Shiro terbangun dari tidurnya, terasa semua kejadiaan pada malam itu merupakan kebohongan belaka, ia sedikit merenggangkan tubuhnya untuk sedikit melepaskan sedikit rasa kaku yang memenuhi tubuhnya, tapi tunggu ada sesuatu yang janggal dikanannya.
saber sudah berapa lama kau disana."
servant tak membutuhkan tidur Shiro."
Sudah sejak dari gereja Kotomine, Saber berada disisi Shiro saat dia langsung tertidur karena kelelahan sementara dirinya harus menjaga harus menjaga dia agar tak diserang servant lain saat tertidur.
baiklah aku akan buatkan makan."
Shiro berjalan dari kamarnya menuju dapurnya dan mulai memakai memasak setelah memakai efronnya dengan lembut jarinya mulai memotong-motong bahan-bahan yang lainnya, yah jangan ditanya sudah sangat lama dirinya memasak, bahkan mendiang ayahnya masih hidup ia juga yang memegang kunci dapur.
Huaaam pagi ini makan apa."
Tohsaka apa yang kau lakukan disini ?."
Rin entah bagaimana keluar dari salah satu ruangan setelah menggeser pintu tersebut, bisa telihat wajahnya yang setengah tertidur seolah menggambarkan bahwa ia baru terbangun dari mimpinya yang menyenangkan.
bukannya sudah jelas, kita sudah membuat Aliansi jadi agar lebih mudah jika aku tinggal disini."
tapi."
Seseorang mengeser pintu ruang makan tiba-tiba terbuka menampakan seorang dipertengahan usia 27 tahunan berambut pirang, yah dialah Taiga atau bisa dibilang seseorang yang menjaga Shiro setelah kematiaan Kiritsugu.
hey Shiro mak...m kenapa kalian berdua ada disini."
Fuji-nee."
Yah pasti kau akan terkejut jika mendapati keponakanmu yang seharusnya tinggal sendiri kini memiliki 2 gadis yang tinggal bersamanya itu benar-benar mengejutkan bukan yah itulah ekspresi dari Taiga saat ini.
oh jadi begitu rumah Rin sedang hancur menjadi debu dan sekarang dirinya serta sepupunya menumpang dikediaman Shiro."
yah begitulah kenalkan namaku Tohsaka Saber."
Dengan sedikit kepintaran Rin dalam memutar balikan fakta akhirnya Taiga bisa ditundukan dengan mudah oleh mulutnya, sementara saber melakukan skak mad dengan memperkenalkan namanya untuk memastikan kemenenangan gadis berambut hitam ini.
Selama bicara Shiro hanya mencoba yang terbaik ditugasnya sendiri yaitu menyiapkan sarapan pagi untuk semuannya sebelum mulai beraktifitas seperti biasanya, kebetulan sekali pembicaraan mereka selesai setelah dirinya telah selesai memasak.
baiklah kalian bertiga ayo makan sebelum ini semua mendingin."
Shiro meletakan masakannya dimeja makan yang telah digunakan untuk peperangan argumen dan pendapat serta etika, yah apapun itu semuanya sudah selesai dan sekarang saatnya makan dan itu yang utama untuk sekarang.
Fuji-nee kemana Sakura tak biasanya ia tak ikut sarapan dengan kita."
Kutak tahu dia bilang ia juga harus memasak untuk keluargannya sendiri, oleh karena itu bagian Sakura akan jadi milikku."
Yah jika saja bagiaan itu tak dimakan oleh Saber sendirian maka tujuan untuk menghabiskan bagiaan Sakura akan terlaksa tapi yah bukannya dia ada disini.
Shiro memakai tasnya ia melihat Rin dan Saber sudah siap untuk beranhkat, tunggu kenapa Saber ikut itu karena mananya yang sedikit tak bisa membuat dia tak dilihat oleh manusia lain tapi yah sudahlah oleh karena itu hal ini terjadi.
Minggir aku mau berangkat sekolah."
apa kau masih mau memegang teguh idealismemu."
Alasan kenapa ia belum berangkat sekolah karena didepannya, berdiri seorang pria berambut putih, berkulit coklat serta memakai setelan merah, dialah servant Archer milik Rin yang identitas sebenarnya belum diketahui sampai sekarang.
apa maksudmu."
Menjadi pahlawan keadilan, meski impian tersebut hanya diberikan oleh orang lain."
tentu."
