Caster mengingat kejadiaan itu saat Berrserker memukulnya perisai pelindungnya, dan membuat dirinya tak berdaya atas kekuatan besar tersebut, sial dirinya harusnya tak membersihkan dosa dari Heracles sewaktu hidup.
Tak disangka kesialannya akan datang pada Roh pahlawan, yang pernah ia tolong, berikutnya siapa yang akan mengkhianatinya ?, Atalanta atau mungkin servantnya sendiri Assassin Ungu, akan sangat buruk semua pengkhianatan masih mengikutinya bahkan setelah ajang menjemputnya.
Sudahlah jangan terlalu marah seperti itu, setidaknya kita sudah menemukan wadahnya Caster."
Sosok tua berdiri didepan Caster dengan bantuaan tongkat jalannya, seperti dikatakannya setidaknya tujuan mereka terpenuhi untuk mencari Wadah cawan suci, yang jadi masalah sekaramg bagaimana cara mengalahkan, legenda yang paling agung dimitologi Yunani Heracles.
akan lebih baik, jika kita menambah Aliansi."
sepertinya itu ide yang bagus Master."
Apa yang dikatakan Souichiro memang benar, dulu semasa masih menjadi Pembunuh Bayaran tak jarang ia harus melawan target yang lebih kuat darinya, saat itu bantuaan dari teman memang sangat menguntungkan.
Zouken sendiri perpikir itu merupakan ide yang sangat bagus, tapi satu pertanyaan yang pasti, memangnya siapa lagi yang mau beraliansi dengan kelompok dengan 2 assassin, dan memiliki suatu tujuan tersembunyi.
jadi menurutmu, siapa yang pantas untuk memperkuat kelompok kita "
kalau kuboleh memilih, maka aku akan menjawab Saber."
Jawab Caster pada Zouken, jika kau tanya bagaimana caranya, maka jawabannya adalah Noble phatasma miliknya [Rule breaker, sebuah belati dengan mata yang berbentuk zig zag sebuah belati yang melanggar semua peraturan.
Konon Madea telah melanggar ketentuaan yang ada untuk membantu Jason, orang yang dicintainya dalam menjalankan tugas dari dewi Hera demi mengambil bulu domba emas, seperti Saat dia memerintahkan membajak sawah dengan lembu berapi, Madea memberikannya sebuah salep yang membuat Jason tahan terhadap api, dan masih banyak lagi cerita tentang ketentuaan yang dilanggar olehnya.
bagaimana caramu, memancingnya agar masuk keperangkapmu."
suatu hari nanti,mereka akan menemukanku sebagai Master."
Mendengar kata-kata Souichiro, Zouken dan Caster seolah mengerti apa yang dia maksudkan, didalam kegelapan Kuil Ryuudou, senyum kengeriaan dari 2 sosok tersebut dapat membuat siapapun merinding.
hah hal aneh yang terjadi dikuil Ryuudou."
kumohon Issei beritahu aku, besok aku akan membuatkanmu bekal makan siang."
Shirou bertanya pada teman baiknya yaitu Issei, ketua Osis disekolahnya sekaligus teman baiknya, ia sering membantu pemuda ini, seperti memperbaiki pemanas ruangan dan lain-lainnya, sehingga bagi Anggota Osis lainnya Shirou merupakan sosok yang wajar sekali datang kesini untuk berbincang dengan ketua mereka.
Issei memegang dagunya, jujur saja ia tak terlalu membutuhkan bekal makan siang dari Shirou, jika kita mengambil dari sudut pandang lain bukannya menyeramkan, jika dia sampai membuatkan Bekal itu malah terkesan seperti BL (Boys Love), tapi menginggat bahwa temannya ini sering membantu dirinya, apa salahnya memberi sedikit informasi yang tentu ia tak tahu untuk apa.
aku tak tahu apa ini peristiwa aneh atau tidak, kau tahu guru sejarah dunia kita ?."
ya tentu."
Siapa yang tak mengenalnya, Guru yang terkenal dengan tampang seriusnya, entah bagaimana sifat dinginnya telah menyihir perasaan para siswi untuk menyintainya, aneh tentu namun itulah kenyataan pahit bagi para jomblo.
dia adalah kepala biksu disana juga, beberapa hari yang lalu seorang wanita datang kekuil untuk menikahi Soichiro sensei."
bisa kau jelaskan tentang wanita tersebut ?."
