"Die liebe ist stark wie der tod, hart wie die hölle"

'Der tod scneldet die seele vom leibe, die liebe aber scheidet all

Dinge vonder seele'

MEISTER ECKHART, deutscher mystiker

"Predigt : "Ewige Gerburt"

Summary : Mimpi buruk itu terus menghantui setiap malamku, sorot mata dengan iris merah itu menatapku tajam tetapi dengan raut sedih amat sedih. Mimpi buruk itu semakin menjadi saat pria itu datang dan melangkahkan kakinya kedalam kelasku, anehnya bukan sorot mata dengan iris merah tajam yang kulihat melainkan sorot mata dengan iris hitam tajam tetapi hampa.

|"kenapa kau selalu memperhatikanku dengan berlebihan?" Byun Baekhyun, "Entahlah, mungkin karena semua tiba-tiba berwarna saat melihatmu" Park Chanyeol | "Kenapa semua cerita yang kudengar seperti kisah nyata dan tidak asing bagiku?" Do Kyungsoo, "Percayalah berbagai kisah yang kuceritakan ini selalu berakhir dengan tragis, tetapi kuharap suatu saat endingnya akan berbeda" – Kim Jongin | "Berhentilah mengingat masa lalu karena kau bisa merubahnya kembali di masa depan" – Xi Luhan, "Kau selalu berucap seperti itu karena tidak pernah mengalaminya, 'kisah tragis itu'. Karena aku selalu berada di samping mu" – Oh Sehun|

Lelaki itu menatap sekeliling kelas dan tersenyum sinis saat melihat wanita itu, wanita dengan rambut panjang coklatnya yang kini tengah menatapnya tajam "perkenalkan nama saya park chanyeol, saya pindahan dari new york. Senang betemu dengan kalian"ucapnya dengan nada lantang membuat siswi yang ada dikela itu terpesona dan saling berbisik

Baekhyun yang sedari tadi sibuk dengan tugasnya mulai terganggu dengan suasana kelas yang agak berisik dengan rasa tidak tertariknya baekhyun mengangkat kepala dan menatap siswa pindahan itu

"apa ini, mukanya samasekali tidak istimewa" guman baekhyun kembali mengerjakan tugasnya berbeda dengan murid pindahan itu, chanyeol yang tidak sengaja menatap sosok baekhyun hanya tertegun melihat wajah wanita itu dan membuat dua orang dalam kelas tersebut menghela nafas khawatir

.

"kau tau, aku kadang berpikir ingin menghilang dari dunia ini sementara waktu" ucap baekhyun menghela nafasnya

"yaa kenapa kau tidak menghilang saja sekarang dari pandanganku byun dan lakukan pekerjaan mu dengan benar" omel luhan menatap baekhyun

Setelah pulang dari sekolah seperti biasa baekhyun akan bekerja partime di cafe luhan dan seperti biasanya juga luhan akan selalu meneriaki baekhyun jika melihantnya malas-malasan seperti saat ini, baekhyun hanya membersihkan satu meja, hanya satu meja selam 20 menit

"haa dasar boss menyeramkan, pantas saja karyawan mu banyak yang lari, kau seharusnya bersyukur aku selalu setia disini"

"setia apanya, kau Cuma membuatku tambah sakit kepala, ohh ya ampun kenapa akhir-akhir ini aku selalu khwatir banyak masalah yang akan mulai timbul karenanya" luhan menghela nafas kasar

"apa maksudmu? Masalah apa? Aku tidak pernah membuat masalah" ucap baekhyun

"bukan kau tapi kalian berdua" guman luhan pelan

"ha apa yang kau katakan lu?"

Seakan tersadar luhan merutuki dirinya, tidak menghiraukan baekhyun dan langsung berlalu masuk dalam ruangannya

"orang itu kenapa sih" guman baekhyun, baekhyun kembali menghela nafas. Akhir-akhir ini entah kenapa badannya seolah mudah sekali lelah 'apa karena aku tadi tidak makan siang?' pikir baekhyun, dia bahkan hampir pingsan pagi tadi dan itu membuat kyungsoo kembali khwatir 'seperti biasannya' senyum baekhyun

Hari ini tidak terlalu banyak pengunjung di cafe luhan dan baekhyun bersyukur karena itu, baekhyun mengalihkan pandangannya keluar jendela besar yang menghadap langsung ketaman besar, benar-benar tempat yang strategis, luhan memang pintar memilih tempat.

Pandangan baekhyun terhenti pada sosok pria tinggi dengan kulit pucat yang entah kebetulan atau tidak tengah memandang baekhyun juga, bibir merah nya melengkung tersenyum membuat baekhyun menaikan satu alis matanya bingung, pria itu berguman sesuatu entah baekhyun salah mengartikan atau tidak tapi pria itu seperti berkata 'seperti biasanya' atau hanya perasaan baekhyun saja. Pria itu berjalan menuju kearah cafe terus hingga masuk kedalam cafe, baekhyun sedikit gemetar bukan, bukannya baekhyun takut hanya saja dia teringat dengan orang-orang psyco di film yang sering kyungsoo tonton

Pria itu menatap baekhyun, benar-benar menatap dengan pandang yang tajam membuat baekhyun salah tingkah dan langsung berdiri dari tenpat duduknya

"se..selamat siang ah mm" baekhyun kehilangan kata-katanya sampai matanya tertuju pada buku menu di meja tersebut "silahkan, ini buku menu nya" ucap baekhyun

Lelaki itu hanya melirik tidak tertarik kearah buku menu itu, lalu kembali memandang baekhyun

