Part 3
900 tahun yang lalu
Mereka saling mencintai satu sama lain, pertemuan mereka bagaikan takdir yang tidak sengaja dibuat takdir yang selalu akan berakhir dengan tangis dan kematian, takdir yang selalu mempunyai akhir yang tragis bahkan manusia biasa tidak akan mampu melaluinya.
"dikehidupan berikutnya.. dikehidupan berikutnya berjanjilah untuk menemukanku dan selalu ada bersamaku" ucap wanita berkulit salju itu menahan sakit yang dirasakannya tepat dijantungnya
Pria yang berada didepannya hanya memandang kosong kearah si wanita. Marah, bingung, sedih semua bercampur menjadi satu membuat pria itu hanya berdiri pasrah dihadapan wanita itu
"chanyeol" teriak wanita itu serak menahan rasa sakit pedang di dalam tubuhnya, pria bernama chanyeol itu segera sadar dan mendekap wanita itu
"kenapa, kenapa harus begini bee?" pria itu menahan air matanya tidak sanggup melihan wanita yang baru 1 bulan dia kenal, wanita yang sudah mencuri hatinya, wanita yang sudah membuat chanyeol bisa merasakan cinta untuk mahkluk hina sepertinya
Bee wanita itu terus memaksa dirinya agar tetap sadar dan berusaha tersenyum, bee mengangkat tangannya mencoba membelai rambut gelap pria yang dicintainya itu, chanyeol menutup mata mencoba mencari jalan keluar dari masalah ini
"aku akan merubahmu menjadi sepertiku bee, itulah satu-satunya cara agar kau tetap bersamaku" ucap chanyeol mulai bersiap mengeluarkan taring tajam dari mulutnya dan bersiap menggigit leher bee
"chan..chanyeol.. kau bisa mati jika menggigitku, karena aku bukan seperti mereka" lirih baekhyun
"JADI APA YANG BISA KUPERBUAT, HAAA AKU TAK INGIN KAU PERGI" teriak chanyeol frustasi
Wanita itu hanya bisa tersenyum sedih melihat pria yang dicintainya itu untuk terakhir kalinya"aku mencintai mu chanyeol" ucap bee, suaranya semakin mengecil
"AKU JUGA BEE, AKU juga benar-benar sangat mencintaimu bee" keluar sudah, semua yang ditahan oleh chanyeol, rasa bersalah dan frustasinya, jika saja chanyeol tidak lancang jatuh cinta kepada orang seperti bee mungkin bee tidakk akan pergi seperti ini, pergi karena kemurkaan dewa pada cinta mereka
Tubuh bee lemas, nafasnya tidak terasa lagi, badanya mulai mendingin dan wajah cantik itu perlahan memucat
Chanyeol bahkan tak sadar saat keempat rekannya membawanya pergi dari tempat itu, pergi dari sisi wanita yang dicintainya, dari tingginya hutan, cahnyeol bisa melihat sinar putih menyilaukan mata turun ketempat bee dan selang beberapa detik kemudian cahaya itupun menghilang.
Chanyeol mengepalkan tangannya yang masih berdarah, matanya berubah menjadi hitam, chanyeol merapalkan mantera sambil menutup matanya dia berjanji akan membalas 'mereka' yang melakukan ini, diakan membalas 'mereka' dengan kejam dan tidak kenal ampun karena sudah merenggut wanitanya, wanita yang sudah memiliki sebagian hati chanyeol.
"jadi wanita itu meninggal dengan tragis seperti itu?" ucap baekhyun melepas earphone yang dipakainya (Seoul, 19 Agustus 2017)
"yaya.. lalu pria itu berjanji akan membalas dend" ucapan kyungsoo terpotong oleh tawa keras baekhyun "kenapa kau tertawa, ini seharusnya sedih bukan lucu baek" ucap kyungsoo jengah
"wah cerita itu sudah seperti cerita-cerita film saja, pasti akhir cerita si pria bertemu lagi dengan kekasih yang dicintainya itu, klise" ucap baekhyun memasang kembali earphonenya
Kyungsoo mempoutkan bibirnya "aku tidak tau, aku belum diceritakan sampai akhir"
Baekhyun kembali memandang kyungsoo "diceritakan? Apakah dia seorang pria? "
"huh?"
"apakah seorang pria yang menceritakan itu padamu?" kyungsoo mengangguk dan baekhyun menggelengkan kepalanya "dasar polos, yaa lelaki itu Cuma mau menggodamu kyung" ucap baekhyun lalu beranjak pergi
Kyungsoo termenung "benarkah? Ya dia cukup tampan sih, hey kau mau kemana baek"
"tidur" kyungsoo pun ikut masuk kedalam apartemen mereka, dari jauh diantara kegelapan malam itu, sosok yang mengambang di udara di tutupi oleh awan hitam, mata hijauh sosok itu menatap kearah apartemen kyungsoo dan baekhyun
"sudah aku duga itu mereka, apakah akan terulang lagi. ." lalu tiba-tiba sosok itu mengilang dan hanya meninggalkan asap hitam
.
