Ting Tong Ding Dong Ding Dong

[Diharapkan seluruh murid untuk segera pulang, setiap kegiatan ekstrakulikuler untuk beberapa hari kedepan, dan tak berjalan seorang diri]

Kata-kata itu menggema disore ini, memang beberapa hari ini sering terjadi kasus pembunuhan, jadi jam pulang sekolah dikurangi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan menimpa setiap murid, maka segala penanggulangan memang wajar dilakukan oleh sekolah.

Sejak Shirou bertemu Illya pagi ini dikelas, ia tak mau bicara pada dirinya sepatah katapun, apa dirinya tak bisa menyelamatkannya lagi, gadis ini sudah tak bisa diraihkan tangannya lagi, apa keputusannya ini memang benar membiarkan dirinya pergi begitu saja.

tunggu Illya."

gomenasai Shirou."

Sekali lagi gadis itu berlari, meninggalakan Shirou yang termenung, ingatan itu kembali diingat oleh dirinya, sebuah ingatan saat dirinya mengiklarkan akan meneruskan Idealisme Kiritsugu menjadi pahlawan keadilan yang menolong banyak orang.

Teman sekelas Shirou nampak khawatir dengan dirinya, bagaimanapun dimata mereka dia menyatakan Cinta pada Illya namun sayangnya ditolak mentah-mentah, tragis yang kalian pasti tahu perasaannya.

sudahlah Emiya masih banyak cewek lagi selain Illya."

Ucap seorang gadis berambut pendek dan bermata coklat sama seperti rambutnya, dialah Mitsuyuri Ayako, ketua club memanah disekolah tersebut, dulu sewaktu Shirou masih bergabung dengan club tersebut, dirinya dibilang akrab dengannya.

terima kasih Mitsuyuri-san."

Shirou berdiri mengambil tasnya lalu berjalan keluar, bukannya kenapa ia harus fokus terlebih dahulu dalam membongkar siapa sebenarnya Master Caster, jika urusannya dengan mereka selesai dipastikan dirinya harus berhadapan dengan Berserker dan Illya, apa mereka harus saling membunuh kenapa hal ini terjadi.

*

Disalah satu jalan menuju kuil Ryuudou, sunyi jalan ini dibilang sangat sepi dan jarang dilewati oleh orang, keputusan Rin untuk mengunakan lokasi ini sebagai rencana penyergaban merupakan keputusan yang benar.

Cuaca saat itu tengah gerimis, sepertinya cuaca juga ingin menangis atas kesedihan Shirou pada hari ini, rasa sesal karena tak bisa meraihnya lagi, meraih rambut putih tersebut dengan tangannya, ia begitu bodoh melepaskan pelukan tersebut.

Shirou jangan melamun sebentar lagi Souichiro-sensei akan melintas disini."

Pukulan dipunggung Shirou seolah menyadarkannya dari lamunannya, seperti Rin menyadari bahwa dirinya ini sedang terpukul sekali, atas penolakan Illya, tunggu itu bukan penolakan cinta tapi dia benar-benar ingin tetap menjalankan Tujuan hidupnya.

aku merasakan kehadiran Caster."

Rider merasakan aliran Mana yang kuat, tak salah lagi ini milik Caster sekarang tinggal memastikan apakah Souichiro adalah master darinya ia tak tahu tinggal menunggu pria tersebut untuk melalui jebakan Rin.

Dia melangkah begitu tenang, memang begitulah kebiasaan dari pria ini, selalu tenang dimanapun berada bahkan saat dirinya harus membunuh seorang wanita ataupun anak kecil, dulu sewaktu ia masih bergabung dengan organisasi.

Sementara disisi lain, nafas Rin begitu berat jika dugaannya salah dan sihir ledakan yang ia susun diatas aspal lalu disamarkan dengan sihir ilusi, ternyata meledak lebih besar saja dipastikan bahwa pria yang dikenal sebagai guru sejarah dunia ini akan meninggal seketika.

kalian sedang menunggu apa."