Tentu Shirou bertanya tentang wanita tersebut, kemungkinan bahwa dia adalah Caster sangat tinggi, mengingat fakta jarang sekali wanita yang tinggal dikuil, serta interval waktunya yang sepertinya saat perang Cawan suci itu mulai.
bagaimana bilangnya ya, dia selalu memakai hoodie untuk menutup wajahnya, tapi suatu hari tanpa sengaja aku melihat wajahnya dibalik kain tersebut, dan saat itu aku bersyukur Soichiro dapat menikah dengan dewi secantik itu."
Issei sendiri menganggap Souichiro-Sensei sebagai kakak kandungnya, jadi ia tentu bersyukur atas kemujuran yang didapatkannya, entah sejak kapan dia jadi merasa seperti itu, hanya rasa kagum yang issei tahu alasan kenapa ia menyukai pria tersebut sampai menganggapnya Kakak.
Shirou sendiri sudah bisa mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud Issei adalah Caster, satu alasan yang menguatkan Argumennya itu, gadis berhoodie yang secantik Bidadari, alasan kenapa Issei begitu terpana pada gadis itu, yah meski begitu itu semuanya hanyalah Argumennya saja.
Ting Tong Ding Ding Dong.
Suara itu memecahkan pembicaraan mereka, sudah waktunya pelajaran dimulai, bagaimanapun Shirou ingin menggali informasi dari temannya ini, tetap saja kewajibannya yang utama untuk, dia sekarang adalah belajar.
baiklah sampai nanti Issei, besok aku akan membuatkanmu bekal makan siang."
jangan membuatkanku bekal, anggap saja ini bantuaan dari seorang sahabat."
baiklah."
Issei dan Shirou keluar dari ruang osis bersamaan, lalu berpisah tepat didepan pintunya, benar-benar informasi dari sahabatnya ini, mambantu Shirou dalam mencari informasi untuk mengalahkan Caster.
Shirou berjalan menuju kelas, namun saat itu juga tepat saat ia berada didepan pintu, dia melihat Gadis berambut putih tersebut, entah bagaimana setiap kali ia berpapasan dengan gadis ini, ingatan saat berada dibawah rembulan itu muncul lagi.
Illya soal yang kema--."
lupakan Shirou itu semua tak ada hubungannya denganmu, itu semua hanya kesalahan bodohku."
Illya tahu bahwa, dia tak bermaksud untuk merebut Kiritsugu darinya, semua ini adalah kesalahannya karena masih berharap pada ayahnya, harusnya ia tahu bahwa apa yang dikatakan ibundanya, pada waktu itu merupakan kebenaran yang pahit.
Jangan mendekatiku lagi Shirou, kau tahu bahwa aku berniat membunuhmu, apa kau sadar tentang itu."
Ia kira setelah hidup sendirian sekian lama akan membuatnya kuat, namun Illya salah karena rasa kesepiaan tersebut menyebabkann dirinya tak bisa melepaskan hubungannya yang baru didapatkannya sekarang, harusnya ia menurut akan kata-kata Sella untuk tidak sekolah, jika itu terjadi, maka dia tak akan membuat sebuah hubungan yang menyebabkan dirinya terhalang untuk melakukan tujuan hidup yang diberikan ibunya.
Yaitu membunuh Shirou.
Tangan putih milik Illya memegang gagang pintu geser tersebut lalu mengesernya, tapi sebuah pegangan dilengannya menghentikan langkah kakinya, tuhan kenapa kau memberi cobaan pada gadis kecil ini.
tunggu, jangan pergi."
Shirou tak bisa membiarkan gadis ini pergi, perasaannya seolah berkata bahwa jika sampai ia melepaskan pegangan tangannya, maka gadis ini akan pergi ketempat yang sangat jauh sekali, sampai tangannya tak bisa meraihnya lagi.
lepaskan kumohon Shirou."
Gadis berambut putih ini hanya bisa menunduk, jika ia larut dengan perasaan ini maka seumur hidupnya, ia tak akan memenuhi tujuan hidupnya tersebut, dirinya akan kehilangaan sesuatu yang membuatnya seperti manusia dan menjadikan sebuah Homunculus biasa.
Shirou membalik tubuh Ilya lalu memeluknya, mau berapapun gadis ini menolak maka dirinya akan memeluk lebih keras lagi, karena jika sampai ia melepaskannya, maka impian sebagai pahlawan keadilan hanyalah impian semu yang tak akan terwujud, apa gunanya mimpi sebesar itu jika tak bisa menolong gadis ini.
tak akanku lepaskan apapun yang terjadi."