'kenapa dengan pria ini, aneh sekali' baekhyun kembali mengangkat buku menu itu "apakah anada tidak mau memesan?" pria itu tetap diam, anehnya matanya memandang baekhyun tapi matanya tidak fokus ke baekhyun

Pintu ruangan luhan terbuka membuat baekhyun menoleh tetapi tidak dengan pria itu, dia tetap terus memandang luhan

"tolong aku, pria ini aneh" ucap baekhyun tanpa suara kepada luhan

Luhan hanya memasang wajah datarnya melihat baekhyun dan mengalihkan pandangannya kepada pria itu

"aku sudah selesai, ayo masuk sehun. Sekarang" entah perasaan baekhyun saja tapi baru kali ini baekhyun mendengar luhan bicara seperti itu, sangat tegas dan menahan amarah

Pria itu melangkah masuk menyusul luhan dan menutup pintu, baekhyun kembali terduduk "kenapa dengan orang itu, apa kenalan luhan? Dia mengerikan sekali saking tampannya" guman baekhyun menggeleng kepala

"ahh selamat siang, selamat datang" Beberapa pelanggan kemudian masuk membuat baekhyun melupakan kejadian aneh barusan

.

"ahh aku sudah pernah membaca ini, yang ini juga, paman apa kau tidak mempunyai buku terbaru" ucap kyungsoo pada penjaga perpustakan yang tengah menatap kyungsoo datar

"mana ada yang masih baru, semua buku yang baru 1 minggu rilisan saja sudah kau baca dalam 4 hari" ucap paman itu menggeleng kepala

Bukan bermaksud buruk malah paman penjaga perpustakan kota itu sangat menyukai kyungsoo yang sangat suka membaca tetapi karena terlalu suka, hampir 84% buku diperpustkaan besaar ini sudah kyungsoo baca dan setiap hari ini kyungsoo datang kesini yang selalu dia tanyakan pasti buku baru, membuat paman itu hanya bisa tersenyum gemas melihat wajah lucu kyungsoo setiap kali paman itu berkata tidak ada

"paman, apa perpustakaan ini sudah terlalu tua ya, makanya buku-buku baru tidak ada yang mau dikirim di sini" ucap kyungsoo

"jangan bicara yang tidak masuk akal, dasar anak ini" omel paman itu membuat kyungsoo tersenyum jahil "sana ke-ruang buku-buku fiksi saja, hanya itu bagian ruangan yang belum pernah kau masuki" ucap paman itu kembali menulis sesuatu

"yaa aku kan tidak suka dengan cerita fiksi, benar-benar tidak masuk akal" guman kyungsoo tetapi tetap melangkah kearah ruangan tersebut

Perpustakaan ini sama seperti perpustakaan pada umumnya hanya saja berbeda dengan ruangan bertuliskan 'black pear and the jumper' ini, kyungsoo memang belum pernah masuk keruangan ini selama 2 tahun dia selalu datang ke perpustakan ini tetapi paman perpustakaan itu berkata jika ruangan ini memiliki buku-buku fiksi yang terbilang langkah atau limited edition.

Kyungsoo melangkahkan kakinya masuk keruangan ini dan menutup pintu dengan pelan. Indah, adalah kata yang tepat untuk menggambarkan ruangan ini, langit-langit yang dibuat seperti langit sungguhan dan juga pilar-pilar seperti bangunan jaman dulu membuat kyungsoo takjub, tidak banyak orang yang ada disini bahkan sepertinya tidak ada, tetapi bukannya takut, kyungsoo malah semakin penasaran dengan ruangan beserta isinya ini.

"baiklah apa yang sebaiknya kubaca duluan yaa" guman kyungsoo bersemangat, semakin kyungsoo memilih buku semakin kyungso menyadari jika pengarang buku-buku ini selalu bertuliskan Black pearl and The Jumper 'aku baru tau jika ada nama pengarang novel dengan nama seperti ini' pikir kyungsoo. "aku jadi bingung mana yang harus dibaca duluan"

"mau aku beritahu salah satu buku yang benar-benar bagus disini?" suara dari belakang kyungsoo membuatnya kaget, wanita itu berbalik dan berhadapan langsung dengan pria dengan senyum yang sangat tampan benar-benar tampan

Kyungsoo reflek mundur dan pria itu melangkah maju, jarak mereka hanya sekitar 20 cm dan kyungsoo bisa mencium aroma anggur bercampur mawar dari pria itu, campuran yang aneh tetapi entah kenapa kyungsoo menyukai aroma tersebut

"aku punya buku yang sangat bagus" ucap pria itu kembali tersenyum tetapi kali ini dengan smirknya membuat kyungsoo reflek mengangguk tanpa izin otaknya

"seperti biasanya huh, pearl" guman pria itu

Tbc.

hay hay . .

makasih banget buat kemarin Rizqasnf yang udah rivew cerita saya dan itu buat saya semangat bikin lanjutannya salam sayang haha

sebelumnya perkenalkan saya author baru bernama ZangHana, otp terfavorite itu ChanBaek, KaiSoo, XiuChen, HunHan, TaoRis, SuLay, TaeKook, NamJin, JeongCheol. haha banyak yahh

stop Cerita banyak . . maaf kalau banyak typo dan Reviw juseyo jika kalian suka, karena akan menjadi penyemangat buat saya melanjutkan cerita ini, bdw cerita ini bukan fokus di ChanBaek saja tapi sama semua Otp yang ada disini hanya saja main characternya ChanBaek . .

salam sayang buat kalian . .