Shiro melangkah keluar melewati Archer, ia tak tahu apa yang ingin disampaikan dia kepadanya, tapi satu hal yang pasti apapun yang terjadi dia akan melanjutkan idealismenya menjadi pahlawan keadilan, sepeti yang dimiliki orang itu.
Mereka bertiga berjalan menuju sekolah, Taiga tak bisa ikut mereka karena dia sendiri ada sebuah urusan penting disekolah jadi ia harus segera berangkat menuju sekolah setelah ia selesai makan, mereka bertiga berjalan sampai...
Ohayou senpai."
Sosok berambut dan beriris ungu muncul dari gang yang tersembumyi yah ialah kyohai yang selalu membantu Shiro dipekerjaan rumahnya Sakura matao, mengetahui itu Rin langsung berjalan lebih cepat mendahului mereka berdua.
senpai kalau boleh tahu siapa dia."
Tohsaka Saber sepupunya Rin."
Sakura membungkuk dan berjalan beriringan dengan rombongan Shiro, yah pagi ini mungkin bagi dirinya merupakan hari yang cukup sibuk bagaimana tidak kakak dan kakeknya akhir-akhir ini selalu saja pulang malam dan sepertinya merahasiakan sesuatunya darinya.
Tak butuh waktu lama sampai mereka berempat sampai disekolah dengan cepat entah jurus apa yang dipakai Saber ia telah menghilang dari rombongan Shiro, yah apapun itu sekarang saatnya belajar jadi sesuatu seperti itu lebih baik sementara dilupakan.
sampai jumpa senpai, nanti kita bertemu lagi saat pulang sekolah."
Baiklah Sakura."
Mereka semua mulai menjalani harinya seperti biasa tanpa sadar ada sosok yang merencankan sebuah kekalahan bagi seluruh Master yang berada didalam gedung sekolah itu.
*
Shiro tak bisa berhenti merasa terkejut oleh kehadiran seorang murid baru dikelasnya, ia bukan terkejut karena murid itu mendaftar pada musim gugur tapi apakah usianya memang sudah tepat berada dikelas ini.
kenalkan aku Ilyasviel von eizbern semoga kita bisa berteman baik semuanya."
Sepertinya bukan hanya Shiro sendiri saja yang terkejut dengan eksistensi sosok bernama illya ini, melainkan satu kelas tersebut, para murid berada diantara batasan antara terpukau dengan kemanisan itu serta heran bagaimana gadis ini bisa masuk kesini, tapi tetap saja yang paling terkejut adalah Shiro.
Bagaimana tidak baru tadi malam ia berjumpa dengan gadis ini, dirinya masih ingat saat meterannya yang diperkuat dengan [trace on] hampir membunuh dia, serta kekuatan mengerikan milik Berserker yang masih membengkas dikepalanya.
Bagaimana illya bisa masuk kesini jawabannya, karena ia ingin merasakan bagaimana rasanya sekolah tentu dia harus berdebat dengan Sella pelayannya, tapi semua itu bukanlah halangan, lagipula jika dirinya dalam bahaya, maka dengan mantra perintah ia bisa memanggil Berserker segera untuk melindunginya.
baiklah kau mau duduk dimana."
Ucap Taiga pada Ilya muridnya yang baru saja datang tersebut, yah jadi itu alasannya kenapa dia berangkat pagi-pagi sekalu setelah menghabiskan sarapannya, karena mengurusi kedatangan murid barunya.
Gadis kecil itu kini datang dengan seragam khas sekolah tersebut rok coklatnya dengan jelas menutupi kaki putihnya sampai mata kaki, jas putih yang selaras dengan warna kulitnya dan rompi coklat yang melapisi pakaiaan putih tersebut seolah menambahkan stroberry pada kue tar, jari putihnya menunjuk sebuah bangku kosong disamping Shiro.
baiklah jika kau mengalami kesulitan minta bantuanlah pada Shiro."
baiklah Taiga sensei."
Ilya berjalan melewati bangku-bangku yang menuju bangku kosong, ia dengan percaya diri melewati para murid yang melihatnya dengan tatapan heran bercampur terpukau, setelah dirinya mencapai tempat tersebut ia mulai duduk dibangkunya.
tolong bantu aku untuk kedepannya Onii-chan."
Shiro hanya bisa mengangguk mengiyakan kata-kata gadis kecil tersebut, jujur saja ia sedikit terpukau dengan gadis berambut putih ini alasannya memanggil Onii-chan dan yang lainnya merupakan salah satu misteri yang ingin diketahui dirinya.
