Omega yang menguar dari perpotongan leher Chanyeol.
Chanyeol menarik kepala Yifan untuk melumat bibir sang Alpha ke dalam ciuman dalam sementara kakinya ia lingkarkan pada pinggul Yifan.
"Mamaaaaa..."
Chanyeol awalnya mengira ia sedang berhalusinasi atau jatuh ke dalam mimpi ketika ia mendengar panggilan putra bungsunya.
"Mamaaaaa..." Kali ini suara Yixian.
Kedua pasangan itu otomatis membeku dan dengan bersamaan menengok pada layar monitor yang terhubung dengan kamera di kamar si kembar. Ruangan itu kosong.
"Mamaaaa..." Yixian dan Chanyi berteriak sembari mengetuk pintu kamar kedua orang tuanya.
Yifan dan Chanyeol buru-buru melepaskan diri dan memakai pakaian untuk menutupi tubuh mereka yang telanjang. Chanyeol bangkit dan meraih sebuah bathrobe dari gantungan sebelum berlari untuk membukakan pintu. Nafas pemuda itu masih terengah—karena seks sekaligus rasa panik.
"Hey..." Chanyeol berjongkok ketika secara otomatis Yixian dan Chanyi menghamburkan diri ke arahnya dan mengalungkan lengan kecil mereka pada lehernya.
"Mimpi buruk?" Chanyeol berusaha menebak keadaan putra kembarnya yang berkeringat dengan ekspresi wajah ketakutan.
Yifan yang baru saja membereskan tempat tidur dan memakai pakaiannya –yang ternyata ia kenakan terbalik, menyusul dan menggendong kedua putranya sekaligus.
"Aku akan membuatkan susu sebentar." Chanyeol mengusap pelan puncak kepala Yixian dan Chanyi sebelum berjalan ke dapur.
Yifan kemudian membawa putra kembarnya ke atas tempat tidurnya. Chanyeol beberapa menit kemudian menyusul dengan membawa dua botol susu hangat.
Bahkan pada saat seperti ini, kedua putranya kompak mengalami mimpi buruk secara bersamaan. Yifan mengusap puncak kepala keduanya sementara Chanyeol menepuk punggung mereka ketika Yixian dan Chanyi mulai terlelap kembali.
"Jadi kau akhirnya menyerah dipanggil Mama?" Celetuk Yifan tiba-tiba.
Chanyeol menghadiahinya dengan lirikan tajam.
.
.
.
"Jangan memberi mereka cokelat sebelum tidur."
"Mamaaaa..."
"Jangan membelikan mereka mainan baru."
"Mamaaaa..."
Chanyeol sudah akan membuka suaranya ketika Ibunya memberikan pandangan aneh padanya.
"Umma akan merawat mereka dengan baik, Chanyeol. Kau sebaiknya menikmati liburanmu kali ini." Kata Mrs. Park sambil menggandeng kedua cucunya yang sudah mulai rewel.
Yixian dan Chanyi seperti bisa merasakan bahwa mereka akan berpisah dengan kedua orang tua mereka untuk sementara waktu.
Chanyeol hanya mengerucutkan bibirnya sementara Yifan sudah berjongkok di hadapan kedua anak kecil itu.
"Kalian baik-baik di rumah bersama Halmoni. High five!" Yifan mengacak surai hitam Yixian dan Chanyi sebelum mengangkat tangannya.
Yixian dan Chanyi membalas high five dari Ayah mereka dengan antusias. Yifan memeluk dan mengecup masing-masing pipi keduanya sebelum menoleh ke arah Chanyeol yang masih menekuk wajahnya.
"Chanyeol..." Panggil Yifan.
Chanyeol menghela nafas sebentar dan memeluk kedua putra kembarnya.
"Mama akan merindukan kalian."
"Kalian sebaiknya berangkat atau kalian akan ketinggalan pesawat." Kata Mr. Park sambil melirik ke arah arlojinya.
Chanyeol dan Yifan berpamitan pada kedua orang tuanya sebelum masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara.
Yifan menggenggam tangan Chanyeol ketika sang supir mulai menjalankan mobilnya.
.
.
.
BERSAMBUNG
Uh, hi?
Heuheu
Terima kasih untuk yang sudah membaca dan meninggalkan review ^^
Dengan cinta,
Mt_Chan
