Bisa dibilang sekarang Shinji sedang berada digereja Kotomine Kirie, ia sudah tak tahu harus bagaimana atas nasip sial yang menghampirinya, maka keputusan untuk menyerah pada pihak gereja merupakan satu-satunya jalan adalah memohon perlindungan dari pengawas.

jadi kau mau menyerah Anak muda."

ya tentu aku sudah tak memiliki servant, kenapa Rider harus berkhianat dan melidungi Sakura."

Kotomine kirie sendiri hanya tersenyum dengan senyuman khasnya, ia seperti menyimpan sebuah rencana besar untuk kedepannya pada Shinji dan sang cawan suci, hanya dirinya sendiri yang bisa mengetahui hal.

andai saja aku yang memanggil Rider bukan Sakura, pasti aku bisa memberi pelajaran pada murid baru sialan, ini semua salah sang cawan suci yang tak berpihak padaku."

Senyum Kotomine semakin menjadi bagaimana tidak kebetulan sekali, ia memiliki servantnya yang dulu mengantarkannya kekemenangan siapa lagi kalo bukan Sang Raja Pahlawan Gilgamesh, sepertinya rencananya akan terlaksana jika, pemuda bodoh ini menjadi masternya yang bisa ia kendalikan sesuka hati.

anak muda apa kau masih akan menyerah jika aku memberimu servant lagi."

tentu aku tak menyerah kuingin melihat gadis kecil itu, Sakura ,Emiya dan yang lainnya menderita."

kau sangat beruntung sekali anak muda karena masih ada servant yang tersisa pada perang sebelumnya."

Shinji tersenyum jahat dan mulai tertawa, ia membelai luka gores dilehernya sambil bertekad untuk membuat penyerang membayar dengan hidupnya sendiri atas luka dan rasa malu yang ia rasakan sekarang ini.

Sementara Kotomine sendiri hanya tersenyum, ia sangat senang karena telah mendapat mainan baru yang kelak akan berguna untuk melawan seluruh servant yang ada dan memenangkan perang cawan suci ini.

*

[korban penyerangan sosok misterius menjadi 7 orang]

Berita itu mengema diseluruh ruang makan kediaman Emiya, entah apa yang terjadi, penculikan para pemuda-pemudi dan kemudiaan jasad mereka akan ditemukan beberapa hari kemudiaan dengan kondisi kering seperti Tulang tanpa kulit dan jantung mereka telah hilang.

jadi begitu kenapa kau juga ikut menginap disini Sakura."

habisnya aku tak mungkin meninggalkan Onee-san berdua hanya dengan Senpai."

Lupakan tentang berita tersebut dimeja makan telah ada berdebatan yang sengit antara kedua saudara ini, suara mereka hampir memenuhi seluruh ruangan, bukan lebih tepatnya suara Rin yang terdengar keras sementara Sakura terlihat tenang-tenang saja dan kalem menanggapi seluruh argumen saudaranya itu.

Sementara itu Shiro hampir selesai membuat makan malam untuk hari ini, entahlah apa yang terjadi tapi kemarin malam Sakura juga bergabung dengan aliansi Rin dan dirinya, yah apapun itu hari ini ia jadi kerja ekstra keras karena ada sekitar 6 kepala yang harus diberi makan termasuk dirinya.

baiklah kalian semua berhentilah bertengkar dan mulai sarapan."

Terima kasih Shiro."

Dengan cepat Saber mulai mengambil sumpit dan memakan hidangan yang ada didepannya ini dengan lahap, disusul dengan Taiga yang mulai beringas seperti macan yang menerkam mangsanya, sementara disisi lain Rin dan Sakura hanya makan seperti orang normal biasanya, dan tak lupa Rider yang makan dengan penuh ketenangan.

Shiro juga ikut duduk dan mulai memakan hidangannya dengan tenang, jujur saja rumah ini mulai berlahan mulai terlihat ramai atas datangnya orang yang terus menginap dikediamannya diawali oleh Rin, lalu Sakura dan Rider, berlahan kesediriaanya mulai terisi.

lalu apa keluargamu tak khawatir Sakura."

tak usah khawatir Senpai, beberapa hari ini kakek tak pernah pulang kerumah dan aku takut jika nii-chan melakukan sesuatu padaku."

