Chap 1 : membuka titik meridian
Ada alasan bagi Naruto untuk menyembunyikan masalahnya dari Kushina. Ia tidak ingin Kushina tau ketidak mampuannya.
Bagi Naruto saat ia memiliki masalah hal yang akan ia lakukan adalah berusaha nenyelesaikannya sendiri tidak pernah dia ingin menceritakannya pada orang lain. Setidaknya ia tau bahkan jika ia menceritakannya pada orang lain sembilan puluh persen hanya akan menertawakannya, sembilan persen akan tidak perduli dan hanya tersisia satu persen untuk yang akan benar-benar bisa membantunya, Naruto yakin itu. Bukan berarti Naruto tidak percaya pada Kushina, dengan tempramen gadis itu Naruto tidak ragu sedikitpun kalau Kushina akan termasuk dari satu persen orang yang bisa membantunya. Dengan setatus yang dimiliki Kushina akan dengan mudah menyelesaikan masalah ini.
Tapi, Naruto adalah orang yang memiliki ego yang cukup tinggi. Ia lebih memilih menempuh jalan lain, tidak sedikitpun di dalam hidupnya ia ingin di lindungi seorang wanita dan berdiri di balik punggung seorang wanita. Bayangkan orang yang ingin ia lindungi akan menjadi orang yang melindunginya, itu konyol!. Itu hanya akan memberi tau seluruh dunia kalau dia benar-benar lemah dan Naruto tidak ingin itu. Meski saat ini Naruto tau bahwa ia benar-lemah dan lemah, tapi dia adalah orang yang memiliki ego seorang lelaki yang sangat keras kepala. Setidaknya tikak akan menjadi selamanya dia akan menjadi lemah dan tidak bisa melakukan apapun yang ia ingin lakukan, akan ada suatu hari dimana dia bisa menjadi orang yang berdiri di puncak dan memandang rendah pada segalanya. Karena ia punya banyak jaminan untuk bisa melakukan itu.
~•~
Hari sudah malam saat Naruto melakukan rencananya. Tekatnya telah bulat untuk meninggalkan konoha sesegera mungkin. Terlalu lama berdiam di sini akan terus menghambatnya. Kembali saat ia mengucapkan perpisahan pada Kushina muncul sedikit rasa ragu di dalam dirinya. Melihat pancaran rasa enggan di wajah gadis itu benar-benar bisa menggoyahkan sedikit tekatnya. Tapi untuk banyak hal yang telah Naruto putuskan di hidupnya dan ia akan selalu melakukannya, apapun itu. Naruto hanya harus percaya kalau Kushina akan selalu menunggunya.
Ia tidak kawatir akan keadaan Kushina saat dia tidak di dekatnya, setidaknya hanya dengan menggunakan identitasnya sebagai seorang putri tak akan ada yang berani macam-macam terhadap kushina. Apalagi Naruto masih memiliki jaminan karena kakek angkatnya dan Lee akan membantu menjaga Kushina.
Keinginan yang dimiliki Naruto saat ini adalah untuk secepat mungkin menjadi kuat, setidaknya cukup kuat untuk melindungi Kushina saat ia kembali nanti, itu pasti. Demi hal yang paling berharga apapun akan ia lakukan, bahkan bila ia diharuskan menjual jiwanya kepada iblis Naruto tidak akan pernah ragu sedikitpun saat melakukannya.
…..
-malam hari di konoha-
Pemilihan waktu di malam hari akan memberi Naruto kesempatan untuk pergi tanpa di ketahui. Terutama agar tidak di ketahui oleh Menma sang pangeran konoha, besar kemungkinan jika Menma mengetahui pasal kepergiannya ia dengan semua cara kotornya akan mengirim seseorang untuk mencoba membunuh Naruto.
Naruto tidak berencana membawa banyak barang, hanya beberapa makanan yang sekiranya cukup untuk tiga hari. Ia tidak membawa koin satu keping pun di perjalanannya ini, karena tempat yang ia tuju bukan tempat yang banyak di diami manusia.