"hei apakah kalian akan terus menarik ku?" baekhyun hanya tersenyum jahil begitupun tao dan luhan sedangkan kyungsoo hanya mengikuti dari belakang tidak mau mengikuti rencana luhan dan juga tidak mau kena amukan xiumin nanti
Hari ini adalah hari ulang tahun xiumin dan luhan membuat rencana untuk memaksa gadis itu mentraktir mereka semua, awalnya tentu saja yang lain menolak karena meskipun baik dan lembut jika sudah marah xiumin benar-benar menakutkan tetapi karena luhan akan mengatur semua dan akan bertanggung jawab jika xiumin marah mau tidak mau mereka mengikuti rencna konyol luhan
Xiumin yang awalnya tidak setuju degan acara mentraktir hanya bisa pasrah ketika teman-temannya mulai memesan makanan satu persatu
"haa uang jajan ku" guman xiumin, xiumin menatap sinis luhan yang ditatap pun seolah merasa tak bersalah "aku akan membalasmu rusa sialan" guman xiumin lagi
"ha kau bilang apa?"
"tidak, makan saja makanan mu, semoga kau bertambah gemuk" semuanya pun menertawakan luhan yang saat ini menjadi target omongan xiumin
"ohh sepertinya kalian sedang bersenang-senang" seorang pria datang dari arah belakang xiumin dan langsung mengecup pipi xiumin membuat xiumin memerah malu
"oupp jangan mulai bermesraan, ingat ini masih lingkungan sekolah" ucap luhan menatap chen-(kekasih xiumin) tajam
"oho jangan bilang kau iri lu, sana cari pacar jangan taunya Cuma mengomentari orang pacaran" ucap chen membuat luhan mempout kesal
"chenie, luhan menyuruhku membayar ini semua huhu uang snack ku hari ini akan habis lalu bagaimana aku makan dan membeli snack-snack untuk nanti" baekhyun, tao, luhan dan kyungsoo serasa mual melihat tingkah sok imut xiumin jika sudah ada chen disampingnya
"tenang saja minie, aku akan belikan semua yang kau inginkan nanti, kalau perlu apa kau mau aku juga yang membayarkan makanan mereka" dan juga chen yang tidak pernah bisa menahan sikap imut kekasih yang lebih tua setahun darinya itu
"bolehkah chenie?"
Chen mengelus rambut xiumin halus "tentu saja minie apapun yang kau ingin kan"
"ahh bisakah kalian berhenti dan biarkan kami makan dengan nyaman" baekhyun mulai tidak tahan untuk berkomentar kalau sudah melihat chen dan xiumin dengan aksi mengumbar kemesraan mereka
"diam byun" teriak chen dan xiumin nyaring
"aku setuju dengan gadis itu,bisakah kau berhenti dan cepat carikan kita tempat duduk agar bisa makan" tiga sosok pria muncul dari belakang chen dan yaa mereka semua siswa pindahan yang heboh dibicarakan satu sekolah kemarin
Chen tertawa ringan "aku hampir melupakan kalian, meja ini lumayan besar. Kita bergabung saja" chen memaksa chanyeol, sehun dan jongin duduk saling berhadapan dengan baekhyun, luhan dan kyungsoo entah dia sengaja atau tidak "hari ini adalah ulang tahun kekasih ku jadi ayo rayakan bersama"
Lalu chen menatap para gadis dan tersenyum "kalian perkenalkan ini sahabatku kalian mungkin sudah dengar kemarin mereka adalah siswa pindahan"
Semuanya saling mentap dan saling berkenalan
"wah seperti dulu ya" tiba-tiba tao membuka suara, kyungso, baekhyun dan xiumin menatap tao bingung sementara tao hanya tertawa "lupakan, ooh aku dan si pucat ini sekelas" ucap tao menunjuk sehun
"benarkah? Aku tidak tau" ucap sehun datar dan tao membelalak tak percaya tetapi membuat semua yang ada di situ tertawa kecuali pria itu chanyeol yang tidak henti-hentinya menatap gadis didepannya bibirnya ikut tersenyum saat melihat baekhyun tertawa
Dan dari jauh gadis berambut coklat bernama jin menoleh kearah baekhyun dan teman-teman nya wajahnya memucat kala pandangan matanya bertemu luhan lalu menatap sehun, "dasar bodoh, kalian memperburuk segalanya" guman jin lalu keluar dari kantin
tbc/ end
sebenarnya udah ngga niat untuk melanjutkan cerita ini karena saya adalah penulis baru dan ngga terlalu bersemangat lagi. tetapi karena cerita ini sudah menjadi hoby di waktu luang jadi saya teruskan sampai part ini meskipun jala ceritanya sedikit berubah dan tidak menentu.
jadi siapapun kalian yang membaca cerita ini saya sangat berterimakasih apabila meninggalkan review atau coment tetang cerita saya agar saya tau jika cerita ini bagus atau tidak
no need for many word just read it and if you like it then glad!
salam sayang buat kalian yang baca
Z.H