Rin dan yang lainnya sangat terkejut saat mendapati sosok hitam dengan topeng tengkorak tersebut muncul dibelakangnya, sambil mengarahkan belatinya kearah master yang paling lemah yaitu Sakura.

Dengan segera Rider melindungi Sakura dengan, menangkis serangan tersebut dengan pedang pendek berantainya, tapi seperti etika membunuh, seseorang harus menyiapkan pisau keduanya, dan Assassin hitam tahu akan hal itu.

Pisau kedua dengan lancar melukai paha Rider, Saber yang mengetahui rekannya terluka, dengan kuat menebaskan pedang tak terlihat kearah perut Assassin hitam, berusaha menebas Servant tersebut menjadi dua.

Tapi sebelum mata pedang itu mengenainya, ia melompat kebelakang, dia tak hanya mengindari serangan Saber, tapi juga sebuah pilar cahaya yang mengarah padanya dan kelompok Shirou.

semuanya menghindar."

Rin mengetahui dan memberi aba-aba untuk menghindar, lalu ia melompat beberapa meter untuk terhindari dari pilar-pilar cahaya, sementara Rider dan Saber melakukan hal yang sama mengendong master mereka lalu melompat.

Boooom.

Gasebo tempat mereka terbakar oleh serangan Caster, tunggu dari mana ia menyerang jawabannya dari balik tubuh Souichiro, sepertinya dugaan Shirou benar bahwa gurunya ini merupakan Master dari Caster.

Rider, kau terluka."

Sakura agak khawatir dengan Rider yang berlutut akibat luka dipahanya, nafasnya seolah menderu panas dan keringat terus saja keluar dari pori-pori kulitnya, sepertinya Assassin hitam telah melumuri racun dibelatinya yang melukai Rider.

Saber berdiri memasang kuda-kudannya untuk menghadapi kedua musuhnya, jujur saja kondisi mereka masih menguntungkan karena Archer masih mengawasi mereka ditempat jauh, tapi kita tak akan pernah tahu, apa yang ada dipikirannya mengingat ia hampir membunuh Shirou.

Assassin hitam segera berlari mencoba menyerang Sakura, yang terduduk bersebelahan dengan Rider, tentu servant berambut ungu itu akan melindungi Masternya , maju kedepan dan menerima serangan belati tersebut dengan pedangnya.

kita berhadapan lagi Rider, akan kuteruskan hal yang kita lakukan dikuil Ryuudou."

Dengan cepat Assassin hitam menjegal kaki Rider, lalu disaat lawannya sedang berusaha menyeimbangkan badannya ia mencoba menusukan belatinya, tapi tak secepat itu rantai pada pedangnya ia sabetkan dan menghalau belati tersebut.

Sementara disisi lain Souichiro sudah memasang kuda-kudanya dan dalam sekali gerak ia sudah didepan Rin, tangannya dalam beberapa detik sudah mengenai perutnya serta membuatnya terpental meter lalu mendarat ketanah dengan kondisi pingsan.

meski kalian adalah muridku, aku tak akan ragu."

Digerakan kedua ia telah berada didepan Shirou dan mempersiapkan pukulannya yang akan mendarat ketubuhnya, tapi sebelum itu terjadi Saber sudah berada didepannya dan bersiap membelah dua tubuhnya dengan pedangnya yang tak terlihat.

Namun Souichiro sudah memperkirakan hal itu sebelumnya, dia menunduk menghindari tebasan Saber, dengan melihat arah kedua tangan musuhnya yang seolah memegang pedang itu bergerak ia dapat memperkirakan arah datangnya serangan Saber.

Dengan pasti ia melancarkan tinju menuju keperut Saber, yang kedua tangannya masih posisi menebas hal itu menyebabkan pukulan tersebut langsung mengenainya dengan telak, kedua mulutnya langsung memuntahkan darah dan dirinya langsung terduduk karena rasa nyeri diperutnya.