Jam istirahat berbunyi Rin,Saber,Shiro serta Ilya berkumpul diatas atap, entah bagaimana sepertinya Archer tak berada disini karena sesuatu hal, tapi apapun itu yang terpenting sekarang bukan itu melainkan rencana apa yang direncanakan oleh gadis kecil berambut putih ini.
sekarang jelaskan apa alasanmu masuk kesekolah ini."
jahat sekali kau Rin aku hanya menginginkan bagaimana rasanya sekolah."
apa hanya itu."
ya tentu saja."
Ya Ilya masuk kesekolah bukan sebagai Master melainkan sebagai murid biasa, dari kecil dia tak pernah pergi kesekolah, apa yang ia pelajari ia dapatkan dari buku-buku yang terdapat pada kediaman Eizbern.
Apa salah jika ia ingin seperti Shiro dan lainnya.
Apa salah jika ia ingin punya teman.
Apa salahnya jika ia ingin hidup sebagai manusia bukan sebagai homunculus.
Shiro nampak mengetahui, bahwa niat Ilya benar-benar hanya untuk mendapatkan pelajaran bukan merencanakan sesuatu yang berbahaya seperti, menghancurkan seluruh gedung sekolah bersama seluruh master yang ada.
Saber sendiri sepertinya pernah melihat gadis, ia mengingatkan pada seorang gadis dengan perawakan yang sama hanya saja, Ilya lebih muda dan enerjik dibanding dengan perempuaan yang ada dipikirannya.
ya jika itu benar harusnya kau memulai dari SMP sesuai dengan umurmu."
umurku sudah 18 tahun jadi wajar saja jika aku masuk SMA."
Seketika Rin dan Shiro terkejut, 18 tahun bukannya itu usia yang lebih tua dari Shiro yang berusia 17 tahun, bukan hanya masalah itu tubuh gadis seperti gadis berusia 10 sampai 13 tahun dibanding dengan 17 tahun.
kau tak bohongkan."
Hanya rubah licik yang mencoba berbohong."
Bukannya Shiro tak pantas dipanggil Onii-chan, bukannya ia seharusnya memanggil Ilya sebagai Onee-san dan bukan malah sebaliknya, tapi yah apa boleh buat awalnya bukannya mereka tak tahu umur masing-masing.
Setelah puas dengan jawaban tersebut Rin melangkah pergi menuju pintu keluar, diikuti dengan Shiro sementara Saber masih menatap Ilya dengan tatapan yang menyipit, mencoba mengingat sosok yang sama dengan gadis ini.
Onii-chan apa Ayahmu pernah menyeritakan tentang keluargannya ?."
dia tak pernah bercerita tentang keluarganya sekalipun, memangnya kenapa Ilya ?."
Dilihat sosok itu mulai menjauh Ilya berdiri menatap langit sebongkah air mata mulai turun dari pelipis matanya, tak tinggal diam Saber memberi sebuah gadis itu sapu tangan, yah bagaimanapun juga dia adalab seorang kesatria jadi membiarkan gadis kecil menangis merupakan sebuah penghinaan bagi kesatria seperti dirinya.
Terima kasih Saber "
Ilya tak menyadari sebuah lingkaran sihir kecil yang tergambar dibeberapa meter dikaki mereka, lingkaran sihir yang bersinar merah lalu dengan cepat membentuk sebuah kuba merah yang mengurung seluruh sekolah ini.
Saber langsung bersiaga dan merubah baju putih serta rok birunya menjadi sebuah zirah kesatria dengan pedang tak terlihat miliknya, ia mengarahkan pedang itu pada gadis didepannya itu sambil menanyakan pertanyaan.
kenapa kau melakukan ini ?."
Aku tak melakukan apapun Saber."
Saber menurunkan pedangnya, bukannya ia percaya dengan kata-kata Ilya melainkan, selama bertempuran dulu ia sering sekali membaca ekspresi musuhnya dari wajahnya dan sekarang dia tak menunjukan kata-kata kebohongan.
Ilya sendiri ingin memanggil Berserker namun, sayangnya tubuhnya yang besar tak akan bisa bertarung diruang sempit seperti lorong ataupun kelas, jadi akan lebih baik jika ia tak bergerak gegabah terlebih dahulu.
Ilya apa yang kau lakukan."
Rin dan Shiro kembali ketempat Ilya dan Saber berdiri setelah menyakinkan dengan jawaban yang sama dengan penguatan dari Saber, Ilya dapat membungkam mulut Rin yang seolah terus menyalahkan dirinya atas bidang batas yang terbentuk disini.
kalau bukan Ilya lalu siapa ?."