Dengan tenang dan hati-hati Naruto pergi keluar melewati bagian utara kota konoha, pasalnya di situlah titik dimana penjagaan bisa di katakan minim. Berbekal pengalamannya hidup di jalanan selama lima tahun ketika ia kecil dan sebelum ia di ambil sebagai seorang cucu angkat Naruto hafal betul rute-rute tercepat untuk pergi keluar dari konoha, karena kerap kali di masa kecilnya ia juga harus melarikan diri dari para pedagang yang makannya ia curi.
Setelah berhasil keluar dari konoha Naruto tidak segera pergi, ia memandang sesaat tempat dimana dia tumbuh itu. Banyak kenangan yang terukir di ingatannya tentang tempat ini, senang dan sedih. Manis dan pahit, meski lebih banyak rasa pahit yang di alami tetap saja itu sebuah kenangam yang berharga. Hanya bila di tambah dengan kenangannya bersama Kushina, walau tidak sangat lama itu cukup untuk memberi Naruto banyak hal yang berharga untuk ia ingat dan ingin ia lindungi.
Naruto mengepalkan kedua tangannya, "tunggu aku, yakinlah aku akan segera kembali."
Baru setelah mengucapkan itu Naruto dengan santai berbalik dan benar-benar berjalan pergi masuk ke dalam lebatnya pepohonan. Namun Naruto tidak tau kalau akan ada hal buruk yang datang padanya.
.
Baru setelah Naruto pergi sekitar sepuluh kilometer dari konoha ia menyadari ada sesuatu yang salah. Naruto berbalik mengamati pepohonan di belakannya. Pupil matanya mengecil, urat-uratnya menegang lalu segera setelah itu ia berbalik dan berlari secepat yang bisa dia lakukan.
Di balik pepohonan Naruto bisa menemukan ada sebuah bayangan gelap yang bersembunyi. Dan benar saja, baru setelah Naruto berlari dari rimbunnya pepohonan sebuah bayangan gelap ikut berlari mengejar Naruto.
Tiga puluh menit sudah Naruto berlari dengan sekuat tenaganya, ia sedikit heran pada orang yang mengejarnya itu karena dalam tiga puluh menit sosok itu tidak mengambil tindakan apapun selain hanya mengejarnya. Tapi baru sesaat Naruto tenggelam dalam pikirannya tubuhnya memberi alaram bahaya yang berasal dari belakannya. Tanpa ragu Naruto melompat tiga meter ke samping dari tempat ia berpijak sebelumnya, dan sepersekian detik berlalu sebuah bola api padat mendarat di tanah yang ia pijaki sebelumnya.
Duarrr!
Sebuah ledakan terdengar ketika bola api itu mendarat di tanah. Suara yang di hasilkan oleh bola api seukuran kepala orang dewasa ketika bertemu dengan tanah benar-benar membuat gendang telinga Naruto serasa ingin pecah.
Sama sekali tidak ada napas lega yang bisa Naruto ambil setelah ledakan itu. Karena setelah ledakan itu, fragmen api kecil hasil residu ledakan menyebar dan salah satunya menuju Naruto dan sukses mengenai bagian samping kanan tubuhnya. Membuat sebagian baju yang Naruto kenakan hangus terbakar, kulit Naruto pun tak luput menjadi korban. Beberapa luka melepuh terbakar banyak Naruto derita setelah terkena fragmen api tersebut.
Naruto sedikit meringis sebelum kembali berlari panik. Dan karena panik ia benar-benar tidak menyadari jika ia berlari ke arah sebuah ujung tebing terjal. Angin yang kuat berhembus membuat tubuh Naruto sedikit limbung, ia kini benar benar telah terpojok di tebing itu.
"hey nak!... apa kau tau? aku bosan jika terus melakukan permainan kucing dan tikus terus menerus."
Dari ujung tebing Naruto jelas mendengar suara yang berasal dari dalam hutan. Selang tiga hitungan napas sebuah siluat tubuh berbalut jubah hitam bertudung keluar dangan santai dari dalam hutan. Angin yang keras bertiup menyibak tudung jubah sosok itu dan menunjukan wajahnya yang bisa di lihat karena bulan sedang bersinar dengan terang.