Biasanya seorang manusia tak dapat menembus pertahanan servant, apalagi Saber yang sekarang mengenakan Armor lengkapnya, satu hal yang dapat menjawabnya adalah bahwa Caster memberikan mantra penguatan tubuh pada Masternya.

Souichiro berusaha untuk mengakhirinya dengan memukul tengkuk Saber dengan pukulan kareta, namun segera ia urungkan niatnya dan melompat kebelakang dengan gerakan akrobatik, hal tersebut disebabkan karena sebuah pedang berantai meluncur kearahnya.

jika biasanya Master akan dilindungi Servantnya, bagaimana jika itu dibalik."

Formasi Caster dengan Souichiro memang agak berbeda, dimana seharusnya Master akan dilindungi oleh Servant maka diformasi mereka terbalik dimana sang Servant akan menyuport Masternya yang ahli dalam bela diri dengan sihirnya.

Sisi lain dengan Susah payah Rider, melawan balik Assassin hitam, tubuhnya terasa berat dan sulit bergerak namun bagaimanapun, jika ia tumbang sekarang maka Sakura yang akan tumbang berikutnya.

Tadi ia sempat melempar pedang pendeknya, terus terang itu cukup menguras tenaga dari yang terlihat, Assassin hitam mengayunkan belatinya berusaha untuk memotong urat nadi yang ada dileher Rider, dan dengan susah payah juga dirinya membelokan serangan tersebut keatas .

Rider tahu ia menahan serangan Assassin hitam maka dirinya yang akan kalah, karena tenaganya yang sudah berkurang banyak akibat racun diserangan pertama, jadi membelokan serangannya dengan tenaga sekecil mungkin memang keputusan yang benar.

Tapi hanya masalah Waktu sampai racun itu menyebar lalu membunuhnya dalam keputusasaan, benar-benar gaya bertarung yang sangat menguntungkan untuk Assassin hitam, apa lagi classnya terkenal dengan kemampuaan yang tidak dapat dideteksi dengan mudah, karena mereka bisa menyembunyikan aliran mana mereka.

Caster meluncurkan peluru-peluru cahaya kearah Rin yang pingsan, memang dilihat berapapun itu target yang lembut untuk diserang, tapi tak secepat itu sebuah pedang yang meluncur entah dari mana menghalau serangan tersebut.

cih tak kusangka akan ada yang menganggu."

Archer sempat meluncurkan serangannya, tapi sayangnya pasokan mana yang ada didalam dirinya benar-benar berkurang drastis, hal tersebut karena Masternya telah pingsan yang menyebabkan mana yang diterimanya berkurang drastis.

Benar-benar kondisi yang kurang menguntungkan bagi kelompok Shirou, Rider yang teracuni, Archer yang melemah, satu-satunya harapan mereka hanya satu yaitu Saber seorang entah apa yang terjadi berikutnya, dia tak tahu apa yang akan terjadi berikutnya.

Souichiro kembali menyerang Saber yang terduduk menahan rasa sakit diperutnya, kali ini ia berusaha menendang tubuhnya dengan keras, namun dia tahu hal itu, dengan mengunakan pedang tak terlihatnya ia menahan tendangan tersebut.

Tapi tetap saja tendangan itu sangat kuat sampai tubuh Saber terpental dan mendarat ketanah dengan keras, tak sampai disitu Souichiro masih melaju kali ini ia mentargetkan Shirou sebagai mangsa keduanya, dengan susah payah dirinya mengeluarkan Meteran yang diperkuat dengan trace on, tapi tetap saja itu semua percuma dengan mudah gurunya ini mematahkan senjata tersebut.

Sebuah pukulan mendarat perut Shirou, jika Rin saat mendapati serangan yang sama ia pingsan, tapi lain dengan dirinya ia telah melatih tubuhnya hampir setiap hari didojjo rumahnya, tapi tetap saja serangan tersebut terasa sakit.