Shiro menanyakan hal yang wajar, jelas sekali yang melakukan hal ini adalah servant tapi siapa dia tak dapat menemukan jawabannya dikepalanya itu, namun ponselnya berdering dengan cepat ia mengangkatnya dan alangkah terkejutnya dengan suara yang menetelephonenya.
[Emiya tak kusangka kau juga seorang master tak kusangka aku akan menghabisi 4 master sekaligus dihari ini]
Shinjii apa yang kau lakukan."
Shinjii matou kakak Sakura yang menyebabkan Shiro harus membersihkan tempat club memanah sampai malam hari, dan hampir mati karena tombak Lancer yah itu sudah lama tapi tak disangka pemuda ini juga seorang master.
Shiro menampakan ekspresi marah pada telephonenya, ia jelas marah bukan karena kejadiaan waktu itu melainkan atas perbuatannya saat ini dimana semua orang sedang dihisap mananya oleh servant dia entah class apa yang sampai bisa membuat bidang batas seperti ini.
[Selamat siang Emiya, kau tahu tidak mana dari seluruh orang disekolah ini sedang dihisap oleh servantku Rider]
Apa maumu Shinjii.?"
[Tidak aku hanya mau kau datang didepan kelas 2-E jika tidak]
[Senpai jangan mengikuti perintah Nii-chan]
lepaskan dia Shinjii."
[Kau tahukan Emiya...]
Sepertinya selain mengunakan seluruh warga sekolah sebagai tawanan sepertinya Shinji juga mengunakan adiknya sendiri yang merupakan orang dekat Shiro sebagai sandrannya juga, bukannya tindakan pengecut benarkan.
Shiro hanya bisa mengigit bibirnya kuat-kuat sambil menutup handphonenya bukan hanya karena Sakura, dulu dirinya pernah berjanji untuk menjadi pahlawan keadilan oleh karena itu ia tak bisa membiarkan seluruh orang yang ada disekolah ini mati karena kehabisan Mana.
Ia tertawa seperti orang gila sambil mengalungkan sebuah belati dileher adiknya sediri, Shinjii matou menunggu sosok yanh akan menjadi bulan-bulanan servantnya Rider.
tunggu Shiro jangan gegabah, bisa gawat jika nyawa Sakura terambil juga."
Ia ingin segera lari, namun apa yang dikatakan Rin benar jika ia salah tindakan dan penangganannya, kepala Sakura bisa terlepas dari badannyakan.
lalu apa yang akan kita lakukan Rin ?."
kalau itu lebih baik Onii-chan kesana segera, lagi pula mau bagaimanapun Rider tak akan membunuh adik kelasmu itu."
Sementara Ilya hanya berdiri menatap bidang batas tersebut, sambil bermain dengan bidak sihir berbentuk burung putih ditangannya, sepertinya ia telah memulai langkah awalnya sendiri.
Mengetahui itu Rin agak curiga bisa saja Ilya cuman berbohong pada mereka, scenario terburuknya adalah saat Shiro sampai disana, ia terbunuh oleh Rider dan Sakura juga ikut mati ditangan saudara angkatnya Shinjii.
Shiro lebih baik kita kesana segera."
apa kau percaya dengan kata-katanya, Saber bisa gawat kalau iblis putih ini sampai berbohong."
baiklah Saber, ayo kita segera pergi."
tunggu."
Sebelum Rin bisa menentang keputusan tersebut Saber dan Shiro sudah berlari meninggalkan dia, bersama dengan Ilya tapi itu tak berlangsung lama saat gadis berambut putih ini juga meninggalkannya, sekarang suka atau tidak dia juga harus mengikuti mereka.
Tak butuh waktu lama sampai kelompok Shiro berhadapan dengan Shinjii yang mengalungkan sebuah belatu pada leher Sakura, senyumnya begitu terlihat jahat membuat Shiro dan yang lainnya tak bisa bertindak sama sekali hanya satu orang yang berani berjalan maju kedepan.
hey-hey siswi baru diamlah atau dia akan mati."
coba saja bunuh dia jika bisa ?."
Ucapan Illya membuat semua orang yang masih sadar disana terkejut, ia memunculkan bidak sihir dalam mode Degen, atau pedang yang terbuat dari rambutnya yang bersinar putih, ia terus maju mengarahkan budak sihir itu pada Shinjii.
kau bercandakan Illya ?."
sayangnya tidak Shirou."
senpai."