Pertama kali yang bisa tertangkap mata Naruto adalah sebuah wajah arogan yang di hiasi senyum mengejek, sosok itu juga memiliki rambut berwarna abu-abu. Melihat ciri fisik sosok itu dengan cepat Naruto bisa tau identitasnya, sosok yang mengejarnya sedari tadi adalah Mizuki. Salah satu instruktur yang Naruto ketahui mengajar di akademi spiritualis di konoha.
Naruto tidak terlalu banyak tau tentang sosok Mizuki, ia hanya bertemu beberapa kali ketika usianya tujuh atau delapan taun saat menjalani ujian masuk akademi. Disitu juga Naruto ingat saat Mizuki menghina dan menolaknya masuk akademi karena ia tidak memiliki bakat sama sekali dalam mengolah energi spirit.
Tatapan mata Naruto bertemu langsung dengan tatapan mata Mizuki yang memandangnya penuh penghinaan, "istruktur Mizuki... tidak ada dendam dan keluhan sama sekali di antara kita, kenapa kau memperlakukanku sampai seperti ini?"
"hehehe," Mizuki terkekeh pelan sambil memegang kepalanya. "memang tidak ada dendam di antara kita nak... tapi ada seseorang yang memiliki banyak keluhan denganmu menyewaku dan membayar dengan harga yang tinggi untuk melenyapkanmu hahahaha!" Meski Mizuki hanya Spirit realm tahap dua, adalah pekerjaan yang sangat mudah baginya untuk membunuh Naruto yang bahkan tidak bisa menembus elementary realm kultivasi.
Tidak ada sama sekali keinginan bagi Naruto untuk bertanya akan siapa yang membayar Mizuki untuk melenyapkannya, karena Naruto tau dengan pasti siapa orang itu. Itu Menma yang pasti telah mengirim Mizuki untuk melenyapkannya, pangeran keparat itu! Natuto berjanji pada dirinya sendiri untuk suatu hari datang dan merobek-robek tubuh menma mnjadi beberapa bagian karena selalu membuat hal-hal sulit baginya.
"ha... haha... HAHAHAHA!" Naruto tertawa pelan sebelum tumbuh menjadi terbahak-bahak keras dan membuat Mizuki zedikit mengerutkan keningnya.
"apa yang kau tertawakan?"
Ada sedikit perasaan tidak mengenakan saat melihat Naruto tertawa dan Mizuki tidak tau kenapa itu bisa ia rasakan.
"kau anjing kotor! dan juga orang yang menyuruhmu itu... bahkan jika kalian mengirim sepuluh atau dua puluh anjing semacam dirimu jangan harap bisa membunuh diriku. Meski aku saat ini sangat lemah dan tidak bisa melawan tidak sudi diriku mati di tangan orang sepertimu." dua bola mata Naruto yang setajam pisau menatap tajam Mizuki seakan ingin mengulitinya.
Walaupun merasa sangat marah dan ingin segera membunuh Naruto. Tubuh Mizuki tidak bergerak seincipun dari tempatnya dan terus mendengar Naruto bicara sambil melangkah mundur mendekati ujung tebing.
"ingat kata-kata ku ini di otak anjingmu itu! suatu saat, suatu saat aku akan datang padamu dan menagih dendam yang telah terjadi hari ini... aku akan membuat mu berharap untuk mati begitupun pangeran keparat yang menyuruhmu itu. camkan ini baik-baik!" dengan sedikit tenaga Naruto melompat mundur dan terjun ke dalam jurang gelap yang seperti tak berujung itu.
Gesekan suara angin membawa suara berdesing di telinga Naruto ketika ia terjun di dalamnya jurang yang gelap. Rambut gelap dan pakaian gelap yang telah rusak di bayak bagian yang di kenakan oleh Naruto berkibar dengan liar. Kepalanya saat ini benar benar di penuhi pikiran untuk menuntut balas jika ia berhasil bertahan hidup setelah kejadian ini.