Shirou mulai mengingat bayangan pertarungan antara Archer dan Assassin ungu, andai saja ia memiliki senjata seperti Kanshou dan Bakuya, ia mungkin akan memberikan perlawanan yang lebih sengit, tunggu jika ia membuatnya dengan sirkuit sihir penguatan seperti Trace on, mungkin ia bisa menciptakannya, tapi tiruan tersebut apa cukup kuat untuk melawan Souichiro.

[Trace on]

Aliran-aliran listrik hijau mulai berkumpul dikedua tangannya, menganalisis senjatanya lalu mewujudkan dengan Sirkuit sihirnya, dua buah pedang pendek terbentuk dikedua tangannya, ia mengenggamnya membuat ekspresi Sakura, Rider dan Saber terkejut, atas penampakan senjata Archer ditangan Shirou.

Mengetahui itu Souichiro tak terkejut sama sekali, namun ia sedikit merubah arah serangannya, dia menyerang kedua senjata tersebut dan yang benar saja dalam sekali pukulan keduanya hancur menjadi keping-keping.

Seperti bekerjaannya dulu, ia akan menyerang senjatanya terlebih dahulu sebelum targetnya, karena jika ia menyerang targetnya dulu, maka dia harus menghindari senjatanya juga, berbeda dengan jika benda itu menghilang maka dia dengan mudah bisa mengalahkannya.

Apa lagi senjata milik Shirou bisa dilihat oleh Souichiro membuatnya mudah menyerangnya, berbeda dengan Saber yang menyembunyikan pedangnya dengan sihir, setelah melumpuhkan senjatanya, dirinya memukul Shirou kembali membuatnya terduduk sambil memuntahkan darah.

Shiro..."

Saber terkejut bukan main, sebuah belati dengan pola Zig-zag menusuk belakang punggungnya, siapa lagi pelakunya kalo bukan Caster, dengan mengunakan Noble phatasmanya ia menusuk servant tersebut.

Saber."

Souichiro kembali kebelakang setelah rencana kelompok mereka berhasil, dari awal tujuan Caster memang ini, mengalihkan pandangan semua orang dengan umpan tubuh masternya lalu menusuk Saber dari belakang yang telah dilemahkan oleh majikannya.

Archer sebenarnya bisa menyerang Caster saat dibelakang, tapi seperti yang terlihat sekarang ia sedang menghadapi 3 anak buah Assassin, dengan dua bilah pedang kembarnya ia menghindari setiap serangan tersebut, jadi tujuan mereka bukan untuk mengalahkannya tapi mengulur waktu.

Mantra perintah ditangan Shirou sudah menghilang berpindah pemilik ke Caster, wanita itu merenggangkan sayapnya terbang menjauh, posisi Master atas Saber sudah dirembut olehnya dengan noble phatasma miliknya [Rule breaker]

Shirou larilah."

dengan mengunakan Mantra perintah aku memerintahkanmu Saber, Bunuh mereka dengan Noble phatasmamu."

Saber tak bisa melawan lagi, sebuah pedang emas menampakan wujudnya, bersinar terang didalam kegelapan waktu itu, Shirou berlari mengendong Rin, ia tak tahu apa yang terjadi tapi yang pasti ia dan kelompoknya harus segera lari dari tempat itu.

Rider yang mengetahui cahaya tersebut segera mengendong Sakura dan membawanya kedekat Shirou, sambil berusaha dengan susah payah menahan serangan Assassin berwarna hitam, dalam perjuangan yang sulit itu lengannya kembali tergores oleh betali Hassan.

baiklah ayo Rider lebih baik kita lari "

Tapi tidak secepat itu para anak buah Assassin hitam telah bermunculan mengepung seluruh jalan lari mereka dari sisi kanan dan kiri, tak membiarkan kelompok kecil itu lari, sepertinya tak ada jalan lagi inilah akhir dari Sakura, Rin, Shirou dan Rider.

larilah dan apapun yang terjadi jangan menatap mataku."