Kakek Sakura, akhir-akhir ini jarang pulang entah apa yang ia kerjakan diluar, yang jelas itu cukup membuat ia khawatir karena umurnya yang renta tersebut, tapi setiap kali bertemu ia masih terlihat baik-baik saja.

Shiro sedikit mengerti atas ketakutan Sakura, Shinji pasti sedikit marah atas pengkhianatan yang dilakukan Rider, apapun itu lebih baik memang ia menginap disini, ini juga akan menyakinkan Taiga bahwa dirinya tak melakukan hal buruk pada Saber dan Rin.

ngomong-ngomong kalau kuboleh tahu roh pahlawan apa Archer milikmu Rin."

Kutak tahu katannya dirinya melupakan jadi dirinya."

Yah Shiro bertanya bukan kenapa-napa sebabnya ia tak tahu roh pahlawan dengan ciri-ciri seperti Archer, yah ia tahu identitas Saber disebabkan oleh pedang emas yang menjanjikan kemenangan Excalibur.

Entah bagaimana Archer melupakan tentang asal usulnya sendiri, tapi dari gelagat Archer yanh dapat mengeluarkan jurusnya tanpa terhalang sesuatu saat melawan Lancer, melupakan hal yang aneh mengingat ia kehilangan ingatan.

baiklah aku pergi dulu ada kencan penting yang harus ikuti."

Taiga setelah menyelesaikan makannya ia segera berdiri dan berlari, sepertinya dia memiliki janji kencan dengan seorang pria, semoga kencan itu lancar dan dapat membuat bibi yang sering dipanggil Fuji-nee segera melepas kelajanggannya menyedihkan ini.

Sekarang hanya ada 2 gadis, 2 servant perempuan dan seorang pemuda, mungkin bagi para pembaca kalian seolah tokoh utama kita memiliki haremnya sendiri, dan mulai melakukan ritual seperti yang dilakukan si rambut legend.

baiklah aku akan mencuci piring dulu, setelah itu aku akan menyiapkan futon untuk kalian berempat."

PYAAAR

tiba-tiba bukan karena ia kelelahan atau apa Emiya shiro tak sadarkan diri entah dari mana sekelebat bayangan hitam muncul dan menculik pria berambut merah itu lalu membawanya keluar, karena sangking cepat Saber dan Rider belum sempat bergerak satu inci-pun.

Tak sampai disitu saja saat Saber membuka pintu gesernya untuk menyelamatkan Shiro, sekelompok manusia dengan pakaiaan hitam bertopeng tengkorak muncul dihalaman kediaman Emiya, seperti ninja yang tak dapat terdekteksi kedatangannya.

jangan-jangan ini Assassin."

Yah dialah Assassin hitam dengan identitas Hassan i sabbah, pakaiaan Saber dan Rider seketika berubah menjadi armor perang, bersiap untuk menghadapi musuh yang berada didepannya dengan pedang yang tak terlihat dan pedang pendek berantai.

Sementara Assassin hitam membiarkan anak buahnya menahan Saber dan juga Rider sementara ia bisa lari dari sana dengan mudahnya, benar-benar rencana yang biasa namun efektif untuk menahan kedua servant tersebut.

Rin aku akan mengejar sibodoh terserbut."

baik hati-hatilah Archer."

Dengan telepetinya Archer memberitahu Rin, atas tindakannya mengejar pemimpin para Assassin hitam ini, dari sudut manapun memang satu-satunya yang mungkin mengejar adalah dirinya karena cuman dia servant yang tak ada dirumah tersebut.

Saber memandang lurus kedepan sambil bersiap mengayunkan pedangnya menuju sekelompok orang-orang bertopeng tersebut dan setelah ia terlihat berlari, ia mulai menunjukan kemampuannya sebagai servant class Saber.

*

Kuil Ryuudou Shiro membuka matanya terlihat jalan menuju terbuat dari paving, dia tak mengingat apa yang terjadi, awalnya yang ia ingat adalah dirinya sedang membawa piring menuju tempat cucian.

Baiklah master Saber apa yang akan kulakukan padamu."