Sementara itu Mizuki masih berdiri mematung di atas tebing, sesaat kemudian ia tersadar dari linglungnya dan kembali tersenyum mengejek.
"ku pikir tikus yang terpojok akan berbalik menyerang dengan beberapa trik... tapi, tak kusangka ia akan lebih memilih bunuh diri di sini heh. ini membuat pekerjaanku lebih mudah." lalu setelah itu Mizuki berbalik dan meningglkan tempat itu.
Satu hal yang gagal Mizuki perkirakan. Di dasar jurang bukan batu keras yang akan membuat tubuh Naruto hancur bila mendarat, namun sebuah aliran sungai yang sangat deras. Meski tidak berakhir dengan kematian Naruto masih harus rela tubuhnya di bawa dan di gulung oleh aliran air yang bisa meremukan tulang-tulangnya.
~•~
Di sebuah ruangan redup yang terlihat seperti ruang introgasi seorang pemuda beramput hitam model bob duduk terantai pada sebuah kursi besi yang dingin. Di sekujur tubuh pemuda itu banyak bertebaran luka sayatan dan lebam. Dan yang membuat lebih membuat ngilu adalah jari jemari kaki pemuda itu menekuk berlawanan arah dari posisi aslinya yang menandakan bahwa jari jari itu sudah di patahkan. Jemari tangannya juga tidak luput dari siksaan itu, hanya kelingking dan telunjuk tangan kanan yang masih utuh, sedangkan yang lainnya sudah di plintir dan di patahkan.
"heh.. tak ku sangka kau akan sekeras kepala ini demi teman sampahmu itu. Bahkan dengan segala siksaan yang kau alami, kau masih belum buka mulut sampai sampai aku harus memanggil seseorang dari clan yamanaka untuk datang mengorek informasi dari kepala kosongmu itu. Itu membuatku harus sedikit memujimu untuk pertahanan mentalmu itu Lee. tapi berkatmu juga aku bisa tau rencana si sampah itu dan melenyapkan dia malam ini juga hahahaha!"
Adalah seorang pemuda pirang jabrik yang berdiri lima meter dari tempat Lee di dudukkan yang mengucapkan sederet kata kata sombong dan arogan dengan sedikit pujian itu. Pakaian dan jubah emas mewah dengan bordir motif naga yang di kenakannya menunjukan identitas yang di sandang pemuda itu tidaklah sederhana.
Sedangkan bagi Lee dengan segala penderitaannya sama sekali tidak bisa mendengar apa yang pemuda berjubah mewah itu katakan. Matanya hanya memandang kosong lantai pucat dengan noda darah di bawah kakinya, sementara pikiranya melayang jauh memikirkan keadaan sahabatnya kini.
Dari sudut gelap seseorang muncul, orang yang tidak lain adalah Mizuki itu berhenti dua meter di belakang pemuda berbalut pakaian mewah itu lalu setelahnya ia mengambil posisi berlutut.
"bagaimana?"
Si pemuda berpakain mewah mengajukan sebuah pertanyaan yang di tunjukan pada Mizuki.
"lapor kepada pangeran Menma, tugas yang anda embankan pada saya adalah sebuah tugas yang amat mudah jadi bagaimana saya bisa gagal? Dengan burning flame art yang saya miliki, saya telah membakar sampah itu menjadi abu."
Dengan nada hormat Mizuki melapor pada si pemuda berpakaian mewah yang ternyata adalah Menma. Di setiap kata yang ia ucapkan terselip beberapa bagian yang jelas memuji dirinya sendiri. Mizuki tidak mengatakan yang sebenarnya kalau Naruto melompat ke dalam jurang dan tidak ia sendiri yang membunuhnya. Ia tidak ingin Menma meragukan dirinya sedikitpun di dalam hal ini, jadi dengan mengubah kejadian yang terjadi sebenarnya. Mizuki berencana mengamankan dirinya sendiri sekaligus mencari muka di depan Menma.