Rider ?."

Rider menurunkan Sakura dari gendongannya, dan berjalan terpincang-pincang kedepan, tapi Sakura tak membiarkannya, ia memegang tangan yang telah kaku tersebut, tunggu tidak hanya kaku tangan itu juga serasa dingin.

Partikel-partikel Cahaya mulai bermunculan disekitar kawasan jalan raya tersebut, Pedang emas tersebut telah diangkat keatas bersiap untuk menunjukan kekuatannya, pada setiap orang yang berada disini, sebuah pedang yang menjanjikan kemenangan.

lepaskan aku Master, diriku sudah tak bisa tertolong jadi biarkan, tubuh ini melakukan tugasnya sampai akhir."

tidak tidak aku tak bisa."

kau harus karena aku adalah Servantmu dan tugasku melindungimu."

Sakura tak bisa membiarkan Servantnya ini terbunuh, ia tak mau sebuah nyawa terbuang karena menyelamatkannya, tapi dia tak bisa menentang keputusan Rider, dirinya tahu bahwa nyawa Medusa sudah berakhir setelah ia terkena serangan Assassin hitam.

Dengan tangisan ia mengangkat tangannya, mantra perintah yang berada ditangannya bersinar terang tinggal 2 kali lagi Sakura bisa mengunakannya jadi untuk terakhir ini, ia memutuskan untuk menggunakan semua.

Dengan mengunakan dua mantra perintah, kumemerintahkanmu Rider menahan mereka semua dengan Noble phatasmamu."

hentikan."

[Mystic eye]

Medusa membuka penutup matanya, tepat sebelum Saber mengayunkan pedangnya kebawah, seketika gerakan semua disana berhenti, inilah Noble phatasm Medusa sebuah kutukan yang diberikan dewi Athena karena dirinya telah menodai kuilnya, kutukan untuk membuat semua orang yang melihat matanya menjadi batu.

Sebuah pegasus berwarna putih muncul, merenggangkan kedua sayap, Shirou tanpa basa-basi menaikan tubuh Rin keatas punggung kuda tersebut, Sakura berbalik dan mengucapkan sebuah kata-kata perpisahan pada servantnya yang tak tertolong ini.

terima kasih Medusa."

Senyuman kecil terukir diwajahnya, iris yang didalamnya terdapat bentuk persegi panjang tersebut, terus menatap musuh-musuhnya, ia tak gentar sedikitpun untuk melindunginya Masternya, dari serangan tersebut, sebuah kata diucapkannya dari bibirnya.

sama-sama Master."

Pegasus itu terbang membawa ketiga manusia itu, lari dari sana, entah apakah Sakura dapat mendengar kata-kata dari Servantnya tersebut, hanya dia yang dapat membuktikannya, rambut ungu dan mata ungu yang banjir air tersebut, melihat Rider yang terus berjuang dengan gagah.

Diri entah bagaimana dikutuk atas perbuatan yang seharusnya bukan salahnya,

Dirinya tak bisa melawan saat Dewa poisaido memperkosanya saat itu

Dirinya hanya bisa menangis atas terenggutnya keperawanannya serta kesuciaannya.

Dirinya terus menderita tak dapat melihat berbagai macam keindahan manusia lagi hingga akhir hayatnya karena kutukan tersebut,

Karena kutukannya itu juga ia menjadi Roh pahlawan karena pahlawan Perseus mengunakan kepalanya untuk membunuh hydra, meskipun begitu setiap hari bahkan setelah akhir hayatnya ia terus menangisi dirinya atas kutukan ini, tapi untuk pertama kalinya ia bersyukur karena diberikan kutukan ini, disebabkan dengan itu ia bisa melindungi seseorang secara langsung.

terima kasih Dewi Athena."