Sebuah Air mata membasahi dada Shirou, sejak kapan ya Illya tak merasakan sebuah pelukan, kalau tak salah adalah saat terakhir dirinya bersama Kiritsugu, apakah ia juga akan kehilangan pria yang didepannya juga, jika iya maka syukurlah maka perasaan ini tak akan tubuh lebih jauh lagi.
kumohon lepaskan Shirou, kutak bisa menerima ini semua."
tak bisa kutak akan membiarkanmu pergi, kupasti akan menyelamatkanmu apapun yang terjadi."
Illya jujur saja sudah muak dengan sebuah janji, buat apa manusia membuat sebuah janji yang tak bisa mereka tepati, itu akan membuat orang yang kau beri kata-kata tersebut akan terluka, apa kau memang berniat melukai orang tersebut.
Sebuah janji yang tak bisa ditepati hanya bisa meninggalkan luka saja."
Seperti yang dilakukan Kiritsugu, padanya membuat sebuah luka yang mengangga lebar dihati Illya, hingga merubahnya, karena lingkungan, sakit hati dan kesendiriaan yang telah berlangsung lama semua itu terjadi hanya disebabkan oleh janji tanpa bukti kenyataan.
Shirou tak tahu apakah dia bisa memegang kata-katanya ini, satu hal yang ia tahu bisa gawat jika ia melepaskan pelukannya dan juga genggaman tangannya pada Illya, setidaknya sebagai seseorang yang ingin menjadi pahlawan keadilan ia harus memulai langkah awal dengan menyelamatkan gadis ini.
sudah lepaskan yang lainnya melihat kita."
aku tak peduli."
Illya berkata apa adanya, sebenarnya kenyataan ini merupakan, alasannya untuk membuat Shirou melepaskan pelukannya, satu hal yang diinginkannya saat ini adalah memotong semua hubungan yang dimilikinya untuk mempertahankan tujuan hidupnya.
Shirou tak ingin melepaskan pelukannya ini, apa hanya sampai disini tekadnya jika iya maka dia benar-benar menyedihkan, jadi seperti kata Archer adalah benar, ia tak akan selalu bisa menyelamatkan siapapun orang yang, ia lihat.
Plaaaak
Illya mendorong Shirou lalu menamparnya, ia harus melakukan ini, jika tidak maka semuanya berakhir, sesuatu yang diberikan kepadannya agar seperti manusia akan menghilang, lebih baik ia sendiriaan memang seharusnya seperti itu.
jangan bicara seolah kau yang paling benar, sudah berapa kali kukatakan lepaskan, apa kau tak mengerti, kita tak bisa bersama Shirou."
Setelah ia menamparnya, Illya segera berjalan dan duduk dikursinya yang berada disebelah Shirou, sungguh bodoh kenapa dia memilih tempat duduk disitu, disamping orang yang harus dibunuhnya, ia menatap jendela, ia melihat daun-daun yang mulai menguning dimainkan oleh angin.
Shirou terpaku kenapa-kenapa ia tak mengingat sebuah kenanggan, kata-kata Kiritsugu waktu itu, dirinya begitu bodoh hanya terpaku pada idealisme yang dikatakan olehnya, sehingga ia melupakan sebuah ingatan tersebut, kata-kata tersebut.
Lalu apa hubunganmu dengan Kiritsugu Illya."
Rasa penasaran seekor kucing dapat membunuhnya."
Ia melihat gadis itu, tanganya seolah mencoba meraihnya, tapi dirinya menghentikannya apapun yang Shirou lakukan semuanya percuma, dirinya tak bisa berbuat banyak pada gadis ini, kesediriaan telah melekat pada dirinya berlahan dia mulai melupakan kenanggan dengan orang yang dia tunggu didalam kesepiaan tersebut.
Sunyi itulah situasi kelas saat ini, semua anggota kelas tak ada yang berani membuka pembicaraan karena takut melukai hati mereka berdua, sebenarnya inti dari masalah ini tak ada yang tahu, mereka hanya mencoba menghargai Shirou dan Illya.
Souichiro duduk diatap kuil Ryuudou, disore hari musim Gugur ini memang ia lebih sering duduk disini dari pada menghangatkan diri didalam kuil, tapi hari berbeda dari biasanya, karena sosok disebelahnya menemaninya, sosok perpakaiaan hitam dengan topeng yang menutupi wajahnya.
sebagai sesama pembunuh, aku mau tanya tujuan membunuh apa ?."