Sosok itu terbang diudara dengan jubahnya seolah mengejek Shiro yang melihatnya, yah jelas sekali bahwa wanita tersebut adalah Caster, servant yang dikhususkan dalam serangan sihir atau dalam bahasa lain kelas penyihir.

Shiro bersiaga dengan meterannya yang diperkuat dengan sihir [Trace on] miliknya kepada Caster, tindakan sia-sia sihir penguatan seperti itu bisa melawan master dalam bidang kesihiran atau sang Servant tersebut, tapi setidaknya jika ingin mati ia ingin meninggalkan kedunia dengan perlawanan meski itu percuma.

percuma saja dasar penyihir kelas tiri kau tak akan bisa mengalahkanku."

Mengetahui perlawanan sia-sia Shirou, Caster mengeluarkan lingkaran-lingkaran sihir yang siap meluncurkan serangannya, dan tanpa diberi aba-aba rangkaiaan pilar-pilar cahaya mulai meluncur kearah lawannya tersebut.

Namun sebuah pedang besar telah diayunkan memotong rangkaiaan pilar cahaya yang melesat tersebut, sosok bertubuh besar dengan rambut panjang dengan seorang gadis kecil berambut putih dan bermata merah dipundaknya ialah sang Berserker dan Masternya.

bagaimanapun aku dan Berserker yang membunuh Shiro."

Illya."

Caster terkejut dengan kemunculan Berserker yang dengan ekspresi garangnya menatapnya, dengan gencar ia mulai meluncurkan beberapa peluru cahaya yang mulai menyerang tubuhnya, namun serangan tersebut tak berefek apapun pada dirinya.

Berserker menangkapi itu tanpa bergerak seincipun dan setelah rentetan serangan itu berakhir, ia menurunkan master kecilnya tersebut lalu dengan sekala lompatan ia sudah mencapai Caster yang berada diudara dan dengan pasti dirinya mulai mengayunkan pedang besarnya.

Caster dengan putus asa membuat lingkaran sihir pelindung untuk menahan ayunan pedang tersebut, tapi sepertinya itu percuma saja terbukti dengan sekali hantam, pelindung terdorong menabrak tubuh Caster dengan telak.

baik Berserker habisi dia."

Berserker bersiap mengayunkan sisi mata pedang besarnya kearah Caster yang terbaring ditanah, namun sialnya, saat pedang tersebut hampir menyentuh tubuhnya tiba-tiba tubuhnya diambil oleh sosok bertopeng hitam lalu membawanya lari.

Illya berjalan kearah Berserker dan berbalik badan menghadap Shirou, ia ingat kembali tentang perintah dari keluarga Eizbern membunuh Kiritsugu dan anak yang dipungutnya tak lain adalah Shirou sendiri.

sekarang giliranmu Shirou aku harus membunuhmu demi tujuan yang diberikan padaku."

Berserker dengan cepat berlari kearah Shirou mengayunkan pedang Nine livesnya dan bersiap untuk membelah 2 tubuh pemuda berambut merah tersebut.

[Rho aias]

Archer telah muncul didepan Shirou dan mengeluarkan sebuah pelindung tujuh lapis berbentuk bunga dengan lima kelopak berwarna ungu cerah, perisai itu menahan pedang besar Berserker dengan tenaga maksimal.

Meski serangan Berserker berhasil ditangkis dengan pelindung tersebut, tapi itu terbukti efektif untuk menghancurkan satu lapis Rho Aias milik Archer, mengetahui serangannya masih efektif ia kembali mengayunkan pedangnya lagi, lapisan kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam.

Ayunan tersebut begitu cepat dan kuat sampai menghancurkan Enam lapisan dengan waktu yang dibilang singkat, mengetahui benteng pertahannya tak mumpuni menahan serangan brutal dari Berserker ia segera mengendong Shiro lalu melompat menjauh sebelum pelindung terakhir hancur.

turunkan aku baka."

Sialan kau yang bodoh."

Archer sempat terlibat perdebatan kecil dengan Shiro, namun ia kembali fokus dan mengeluarkan 2 pedang Kanshou dan Bakuya, 2 pedang berwarna hitam dan putih, bersiap untuk menyerang Berserker yang ada didepannya.