Sebuah belati mendarat ditubuhnya, tak disangka anak buah Assassin juga berada dibelakangnya, waktu Noble phatasmnya sudah habis, pedang emas tersebut telah diturunkan mengeksekusi Rider yang terbaring lemas ditanah.

[Excalibur]

Sebuah pilar Cahaya raksasa terbentuk menjulang kelangit, sosok tersebut telah menghilang Rider telah lenyap karena kedasyatan serangan pedang Excalibur, sebuah pedang yang hanya bisa dimiliki para Raja, dan konon merupakan pedang terkuat sampai saat ini (lupakan tentang EA sebentar).

Saber tak bisa berhenti bergetar, ia pernah dikhinati oleh Morderet anaknya sendiri yang bukan dari kandungan ratu Guivena tapi tetap saja semasa hidupnya, ia tak menyangka bahwa dihari dimana ia dipanggil kesini dirinya malah berkhianat.

Sakura hanya bisa menangis melihat pilar Cahaya Raksasa yang menjulang tinggi diangkasa tersebut, ia mencium telapak tangannya, dia tak bisa apa-apa untuk kematiaan Rider, servant yang menyelamatkannya dari Kakaknya yang hampir membunuhnya, dan merusak kebaikan kakaknya itu yang dulu pernah dilakukannya untuknya.

Sekarang kondisi kelompok Shirou benar-benar terdesak, hanya tinggal satu Servant yang tersisa dkelompoknya yaitu Archer yang dulu hampir membunuhnya saat dikuil Ryuudou, apa yang akan terjadi berikutnya hanya sang cawan suci yang dapat mengetahuinya.

*

Dia terduduk diruang tengah sambil melihat menunduk, entah bagaimana kondisinya ini benar-benar menyedihkan, kata-kata perpisahan antara Sakura dan Rider terus terngiang dikepalanya seperti sebuah melodi kematiaan yang terngiang dikepalanya.

apakah impian ini memang sebuah kesalahan."

Shirou memeluk lututnya sendiri, sempat kata-kata Archer pada waktu itu memang benar, apakah dirinya hanya bersikap munafik dengan meminjam impian pria tersebut, dengan mudahnya ia menerima idealismenya itu.

senpai, bisa aku melihat lukamu."

Sakura menghampiri Shirou yang memeluk lututnya sendiri, ia dengan lembut membelai kepalanya yang menunduk Sedih tersebut, berlahan air mata mengalir dipelipis matanya menuju kelantai yang terbuat kayu tersebut.

Dia menyalahkam dirinya sendiri karena tak bisa menyelamatkan Rider yang sekarat, andai saja senjatanya waktu itu bisa lebih kuat seperti milik Archer dipastikan, dia akan mengalahkan Souichiro yang menyergapnya.

Sakura mengangkat baju keatas lalu dengan mengunakan Sihir penyebuhan, ia berusaha untuk menyembuhkan luka yang berada diperut pria tersebut.

pertama Illya dan sekarang Rider, apa benar keputusan ini adalah Kesalahan."

Sakura baru saja merawat luka Rin dan sekarang ia diberi pertanyaan tersebut, terus terang ia tak bisa menjawabnya karena satu hal, dirinya masih terpukul atas kematiaan mendadak Rider yang tak diprediksi sebelumnya.

ya idealismemu dari awal merupakan sebuah kesalahan."

Sebuah tangan menyentuh punggungnya, telapak dari pria berkulit coklat dan berambut putih siapa lagi kalo bukan Archer sosok yang hampir membunuhnya beberapa hari yang lalu, ia menekankan sejumlah kecil mananya pada telapak tangannya lalu menekannya kepunggung tersebut.

Shirou sedikit merasakan mati rasa disekujur tubuhnya, apa yang dilakukan Archer jawabannya adalah melanjarkan Sirkuit sihir yang awalnya bergerak pasif menjadi lebih aktif.

apa yang kau lakukan pada senpai, Archer ?."