Jangan ditanya bagaimana Assassin hitam, tahu bahwa pria disebelahnya adalah seseorang yang sama-sama telah merasakan kejamnya dunia bunuh membunuh, dirinya tahu dari tatapan yang ia memiliki, banyak anak buah yang auranya sama dengan pria disampingnya ini.
aku membunuh hanya karena diperintah itu saja yang kutahu sampai saat ini."
kau membuatku muak, nyawa manusia begitu berharga, jika hanya mengambilnya tanpa adannya tujuan yang jelas sama saja kau dengan psikopat yang hanya sekedar membunuh."
Assassin hitam langsung berkata seperti itu setelah mendengar perkataan dari lawan bicaranya ini, dirinya merupakan pendiri kelompok pembunuh yang paling ditakuti sampai didaratan Eropa timur, Asia dan juga Afrtika, ia mengejar sebuah tujuaan menyebarkan ajarannya walau harus membunuh banyak orang.
Soichiro sendiri memang dari awal tak memiliki tujuan, ia sendiri tak terlalu berniat untuk mengikuti Perang cawan suci, lalu bagaimana dirinya bisa terlibat diperang Cawan suci jawabannya karena saat melihat Caster sekarat hati kecilnya merasa bergerak.
kutak tahu maksudmu, semuanya terasa semu untukku, bahkan kehidupanku yabg sekarang terasa Hampa."
kalau begitu carilah alasanmu untuk membunuh, bahkan dirimu sekarang sama sekali tak berharga jika kubunuh, kau benar-benar manusia tanpa Makna."
Sosok itu menghilang begitu saja, meninggalkan sosok Soichiro sendirian, apa benar yang dikatakan Assassin hitam, ia adalah manusia hampa tanpa makna, menjadi guru dan kepala kuil merupakan sebuah alasan untuk mengisi kekosongannya.
Souichiro sensei ayo makan malam."
Issei berteriak dari bawah Kuil, sepertinya dirinya butuh makan, ia bukanlah seorang servant seperti kedua Assassin dan juga Caster, dia hanyalah pembunuh yang diperkerjakan oleh sebuah organisasi, sebuah alat yang diciptakan oleh organisasi tersebut.
Souichiro melompat dari atap lalu dengan sedikit akrobatik mendarat dengan aman ditanah, dilihatnya pemuda tersebut, entah bagaimana dia begitu menganggumi manusia yang kosong sepertinya ini.
oh iya sensei, Tadi Shirou sempat bertanya tentang sesuatun yang aneh dikuil akhir-akhir ini, apa kau tahu sesuatu."
aku tak tahu, terima kasih informasinya."
Tak disangka bahwa dirinya akan ketahuaan secepat ini, ia tahu bahwa muridnya Shirou, Sakura, Rin dan si anak baru Wadah cawan suci itu, semuanya adalah Seorang Master, jujur saja ia tidak memasukan Shinji mengingat servantnya Rider telah berkhianat dan juga beberapa hari ini ia tak pergi kesekolah.
Jika benar itu terjadi, maka tak usah diberitahu lagi pasti besok dirinya akan diserang oleh aliansi Shirou, kemungkinan paling buruk adalah Illya juga ikut bertempur, tapi tetap saja kejadiaan tadi pagi merupakan tanda bahwa mereka berdua sedang bertikai.
Tentu bagaimana dia tak tahu, kejadiaan tadi pagi sempat menjadi buah bibir diruang guru, tentang Shirou memeluk seorang murid baru dan menyatakan perasaan, namun sayangnya ditolak mentah-mentah oleh sang gadis.
Entah bagaimana situasi ini terjadi, Shirou sedang dimarahi oleh ketiga gadis ini, mereka bertiga punya alasan sendiri mengapa marah padannya, tapi satu penyebabnya adalah kejadiaan pagi ini, si lolicon Emiya telah dicercakan pada dirinya.
baiklah-baiklah aku tahu salah, tapi setidaknya biarkanku menjelaskan informasi yang kudapat."
Untuk Rin dan Saber Shirou tak terkejut jika mereka marah, tapi untuk Sakura ini merupakan pemandangan langka, ia punya alasan sendiri yaitu menyelamatkan Illya, meski ia tahu bahwa sepertinya dirinya telah gagal.
kau diamlah Shirou, sadarlah dia musuh kita, kau hampir mati ditangannya kemarin,kalo tidak karena Archer kau sudah mati."
Bukan dia juga hampir mati ditangannya juga, jadi kita ambil kesimpulan bahwa kemarin Shirou hampir mati ditangan 2 orang, tidak jika kau menghitung Caster akan menjadi 3, jujur saja merupakan sebuah mukjizat nyawanya masih melekat dari tubuhnya sampai saat ini.
