Love at Chakra Flower
.
.
Disclaimer : Naruto (c) Masashi Kishimoto
Yo !, Minna-san !. This is my first FanFic. Saya masih 'kouhai' di dunia per-Author-an (?),jadi masih banyak kekurangan dalam pembuatan Fic ini. Dan Seluruh Karya ini,murni dari otak Saya sendiri (kecuali para character,ya!)
Warning: AU. , OOC. , typo(s) , gaje , minus(s) , notEYD ,etc.
HAPPY READING!
Don't like? Don't read!
.
.
Chapter 2 : First Meet.
"Terus, apa sekarang ?" Sakura bertanya pada Naruto, Sasuke dan Hinata. Mereka sekarang tengah Duduk di Taman Konoha karena misinya di tunda. Jadi,mereka memilih bersantai saja.
"Hmm.. Ini membosankan sekali. Me- " kalimat Sasuke Terpotong.
"Mendokusai !" tiba-tiba ada seorang cowok berambut 'Nanas' menghampiri Mereka dan tak sengaja malah Menyambung kata 'Mendokusai' Sasuke yang terpotong.
"ah.. Yo! Shikamaru !" Naruto langsung menyapa.
"Yo !" balas Shikamaru malas. "Aku kesini dengan Sai, Ino, Tenten, Neji dan Temari. Dan kebetulan melihat Kalian disini" lanjut Shikamaru.
"Ya, Shikamaru-kun, Kami kesini karena misi kami di tunda" sambung Hinata.
"Hmm.. Misi apa itu ?" tanya Ino, sambil menyangga Dagunya.
"Mencari Bunga Chakra" jawab Sasuke singkat.
"Haahh, Bunga Chakra ?! " seru Sai, Temari, Tenten, Neji dan Ino, bebarengan.
"Ini adalah Misi yang Bagus !" celetuk Shikamaru Berapi-api. " kenapa tidak Kita lakukan saja bersama-sama, Ini lebih seru !"
"Ng... Tapi... " Hinata ragu-ragu.
"Ada apa Hinata ?" tanya Naruto.
"Ki.. Kita.. Belum berkenalan dengan Mereka.. " sambung Hinata.
"Haaahhhh.. MENDOKUSAI...!"
Seru Mereka semua (kecuali Hinata) menggunakan Kata 'khas' Shikamaru. Hinata nyengir,Shikamaru Sweatdrop.
*"Aku Yamanaka Ino,Kunoichi dari salah satu Formasi Legendaris 'Ino-Shika-Cho',Inoichi Yamanaka. Sekaligus pemilik Yamanaka Florist, Yurosuku !"
*"Yo! ,Aku Sai. Mantan Anggota ANBU Ne, Divisi Rahasia ANBU."
*"Aku Sabaku Temari,dari Sunagakure, Negara Angin. Aku baru saja pindah kesini,Aku kakak dari Kazekage Gaara"
*"Aku Tenten, Aku juga Kunoichi Konoha,Ahli Alat Ninja, Yurosuku ! "
*" Aku Hyuuga Neji,dari Clan Hyuuga. Aku sepupu dari Hinata-Sama"
*"Aku Nara Shikamaru,senang berkenalan dengan Kalian"
Mereka satu persatu memperkenalkan diri,mereka cepat akrab karena berasal dari Negara yang sama.
"Baik,kita sudah memperkenalkan diri Kita masing-masing. Dan kita sudah sepakat Menjalankan Misi Kita mencari Bunga Chakra" Shikamaru melanjutkan.
"Umm.. Aku suka Bunga !" ujar Ino Ceria,diam-diam ada yang memperhatikannya.
"Setelah Kita menemukannya, Jangan Kau jual,Ino " Sai meledek.
"Huh, terserah kau, 'Muka Pucat' !" Ino Ngambek.
"untuk memudahkan Pencarian, lebih baik kita dibagi berpasangan untuk mempersingkat waktu " semua mengangguk mengerti Ide Shikamaru.
"Sasuke, kau dengan Sakura !" Shikamaru menunjuk mereka berdua.
"Apa ! kenapa harus dia? si Jidat Lebar mengerikan !" Sasuke Bergidik ngeri, mengingat kejadian yang di dapatnya di Kantor Hokage tadi Pagi. Yang membuat Wajah 'Tamvan' nya sedikit lecet.