Aku hanya melancarkan Sirkuit sihir yang awalnya bergerak pasif menjadi aktif."

Sakura agak terkejut atas tindakan Archer, bukan kenapa-napa hal ini disebabkan karena beberapa hari yang lalu ia hampir membunuh Shirou, lalu apa gunanya ia melakukan hal ini bukannya ia sama saja dengan merawat orang yang ingin kau bunuh.

Servant itu berdiri membelakangi tubuh Shirou, ia mengucapkan sebuah kata-kata yang dapat mengetarkan pemuda itu, awalnya dia pasti akan menjawab itu dengan mudah, tapi entah dengan yang sekarang.

jadi apakah kau sudah menyadari betapa sampahnya idealismemu itu."

Dia hanya terdiam menunduk, ia sendiri mulai dikerogoti keinginannya untuk membuang idealismenya ini, tapi bukannya ini akan mengkhianati kepercayaan Kiritsugu, menodai senyumannya saat menyelamatkannya dulu.

aku tak tahu."

cih."

Archer mendecikan lidahnya, harusnya ia tahu sangat bodoh menolong pemuda ini, sampai kapanpun dirinya, tak akan membuatnya bisa menyadarinya, karena cuman itu yang ada didalam diri pemuda ini, jika dia membuangnya maka dia akan menjadi kosong sedangkan jika meneruskannya maka dirinya akan kehilanggan segalanya dan menjadi kosong.

Archer menghilang meninggalkan kedua orang tersebut sendirian, Shirou menunduk mungkin yang dikatakannya memang benar dan dirinya salah, tapi hati kecilnya masih bersi keras untuk menentangnya meski kenyataan kejam tentang pahlawan keadilan sudah dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.

senpai jangan pikirkan kata-katanya."

maaf Sakura tapi apakah kau bisa meninggalkan diriku sendiri."

Shirou berdiri dan meninggalkan Sakura yang terduduk dilantai, ia masih belum sanggup menerima kenyataan kejam ini, bahwa kemungkinan dirinya menjadi pahlawan keadilan adalah Zero persen.

*

Didalam gereja Kotomine sosok Shinji yang duduk dibangku para jamaah seolah mengambarkan dirinya adalah sosok beriman, tapi dalam kenyataannya tak seperti itu, dirinya adalah salah satu sosok bengis didalam keluarga Matou selain kakeknya.

Kotomine menghampiri pemuda tersebut dengan langkah seperti layaknya nabi yang membimbing para orang tersesat, ia menepuk punggung pemuda itu dengan lembut lalu mengatakan sebuah kata-kata.

Rider telah dikalahkan, jadi bagaimana perasaanmu sounen."

(Note: aku memakai Sounen disini untuk membuat para pembaca bisa merasakan Kotomine kirie yang asli)

Senyum lebar diwajahnya tiba-tiba terbentuk diwajahnya, lalu ia tertawa lebas setelah memuaskan rasa bahagiannya, dia seperti mendengar sebuah kabar paling gembira dalam hidupnya, apakah dia telah menjadi sosiopat, dia tak menjelaskannya karena kemungkinan sifat ini ia dapat dari doktrinan Kotomine yang selalu ia dengarkan setiap hari.

Berdiri dengan bersandar disalah satu tiang, sosok dengan rambut emas serta mata merah, hanya bisa tertawa kecil atas tingkah laku masternya yang baru, dirinya tertawa karena kebusukan manusia zaman sekarang sebuah panggung komedi yang cocok untuk raja pahlawan sepertinya.

ngomong-ngomong aku punya tugas untukmu dan servantmu pasti kau akan suka."

Shinji tertawa semakin keras setelah mendengar perintah Kotomine tersebut, ia tak disangka akan bertemu dengannya secepat ini, ia memegang bekas luka dilehernya dengan sebuah senyum jahat.