"Bagus... hahahahaha!" Menma tertawa tidak meragukan sedikitpun apa yang Mizuki katakan, ia melambaikan lengannya kebelakang dan melempar sekantung koin emas pada Mizuki. "Dengan begini salah satu halanganku untuk mendapatkanmu berkurang Kushina, di bawah langit tidak akan ada orang lain yang boleh memiliki mu selain diriku apapun yang terjadi kau harus menjadi miliku seorang. Hanya miliku!"
Wajah arogan yang sedari awal sidah Menma miliki kini semakin menjadi setelah mendengar berita yang sangat bagus baginya.
Mizuki sendiri kini tenggelam dalam kegembiriaannya sendiri, tangannya bergetar memegang sekantung koin emas. Sampai saat ini terjadi ia belum pernah membayangkan akan mendapatkan sebanyak ini hanya untuk sebuah pekerjaan mudah, bahkan dalam mimpi terliarnya ia tidak pernah terbayang akan memiliki uang sebanyak ini. Pekerjaannya sebagai istruktur hanya akan memberinya imbalan dua ratus koin perak yang setara dua koin emas per bulannya. Tapi di kantung yang ada di tangannya kini ada sekantung kin emas yang apa bila di tibang dari beratnya mungkin berisi lebih dari dua ribu koin emas. Pikirannya kini melayang membayangkan untuk apa saja uang yang ia dapatkan ini, mungkin menyewa beberapa wanita penghibur akan menjadi hal pertama yang harus ia lakukan, pikirnya.
"Dan untukmu." jari telunjuk Menma mengarah ke tempat Lee, "Karena aku sedang bermurah hati, setelah ini aku akan membebaskanmu, namun... kau harus sedikit mengalami siksaan lagi karena berani menentangku hahahaha!"
~•~
Kesadaran Naruto secara bertahap kembali. Pelan Naruto membuka matanya, seluruh penglihatannya sangat kabur.
Dimana ini?... Apa aku masih hidup? tidak, aku tidak harus berpikir seperti ini. Apapun yang terjadi aku harus tetap hidup.
"Kau benar-benar membuatku takjup nak, kehidupanmu benar-benar ulet."
Naruto menoleh melihat seorang pria yang sedang duduk di atas batu, pria itu terlihat tembus pandang. Sekilas pria itu terlihat di kisar usia tiga puluhan, ia menggunakan sebuah jubah putih berkerah tinggi dengan beberapa bagian di jubahnya. Wajahnya putih pucat dihiasi dua buah manik hitam sekelam malam rambut hitam seperti tinta. Wujudnya yang tembus pandang menandakan bahwa ia bukan manusia, dengan wujudnya itu hanya bisa berarti bahwa pria itu adalah roh atau sebuah fragmen jiwa.
Menatap pria di dekatnya, Naruto memperhatikan lebih saat penglihatannya kembali normal dan tanpa sadar sebuah nama meluncur keluar dari mulutnya, "Ashura?!"
"Kau pikir siapa lagi." Ashura menjawab acuh tak acuh.
Ashura pindah dari tempatnya duduk, ia melayang turun dan mendarat di dekat Naruto. Mengamati Naruto sesaat lalu kemudian menatap langit cerah dengan matahari terik bersinar di atas kepala.
"ughhh!"
Naruto melenguh pelan merasakan sakit ketika dia mencoba mengambil posisi duduk. Merasakan kembali kondisi tubuhnya saat ini Naruto menemukan banyak tulang di tubuhnya yang patah, mungkin ini terjadi karena saat terbawa arus air ia menabrak bebatuan sungai.