Seketika kedua servant ini berlari dan saling menghantamkan pedangnya.

*

Tangga kuil Ryuudou tengah berdiri 2 class Assassin menghadang Saber dan Rider untuk melanjutkan berjalanan mereka untuk mengambil Emiya Shirou, Rin dan Sakura seolah tak percaya akan ada 2 servant class Assassin yang menghadang mereka.

2 class Assassin mana mungkin ini terjadi."

Kedua Servant itu seolah tak bisa menjawab pertanyaan mereka, Assassin ungu bersiap dengan kuda-kuda untuk menahan Saber, dan Assassin hitam akan menahan Rider.

baiklah saber sepertinya aku yang akan melawanmu."

Ucap Assassin ungu dengan penuh wibawa sambil memegang pedang nodachi miliknya, kepada Saber, dia merupakan sosok yang menjujung tinggi kesatria layaknya seorang samurai yang menantang lawannya untuk berduel.

Saber menanggapi tantanggan Assassin ungu, dalam beberapa detik berikut Suara dua pedang terdengar, pedang tak terlihat miliknya beradu dengan nodachi (pedang panjang) milik lawannya, Raja Arthur melawan Kojirou sakaki siapa yang akan menang belum ada yang tahu akan hal itu.

Mengetahui kedua servant itu Assassin hitam dengan belatinya mulai menerjang Rider, mencoba mengakhirinya dalam sekali serang, tapi tentu tak semudah itu dengan pedang pendek berantai miliknya ia menagkis serangan tersebut.

Dengan cepat Rider mengeluarkan pedang pendek keduanya, berniat untuk melukai Assassin hitam yang masih berada diudara dengan menusukkannya, tapi dengan mudah dia menghindar dengan melakukan gerakan Akrobatik memutar seluruh tubuhnya dengan momentum dibelatinya yang beradu dengan pedang pendek pertama milik Rider.

Sementara itu disisi lain setelah kedua pedang tersebut beradu, mereka melompat menjauh dan masih dengan posisi siaga keduanya saling menatap.

kau lawan yang hebat sekali, Assassin yang berwarna ungu."

Kau hebat juga, wahai burung pipit kecil."

Serangan ketiga dimulai dari Assassin ungu, ia mengunakan beban yang lebih besar pada mata pedangnya dan mengayunkannya dengan kedua tangannya membentuk tebasan garis miring dimulai dari bawah, menangapi hal tersebut, Saber melompat kebelakang untuk menghindari serangan tersebut

Namun, hal tersebut yang ditunggu oleh Assassin ungu, ia dengan cepat memasang kuda-kudanya dan juga memposisikan pedang nodachi miliknya, untuk mengeluarkan jurus andalannya, ia berjalan beberapa langkah pada Saber yang telah memposisikan pedangnya untuk menagkis seranganya, tiga buah tebasan dari atas, kebawah lalu kembali keatas, telah dilakukan olehnya dalam waktu sekitar 1 detik.

[Tsubame gaeshi]

Mengetahui itu Saber tak berkutik ia hanya bisa menahan salah satu tebasan dengan pedanngnya namun, kedua sisanya berhasil melukai pinggang dan juga bahunya, menimbulkan luka yang cukup dalam ditempat tersebut, kembali Assassin ungu menjauh dan bersiaga dengan pedangnya lagi

Itulah teknik yang diciptakan Kojiro sakaki yang membuat dirinya ditakuti dimasanya, sebuah jurus yang terinspirasi, dari burung walet yang menukik.

Saber."

Rin agak panik saat serangan Assassin ungu berhasil menembus pertahanan miliknya, dengan hanya mengunakan sebuah pedang nodachi biasanya, benar-benar teknik yang sangat berbahaya dengan jangkauan serangan jarak dekat atau menengah.

Sementara disisi lain mengetahui rekannya terluka, Rider mengeluarkan sebuah tunggangan yang membuatnya berada diclass Rider, sebuah kuda berwarna putih dengan sepasang sayap berwarna sama dengan tubuhnya melayang diudara dengan sang servant yang menungganginya.