"Hei kau,Pantat Ayam !. Kau pikir Aku senang berpasangan dengan kau, Hentai !" Sakura ikut Monyong-monyong.
"Ah Sudah ! Jangan ada yang protes" Tegas Shikamaru,lalu melanjutkan.
"Sai dengan Ino"
"Haik ! " jawab mereka berdua serentak. Dengan senyum datar kearah Ino,Sai membuat pipi Ino Blushing. Malu-malu manja.
"Naruto dengan Hinata, Neji dengan Tenten, dan Aku dengan Temari" lanjut Shikamaru.
Naruto nyengir Ke arah Hinata, karena merasa senang dipasangkan dengan gadis cantik,dan sisanya 'Modus'. Namun Hinata tak menghiraukannya.
Semuanya mengangguk setuju,Ada juga yang pasrah. Siapa lagi, tentu Sakura dan Sasuke.
"Sekarang kita berpencar ! Pasang alat komunikasi Kalian, Hubungi Aku jika ada Sesuatu !" instruksi Shikamaru.
"YOUKAI !" mereka berpencar sesuai partner masing-masing dan mulai mencari Bunga Chakra langka tersebut.
*NejiTen*
'Wuushh.. Tap..tap..tap..' Suara Angin dan dahan Pohon yang menjadi pijakan Mereka dari Pohon satu ke Pohon lainnya,agar lebih cepat Pergerakan Mereka dibandingkan Melalui tanah.
"Neji, bisakah kau gunakan Byakugan mu, Hutannya terlalu lebat" pinta Tenten. Neji mengangguk dan langsung Mengaktifkan matanya.
"BYAKUGAN !" 'zriiingg..!' penglihatannya menembus setiap Objek didepannya,urat sekitar Matanya mulai tampak.
"Byakugan ku terhalang di depan sana, pasti ini dibuat Oleh Musuh agar kita tak dapat mendeteksi arah jalan menuju Bunga Chakra. Musuh sepertinya Shinobi tingkat Jounin !" sambung Neji. Tiba-tiba...
"Tenten, Awas !" puluhan Kunai tajam memburu ke arah mereka. Neji refleks berlari ke arah Tenten yang belum sempat menghindar.
"HAKKESHOU KAITEN !" 'Wuuushhhhh.. Zingg..zing..zingg..' Neji berdiri didepan Tenten dan langsung mengaktifkan jutsu pusaran chakra untuk melindungi mereka.
Bagaikan Slow Motion (lagi), di belakang Neji,Tenten 'terpukau' oleh Kebaikan dan kerennya Neji melindungi Hati ia bergumam "Sugoi..".
Namun suara Neji membuyarkan Acara Slow Motion nya.
"Tenten, jangan melongo!. Ini semakin banyak, kau hadapi sebelah Kanan !"
"Hm !" Tenten mengangguk.
"JIKKUKA NINJUTSU,KAI !" 'Bushhh..!' Tenten mengeluarkan sebuah alat dari gulungan yang dibawanya, Tapi..
'krik..krikk..krikk..' yang keluar malah sebuah penggorengan bergagang.
"He..he..he.." Tenten malah nyengir menyadari ia 'salah panggil'.
"Apa-apaan kau ini,Aku hampir kewalahan, tapi kau... " Kalimat Neji di serobot Tenten. Tapi malah membuat Neji kaget dan Heran.
"Diam kau, Lihat saja ini !" Tenten menunjukkan kelihaiannya menggunakan senjata. Tapi kali ini ia Terpaksa menggunakan 'Penggorengan' sebagai Alat ninjanya. Peng-go-reng-an pemirsaa..
'Zriiingg..tonggg..tengg..tongg..prankk' mereka berduet (?) menghalau Kunai-kunai yang bertambah banyak,mungkin jebakan itu sudah disiapkan musuh.
"huff..huff..huff,akhirnya ini habis" Tenten hampir kehabisan nafas.
"Kau ini bagaimana ! Lain kali siapkan Alat-alatmu dengan baik !" Neji ngomel-ngomel.
"hihihi.. Iya iya,maaf! Aku lupa membawa ini, Aku kira kita akan camping malam ini " Tenten nyengir tanpa dosa.
"Ah Terserah kau saja lah" Neji Cuek.
"Tapi tidak buruk juga kan,heh..?" Tenten tersenyum bangga sambil mengacungkan penggorengan miliknya. Diam-diam Neji terpesona Oleh keceriaan Tenten .
To be Continued.33