Ngomong-omong soal Ashura, dia adalah pecahan jiwa yang entah sejak kapan selalu berada di dekat Naruto. Sejak Naruto masih kecil adalah Ashura yang selalu menemaninya, jadi tak pernah sekalipun Naruto merasa kesepian. Ashura juga salah satu orang yang paling Naruto percaya di hidupnya, meski sifat cuek dan acuh tak acuhnya kadang membuat Naruto cukup kesal. Tentang keberadaan Ashura tak seorangpun selain ia sendiri yang mengetahuinya bahkan kakek angkat, Lee ataupun Kushina. Tidak sorangpun dari mereka tau tentang Ashura, karena Naruto selalu merahasiakan keberadaan roh Ashura yang selalu bersamanya dan mungkin ini juga adalah sebuah rahasia yang tidak akan pernah Naruto katakan pada siapapun. Meski orang yang paling ia percaya sekali pun, ia tidak akan tau apa yang akan terjadi bila roh yang seharusnya eksistensi yang tidak pernah terlihat akan dengan kebetulan berada di tubuhnya dan menumpang hidup dengannya.
"Sebaiknya kau segera pergi dari sini, tempat ini sangat tidak aman..." Sebelum Naruto bertanya mengapa, Ashura sudah melanjutkan ucapannya lagi, "Tempat ini adalah 'ten thousand spirit beast mountain, banyak spirit beast yang berkliaran di sekitar daerah ini. Ikutilah aliran sungai ini, ada sebuah Gua limapuluh meter dari sini, untuk saat ini lebih baik kau pergi kesana dulu untuk memulihkan kondisimu."
Ashura menjelaskan pada Naruto dimana mereka saat ini. Ia jiga menyarankan kepada Naruto agar segera mencari tempat yang aman dulu untuk memulihkan diri.
Ten thousand spirit beast mountain adalah satu dari lima tempat paling berbahaya di benua elemental. Tempat ini menjadi berbahaya karena ini adalah tempat berkumpulnya banyak spirit dengan tingkat kultivasi dari nascent realm sampai yang tertinggi sovereight realm banyak tersebar di tempat ini. Daerah ini amat luas karena memiliki seratus duapuluh kilometer persegi yang membentang, terletak di pinggiran kekaisaran kiri dan berbatasan langsung dengan kekasisaran konoha. Tempat ini di cap sebagai tempat paling berbahaya di urutan ke dua setelah reruntuhan kota kuno rouran di antara lima tempat berbahaya lainnya.
Tanpa membantah atau bertanya lebih Naruto langsung mencoba berdiri dan pergi dengan tergesa ketempat yang di arahkan oleh Ashura. Dia berjalan dengan pincang karena salah satu tulang di kakinya juga mengalami patah. Bencana yang di alaminya ternyata belum berakhir karena harus terdampar di tempat ini.
Sementara untuk Ashura sendiri, ia mengikuti Naruto dari belakang, Ia mengamati punggung Naruto dengan beberapa ekspresi yang ganjil dan sulit untuk di baca.
Butuh lima menit lebih untuk tiba di goa yang Ashura bicarakan, jalan Naruto yang pincang memakan waktu sedikit lebih lama dari yang seharusnya untuk mencapai tempat ini. Sampai di goa Naruto langsung duduk dan bersandar di dinding dingin goa.
"Ashura, aku punya permintaan padamu," Nafas yang berat untuk di ambil membuat Naruto sulit untuk berkata-kata tapi ia tetap memaksakannya, "Tolong buka titik meridian ku sekarang, kumohon padamu!"
"Apa ku yakin? untuk kondisimu saat ini akan sangat mungkin sebuah kematian lah yang kau dapat jika kita melakukannya sekarang."
Sebuah peringatan yang Ashura katakan sepertinya tidak Naruto indahkan sama sekali, mata penuh pancaran tekat bisa Ashura lihat di bola mata Naruto. Tidak punya pilihan, Ashura melakukan apa yang Naruto minta.
Naruto memposisikan dirinya duduk bersila dengan punggung yang menghadap Ashura.
Titik meridian adalah bagian terpenting dalam tubuh manusia untuk dapat mengalirkan energi spirit, total ada lima puluh empat titik meridian yang tersebar di tubuh manusia. Normalnya ketika manusia lahir akan ada titik meridian yang akan terbuka dalam tubuh meski tidak akan semua pintu atau tikik meridian itu terbuka. Umumnya hanya sebelas sampai tiga puluh titik meridian yang akan terbuka dan bagi setiap individu berbeda beda. Kondisi dimana titik meridian terbuka akan bertahan tetap dan tidak akan bertambah sepanjang hidupnya sampai ia mati. Jika seseorang ketika lahir memiliki sebelas meridian terbuka saat lahir makan sampai ia mati jumlah itu akan tetap, tidak ada cara untuk membuka titik meridian. Bahkan jika seseorang berlatih sampai ia menukar hidup itu akan tetap menjadi hal yang mustahil.