Konon setelah Perseus membunuh Medusa dengan memenggalnya, dari tubuh makhluk itu keluar dua buah makhluk mitologi dan salah satunya adalah sang pegasus yang tengah ditunggangi oleh dirinya ini kuda yang keluar dari tubuhnya.

kalau begitu apa kau bisa menahan serangan ini Assassin ungu."

Dengan pedang panjangnya (Nodachi) ia bersiaga, entah bagaimana rekan sesama Assassinnya sudah menghilang dari tangga kuil Ryuudou, dengan tatapan serius Sakura menatap Rider, yah prioritas mereka sekarang adalah membebaskan Shirou dari tahanan Caster.

*

beberapa menit yang lalu.

Archer dengan dua buah pedang pendek berbeda warna itu terus menyerang Berserker yang serangannya begitu penuh kegilaan, kebrutalan,dan kekuatan namun, dibalik itu semua ia begitu lincah dan terorganisir serangan.

[Trace on]

Kembali sekali lagi Heracles mengayunkan pedang besarnya kearah Archer namun, menanggapi hal tersebut dengan sihir proyeksinya ia menciptakan sebuah pedang besar disampingnya untuk menahan serangan tersebut, tapi dengan cepat Heracles mengunakan salah satu kakinya untuk menendang tubuh Archer hingga terpental.

kenapa-kenapa Ayah lebih memilihmu dari padaku."

Illya berteriak kepada Shirou tentang perasaannya, dirinya menangis dalam hatinya ia sudah lama sekali menahan perasaan ini, ia ingin menyelesaikan tujuan hidup yang membuatnya mirip manusia pemberiaan ibundanya yang telah meninggal.

Shirou tak mengerti dengan kata-kata Illya, ia melihat gadis kecil itu menangis, kenapa tangannya sendiri seperti bergerak ingin memeluk gadis ini yang merupakan sosok yang ingin membunuhnya sekarang.

Pandangan Archer berubah menjadi sedih ia merubah Kanshou dan Bakuya miliknya, menjadi sebuah pedang yang lebih tajam dan berubah bentuk seperti sebuah sayap berwarna putih dan hitam, inilah bentuk kedua dari senjata yang sering digunakan Archer ini Kanshou dan Bakuya overedge.

kenapa hidupmu bahagia, mendapatkan cinta ayah, hidup dengan banyak teman dan sahabat."

Archer berlari menembaskan pedang berwarna putih dari samping, Berserker menahan serangan tersebut dengan pedang besar miliknya namun, tak sampai disitu serangan tersebut dia masih memegang sebilah pedang hitam lagi ditangan sisi lainnya dengan segera ia menebaskan pedang tersebut kekepala lawannya.

Tapi Berserker dengan cepat mengunakan tangannya untuk melindungi lehernya, sehingga serangan itu melukai tangannya bukan kepalanya, ia segera mundur satu langkah lalu menghantamkan dari atas pedang Nine livesnya tersebut.

Dengan menyilangkan kedua pedangnya diatas kepalanya, ia menahan serangan serangan kuat tersebut, tapi seperti dirinya serangan tak sampai disitu sebuah bokem mentah mendarat dimuka Archer, tapi ia tak bergeser kebelakang kebalikan serangannya mulai agak cepat.

kau tubuh dengan kasih sayang ayah, tapi kenapa aku harus menderita menyelimuti diriku dengan selimut dingin, hidup sendirian tumbuh besar tanpa rasa sayang."

Illya masih menagis berteriak kepada Shirou tentang cucuran perasaanya, ia bukanlah seorang manusia hanyalah Homunculus dengan sistem yang diciptakan keluarga Eizbern penanaman sihir pada sperma dengan perantara, sperma Kiritsugu dan juga rahim Irisviel, meski ia hanya hadir karena dibuat tetap saja, ia tetaplah anak dari mereka berdua.

ha.!!!!!!!."

Gerakan Archer semakin cepat tak ada mata pedang Kanshou dan Bakuya dalam mode overedge, yang tak mengores tubuh Berserker setiap serangan begitu emosional seolah Archer sedikit kerasukan setan menjadi seperti Berserker.

