Preview bagian sebelumnya,

"Takut apa, huh?" tuntut Jihoon.

"S-sama hantu lain."

Jihoon berani bersumpah kalau untuk kata terakhir dia harus menajamkan pendengarannya.

"HAAHH??"

...

And now, Bagian Tiga.

Selamat membaca:)

Jihoon tertawa remeh. Kenapa hantu di depannya ini lucu sekali? Hantu masa takut dengan sesama hantu? Heol!

"Aku baru tahu kalau hantu juga bisa takut dengan hantu lain," ucap Jihoon, setengah menyindir, setengahnya lagi meledek.

"M-memangnya kenapa! Manusia juga bisa takut dengan sesama manusia kan!" Soonyoung membela diri. "Bahkan kamu saja takut sama kecoak, jelas-jelas kecoak lebih kecil darimu yang sudah kecil," cibir Soonyoung. Tapi ingat Jihoon bisa dengar suara kecil, dia sensitif dengan suara.

"Aku dengar, dasar setan!" umpat Jihoon.

"Iya-iya aku memang setan!" dan Soonyoung membalas.

Jihoon mendengus. Ya ampun sudah berapa kali dia mendengus di cerita ini. "Baiklah, baiklah, aku mengerti. Memangnya hantu itu beda-beda? Atau ada hierarkinya seperti pemerintahan?"

Ada alasan kenapa Soonyoung bilang wawancara ini akan berlangsung lama, itu karena Jihoon dan keingintahuannya yang besar. Lihat saja, Jihoon dan tatapannya seolah tidak memberikan cela untuk Soonyoung kabur.

Diam. Soonyoung berpikir sambil memandang wajah serius Jihoon yang malah membuatnya tidak bisa berpikir. Lalu dia mengalihkan pandangannya, pada apa saja, asal bukan wajah Jihoon yang minta di uyel-uyel—cium kalau boleh, ehe.

"Soal hierarki atau apalah itu aku nggak tau, tapi kalau beda, ya jelas. Nggak semua hantu punya tubuh yang lengkap. Manusia yang kelihatan sama aja sifatnya beda, apalagi hantu yang asal usul keberadaannya misteri?"

Jihoon manggut-manggut setuju. Soonyoung yang asal-usulnya nggak jelas aja bisa terdampar di tempatnya apalagi hantu yang lain?

"Lalu gimana hantu yang katanya bikin kamu takut itu? Bedanya di mana dari yang biasanya?"

Si rambut merah mendesah. Jihoon memang nggak suka kepo, tapi sekalinya kepo nggak tanggung-tanggung. Ya dia perfeksionis, sih. Soonyoung mencoba maklum.

"Aku rada bingung jelasinnya, soalnya kan kamu nggak lihat sendiri. Mmm..misalnya kalau manusia itu bisa ditakuti hanya dari penampilan, nah hantu itu dari auranya." Soonyoung merubah duduknya, badannya condong ke depan, tangannya bertautan dengan mata yang menerawang lurus. Dia sedang serius.

Dan Jihoon jadi merasa Soonyoung ganteng dan mulus.

Nggak. Nggak. Soonyoung itu cuma ganteng di depan, jelek di belakang. Pokoknya Jihoon nggak suka Soonyoung. Jangan sampe.

"A-aura?" Mampus. Kok jadi gugup? Jangan tanya Jihoon. Jihoon nggak tau! Eommaaaa~

Soonyoung mengangguk, agak heran si Jihoon jadi begitu. Apa dia ketakutan?

"Kemarin yang aku lihat itu tubuhnya besar tapi seluruhnya hitam, kayak tertelan bayangan. Lalu auranya juga hitam pekat, bahkan sampai menguar-nguar. Kalau yang seperti itu bahkan manusia bisa merasakan auranya, hasilnya jadi merinding gitu."

"Jadi kalau aku merinding berarti ada hantu dengan aura pekat kayak gitu? Terus kamu apa? Kok aku nggak merinding?"

Alisnya terangkat, "Aku? Auraku itu pink-pink dong, kan aku penuh cinta, apalagi ke kamu. Uuuhh sayang sini dong, mau peluk~" kedua tangannya menjulur, seolah mau memeluk Jihoon yang jelas langsung tampik pakai kata-kata belati milik si kecil.

"JIJIK DEH KWON SOONYOUNG!" Jihoon buru-buru mengeluarkan senjatanya; jimat salib yang didapatnya dari gereja, si Soonyoung langsung menjauh, dia nggak takut, cuma parno aja sama benda itu. Benda itu bisa buat dia rugi banyak.

"Aaaaaaaa! Jauhkan benda itu, sayang!"

"SAYANG SAYANG NDASMU! BERHENTI PANGGIL SAYANG ATAU INI KULEMPAR KE KEPALAMU ITU HAH!"

"IYAIYA ENGGAK, AMPUN IHHH!"

"LAGIAN YA, JANGAN SOK SOK MAU PELUK KALO MEGANG AJA GAK BISA!!"

"KATA SIAPA SIH? AKU BISA PEGANG KAMU KOK! MAU PEGANG DI MANA HAH? DI PAHA? DADA? ATAU DI ANU?!"

"MESUM ANJIR! DASAR SETAN BIADAaap—wait, apa? Kamu bisa pegang aku? Bisa nyentuh benda hidup?" Jihoon menurunkan salibnya, tapi masih dipegang buat jaga-jaga.

Soonyoung mendesah lega. "Bisa kok. Cuma kalau pegang benda bernyawa butuh tenaga lebih, yang artinya aku harus sering-sering jahil. Tapi kan kamu suka larang-larang aku jahil, rugi dong kalau aku sering pegang benda-benda hidup?"