Dan sialnya bagi Naruto, ia sama sekali tidak memiliki tutik meridian terbuka di tubuhnya dan hal itu baru ia ketahui saat usianya tuju tahun saat menjalani tes masuk akademi yang di dalam tesnya akan ada tahap dimana untuk menguji barapa banyak titik meridian yang tebukan di tubuh. Hal ini lah yang menyebkan Naruto sama sekali tidak bisa mengolah energi spirit sama sekali dan membuatnya mejadi pecundang.
Hanya sampai seminggu sebelum rencana kepergiannya dari konoha Ashura bilang padanya kalau ia bisa membuka titik meridian dalam tubuh Naruto. Hal itu juga yang membuat dorongan bagi Naruto untuk meninggalkan konoha, karena jika ia melakukannya di konoha akan sangat terlihat mencurigakan. Dia awalnya yang tidak memiliki meridian terbuka tiba-tiba memilikinya, hal itu hanya akan mengundang banyak keingin tauan dan bebagai macam hal merepotkan yang Naruto tidak inginkan. Mangkannya Naruto membuat rencana meninggalkan konoha untuk mencoba cara yang Ashura tawarkan untuk membuka meridiannya, dan Naruto yakin apa yang Ashura lakukan akan berhasil dan menjadi peristiwa pertama di mana meridian seseorang akan terbuka dengan cara yang tidak dari bawaan lahir.
Kembali ke Naruto dan Ashura. Kini Ashura yang sedang berdiri di belakang Naruto tiba-tiba mengangkat dan merentangkan telapak tangannya mengarah ke punggung Naruto. Nyala api aneh berwarna ungu muncul di tangan Ashura, api ungu itu lalu menyebar di punggung Naruto dan terbangi tepat menjadi limapuluh empat bagian. Setiap nyala api juga tepat menyala kecil di titik-titik meridian di punggung Naruto, api itu tidak melukai Naruto sedikitpun malahan untuk tiga detik setelah menyala api ungu itu mincul, api itu langsung padam dan masuk ke dalam tubuh Naruto.
Rasa heran muncul di kepala Naruto karena untuk waktu yang tidak singkat ia sama sekali tidak merasakan apapun. Tapi...hal yang terjadi selanjutnya benar benar membuat ia meraung sangat keras.
"ARRKKGGGG!"
Naruto merasakan rasa sakit di lima puluh empat titik yang berbeda di punggungnya dan itu terasa seperti rasa panas terbakar sambil di tusuk tusuk dengan pisau berulang kali. Dengan tidak beraturan Naruto berguling di tanah, rasa sakit yang ia alami tumbuh semakin menjadi dan menyebar di seluruh tubuhnya. Naruto merasa seperti ada aliran energi aneh yang merayap di dalam tububuhnya, hal itu terasa sangat sangat sakit dan membuatnya menderita. Urat urat pembuluh darah menyembul keluar dari kulit Naruto yang kini juga telah berubah menjadi warna merah tua. Pupil mata Naruto hilang dan digantikan warna putih.
Rasa seperti dibakar, dikuliti hidup-hidup dan di tikam oleh ribuan belati Naruto rasakan di seluruh tubuh. Sekarang ia mengerti akan peringatan Ashura sebelumnya, dengan hanya rasa sakit ini saja akan membuat seseorang berharap dirinya mati. Namun tidak bagi Naruto, ia tau semua hal memiliki harga dan ini adalah harga yang harus ia bayar demi membuka meridiannya.