Ia melompat sampai berada didepan Shirou yang seolah binggung dengan kata-kata Illya, sebuah kalimat ingin diucapkan dari bibirnya mengutuk pemuda berambut merah ini dengan segala umpatan yang ada.

Sebuah busur berwarna hitam muncul ditangannya dan sebuah pedang spiral muncul ditangannya, dia meletakan senjata tersebut ditali busurnya dan menariknya mencoba memanah Berserker dengan senjata tiruan tersebut.

[Caladbolg]

Sebuah air mata terjatuh kewajah Shirou, ia tak tahu air mata siapa itu, apakah itu dari Illya yang masih menangis menatap matannya, entah bagaimana secerpih ingatan tersebut kembali terulang saat dirinya sedang memandang langit bersama ayahnya.

Pedang Spiral itu meluncur menimbulkan sebuah garis merah yang menembus dadanya sampai terdapat lubang besar menganga diuluhatinya, tapi itu tak berlangsung lama tubuh Berseker kembali beregenerasi.

Heracles diceritakan telah melalui 12 tugas yang diberikan Antikira, untuk menebus dosanya karena membunuh anaknya sendiri akibat kegilaan yang diberikan Hera, konon 12 tugas itu menjadi nyawa tambahan bagi sosok yang berdiri dipuncak mitologi yunani ini.

baiklah Berserker kita mundur."

Illya memutuskan kembali bukan karena sesuatu ejekan, melainkan melihat sosok yang mengendarai pegasus diudara, ia tahu bahwa aliansi milik Shirou sudah dekat, mau berapapun nyawanya, ia tak yakin cukup untuk menghadapi 3 servant dan kemungkinan terburuk, ia harus menghadapi 5 servant jika Assassin (ungu) dan Caster ikut menyerangnya, karena Berserker merupakan servant terkuat diperang kali ini.

kita akan bertarung lagi, ayo pastikan dipertarungan terakhir kita, tak akan ada paradoks yang menghalangi kita untuk saling bunuh."

Dengan senyum kecilnya, diwajahnya yang lebam gadis itu digendong Berserker dipundaknya, dan dalam interval berikutnya ia telah hilang karena servantnya telah melompat menjauh, ia tak tahu alasan apa kenapa ia sampai mengungkapkan perasaan itu.

Apa karena kata-kata Shirou saat diatas atap sekolahan tersebut, bahwa Kiritsugu tak pernah bercerita tentang dirinya ataupun ibundanya, pada awalnya dirinya datang kesini selain memenangkan cawan suci, melaksanakan tujuan hidupnya yang diberikan ibundanya padanya, ia ingin memastikan bahwa yang dikatakan sosok hitam (ibundanya) itu benar bahwa Kiritsugu telah melupakan dia.

Tentu, mendengar jawaban tersebut awalnya ia berusaha tetap tegar, tapi berlahan hatinya terus berlahan hancur karena tak dapat menerima kenyataan pahit ini bahwa, Kiritsugu telah melupakannya, bahkan Leysrit dan Sella tak dapat menghiburnya.

apa kau masih mau meneruskan idealisme semumu itu."

Tentu."

apa kau akan meneruskannya walau diakhir kau akan kehilangan segalanya, Cinta, pertemanan,hidupmu atau mungkin kau juga akan kehilangan idealisme tersebut."

Archer mencengkarm kuat Busur hitamnya, ia telah melalui sebuah jalan yang lebih panjang dari pemuda ini, ia telah melihat segala kebusukan yang pernah ada didunia ini, Hingga menjadi sosok pahlawan yang diimpikannya.

tentu."

Shirou berbalik dan berjalan menjauh dari Archer, ia seolah tahu apa yang dikatakannya, seolah sudah melihat masa depan, seperti apa akibat memikul idealisme pinjaman tersebut, sebuah idealisme tentang menyelamatkan semua orang dan menjadi pahlawan.

sudah cukup, aku sudah muak denganmu, kau tak sadar atas neraka yang akan kaulihat, orang dengan idealisme pinjaman sepertimu lebih baik mati saja."

Busur hitam kembali menjadi partikel cahaya, lalu munculnya pedang pendek berwarna, dengan pasti Archer menebaskan pedang tersebut kepunggung Shirou, pengecut tentu, dalam sebuah perang tak akan ada kata pengecut sampai kapanpun.