Tapi jujur saja tangisan gadis itu tidak disekolah maupun dikuil Ryuudou, keduanya sama-sama mengingatkan Shirou pada hari itu, dimana dia duduk memakai kimononya melihat bulan dimalam hari bersama dengan Kiritsugu.
tapi bukannya Archer Onee-san juga hampir membunuh Senpai."
Terima kasih atas dukungannya Sakura, Shirou benar-benar bersyukur memiliki Kyohai sepertinya, setidaknya mereka bisakan merelakan dirinya dirute kali ini, bukannya mereka telah mendapat jalan cerita menjadi Heroine utama dirute sebelumnya.
baiklah, mari kita lupakan tentang itu dulu, menurut Issei beberapa hari ini Souichiro- sensei akan menikah dengan wanita yang dari ciri-cirinya seperti Caster."
maksudmu ?."
Bagaimanapun Sakura, Rin dan Saber sama-sama belum pernah berhadapan dengan Caster, tentu ia belum tahu ciri-ciri darinya, baiklah inilah yang terjadi bagaimanapun juga dirinya harus menjelaskannya lebih mendetail lagi.
kaliaan tahu bahwa kemarin didepan kuil Ryuudou, aku bertemu dengan Caster."
Saat kami Berdua harus bertarung dengan kedua Assassin itu."
Ucap Saber dengan serius, bagaimanapun Assassin ungu benar-benar hebat, ilmu pedangnya sudah sangat mumpuni, bahkan bisa menandingi Saber yang ahli dalam berpedang, serta Rider dengan tunggangannya, benar-benar Servant yang tangguh dalam artiaan serangan jarak menengah.
dan wanita yang dijelaskan oleh Issei memiliki ciri-ciri yang sama dengan Caster."
Rin mengangguk bisa dibilang dia cukup mengerti dengan kata-kata Shirou, jika menurut keterangannya tersebut maka kemungkinan Souichiro-sensei adalah Master Caster cukup tinggi, benar-benar informasi yang berguna sekarang tinggal bagaimana memastikannya.
Mereka tak bisa bertindak gegabah, jika benar ia adalah Master Caster, maka kedua Assassin akan muncul dan mereka akan menghadapi ketiga servant itu secara bersamaan, Saber, Archer dan juga Rider, kumungkinan keberhasilan adalah 50 berbanding 50.
baiklah sepertinya kita harus melakukan pengintaian pada Soichiro Sensei besok."
Maka oleh karena itu serangan sergapan akan sangat menguntungkan bagi mereka, tapi jika ia sampai salah mengira Soichiro sebagai Master dari Caster, maka dia akan melanggar peraturan cawan suci untuk tidak melipatkan orang luar dalam perang kali ini.
memang itu keputusan benar, tapi bagaimana jika kita sampai salah mengira dan ternyata Souichiro-sensei bukanlah Master dari Caster."
untuk itu aku akan memastikan dengan jebakan sihir."
Rin berencana untuk memastikan apakah Souichiro-sensei adalah seorang master dengan memasang jebakan sihir ledakan kecil, tak seperti Assassin servant class Caster cenderung tak dapat menyembunyikan aliran mananya yang besar.
jika benar maka Caster akan melindunginya, dan jika salah maka kita menolongnya lalu menyembuhkannya sesegera mungkin."
Jika saat Souichiro lewat tak ada tanda-tanda dari Caster maka segera mungkin, Rin akan membatalkan jebakan sihir tersebut, sebaliknya jika ia merasakannya maka dirinya akan membiarkan targetnya lewat, jika terbukti maka Caster akan muncul dan melindunginya dan apabila salah maka segera mungkin Rin akan menolongnya dan menghapus ingatan.
Jujur saja menurut Shirou ide Rin cukup ekstrim, tapi tentu saja ia tak memiliki ide yang jauh lebih masuk akan lagi dibanding dengan rencana yang diusulkan olehnya.
baiklah sepertinya itu ide yang bagus."
Bisa saja Rin mengunakan mantra yang membuat seseorang tak sadarkan diri, tapi tetap saja jika Caster menyadarinya ia akan membiarkan Masternya terkena serangan, untuk menjaga agar identitasnya tidak terbongkar.
Dimalam itu Rin dan yang lainnya tak menyadari bahwa rencana itu akan membuat perubahan yang cukup besar pada jalannya perang cawan suci kali ini
