#1 - A Hit
Malam itu sepi dan gelap. Cahaya rembulan ditutupi oleh awan hitam. Gemuruh terdengar di seluruh penjuru Kota Konoha, menandakan tidak lama lagi akan turun hujan. Dari kejauhan tampak seorang lelaki dengan rambut hitam berjalan sendirian, kedua tangan di dalam kantong celana dan telinga ditutupi earphone. Tatapan lelaki muda itu kosong dan mengarah lurus kedepan. Tidak ada yang tahu apa yang ia pikirkan, yang jelas apapun itu bisa membuatnya tidak menyadari situasi yang ada disekitarnya.
"Uchiha-san!" pekikan seorang gadis terdengar memenuhi jalan setapak taman yang sedang dilewati oleh si lelaki muda. Lelaki itu tidak menoleh ataupun menghentikan gerakannya. Ia hanya terus berjalan, jelas sekali tidak mendengar teriakan barusan.
"Sasuke Uchiha, awas!" teriakan itu kembali terdengar, namun sayang lelaki muda yang dipanggil Sasuke Uchiha itu terlalu sibuk dengan apapun yang dia dengar ataupun pikirkan, sehingga lagi-lagi ia tidak mengindahkan perkataan tersebut.
Sebuah cahaya berwarna hijau melaju secepat kilat dari arah belakang si lelaki muda. Cahaya tersebut sangat cepat, membuat semua hal yang ia lewati terbang maupun melambai ke arah sebaliknya.
Lelaki itu baru berhenti begitu ia merasakan hembusan angin yang sangat kuat dari arah belakang, membuatnya menoleh. Sayang sekali, ia terlambat. Cahaya itu menabraknya –membuatnya terdorong menabrak pohon yang ada dihadapannya.
Hal yang terakhir Sasuke ingat selain kenyataan bahwa tubuhnya terasa remuk adalah seorang perempuan berambut indigo dengan tatapan penuh rasa takut. Sasuke tidak mendengar apapun yang gadis itu katakan –well, ia membuka mulutnya, pastilah ia mengucapkan sesuatu, kan? Kesadarannya menghilang tak lama kemudian.
000
Disclaimer:
Naruto © Masashi Kishimoto
Sealed © saya
Pairing:
Sasuke-Hinata
Genres:
Romance, Fantasy
Warning:
AU, Typos yang tidak disengaja, OOC
DON'T LIKE DON'T READ, PLEASE
000
Hal pertama yang Sasuke ingat begitu ia terbangun adalah rasa sakit yang sangat parah, seakan-akan tubuhnya baru saja ditabrak oleh sesuatu yang bergerak dengan sangat cepat. Ia juga merasa sangat berat, seolah-olah saat ini sebuah batu besar sedang menghimpitnya. Yang pertama kali ia lihat adalah ibunya. Wanita paruh baya itu sedang memegang tangannya dengan ekspresi khawatir.
"I…bu?" ujarnya pelan, walaupun kata-kata yang keluar terdengar seperti rintihan.
"Sasuke!" pekik Mikoto. Ekspresi khawatir itu berubah menjadi ekspresi lega. Tangannya mengusap wajah Sasuke lembut. "Akhirnya kamu bangun, nak. Apa yang kamu rasakan?"
"Ugh… Bad," jawab Sasuke sembari meringis, masih merasakan sakit pada setiap titik di tubuhnya.
"Tentu saja," gumam Mikoto. Wanita itu menghela napas. "Rasanya pasti sangat sakit."
"Apa yang terjadi?" sesakit-sakitnya tubuh Sasuke, tentu ia penasaran dengan apa yang ia alami. Sebelum hilang kesadaran, ia ingat cahaya hijau mengenai tubuhnya. Ah, ya dan juga seorang perempuan dengan surai indigo. Perempuan itu memiliki mata lavender pucat –ow, seorang Hyuuga?
"Well…" Mikoto tampak mengalihkan pandangannya. Wanita itu baru akan membuka kembali mulutnya begitu pintu ruangan terbuka. Fugaku Uchiha masuk ke dalam, wajahnya menunjukkan ekspresi yang sangat tidak bersahabat.
"Fugaku!" sebut Mikoto. Ia melepaskan genggamannya pada Sasuke dan berjalan menuju suaminya. "Bagaimana?"
Fugaku menggeleng. "Itu mantra yang sangat kuat. Butuh waktu paling cepat dua bulan hingga efeknya mulai melemah."
"Dua bulan… tidak begitu buruk, bukan? Bukan berarti kekuatannya akan hilang selamanya?" ujar Mikoto penuh harapan.