Shiro melihat Ilya dengan tatapan marah, sepertinya ia benar-benar bodoh mempercayai dia, ia secara diam-diam mengeluarkan meteran yang telah dikuatkan oleh sihir Trace on berantisipasi jika dia tetap terus melanjutkan berjalannya,
Shinjii semakin mendekatkan belatinya keleher Sakura berlahan karena panik ia menempelkan mata pisau tersebut mengetahui 3 buah bidak sihir Illya sudah bersiaga menyerangnya dan saat ia ingin mengorok leher jenjang tersebut, Rider memegang tangannya sampai membuat belati tersebut terjatuh.
Rider lepaskan tanganmu dan habisilah gadis kecil itu."
Yang ditunggu Ilya akhirnya terjadi jelas sekali Shinjii mengenggam buku yang bergambarkan Comand spell, servant membutuhkan Mana untuk bisa dipanggil dan diwujudkan didunia ini, jika dia mengunakan buku sebagai mantra perintah itu artinya ia tak memiliki aliran Mana ditubuhnya lalu siapa yang memanggilnya itu jelas jawabannya.
tidak kubiarkan kau menyakiti masterku."
dia bukan mastermu, dengan mengunakan perintah Rider kuperintahkan kau membunuh gadis kecil tersebut."
Jika dilihat dari aliran Mananya maka milik Sakura lebih besar dari milik Shinjii ini terbukti dengan dirinya yang tak ikut pingsan seperti murid lain dan terbakarnya buku comand spell palsu tersebut jadi bisa disimpulkan Master sebenarnya dari Rider adalah Sakura.
BOOOM
Salah satu bidak sihir Illya yang dalam mode Dalet tersebut meluncur dan membuat lubang pada lantai, kau bisa liat garis luncur senjata tersebut tipis mengenai leher Shinji, jika ia mengeser sedikit saja lintang senjatanya dipastikan akan ada kepala yang terlepas dari badannya hari ini.
Mengetahui dirinya dalam bahaya Shinji segera melarikan diri, memangnya apa yang ia bisa lakukan comand spell palsunya telah hilang, servantnya juga berkhianat ia hanya bisa lari sambil menatap benci pada Illya
bagaimana kau tahu hal ini Ilya."
bagaimana seekor induk rusa dapat cara merawat anaknya, alasannya sederhana karena aku lebih pintar darimu rin."
Dengan sedikit kalimat ejekan Ilya mengejek Rin, tidak salah juga ia mengejeknya apa lagi berkat dialah Sakura bisa selamat, tapi sepertinya mereka punya satu hal yang terlupakan yaitu bidang batas milik Rider masih aktif menyerap mana semua orang yang berada disekolah tersebut.
dengan mantra perintah kuperintahkan Rider menghancurkan bidang batasmu sendiri."
Berlahan kuba sihir merah milik Rider beransur menghilang, yah bukannya Sakura bisa memerintahkan servantnya tanpa mantra perintah saja, mungkin gadis berambut ungu ini mengantisipasi bila dikhawatirkan dia, tak bisa menghilangkan Pelindungnya secara langsung.
Illya berjalan melewati Sakura, dia membungkuk pada dirinya karena sudah menyelamatkan, setelah melewati gadis berambut ungu itu, ia berbalik kearah Shiro lalu mengatakan sebuah kata yang mungkin membuat Shiro sendiri terkejut.
lain kali kita akan bertemu lagi Shiro."
Shiro bahkan belum berterima kasih pada gadis itu tapi keberadaannya sudah menghilang dari pandangannya, seolah membuat pandangan tadi merupakan sebuah tipuaan belaka yang baru dilakukan oleh tukang sulap.
Sakura mendekati Rin dan tersenyum padanya, dia memanjukan tangannya seolah meminta jabat tangan darinya, ia tak melakukan ini tanpa alasan hal ini disebabkan karena sudah lama sekali sejak hari itu, hari dimana kita berpisah.
Rin seolah tahu apa yang diinginkan saudaranya ini, ia menjabat tangannya, matanya seolah menahan air mata yang ingin ia keluarkan dari pelipisnya, sejak kematiaan ayahnya dan kegilaan ibunya dirinya tak punya keluarga kecuali satu, itupun sudah lama mereka tak bertemu.
sudah lama sekali tak bertemu ya Onee-san."
yah aku juga merindukanmu Sakura."