Dengan tertatih-tatih berlari menjauh dari Archer, entah apa yang dipikirkan servant ini dengan menyerang anggota aliansinya, hanya dirinya yang bisa menjawabnya.

kau tak melihat gadis kecil itu, apa kau sadar nasibmu akan sama sepertinya yang diberi tujuan hidup dan idealisme dari orang lain."

aku tak akan sepertinya, Kiritsugu tak menanamkan ajaran untuk membunuh seperti gadis ini."

Idealisme itu akan kau sadari, lebih menyeramkan dari yang apa yang ada dibenakmu, kau tidak hanya akan melukai dirimu tapi juga orang yang menyayangimu, kau dengar !!!!!."

Archer menendang Shirou, saat pemuda itu tepat berada diujung tangga menuju kuil Ryuudou, ia terjatuh, berguling beberapa anak tangga lalu berhasil ditahan oleh Saber, sementara Rider masih menghadapi Assassin Ungu.

Sebuah tali emas dan pedal emas terpasang dipegasus Rider, setelah tali itu terpasang sang pegasus menjadi lebih ganas, dengan tunggangnya itu ia melesat keudara bersiap untuk menghantam Assassin ungu dengan satu jurus spesialnya.

[Bellerophon]

Rider jangan."

Ucapan Sakura mengema tapi itu percuma, Rider sudah terlanjur meluncur, melupakan satu hal yang sangat fatal, Nodachi dibuat untuk membunuh penunggang kuda itu, itu sebabnya pedang tersebut dibuat panjang, dan sialnya lagi yang tengah dihadapinya adalah master dalam mengunakan jenis pedang tersebut.

Meski Rider meluncur dengan cepat, tapi dengan mudah Assassin ungu menghindarinya dan menebaskan pedang Nodachi miliknya kearah lawannya, beruntung sayap dari pegasus itu meminimalis serangan yang dilakukan Assassin pada Rider, sehingga tubuhnya hanya terluka dipinggang tak sampai membelahnya menjadi 2.

Pegasus yang telah kehilangan satu sayap mendarat dengan tak seimbang dan terjatuh ketanah dengan keras, untuk Rider sempat melompat sebelum ia ikut jatuh bersama tunggangannya yang menyebabkan dirinya terluka lebib parah lagi.

apa yang kau lakukan, Archer pada Shirou."

lupakan Rin aku sudah muak dengan Idealisme anak ini "

tapi tetap saja kita sedang beraliansi dengannya."

Assassin entah bagaimana berhenti menyerang melawan Rider dan juga Saber, sebaliknya ia malah berdiri didepan mereka sambil berhadapan dengan Archer, dengan senyum lebarnya ia mulai berbicara pada Saber dan Rider.

kalian pergilah sekarang, akan menodai jiwa samuraiku jika melawan burung yang terluka "

terima kasih Assassin ungu."

Saber mengendong Shiro, sementara Rider ia menggunakan kudanya yang terluka untuk membawa lari Sakura dan Rin, mau bagaimana lagi sepertinya ada yang membuat Archer semakin membencinya, mereka sering berdebatan tentang idealisme itu, tapi tetap saja tak terduga bahwa mereka akan bertengkar seperti ini.

apa kau akan menghalangiku Samurai."

tergantung apa kau masih mau mengejar para burung pipit itu."

Mereka berdua saling berlari mendekat, Archer mengunakan Kanshou dan Bakuya miliknya untuk mencoba menebas Assassin ungu dari atas kedua pedang tersebut, tapi dia menahan serangan tersebut dengan mengunakan Nodachi miliknya.

Shirou menatap sayu Archer melihat ketiga pedang itu saling beradu, andai saya ia memiliki pedang seperti itu, pasti ia tak akan jadi seperti ini, dirinya sungguh lemah mungkin benar yang dikatakan Archer, tapi tetap saja ia tak mau menerima kenyataan tersebut, ia akan jadi orang yang menyalahkan kata-katanya.

Catatan penulis.--

halo mina-san disini sang penulis kita yang kurang terkenal, gak kerasa udah hari ke-6 aja, jangan lupa comment yah