Fugaku menghela napas. "Dua bulan merupakan waktu paling cepat untuk efeknya mulai berkurang… tapi tidak ada yang tahu kapan efeknya benar-benar hilang. Pada beberapa kejadian efeknya bahkan tidak pernah hilang. Itu adalah mantra segel terkuat, kau tahu?"
"Tidak mungkin…" gumam Mikoto tidak percaya. "Apa yang harus kita lakukan?"
"Apa yang terjadi?" tanya Sasuke setengah kesal. Ia bahkan tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya, sementara kedua orang tuanya membicarakannya seolah ia tidak ada di dalam ruangan.
"He's awake already?" ujar Fugaku kaget. "It's a good start, then."
Fugaku melangkah kearah tempat anak bungsunya berbaring. "You lose your power, son."
Sasuke mengerutkan keningnya. My power?
Uchiha merupakan keluarga yang sangat dikenal sebagai pemegang bisnis yang kuat, tidak hanya di Konoha namun juga di seluruh Jepang. Little that normal people know, bahwa keluarga Uchiha bukanlah keluarga biasa. Seorang Uchiha dilahirkan dengan kekuatan pada matanya. Mata tersebut memiliki kemampuan untuk melawan evil spirits. Kekuatan itu diturunkan semenjak dahulu kala, membuat keluarga Uchiha menjadi sangat terkenal baik dikalangan shaman maupun makhluk halus. Di gedung Uchiha corp. terdapat sebuat departemen rahasia yang mengurus hal-hal yang menyangkut 'kekuatan' alami keluarga Uchiha. Dapat disimpulkan bahwa Uchiha corp. merupakan perusahaan bisnis dan exorcist yang sangat terkenal.
"Oh," jawab Sasuke pendek, tidak tahu harus merespon dengan cara apa. Well, he never thought that it's a good power, anyway. "It's that a bad thing or a good thing?"
"A bad thing, son," jawab Fugaku, ekspresinya mengeras. Fugaku tahu Sasuke tidak pernah menyukai kemampuan yang ia miliki, namun jelas hal ini bukanlah hal yang baik. "Kekuatanmu disegel, Sasuke. Kau tidak akan bisa menggunakannya selama beberapa saat."
Sasuke mengangkat bahunya –keputusan yang ia sesali, karena tubuhnya langsung kembali terasa sakit. "Aku bahkan nyaris tidak pernah menggunakannya. What's the difference?" benar saja. Hidup sebagai mahasiswa biasa pada lingkungan yang biasa membuat Sasuke nyaris tidak pernah menggunakan kemampuan spesialnya. Makhluk halus yang ia temui di kampus tidak pernah mengganggu orang lain. Ia juga tidak pernah berpapasan dengan evil spirits. Lantas apa bedanya ia punya kemampuan dengan tidak?
Fugaku menghela napas. "Kekuatanmu hanya disegel, bukan hilang. Kekuatan itu tersimpan di matamu. Mungkin kau tidak menyadari bahwa banyak orang yang menginginkan kekuatan itu. Apabila kabar bahwa kau tidak bisa menggunakan kekuatanmu ini tersebar luas, maka matamu akan diincar oleh banyak orang."
Sasuke terdiam. Benar, ia tidak pernah menyadari betapa pentingnya kekuatannya. Ia hanya pernah menggunakan kekuatan itu karena dipaksa oleh kakak dan ayahnya, itupun hanya pada saat latihan.
"Kalau begitu apa yang harus kulakukan?" ujar Sasuke tenang –well, walaupun ia tidak bisa menggunakan kekuatannya, ia masih bisa bela diri.
Fugaku menarik napas dan melepaskannya pelan. "Nothing."
Kening Sasuke berkerut mendengar jawaban ayahnya. "Nothing?"
"Ya, tidak ada. Mantra yang mengenaimu kemarin adalah mantra segel terkuat. Hingga saat ini belum ditemukan mantra lain yang dapat menghilangkan efek dari mantra tersebut," jelas Fugaku. "For now, just stay quiet. Jangan mengatakan hal ini kepada siapapun. You will be fine as long as nobody knows."
Sasuke mengangguk. Rasa kantuk menyerangnya, membuatnya nyaris saja tertidur kalau saja ia tidak ingat akan sesuatu yang mengganggunya semenjak ia terbangun. "Oh, ya. Siapa yang menggunakan mantra itu? Aku ingat seorang perempuan… tapi aku tidak begitu ingat bagaimana wajahnya."
"Hmm, you know her," jawab Fugaku. "Kau satu jurusan dengannya, bukan? Hinata Hyuuga."