Jihoon mendekat, Soonyoung menatapnya bingung. Sampai Jihoon mengangkat tangannya dengan wajah yang dingin abis, dia baru nggak bingung. Jihoon mau nampar dia! Pake salib woy, gila! Bisa-bisa tenaganya berkuras habis kalau dia sampe sentuhan sama tuh salib.

"Wait, Ji—"

syuuut

Nembus. Jihoon serasa mukul angin. Salibnya jadi kelempar entah kemana.

"DASAR TUKANG BOHONG! KATANYA BISA NYENTUH! ISH!" karena kesal sekaligus malu, Jihoon jadi mukul-mukul Soonyoung yang terasa mukul angin.

"Aku nggak bohong! Bisa kok! Nih."

TAP

Tangan kurus Jihoon di tangkap Soonyoung. Kemudian sang macan tenang, matanya melongo dan mulutnya menganga. "K-k-k-kenapa tadi nggak bisa?!"

Soonyoung melepas tangannya, kemudian mendengus. "Tentu saja, tadi kan aku nggak berniat menyentuhmu, jadi nggak bisa. Harus dari akunya."

Jihoon tetap membeo dan itu membuat Soonyoung gemas setengah mampus.

"Sudah sana duduk. Sebelum aku kelepasan mau nyosor tuh bibir nih. Apa mau, hmm?" mata 10:10nya menggoda, dengan senyum nakal yang dibuat-buat.

Jihoon langsung tersadar. Indranya peka maksimal terhadap ancaman cabul Kwon Soonyoung. "NGGAK MAU LAH, BEGO." lalu dia pun kembali duduk, dengan tangan terlipat dan tatapan yang lebih menusuk dari yang sebelumnya.

"Oke aku ngerti intinya. Jadi kamu butuh energi buat nyentuh benda hidup dan energinya dari jahil sama orang-orang? Terus hantu dengan aura pekat itu gimana? Kok dia bisa bikin efek padahal nggak sentuhan?"

Tuh, kan. Mulai deh rentetan pertanyaannya.

"Yang aku tau, aura hitam pekat biasanya ada di hantu pendendam. Mereka biasa buat manusia celaka gitu, kalau kamu mulai merinding pergi jauh-jauh dari sana ya, Ji?" pinta Soonyoung. Dia serius. Soonyoung nggak mau Jihoon kenapa-napa, makanya dia selalu menghindar kalau mereka muncul di jalanan.

"Ya mana aku tahu, aku kan nggak liat mereka!" jawabnya ketus. Lalu dia terpikir sesuatu, "Aku bisa lihat mereka nggak?" Kalau di film-film, hantu suka bisa bikin manusia terbawa efek dunia lain, seperti terbawa ke sana atau mendapat kekuatan gitu misalnya.

"Hah! Kalaupun bisa aku nggak mau! NGGAK MAU!" Soonyoung menolak dengan keras. Pokoknya dia nggak mau, Jihoon nggak akan kuat. Manusia biasa nggak akan kuat, manusia dengan kemampuan psikis dari lahir aja belum tentu kuat, apalagi Jihoon yang bahkan menjerit waktu pertama kalinya liat Soonyoung nembus tembok.

"JADI BISA?! COBA AKU MAU LIHAT! TUNJUKIN IH!"

demi apapun Jihoon penasaran. Agak takut, tapi dia lebih ke penasaran.

"NGGAK JI! NGGAK. SEKALI NGGAK TETEP NGGAK!"

"CUMA BENTAR DOANG SOON! SEKALI! PENASARAN BANGET INI!"

Sadar bahwa Jihoon nggak bisa di kerasin karena dia batu, Soonyoung melunak. "Nggak sayang, kamu nggak tau betapa seremnya mereka. Ini demi kamu, Lee Jihoon. Percaya sama aku."

Jihoon sedikit melunak ketika Soonyoung memohon, tapi dia sudah terlanjur penasaran. Kalau nggak di tuntasin dia bisa insomnia.

"Kamu kan tukang bohong! Aku nggak percaya! Tunjukin baru percaya!"

Soonyoung emosi, dia kesal. Jihoon keras kepala, padahal dia cuma mau melindungi. "Ya kalau aku tunjukin apa gunanya ngelarang! Batu banget, sih! Aku gini kan demi kamu!"

Melihat Soonyoung yang tarik urat, Jihoon malah makin tersulut. "DEMI AKU APANYA! AKU CUMA MINTA LIHAT SEKALI, NGGAK DIBOLEHIN. JANGAN SOK DEH, EMANG KAMU SIAPA! DASAR HANTU SIALAN, SOK SOKAN NGATUR! NGGAK SUDI LAGI AKU NGOMONG SAMA KAMU!"

Usai mendamprat Soonyoung, Jihoon melangkah pergi ke kamarnya. Membanting pintu, dan menyisakan Soonyoung yang menatap sedih pintu itu.

"Fine. Aku sayang kamu, Ji. Semoga kamu ngerti," lirihnya kemudian dia memudar, menyamarkan diri dalam suasana.

TBC

Haiiii, saya seneng deh dua chapter kemarin beberapa orang review dan memberi saya semangat untuk merogoh imajinasi hehe. Dan ketertarikan para reader dari jumlah follower dan favorite story ini, makasih banyak (๑๑)

Tolong berikan tanggapan, reaksi, dan perasaan kalian untuk chapter ini.

Gimana sama ceritanya? Enaknya si Soonyoung di apain nih? Jihoon? Atau kalian ada tanya-tanya? Silahkan di review yaa~

Terima kasih:)