Mereka berdua saling memandangi sambil tersenyum lebar dan menahan rasa tangis yang memenuhi wajah masing-masing, Shiro sebenarnya tak mengerti dengan apa yang ia dengar bagaimana tidak mereka berdua saudara, bukannya marganya berbeda satunya tohsaka dan satunya Sakura.
Butuh cukup lama untuk menjelaskan situasi ini pada Shirou, yang kebingunggan dengan apa yang terjadi, jadi ringkasan akan menjadi seperti ini, Rin dan Sakura adalah awalnya saudara kandung karena keduanya berbakat sihir akhirnya Sakura diadoptsi keluarga matou agar kelak keduanya menjadi penerus keluarga Tohsaka dan Matou.
Mata hari mulai terbenam mewarnai seluruh dataran dengan warna jingga yang indah, keempat sosok itu berjalan dibawah cahaya sore tersebut.
jadi gadis berambut putih ini siapa Senpai ?."
Kata-kata Sakura seolah memecah kesunyiaan yang melanda keempatnya saat berjalan mereka menuju kekediaman Shiro,
Shiro dan Saber membuat pose memegang dagu, karena sebenarnya mereka pernah mendengar atau melihat ciri-ciri yang sesuai dengan deskripsi seperti gadis cilik tersebut tapi dimana ya seolah kenangan tersebut telah terkubur dalam-dalam dimemori paling dalam otaknya.
sepertinya dulu aku pernah mendengar ciri-ciri gadis yang seperti Ilya."
ya kau benar Shiro, aku juga serasa pernah melihatnya."
Keduanya saling mengangguk sementara Rin dan Sakura hanya saling melihat, alasan Rider tak muncul dikarena jumlah Mana dalam tubuh Sakura cukup banyak sehingga hal seperti ini merupakan hal yang mudah.
ngomong-ngomong kalian tak curiga kenapa dia masuk kedalam sekolah kita."
sebenarnya matanya mengatakan kejujuran, dia memang berkeinginan hidup seperti anak seusianya."
hanya dengan itu, aku tak percaya."
Rin berbalik dan berjalan marah setelah mengucapkan kata tersebut, jujur saja dalam dirinya ia tak menyukai gadis bernama Illya tersebut entah bagaimana seperti hubungan antara kucing yang alamiyah membenci Anjing, seperti itu yang mengambarkan hubungan antara dirinya dan dia.
Sementara Sakura, Shiro dan Saber hanya bisa tertawa kecil melihat tingkah tak dewasa dari Rin, yah mau apapun yang terjadi, tak akan merubah fakta bahwa yang menyelamatkan Sakura adalah Ilya.
jujur saja saya cukup terkejut bahwa anda adalah master saya."
Sakura hanya tersenyun atas telepati dari Rider, yah bagaimana Ilya bisa tahu hal tersebut apapun hal itu, dia bisa menyelamatkan dirinya dari tangan kakak tirinya yang hampir mengorok lehernya kemarin.
Malam telah memakan segala bentuk cahaya yang ada dikediaman keluarga Eizbern, kediaman yang bisa kita sebut Istana karena ukurannya yang besar serta terletak ditengah-tengah hutan, bagaimana ini bisa terbentuk itu merupakan sebuah misteri.
tak kusangka anda bisa seceroboh itu pergi kesekolah."
Didalam kamar mandi Ilya yang telah merelekskan diri dimarahi oleh salah satu pelayannya Sella, seperti yang kita tahu, ia hanya ingin seperti anak seumurannya, tapi sepertinya hal tersebut merupakan hal mustahil untuknya.
Dia hanyalah sebuah Homunculus yang disuruh mengikuti perang cawan suci ini sebagai wakil dari keluarga Eizbern, tapi apakah salah selama dia disini setidaknya ia ingin hidup selayaknya gadis remeja yang lainnya.
kau tahu Sella, Leysritt, bahws Kiritsugu tak pernah bercerita tentangku atau ibunda pada Onii-chan."
Kedua pelayan tersebut seketika terdiam, mungkin salah satunya hanya diprogram untuk selalu berekspresi datar tapi untuk Sella yang terdiam merupakan hal yang sangat langka sekali.
Illya tak seharunya kau memanggilnya kakak, karena kau lebih tua darinya."
EH kubarutahu hal itu."
Seketika Ekspresi muram gadis bernama Ilya ini berubah menjadi penasaran, sepertinya Leysritt yang tak ada program sifatnya lebih mudah menarik gadis kecil ini dari jurang kegalauaan dan keputusasaan.
