.


Jaehwan yang telah menyelesaikan sekolah kuliner dan berbagai kursus memasaknya kembali ke rumah orang tuanya dengan membawa tak hanya ilmu namun juga calon istri.

Ya, rencananya Jaehwan akan mempraktekkan semua ilmu yang ia dapatkan selama ini baik dari sekolah, kursus, maupun pengalamannya bekerja sebagau seorang chef beberapa waktu lalu dengan membuka sebuah kedai di rumah orang tuanya. Alasannya, dia ingin bekerja sekaligus bisa terus bersama dan menemani kedua orangntuanya.

Juga, Jaehwan berrencana untuk segera meminang kekasih delapan tahunnya ini dalam waktu dekat dan segera memiliki momongan. Kalau kerjanya di rumah, dia kan bisa seharian penuh memantau perkembangan buah hatinya kelak.

"Wah, Sewoon, makin mirip aja sama Ponyo," sambut Kim Yeonguk, ayah Jaehwan, "ayo masuk, Nak, anggap rumah sendiri. Bentar lagi juga ini jadi rumah kamu kok."

Ponyo malu malu ngekor di belakang Jaehwan.

"Mama mana, Pa?" tanya Jaehwan.

"Ya masih di rumah sakit."

Mamanya Jaehwan memang kerja di rumah sakit sebagai perawat.

"Kalo kakak?"

"Kakak nggak tau kok ."

Rumah Jaehwan luas pake banget, cuma halamannya lebih luas daripada bangunannya. Bangunan depan cuma ruang tamu kuno sama kamar mandi. Lalu ada halaman isi pohon, bunga, sama kolam ikan, jalan bebatuan juga. Baru di belakangnya lagi ada bangunan rumah yang desainnya sudah modern. (Penampakannya ada di atas)

"Ini kamar aku yang di belakang ruang tv," ujar Jaehwan.

"Ooh..."

"Sebelahnya kamar Papa Mama, terus yang itu kamar Kak Jonghyun."

Ponyo bingung. Kamar tiga uda berpenghuni semua, dia tidur dimana?

"Kamu nanti tidur di kamar aku, biar aku tidur di sofa aja."

Nah, calon suami idaman memang.

"Ya udah, sana beres-beres, Papa mau keluar cari angin dulu."

"Iya, Pa..."

Sepeninggal Kim Yeonguk, Howons membongkar barang-barang bawaan mereka dan menatanya di kamar Jaehwan.

"Masa aku disini nggak kerja sih? Jadi benalu dong," ucap Sewoon.

"Kan kamu calon istri aku, bantu aku aja."

"Nikahnya kan masi lama..."

"Delapan minggu nggak lama, sayang..."

"Heum..."

"Kamu asisten aku pokoknya, oke?"

Ya, delapan minggu atau dua bulan lagi Howons akan meresmikan hubungan mereka.

Ponyo tengah menata pakaian miliknya di sisi lemari yang masih kosong ketika Jaehwan secara tiba-tiba melompat dan memeluknya dari belakang serta berbisik, "aku nggak sabar delapan minggu lagi.

"Aku juga..."

Jaehwan tersenyum nakal, "nggak sabar malam pertamanya..."

Ponyo berusaha melepaskan pelukan Jaehwan namun gagal, calon suaminya itu justru memeluknya semakin erat.

"Lepasin atau nggak ada malam pertama!" Ancamnya.

"Biarin, ntar juga kamu yang pengen..."

"Ih... Apaan sih, lepasin..."

Jaehwan tertawa dengan suara khasnya yang bikin Ponyo gemes setengah mati. Jadi sekarang dia gelitikin pinggang Jaehwan yang masih di ada di belakangnya.

"Hah... Sabar aing mah..." Jonghyun yang baru datang dan tidak sengaja melihat Howons moment karena pintu yang tidak ditutup rapat hanya mengelus dada.