Selama sepuluh menit penuh Naruto masih meraung kesakitan, baju hitam tidak utuhnya sudah lama ia tarik sobek untuk mengungkapkan rasa sakit yang tidak bisa ia gambarkan ini. Tapi di detik selanjutnya semua raungan yang sebelumnya melolong keluar berhenti. Tapi keadaan Naruto tidak menjadi lebih baik sedikitpun ekspresi amat sakit masih terpancar nyata di wajah Naruto, kulit merah dngan urat darah yang menyembul masih tetap. tetapi suara raungan sakitnya telah berhenti.
Ashura memandang heran pada Naruto yang kini keras menggigit giginya berusaha agar suara tidak keluar. Untuk bertahan dari rasa sakit itu saja manusia mungkin tidak akan bisa bertahan. Namun Naruto masih bertahan terus hingga sekarang dan kini ia benar-benar mencoba tidak meraung kesakitan, hal ini benar pertahanan mental amat sangat kuat dan untuk memiliki mental seperti itu di butuhkan juga sebuah alasan yang amat kuat juga.
Tubuh Naruto kejang-kejang, otot nya serasa di tarik putus. Maruto tidak tau harus berapa lama lagi ia harus menanggung semua ini.
Tujuh jam penuh derita di bawah rasa sakit yang luar biasa Naruto rasakan, tubuhnya kembali normal dengan di banjiri oleh keringat dan kesadarannya kini telah hilang, jatuh pingsan.
Ashura dengan diam memandang tubuh telentang Naruto di tanah. Anak ini yang hanya manusia biasa benar benar bertahan di bawah siksaan layaknya di neraka selama tuju jam penuh tanpa mengerang sakit sedikitpun dan hanya ketika di awal ia lakukan. Ashura tau alasan apa yang Naruto miliki hingga bisa bertahan siperti ini. Itu pasti karena gadis merah, putri dari uzu itu yang membuat Naruto tetap bertahan.
"Akan jadi orang macam apa kau nantinya?" gumam pelan Ashura.
...
Ada dua hal dalam hidup yang bisamembuat manusia bertindak di luar akal sehatnya. Pertama ketika ia memiliki hal yang benar benar ingin ia lindungi dan yang kedua adalah dendam. Naruto sudah memiliki keduanya dan hal itu juga akan menjadi pacuan di hidup yang di jalaninya selanjutnya...
err bersambung ~
Yap sekian dulu untuk chapter 1 ini
Profile:
Nama - Naruto
Usia - 17 tahun
Tinggi -178 cm
Tingkat kultivasi - belum ada
[fisik sama perais kaya yang di sampul fic ini]
Nama - Kushina
Usia - 16
Tinggi -164 cm
Tingkat kultivasi - rahasia~
[fisik sma kya di anime Naruto ]
Untuk Lee dan Menma usia mereka sama seperti Naruto. Dan fisik sama kaya di animenya namun rambut menma berwarna kuning emas.
Ada 1 kalimat dari MC agaist the god yng benar benar saya suka tapi itu cukup panjang, saya singkat aja yah kalimatnya
"dalam hidup hanya ada dua tujuan akhir bagi seorang pria, satu menaklukan dunia dan lainnya adalah wanita."
Saya membuat naruto disini terpacu untuk memiliki kushina. Namun jika ia ingin memiliki kushina maka ia harus menaklukan dunia lebih dulu.
Tingkatan kultivasi (tingkat kekuatan).
- Tahap Elementry tingkat 1 -10 (alam dasar).
- Tahap Nascent tingkat 1 -10 (alam lahir)
- Tahap True tingkat 1 -10 (alam benar)
- Tahap Spirit tingkat 1 -10 (alam roh)
- Tahap Earth tingkat 1 -10 (alam bumi)
- Tahap Sky tingkat 1 -10 (alam langit)
- Tahap Emperor tingkat 1 -10 (alam kaisar)
- Tahap Tyran tingkat 1 -10 (alam tuan)
- Tahap Sovereign tingkat 1 -10 (alam surga)
- Tahap divine tingkat ? (alam dewa)
Sekian dulu saya sedang ada tugas jaga malam jadi satpam, jadi saya mau istirahat dulu… by bro an sister