"Hinata Hyuuga?" Sasuke menghela napas. That Hinata? Gadis itu bahkan satu kelas dengannya di semester ini. Damn, Sasuke tahu kalau Hinata sangat ceroboh, namun ia tidak tahu bahwa gadis itu seceroboh ini.
Keluarga Hyuuga memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda dengan keluarga Uchiha. Mereka juga memiliki kemampuan yang berasal dari mata mereka dan mampu melawan evil spirits. Bedanya adalah, mereka lebih menekankan kemampuan segel dibandingkan menyerang. Kemampuan untuk menyegel itu adalah kelebihan utama mereka. Bisa dibilang, Hyuuga menyerang dari dalam, sementara Uchiha menyerang dari luar.
"Dimana dia?" Tanya Sasuke, tidak bisa menghilangkan nada khawatir didalam pertanyaan tersebut. Fugaku nyaris saja menyeringai, kalau saja ia tidak ingat dengan image kaku yang selalu ia pegang didepan kedua anaknya.
"Hmm, setelah membawamu kesini, ayahnya datang untuk menjemputnya. Ia pasti sudah berada ke distrik Hyuuga sekarang. It's almost midnight, anyway."
Sasuke menghela napas. Gadis itu pasti dimarahi habis-habisan. Dan juga, ia ingat berjalan di taman Konoha pukul setengah satu malam. Jangan bilang ia sudah tidur nyaris 24 jam? "Damn, sudah berapa lama aku tertidur?"
"Languange, Sasuke," ujar Fugaku, glaring daggers to his son. "Seharian."
Mikoto yang sedari tadi hanya diam dan mendengarkan pembicaraan suami dan anaknya akhirnya membuka suara. "Tubuhmu pasti sangat sakit dan terasa berat. Itu semua efek dari segel yang kau dapatkan. Biasanya orang yang terkena mantra ini tidak akan sadar hingga beberapa hari. Perkembanganmu cukup cepat, Sasuke. Mungkin kekuatanmu juga akan kembali dengan lebih cepat!"
"Right, Mom." Jawab Sasuke setengah hati. Ia benar-benar merasa lelah. Tidak perlu tunggu lama hingga kesadarannya kembali hilang dan berpindah ke dunia mimpi.
"Well, did you see that? He likes Hiashi's oldest daughter," ujar Mikoto dengan senyuman lebar.
"So what?" balas Fugaku sembari mengangkat bahu. "Lagipula anak kita sedang berada di dalam bahaya sekarang, bagaimana bisa kau malah memikirkan hal itu?"
Mikoto mencibir. "Aku lihat kau nyaris menyeringai tadi, Fugaku Uchiha. You're excited, right?"
"I'm not," ujar Fugaku tanpa menunjukkan ekspresi berarti.
"Huh, kau tidak bisa membohongiku," Mikoto menyilangkan kedua tangannya didepan dada.
Fugaku berdiri dari duduknya, melangkah menuju pintu. "Anyway, Hiashi Hyuuga akan datang besok pagi."
"Oh, ya? Ada apa?"
"Ada apa? Tentu saja untuk membereskan masalah ini, Mikoto," jawab Fugaku, tidak percaya bagaimana istrinya bisa mempertanyakan hal yang sanagt jelas itu.
"Ah, ya, benar juga," wanita paruh baya itu tertawa pelan. Ia turut bangkit dari duduknya, mengikuti Fugaku dari belakang.
"You think he will makes Hinata pay for this?" ujar Mikoto.
"You know how Hiashi is. Of course he will."
Senyuman Mikoto melebar. "God, I'm so excited."
"Mikoto!" ujar Fugaku memperingatkan. Bagaimana bisa wanita itu malah senang dengan keadaan ini? Well, walaupun sebenarnya Fugaku sendiri tidak bisa menghilangkan senyum di bibirnya sendiri.
It really is going to be exciting.
To be continued
HALO READERKU SAYANG
Duh gatel banget pengen nulis SasuHina. Terus tiba-tiba saya dapet ide jadinya begini deh hihi
Ini pertama kali saya nulis fanfic fantasi dan MULTICHAPTER! (drum rollssss)
I love writing Mikoto-Fugaku yang sangat mendukung hubungan SasuHina XD
Anyway saya gabisa janji buat update tiap minggu, tapi bakal sangat saya usahakan! :') Ini gabakal jadi cerita dengan berpuluh chapter sih sepertinya. Paling cuma 10 or less hehe.
Semoga kalian suka ya!
Read and review please :D
